2017-07-02

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Ekspresi sejumlah siswa saat mengikuti sosialisasi penanaman nilai-nilai Luhur Pancasila di SMAN 1 Makassar, Sulawesi Selatan, 01 Juni 2016. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai pancasila sebagai ideologi NKRI kepada para siswa. TEMPO/Iqbal
Banda Aceh - Sebanyak 450 pelajar SMA/SMK dan MA se Indonesia berkumpul di Provinsi Aceh untuk mengikuti Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) ke-XVI tahun 2017 yang berlangsung 9-16 Juli 2017.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Laisani kepada wartawan di Banda Aceh, Sabtu 8 Juli 2017 menyatakan, kegiatan yang dipusatkan di SMA Negeri Modal Bangsa, Blangbintang, Kabupaten Aceh Besar, itu rencananya akan dibuka oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, besok Minggu 9 Juli 2017.

Ia mengatakan, PIRN mengusung tema "Dari Aceh untuk Indonesia dengan sub tema Penguatan Peran Iptek Dalam Meningkatkan Nilai Tambah Potensi Daerah Bagi Kemajuan Bangsa".

"Tujuan digelarnya kegiatan ini untuk meningkatkan minat dan kemampuan remaja di bidang ilmu pengetahuan, membimbing remaja melaksanakan penelitian ilmiah yang terkait dengan lingkungan sekitarnya dan meningkatkan kesadaran remaja akan pemanfaatan iptek terhadap pengelolaan dan pemecahan masalah dilingkungan sekitar," ujarnya.

Ia menyebutkan, jumlah peserta PIRN, selain 450 pelajar juga diikuti 150 guru se Indonesia, sehingga total peserta 600 orang.

Simak saja: Buntut Kasus Konvoi Pelajar Klaten, 120 Pelajar Wajib Lapor

"Dan, dalam kesempatan ini ada sebanyak 500 orang pesertanya dari luar Aceh, menurut rencana kita akan menghadirkan Teuku Wisnu, artis berdarah Aceh yang saat ini berdomisili di Jakarta untuk memandu acara tersebut," sebutnya.

Laisani menerangkan, PIRN diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sejak tahun 2001 adalah kegiatan pembinaan ilmiah remaja.

ANTARA

Banda Aceh - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Daerah Banda Aceh (KAMDA Banda Aceh) menanggapi isu pengadaan kendaraan dinas roda empat oleh pemerintah kota Banda Aceh dimana ramai dibahas di media sosial akhir-akhir ini.

Ketua KAMMI Kota Banda Aceh, Mujaddid S. Pd angkat bicara perihal penggunaan anggaran negara yang tidak pro rakyat melalui pers rilisnya ke media.

Menurutnya ada banyak sekali hal lain yang masih bisa dilakukan oleh pemerintah Kota Banda Aceh (walikota Banda Aceh) dalam membangun program Banda Aceh menjadi lebih baik. Selain itu, kondisi kelayakan mobil dinas sebelumnya juga masih sangat bagus dan masih bisa digunakan dengan baik dalam proses kendaraan dinas Kota Banda Aceh.

"Kami berharap Banda Aceh semakin maju dan mampu dijalankan sesuai dengan tuntutan dan kepercayaan masyarakat", ujar Mujaddid.

Tidak hanya itu, perihal mobil mewah untuk Walikota Banda Aceh ini seharusnya Kepada BPKK Banda Aceh harus lebih jeli dalam hal Pengadaan alat dan barang.

"Jangan sampai perihal seperti diatas menciderai perasaan masyarakat Kota Banda Aceh. Sehingga tidak saling menyalahkan dan lepas tanggung jawab. Sebab masyarakat Kota Banda Aceh sangat menunggu kepemimpinan Wali kota terbaru dibawah Pak Aminullah." tegas Mujaddid

Sementara Ketua Kebijakan Publik Kammi Banda Aceh Imam Muslim S. Pd juga menambahkan, " PPTK yang merupakan pengguna aggaran dalam perihal pengadaan ini, tidak perlu menghambur-hamburkan Uang hanya demi sebuah Mobil Mewah. Anggaran sebesar itu masih bisa digunakan untuk perihal yang lainnya", imbuh Imam

*{NAJMI}*

Banda Aceh - Tepat pada hari jumat tanggal 7/7/2017 bertepatan dengan 13 Syawal 1438 H di Mesjid Raya Baiturrahman sejumlah pemuda Aceh yang terdiri dari keturunan kesultanan Aceh dan aktivis Islam sepakat untuk membentuk Organisasi Kepemudaan yang dinamai KOMANDAN (Komando Aneuk Muda Alam Peudeung) Al-Asyi.


Tuanku Warul Walidin selaku Pang Ule Komandan Al-Asyi yang merupakan keturunan Kesultanan Aceh menyebutkan bahwa Organisasi kepemudaan ini diharapkan mampu melahirkan kembali nantinya pemuda-pemuda Aceh yang Cerdas, shaleh, kuat dan berani yang selalu mencintai dan memegang teguh nilai-nilai keislaman dan keacehan.

"Organisasi ini dibentuk atas dasar keinginan untuk mengangkat kembali nilai-nilai keacehan yang selama ini mulai pudar di tengah-tengah kehidupan pemuda Aceh," ucap Tuanku Warul

Hal ini bisa dilihat dari semakin banyak pemuda Aceh yang tidak paham lagi akan asal usul dirinya sebagai pemuda Aceh.

"Pemuda Aceh selama ini terlena dengan pengaruh budaya asing dari luar yang membuat pemuda Aceh jauh dari nilai-nilai keislaman yang pernah dipraktekkan oleh indatu dulu," ucapnya

Dalam pertemuan itu Tuanku Muhammad juga menambahkan bahwa organisasi ini sangat dibutuhkan oleh generasi muda Aceh.

"Organisasi ini nantinya akan menjadi rahim untuk melahirkan kader-kader pemuda Aceh yang siap menjadi pemimpin Aceh yang akan mengembalikan Aceh menuju kejayaan ban sigom donya." Ujar TuMad

"Harapannya setiap pemuda Aceh yang memiliki semangat untuk mengembalikan kembali marwah Aceh untuk dapat bergabung dalam organisasi ini," Harap Tumad

Adapun 7 inisiator lahirnya KOMANDAN Al-Asyi terdiri dari Tuanku Warul Walidin,  Tuanku Muhammad,  Tgk.  Risky Nyakwang,  Tgk.  Wahid Al-Asyi,  Muhd.  Rona Fajri,  Arif Adam Al-Ghazali,  Tgk.  Arizal.

*{NAJMI}*

(Foto: Okezone)
StatusAceh.Net - Warganet Tanah Air kembali merasa patah hati. Setelah pasangan Raisa dan Hamish Daud serta Song Joong Ki dan Song Hye Kyo yang mengumumkan akan melangsungkan pernikahan, kabar bahagia datang dari imam muda Aceh yang memiliki suara merdu.

Imam muda serta qari bernama Muzammil Hasballah akhirnya melepas masa lajangnya bersama perempuan yang ia idamkan, Sonia Ristanti. Kabar ini rupanya tak hanya membuat netizen turut bahagia, namun juga sebagian netizen merasa patah hati.

Muzammil telah melangsungkan proses ijab qabul pada 7 Juli 2017, usai melaksanakan Salat Subuh yang dipimpinnya. Ia juga mengunggah video di Instagram yang telah ditonton lebih dari 600 ribu netizen. Beberapa netizen mengaku turut bahagia, sementara lainnya mengaku patah hati.

“mima @veny_anas satu persatu pemuda soleh sudah ada yg punya...buruan wisuda dan insyaallah bertemu juga pemuda soleh...#suka banget sama anak ini..” komentar akun yeliaanas.

“Yah udah nikahh,” sebut akun cindy_barbie07.

“Subhanallah... Baper dehh,” ujar netizen erni42443.

“Crpat kali bg@muzammilhb, patah hati,” kata netizen shilvia_rizfelous.

Sementara itu, akun amaydio46 mengatakan “Stok pemuda Sholeh tinggal gue bro hahaha.” (Okezone)

StatusAceh.Net - Hari ini tepatnya, pukul 06.30 WIB qari muda Muzammil Hasballah resmi mempersunting Sonia Ristanti, di Masjid Agung Al-Makmur, Banda Aceh, Aceh.

Tentunya, banya dari kita yang mempertanyakan siapakah sebenarnya Sonia Ristanti tersebut.

Ternyata wanita berusia 22 tahun ini, merupakan adik kelas Muzammil sejak SMA. Sonia baru saja saja lulus kuliah pada tahun ini dari Universitas Syiah Kuala, Aceh.

Kabar pernikahan Muzammil ini diketahui dari akun Instagram miliknya. Tak lama kemudian, postingan undangan pernikahan Muzammil di share ustadz Yusuf Mansur.

Dalam captionnya, ustadz Yusuf Mansur menuliskan,”Jangan pada patah hati yah.. hehehe. Pada seneng…yang doain Muzammil, Insyaallah bisa berJodoh dengan Jodoh yang menyenangkan dan menentramkan hati,” tulis Yusuf. [
Sumber: Tokoh penemu]

Banda Aceh -- Gubernur Aceh, H. Drh. Irwandi Yusuf M.Sc, mencetuskan program baru untuk pembangunan di Aceh, sebuah program pembangunan kemanusiaan.

"Program bebas pasung Aceh akan saya lanjutkan lagi. Nama programnya Aceh hana jadeh pungo," kata Irwandi saat melantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh Periode 2017-2022 di Gedung DPR Kota Banda Aceh, Jumat 7 Juli 2017.

Maksud Irwandi adalah ia akan mencanangkan kembali program yang pernah ia cetuskan saat memimpin Aceh tahun 2006 lalu, yaitu membebaskan masyarakat Aceh dari pemasungan dan penyakit gila.

Kepada Aminullah Usman Zainal Arifin yang dilantik pada Sidang Paripurna DPR Kota tersebut, Irwandi Yusuf meminta agar keduanya membina komunikasi dan hubungan kerja yang dengan legislatif. Hal itu akan menjadikan pembangunan Kota Banda Aceh sesuai dengan yang telah ditargetkan.

Sebagai orang yang punya hobi bermain sepak bola kaki, Aminullah diminta Irwandi untuk tidak menendang 'bola liar.' "Jangan sepak ke gawang sendiri. Lebih bagus lagi tidak ada bola liar," ujar Irwandi memberi kiasan. "Eksekutif dan legislatif harus akur. Keduanya mengemban amanah rakyat. Jangan pernah kedepankan ego sektoral."

Irwandi menyebutkan, dirinya percaya bahwa Aminullah dan Zainal akan mampu melaksanakan tugas sebagaimana amanah yang telah diberikan oleh masyarakat Kota Banda Aceh. [Rill]

2 (dua) pelaku Curanmor sekaligus pengedar narkotika jenis Sabu dan Ganja telah diamankan di Mapolres Pidie, Kamis (06/07/2017) sekira pukul 22.00 Wib.
Pijay - Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Ulim, Pidie Jaya meringkus dua pengedar narkoba jenis sabu dan ganja, di Gampong Grong–Grong Capa, Kecamatan Ulim, Kamis malam (6/7/2017).

Keduanya adalah MM (21) warga Gampong Meunasah Baroh, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya; dan MR (31) warga Gampong Jurong Minje, Kecamatan Jangka Buya. Petugas meringkus mereka di sebuah gubuk di desa terebut.

Kapolsek Ulim Iptu Alamsyah, MM dan MR memang masuk dalam target operasi Polsek Ulim setelah sebelumnya menerima laporan dari masyarakat tentang sepak terjang mereka.

"Keduanya sering dilihat warga bertransaksi narkotika jenis sabu dan ganja di kawasan itu," kata Alamsyah, Jumat (7/7/2017).

Saat proses penangkapan, kata Alamsyah, keduanya sempat melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri. Tapi berhasil digagalkan petugas.

"Hasil penggeledahan dan penggerebekan, kami menemukan satu paket sabu dan satu paket ganja siap pakai," ujar Alamsyah.

Saat itu, polisi juga mencurigai satu unit sepeda motor Revo BL 6102 PAC yang tertutup kain terparkir di samping gubuk tempat mereka ditangkap.

"Saat kami periksa, tak ada surat-suratnya. Kami menduga motor tersebut merupakan hasil curian," tambah Alamsyah.

Kini, MM dan MR harus mendekam di sel Mapolsek Ulim untuk mempertanggunjawabkan.

StatusAceh.Net - Pusat Kajian Kepolisian (Lemkapi) meminta Polri menegakkan proses hukum terhadap Kaesang Pangarep. Proses hukum ini perlu dilakukan jika dalam laporan awal penyelidikan didukung dengan bukti yang cukup minimal dua alat bukti sesuai Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Sebaliknya, Polri tidak perlu ragu untuk menghentikan pengaduan Muhammad Hidayat itu jika tidak ditemukan unsur pidananya. Polisi dalam proses hukum tidak boleh menolak laporan masyarakat

"Siapapun terlapornya termasuk anak Presiden jika semua bukti terpenuhi proses hukum harus dijalankan." ujar Direktur Eksekutif Lemkapi, Edi Hasibuan di Jakarta, Kamis, 6 Juli 2017.

Rekaman video Kaesang Pangarep dilaporkan oleh warga Bekas, Muhammad Hidayat. Rekaman video putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu tersebar di Youtube dinilai mengandung unsur ujaran kebencian dan penodaan agama. (Sindo)

StatusAceh.net - Dua pemuda asal Aceh nekat berjalan kaki dari Sabang menuju Jakarta untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada Hari Jadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang ke 72 tahun pada 17 Agustus mendatang.
"Kami memberikan kado kecil ini untuk HUT RI yang ke 72 tahun," kata Andi, saat menginjakkan kaki di Ibu Kota Provinsi Riau, Pekanbaru pada Kamis (6/7/2017) sore.

Andi berjalan bersama seorang rekannya, Oki, ditemui saat berjalan di pinggiran aspal jalur lintas wilayah Tenayan Raya, Pekanbaru.

Andi tampak membawa tas ransel berukuran besar yang diikatkan dua bendera merah putih dan ditempelkan spanduk mini bertuliskan "Expedisi Cinta Tanah Air, Jalan Kaki 72 Hari Sabang menuju Jakarta, Napak Tilas Proklamasi".

Expedisi cinta tanah air menurut dia merupakan sebuah karya yang mewujudkan kecintaan keduanya terhadap keutuhan NKRI dengan cara berjalan kaki sambil menikmati keindahan Tanah Air.

Sementara jalan kaki yang dilakukan, lanjut dia, adalah selama 72 hari yang merupakan umur kemerdekaan Republik Indonesia.

"Kegiatan ini adalah untuk memperingati HUT RI yang ke 72 tahun, kami memberikan karya kecil yakni jalan kaki selama 72 hari dari Sabang sampai Jakarta," demikian Oki menambahkan.

Andi melanjutkan, dirinya bersama seorang rekannya, Oki, berharap bisa tiba di Jakarta tepat waktu, yakni 17 Agustus 2017.

"Kami ingin mengikuti upacara di Istana Negara, makanya akan finis di Istana Negara 17 Agustus," katanya lagi.

Dia katakan, perjalanannya dari Sabang menuju Jakarta dilakukan atas keinginan sendiri tanpa ada pihak manapun yang menyuruh.

"Ini adalah wujud kecintaan kami terhadap negara ini, menjaga keutuhannya adalah harga mati," demikian Andi. (riauaktual.com)

StatusAceh.Net - Pemerintah telah memutuskan agar seluruh pelosok pedesaan bisa mendapatan akses informasi dan teknologi. Akan tetapi, pihak PT Telkom di Aceh mengalami banyak kendala delam membuka jaringan ke pelosok desa.

Kepala Bagian Humas PT Telkom Aceh, Abdul Jabar mengaku, kesulitan utama pihak Telkom dalam memasang instalasi adalah faktor geografis. Sebagian kondisi alam di Aceh, terutama ke pelosok berbentuk pegunungan, bukit yang sulit dilakukan pemasangan kabel optik.

"Kesulitan utama kita menjangkau ke pelosok, karena faktor alam, kondisi geografis yang sulit, kadang sering longsor, padahal sudah kita pasang instalasinya," kata Abdul Jabar, Jumat (7/7) di Banda Aceh.

Kendati demikian, pihaknya berkomitmen 6471 desa di seluruh Aceh bisa mengakses internet. Meskipun sekarang masih dilakukan secara bertahap, hingga sekarang PT Telkom baru bisa membuka akses internet 30 persen di pedesaan.

"2020 nanti, semua desa sudah terpasang akses internet, meskipun desa terpencil," tukasnya.

Katanya, sekarang pihak PT Telkom terus melakukan pemasangan kabel optic ke daera-daerah terpencil dan pulau terluar. Seperti Kabupaten Simeulue, yang merupakan pulau terluar Indonesia sedang dilakukan pemasangan fiber optik bawah laut.

Ada sepanjang 180 kilometer fiber optik ditanam ke dasar laut dengan kedalaman dari 2 hingga 30 meter. Kabel fiber optik itu dipasang dari Bakongan, Aceh Selatan hingga pulau Simeulue.

Selama ini jaringan internet di pulau penghasil lobster ini hanya mengandalkan satelit. Dengan adanya pemasangan kabel fiber optik yang merupakan teknologi terbaru, maka jaringan internet semakin cepat mengakses internet.

"Kalau tingkat kecamatan 50 persen sudah terjangkau internet. Misalnya transmisi di Kecamatan Tangse, itu bisa menjangkau dua kecamatan terdekat Gempang dan Mane di Kabupaten Pidie," jelasnya.

Menurutnya, PT Telkom terus menggantikan kabel tembaga ke kabel fiber optik. Kabel ini merupakan teknologi terbaru yang mendapatkan banyak kemudahan, seperti minim gangguan jaringan, akses internet lebih cepat dan tidak rawan pencurian kabel.

"Kalau kabel tembaga itu nilai jualnya mahal, jadi kalau kabel fiber optik ini tidak memiliki nilai jual, sehingga tidak rawan dicuri," jelasnya.

Selain itu, Abdul Jabar juga menyebutkan, pada ulang tahun PT Telkom yang ke 52 ini, pihaknya juga menggelar sejumlah kegiatan. Seperti melakukan donor darah, bakti sosial dan juga membagi-bagikan voucher internet gratis sebanyak 2000 voucher lebih.

"Kita fokus membagikan di Pelabuhan Ulee Lheue, karena di sana banyak wisatawan yang membutuhkan akses internet, makanya kita bagikan di sana," tutupnya. [merdeka.com]

StatusAceh.Net - Muzammil Hasballah (24), adalah seorang pemuda yang terkenal saat videonya membaca Alquran ramai di media sosial.

Tidak hanya pandai membaca Alquran, Muzammil Hasballah juga pandai di bidang akademik.

Terbukti dirinya berhasil lulus dari perguruan tinggi tersohor di Indonesia yaitu Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Arsitektur.

Setelah videonya menjadi viral, pria asal Aceh ini banjir pujian dari netizen karena suaranya sangat merdu saat didengarkan.

Tak tanggung-tanggung, Imam Besar Masjidil Haram Syekh Adel Al Kabani juga turut memuji merdunya suara Muzammil Hasballah saat mengaji.

Tentunya banyak kaum hawa yang ingin memiliki calon pendamping hidup seperti Muzammil Hasballah, sosok yang pintar dalam bidang akademik dan agama.

Hari ini, Jumat (7/7/17), Muzammil Hasballah telah memastikan seorang perempuan menjadi pasangan hidupnya.

Perempuan beruntung tersebut bernama Sonia Ristanti, seorang lulusan Teknik Geofisika di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Muzammil Hasballah dan Sonia Ristanti menggelar akad nikah di kampung halaman keduanya yaitu Banda Aceh, tepatnya di Masjid Agung Al Ma'mur.

Akad nikah tersebut dilaksanakan sekira pukul 05.00 WIB dan akan dihadiri beberapa pesohor seperti Ustaz Yusuf Mansur dan juga putra Arifin Ilham, Muhammad Alvin Faiz.

Terlihat dalam akun Instagramnya, Muhammad Alvin Faiz mengunggah sebuah video di acara akad nikah Muzammil Hasballah.

Dalam video tersebut terlihat Muzammil Hasballah mengenakan kemeja putih dibalut jas berwarna biru tua dan dilengkapi dasi kupu-kupu.

Tak ketinggalan, Muzammil Hasballah juga mengenakan sebuah peci hitam dan sedang berdiri di hadapan perempuan yang telah sah menjadi istrinya.

Muzammil Hasballah dan Sonia Ristanti menjadi sorotan orang-orang di sekitarnya yang sedang berusaha merekam momen bahagia tersebut.

Dalam video itu juga terlihat Muzammil Hasballah membacakan doa dihadapan Sonia Ristanti dan lalu istrinya itu mencium tangan Muzammil Hasballah.

Melalui unggahan tersebut, Muhammad Alvin Faiz mengungkapkan rasa turut berbahagia dan tak lupa memberikan doa.

"Engga kerasa, perasaan baru kemarin bang @muzammilhb cerita-cerita ke saya mau nikah, dan akhirnya sekarang sudah hari H nya,

selamat ustadz @muzammilhb , semoga menjadi keluarga sakinah, bahagia dunia akhirat, aamiin,

ditonton sampai akhir, masih malu-malu nih bang @muzammilhb nya"

[jabar.tribunnews.com]

Tower Pemancar (ilustrasi)
SABANG- Tower pemancar Telkomunikasi yang terletak Desa Anoi Itam Kecamatan Suka Jaya Sabang sudah setahun tidak berfungsi dengan sempurna, akibatnya jaringan komunikasi yang berada di areal tersebut sulit dijangkau oleh kalangan masyarakat. 

Akibatnya masyarakat yang berada di anoi Itam sangat sulit untuk melakukan  komunikasi maupun akses internet. 

Burhanuddin salah satu masyarakat  setempat mengatakan tower Telkomsel yang dibangun sekitar 3 tahun silam, hampir 1 tahun sudah terjadi kerusakan pada sistem elektronik yang dipasang sebagai pemancar sinyal komunikasi. Sehingga untuk melakukan pemanggilan telpon maupun broshing internet mengalami kegagalan secara total.

Burhanuddin juga menambahkan bahwa sudah berulang kali melaporkan hal tersebut kepada pihak telkomsel sebagai penyedia provider, akan tetapi belum ada tindak lanjut untuk perbaikan. sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak provider, tentang hal tersebut.

Sementara itu masyarakat desa anoi itam sangat menginginkan agar tower tersebut dapat diperbaiki kembali guna kelancaran komunikasi. 

Apalagi anoi itam salah satu dinasti wisata pantai di sabang yang banyak di kunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancarnegara, apabila hal ini dibiarkan berlarut-larut kemungkinan besar turis-turis yang berkunjung ke anoi itam akan berkurang. 

Selama ini wisatawan yang berkunjung ke anoi itam sudah sering mengeluh sulitnya akses informasi apabila ingin bermalam di beberapa hotel yang ada di daerah Anoi Hitam.

Kami mengharapkan kepada pihak telkomsel selaku pemilik tower tersebut untuk segera merespon keluhan masyarakat, sehingga komunikasi di areal tersebut dapat kembali normal.(red/rls)

Aceh Utara - Dua orang tak dikenal yang ingin mencuri kambing digagalkan oleh warga Desa Awe, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara, Kamis, 6 juli 2017,   namun pelaku berhasil melarikan diri dengan membawa satu unit sepeda motor milik warga yang melakukan pengejaran.
 
Kapolres Aceh Utara, AKBP Ir Ahmad Untung Sangaji melalui Kapolsek Syamtalira Aron, IPTU Zulkifli Harahap, mangatakan bahwa Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (6/7/2017) sekira pukul 04.55 WIB di Desa Awe, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara, saat Hamdani (Korban Pelarian Sepeda Motor) dan dua orang rekannya yang sedang duduk - duduk melihat ada dua orang tidak dikenal ketahuan membawa seeokor kambing berwarna putih menggunakan sepeda motor.

Kemudian tiga warga tersebut langsung melakukan pengejaran, menyadari mereka sedang dikejar pelaku langsung melempar seekor kambing yang tadinya hendak dicuri dari atas sepeda motor.

Lanjut Kapolsek, kemudian kedua pelaku tersebut langsung tancap gas untuk melarikan diri, namun ditengah - tengah perjalanan motor tersangka mogok, tidak lama kemudian Hamdani (satu dari tiga orang tersebut -Red) yang tadinya mengejar berhasil dapati pelaku yang motornya sedang mogok dijalan, kemudian hamdani berhenti didepan dua orang pelaku tersebut.

Namun posisinya yang berada didepan pelaku malah menyulitkannya, Hamdani dikejutkan dengan sebilah parang panjang yang dibawa oleh pelaku pencurian tersebut.

"Hamdani yang panik langsung melompat ke biram jalan dengan meninggalkan sepeda motor miliknya, kemudian pelaku langsung mengambil sepeda motor milik korban dan meninggalkan sepeda motor mio dengan nomor polisi BL 3563 QR milik pelaku yang kondisinya sedang rusak" terang Kapolsek Aron.

Saat ini kasus tersebut sedang dalam penanganan pihak kepolisian, barang bukti berupa sepeda motor milik pelaku dan seekor kambing telah diamankan di Polsek Syamtalira Aron.

Ilustrasi/Guru Sekolah Dasar (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)
Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, kembali menjadi sorotan publik di Tanah Air. Kali ini terkait dengan rencana kebijakan mengenai lamanya waktu sekolah, atau mengajar pada tahun ajaran baru 2017-2018.

Dalam kebijakan Permendikbud Nomor 23/2017 tentang Hari Sekolah itu, jumlah hari sekolah akan dipangkas menjadi lima hari, dari Senin sampai dengan Jumat. Namun, jam pelajaran setiap harinya ditambah menjadi minimum delapan jam, sehingga para siswa bisa libur selama dua hari pada Sabtu dan Minggu.

Hal itu pun menjadi pro dan kontra di kalangan publik, salah satunya dari FKDT (Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah). Mereka menolak sekaligus menuntut pencabutan peraturan menteri tersebut.

Dalam pernyataan resmi kepada VIVA.co.id, FKDT mengungkapkan sejumlah alasan agar permendikbud tersebut dicabut. Salah satunya, peraturan itu bertentangan dengan sejumlah regulasi. “Ini seperti UU 20/2003 tentang Sisdiknas, UU No 23/2014 tentang Otonomi Daerah, PP 55/2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, PP 19/2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2oo8 Tentang Guru, Kepres 68 Tahun 1995 tentang Hari Kerja, dan sejumlah regulasi lainnya, termasuk Peraturan Daerah tentang Wajib Belajar Pendidikan Diniyah Takmiliyah,” demikian ungkap FKDT melalui pernyataan Ketua Umumnya, Lukman Hakim.

Permendikbud 23/2017 itu dianggap sangat berpotensi mematikan layanan pendidikan keagamaan berbasis masyarakat yang telah hadir sebelum Indonesia ini lahir. Ini seperti Madrasah Diniyah, Pondok Pesantren, Pendidikan Alquran, dan lain-lain.

Bahkan, lanjut FKDT, kebijakan lima hari sekolah itu bahkan juga dipandang akan mendorong tumbuh suburnya pendangkalan dan radikalisasi agama di sekolah.

“Bagi FKDT, Permendikbud 23/2017 sangat tidak aplikatif dan tidak mencerminkan karakteris pendidikan di Indonesia,” lanjut Hakim dalam pernyataan tertulisnya. .

Maka dia menyarankan Kemendikbud lebih berkonsentrasi pada penyediaan fasilitas, sarana dan prasarana sekolah serta peningkatan kompetensi guru sehingga memiliki komitmen kebangsaan yang kuat.

FKDT, lanjut Lukman, juga meminta Mendikbud untuk mencabut kebijakan lima hari sekolah itu dan tidak menerapkannya mulai tahun ajaran 2017/2018 mendatang. “Jika tidak dilakukan pencabutan, seluruh komponen Madrasah Diniyah Takmiliyah dan stakholder pendidikan akan melakukan demonstrasi secara masif,” demikian pernyataan FKDT itu. (Viva)

Banda Aceh –  Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf memimpin Apel Perdana bersama Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh dan Aparatur Sipil Negara di lingkup Pemerintah Aceh yang dipusatkan di halaman kantor Gubernur Aceh, Kamis (6/72017).

Apel yang turut dihadiri Wakil Gubernur, Nova Iriansyah tersebut merupakan apel perdana pasca pelantikan Irwandi Yusuf sebagai Gubernur Aceh sehari sebelumnya pada Rabu (5/7/2017).

“Sungguh sebuah kebahagiaan bagi saya, karena hari ini saya kembali berkumpul bersama seluruh Aparatur Sipil Negara di lingkup Pemerintah Aceh dalam sebuah apel khusus menyambut dimulainya masa kerja kami sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh masa bakti 2017-2022,” ujar Irwandi.

Dalam arahannya, Irwandi Yusuf  menyampaikan visi pembangunan Aceh untuk lima tahun kedepan dengan mengusung tema Aceh yang damai dan sejahtera melalui Pemerintahan yang bersih, adil dan melayani.

Aceh yang damai kata Irwandi, bermakna perdamaian secara berkelanjutan dengan memanifestasikan prinsip-prinsip MoU Helsinki dalam kehidupan masyarakat dan sistem pemerintahan.

Aceh sejahtera lanjutnya,  mendorong agar rakyat memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan, pendidikan, perumahan dan kesempatan kerja serta pendapatan yang layak.

Sedangkan Pemerintahan yang bersih, adil dan melayani kata Irwandi harus tergambar dari tata kelola pemerintahan yang transparan, bebas dari korupsi, efektif, efisien, merata, tepat sasaran dan murah.

“Saya sudah sampaikan pada waktu pelantikan bahwa saya ingin melayani, bukan dilayani, semua SKPA wajib menjalakan prinsip ini,” tegas Irwandi .

Irwandi menjelaskan, seluruh visi tersebut akan dijabarkan dalam berbagai program, antaranya program reformasi birokrasi, penguatan syariat Islam, kedaulatan dan ketahanan pangan, optimalisasi sumber energi terbarukan, membangun dan melindungi sentra-sentra produksi dan industri kreatif masyarakat, dan sebagainya.

“Penerapan e-government juga akan kita tingkatkan agar semua kegiatan berjalan cepat, efektif, transparan, akuntabel dan mudah diakses,” kata Irwandi.

Program-program tersebut, kata Irwandi akan berjalan sukses jika semua Aparatur Sipil Negara siap melaksanakannya.

“Saya ingatkan lagi, bahwa ada 5 juta penduduk Aceh yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap kinerja kita. Kita jangan sampai membuat mereka kecewa. Kita harus menjawab harapan itu dengan kerja nyata, efektif, dan pelayanan yang terbaik,” tutup Irwandi.

Turut hadir dalam apel tersebut, Wakil Gubernur Aceh, Sekda Aceh, para asisten, para kepala Biro, Kepala SKPA, serta para pegawai di lingkungan Setda Aceh.(Red)

BANDA ACEH- Tepat tanggal 15 Februari 2017 dulu Aceh sebagai Provinsi paling Barat di Indonesia sudah melaksanakan proses Pilkada serentak se- Indonesia. Ada 21 kabupaten/kota di Aceh yang melaksanakan Pilkada dan juga pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Aceh.

Sejak proses pelaksaannya Pilkada di Aceh dianggap sangat sukses baik dari segi partisipasi masyarakat maupun suasana disaat kampanye, pemilihan, dan penetapan calon. Pilkada Aceh yang dulunya dianggap rawan dan mencekam sehingga harus ada pengiriman 1900 pasukan BKO, ternyata semua kekhawatiran itu tidak terjadi di Aceh.

Pilkada Aceh mampu berjalan dengan aman dan damai tanpa adanya kejadian-kejadian yang mengkhawatirkan. Sampai proses pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah di gedung DPRA kemarin. Aceh masih aman dan damai.

Melihat kondisi ini Ketua Umum PW KAMMI Aceh Tuanku Muhammad menyebutkan bahwa perpolitikan di Aceh semakin menuju ke arah yang lebih baik.

"Hal ini karena para elit politik di Aceh semakin dewasa dalam berpolitik baik itu disaat mencari suara rakyat maupun dalam menerima keputusan pasca pemilihan. Ini terlihat dari mampunya para kontestan Pilkada dalam merangkul setiap lawan politiknya demi sama-sama membangun Aceh," kata Tuanku

Adapun Ridho Rinaldi selaku Kabid Kebijakan Publik PW KAMMI Aceh mengatakan bahwa atmosfir perpolitikan Aceh semakin kondusif.  Aceh yang dulunya selalu dicap dan diwanti-wanti akan mengalami banyak kekacauan dan konflik ketika Pilkada, ternyata di tahun ini Aceh aman-aman saja.

"Rakyat Aceh sudah semakin cerdas dan berani dalam memilih pemimpinnya.  Dulu rakyat Aceh mudah saja dibohongi dan diancam di setiap pemilihan". Ucap Ridho.

Selain itu,  Ridho juga menambahkan bahwa sudah saatnya pusat menghapus stigma negatif terhadap perpolitikan Aceh.

"Aceh bukan lagi Medan perang dan perpecahan. Rakyat Aceh melalui pemimpin baru saat ini sudah siap membangun Aceh yang lebih bersyariat dan maju," ujar Ridho

"KAMMI Aceh mengharapkan agar kondusifitas atmosfir perpolitikan Aceh saat ini bisa terus dijaga dan ditingkatkan," kata Ridho

"Mari kita kawal proses Pilkada Aceh tahun 2017 ini hingga seluruh kontestan yang terpilih bisa dilantik semua tanpa ada kekacauan dan hal-hal yang dapat mencoreng kedamaian selama ini," Tutupnya.[NAJMI]

Banda Aceh - Setelah dilantik sebagai gubernur Aceh, Irwandi Yusuf hari ini resmi masuk kantor. Saat berangkat dari rumah pribadi di kawasan Lampriet, Banda Aceh, ia menyetir sendiri mobil. Kendaraan patroli dan pengawalan (patwal) atau voorijder polisi serta pengawal mengejar dari belakang.

Irwandi tiba di Kantor Gubernur Aceh di Jalan Teuku Nyak Arief, Banda Aceh, sekitar pukul 08.00 WIB, Kamis (6/7/2017). Ia datang sendiri dengan menggunakan mobil Toyota Prius putih. Setelah parkir ditempat yang disediakan, Irwandi turun dari mobil dengan gaya kasual.

Kedatangan Irwandi ke kantor hari ini tidak seperti pejabat pada umumnya. Tidak ada mobil voorijder yang mengawal dari depan. Kendaraan Patwal serta iring-iringan mobil pengawal justru berjalan di belakangnya.

Informasi diperoleh detikcom, sebelum berangkat, petugas Patwal serta personel Pengamanan Tertutup (Pamtup) sebenarnya sudah bersiap-siap di depan rumah Irwandi di Lampriet, Banda Aceh sejak pagi. Mobil resmi jenis Land Cruiser sudah disiapkan sebagai kendaraan resmi menuju ke kantor gubernur.

Tiba-tiba, Irwandi keluar rumah melalui pintu belakang dengan menggunakan mobil Toyoto Prius putih dan menyetir sendiri. Petugas Patwal dan Pamtup panik begitu mengetahui orang yang seharusnya mereka kawal sudah berangkat. Alhasil, mereka terpaksa mengejarnya dari belakang.

Begitu sampai, Irwandi disambut Sekda Aceh Dermawan dan ia kemudian bertemu dengan Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Saat Irwandi tiba, pegawai kantor gubernur sedang bersiap-siap untuk mengikuti apel. Mereka berjalan ke tengah lapangan dan mengenakan seragam batik. Tak lama berselang, Irwandi memimpin apel perdana sejak menjadi gubernur.

"Sungguh sebuah kebahagiaan bagi saya, karena hari ini saya kembali berkumpul bersama seluruh Aparatur Sipil Negara di lingkup Pemerintah Aceh dalam sebuah apel khusus menyambut dimulainya masa kerja kami sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh masa bakti 2017-2022. Untuk itu saya mengucapkan selamat bertemu kembali kepada saudara-saudari sekalian. Semoga kerja sama kita memberi hasil yang lebih baik dari sebelumnya," kata Irwandi dalam sambutannya. 

Bagi Irwandi, ini kali kedua ia memimpin Aceh. Sebelumnya, Irwandi sudah pernah menjabat gubernur periode 2007-2012. Selama menjabat, banyak terobosan yang dilakukannya salah satunya program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).

"Lima tahun lamanya saya meninggalkan kantor pusat Pemerintahan Aceh ini, tentu ada banyak perubahan yang telah terjadi, baik itu perubahan kebijakan, perubahan regulasi, perubahan formasi, perubahan program dan lainnya," ungkapnya.

"Perubahan itu adalah hal yang wajar karena sebuah pemerintahan sudah semestinya berjalan dengan dinamis. Apapun perubahan yang terjadi, yang namanya etos kerja, kualitas pelayanan, kinerja lembaga, dan kekompakan tim harus terus diperkuat," harap Irwandi.

Seperti diketahui, ketika menjabat gubernur periode 2007-2012, Irwandi juga tidak pernah memakai sopir. Dalam kunjungan ke mana saja, ia selalu menyetir sendiri mobilnya. Selain itu, Irwandi juga tidak tinggal di Pendopo Gubernur.  [detik.com]

Aceh Utara – Guna meningkatkan persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan Indonesia yang kuat, besar, sejahtera dan disegani, Korem 011/LW berkerja sama dengan BNN dan Dinas Perkebunan  menggelar penyuluhan ke bhinekaan tunggal ika, Narkoba dan Perkebunan di Desa blangrik kec. Suka Makmur  dalam rangka kegiatan Operasi Teritorial(Opster) bagian dari kegiatan Non fisik. Kamis(6/7/17).

Dalam kegiatan penyuluhan tersebut  di awali dengan sambutan dari Camat Kuta Makmur dan dilanjutkan dengan Penjelasan tentang Bhineka Tunggal Ika Oleh Kasi Ter Korem 011/LW Letkol Inf Yogi Bahtiar selaku Dansub Satgas II dalam kegiatan Opster TA. 2017.

Kasiter Korem 011/LW Letkol Inf Yogi Bahtiar mengatakan Adapun tujuan diadakannya kegiatan ini karena keadaan saat ini kurangnya perhatian dalam memelihara rasa kebersamaan terhadap kehidupan bersama , terutama rasa cinta kepada Negara dan Pancasila. Maka di harapkan kepada generasi muda kita diperlukan upaya sungguh-sungguh dalam gerakan untuk memperkokoh wawasan kebangsaan dan cinta Pancasila serta memperdalam pemahaman, penghayatan dan pengamalan Pancasila.marilah kita bersatu padu memegang persatuan negara Republik Indonesia, dengan memegang teguh ke Bhinekaan Tunggal Ika.

kesatuan bangsa harus dijaga dan dipelihara oleh semua lapisan, Melalui kesempatan ini, kita sinergikan tujuan kita dalam menjaga NKRI. Saya berharap kepada Masyarakat agar tidak terpengaruh dengan ajakan yang bisa memecah belah bangsa” pungkasnya.

Selanjutnya Pihak Dari BNN dan Dinas Perkebunan juga menjelaskan tentang bahaya Narkoba yang disampaikan langsung oleh BNN dan tentang lahan Perkebunan disampaikan dari Dinas Perkebunan.

Penyuluhan ini adalah salah satu kegiatan Operasi Teritorial(Opster) TA 2017 di wliayah Kodim 0103/Aut Korem 011/LW dengan tujuan membatu Masyarakat dan memberi wawasan.

Diakhir kegiatan tersebut, Dandim 0103/Aut, Kasi Intel Korem 011/LW dan Kasiter Korem 011/LW beserta rombongan melaksanakan makan siang bersama Masyarakat.

Kegiatan diikuti oleh 250
orang yang terdiri dari Masyarakat,  organisasi kepemudaan dan tokoh masyarakat dan di hadiri juga Dandim 0103/Aut, Kasi Intel Korem 011/LW, BNN, Dinas Perkebunan, Camat Kuta Makmur, Geuchik Blangriek. (Penrem 011).

SAYED AZHAR

Foto: facebook Irwandi Yusuf
Banda Aceh - Hari pertama masuk kerja Gubernur Aceh Irwandi Yusuf melakukan apel perdana di halaman kantor Gubernur Aceh yang mengumpulkan seluruh jajajaran SKPA untuk membangun kinerja pemerintahan yang lebih baik, Kamis, 6 Juli 2017.

Berikut kutipan pernyataan yang di sampaikan Irwandi Yusuf:

APEL PERDANA.

Di bawah ini sambutan yang dibaca Bapak Gubernur saat apel perdana, ini bukan sambutan Bapak Irwandi seutuhnya, di banyak hal, beliau melakukan improvisasi dan itu di luar teks ini.

GUBERNUR ACEH

Alhamdulilah, puji syukur kita panjatkan ke hadhirat Allah SWT, yang telah memberi kita rahmat dan karunia-Nya, sehingga sampai hari ini kita masih diberi kekuatan, kesempatan dan kesehatan untuk dapat melanjutkan karya bakti kita bagi pembangunan bangsa dan negara, khususnya untuk pembangunan Aceh tercinta ini.

Shalawat dan salam kita sanjungkan ke pangkuan alam Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabat Beliau sekalian.

Sungguh sebuah kebahagiaan bagi saya, karena hari ini saya kembali berkumpul bersama seluruh Aparatur Sipil Negara di lingkup Pemerintah Aceh dalam sebuah apel khusus menyambut dimulainya masa kerja kami sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh masa bakti 2017-2022. Untuk itu saya mengucapkan SELAMAT BERTEMU kembali kepada saudara-saudari sekalian. Semoga kerja sama kita memberi hasil yang lebih baik dari sebelumnya.

Sehubungan masih dalam suasana idul fitri, izinkan saya terlebih dahulu mengucapkan SELAMAT IDUL FITRI 1438 Hijriah, taqabbalallahu minna wa mingkum, mohon maaf lahir dan batin. Semoga berkah idul fitri tahun ini menyertai perjuangan kita dalam membangun Aceh yang lebih baik di masa depan.

Hadirin yang saya muliakan, Lima tahun lamanya saya meninggalkan kantor pusat Pemerintahan Aceh ini, tentu ada banyak perubahan yang telah terjadi, baik itu perubahan kebijakan, perubahan regulasi, perubahan formasi, perubahan program dan lainnya. Perubahan itu adalah hal yang wajar karena sebuah pemerintahan sudah semestinya berjalan dengan dinamis.

Apapun perubahan yang terjadi, yang namanya etos kerja,kualitas pelayanan, kinerja lembaga, dan kekompakan tim harus terus diperkuat.

Untuk itu, seluruh aparatur sipil di Pemerintahan Aceh harus meningkatkan kualitas kerja, membangun tim yang solid, aktif menjalankan tugas-tugas yang telah diberikan, serta patuh terhadap deadline yang telah ditentukan. Khusus kepada para pimpinan SKPA, saya minta untuk dapat memberikan pengertian, motivasi serta menunjukkan semangat kerja yang terbaik kepada para stafnya. Sikap dan keteladanan pimpinan tentunya merupakan contoh bagi para anggotanya.

Sewaktu-waktu kami bisa saja melakukan pemeriksaan mendadak ke semua ja jaran lembaga tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. Ini sudah merupakan kebijakan yang sering kami lakukan sejak dulu. Jika ada misalnya, aparatur yang tertangkap tangan sedang duduk di warung kopi pada jam kerja, sanksi tegas langsung diberikan. Pelanggaran lain juga akan mendapat sanksi tertentu.

Hadirin yang berbahagia,
Terkait program kerja yang dilaksanakan, saya ingin menyampaikan bahwa visi pembangunan Aceh untuk lima tahun ke depan mengusung tema: Aceh yang damai dan sejahtera melalui Pemerintahan yang bersih, adil dan melayani. Aceh damai yang dimaksud di sini bermakna perdamaian secara berkelanjutan dengan memanifestasikan prinsip-prinsip MoU Helsinki dalam kehidupan masyarakat dan sistem pemerintahan.

Aceh yang sejahtera maksudnya mendorong agar rakyat memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan, pendidikan, perumahan dan kesempatan kerja serta pendapatan yang layak. Sedangkan Pemerintahan yang bersih, adil dan melayani harus tergambar dari tata kelola pemerintahan yang transparan, bebas dari korupsi, efektif, efisien, merata, tepat sasaran dan murah.

Visi tersebut akan dijabarkan dalam berbagai program, antaranya program reformasi birokrasi, penguatan syariat Islam, kedaulatan dan ketahanan pangan, optimalisasi sumber energi terbarukan, membangun dan melindungi sentra-sentra produksi dan industri kreatif masyarakat, dan sebagainya. Penerapan e-government juga akan kita tingkatkan agar semua kegiatan berjalan cepat, efektif, transparan, akuntabel dan mudah diakses.

Program-program itu tentu hanya berjalan manakala kita semua siap melaksanakannya. Untuk itu kepada aparatur di lingkup Pemerintahan Aceh, saya menyampaikan beberapa pesan sebagai berikut:

Pertama, Agar senantiasa menjaga dan mempertahankan integritas, loyalitas, dan komitmen terhadap tanggung jawab yang diberikan, sehingga semua tugas yang ditangani dapat diselesaikan dengan baik.

Kedua, Seluruh tim kerja harus dapat membangun interaksi dan kerjasama yang kondusif di lingkungan kerja masing-masing.

Ketiga, Harus senantiasa menunjukkan sikap yang konsisten dalam perilaku yang beretika, disiplin, jujur dan patuh kepada aturan yang berlaku. Jalankan semua tugas dan tanggungjawab secara profesional dengan mengerahkan semua potensi yang ada demi mengedepankan kepentingan masyarakat.

Keempat, Senantiasa menjaga netralitas sebagai aparatur sipil negara yang kredibel demi terselenggaranya tugas-tugas pemerintahan dengan baik.

Hadirin yang berbahagia,
Demikian beberapa hal yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Sebelum menutup, saya ingatkan lagi, bahwa ada 5 juta penduduk Aceh yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap kinerja kita. Kita jangan sampai membuat mereka kecewa. Kita harus menjawab harapan itu dengan kerja nyata, efektif, dan pelayanan yang terbaik. Dengan semangat itu, insya Allah kita akan mampu membawa perubahan yang lebih baik bagi Aceh.

Selanjutnya saya mengucapkan Selamat Bekerja kepada saudara-saudari sekalian. Semoga kerja-kerja yang kita lakukan mendapat ridha dan perlindungan dari Allah SWT.

Terimakasih!

G U B E R N U R A C E H
IRWANDI YUSUF

Aceh Timur - Satresnarkoba Polres Aceh Timur pada Rabu (05/07) sore kembali mengamankan 2 (dua) orang tersangka karena keterlibtanya dalam penyalahgunaan narkotika.

“Benar kami telah mengamankan dua orang tersangka di lokasi yang berbeda dengan dugaan penyalahgunaan narkotika,” kata Kasat Narkoba Polres Aceh Timur, AKP Rustam Nawawi, Kamis (06/07).

Lebih lanjut Kasat Narkoba mengungkapkna, dua tersangka tersebut adalah; Jainiyus Bin M. Samin (40) dan Muliadi Bin M. Jafar (28) keduanya, warga Desa Teupin Jareng, Kecamatan Idi Rayeuk. Ungkapnya.

Pengungkapan kasus tersebut, kata Kasat Narkoba bermula adanya informasi dari masyarakat yang mengatakan kepada anggota opsnal kami, curiga terhadap tersangka Jainiyus sebagai pengedar narkotika di wilayah mereka. Berbekal dari informasi tersebut, anggotanya melakukan penyelidikan terhadap tersangka Jainiyus. Ketika sampai di tempat penjualan minyak milik tersangka Jainiyus, terdapat satu orang yang lari dari tempat tersebut yang belakangan ketahui dia adalah tersangka Muliadi.

kemudian melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Jainiyus  dan melakukan penggeledahan hingga ditemukan 1 (satu) set bong (alat hisap shabu) berserta bekas paket shabu yang masih ada sisanya.

Lanjutnya, sempat terjadi pengejaran terhadap tersangka Muliadi ke arah laut. Saat itu ia sedang bersembunyi di sebuah boat. Ketika dilakukan pemeriksaan ditemukan (satu) bungkus kecil ganja yang dia sembunyikan di bawah boat.

Dengan disaksikan Geuchik Teupin Jareng, Abdus Samad, saat itu juga kedua tersangka berikut barang baukti kami bawa ke Polres guna kepentingan pengembangan dan penyidikan. Terang Kasat Narkoba Polres Aceh Timur, AKP Rustam Nawawi, S.I.K. (Iwan/SA/Trb).

Banda Aceh - Ketua Umum Yayasan Pintu Hijrah (SIRAH), Dedy Saputra ZN, S.Sos.I. menyampaikan ucapan selamat bekerja sebagai kepala pemerintahan Aceh periode 2017-2018 pasangan  Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah. Semoga lima tahun masa kepemimpinan beliau Aceh menjadi semakin lebih baik dalam berbagai sektor kehidupan rakyat Aceh.

Dedy menyikapi pidato gubernur terpilih yang disampaikan di pelantikan di gedung DPR Rabu pagi (5 Juli 2017) yang mengatakan bahwa penanganan narkoba juga menjadi salah satu tugas pemerintahannya untuk menyelamatkan generasi Aceh kedepan dari narkoba.

"Ucapan itu semoga bukan hanya sebatas bahasa manis semata, tetapi benar2 diaplikasikan dalam tindakan nyata melalui program yang terarah dan fokus sehingga persoalan narkoba yang saat ini sangat meprihatinkan benar2 mampu ditangani dengan baik," ungkap Dedi

"Dalam penanganan ini bukan hanya pemberantasan tetapi juga upaya penyelamatan generasi bangsa yang belum terkena narkoba, dan yang sudah menjadi korban atau pecandu barang haram tersebut agar bisa tertangani juga dengan baik melalui program rehabilitasi yang saat ini sedang gencar dilaksanakan oleh Institusi penerima Wajib Lapor atau sering disebut IPWL yang tersebar diseluruh wilayah di Indonesia," tegas Dedy

Dedy sangat optimis bapak irwandi Nova mampu melakukan itu, semua ini hanya tergantung pada niat saja, mahu atau tidaknya. Sejauh ini yayasan pintu hijrah fokus melakukan rehabilitasi pecandu narkoba dan rawat jalan bekerjasama dengan kementerian Sosial RI. Pintu Hijrah saat ini juga merupakan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) resmi yang di SK kan oleh kementerian Sosial RI.

"Kami siap melakukan kerjasama yang baik dengan pemerintah Daerah dan  semua pihak dalam menangani perasoalan narkoba di Aceh. Ini kerja besar butuh kerjasama banyak pihak, tidak mungkin dilakukan secara sendiri," imbuh Dedi.

SIRAH sendiri juga telah merangkul  lebih kurang 200 relawan yang tersebar di beberapa kabupaten/kota di Aceh melalui lembaga drop in centernya yang bernama BASIRAH (Barisan SIRAH Indonesia).

"Relawan ini dididik untuk menjadi team sosialisasi, dan juga tugas2 pemulihan seperti asestmen, Konseling, dan Psiko edukasi bagi pecandu narkoba," ucapnya

Aktivis SIRA ini juga berharap berharap agar semua pihak mendukung  program2 irwandi-Nova demi kemaslahatan ekonomi, sosial, budaya dan politik rakyat Aceh.[NAJMI]

Banda Aceh – Gubernur Aceh, drh H Irwandi Yusuf M Sc, mengapresiasi Pemerintahan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf. Pria yang akrab disapa Bang Wandi ini mengungkapkan, selama periode 2012-2022, duet kepemimpinan berakronim ZIKIR ini telah banyak meninggalkan karya.

Hal tersebut disampaikan oleh pria yang akrab disapa bang Wandi, dalam sambutan singkatnya pada acara Malam Pisah Sambut Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Periode 2012-2017, di Anjong Mon Mata, Rabu (5/7/2017) malam.

“Banyak hal positif yang telah dilakukan pemerintahan Zikir. Terima kasih Doto Zaini dan Muzakir Manaf yang telah banyak berbuat untuk Aceh.

Gubernur menegaskan, duet pimpinan ini telah banyak meninggalkan kesan dan karya, salah satunya adalah membuat dan menyelesaikan pelebaran Jembatan Lamnyong, jembatan layang atau fly over Simpang Surabaya dan pelebaran Jembatan Krueng Cut, Masjid Raya Baiturrahman dan beberapa karya lainnya.

“Banyak PR yang dulu saya tinggalkan telah berhasil dilaksanakan oleh Pemerintahan Zikir. Malam ini saya juga mendapatkan sejumlah PR dari Doto Zaini. Insya Allah, dengan dukungan dari semua pihak, bersama-sama kita akan menyelesaikannya demi mewujudkan Aceh Hebat,” ujar Gubernur.

Dalam sambutannya, Irwandi juga mengungkapkan, bahwa usai pengumuman menang dari KIP, Irwandi sudah langsung bekerja, di antaranya membangun rumah dhuafa.

“Ada teman-teman yang menyarankan untuk menggelar syukuran kemenangan. Namun, saya memiih menggelar syukuran dengan cara lain. Dana untuk syukuran tersebut saya alihkan untuk membangun rumah dhuafa,” kata Gubernur.

“Awalnya, saya targetkan sebanyak 100 rumah. Namun saat ini sudah mencapai 200 unit rumah dan saya tidak tahu kapan akan berhenti. Saat ini tim terus melakukan pendataan untuk membangun rumah-rumah selanjutnya,” sambung Irwandi yang tampil di panggung bersama sang istri, Darwati A Gani.

Sedangkan Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah yang juga didampingi sang istri, dr Dyah Erti Idawati, dalam sambutannya menegaskan komitmennya untuk membantu tugas-tugas Gubernur Aceh, dalam rangka mewujudkan visi-misi pada masa kampanye dalam rangka mewujudkan Aceh Hebat.

“Kerjasama kami dibangun dengan pondasi keikhlasan, di atas fundamen ketulusan, terus terang transparan dan akuntabel. Kami akan membantu mewujudkan semua janji-janji kampanye. Sebagai Wakil Gubernur, saya berkomitmen untuk membantu tugas-tugas Bapak Irwandi Yusuf,” ujar Nova Iriansyah.

“Bumi hanya punya satu matahari, kapal hanya akan berlayar dengan baik jika dikomandoi oleh seorang nakhoda. Oleh karena itu, saya berkomitmen untuk patuh kepada Gubernur Aceh, Kapten Penerbang, Irwandi Yusuf, selaku pimpinan saya,” tegas Nova Iriansyah.

Wagub juga mengapresiasi pernyataan Gubernur Aceh periode 2012-2017, dr H Zaini Abdullah, yang berkomitmen untuk mendukung pemerintahan Irwandi-Nova. “Terima kasih terhadap sambutan Doto zaini yang begitu menyejukkan. Gesture pertemuan malam ini sangat penuh keakraban dan sangat menyenangkan.”

Sementara itu, kepada pihak legislatif, Nova juga berharap kerjasama yang baik. “Kami sangat mengharapkan teman-teman di DPRA selaku lebaga yang memiliki fungsi kontrol terhadap kinerja eksekutif dapat memberikan teguran dan mengingatkan, jika kami sudah mulai melenceng. Sinergi yang baik antara eksekutif dan legislatif akan mempermudah langkah kami dalam mewujudkan Aceh Hebat.”

Doto Zaini Siap Dukung Pemerintahan Irwandi-Nova

Sementara itu, Gubernur Aceh periode 2012-2017, dalam sambutannya menegaskan akan mendukung pasangan Irwandi Yususf Nova Iriansyah.

“Pilkada telah selesai, dan dua sososk ini adalah pilihan terbaik masyarakat. Kita harus bersama-sama mendukung dan membantu pemerintahan Irwandi-Nova demi kemajuan Aceh di masa yang akan datang,” imbau pria yang akrab disapa Doto Zaini, didampingi sang istri, Niazah A hamid.

Doto Zaini juga menghimbau kepada seluruh calon yang ikut berkontestasi pada Pilkada lalu untuk bersatu mendukung Pemerintahan Irwandi-Nova. “Jika diminta, saya berjanji akan meluangkan waktu dan memberikan masukan buat duet kepemimpinan ini,” janji Doto Zaini.

“Terakhir, kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat Aceh, jika ada hal yang kurang berkenan selama kami dipercaya menjadi pemimpin Aceh periode 2012-2017. Setiap pemimpin harus membuat kebijakan dan keputusan sulit yang tentu saja tidak akan diterima oleh semua pihak. Sekali lagi kami mohon maaf,” pungkas Zaini Abdullah.

Senada dengan Zaini Abdullah, Kajati Aceh, Raja Nafrizal, dalam sambutannya mewakili Forkopimda Aceh, juga menyatakan siap mendukung dan siap membantu pemerintahan Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah.

“Kami yakin dan percaya Aceh akan lebih hebat lagi di masa mendatang, karena Aceh memiliki potensi yang hebat. Sumber Daya Alam Aceh ber kualitas ekspor dan SDMSumber Daya Manusia-nya punya kualitas profesor. Saya yakin, jika kita sadar dan bersatu serta komitmen untuk membangun Aceh, maka Aceh Hebat akan terwujud dan jauh lebih baik lagi di masa mendatang,” pungkas Raja Nafrizal. (Rill)

Banda Aceh – Lima mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang terhimpun dalam tim Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) berhasil menerapkan Gerakan Cross Crowl sebagai metode baru dalam meningkatkan sistem motorik bagi anak berkebutuhan khusus.

Gerakan Cross Crawl tersebut berhasil diterapkan di SMPLB-YPPC Labui oleh Maula Arifa, Nadia, Ditrya Aderisa Putri, Muhammad Mizlan Nuzuli, dan Mufti Akbar yang merupakan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Ketua tim, Maula Arifa menyebutkan bahwa Gerakan Cross Crawl merupakan gerakan silang yang bermanfaat untuk merangsang dan mengaktifkan kedua daerah belahan otak secara bersamaan bagi anak tuna grahita.

“Pelatihan Gerakan Cross Crowl ini dapat meningkatkan kemampuan mendengar, membaca, menulis, dan daya ingat pada anak tuna grahita” sebut Maula.

Lebih lanjut, Maula mengatakan bahwa untuk mendapatkan hasil maksimal dari program Gerakan Cross Crawl yang diperkenalkan oleh Paul E. Dennison, Ph. D perlu dilakukan beberapa kali dalam seminggu.

“Langkah ini dilakukan 3 hingga 4 kali pertemuan dalam seminggu sejak April hingga Juni”. Kata Maula di Kopelma Darussalam, pada Rabu sore (05/07/2017).

Program yang merupakan hasil dari kolaborasi mahasiswa Prodi Penjaskesrek dengan Prodi Bimbingan Konseling FKIP Unsyiah ini telah mendapatkan perubahan nyata.

“Dari 19 siswa secara keseluruhan, sebanyak 8 orang siswa diantaranya telah mengalami perubahan positif. Saat ini mereka telah mampu memegang alat tulis dengan benar serta terjadi peningkatan cara menulis”, lanjut Maula.(Rill)

Representatives of Free Aceh Movement (GAM) Nur Djuli, Bakhtiar Abdullah and Doctor Damien Kingsbury speak during a presser 31 May 2005 in Espoo. Peace talks between the Indonesian government and Aceh rebels ended 31 May with both sides agreeing to a fifth round of meetings on July 12, the Finnish mediator said. AP
StatusAceh.Net - Koordinator Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Bakhtiar Abdullah di Stockholm, Swedia memberikan ucapan selamat atas pelantikan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah.

Ucapan selamat untuk Irwandi disampaikan Bakhtiar Abdullah atas nama koordinator GAM, team GAM dan anggota juru runding GAM yang ada di Aceh dan di luar negeri.

"Sebagaimana harapan rakyat Aceh, kami berdoa semoga segala visi-misi pemerintahan baru Aceh ini tercapai dan segala persoalan MoU Helsinki yang belum terlaksana berjalan tuntas," tulis Bakhtiar dalam siaran pers yang di terima StatusAceh.Net, Rabu (5/7/2017).

"Demi untuk mengangkat martabat dan marwah bangsa Aceh. Begitu juga perdamaian yang telah berjalan selama 12 tahun ini tetap berlangsung dengan saksama," katanya.

Ia juga berharap pimpinan pemerintahan Aceh di bawah Irwandi Yusuf, bebas dari kolusi, nepotisme dan korupsi, kolusi,dan nepotisme.

"Kinerja yang sinkron dengan DPRA dan dukungan rakyat yang berkesinambungan, termasuk GAM, Aceh akan lebih maju ke hadapan dalam segala bidang," pungkas Bakhtiar Abdullah.(SA/Rill)

Banda Aceh – Darwati A Gani, Istri Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf resmi menjadi ketua Tim Penggerak-PKK dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (dekranasda) Aceh periode 2017-2022 setelah dilantik oleh Ketua Harian Dekranasda Pusat Erni Guntarti Tjahjo Kumolo mewakili Ketua Umum Dekranasda Pusat, Mufidah Jusuf Kalla di Anjong Mon Mata (5/7/2017). 

Seusai melantik Darwati sebagai Ketua Dekranasda Aceh, Erni Guntarti selaku Ketua Umum TP-PKK pusat juga melantik Darwati sebagai Ketua TP-PKK Aceh. Pada acara pelantikan tersebut juga dilakukan serah terima jabatan Ketua TP-PKK dan Dekranasda Aceh periode 2012-2017, Niazah A Hamid Kepada Ketua TP-PKK dan Dekranasda Aceh yang baru Darwati A Gani. 

Dalam sambutannya, Erni Guntarti menghimbau TP-PKK dan Dekranasda Aceh agar dapat menyelaraskan seluruh program pKK dengan program Pemerintah untuk mewujudkan visi dan misi PKK. 

“TP –PKK dan Dekranasda harus menginformasikan, mengkonsultasikan rencana kerja kepada Pemerintah Aceh, dan harus memahami program –program Pemerintah,”kata Erni. 

Erni Gurtanti berharap, dibawah kepemimpinan Darwati, TP-PKK dan Dekranasda Aceh dapat terus berkembang dan  melaksanakan 10 program PKK  dengan baik serta mewujudkan program-program yang dapat  meningkatkan perekonomian masyarakat. 

Sementara itu, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dalam sambuatannya berpesan agar TP-PKK dan Dekranasda Aceh membangun  tim kerja yang mampu merepresentasikan program yang mampu menghadirkan progam-program yang progresif dan inovatif serta disesuaikan dengan kondisi riil masyarakat. 

Selain itu, lanjut Irwandi, program yang disiapkan harus bersinergi dan sejalan dengan program yang ada dalam skema pemerintahan agar program yang dijalankan saling bersinergi dan mampu memberi daya dorong bagi perubahan di lapangan.

Program yang sifatnya - sifatnya memperkokoh fungsi domestik perempuan, seperti memasak, kreasi busana kata Irwandi harus juga diimbangi dengan program penguatan kemandirian dan kesetaraan perempuan.

“Jjalinlah hubungan kerja sama dengan berbagai organisasi perempuan independen untuk menjalankan fungsi yang optimal; pengorganisasian, advokasi, edukasi keadilan jender dan hak asasi perempuan,” kata Irwandi.

Irwandi Yusuf juga meminta TP-PKK dan Dekranasda aceh dibawah kepemimpinan Darwati mampu meningkatkan program pelatihan ketrampilan dan manajerial bagi usaha ekonomi kreatif masyarakat.

“Bangun kerjasama dengan lembaga lainnya, sehingga usaha kerajinan rakyat kita mampu bersaing di tingkat nasional dan global,”ujar Irwandi. 

Pada kesempatan tersebut, Irwandi juga turut menyampaikan terima kasih atas pengabdian Ketua TP-PKK dan Dekranasda Aceh sebelumnya, Ummi Niazah, Irwandi berharap, keberhasilan yang sudah dilakukan dapat dilanjutkan oleh pengurus yang baru. 

Acara pelantikan tersebut juga dihadiri Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Mulyadi Nurdin, Lc, MH, Pemngurus TP-PKK dan Dekranasda Aceh serta sejumlah pejabat lainnya.  (Rill)

Banda Aceh -- Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo melantik Drh. Irwandi Yusuf dan Ir. Nova Iriansyah MT, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Periode 2017-2022, dalam Sidang Paripurna Istimewa di Gedung DPR Aceh, Rabu, 5 Juli 2017. Sementara Presiden Joko Widodo ikut hadir seusai pelantikan dan mengikuti sesi foto bersama.

"Dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini, 7 Juli 2017, saya Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia dengan resmi melantik H. Drh. Irwandi Yusuf sebagai Gubernur Aceh dan Bapak H. Ir. Nova Iriansyah sebagai Wakil Gubernur Aceh Periode 2017-2022," ujar Tjahjo.

Tjahjo dalam amanatnya seusai pengambilan sumpah jabatan, menyebutkan dirinya percaya bahwa Irwandi Yusuf - Nova Iriansyah akan mampu melaksanakan tugas sebaik-baiknya dan mampu menjalankan roda pemerintahan sebagaimana yang telah diamanatkan oleh seluruh Masyarakat Aceh.

Tjahjo berterimakasih kepada Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf atas pengabdiannya selama lima tahun memimpin Aceh. Tjahjo ikut berterimakasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah menyukseskan Pilkada.

"Pesan kami singkat, setiap kamu adalah pemimpin dan akan tetap dimintai pertanggungjawaban baik oleh masyarakat, bangsa dan negara dan nantinya kelak di depan Allah," ujar Tjahjo.

Kepada pemerintahan yang baru, Tjahjo meminta agar melanjutkan program yang telah berjalan dan mempercepat pembangunan sehingga Aceh tidak lagi tertinggal dengan provinsi lain. Selain itu, Tjahjo berpesan agar dalam setiap proses pengambilan keputusan politik, pelibatan ulama, tokoh masyarakat dan tokoh adat, DPR Aceh, serta semua elemen lainnya harus diutamakan.

"Libatkan semuanya dalam setiap proses pengambilan keputusan politik," kata Tjahjo.

Tjahjo menginginkan agar Aceh bisa menjadi Serambi Mekkah yang punya identitas keislaman muncul di Aceh. "Saya ingin di setiap RT-RW (desa/gampong) di Aceh punya mushalla."

Ketua DPR Aceh Muharudddin, menyebutkan pasangan Irwandi - Nova merupakan dua sosok yang berbeda. Di mana, Irwandi merupakan salah satu bagian penting dari tokoh perjuangan dan perdamaian Aceh. Sementara Nova adalah adalah generasi akademisi yang juga politisi nasional yang berkiprah hingga ke DPR RI.

"Kepemimpinan Aceh (saat ini) berasa dalam dua dimensi yang berbeda dan tentu berjalan menuju Aceh hebat," ujar Muharuddin.

Kepada seluruh masyarakat, Muharuddin mengajak untuk secara bersama mendukung pemerintahan yang baru. Mereka, kata dia, akan senantiasa mengawal jalannya pemerintahan sehingga semuanya berjalan sebagaimana visi misi dan program kerja yang di masa kampanye telah disuarakan.

"Lupakan perbedaan di masa kampanye. Tidak ada gubernur kelompok ini dan itu, yang ada hanya Gubernur Aceh. Mereka adalah pasangan gubernur milik kita bersama," kata Muharuddin.

Presiden Joko Widodo sendiri ikut hadir ke Gedung DPR Aceh. Ia bersama isteri dan rombongan transit di Aceh dalam perjalanan kenegaraannya ke Turki.

Jokowi hadir sekitar pukul 10.30 pagi . Saat itu, pimpinan dewan menskor sidang saat sesi pengucapan selamat dan pemotretan, sembari menunggu kedatangan presiden. Tiba di gedung DPR, Jokowi memberikan ucapan selamat kepada gubernur serta wakil gubernur terpilih dan berterimakasih kepada Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf atas dedikasinya memimpin Aceh selama lima tahun ke belakang.

Seusai bersalaman dan foto bersama, Mendagri, Irwandi Yusuf dan anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Aceh mengantar Presiden Jokowi ke halaman depan Gedung DPR, untuk melanjutkan perjalanan kenegaraannya ke Turki.

Sementara itu, Gubernur Aceh, H. Drh. Irwandi Yusuf, berterimakasih kepada seluruh masyarakat Aceh yang telah memberikan amanah kepada dirinya untuk menjadi pemimpin di Aceh.

"Kami ingin memulai tugas kami -- sebuah tugas yang berat ini, dengan mengucapkan innalillahiwainnilaihirajiun. Ini amanah yang belum tentu bisa kita pikul," ujar Irwandi sambil menitikkan air mata. "Tolong dukung pemerintahan saya. Taati sejauh kami masih dalam jalan yang benar. Cegah dan nasihati kalau kami keluar dari garis (kebenaran). Dengan bersama saya yakin kita bisa menciptakan Aceh yang hebat."

Secara khusus, Irwandi berterima kasih kepada ibunda dan mertua serta istrinya. Tanpa mereka, ujar Irwandi, maka ia tidak akan bisa menjadi seorang pemimpin.

"Bagi yang memilih kami atau pun yang tidak memilih kami, anda semua kami cintai," kata Irwandi.

Selain itu, lanjut Irwandi, kehadiran presiden ke Aceh di hari pelantikan telah memberi warna khusus dan menjadi sebuah penghormatan kepada rakyat Aceh. "Baru kali ini melakukan hal tersebut (Presiden hadir saat pelantikan kepala daerah) dan tidak di daerah lain. Aceh menjadi sesuatu dalam hatinya."

Irwandi menyebutkan, setahun yang lalu ia telah berjumpa dengan Jokowi dan melaporkan bahwa dana Otonomi Khusus akan berakhir pada tahun 2022. Sementara Aceh masih memiliki banyak kekurangan. Untuk itu, ia telah meminta agar dana Otsus diperpanjang sehingga proses pembangunan Aceh bisa terus digenjot.


Sebuah kenyataan, ujar Irwandi, bahwa ekonomi Aceh masih kurang baik. Belum adanya dukungan industri membuat Aceh belum lagi menjadi daerah maju. Karena itu, katanya, banyak persoalan yang harus diselesaikan.

"Kita rawan krisis energi dan pangan. Pembangunan infrastruktur belum merata dan sumber daya yang cakap masih sangat terbatas. Semua itu sebuah kenyataan. Kemana pun pandangan kita lihat, banyak pekerjaan yang harus kita lakukan," kata Irwandi.

Belajar dari kekurangan dan kesalahan masa lalu serta pengalaman pemimpin Aceh terdahulu, Irwandi berkomitmen untuk memacu pembangunan sehingga Aceh menjadi lebih baik. Bersama Nova Iriansyah, Irwandi berkomitmen untuk transparansi dan akuntabilitas dalam semua proses pembangunan di Aceh. Ulama, tokoh masyarakat, parpol dan semua masyarakat akan dilibatkan dalam pembangunan nantinya.

"Mulai hari ini saya siap jadi pelayan seluruh masyarakat Aceh. Kewajiban saya melayani tanpa mendahulukan pribadi, golongan, partai tapi keseluruhan masyarakat. Saya ingin bersikap sepenuhnya melayani, bukan dilayani," kata Irwandi.

Banyak tokoh-tokoh yang hadir dalam pelantikan tersebut. Mereka berasal dari kalangan ulama serta tokoh Aceh dan nasional.

Di antara yang hadir adalah Ketua MPR RI Zulkifli Hasan beserta beberapa anggota DPR RI, Menteri Agraria dan Pertanahan RI, Ketua BNN Budi Waseso, Duta Besar Negara Sahabat, seluruh anggota DPR Aceh, Wali Nanggroe Aceh, Abu Kuta Krueng dan juga Waled Nurzahri serta para mantan gubernur Aceh. Tokoh perdamaian Aceh, Juha Cristensen juga terlihat dalam rombongan tamu. (Rill)

Aceh Utara – Guna meningkatkan persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan Indonesia yang kuat, besar, sejahtera dan disegani, Korem 011/LW berkerja sama dengan BNN dan Dinas Pertanian menggelar penyuluhan wawasan kebangsaan, Narkoba dan Pertanian di Desa keude simpang dan Desa Kebun keramat dalam rangka kegiatan Operasi Teritorial(Opster) bagian dari kegiatan Non fisik. Rabu(5/7/17).
Kasiter Korem 011/LW Letkol Inf Yogi Bahtiar selaku Dansub Satgas II dalam  menjelaskan tentang wawasan kebangsaan mengatakan, kegiatan ini merupakan program kegiatan dari Operasi Teritorial yang digelar di wilayah Kodim 0103/Aceh Utara diselenggarakan dengan tujuan menumbuhkan cinta tanah air dan Rasa Nasionalisme bagi seluruh pemuda dan  masyarakat.

kesatuan bangsa harus dijaga dan dipelihara oleh semua lapisan, Melalui kesempatan ini, kita sinergikan tujuan kita dalam menjaga NKRI. Saya berharap kepada Masyarakat agar tidak terpengaruh dengan ajakan yang bisa memecah belah bangsa” pungkasnya.

Selanjutnya dari Dinas Pertanian  Bapak Dahlan, Mengatakan kalau masalah pertanian kita liat grafik manusia apalagi daerah simpang keramat ini adalah lahan yang kaya jadi  tanggung jawab kita bersama untuk menggunakan lahan yang ada untuk di gunakan dan memaksimalkan lahan-lahan persawahan yang selama ini dibiarkan terbengkalai untuk diproduktifkan kembali, sekaligus meningkatkan produksi padi agar terus meningkat dari kerja sama kita dengan TNI serta dibantu oleh masyarakat.

Sementara itu bapak Awirda Fahmi dari BNN juga menjelaskan tentang bahaya Narkoba perlu pencegahan sejak dini. "Pengguna Narkoba sebagian besar adalah usia produktif, maka itulah perlunya sosilisasi sejak dini terhadap generasi muda baik secara formal maupun informal. Tujuannya adalah memberikan pengetahuan, pentingnya bahaya narkoba, serta upaya-upaya pencegahan berkembangnya pengguna narkoba di tengah masyarakat

Kegiatan tersebut diikuti oleh 100 orang yang terdiri dari Masyarakat  , organisasi kepemudaan dan tokoh masyarakat.

Pada Kegiatan ini menghadirkan pembicara dan pemberi materi Dari Kasi Ter  Korem 011/ LW Letkol Inf  Yogi Bahtiar dengan materi Wawasan Kebangsaan. Dinas Pertanian Kab. Aceh Utara, BNN dengan materi bahaya Naroba.(Saed Azhar)

Kapolresta Bekasi, Kombes Pol Hero Henriato Bachtiar.
BEKASI - Kapolresta Bekasi, Kombes Pol Hero Henriato Bachtiar mengatakan pelapor akun Youtube Kaesang Pangarep, Muhammad Hidayat adalah seorang tersangka.

Muhammad Hidayat, jelasnya, merupakan tersangka ujaran kebencian yang saat ini sedang ditangani Polda Metro Jaya. Lihat: Video: Dianggap Menodai Agama, Putra Bungsu Presiden Jokowi Dipolisikan
"Pelapor akun Kaesang ini memang sudah ditetapkan tersangka oleh Polda Metro atas dugaan ujaran kebencian juga," kata Hero di Kantor Polresta Bekasi, Rabu (5/7/2017)

Saat ini, jelas Hero, kasus Muhammad Hidayat masih terus dalam pengembangan Polda Metro Jaya dan sedang ditangguhkan sementara waktu.

"Masih berjalan terus. Dia terkena pasal ujaran kebencian pada aksi 411 lalu, karena mengolok-olok anggota polri," kata dia.

Meski begitu, pihaknya akan tetap memproses laporan dengan terlapor atas nama Kaesang.

Kaesang dipolisikan karena mengunggah video dengan ucapan,"Mengadu-adu domba dan mengkafir-kafirkan, tidak mau mengingatkan, padahal sesama muslim karena perbedaan dalam memilih pemimpin. Apaan coba? Dasar ndeso".

Kaesang dilaporkan dengan nomor polisi: LP/1049/K/VI/2017/Restro Bekasi Kota.


Kalimat ini yang dipermasalahkan

Seorang pria berinisial MH melaporkan seorang bernama Kaesang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Kota Bekasi.

Kaesang yang dimaksud diduga adalah putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep.

Kaesang dituding melakukan penodaan agama serta menyebarkan ujaran kebencian melalui video yang diunggah ke akun Youtube.

Kepala Polda Metro Jaya Irjen (Pol) M. Iriawan mengatakan, kalimat Kaesang pada videonya yang dilaporkan MH, yakni 'dasar ndeso'.

"Di situ (video) kalau tidak salah ada kata-kata, kalau tidak menjalankan tentang apa yang ada di situasi itu, 'ndeso'. Begitulah kira-kira," ujar Iriawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (5/7/2017).

Penelusuran Kompas.com, putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep memang pernah mengunggah video blog pada 27 Mei 2017.

Dalam video berdurasi 2 menit 41 detik itu, awalnya Kaesang menyinggung soal ada oknum yang sukanya meminta-minta proyek pemerintah.

Setelah itu, Kaesang juga menyinggung soal pentingnya menjaga generasi muda dari hal-hal negatif.

Berikut kutipan kalimat Kaesang seutuhnya:

"Ini adalah salah satu contoh, seberapa buruknya generasi masa depan kita. Lihat saja.... (Video itu kemudian menampilkan anak-anak berteriak "bunuh, bunuh, bunuh si Ahok. Bunuh si Ahok sekarang juga").

Di sini aku bukannya membela Pak Ahok. Tapi aku di sini mempertanyakan, kenapa anak seumur mereka bisa begitu? Sangat disayangkan kenapa anak kecil seperti mereka itu udah belajar menyebarkan kebencian? Apaan coba itu? dasar N**** (sensor bunyi). Ini ajarannya siapa coba? dasar N**** (sensor bunyi).

Ndak jelas banget. Ya kali ngajarin ke anak-anak untuk mengintimidasi dan meneror orang lain. Mereka adalah bibit-bibit penerus bangsa kita. Jangan sampai kita itu kecolongan dan kehilangan generasi terbaik yang kita punya.

Untuk membangun Indonesia yang lebih baik, kita tuh harus kerja sama. Iya kerja sama. Bukan malah saling menjelek-jelekan, mengadu domba, mengkafir-kafirkan orang lain. Apalagi ada kemarin itu, apa namanya, yang enggak mau menshalatkan padahal sesama Muslim, karena perbedaan dalam memilih pemimpin. Apaan coba? Dasar N**** (sensor bunyi)


Kita itu Indonesia, kita itu hidup dalam perbedaan. Salam Kecebong".

Iriawan mengatakan, pihaknya akan tetap menindaklanjuti laporan tersebut.

"(Laporannya) di Polres Bekasi Kota. saya akan perintahkan Kapolresnya untuk segera menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut," ujar Iriawan.(tribunnews.com)
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.