2017-06-04

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

WASHINGTON - Kelompok lobi yang terkait dengan Israel, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (AS) bergabung melobi parlemen Amerika Serikat (AS) agar menjatuhkan hukuman atau sanksi terhadap Qatar karena mendukung Hamas. Para pelobi untuk tiga negara itu telah membayar mahal agar RUU penjatuhan sanksi untuk Qatar segera diloloskan.

Menurut laporan yang dilansir Al Jazeera, rancangan undang-undang (RUU) untuk menghukum Qatar itu  disponsori oleh 10 anggota parlemen yang menerima lebih dari USD1 juta selama 18 bulan terakhir dari para pelobi dan kelompok yang terkait dengan ketiga negara tersebut.

RUU tersebut pernah diajukan ke Parlemen AS pada 25 Mei 2017. Laporan tentang sepak terjang para pelobi Israel, Arab Saudi dan UEA ini muncul beberapa jam setelah Saudi, UEA, dan Mesir memasukkan 59 orang dan 12 institusi yang terkait dengan Qatar dalam sebuah ”daftar kelompok teror”.

Saudi, UEA, Bahrain, Mesir, Libya, Yaman dan Maladewa secara tiba-tiba mengakhiri hubungan diplomatik dengan Qatar pada hari Senin lalu. Alasannya, Doha dianggap mendukung terorisme dan berpihak pada saingan regional mereka, Iran.

”Hamas telah mendapat dukungan finansial dan militer yang signifikan dari Qatar,” bunyi bagian dari RUU Pencegahan Dukungan Terorisme Internasional Palestina Tahun 2017 (Palestinian International Terrorism Support Prevention Act of 2017), yang juga dikenal sebagai HR 2712.

Trita Parsi, penulis dan pendiri National Iranian American Council (NIAC), sebuah lembaga nirlaba yang bertujuan untuk memperkuat suara warga AS keturunan Iran, mengatakan bahwa adanya kesamaan antara “daftar teror” versi negara-negara Arab dengan yang tercantuk di HR 2712 mengindikasikan kerjasama antara negara-negara Teluk Arab dan Israel.

”Koordinasi antara kelompok pro-Israel hawkish, UEA dan Arab Saudi telah berlangsung cukup lama,” kata Parsi kepada Al Jazeera, Sabtu (10/6/2017). Apa yang baru, lanjut dia, adalah kelompok pro-Israel seperti Foundation for Defense of Democracies muncul dengan artikel pro-Saudi dan melobi anggota parlemen di Capitol Hill.

Israel, Mesir dan Arab Saudi juga sama-sama memandang Ikhwanul Muslimin, sebuah kelompok politik Islam, sebagai ancaman. Presiden terguling Mesir, Mohammed Morsi, yang termasuk dalam kelompok tersebut, telah mengalami tindakan keras di Mesir sejak kudeta militer yang dipimpin  Abdel Fatah el-Sisi, pemimpin militer yang terpilih sebagai presiden pada tahun 2014.

Ikhwanul Muslimin selama ini dianggap sebagai basis ideologis bagi Hamas, penguasa Jalur Gaza, Palestina, yang telah berperang tiga kali dengan Israel. Saudi menuntut agar Qatar berhenti mendukung Ikhwanul Muslimin dan Hamas dalam sebuah langkah yang sejalan dengan kebijakan Mesir dan Israel.

Menurut data yang dikumpulkan Center for Responsive Politics, sebuah kelompok penelitian independen yang melacak uang dalam politik AS dan pengaruhnya terhadap pemilihan dan kebijakan publik, menunjukkan pengaruh Israel terhadap pembuat kebijakan AS.

Sponsor HR 2712 telah menerima sumbangan sebesar USD1.009.796 dari individu dan kelompok pro-Israel. Nominal itu hanya untuk siklus pemilihan 2016 saja.

”Mereka bukan anggota parlemen pro-Saudi tradisional, mereka berada di kamp pro-Likud,” kata Parsi, merujuk pada partai pendukung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

RUU tersebut memiliki sponsor bipartisan. Lima anggota parlemen berasal dari Komite Hubungan Luar Negeri Parlemen (HCFR), termasuk sang sponsor Brian Mast, anggota kongres Partai Republik dari Florida, dan Ed Royce dan Eliot Engel, yang juga anggota HCFR dari Partai Republik dan Partai Demokrat.

Royce menerima USD242.143 dari sumber pro-Israel untuk siklus pemilihan 2016. Engel menerima USD 190.150. Sedangkan Mast, yang secara sukarela dengan militer Israel setelah dia selesai bertugas di Angkatan Darat AS, menerima USD90.178.

Anggota parlemen lain, Ileana Ros-Lehtinen, dari Partai Republik asal Florida, menerima USD150.300 pada tahun 2016. Selama berkarir 27 tahun sebagai politisi pro-Israel, dia telah meraup lebih dari USD1 juta.

Sementara itu, data dari Departemen Kehakiman AS yang dipublikasikan di bawah Foreign Foreign Registration Act (FARA), para sponsor HR 2712 menerima sumbangan sekitar USD25.700 dari kelompok lobi pro-Saudi dan UEA selama 18 bulan terakhir. (Sindo)

Jakarta - Duka kembali menyelimuti dunia hiburan di Tanah Air. Artis Julia Perez alias Jupe meninggal dunia akibat kanker serviks di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat pada Sabtu (10/6/2017). Jupe menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif selama lima bulan.

Sebelum meninggal dunia, Jupe sempat menjalani operasi. Bahkan, Ruben Onsu, sahabatnya itu mengumumkan jika Jupe membutuhkan darah golongan A+. Sebelumnya, ia juga sempat mengalami kekurangan darah A+ pada April 2017 lalu.

Pada pertengahan April 2017, Jupe sempat dikabarkan kritis. Hal itu yang membuat para artis mengunjungi Jupe di RSCM, termasuk mantan suaminya, Gaston Castano. Saat itu Jupe sempat menjalani cuci darah.

Jupe meninggal dunia akibat kanker serviks stadium empat yang dideritanya. Penyakit ganas yang diderita Jupe sejak September 2014. Saat itu ia mengungkapkan mengidap kanker serviks. Untuk mengobati penyakit tersebut, ia harus bolak-balik berobat ke sebuah rumah sakit di Singapura. Jupe menjual rumah dan mobilnya guna pembiayaan penyakit yang dideritanya.

Jupe sempat menjelaskan, dirinya mengidap kanker stadium 2 dan harus menjalani operasi. Belakangan, ia meralat pernyataan itu jika dirinya mengidap kanker stadium 1B. Ia sempat menjalani kemoterapi, operasi, hingga radiasi di Singapura.

Kabar bahagia sempat datang pada Januari 2015. Saat itu Jupe menjelaskan sembuh total dari kanker serviks. Dalam sebuah kesempatan, ia menggunduli rambutnya sebagai bentuk kepedulian terhadap penderita kanker. Ia kemudian aktif melakukan kampanye memerangi kanker.

Kondisi kesehatan Jupe kembali bermasalah pada Juni 2016. Beberapa bulan kemudian, tepatnya Desember 2016 Jupe menjelaskan, kanker yang dideritanya sudah masuk stadium 4. Akibat besarnya biaya pengobatan, Pemeran Utama Wanita Terbaik Festival Film Bandung 2013 itu sempat dikabarkan bangkrut. Setelah beberapa bulan menjalani perawatan akibat kanker serviks stadium 4, kondisi Jupe makin menurun. Hal itu disampaikan Nia Anggia, adiknya.


Bersama Ria Irawan dan suaminya, Jupe menunaikan ibadah umrah awal 2017. Ia berharap kondisinya makin membaik. Pulang umrah, kondisi Jupe tak menunjukkan perubahan. Apalagi, ia juga harus berurusan masalah hukum dengan Nikita Mirzani.

Pada Februari 2017, Jupe mulai dirawat secara intensif di RSCM. Sejumlah selebriti berdatangan untuk mendoakan demi kesembuhan Jupe. Dukungan demi kesembuhan Jupe juga disampaikan para netizen. April 2017, kondisi Julia Perez kian memprihatinkan. Kondisi yang sama kembali terjadi pada awal Juni 2017 hingga menjalani operasi. Selamat jalan Julia Perez.(bintang)

Ilustrasi
BANDA ACEH- Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) berhasil membuat robot untuk mencari korban gempa bumi. Robot bernama Robot Pointer (RoPo) ini berfungsi sebagai penunjuk jalan bagi tim pencari korban gempa di reruntuhan.

RoPo merupakan inovasi dari hasil penelitian tim program kreativitas mahasiswa yang terdiri atas lima mahasiswa Teknik Elektro Unsiyah. Mereka adalah Bima Sakti, Syadza Sausan, Achmi Yuliani, Intan Permatasari, dan Hendrik Leo.

Pembuatan RoPo dibimbing oleh dosen Mohammad Syaryadhi. “Idenya berawal dari keinginan untuk memudahkan penanganan masalah bencana gempa bumi yang sering melanda Indonesia,” kata Bima, ketua tim, Jumat, 9 Juni 2017.

Menurut Bima, evakuasi korban yang masih hidup setelah bencana harus segera dilakukan untuk mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan. Robot ini akan memudahkan tim SAR dalam melacak keberadaan korban bencana.

”Tim SAR yang berperan sebagai pengevakuasi korban bencana tidak perlu meninjau langsung ke lokasi bencana, karena tim SAR dapat menerjunkan robot RoPo ke lokasi bencana lebih dulu,” ujar Bima.

Bima menjelaskan, nantinya RoPo akan mengirim informasi mengenai rute yang paling aman untuk dilalui tim SAR dan rincian lokasi korban. Hingga kini, penggunaan RoPo masih dibatasi pada bencana alam gempa bumi. Sebab, RoPo merupakan robot beroda yang belum mampu menjangkau lokasi bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor.

”Namun setidaknya alat ini menjadi suatu terobosan baru dalam mitigasi bencana, mengingat Indonesia sendiri merupakan negara yang sangat sering mengalami bencana,” ujar Bima.

Menurut Bima Sakti, robot RoPo akan terus dikembangkan agar penggunaannya tidak terbatas pada saat kejadian bencana gempa bumi. Sementara ini RoPo akan bermanfaat untuk meminimalkan terjadinya penambahan korban bencana, baik korban bencana gempa bumi maupun korban dari tim SAR yang sedang mengevakuasi korban.(tempo)

Ilustrasi
MEDAN - Salah seorang warga Aceh Utara terpaksa harus mendekam di sel Polres Langkat karena kedapatan menyembunyikan narkoba jenis sabu-sabu seberat 3 Kilogram,Kamis (8/6/2017).


Tersangka Zahrul Fuadi (30) warga Gampong Glong, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara diamankan dari bus Sempati Star BL 7922 AA yang sedang dalam perjalanan ke Medan.

Saat melintasi PosLantas Kuala begunit Stabat, Langkat polisi melakukan pemeriksaan rutin terhadap setiap bus yang melintasi pos lantas tersebut,termasuk bus yang ditumpang Zahrul,hasilnya polisi menemukan sabu-sabu seberat 3 kilogram.

Kasat Resnarkoba Polres Langkat AKP Supriyadi Yantoto mengungkapkan, aksi tersangka tergolong baru karena menyembunyikan sabu-sabu di dalam kotak minuman.

"Ada tiga kotak jus ABC berisi sabu-sabu. Satu kotak berisi satu kilogram," kata Supriyadi.
Pemeriksaan intensif masih terus dilakukan di Polres Langkat. Polisi berupaya mengungkap pihak yang mengendalikan tersangka melakukan kejahatan ini.

Dua hari lalu, dua penumpang bus Aceh juga diamankan di pos ini setelah kedapatan menyelundupkan 54 kilogram ganja.(Red/SI)

Suasana duka dirumah almarhumah gadis yang meminum racun di baktiya

LHOKSUKON -Mita Putri (14) gadis asal Gampong Matang Raya Timu Kecamatan  Baktiya, Aceh Utara mengakhiri hidupnya diduga meminum racun, Jum'at (9 /6/ 2017).

Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji melalui Kapolsek Baktiya Iptu Suparyo kepada Statusaceh.net mengatakan, kejadian itu  terjadi sekitar pukul 10.00 WIB  yang diduga korban melakukan tindakan bunuh diri dengan cara minum racun.

"Dari keterangan keluarga korban meninggal stelah minum racun," tuturnya.

Lanjutnya. Mita Putri Binti Adnan (alm), yang status sebagai santri itu sering mengalami penyakit ayan atau kesurupan.

Setelah mendengar informasi itu, personil Polsek langsung mendatangi TKP dan melakukan penyelidikan.

"Dari hasil penyelidikan dan melakukan interogasi terhadap keluarganya, korban meninggal akibat minum racun," tegasnya.

Sementara Isnaini Bin Abdullah (45) keluarga korban mengatakan sebelum korban meninggal sempat membawanya ke puskesmas Baktiya.

"Sebelum meninggal sempat dibawa ke Puskesmas dan dirujuk ke RS Lhokseumawe belum sampai disana korban sudah tak bernyawa,"katanya.

Menurutnya, pada hari kamis (8/6/ 2017) kemarin sekira pukul 14. 00 WIB  saat korban sedang berada dirumahnya tiba- tiba penyakit  ayannya  kumat  kemudian keluarga korban lansung membawa korban ke puskesmas baktiya, setelah di lakukan pemeriksaan oleh dokter tidak ada kelainan dan  diperbolehkan pulang,  

Sehingga Pada pukul 19.00 wib  penyakit ayan  korban kambuh lagi  kemdian keluarga kembali membawa  korban ke puskesmas baktiya, 

"Setelah mendapat kan pemeriksaan di Puskesmas Baktiya kata dokter korban harus dirujuk ke rumah sakit umum," lanutnya.

Setelah itu, sekira pukul 20. 00 wib korban  dirujuk ke rumkit Lhokseumawe, saat dalam perjalanan korban meninggal dunia dan selanjutnya korban  di bawa pulang kerumah untuk dimakamkan.(Red/TM)

Banda Aceh - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DPD Aceh menyelenggarakan silaturahmi dan Buka Puasa Bersama  di Banda Aceh, Kamis (08/06/2017) sore. Hadir dalam acara tersebut perwakilan Pemerintah Aceh, para tokoh pemuda dan para mahasiswa.

Ketua DPD KNPI Aceh, Jamaluddin, menyebutkan, selama ini, organisasi KNPI bersama Pemerintah Aceh telah membangun kerjasama yang baik dalam rangka pengentasan kemiskinan dan pengangguran di Aceh.

"Berkat kerjasama itu, banyak pemuda Aceh yang telah mandiri. Tercatat ada 400 pemuda," ujar Jamaluddin.

Tahun 2018 nanti, Jamaluddin melaporkan bahwa di Aceh akan diadakan Kongres Pemuda Indonesia. Kongres itu terlaksana atas dukungan pemerintah, KNPI Aceh dan KNPI kabupaten dan kota.

Dalan silaturrahmi tersebut, KNPI mengundang pemberi tauziah dari Jakarta, yaitu Guru Besar Tata Negara, Professor Yusril Ihza Mahendra. (Humas-Aceh)

Muhammad Ramadhan bersama anak-anak Alm. Mawardi Nurdin dalam Konperensi Pers di Sekber Jurnalis Aceh, Hameh (8/6/2017) malam.
Banda Aceh - Pihak keluarga mantan Walikota Banda Aceh, Almarhum Mawardi Nurdin menilai ada yang aneh dalam proses eksekusi rumah milik Almarhum Mawardi Nurdin di Jalan Prada Utama, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh.

Melalui kuasa hukumnya, Muhammad Ramadhan SH. MH mengatakan, pihak keluarga tidak pernah mengetahui bahwa tanah dan bangunan tersebut dirampas oleh negara sebagai uang pengganti atas tindak pidana korupsi yang terpidananya Elfina bukan Almarhum Mawardi Nurdin.

“Jadi harta benda yang disita itu tidak ada kaitannya dengan pihak ketiga, itu jelas diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 5 Tahun 2014,” kata Muhammad Ramadhan dalam konperensi pers di Sekretariat Bersama Jurnalis Aceh, Hameh (8/6/2017) malam.

Menurut pihak keluarga bahwa Almarhum Mawardi Nurdin tidak pernah diajukan atau diputus bersalah oleh pengadilan atas kasus kejahatan korupsi.

“Masalahnya kenapa harta yang disita sebagai uang pengganti terpidana Elfina sebesar Rp1,2 miliar diambil dari hartanya pihak ketiga yaitu Almarhum Mawardi Nurdin, sementara pihak keluarga tidak pernah diberi ruang untuk membela. Kalau merujuk Perma Nomor 5 Tahun 2014, apabila uang pengganti tersebut disita tidak boleh dari harta pihak ketiga, tapi kenyataanya disita dari pihak ketiga,” ungkap Muhammad Ramadhan.

“Penyitaaan rumah milik Almarhum itu sangat merugikan keluarga,” kata Ramadhan didampingi tiga orang Anak Almarhum Mawardi Nurdin masing-masing Rinza Adrial Sandy, Almer Hafis Sandy dan Kevin Ramadhan Sandi.

Sementara itu Riza Adrial Sandy bin Mawardy Nurdin (32) mengatakan, rumah yang disita oleh negara itu awalnya milik pemerintah yang dibangun tahun 1983 dan telah di dem oleh Almarhum Mawardi Nurdin menjadi hak milik tahun 1994.

Menurut Rinza rumah tersebut tidak berhak disita sebagai uang pengganti dalam kasus yang tidak pernah melibatkan Almarhum Mawardi Nurdin.

“Keluarga tidak pernah mendapatkan salinan surat, kapan sidang dan putusan yang sampai akhirnya kami mengetahui secara pasti tanggal 2 Juni 2017 saat pihak kejaksaan datang melaksanakan putusan pengadilan,” ujar Rinza.

“Karena ada yang aneh dalam penyitaan rumah ini, kami sudah mengajukan keberatan ke PN Banda Aceh pada Selasa, 6 Juni 2017, kita akan sampaikan bukti-bukti kuat di pengadilan nanti,” tambah Rinza, anak pertama dari Almarhum Mawardi Nurdin.

Sebagaimana diketahui Elfina yang merupakan bendahara Yayasan Politeknik Aceh dihukum lima tahun oleh Pengadilan Tipikor Banda Aceh, 25 April 2016 lalu. Elfina diwajibkan membayar uang pengganti (UP) Rp 1,2 miliar.

Penyitaan rumah Almarhum Mawardi Nurdin ini karena ada dana yang diduga mengalir untuk renovasi rumah tersebut pasca tsunami. Terpidana Elfina membayar biaya renovasi rumah tersebut dari dana hibah Politeknik Aceh bantuan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud tahun anggaran 2011.(acehterkini.com)

Muhammad Rizieq Shihab
JAKARTA - Beredar rekaman mengatasnamakan Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Habib Rizieq Shihab. Rekaman itu menyebutkan dari Tanah Suci, Makkah.

Dalam rekaman itu Habib Rizieq menyampaikan pesan kepada seluruh umat muslim untuk tetap bersabar menghadapi semakin gencarnya kriminalisasi terhadap para ulama dan aktivis. Dia juga meminta umat muslim terus memberikan perlawanan atas kondisi tersebut.

"Pada kesempatan ini singkat saja dari Tanah Suci saya ingin menyampaikan kepada segenap kaum muslimin bahwa gelombang kriminalisasi ulama dan aktivis yang semakin hari semakin menjadi di negeri kita tercinta wajib untuk kita hadapi dengan sabar tegar tabah, sambil tetap melakukan perlawanan. Perlawanan yang saya maksudkan di sini adalah perlawanan hukum maupun politik," pesan Habib Rizieq dalam rekaman yang beredar di grup media sosial, Jumat (9/6/2017).

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu juga meminta kepada para umat Islam untuk tetap patuh terhadap para ulama. Dia juga meminta umat Islam terus mendukung perlawanan politik yang dilakukan pimpinan ormas Islam untuk menghadapi kriminalisasi tersebut.

"Baik dari GNPF MUI maupun Presidium Alumni 212, Forum Umat Islam (FUI), dan ormas-ormas Islam lainnya," ucapnya. (Sindo)

Lhokseumawe - Tim Satuan Sat Reskrim Polres Lhokseumawe berhasil membekuk H, yang merupakan salah satu pelaku perampokan di rumah Sarifah Hanum, warga Gampong Banda Masen, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Kamis siang (8/6/2016) sekira pukul 16.00 WIB.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman saat melakukan press release kepada awak media mengatakan, usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi berhasil mengindentifikasi salah satu keberadaan pelaku di kawasan Lorong V Meunggeudong, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.

Penangkapan H, berawal dari hasil penyelidikan petugas pada HP milik korban. Petugas melacak keberadaan HP tersebut dan ternyata masih bersama tersangka H dan langsung dilakukan penangkapan pada Kamis, sekitar pukul 16.00 WIB.

Sambungnya, saat dilakukan penangkapan pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti milik korban seperti cincin, perhiasan, tas milik korban, sarung ponsel, pedang yang di gubakan untuk mengancam korban serta sebuah pisau dan dua unit kendaraan roda dua,” ujar AKBP Hendri Budiman didamping Kabag Ops Kompol Ahzan dan Kasat Reskrim Budi Nasuha Waruwu

Sebelumnya pelaku sudah merencanakan aksinya dengan membututi korban ke lokasi kerjanya di Rumah Sakit Cut Meutia, karena pelaku ingin mengetahui kalau korban merupakan salah satu karyawan di rumah sakit tersebut.”Jelasnya

Kapolres menambahkan, hingga saat ini pihaknya berhasil mengamankan satu orang pelaku berinisial H. H merupakan polisi disersi yang di pecat dua tahun lalu, walaupun mantan Polisi pihaknya tidak akan pandang bulu dan tebang pilih terhadap pelaku kriminal, sedangkan dua tersangka lain inisial WK dan AB sudah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Lhokseumawe untuk dilakukan pengejaran.” tegas AKBP Hendri Budiman.(SA/Trb Lhokseumawe)

Jakarta - Memasuki minggu kedua Ramadan, Tompi mengaku rindu dengan suasana menunaikan ibadah puasa di kampung halamannya, Aceh. Pasalnya, menjalani ibadah di kampung halaman lebih berasa khusuk dibandingkan di Jakarta.

"Suasana Ramadan itu lebih berasa kalau di Aceh sih sebenarnya," kata pria 38 tahun itu saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Baginya, suasana Ramadan di Ibu Kota seolah tertutup dengan hiruk-pikuk kemacetan lalu lintas serta padatnya aktivitas yang harus dijalani selama puasa.

Berkaca pada perbedaan yang dirasakan, Tompi lantas mengutarakan keinginan untuk mengambil cuti dan pulang ke Aceh selama Ramadan.

"Saya pengen banget sebenarnya bisa cuti, pulang ke Aceh. Jadi bisa puasa sebulanan di sana," tutup musisi yang juga berprofesi sebagai dokter.(Okezone)

Pembinaan anak punk di Aceh.  Merdeka.com/Afif
Banda Aceh - Selama bulan Ramadan Polsek Kuta Alam, Polresta Banda Aceh, rutin menggelar razia penyakit masyarakat (Pekat) setiap malamnya. Hasilnya, mereka mendapatkan ada sejumlah anak jalanan meresahkan warga berkeliaran hingga larut malam.

Alhasil, polisi mengamankan tiga anak jalanan, Kamis (8/6) lalu. Mereka menamakan dirinya anak punk di Banda Aceh dengan berpakaian lusuh dan tidur di emperan toko. Ketiga anak jalanan itu adalah Surya Parisma warga Kajhu, Doni Wahyudi asal Kutacane dan Ihksandi warga Darussalam.

Mereka kini tengah di Polsek Kuta Alam untuk menjalani pembinaan selama satu pekan. Selama berada di Mapolsek Kuta Alam, mereka telah dibelikan pakaian muslim baru untuk dipergunakan selama masa pembinaan. "Mereka akan kita bina selama seminggu di Polsek," kata Kapolsek Kuta Alam, AKP Syukrif Panigoro di Banda Aceh, Jumat (9/6).

Kata Syukrif, selama pembinaan mereka diajak salat berjemaah dan tarawih. Selain itu juga diberikan tausiah singkat oleh personel Polsek Kuta Alam. Agar mereka bisa kembali menjalani kehidupan yang normal.

"Kita inginkan mereka nantinya bisa berubah menjadi manusia yang berguna serta taat beragama," ujarnya.

Lanjutnya, selama berada di Polsek Kuta Alam, ketiga anak jalanan itu telah dibelikan pakaian baru, seperti baju koko dan kain sarung untuk kebutuhan mereka. Rambut mereka juga sudah dipangkas agar terlihat rapi.

"Sesuai arahan pimpinan agar mereka diberikan pembinaan. Walaupun tidak sepenuhnya mereka bisa berubah, tapi kita tetap berusaha," ujarnya.

Sementara itu, Wakapolresta Banda Aceh, AKBP Armaini mengatakan, diamankan anak jalanan ini dalam razia Pekat selama bulan suci Ramadan. Mereka diamankan saat petugas sedang patrol.

"Saat petugas patroli keliling, kita temukan anak punk yang sedang mangkal dan berkumpul bersama teman-temannya. Namun, kita tidak temukan mereka menggunakan narkoba atau lainnya," katanya.

Katanya, razia Pekat yang dilakukan kepolisian dilakukan atas tindak lanjut laporan masyarakat dan hasil pertemuan dengan sejumlah organisasi masyarakat dan pemuda di sejumlah gampong. Pada pertemuan itu diminta agar polisi bisa memberantas maksiat di kota Banda Aceh terutama di bulan Ramadan.

"Ini kita lakukan atas laporan masyarakat agar maksiat bisa diberantas selama Ramadan di kota Banda Aceh," terangnya. [merdeka.com]

Rokan Hulu - Annisa (26), mengaku jengkel terhadap pelayanan di Pusat Kesahatan Masyarakat Kepenuhan, Rokan Hulu. Pasalnya, ketika dia membawa seorang warga yang butuh perawatan, tak seorang pun dokter yang stanby di tempat.

Kekesalan Annisa pun terluapkan melalui jejaring sosial facebooknya. Ia menganggap tidak ada keseriusan staf Puskesmas dalam melayani  dan yang lebih dikesalkan lagi ketika dia membutuhkan seorang dokter untuk memberikan pertolangan terhadap pasien.

Setelah sekian jam Annisa menunggu tapi belum juga ada konfirmasi dari salah satu staff dan Annisa pun kemudian menanyakan ke petugas Poli Umum. Setelah menanyakan justru tanggapan yang mengejutkan dan tidak wajar yang didapat Annisa yakni staff menyerukan untuk menjemput sendiri dokternya ke rumah.

Berikut kekesalan wanita kelahiran 6 Oktober 1991 silam yang diluapkan di akun facebook miliknya @aninisa Kota Tengah:

"Keselamatan pasien itu utama. Apalagi ini masih sangat pagi tidak ada dokter yang stanbye, oke kami menunggu tapi tidak ada konfirmasi setelah sekian jam dari salah satu staff di tempat ini. Lalu kami menanyakan kepada petugas poli umum, justru cara komunikasi yg tidak pantas menurut saya berhadapan dg pasien, tidak ada keseriusan melayani. Justru yang mengagetkan adalah saya disuruh jemput sendiri dokternya dirumah kebetulan yg jaga dokter ayu namanya. Lah, ini yang bekerja disini saya apa kalian ya ??? Saya kan mengantar pasien dan pasien yg saya antar sudah pusing, mual, sudah tdk bisa menunggu lama lagi. Apa tidak ada keseriusan staf untuk melayani, mencoba menghubungi si dokter misalnya. Dan tadi ada 3 pasien yg mengeluh hal sama spt saya. Maaf jika postingan ini akan viral tp ini tidak bisa dibiarkan contohnya ibu dan bapak yg td saja tdk berani berbicara tp mereka ngeluh2 dihadapan saya. Saya mewakili pasien tsb. Sebelumnya saya sudah beretikad baik bertanya baik2 kpd staff di sana, tp hasilnya nihil kami tidak dianggap. Tidak ada keseriusan. Bagaimana daerah kita mau maju untuk hal spt ini saja di sepelekan. Bukankah yg akan menjadi alasan anda nanti adlh konsekuensi untuk anda yg bekerja disana, toh kami tidak protes yg aneh2, kami bertanya baik2 dan tidak ada keseriusan melayani. Kasian pasien yg tadi menunggu dalam keadaan sakit. Mohon perhatiannya untuk yg disana. Saya posting atas nama saya sebagai warga awam disini yang mengeluh atas pelayanan anda, dan saya juga sudah kirim sms pada kontak kritik dan saran."

Kekesalan yang diluapkan pun banyak menuai komentar dari nitizen, salah satunya pemilik akun facebook @Myka Jamma. Ia berkomentar dalam bahasa melayu "Potang keponakan ku nak imunisasi sa, langsung di sobuik kalau ubek imunisasi tu maha, smpai 1 milyar boli ubek tu, memang iyu tela keponakan ku telat jdwal imunisasi nyo, tpi dnga model itu skik ati wak su, Kalau kan inok bisa do sobuik bilu jadwal bisa nyo".

Kemudian akun @Andri Amin Tharudin menyebut "Iko lo bau kilan soda san nyo
aku lah muak nengok preman berdasi tu bogaya lalu lalang di siko lah. Kalau untuk bogaya bisa lah tapi utuk pelayanan asi dipertanayakan".(Red)

Bangkai Rusa ditemukan di Gunung Lawu (Dok Relawan Ceto)
Banda Aceh - Di Gunung Lawu, 8 rusa mati dibantai. Daging diduga dimakan. Pelaku belum ditemukan. Di beberapa daerah di Aceh, rusa biasa diburu. Salah satunya di pegunungan Tanah Rencong. Bahkan, dagingnya bebas dijual di pasar-pasar atau rumah makan.

Perburuan rusa di Aceh sudah dilakukan sejak dulu. Para pemburu menangkapnya dengan berbagai cara. Ada yang menggunakan jerat, ditembak dengan senapan angin dan memburu dengan bantuan anjing. Setelah berhasil ditangkap, biasanya langsung disembelih di lokasi dan dagingnya dibawa turun ke desa.

Di pedalaman Kabupaten Pidie, misalnya, ada dua kecamatan yang terkenal sering menjual daging rusa. Memang tidak setiap hari ada, tapi lokasi tersebut sudah diketahui banyak orang. Jika ada rezeki--istilah para pemburu jika menemukan rusa, mereka akan menggantung di sana untuk dijual.

Para pembeli dapat membelinya sesuai kebutuhan. Di salah satu kecamatan di Pidie, daging rusa sudah dijadikan kuliner khas daerah tersebut. Bahkan pada hari-hari tertentu seperti meugang, warga beramai-ramai menyantap daging rusa. Mereka menganggap makan daging sapi atau kerbau sudah terbiasa.

Apis, seorang warga Kabupaten Pidie, mengaku pernah ikut berburu rusa di pegunungan Aceh. Ia bersama beberapa temannya dan seorang pawang berangkat dari desa pagi hari dan pulang pada sorenya. Mereka menangkap rusa dengan cara dijerat.

Biasanya, hari pertama perburuan dilakukan untuk memasang jerat di lokasi yang sering dilalui rusa. Setelah beberapa hari kemudian, mereka kembali ke lokasi tersebut untuk melihat ada tidaknya rusa yang masuk perangkap.

"Kami biasanya pergi satu hari, pagi berangkat sore pulang," kata Apis kepada detikcom, Jumat (9/6/2017).

Memburu rusa memang tidak selalu membuahkan hasil. Ada juga para pemburu yang harus pulang dengan tangan kosong karena tidak ada rusa yang masuk perangkap. Menurut Apis, jika rusa sudah terkena jerat, biasanya pawang akan bermimpi pada malam hari.

Paginya, mereka akan langsung naik ke gunung untuk memastikan. "Kami menangkap pakai jerat," jelasnya.

Perburuan rusa memang tidak selalu menggunakan jerat. Ada juga pemburu yang menggunakan senapan angin. Setelah menembak, mereka kemudian melepas anjing untuk mengejar rusa yang mulai sempoyongan. Jika berhasil ditemukan, bekas gigitan anjing pada tubuh rusa akan dipotong dan dijadikan makanannya.

Lalu, apakah rusa di Aceh termasuk hewan dilindungi?

"Termasuk (hewan dilindungi). Kami sekarang sudah giatkan sosialiasi untuk menjelaskan kepada masyarakat (rusa hewan dilindungi). Karena ada kultur berburu rusa di Aceh," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Sapto Aji Prabowo saat dikonfirmasi detikcom.[Red]

Bireuen - Seorang oknum petugas sipir Rutan Bireuen dan lima penghuni Rutan Bireuen dibeurekah (bekuk) Unit Opsnal Sat Res Narkoba Polres Bireuen. Ini karena mereka terlibat penyalahgunaan narkoba. Penangkapan terhadap mereka, Rabu (7/6/2017) sekira pukul 00.30 WIB di Rutan itu.

Kapolres Bireuen AKPB Riza Yulianto SE,SH kepada media melalui WhatsApp, Kamis (8/6/2017) menyebutkan, penangkapan terjadi terhadap satu orang laki-laki yang diduga sebagai pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu di halaman Rutan Cabang Bireuen,  atas nama TH (29) , PNS, asal Banda Aceh. 

“Barang bukti yang diamankan satu paket sedang narkotika jenis sabu dengan berat 5,2 gram, satu unit Hp Samsung, satu buah dompet warna coklat dan sepucuk  pistol jenis gas air mata inventaris LP,” ungkap Riza Yulianto.

Disebutkan Kapolres, kronologis penangkapan berawal dari anggota unit Opsnal Sat Resnarkoba Polres Bireuen mengamankan tersangka TH, pelaku penyalahagunaan narkotika jenis sabu yang pada saat itu sedang melaksanakan piket sebagai sipir Rutan Cabang Bireuen. Lalu, tersangka TH yang membawa sabu langsung ditangkap dan saat penangkapan TH  sempat melakukan perlawanan dengan mengeluarkan pistol jenis gas air mata. Dari hasil  interogasi terhadap tersangka TH  mengatakan, sabu tersebut diperoleh dalam Lapas yaitu dari seorang napi.

Selanjutnya tim gabungan dari Opsnal Sat Resnarkoba, Opsnal Reskrim, Opsnal Intel,  Sabhara dan Intel Kodim yang dipimpin Kasat Resnarkoba Polres Bireuen, Iptu Novrizaldi melakukan pengembangan ke dalam Rutan dan  mengamankan AJ (34)  pedagang, asal  Kecamatan Jeumpa, Bireuen. Kata dia, tim gabungan melakukan penggeledahan seluruh blok dan seluruh ruangan napi dan berhasil menemukan satu paket kecil barang bukti shabu dengan berat 0,24 gram milik tersangka Z (30), wiraswasta, asal Kecamatan Jeumpa, Bireuen.

Selain itu, juga turut diamankan tiga orang pengguna narkotika di ruangan sel lain dengan inisial Al ( 42), sopir, Kecamatan Muara Dua, Aceh Utara, Sabri (48), tani, Kecamatan Gandapura, Bireuen dan T (24), wiraswasta, Kecamatan Peusangan, Bireuen. “Selanjutnya semua tersangka  dan barang bukti diamankan ke Mapolres Bireuen guna proses penyidikan lebih lanjut,” ungkap Riza Yulianto.(*)

Militan ISIS asal Indonesia, Rizq Al Indonesi.
StatusAceh.Net - Kelompok militan Daulah Islamiyah Irak dan al-Syam atau ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri dengan menggunakan truk di kawasan selatan kota kuno Palmyra, Suriah.

Media resmi ISIS, Amaq Agency, mengumumkan pelaku bom bunuh diri berasal dari Indonesia. Media ISIS itu menyebutkan, penyerang teror tersebut adalah Rizq Al Indonesi.

Dikutip dari Almasdarnews, Kamis 8 Juni 2017, Rizq Al Indonesi menjalankan aksi bom bunuh diri dengan menggunakan truk yang dimodifikasi menjadi alat bunuh diri. Serangan dilakukan saat truk tersebut diperiksa dalam pos pemeriksaan militer Angkatan Darat Arab Suriah (SAA).

Sumber media ISIS dan laman Al Masdarnews mengaku belum bisa mengidentifikasi korban tewas dari serangan bom bunuh diri tersebut. Apakah dari militer juga ada yang tewas.

Serangan bunuh diri yang dilakukan militan ISIS asal Indonesia itu makin bertambah. Pada pertengahan Maret lalu, operasi bunuh diri dengan skema yang sama dilakukan oleh militan ISIS asal Indonesia, Abu Muhammad Al-Indonesi. Abu Muhammad juga menjalankan serangan bunuh diri dengan menyasar militer SAA di Palmyra.

Pasukan ISIS dari Indonesia juga punya kontribusi dalam serangan di kota Marawi, Filipina pada 22 Mei lalu. Pejabat Filipina mengatakan, di antara 500 pasukan ISIS yang mengklaim atas serangan di kota itu, sebagian adalah dari Indonesia dan Malaysia. (viva)

Sport - Kemenangan berhasil diraih Indonesia di laga persahabatan, Kamis 8 Juni 2017. Skuat besutan Luis Milla Aspas menang 2-0 atas Kamboja di Phnom Penh National Olympic Stadium.

Indonesia membuka keunggulan lewat aksi Irfan Bachdim di menit 26.  Sontekan pemain Bali United ini sukses bersarang di gawang Kamboja yang dikawal Sou Yaty.

Di babak kedua, Indonesia beberapa kali mendekati barisan pertahanan Kamboja. Namun, skuat besutan Luis Milla kesulitan menambah gol.

Febri Hariyadi memiliki kesempatan membawa Indonesia menggandakan kedudukan di menit 58. Namun, tendangan pemain muda Persib Bandung ini masih melambung tinggi.

Di menit 69, Yabes Roni masuk menggantikan Irfan Bachdim. Masuknya Yabes membuat serangan Indonesia lebih hidup. Kecepatan winger 22 tahun ini merepotkan tim tuan rumah.

Septian David Maulana nyaris mencetak gol di menit 80. Namun, tembakannya dari sudut sempit mampu digagalkan kiper Kamboja, Sou Yaty.

Indonesia memang belum maksimal dalam laga ini. Namun, tim tamu sukses menggandakan kedudukan jelang pertandingan berakhir, tepatnya di menit 90+6.

Gian Zola mencatatkan namanya di papan skor. Pemain Persib Bandung ini memanfaatkan umpan dari Hanif Abdurrauf.

Skor 2-0 untuk keunggulan Indonesia bertahan hingga pertandingan berakhir. Selanjutnya, Timnas akan menjamu Puerto Rico, Selasa 13 Juni 2017 di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Susunan Pemain

Kamboja: Sou Yaty, Nen Sothearoth (Baraing Seut 45'+1), Soeuy Visal, Prak Mony Udom (Sokpheng Keo 71'), Hoy Phallin (Thierry Chantha Bin 33'), Khuon Laboravy (Noun Borey 60'), Chan Vathanaka, Nub Tola, Tith Dina, Chrenrng Polroth, Chhin Chhoeun

Indonesia: Kurnia Meiga Hermansyah, Fachruddin Aryanto, Ricky Fajrin (Rezaldi Hehanusa 80'), Bagas Adi Nugroho, Irfan Bachdim (Yabes Roni 69'), Bayu Pradana, Muhammad Hargianto (Hanif Abdurrauf 46'), Adam Alis (Gian Zola 73'), Gavin Kwan Adsit, Febri Hariyadi (Miftahul Hamdi 89'), Marinus Manewar.(Viva)

Lhoksukon - Personil Sat Brimob Polda Sumut, Bawah Kendali Operasi (BKO) Polda Aceh di Bawah Pimpinan Dan Yon Penugasan  AKBP Arke Furman Ambat, Sik. MH, dan BKO Polres Aceh Utara Dibawah Danki penugasan AKP Janpiter Napitupulu SH, bersama anggota, diakhir penugasan Ops Mantap Praja Rencong 2017, sekaligus menyambut bulan Suci Ramadhan 1438 H, membagikan Tali Kasih kepada Masyarakat, Kamis (8/6).

Adapun kegiatan yang di pusatkan di Kampung  Langkahan, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, berupa pembagian Sembako dan sekaligus Bedah Rumah.

Adapun Bedah Rumah tersebut di laksanakan di rumah seorang warga yang bernama Rohani, seorang Petani yang beralamat di Kampung Langkahan, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

"Pembedahan rumah dikerjakan oleh seluruh anggota, berupa pengecatan rumah dan Beda Rumah tersebut," tegas AKBP ARKE FURMAN AMBAT,SIK.MH, yang kesehariannya menjabat sebagai DANYON B Pelopor Brimob Poldasu.

AKP Janpiter NAPITUPULU,S.H juga menambahkan, di akhir dari Penugasan Operasi Kemanusiaan PASKA BENCANA GEMPA BUMI DI PIDIE JAYA Pada bulan Desember 2016 ,Para Personil Brimobdasu ini selalu melaksanakan kegiatan sosial, seperti juga yang di laksanakan di Desa Paya Pisang Kelat, Kecamatan Pidie Jaya, Kabupaten Pidie Jaya.

"Kami Juga melakukan hal yang sama diakhir penugasan Operasi Pengamanan Pilkada 2017, seperti juga di Kampung Simpang Balik, Kabupaten Bener Meria, Aceh Tengah, dan semua dana itu berasal dari sumbangan para anggota, karena sebagian rejeki yang kita dapat, ada hak mereka," sambung AKP Janpiter Napitulu, yang juga merupakan Mantan Atlit Nasional karate, dan selalu menuntun anggotanya supaya bisa saling memberi dan membantu masyarakat.

Pelaksanaan Bedah Rumah ini dilaksanakan  selama 2 hari, terhitung dari tanggal 8-9 juli 2017. Para Personil Brimob Poldasu BKO Polda NAD akan mengkahiri tugasnya pada tanggal 20 juni 2017.

"Terimakasih kami ucapkan kepada Kapolres Aceh Utara AKBP Ir Untung Sangaji, dan seluruh Staf yang telah mendukung dengan baik segala pelaksanaan tugas kami selama di Aceh Utara ," ucapnya.

Di tempat terpisah, Kepala Detasemen A Pelopor Brimob Poldasu, AKBP Nugroho Tri Nuryanto.SH.Sik.MH, merasa bersyukur dengan berterima kasih kepada seluruh Personil Brimob Poldasu yang telah melaksanakan Operasi kemanusiaan  dan Pilkada di Provinsi NAD.

"Hal tersebut merupakan ucapan Syukur dan terima kasih atas kesehatan seluruh anggota selama melaksanakan tugas BKO di Polda NAD. Itu juga sebagai Motto Brimob, JIWA RAGAKU DEMI KEMANUSIAAN," demikian Nugroho Tri Nuryanto.(Red)

PRESIDEN Jokowi Dodo sempatkan waktu untuk melakukan salat maghrib di sebuah pos polisi Jalan Tol Jagorawi di sekitar Cibubur, Jakarta kemarin.


Jokowi-sapaan akrabnya, tak sendiri, namun Ia menjadi Imam untuk para staf dan pengawalnya. Jokowi dengan jas hitam dan celana hitam tanpak khusyuk. Setidaknya momen itu diposting lewat instagram miliknya.



“Tadi mampir untuk salat maghrib di pos polisi KM 10 Tol Jagorawi. Walau sesibuk apapun, selalu sempatkan untuk salat. Ingat, salat itu tiang agama.” tulis orang nomor satu di Indonesia itu.



Namun, satu penampakan dalam foto tersebut membuat komentar nyinyir datang dari netizen.



Dalam foto tersebut ada bayangan jam dinding dari jendela kaca. Secara samar-samar, jarum jam menunjukan pukul 12 siang.



Tak ayal foto tersebut dibanjiri komentar nyinyir dari netizen.
A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

“Shalat magrib jam 12 yach pak,,hebat sekali presiden yang satu ini,,rajin ibadah,,sholeh trus yah pak,” tulis akun @sofhia_alpadila95_

“Mungkin jam dindingnya mati pak,” timpal akun @ta2n9_tarmady

“Kirain boongan jam dindingnya jam 12.. eh bener ternyata. Mudah2 an jam nya rusak.. ” kata akun @ageekonugroho.

“Jam 12 sholat maghrib,” tulis akun @viva_deasy

“Jamnya ko Jam 12 yah?… Coba Check deh byangan yg Di Kaca,” cetus akun @lukmanukie. [posmetro.info]


StatusAceh.Net- Banyak orang bertanya-tanya bagaimana KPK bisa menangkap tangan praktik suap/pemerasan, atau dari mana KPK bisa mengendus korupsi ketika belum terjadi. 

Apakah KPK punya ribuan kamera yang memantau seluruh pejabat di negeri ini setiap hari? Atau, ada jutaan mikrofon yang menguping percakapan setap proses pengadaan di seluruh daerah?

Keberhasilan KPK dalam menangkap koruptor ternyata merupakan hasil dari peran serta dan kepedulian masyarakat dalam melaporkan kasus korupsi. 

KPK sangat mengharapkan peran serta masyarakat untuk memberikan akses informasi ataupun laporan adanya dugaan tndak pidana korupsi (TPK) yang terjadi di sekitarnya. 

Informasi yang valid disertai bukti pendukung yang kuat akan sangat membantu KPK dalam menuntaskan sebuah perkara korupsi. 

BENTUK-BENTUK KORUPSI
  • Perbuatan melawan hukum, memperkaya diri orang/badan lain yang merugikan keuangan/perekonomian negara
  • Menyalahgunakan kewenangan karena jabatan/kedudukan yang dapat merugikan keuangan/perekonomian negara
  • Penggelapan dalam jabatan
  • Pemerasan dalam jabatan
  • Tindak pidana yang berkaitan dengan pemborongan
  • Delik gratifikasi

TPK YANG DAPAT DITANGANI KPK
Melibatkan aparat penegak hukum, penyelenggara negara, dan orang lain yang ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum atau penyelenggara negara;

Mendapat perhatian yang meresahkan masyarakat; dan/atau
Menyangkut kerugian keuangan negara paling sedikit Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah).

LAYANAN PENGADUAN KPK
Masyarakat dapat menyampaikan pengaduan kepada KPK melalui surat, datang langsung, telepon, faksimile, SMS, atau KPK Whistleblower's System (KWS). Tindak lanjut penanganan laporan tersebut sangat bergantung pada kualitas laporan yang disampaikan.

KPK WHISTLEBLOWER'S SYSTEM (KWS)
Selain melalui melalui surat, datang langsung, telepon, faksimile, dan SMS, masyarakat juga bisa menyampaikan laporan dugaan TPK secara online, yakni melalui KPK Whistleblower's System (KWS).

Melalui fasilitas ini, kerahasiaan pelapor dijamin dari kemungkinan terungkapnya identitas kepada publik. Selain itu, melalui fasilitas ini pelapor juga dapat secara aktif berperan serta memantau perkembangan laporan yang disampaikan dengan membuka kotak komunikasi rahasia tanpa perlu merasa khawatir identitasnya akan diketahui orang lain.

Caranya cukup dengan mengunjungi website KPK: www.kpk.go.id, lalu pilih menu "KPK Whistleblower's System", atau langsung mengaksesnya melalui: http://kws.kpk.go.id.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyampaikan laporan ke KPK, yakni meliputi persyaratan dan kelengkapan atas pelaporan tersebut. 

Sebab, laporan yang lengkap akan mempermudah KPK dalam memproses tindak lanjutnya.

FORMAT LAPORAN/PENGADUAN YANG BAIK
  • Pengaduan disampaikan secara tertulis
  • Dilengkapi identitas pelapor yang terdiri atas: nama, alamat lengkap, pekerjaan, nomor telepon, fotokopi KTP, dll
  • Kronologi dugaan tindak pidana korupsi
  • Dilengkapi dengan bukti-bukti permulaan yang sesuai
  • Nilai kerugian dan jenis korupsinya: merugikan keuangan negara/penyuapan/pemerasan/penggelapan
  • Sumber informasi untuk pendalaman
  • Informasi jika kasus tersebut sudah ditangani oleh penegak hukum
  • Laporan/pengaduan tidak dipublikasikan

BUKTI PERMULAAN PENDUKUNG LAPORAN
Bukti permulaan pendukung yang perlu disampaikan antara lain:

1.Bukti transfer, cek, bukt penyetoran, dan rekening koran bank
2.Laporan hasil audit investigasi
3.Dokumen dan/atau rekaman terkait permintaan dana
4.Kontrak, berita acara pemeriksaan, dan bukti pembayaran
5.Foto dokumentasi
6. Surat, disposisi perintah
7.Bukti kepemilikan
8.Identitas sumber informasi

PERLINDUNGAN BAGI PELAPOR
Jika memiliki informasi maupun buktI-bukti terjadinya korupsi, jangan ragu untuk melaporkannya ke KPK. Kerahasiaan identitas pelapor dijamin selama pelapor tdak mempublikasikan sendiri perihal laporan tersebut.

Jika perlindungan kerahasiaan tersebut masih dirasa kurang, KPK juga dapat memberikan pengamanan fisik sesuai dengan permintaan pelapor.(Redaksi/kpk)

Mobil dinas Ketua Bappeda Abdya BL 8035 C rusak berat sebelah kanan sampai tidak berbentuk lagi setelah bertabrakan dengan truk angkutan pasir jenis Colt Diesel BL 8235 CA di Jalan Nasional, tepatnya di Dusun Alue Lhok, Desa Alue Peunawa, Kecamatan Babahrot, Abdya, Kamis (8/6/2017) siang. Sopir mobil dinas Ketua Bappeda, Dodi, tewas dalam kecelakaan sekira pukul 10.00 WIB.
BLANGPIDIE - Jenazah Dodi Suardi (34), sopir Kepala Bappeda Abdya yang meninggal dunia dalam peristiwa tabrakan dengan mobil truk angkutan pasir di lintasan Jalan Nasional, Dusun Alue Lhok, Desa Alue Peunawa, Kecamatan Babahrot, Kamis (8/7/2017) siang, dibawa pulang ke rumah kediaman istrinya di Desa Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Kamis sore, tadi.

Jenazah laki-laki asal Kabupaten Bireuen ini dibawa dari Abdya dengan mobil ambulance, setelah dilaksanakan fardhu kifayah.

Jenazah korban dimandikan, kemudian dikafankan dan di shalatkan di Mushalla Kompleks RSUD Teungku Peukan di Padang Meurentee, Desa Ujong Padang, Kecamatan Susoh.

Jenazah sopir korban kecelakaan tersebut dilepas Sekda Abdya, Drs Thamrin, Asisten Pemerintahan Pemerintahan, Drs M Hanafiah AK SH MM, Asisten Ekonomi dan Kesra, Saiful Azhar, Asisten Administrasi Umum, Drs Yafrizal serta pera keluarga besar Bappeda Abdya, termasuk sejumlah Kepala SKPK jajaran Pemkab Abdya.

Kepala Bappeda Abdya, Weri SE MA yang selamat dalam peristiwa kecelakaan itu juga dibawa pulang ke Banda Aceh.

Jenazah almarhum Dodi Suardi diantar ke rumah kediaman istrinya di Kajhu oleh Asisten Pemerintahan, M Hanafiah AK, bersama sejumlah pejabat pada Bappeda Abdya.

“Jenazah almarhum kita bawa ke rumah kediaman istrinya di Desa Kajhu, Banda Aceh. Sedangkan almarhum sendiri asal Bireuen,” kata M Hanafiah AK kepada Serambinews.com, Kamis sore, tadi.

Mobil dinas Kepala Bappeda Kabupaten Abdya bertabrakan dengan truk angkutan pasir jenis Colt Diesel di lintas Jalan Nasional, tepatnya di Dusun Alue Lhok, Desa Alue Peunawa, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Abdya, Kamis (8/7/2017) siang, sekitar pukul 10.00 WIB.

Mobil pelat merah jenis dable cabin Toyota Hilux warna putih BL 8035 C, dalam perjalanan pulang dari Banda Aceh menuj Blangpidie, Abdya. Mobil dinas ini disopiri, Dodi Suardi, sementara Kepala Bappeda Abdya, Weri SE MA duduk pada jok kiri depan.

Truk Colt Diesel BL 8235 CA melaju dari arah berlawanan atau dari Pasar Kota Bahagia, Kecamatan Kuala Batee menuju Babahrot. Truk ini dalam keadaan kosong karena baru saja membongkar muatan pasir. Truk tersebut disopiri, Azwar didampingi, karnet, Wendi, keduanya warga Desa Kuala Terubu, Kecamatan Kuala Batee.

Dalam peristiwa tabrakan cukup keras tersebut, sopir mobil dinas Kepala Bappeda, Dodi meninggal di tempat. Sedangkan Kepala Bapeda Abdya, Weri SE selamat dalam peristiwa itu, kecuali mengalami luka lecet pada betis kanan.

Tabrakan keras itu mengakibatkan mobil pelat merah rusak parah. Badan mobil sebelahkan kanan terkoyak, ban depan kanan copot. Sopir, Dodi terpental dan jatuh keluar mobil dalam kondisi meninggal dengan luka sangat serius pada tangan kanan.

Mayat Dodi, kemudiaan dievakuasi ke RSUD Teungku Peukan dengan mobil ambulance. Demikian Ketua Bapada, Weri juga dibawa rumah sakit untuk diperiksa.

Sementara pengemudi truk Colt Diesel, Azhar dan karnet, Wendi mengalami luka-luka dibebera bagian tubuh. Korban sempat dibawa ke ruang UGD Puskesmas Kuala Batee, kemudian dirujuk ke RSUD Teungku Peukan lokasi Padang Meurantee, Desa Ujong Padang, Kecamatan Susoh. (serambinews.com)

Rokan Hulu - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menduga, ada ulah para spekulan yang bermain dibalik kelengkaan BBM Jenis Premium dan Solar di Rohul. Sehingga Disperindag meminta aparat Kepolisian lakukan penegakan hukum terhadap spekulan nakal karena sudah resahkan warga.

Diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan Rohul, T. Rafli Armien, dugaan adanya ulah spekulan dibalik kelengkapan BBM jenis premium dan  solar ini, didasari hasil Koordinasi Disperindag dengan Pertamina Devisi Riau yang berada di Jalan Sisinga mangaraja, Pekanbaru.

Dari Koordinasi tersebut jelas T.Rafli, ternyata Pertamina tidak pernah mengurangi, bahkan menambah kuota BBM premium dan solar untuk Kabupaten Rohul tahun 2017 ini.

Disebutkannya lagi, di tahun 2016 saja alokasi kuota jeniis BBM bensin Ron 88 (Premium)  hanya 63.718 kilo liter. Sedangkan tahun 2017 untuk alokasi kuota BBM premium ditambah Pertamina jadi 67.232 Kilo Liter.

Sementara itu, untuk alokasi kuota solar tahun 2016 capai 42.639 Kilo liter. Sedangkan tahun 2017 pasokan solar  untuk Rohul meningkat menjadi 45.940 Kilo liter.

“Berdasarkan data tersebut, kelengkaan BBM jenis premium dan solar seharusnya tidak perlu terjadi di Rohul, karena secara pasokan sebenarnya Rohul mendapat pasokan lebih dari Pertamina, dibandingkan tahun lalu," ujarnya.

Namun berbeda dari data yang diberikan Pertamina, Disperindag Rohul dapatkan fakta berbeda dari sejumlah SPBU yang mengakum bahwa adanya pengurangan pasokan BBM premium solar hingga 50 Persen dari pertamina.  Bahkan itu diperparah dengan  banyaknya SPBU yang menjual premium dan solar dengan sistem jerigen dalam jumlah besar.

Sehinggaa adanya dugaan, pihak SPBU lebih cenderung jual BBM premium dan solar gunakan jerigen karena harganya lebih mahal dibandingkan dengan menjual langsung ke masyarakat.

Ditanya sejauh mana peran Disperindag dalam pengawasan BBM jenis premium dan solar, T. Rafli menyebutkan, bahwa pihaknya hanya memiliki kewenangan dalam pengawasan, sementara dalam penindakan merupakan kewenangan dari aparat penegak hukum.

“Meski demikian Disperindag Rohul  akan melaporkan adanya temuan tersebut, kepada tim koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan pengawasan dan pengendalian penggunaan BBM  selaku tim yang berwenang," tuturnya.

Kemudian, T.Rafli juga meminta agar aparat Kepolisian lakukan penegakan hukum terhadap spekulan BBM Premium dan Solar karena sudah sangat meresahkan.  Apalagi jelang hari raya Idul Fitri biasanya kebutuhan BBM meningkat dari biasanya.     **‎*( Alfian)

PIDIE JAYA - Proyek pembangunan kolam ikan milik dinas kelautan dan perikanan (DKP) di depan kantor dewan perwakilan rakyat kabupaten (DPRK) Pidie Jaya, terkesan di telantarkan. Pasalnya, pembangunan kolam ikan tersebut yang menghabiskan dana ratusan juta pada tahun 2016 lalu tak terlihat kelanjutan pengerjaannya.

Dampaknya, fisik pemantang kolam itu berbentuk petak-petak yang sudah di tumbuhi semak belukar. Bahkan pun dengan adanya kolam ikan tersebut di kawasan itu membuat pandangan semakin tak indah.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya, Hasan Basri,ST.MM, dari politisi partai amanat nasional (PAN) Kepada Sumut24, menyatakan proyek itu adalah proyek gagal dan hanya menghambur-hamburkan uang rakyat Pidie Jaya.

" Kolam ikan yang di bangun oleh dinas kelautan dan perikanan pidie jaya di komplek perkantoran cot trieng itu tidak sesuai dengan master plan, maka harus di tutup kembali, “Jangan sampai jadi tempat sarang biawak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hasan Basri, menyebutkan, bahwa kolam ikan itu selain tidak sesuai dengan master plan, maka kolam itu pun harus di tutup kembali. "itu pekerjaan buang-buang  duit rakyat pidie jaya,"tegasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Tata Ruang Pada Dinas PU Pidie Jaya, Orizal, saat di hubungi wartawan menyatakan, dirinya belum bisa memberikan keterangan secara teknis, di karenakan waktu itu tata ruangnya masih bersatu dengan bappeda.

"sebaiknya untuk menjawab itu coba langsung tanya ke mereka aja, tapi sepengetahuan saya cocok tidaknya pembangunan kolam itu sesuai dengan kebutuhan, apakah kolam itu nantinya akan di jadikan taman kolam atau tempat rekreasi lainya," sebut Orizal. (SA/Saed Azhar)

StatusAceh.Net - Pencurian yang dialami kakek Suratman, penjual pisang, menimbulkan banyak simpati dari masyarakat Indonesia, apalagi uang yang hilang mencapai Rp 1,1 juta. Apalagi para pelakunya menggunakan kendaraan saat menjalankan aksinya tersebut.

Padahal, kakek Suratman sedang berusaha mengumpulkan uang banyak. Sebab, dia berencana membeli sofa baru untuk keluarganya.

Video pencurian uang milik kakek Suratman pun viral di dunia maya, dia dicari banyak orang untuk memberikan bantuan usai kejadian yang menimpanya. Ada yang memberikan Sofa, ada pula yang memberikan uang Rp 37 juta dalam bentuk tabungan di Bank Tabungan Negara (BTN).

Tidak sampai di situ, Gubernur Jambi Zumi Zola turut serta membantu kesulitan sang kakek. Pemimpin ganteng ini menyumbangkan uang sebesar Rp 5 juta ditambah Rp 500 ribu untuk membeli seluruh pisang yang dijual kakek tersebut.

Sofa yang diberikan pun harganya mencapai Rp 3 jutaan.
"Ini semua pisang kakek saya beli semua ya, ini saya beli Rp 500 ribu. Sisanya bisa buat persiapan lebaran karena kakek Suratman memiliki banyak cucu dan buyut," kata Zola pada Suratman.

Kepolisian tak tinggal diam. Kapolsek Kotabaru AKP Hendra W Manurung juga langsung menemui kakek Suratman di kediamannya. Namun si kakek enggan melaporkan kejadian itu.

"Kita tetap menyelidiki siapa pelakunya," tegasnya kemarin (7/6).

Kejadian itu berlangsung 6 Juni lalu, sebuah mobil Toyota Avanza warna krem yang berisi tiga orang mendatangi gerobak jualannya. Mereka mengaku ingin membeli pisang yang dia jual.

Mulanya orang itu hendak memborong dagangannya. Untuk mengelabui, pria tua itu diminta masuk ke dalam mobil. Saat itu, entah bagaimana uang Rp 1,1 juta bisa diambil dari kantong kakek berkaos putih merah.

"Padahal duit itu untuk beli kursi Lebaran," curhat si kakek dengan bahasa jawa.

Saat sadar, duit di kantong kakek itu sudah hilang. Pria ini sampai terduduk di trotoar merenungi kejadian yang dialami. Nasib yang dialaminya ini langsung viral di dunia maya.(merdeka.com)

Blang Pidie - Kecelakaan maut antara Mobil Kepala Bappeda Aceh Barat Daya (Abdya) dengan truk Colt Diesel terjadi di Jalan Nasional Meulaboh-Tapaktuan tepatnya di kawasan Alue Peunawa, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Abdya, Kamis 8Juni 2017. Akibatnya satu orang tewas ditempat.


Menurut sumber StatusAceh.Net, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 11.20 WIB mobil dinas Pemkab Abdya bernomor polisi BL 8035 C yang dikendarai oleh sopir dinas Kepala Bappeda bernama Dedi (32) warga Banda Aceh. Dia bersama Kepala Bappeda, Weri berangkat menuju Blangpidie dari arah Meulaboh.

Lalu, ketika sampai di tempat kejadian perkara, diduga mobil tersebut menabrak truk Colt Diesel bernomor polisi BL 8235 CA dari arah berlawanan. Truk ini dikendarai oleh Azhar (28), warga Gampong Kuala Terubu, Kuala Batee, Abdya.
Dari kecelakaan tersebut, sopir dinas Kepala Bappeda meninggal dunia di lokasi. Sementara Kepala Bappeda, Weri yang ikut serta di dalam mobil tersebut hanya mengalami luka-luka dan langsung dibawa ke RSUD Teuku Peukan Abdya.

Sementara itu, sopir truk, Azhar juga mengalami luka ringan dan ikut dibawa ke RSUD TP Abdya untuk mendapatkan penanganan. Sedangkan kondisi kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan laga kambing tersebut mengalami rusat berat dan kini sudah ditagani pihak Satlantas Polres Abdya.(SA/TM)

Ilustrasi
StatusAceh.Net - Pabrik kembang api di Negara Bagian Madhya Pradesh, India, meledak lalu terbakar, menewaskan 25 orang dan melukai 10 lainnya. Menurut pejabat setempat, lima korban luka berada dalam kondisi kritis.

Kebakaran di pabrik yang terletak di desa Khairi, distrik Balaghat, sekitar 437 kilometer dari ibu kota Madhya Pradesh, Bhopal, Rabu (07/06/2017), dipicu serangkaian ledakan kembang api. Sekitar 40 pekerja, mayoritas perempuan, tengah berada di dalam pabrik, yang diketahui tidak berizin itu, ketika kebakaran terjadi.

"Dari 10 orang yang cedera dalam peristiwa itu, lima orang menyerah di rumah sakit," kata Bharat Yadav, kolektor di Balaghat, kepada Xinhua. "Saat ini, jumlah korban jiwa dalam kebakaran itu telah naik jadi 25."

Para pejabat mengatakan, petugas penyelamat telah menemukan jasad para korban tertimbun reruntuhan bangunan pabrik. Penyebab pasti ledakan dan kebakaran di pabrik tersebut belum diketahui.

"Tinggal masalah penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran itu," kata seorang pejabat senior polisi.

"Otopsi jasad korban telah dilakukan dan kemudian sampel dari tempat kejadian juga dikumpulkan. Kita akan segera mengetahui penyebab kebakaran tersebut."

Beberapa laporan mengatakan, ada kecurigaan bahwa seseorang mungkin telah melempar "beedi (puntung rokok)" yang menyala ke dalam pabrik ketika produksi sedang berlangsung.

Beedi adalah jenis rokok murah yang dibuat dari tembakau tanpa proses yang dibungkus daun.

Pengelola rumah sakit menyatakan, sebagian besar jasad korban hangus terbakar sehingga sulit untuk dikenali.

Sementara itu, Kepala Menteri Madhya Pradesh Shivraj Singh Chouhan mengumumkan ganti rugi sebesar 3.100 dolar AS untuk masing-masing keluarga yang kehilangan kerabat mereka dalam tragedi tersebut, selain pengobatan medis gratis buat orang yang cedera.

Petugas pemadam sepenuhnya memadamkan api pada Rabu malam.

"Diperlukan waktu beberapa jam buat petugas pemadam untuk menjinakkan si jago merah dan menemukan jenazah dari bawah puing," kata Anil Patley, seorang pejabat lokal.

"Karena pabrik itu berada jauh dari permukiman warga, itu sebabnya mengapa api tidak menyebar dan tetap berada di pabrik."

Ledakan tak sengaja sering terjadi di toko dan pabrik kembang api dan petasan di India.

Kemungkinan kebakaran di gedung dan pabrik di India seringkali tinggi sebab pemilik umumnya mengabaikan standar keselamatan kebakaran.

Di India, kembang api dan petasan dinyalakan selama festival, pesta perkawinan dan upacara bahagia lain. (RM)

Ilustrasi
StatusAceh.Net - Hasil penyelidikan Polda NTT menyimpulkan latar belakang dan motif mengapa Aiptu Fransisco de Araujo, anggota Polres Kupang Kota, menembak kepalanya sendiri karena masalah keluarga.

"Sudah ada hasil penyelidikan dari tim propam dan Reskrim Polda NTT yang menyatakan bahwa yang bersangkutan menembak dirinya sendiri dan meninggal akibat masalah keluarga yang dialami oleh almarhum," kata Kabid Humas Polda NTT AKBP Jules Abraham Abast, di Kupang, hari ini.

Akan tetapi dia tidak bisa memberikan keterangan lebih jauh apa masalah keluarga yang dia maksud itu. Sejalan penjelasan itu, Polda NTT langsung menutup kasus itu.

Soal kepemilikan senjata laras pendek, Abast katakan, tiap anggota polisi yang dipercayakan untuk memegang senjata telah menempuh tes psikologi.

Fransisco menembak kepalanya sendiri Selasa (6/6) lalu akhirnya meninggal di ICU RS Bhayangkara di Kupang, meskipun tim medis rumah sakit itu sudah berupaya menyelamatkan jiwanya.

Dia meninggalkan seorang istri, Maryhina Araujo, dengan tiga anak, yaitu Mebi de Araujo, Putri de Araujo dan Fadli de Araujo.(Rima)

Banda Aceh - Kepolisian Sektor Kuta Alam Banda Aceh sekitar pukul 02:00 WIB, Kamis (8/6/2017) dini hari mengamankan tiga orang anak punk dan dua waria di kawasan Peunayong dan Terminal Kuta Alam.

Wakapolresta Banda Aceh AKBP Armaini mengatakan anak punk dan waria itu diamankan saat petugas sedang melakukan patroli dalam rangka razia penyakit masyarakat (Pekat) di bulan suci Ramadhan.

"Saat petugas patroli keliling, kita temukan anak punk yang sedang mangkal dan berkumpul bersama teman-temannya. Namun, kita tidak temukan mereka mengunakan narkoba atau lainnya," ujar AKBP Armaini.

Razia Pekat yang dilakukan kepolisian dilakukan atas tindaklanjut laporan masyarakat dan hasil pertemuan dengan sejumlah organisasi masyarakat dan pemuda disejumlah gampong agar polisi bisa memberantas maksiat di kota Banda Aceh terutama di bulan Ramadhan.

"Ini kita lakukan atas laporan masyarakat agar maksiat bisa diberantas selama Ramadhan di kota Banda Aceh," kata Armaini.

Sementara Kapolsek Kuta Alam, AKP Syukrif Panigoro mengatakan selain waria dan anak punk, pihaknya juga mengamankan satu orang yang diduga sebagai germo yang menjual istrinya sendiri ke pria hidung belang.

"Dari razia itu, petugas juga menemukan barang bukti berupa kondom yang didapat dari salah satu pria yang kita amankan itu," ucap Syukrif.

Menurut Syukrif Mereka yang terjaring razia Pekat itu, langsung diserahkan ke Satpol PP dan WH Banda Aceh. Sedangkan tiga orang anak punk diamankan di Mapolsek Kuta Alam.

"Anak punk akan kita lakukan pembinaan di Mapolsek selama seminggu agar mereka bisa berubah," Pungkas Syukrif.(AT/SA)

Ilustrasi
MEDAN - Seorang penumpang bus rute Aceh - Medan kembali nyangkut di Poslantas Kualabegumit, Stabat, Kabupaten Langkat, Sumut setelah kedapatan menyembunyikan tiga kilogram sabu-sabu, Kamis (8/6/2017).

Tersangka Zahrul Fuadi (30) warga Gampong Glong, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara diamankan dari bus Sempati Star BL 7922 AA yang sedang dalam perjalanan ke Medan. 


Baca: Bawa Sabu 2 Kg, Wanita Asal Aceh Timur Ditangkap di Dumai

Kasat Resnarkoba Polres Langkat AKP Supriyadi Yantoto mengungkapkan, aksi tersangka tergolong baru karena menyembunyikan sabu-sabu di dalam kotak minuman.


Baca: Bantu Suami Edarkan Sabu, IRT Ini Ditangkap Polisi

"Ada tiga kotak jus ABC berisi sabu-sabu. Satu kotak berisi satu kilogram," kata Supriyadi.

Pemeriksaan intensif masih terus dilakukan di Polres Langkat. Polisi berupaya mengungkap pihak yang mengendalikan tersangka melakukan kejahatan ini.




Baca: Polisi Medan Kembali Sita 54 Kg Ganja dari 2 Penumpang Bus Asal Aceh

Dua hari lalu, dua penumpang bus Aceh juga diamankan di pos ini setelah kedapatan menyelundupkan 54 kilogram ganja.(*)

aceh.tribunnews.com

Kantor Bupati Aceh Utara
Aceh Utara - Kelompok perempuan di Matang Kuli Aceh Utara akan melaporkan Pemerintah Aceh Utara ke Komisi Informasi Aceh (KIA) di Banda Aceh. Pelaporan ini dilakukan karena permintaan informasi publik oleh kelompok ini tidak ditanggapi oleh pemerintah di Aceh Utara. Dalam pelaporan ini nantinya, Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) akan ikut serta mendampingi sehingga masyarakat khususnya kelompok perempuan akan memahami alur pelaporan yang mesti dilalui.

Menurut MaTA, ini adalah sebuah prestasi maju di Aceh Utara, artinya kelompok perempuan sudah mulai memahami langkah apa yang harus ditempuh bila informasi yang diminta tidak diberikan oleh pemerintah. Di sisi lain, MaTA juga melihat bahwa dengan pelaporan ini mencerminkan pemerintah Aceh Utara masih kurang memahami tentang keterbukaan informasi. Padahal ini sudah diatur secara khusus melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Beberapa informasi yang diminta adalah jumlah perusahaan sawit yang sedang beroperasi di Aceh Utara, hasil evaluasi berkala yang dilakukan oleh dinas teknis terkait perusahaan-perusahaan sawit di Aceh Utara. Menurut kelompok perempuan Matang Kuli, informasi ini penting bagi mereka. Di samping akan dijadikan sebagai bahan kajian, juga akan melihat keseriusan pemerintah dalam melakukan pengawasan terlebih saat ini Pemerintah Aceh Utara sedang memberlakukan moratorium sawit.

Informasi lain yang diminta adalah Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) PT Mandum Payah Tamita (MPT). Meskipun perusahaan ini tidak beroperasi di wilayah Matang Kuli, tapi kelompok perempuan ini menduga banjir yang kerap terjadi di Matang Kuli dan sekitarnya disebabkan oleh perusahaan tersebut. Terlebih Bupati Aceh Utara sudah beberapa kali meminta agar izin PT MPT ini dievaluasi karena diduga kuat telah merusak hutan yang mengakibatkan banjir.

Amdal tersebut nantinya juga akan dijadikan sebagai bahan kajian oleh kelompok perempuan ini. Tentu kajian ini nantinya tidak dilakukan sendiri, tapi akan melibatkan para pihak yang lain. Menurut MaTA, apa yang dilakukan oleh kelompok perempuan di Matang Kuli sejalan dengan keinginan Pemerintah Aceh Utara untuk melakukan evaluasi PT MPT dan juga moratorium sawit. Jadi, kenapa harus ditutup-tutupi informasi publik yang dimohonkan oleh warga? Apa masyarakat tidak berhak berpartisipasi dalam pembangunan?

Ini harus menjadi perhatian serius bagi Bupati Aceh Utara. Di satu sisi Pemerintah Aceh Utara mulai berkomitmen menjaga lingkungan hidup tapi di sisi lain mengenyampingkan keterbukaan informasi. Menurut MaTA, komitmen pemerintah tidak akan terlaksana tanpa adanya partisipasi masyarakat. Dan untuk mendorong terwujudnya partisipasi masyarakat, pemerintah harus benar-benar menerapkan keterbukaan informasi publik.

Belum Punya DIP

Selain itu, MaTA juga menyayangkan komitmen pemerintah terkait transparansi informasi. Karena hingga saat ini Pemerintah Aceh Utara belum memiliki Daftar Informasi Publik (DIP). Hal ini berdasarkan jawaban yang diberikan oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama Aceh Utara kepada salah satu kelompok perempuan yang meminta DIP Aceh Utara. Ini aneh sebenarnya, UU Keterbukaan Informasi Publik sudah 7 tahun berlaku, tapi DIP yang merupakan dokumen paling sederhana saja belum dimiliki.

MaTA meminta Bupati Aceh Utara jangan menutup mata terkait hal ini dan harus sesegera mungkin mengevaluasi keterbukaan informasi publik di wilayah kepemimpinannya. Kalau memang Pemerintah Aceh Utara tidak “aneh-aneh” kenapa harus takut untuk terbuka kepada publik.[Rill]
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.