2015-11-15

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

LN - Monolog "Cut Nyak Dhien," diperankan aktris She Ine Febrianti, dipentaskan pada malam  puncak Kongres Peradaban Aceh (#KPA2015) di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, 9-10 Desember 2015.

"Saat ini tim kreatif kami sedang menyempurnakan detil garapan," kata Ine Febrianti, yang menyutradari sendiri pertunjukan tersebut. Penata musik diserahkan kepada Jassin Burhan.

Sekretaris Panitia Kongres Peradaban Aceh, Mustafa Ismail, menjelaskan, selain pentas monolog, pembukaan kongres juga diisi aneka atraksi kesenian Aceh lainnya.

Monolog Cut Nyak Dhien mengisahkan perjuangan sang pahlawan nasional menumpas "kaphe" penjajah, sejak dari belantara sampai tempat pembuangan di Sumedang Jawa Barat.

Selain di Banda Aceh,  "Cut Nyak Dhien" juga akan dipentaskan di Meulaboh. Khusus pertunjukan di Meulaboh, bekerjasama dengan T.Neta Firdaus, Koordinator  Jokowi Center Provinsi Aceh.

"Saya memang sejak lama ingin ke Aceh, membawa pulang Cut Nyak Dhien. Sebelum kemudian kami panggungkan di sejumlah negara Eropa," kata Ine Febrianti.

Ine juga berhasrat melakukan napaktilas perjuangan Cut Nyak Dhien di hutan Aceh Barat dan Aceh Tengah. "Saya membaca bahwa daerah perjuangan Cut Nyak Dhien sampai ke hutan Celala, Tanah Gayo," Ine menambahkan.

Monolog Cut Nyak Dhien sebelumnya dipentaskan di Jakarta, Magelang, dan Pekalongan. Pertunjukan berdurasi 40 menit menggunakan perangkat multimedia.[serambi]
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.