2019-11-24

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Ilustrasi
StatusAceh.Net - Siswi SMA Negeri 3 Susua, berinisial TL (18) ditemukan tewas di Dusun IV, Desa Hiliwaebu, Kecamatan Susua, Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Provinsi Sumatera Utara, pada Jumat 29 November 2019.

Kapolres Nisel melalui Kasubbag Humas, Brigadir Dian Octo Lumbantobing menerangkan, korban ditemukan oleh keluarganya dalam kondisi tidak bernyawa.

"Korban diduga tewas dibunuh. Korban ditemukan oleh keluarganya," kata Dian Octo Lumbantobing dilansir Okezone, Sabtu (30/11/2019).

Ia menjelaskan, hasil sementara identifikasi Puskesmas Gomo, korban mengalami tulang leher patah bekas gorok, bekas tusukan dan sayatan dipunggung, tusukan pada wajah, tusukan di bagian dada, luka sayat tangan sebelah kiri dan luka sayatan di lengan sebelah kanan.

"Hasil diagnosa dan pemeriksaan dokter, juga menemukan adanya tanda kehamilan dengan umur 4 hingga 5 bulan terhadap korban," sambungnya.

Satuan Reserse Kriminal Polres Nias Selatan, telah melakukan interogasi kepada keluarga korban di kantor Polsek Gomo, guna mengungkap pelaku dan motif pembunuhan.

"Polres Nias Selatan melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi yang mengetahui kejadian pembunuhan. Melakukan penyitaan barang bukti yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP)," pungkasnya. | Okezone

LHOKSUKON – Untuk mengantisipasi kecelakaan, Satuan Lalu Lintas Polres Aceh Utara gencar memberikan imbauan larangan mobil bak terbuka atau mobil pick up mengangkut penumpang.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin, melalui Kasat Lantas AKP T Heri Hermawan, Sabtu (30/11/2019) menjelaskan mobil bak terbuka dipakai untuk mengangkut orang sangat berisiko. Kondisi itu dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan.

“Pelarangan mobil bak terbuka mengangkut orang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan yang menyebutkan kendaraan angkutan barang dilarang mengangkut penumpang atau orang,” jelasya.

Ia mengatakan, pihaknya menyampaikan imbauan tersebut untuk mengantisipasi jangan sampai mobil bak terbuka mengangkut masyarakat.

“Terkadang ditemui di jalanan, 1 mobil pikup mengangkut sampai 30 orang di bak belakang dengan kondisi berhimpitan.” ujarnya.

Kasatlantas menambahkan kendaraan angkutan barang hanya untuk mengangkut barang bukan orang sehingga keselamatan sangat kurang bahkan sangat membahayakan bagi para penumpangnya.

Selain itu ia juga mengimbau kepada seluruh warga masyarakat khususnya para pemilik kendaraan bak terbuka untuk tidak dipergunakan mengangkut orang melainkan digunakan sesuai dengan peruntukannya.

“Kami tidak melarang penggunaan mobil bak terbuka. Silakan digunakan tapi jangan dipaksakan untuk mengangkut manusia, sejumlah kasus kecelakaan membuktikan bahwa mobil bak terbuka tidak aman untuk keselamatan jika digunakan sebagai transportasi angkutan penumpang.” pungkasnya.

Bendera Bintang Kejora berkibar di Gedung Balai Kota Leichhardt, Sydney, Jumat (29/11/2019). (AWPA)
StatusAceh.Net - Jelang peringatan 1 Desember, bendera bintang kejora berkibar di Gedung Balai Kota Leichhardt, Sydney, Australia, pada Jumat (29/11/2019) pukul 10.00 waktu setempat.

Pengibaran bendera itu juga dimaksudkan untuk menunjukkan kepedulian terkait kasus pelanggaran HAM di Papua dan Papua Barat.

Dalam rilis yang diterima Suara. com, Sabtu (30/11/2019), Asosiasi Papua Barat Australia (AWPA) menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kota Sydney yang telah memberikan izin untuk mengibarkan bendera bintang kejora.

"Ini adalah tahuh ke-10, bendera bintang kejora dikibarkan di salah satu balai kota untuk untuk menunjukkan kepedulian mengenai kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Papua Barat," ucap Joe Collins dari AWPA.

Pengibaran ini dilakukan untuk memperingati hari bersejarah di mana bendera bintang kejora dikibarkan pertama kali di Papua Barat pada 1 Desember 1961.

Seperti diketahui, ribuan orang turun ke jalan memprotes aksi rasisme terhadap mahasiswa Papua di Jawa Timur pada 17 Agustus - 23 September. Bahkan tak sedikit dari demonstran yang justru diamankan pihak kepolisian.

Tercatat ada 22 orang yang dituduh menjadi provokator kerusuhan dalam aksi demontrasi di Papua. Mereka di antaranya, Wakil Ketua ULMWP Buchtar Tabuni, Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Agus Kossay, Ketua KNPB Mimikia Steven Italy dan aktivis Surya Anta.

Namun sayangnya menurut Joe Collins, hingga saat ini pemerintah Australia belum ada kesepakatan dengan pemerintah Indonesia untuk menangani kasus tersebut.

Ia berharap, Menteri Luar Negeri Australia turun tangan mendesak Indonesia supaya membebaskan tahanan politik Papua Barat, di samping menunggu sikap tegas dari Presiden Jokowi.

"Presiden Jokowi mengklaim memiliki ikatan khusus dengan warga Papua, mestinya segera membebaskan para tahanan sebagai tanda niatan baik," kata Joe Collins. | Suara.com

Barang bukti sabu seberat 2 Kg hasil penangkapan tersangka kurir narkoba di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (30/11/2019).
Jakarta - JS, seorang petani asal Aceh, sudah menyiapkan rencana matang untuk menyelundupkan narkoba ke Jakarta.

Ia berangkat dari kampung halamannya di Dusun SP Damar, Labuhan Keude, Sungai Raya, Aceh Timur, Aceh, Senin (25/11/2019).

Menggunakan pesawat, JS tidak langsung terbang menuju Jakarta, melainkan transit di Batam.

Sesampainya di Batam, JS menunggu telepon dari seseorang untuk mengambil narkoba jenis sabu.

Ternyata sabu tersebut sudah diletakkan di pinggir jalan dan dibungkus plastik.

"Tersangka mengambil barang itu dan pergi ke sebuah penginapan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polres Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Sabtu (30/11/2019).

Di penginapan itu, JS membuka bungkusan plastik berisi sabu seberat 2 Kg.

Selasa (26/11/2019, tersangka berangkat menuju Pelabuhan Tanjung Priok menggunakan Kapal Pelni KM Kelud.

Sedari penginapan, JS sudah bersiap lebih dulu. Ia menyimpan sabu di celana dalamnya.

Bukan cuma itu, tersangka juga diketahui menggunakan celana ketat berlapis.

"Dia pakai celana tiga lapis, pakai hot pants dia, semacam celana ketat gitu," kata Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok Emerich Simangunsong.

Selain itu, JS juga membungkus lima paket sabu seberat 2 Kg dengan lakban warna-warni.

"Jadi dibungkus dulu menggunakan kantong plastik, setelah itu dilakban warna merah, kuning, dan biru," jelas Emerich.

JS akhirnya tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada Kamis (28/11/2019) malam.

Namun, ketika hendak meninggalkan kapal, ia harus lebih dulu melewati pemeriksaan X-ray. Anjing pelacak K-9 juga sudah menunggunya di pintu keluar.

JS panik. Ia terlihat ragu-ragu saat akan melewati X-ray dan anjing pelacak. Polisi pun merasa ada yang ganjil dari gerak-gerik JS.

Belum sempat diperiksa, JS sudah memilih untuk melarikan diri. Akan tetapi, polisi langsung mengejar dan meringkusnya.

"Mungkin karena panik, tersangka ini berbalik badan dan melarikan diri. Tapi berkat kesigapan anggota, tersangka berhasil kami amankan," ujar Yusri.

Berbagai trik yang digunakan untuk mengelabui petugas pun gagal. Kini, JS harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Tersangka JS dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 UU RI No 35 Tahun 2009.

Ia terancam hukuman pidana minimal enam tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. | jakarta.tribunnews.com

Banda Aceh- Tarmizi, Anggota DPRA dari daerah pemilihan Lhokseumawe dan Aceh Utara mengapresiasi kinerja Kepala Dinas Sosial Aceh Drs Alhudri MM. Menurut pria yang lebih akrab dikenal Tarmizi Panyang, Alhudri adalah kepala dinas yang kinerjanya dalam membangun Aceh di lapangan patut diapresiasi.

Hal itu diakui Tarmizi Panyang karena dirinya sudah melihat langsung kinerja Alhudri di lapangan pada perode lalu (2014-2019), dimana dirinya masih sebagai Anggota DPRA Komisi VI yang salah satu tugasnya membidangi urusan sosial.

“Sebelumnya saya berada di komisi VI yang bermitra dengan Dinas Sosial Aceh, jadi kebetulan apa saja yang disebutkan oleh Pak Kadis (tentang kerja Dinas Sosial Aceh) ini adalah fakrantya, dan ini kami apresiasi beliau karena sudah bekerja maaksimal. Beliau patut kita berikan apresiasi,” ujar Tarmizi saat menyampaikan sambutan mewakili Anggota DPRA pada kegiatan Rapat Koordinasi Pembangunan Bidang Kesejahteraan Sosial dengan kepala dinas dan kasubbag program dinas social kabupaten/kota di Aceh, Kamis (28/11/2019) malam di The Pade Hotel, Banda Aceh.

Menurut Tarmizi, saat dirinya masih di Komisi VI ada banyak hal yang dirinya lihat langsung ke lapangan terkait kinerja Dinas Sosial Aceh, seperti penanganan pascagempa di Pidie Jaya, dan panti rehab di Ladong Aceh Besar serta berbagai lokasi lainnya. Dirinya bersama anggota DPRA dari Komisi VI turun bersama untuk melihat kerja Dinas Sosial Aceh dan diakuinya sangat bagus. Ke depan pihaknya di DPRA berkomitman dan bersepakat untuk membantu meningkatkan kerja-kerja di bidang sosial, terutama di kantong-kantong kemiskinan di pelosok desa.

“Nanti akan kita tingkatkan, karena  pembangunan tidak hanya butuh di bidang fisik, namun di bidang sosial juga dibutuhkan. Saya sudah sangat tahu karena 3 tahun saya di komisi VI bersama Pak Kadis (Alhudri),” kata Tarmizi Panyang.

Pada kesempatan itu, Tarmizi Panyang juga mengapresiasi Dinas Sosial Aceh yang mengundang pihaknya Anggota DPRA pada kegiatan rapat koordinasi tersebut. “Ini adalah suatau kebanggan bagi kita semua dengan dibuatnya kegiatan ini agar Pemerintah Provinsi dengan kabupaten/kota punya konsep yang jelas dalam pelayanan dan pemberdaan social masyarakat.”

Dengan demikian, kata Tarmizi, ini adalah langkah awal dalam membangun Aceh yang lebih baik ke depan. Maka untuk meningkatkan pelayanan sosial dan pemberdayaan sosial yang tetap bagus, dirinya sambil berkelakar meminta kepada Plt Gubernur Aceh agar Alhudri ditetapkan kembali sebagai kepala Dinas Sosial Aceh.

“Kita minta kepada Pak Nova (Plt Gubernur Aceh) untuk (Alhudri) ditetapkan di situ (Dinas Sosial Aceh), kami mengharapkan terus kerjasama dengan pemerintah khususnya bidang social,” kata Tarmizi yang disambut tepuk tangan dan gelak tawa seisi ruangan.

Selain Tarmizi Panyang, hadir juga Anggota DPRA Sulaiman SE (PA), Abdurrahman Ahmad (Gerindra), Muslem (SIRA), Khairil Syahrial (Gerindra), Tgk Muhammad M  Yunus (PA), dan mantang Anggota DPRA, Ramadhana Lubis, serta para undangan dari berbagai unsur.

Banda Aceh – Kepala Dinas Sosial Aceh Drs Alhudri MM mengajak anggota DPRA untuk ikut pada kegiatan-kegiatan baksos yang dilakukan Dinas Sosial Aceh di daerah-daerah tertinggal.

Menurut Alhudri, baksos di daerah-daerah tertinggal merupakan salah satu cara pemerintah Aceh dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Aceh hingga ke pelosok.

Alhudri menyampaikan hal itu di hadapan  anggota DPRA yang hadir pada Rapat Koordinasi Pembangunan Kesejahteraan Sosial Tahun 2020 dengan kepala dinas dan kasubbag program dinas sosial kabupaten/kota di  salah satu hotel di Banda Aceh, Kamis (29/11/2019) malam.

Para anggota DPRA tersebut adalah, Tarmizi Panyang (PA), Sulaiman  (PA), Abdurrahman Ahmad (Gerindra), Muslem (SIRA), Khairil Syahrial (Gerindra), Tgk Muhammad M  Yunus (PA), dan mantang Anggota DPRA, Ramadhana Lubis.

“Kami mengajak bapak-bapak dewan yang terhormat untuk sama-sama membangun Aceh dengan cara kita turun bersama-sama ke daerah-daerah  tertinggal ini,” kata Alhudri.

Menurut Alhudri, baksos di daerah-daerah tertinggal ini juga merupakan perintah Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk "menggebuk" bersama dengan dinas teknis terkait.

Dia mencontohkan seperti bakti siosial yang dilakukan di daerah terpencil di Kemukiman Jamat, Aceh Tengah, Desa tertinggal Sikundo Aceh Barat, dan Desa Bintah Kabupaten Aceh Jaya. Baksos yang dilakukan di tiga daerah tertinggal tersebut ikut dihadiri oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dengan melibatkan belasan SKPA terkait.

Tujuannya adalah agar masyarakat tahu bahwa pemerintah ini hadir di tengah-tengah masyarakat yang selama ini jauh dari akses pelayanan pemerintah.

"Seperti di Jamat,  kita ajak lintas dinas terkait, kemudian Sikondo sudah dibangun 39 rumah komunitas adat terpencil dari Kementrian Sosial, MCK dari CSR perusahaan, jembatan, dan juga listrik, di  Bintah Aceh Jaya yang jaraknya 26 kilometer masuk ke dalam, dimana jembatan sudah hancur, harga sawit turun, dan alhamdulillah tahun depan jembatan akan dibangun," kata Alhudri.

Baru-baru ini Dinas Sosial Aceh juga baru melakukan penjajakan dan pemetaan awal di Desa Blang Pandak, daerah pedalaman dan tertinggal di Kabupaten Pidie. Penjajakan tersebut dilakukan untuk meninjau secara langsung sebelum dilakukan bakti sosial bersama Plt Gubernur Aceh dan lintas dinas.

“Kami ingin mendapat dukungan dari bapak-bapak (DPRA), kami ini hanya leader dan pintu masuk saja. Berkenan untuk hadir ke baksos di Blang Pandak di Kaki Gunung Halimun Tangse pada pertengahan Desember nanti. Kami tinggal menunggu kesedian Pak Gubernur, kenapa dengan Pak Gubernur agar SKPA lain ikut serta,” kata Alhudri.

“Kami tidak mengerti baju bapak apa, yang kami faham adalah bapak anggota dewan. Namun siapapun dia, silakan diajak karena itu adalah amanah Pak Plt Gubernur Aceh,” kata Alhudri.

Menurut Alhudri, Rapat Koordinasi dengan kabupaten/kota bertujuan untuk membanguan persepsi dan komitmen antara Pemerintah Aceh dengan pemerintah kabupaten/kota dalam pembangunan kesejahteraan sosial 2020, dan diharapkan dapat meningkatkan dampak dalam meningkatkan kesejahteraan bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) untuk menekan angka kemiskinan di Aceh.

Untuk itu Alhudri meminta dukungan DPRA dalam upaya pembangunan kesejahteraan sosial di Aceh, karena persoalan sosial juga merupakan salah satu urusan wajib, apalagi kehadiran sejumlah anggota DPRA pada kegiatan tersebut dinilai Alhudri sesuatu hal yang langka dan awal untuk membangun Aceh yang lebih baik.

“Karena itu ini adalah pemerintahan, jadi mari sama-sama kita Pak, dan jujur (kehadiran anggota DPRA) ini baru pertama sekalinya semenjak saya pertama bertugas di provinsi, ini luar biasa, saya tidak sanggup gambarkan,” kata Alhudri.

Sementara itu, mewakili dari anggota DPRA lainnya, Tarmizi Panyang,  mengapresiasi kinerja Alhudri. Menurut dia, Alhudri adalah kepala dinas yang kinerjanya dalam membangun Aceh di lapangan patut diapresiasi.

“Nanti akan kita tingkatkan urusan sosial, karena  pembangunan itu kan tidak hanya butuh di bidang fisik, namun di bidang sosial juga dibutuhkan. Dan terimakasih Pak Kadis sudah mengajak kami untuk ikut kegiatan baksos, kami tunggu undangannya,” kata Tarmizi.[]

Tiga laki-laki berstatus napi dan seorang kurir ibu rumah tangga, diamankan di Mapolres Langsa dengan BB sabu seberat 25,25 gram saat hendak selundupkan sabu ke LP Narkotika Kelas III Langsa
Langsa - Tiga narapidana LP Narkotika Kelas III Langsa, ditetapkan tersangka oleh penyidik Satresnarkoba Polres Langsa.

Penetapan tersangka 3 napi ini, setelah dilakukan pengembangan terhadap tersangka CF (37) Ibu Rumah Tangga asal Desa Rantau Panjang, Kecamatan Rantau Seulamat, Aceh Timur.

Tersangka CF, sebelumnya Kamis (28/11/2019) sore, tertangkap basah oleh sipir LP Narkotika saat hendak menyelundupkan sabu seberat 25,25 gram ke dalam LP tersebut.

Sabu itu oleh tersangka CF selaku kurir, disembunyikan di dalam celana dalamnya dan ketahuan setelah diperiksa sipir wanita LP Narkotika di Pintu Pemeriksaan Utama (P2U).

Ternyata setelah dikembangkan oleh aparat berwajib, sabu itu ternyata dipesan oleh tiga orang napi di LP Narkotika Kelas III Langsa.

Ketiga napi LP Narkotika Kelas III Langsa yang berada di Gampong Sungai Lueng, Kecamatan Langsa Timur ini, yakni berinisial Yus (46), Jam (35) adalah adik kandung CF, dan Abd (36).

Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan SIK MSc, melalui Kasat Resnarkoba, Iptu Wijaya Yudi Stira Putra SH, mengatakan, ketiga napi LP Narkotika Kelas III Langsa dan tersangka CF, kini diamankan di sel tahanan Mapolres untuk penyidikan lebih lanjut.

Sebelumnya, dijelaskan Iptu Yudi, Kamis (28/11/2019) pukul 14.00 WIB sipir LP Narkotika Langsa mengamankan seorang wanita CF di ruang Fitur LP.

Karena kedapatan menyembunyikan diduga sabu di bagian tubuhnya.

Atas temuan itu, pihak LP Narkotika langaung menghubungi Opsnal Sat Resnarkoba Polres Langsa, untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Saat dinterogasi oleh petugas, CF mengakui bahwa 1 paket sabu seberat 25,25 gram itu akan diantarkan atau diberikan kepada salah seorang napi, yakni Yus.

Namun sebelumnya sabu dipesan dan disuruh hantarkan oleh napi lainnya yang merupakan adik kandung dari CF, yakni Jam.

Berdasarkan pengakuan tersangka Yus dan Jam, sabu-sabu itu dipesan oleh teman mereka yang juga napi, yakni Abd.

"Pengakuan tersangka Abd, dia memesan sabu ini dari temannya berinisial S yang kini DPO, seharga Rp 13,5 juta," ujar Kasat.

Iptu Yudi menambahkan, kemudian S (DPO) barulah menyuruh seorang kurir atau perantara tersangka CF, untuk mengantarkan sabu ini kepadanya di LP Narkotika.

"Saat hendak dihantarkan ke LP Narkotika Langsa, kurir CF berhasil diamankan oleh sipir dengan BB 1 paket besar sabu seberat 25,25 gram tersebut," imbuhnya.

Selanjutnya>>>

oto: Kasat Reskrim Polres Aceh Tengah, Iptu Agus Riwayanto jelaskan kronologi istri muda di Aceh bunuh diri (Dok ist)
Aceh Tengah - Seorang istri kedua atau istri muda di Aceh Tengah, Aceh NS (30) tega meracuni anaknya yang berusia satu tahun. Setelah anaknya tewas, dia mendatangi rumah suaminya dan membakar mobil lalu bunuh diri.

"Kedua korban yaitu ibu dan anak diduga meninggal karena meminum racun babi. Mulut keduanya berbusa," kata Kasat Reskrim Polres Aceh Tengah, Iptu Agus Riwayanto Diputra saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (29/11/2019).Ketika sedang melakukan olah tempat kejadian perkara, polisi melihat sesosok mayat perempuan yang berjarak sekitar 15 meter dari lokasi kebakaran. Mayat perempuan tersebut ditemukan di bawah pohon kopi dalam posisi telentang dengan kondisi mulut berbuih.

"Mayat wanita tersebut diketahui sebagai istri muda S. Korban diduga bunuh diri," jelas Agus.

Tak lama berselang, polisi mendatangi rumah NS untuk melakukan pengecekan. Di sana, ditemukan anak NS yang berusia satu tahun sudah meninggal dalam ayunan dengan kondisi mulut berbuih.

Di rumah NS juga ditemukan bekas bungkus racun babi yang ditaruh di dapur. Racun tersebut sudah terbuka dan sisanya ada di dalam gelas.

"Kita menduga NS mencampurkan racun tersebut ke dalam dot susu bayi dan memberikan kepada anaknya," ungkap Agus.

Berdasarkan keterangan dokter yang melakukan visum, kata Agus, bayi tersebut diperkirakan sudah meninggal sekitar delapan jam. Tidak ditemukan bekas penganiayaan pada tubuh korban.

Agus menerangkan, sebelum ditemukan tewas bunuh diri di rumah suaminya, NS sempat meminta bantuan pada tetangganya sekitar pukul 05.30 WIB. NS meminta tolong diantarkan ke rumah suaminya dengan menggunakan motor.

"NS juga berpesan kepada saksi untuk melihat anaknya apabila menangis," beber Agus.

Insiden itu bermula pada Kamis (28/11) kemarin sekitar pukul 06.00 WIB saat suami korban terbangun karena terjadi kebakaran mobil. NS dan suaminya berinisial S tidak tinggal serumah.

Suami korban beserta istri pertama atau istri tuanya keluar rumah dan melihat gudang serta mobil ludes terbakar. Polisi yang mendapat laporan meluncur ke rumah suami korban di Kecamatan Kute Panang, Aceh Tengah.(*)

Sumber: Detik.com

Aceh Tamiang - Rosmawati (37) seorang ibu rumah tangga beserta anaknya Adelia (9) warga Dusun Suka Maju, Desa Pangidam, Kec. Bandar Pusaka Kabupaten Aceh Tamiang, ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan tenggelam di Sungai Desa setempat pada Jum’at (29/11/2019) sekitar pukul 01.45 WIB dini hari.

Rosmawati ditemukan meninggal dunia pada pukul 06.45 WIB, sekitar 1 km dari lokasi sampan yang ditemukan ke arah hilir.

Sementara anaknya, Adelia ditemukan oleh warga sekitar dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 18.30 WIB sekitar 7 km dari lokasi ke arah hilir.

Kepala SAR Banda Aceh, Budiono mengatakan, sebelumnya pada pukul 01.45 WIB Pos SAR Langsa menerima informasi dari Satgas SAR Aceh Tamiang tentang musibah dua orang diduga tenggelam di Sungai Desa Pangidam, Kec. Bandar Pusaka, Kab. Aceh Tamiang.

“Pukul 02.05 WIB Kantor SAR Banda Aceh memerintahkan personel Rescue Pos SAR Langsa bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian,” ujarnya.

Kejadian tersebut bermula pada Kamis (28/11) sekitar pukul 10.00 WIB pagi, Rosmawati bersama anaknya umur 9 tahun pergi menyusul suaminya ke kebun sawit. Namun hingga pukul 20.00 WIB kedua korban tidak diketahui keberadaan oleh suaminya.

“Suami korban beserta warga mencoba mencari dengan menggunakan sampan bermesin, dan menemukan sampan milik korban sekitar 1 km ke arah hilir dalam kondisi terbalik,” pungkas Budiono.

Percarian dan evakuasi terhadap korban juga melibat beberapa instansi terkait, yakni Pos SAR Langsa, Satgas SAR Aceh Tamiang, Polsek Bandar Pusaka, Koramil Bandar Pusaka, Tagana, Relawan ACT dan masyarakat setempat.| analisaaceh.com

Lhokseumawe - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Haji Sudirman atau yang biasa disapa dengan sebutan nama Haji Uma hadir dalam kegiatan pembukaan Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) Malikussaleh Sport Fest 2019 yang digelar oleh  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malikussaleh di lapangan Kampus Reuleut Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Jumat (29/11).
 
Dalam kesempatan itu, Haji Uma menyampaikan kedatangannya di acara tersebut mendadak, jadi tidak ada persiapan yang maksimal, jika dirinya di undang lebih awal maka dia akan membawa sepeda miliknya yang dilengkapi dengan parang.

"Saya tidak terlalu formal, kapanpun kalian butuhkan Haji Uma ada dan selalu ada, karena moto kita adalah "Udep beuna Manfaat, beujeut syuf'at keu ureung lingka",(Hidup harus ada manfaat dan berguna bagi orang lingkar),"tuturnya yang diberikan tepuk tangan dari peserta yang hadir.

Menurut Haji Uma, bangsa yang sehat karena terdapat didalamnya orang-orang yang sehat dan bisa berkonstribusi kepada bangsa dan negara.

"Meunyoe peumuda Leumoh maka Leumoh negara, menyoe pemuda la'eh maka la'eh negara, menyoe pemuda meusyokoloh maka meusyokoloh negara, kalau pemuda mabok maka maboklah negara,(Kalau pemuda lemah maka lemahlah negara, kalau pemuda mabuk maka mabuklah negara),"sebut Haji Uma.

Haji Uma berpesan jika Unimal ini kampus tertua di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe dan meminta kepada mahasiswa untuk bisa memberikan konstribusi positif kepada daerah dan bangsa.

"Setiap apa yang kalian lakukan setidaknya dapat memberikan dampak positif bagi daerah, walaupun kecil. "Adak ubeut tapi na, lagee kue timphan asoe kaya, walau ubeut teutap meurasa" (meskipun kecil tetap ada. Seperti kue Timphan Serikaya, kecil bentuknya tapi terasa enak)".

Dalam kesempatan itu Haji Uma berpesan bahwa setiap ada permasalahan jangan langsung disikapi, namun perlu adanya pengkajian lebih dulu dalam konteks keilmuan yang dimiliki. Demikian pula bagi kampus jangan pernah terlibat dalam politik praktis.


LANGSA- Tiada kata jera bagi jaringan narkoba untuk memasok barang haram tersebut ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Seperti yang terjadi di Lapas Narkotika Langsa,petugas penjaga pintu utama (P2U) berhasil menggagalkan upaya penyeludupan narkoba jenis sabu,(28/11/2019).

Kepala Lapas Narkotika Yusrizal kepada redaksi media ini mengatakan berawal pada pukul 14:30 WIB kedatangan seorang pengunjung wanita.

“ Oleh petugas P2U kita melakukan pemeriksaan barang bawaan,tubuh dan pakaian pengunjung wanita berinitial CF tersebut,hasilnya ditemukan sabu seberat 25 gram dan lansung diamankan “,ungkap yusrizal melalui sambungan telepon selulernya.

Setelah dilakukan interogasi pada CF yang mengaku barang haram tersebut berencana akan diserahkan pada tiga narapidana yang berinitial Yus,Jam dan AM.

Berdasar keterangan wanita tersebut ketiga napi tersebut lansung dilakukan pemeriksaan dan kemudian diserahkan ke pihak berwajib untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“ Kita tidak ada istilah toleransi bagi narkoba jadi setelah kita mintai keterangan wanita dan tiga napi beserta barang bukti lansung kita serahkan pada polres langsa untuk diproses hukum “,jelas yusrizal secara tegas.(Red)

Lhokseumawe - Universitas Malikussaleh kembali menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian kerjasama (MoA) dengan Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh, Kamis (28/11) di Gedung Academic Center of Cunda (ACC), Lhokseumawe.

Penandatanganan MoU antara Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh dan Universitas Malikussaleh dilakukan oleh kepala bidang statistik distribusi BPS Provinsi Aceh Kenda Paryatno S.Si ME dan Rektor Universitas Malikussaleh Dr Herman Fithra yang diwakili oleh Pembantu Rektor IV Bidang Kerjasama Dr Nazaruddin.

Selanjutnya MoA antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unimal dengan BPS Provinsi Aceh ditandatangani Dekan FEB Dr Hendra Raza dengan pihak BPS Provinsi Aceh Oriza Santifa SSi MSi yang disaksikan oleh Kenda Paryatno S.Si ME dari BPS Aceh.

Dekan FEB Dr Hendra Raza juga membuat MoA dengan BPS kabupaten dan kota di antaranya dari BPS Kabupaten Aceh Tamiang yang ditandatangani oleh Mukhtaruddin SE, BPS Kota Langsa ditandatangani oleh Darmawati SE, BPS Aceh Timur ditandatangani oleh Busnir S.Si, BPS Aceh Utara ditandatangani oleh Nursaidah SE M.Si. BPS Kabupaten Bireuen ditandatangani oleh Dara Dian SE, dan BPS Kota Lhokseumawe yang ditandatangani oleh Ir. Hamdani M.S.M.

Pembantu Rektor IV  Bidang Kerjasama Dr Nazaruddin mengatakan agar peserta yang hadir dalam kuliah umum ini bisa mengambil manfaat apa yang disampaikan oleh pemateri terkait bagaimana memaksimalkan data-data yang dirillis oleh BPS untuk kepentingan penelitian yang akan dilakukan nantinya.

"Kita juga perlu mendukung BPS untuk dapat mengkoleksi data sehingga data yang disampaikan kepada publik tentunya betul-betul tepat dan memiliki realitas dengan penyampaian informasi sesuai dengan fakta,"kata Nazaruddin saat memberi kata-kata sambutan.

Lanjut Nazaruddin, pihaknya juga menyadari bahwa ada kekurangan terkait dengan data-data yang disampaikan selama ini, oleh karena itu momentum pelaksanaan kerjasama Unimal dengan BPS merupakan suatu kesempatan yang baik bagi kita semua.

"Tidak hanya kepentingan penelitian, tetapi kampus juga memiliki tanggungjawab untuk membantu BPS memperkuat perolehan data yang valid,"terangnya.

Menurutnya, data yang valid itu perlu di uji, karena data itu merupakan suatu kebijakan yang perlu diambil dan tidak boleh salah.

"Jika selama ini kita menyadari ada sedikit kekurangan data, maka pasti dampak yang ditimbulkan dari salah data juga salah, maka dari itu mari sama-sama di era kolaboratif ini kita kerjasama untuk memperkuat sehingga data-data yang kita peroleh nantinya akan dimamfaatkan sebagai basis untuk membuat suatu kebijakan, analisis dan sebagainya itu betul-betul valid dan sahih, sehingga tidak ada lagi keraguan,"terang Dr Nazaruddin.

Pasangan suami istri Radi bersama Reda Vadela memperlihatkan buku nikahnya kepada wartawan, Kamis (28/11/2019). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)
StatusAceh.Net - Seorang kakek-kakek di Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, membuat gempar. Hal ini setelah pria lanjut usia bernama Radi itu menikahi seorang perempuan yang usianya jauh di bawahnya.

Radi yang kini berusia 70 tahun ini menikahi Reda Vadela yang usianya baru menginjak 28 tahun pada 12 September lalu.

Pasangan beda usia ini melangsungkan pernikahannya pada Rabu (27/11/2019). Pesta pernikahan berlangsung di Balai Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan.

Saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Krajan, Kamis (28/11/2019) siang, pasangan Radi dan Dela itu terlihat keluar dari rumah dengan wajah semringah. Pasangan itu kemudian menyalami satu per satu wartawan yang mendatangi rumahnya.

Radi mengaku lega setelah menikahi perempuan pujaannya itu. Pesta pernikahannya sudah terlaksana secara sederhana di balai pertemuan kelurahan setempat pada Rabu kemarin.

"Alhamdulillah sudah sah jadi suami istri. Saya lega," kata Radi.

Seperti Radi, Dela juga mengaku senang setelah menikah dengan Radi, pria pujaannya itu. Ia mengaku menyukai Radi karena menurutnya kakek-kakek itu merupakan sosok yang dewasa dan bertanggung jawab.

"Saya suka karena beliau sosok yang bertanggung jawab. Selain itu juga lebih dewasa," ujar dia.

Ilustrasi
Banda Aceh - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah (Polda) Aceh mulai tahun 2020 akan menerapkan tilang Closed Circuit Television (CCTV) di sejumlah persimpangan di Kota Banda Aceh.

Penerapan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ATLE) itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mewujudkan pusat ibu kota provinsi Aceh itu sebagai Smart City.

“Tahun 2020 kita coba komunikasikan, jika anggarannya turun, maka di tiap-tiap simpang Banda Aceh akan kita pasang CCTV,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Aceh, Komisaris Besar Polisi Dicky Sondani saat silaturahmi bersama wartawan di Banda Aceh, Rabu 27 November 2019.

Dicky menjelaskan, dengan adanya tilang melalui CCTV, maka polisi tidak perlu lagi menggelar razia di jalan raya. Karena, sistem akan merekam setiap pelanggar lalu lintas.

“Kita coba akan melakukan pemantauan terhadap pelanggar lalu lintas melalui CCTV, kita akan tempatkan CCTV di beberapa lokasi, karena salah satu syarat Smart City yaitu Kota Banda Aceh harus memiliki CCTV,” katanya.

Tiap-tiap simpang Banda Aceh akan kita pasang CCTV.

Dicky mengatakan, jika sistem itu sudah benar-benar diberlakukan, maka pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat. Sebab, surat tilang CCTV itu akan diantar ke rumah pelanggar sesuai alamat yang tertera di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

“Yang dia lihat adalah plat nomor kendaraan, bagaimana kalau plat nomor kendaraan ternyata bukan punya orang itu? otomatif, yang jadi korban ya atas nama orang itu,” ujar Dicky.

Karena itu, Dicky berharap kepada masyarakat Aceh pengguna kendaraan baik roda dua maupun empat untuk segera mengembalikan namanya sesuai kendaraan yang dimiliki. Jika tidak, maka orang lain yang akan menjadi korban.

“Maka diwajibkan setiap orang untuk balik nama, kita akan sosilaisasikan kalau itu sistem sudah kita pasang. Beberapa kota sudah diterapkan seperti Jakarta, Surabaya dan Makassar,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Dicky juga berharap ke depan polisi, khususnya di bidang lalu lintas semakin baik, dan tidak ada lagi pungutan liar dan bentuk pelanggaran lainnya. Bahkan, ia telah menegaskan kepada jajarannya agar tidak mencoba-coba melakukan aksi tak terpuji itu.

“Seperti kemarin saya sudah tegas mengatakan, kalau ada anggota yang masih pungli di jalan, ya kita tindak dia, kita keluarkan dia dari lantas,” ujar Dicky. | Tagar.id

Makassar – Arfarina, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, terpilih sebagai pendamping PKH paling teladan tingkat nasional Tahun 2019, menyusul di bawahnya Hartini dari Gunung Kidul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Ceria Firdaus dari Pasuruan Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat, disaksikan Menteri Sosial RI Juliari P Batubara, pada acara PKH Appreciation Day 2019 yang dilaksanakan Kementrian Sosial di Sandeq Ballrom, Jalan AP Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (27/11/2019) malam.

Mendapati informasi tersebut, Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri mengucapkan selamat atas penghargaan yang diperolehnya Arfarina. Menurut Alhudri, Arfarina telah membuktikan hasil kerja kerasnya selama ini dalam mendampingi masyarakat, yaitu dengan sebuah penghargaan yang cukup prestisius di tingkat nasional.

“Kami keluarga besar Dinas Sosial Aceh mengucapkan selamat kepada Arfarina, dan terimakasih kepada Bu Siti (Siti Hodijah – Kasi Jaminan Sosial Keluarga) yang telah membina anak-anak PKH dengan cukup baik,” kata Alhudri.

Alhudri yakin, selain Arfarina masih banyak pendamping PKH di Aceh yang cukup bagus dan berprestasi, hanya saja yang lain belum terpilih. Untuk itu dia menghimbau kepada para pendamping agar tetap terus mengabdi kepada masyarakat.

“Kita ingin sama-sama menekan angka kemiskinan, salah satunya adalah melalui bantuan sosial PKH ke masyarakat kurang mampu,” kata Alhudri.

Sementara itu, Siti Khotijah yang ikut mendampingi Arfarina ke Sulawesi mengatakan, dari 36.000 pendamping PKH yang dipanggil oleh Kementrian Sosial hanya sekitar 500 orang, dan 2 orang diantaranya berasal dari Aceh, yaitu seorang pendamping dari Aceh Barat dan Bener Meriah.

“Akhirnya yang terpilih Arfarina, pendamping PKH dari Bener Meriah. Arfarina terpilih sebagai pendamping PKH teladan nasional 2019,” kata Siti Khotijah saat dihubungi melalui WhatsApp-nya.

Menurut Siti Khotijah, Arfarina adalah pendamping yang teladan dan inspiratif. Arfarina masuk sebagai salah satu pendamping dalam seleksi tingkat provinsi dan juga yang dipilih oleh Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk dikirimkan ke tingkat provinsi.

“Berarti beliau memang pendamping yang teladan dan inspiratif,” katanya.

Menurut Siti Khotijah, selain Arfarina banyak pendamping lainnya yang juga berprestasi di Aceh, hanya saja yang lain belum terpilih tahun ini.

“Harapan saya, semoga semakin banyak pendamping-pendamping PKH yang mengikuti jejak Arfarina, serius dan bertanggung jawab serta amanah dalam mendampingi masyarakat miskin di Aceh, sehingga semakin banyak sumbner daya manusia PKH yang terpanggil di tahun depan menjadi yang terbaik untuk tingkat nasional,” pungkasnya.[]

LHOKSUKON – Unit PPA Satuan Reskrim Polres Aceh Utara melakukan penahanan terhadap HS (22) pelaku percobaan pemerkosaan terhadap M (33) seorang ibu Rumah tangga yang merupakan istri seorang anggota TNI.

Kejadian ini dilaporkan terjadi pada Rabu (26/11/2019) pada pukul 11.00 WIB dipinggir jalan Gampong Reudeup Kecamatan Lhoksukon. Baru pada pukul 18.00 WIB, pelaku diserahterimakan pihak TNI Brigif 25/Siwah ke Polres Aceh Utara.

Kasat Reskrim Polres Aceh Utara AKP Adhitya Pratama melalui Kaur Bin Opsnal-nya Aiptu Dapot Situmorang menerangkan jika pelaku ditangkap pihak TNI Brigif 25/Siwah dibantu warga saat bersembunyi disemak-semak kebun sawit tak jauh dari lokasi kejadian selang 5 jam sejak percobaan pemerkosaan dilakukan.

“Kejadian percobaan pemerkosaan ini diketahui seorang saksi dari jarak sekitar 100 meter karena mendengar jeritan korban, melihat ada orang (saksi) yang mendekat, pelaku kabur melarikan diri ke semak-semak kebun sawit.” ujar Aiptu Dapot.

Diterangkan dia, perkara percobaan pemerkosaan itu bermula ketika korban yang menggunakan sepeda motor sendirian hendak menjemput anaknya sekolah, korban secara tiba tiba dihadang dan disetop pelaku.

“Tak banyak bicara pelaku menjatuhkan korban bersama sepeda motornya ke pinggir jalan, namun korban melakukan perlawanan, membuka helm-nya dan memukul wajah pelaku, sehingga korban bisa melepaskan diri” ujarnya.

Dari pemeriksaan awal oleh penyidik, Aiptu Dapot menerangkan jika aksi pelaku dipicu hasratnya yang timbul akibat sering menonton video porno hingga teramat ingin menyetubuhi wanita.

“Karena melihat korban melintas sendirian muncul niat jahat pelaku, saat ini masih kita lakukan pemeriksaan mendalam terhadap pelaku, saksi dan korban.” pungkasnya.

Akibat perbuatannya, penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 48 Jo Pasal 46 Qanun Aceh No 6 tahun 2014 dan terancam hukuman 175 Bulan Kurungan atau 175 Hukuman Cambuk.

Seorang guru kontrak di sebuah sekolah dasar (SD) di Banda Aceh ditangkap karena diduga mencabuli enam siswinya. (Agus Setyadi/detikcom)
Banda Aceh - Seorang guru kontrak di sebuah sekolah dasar (SD) di Banda Aceh ditangkap karena diduga mencabuli enam siswinya. Pelaku SB (33) melakukan aksinya dengan modus menyuruh korban menghafal kitab.

"Pelaku yang sudah beristri ini baru dua bulan bekerja sebagai guru kontrak di SD tersebut. Selama dua bulan, ada enam korban yang dia cabuli," kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Trisno Riyanto kepada wartawan di Mapolresta, Rabu (27/11/2019).

Kasus ini terungkap setelah seorang korban melapor kepada orang tuannya telah dicabuli. Menurut Trisno, saat kejadian, korban yang masih kelas 4 SD duduk di bangku belakang lalu didatangi pelaku.

SB, yang mengajar mata pelajaran agama, menyuruh korban menghafal kitab ketika siswa lain ke luar kelas untuk beristirahat. Tiba-tiba, dia mencabuli korban serta menjanjikan korban uang Rp 5 ribu.

Tersangka SB juga meminta korban tidak menceritakan kejadian yang menimpanya kepada orang tuanya. Aksi pencabulan itu dilakukan SB pada Rabu (20/11).

"Selesai mencabuli, SB bilang sama korban 'besok lagi ya'. Dia juga melakukan pencabulan terhadap korban lain dengan modus yang sama," jelas Trisno didampingi Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh AKP M Taufiq.

Setelah kejadian, korban melapor kepada orang tuanya. Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polresta Banda Aceh. Polisi turun tangan melakukan penyelidikan dan membekuk SB di rumah istrinya di Padang Tiji, Kabupaten Pidie, pada Kamis (21/11).

Trisno mengungkapkan korban pencabulan SB adalah siswi kelas 4 serta kelas 6 SD. Satu korban dicabuli pelaku sebanyak dua kali.

"Pelaku kita jerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak," ungkap Trisno. | Detik.com

ILUSTRASI: Helikopter milik pasukan Prancis di Mali (MICHELE CATTANI / AFP)
StatusAceh.Net - Pemerintah Prancis tengah bersedih setelah 13 tentara mereka tewas dalam kecelakaan helikopter di Mali, Senin (25/11) malam waktu setempat. Saat itu, tentara Prancis tengah melakukan penyisiran pemberontak Mali. Mereka memang ditugaskan untuk menghadapi pemberontak Mali.

Pada Selasa (26/11), Prancis mengatakan itu sebuah kehilangan besar pasukan Perancis dalam pertempuran di wilayah tersebut sejak melakukan intervensi di sana pada 2013. Prancis memiliki pasukan Barkhane yang berkekuatan 4.500 personel untuk melawan pemberontakan Islam di wilayah Sahel. Kekerasan oleh gerilyawan yang terkait dengan Alqaida dan Negara Islam di daerah yang jarang penduduknya itu telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

“Presiden mengumumkan dengan sangat sedih kematian 13 tentara Prancis di Mali pada 25 November malam, dalam suatu kecelakaan di antara dua helikopter mereka selama misi tempur melawan para pejihad,” sebut pernyataan dari kantor presiden Prancis.

Hanya saja, kondisi di sekitar terjadinya kecelakaan itu belum jelas. Menteri Angkatan Bersenjata Prancis, Florence Parly, mengatakan insiden itu terjadi ketika helikopter sedang dalam penerbangan. Kementerian Pertahanan mengatakan helikopter yang terlibat adalah Tiger dan Cougar dan operasi berlangsung di Mali tengah.

“Mereka mendukung pasukan komando dari pasukan Barkhane yang terlibat dengan teroris bersenjata,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Prancis melakukan intervensi di Mali enam tahun lalu untuk mengusir militan Islam yang telah menduduki utara. Prancis sejak itu mempertahankan pasukan di wilayah itu sebagai bagian dari operasi kontra-terorisme Barkhane. Sementara kekuatan barat telah memberikan dana kepada pasukan regional yang terdiri dari tentara dari Mali, Niger, Burkina Faso, Chad, dan Mauritania. | Jawapos

Ilustrasi
Meulaboh - Satu perangkat pengeras suara aktif milik Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat rusak usai disambar petir, Senin malam. Selain itu, satu set kamera pengintai (CCTV) masjid juga rusak setelah kabelnya ikut hangus terkena petir.

"Perangkat speaker aktif yang baru dipasang pada tahun 2019 ini sudah rusak karena tersambar petir," kata Sekretaris Badan Kemakmuran Masjid Agung Baitul Makmur, Kabupaten Aceh Barat, Deri Darmawan, di Meulaboh, Selasa kemarin.

Alat tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat yang pengadaannya dibeli pada Tahun Anggaran 2019.

"Kemungkinan kerusakan perangkat pengeras suara ini masih bisa diperbaiki, karena masih masa pemeliharaan," kata Deri.

Ia juga mengakui pihak masjid tidak berani menangani kerusakan tersebut karena harus menunggu kedatangan teknisi dari Jakarta.

"Untuk dilakukan perbaikan perangkat pengeras suara yang rusak," ungkapnya. | Merdeka.com

Petugas kepolisian saat mengangkat bayi laki-laki yang ditemukan di tepi jalan Medan - Banda Aceh, Selasa pagi tadi (26/11/2019). (Waspada/dede)
Langsa – Warga Gampong Lhok Banie, Kecamatan Langsa Barat, Aceh, heboh dengan penemuan seorang bayi laki-laki diperkirakan berusia 2-3 hari, Selasa pagi tadi (26/11/2019) di tepi jalan Medan – Banda Aceh.

Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan, melalui Kapolsek Langsa Barat, Ipda Mulyadi mengatakan, bayi tersebut ditemukan sekitar pukul 07:00 WIB pagi tadi, saat seorang warga sedang melintasi jalan yang sepi lintasan Medan – Banda Aceh, persisnya di Gampong Lhoek Banie.

Saat itu, warga curiga mendengar tangisan bayi, lalu mencari asal-usul suaranya. Ternyata ada bayi laki-laki terbungkus kain yang sengaja diletakkan begitu saja di beram jalan.

“Waktu itu saksi langsung melaporkan ke Polsek Langsa, Polsek terdekat dari TKP. Lalu pihak Polsek Kota berkoordinasi dengan kita Polsek Langsa Barat,” jelasnya.

Mendapati laporan tersebut, pihaknya bersama Polsek Langsa menuju TKP dan langsung mengevakuasi bayi ini ke RSUD Langsa untuk mendapatkan perawatan medis.

“Bayi laki-laki yang belum diketahui siapa orang tuanya ini sekarang telah dievakuasi ke IGD RSUD Langsa. Kondisi bayi dalam keadaan sehat, dan kini sudah dalam perawatan pihak medis di RSUD Langsa,” ujar Kapolsek. (Waspada Aceh)

,
Aceh Besar – Anggota Koramil 18/Ingin Jaya melaksanakan Pemeliharaan Bangunan (Harbang) Satuan yang sudah usang dan pembersihan pangkalan Makoramil, Selasa (26/11/19).

Danramil 18/Ingin Jaya Kapten Inf Sumastono mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan upaya satuan untuk memelihara kondisi Markas Koramil (Makoramil) sehingga dapat menciptakan suasana kenyamanan dan keindahan di lingkungan Makoramil.

“Ini sebagai upaya kita supaya suasana di Makoramil jadi lebih nyaman dan indah, karena pemeliharaan makoramil itu penting kita lakukan,” kata Danramil.

Disampaikan, pemeliharaan yang dilakukan meliputi pengecatan ulang, pembenahan plafon yang rusak, dan perbaikan sarana dan prasarana perkantoran lainnya yang perlu diperbaiki.

“Dalam setahun sekali kita lakukan pemeliharaan sarana dan prasarana kantor agar tetap terawat dengan baik, walaupun usia bangunan sudah tidak muda lagi,” paparnya.

Ia menambahkan, pemeliharaan ini tidak dapat terlaksana dengan baik apabila tidak ada kesadaran dan kemauan dari dalam diri masing-masing anggota yang bertugas di satuan tersebut.

“Karena indah dan nyaman itu butuh biaya, tenaga dan pikiran kita semua. Oleh sebab itu, kita harus bekerja dengan ikhlas guna menunjang tugas-tugas kedepannya” pungkasnya.

,
Aceh Besar – Komando Rayon Militer 03/Lhoknga mengelar acara silaturahmi dengan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) di Aula Makoramil Desa Mon Ikeun Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar, Selasa (26/11/19).

Danramil 03/Lhoknga Mayor Inf Abdul Hamid menyampaikan, bahwa acara ini bertujuan untuk memperkuat sinergitas dengan seluruh lapisan masyarakat sehingga situasi keamanan yang kondusif dapat terus terpelihara.

“Melalui momen ini, kita kuatkan sinergitas kita, supaya kondusifitas keamanan wilayah tetap terpelihara dengan baik,” ujarnya.

Dikatakan, acara ini bukan sekedar pertemuan biasa, melainkan untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat agar bisa duduk bersama dalam mencari solusi menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi di wilayah.

“Saya harap kita acara seperti ini bisa terus kita lakukan, supaya berbagai hal yang terjadi bisa kita selesaikan bersama,” ujarnya

Pada kesempatan itu, Danramil juga berpesan, supaya mewaspadai terhadap penyebaran berita yang bertujuan untuk saling tuduh menuduh antara satu dan yang lainnya.

“Kami selaku Muspika berpesan kepada masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan berita bohong yang ingin memperkeruh persatuan dan kerukunan antar masyarakat,” pesannya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Lhoknga Drs. Syarbini. MM, Wakapolsek Lhoknga Ipda Salis, Ketua MPU Kecamatan Lhoknga Tgk. Fauzi, Para Imum Mukim dan Geuchik se Kecamatan Lhoknga.

Karangan Bunga untuk Ahok di Pertamina. (Suara.com/Fadil)
Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok secara resmi telah menjabat Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) usai mendapatkan SK di Kementerian BUMN.

Usai menerima SK pengangkatan, Ahok langsung menuju kantor barunya di Jalan Perwira 2 di Kompleks Perkantoran Pertamina Pusat, Jakarta.

Ahok tiba sekitar Pukul 11:05 Wib dengan mobil Toyota Land Cruiser berwarna hitam dengan nomor polisi B 1171 BH.

Ahok nampak menggunakan batik berwarna coklat, kedatangan Ahok pun mengelabui sejumlah pewarta yang telah menunggunya, Ahok tiba-tiba langsung masuk ke kedalam ruangannya yang berada di lantai dua.

Dari keterangan sejumlah petugas keamanan di Pertamina Ahok memang datang tidak diketahui.

"Tadi sudah datang 5 menit yang lalu, masuk dari pintu ini (Perwira 2)," kata seorang petugas keamanan tersebut kepada wartawan, Senin (25/11/2019).

Dari pantauan Suara.com, di kantor barunya ini hanya ada satu buah karangan bunga ucapan selamat untuk Ahok.

Karangan bunga tersebut berasal dari Petrus Tjokro dan Keluarga yang bertuliskan selamat dan sukses atas terpilihnya Bpk Ir, Basuki Tjahaja Purnama, MM selaku Komisaris Utama Pertamina. | Suara.com


Lhokseumawe - Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Pusat, Wilson Lalengke, S.Pd, M,SC, MA resmi melantik pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPWI Kota Lhokseumawe periode 2019 - 2024 di Gedung ACC Universitas Malikussaleh, Sabtu (23/11).

Dalam acara pengukuhan tersebut, turut di hadiri oleh Walikota Lhokseumawe yang di wakili oleh asisten III Miswar,
 Kapolres Kota Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan yang di dampingi Kasat Reskrim AKP Indra Trinugraha Herlambang, S.Ik, Kapolres Aceh Utara, Kasdim 0103 Kabupaten Aceh Utara, Danrem, pimpinan OKP, BEM lintas kampus di Aceh Utara dan Lhokseumawe. 

Pengukuhan yang dirangkai dengan diskusi publik, sosialisasi pilar kebangsaan "Tangkal Hoax dan Radikalisme", menghadirkan tiga nara sumber, yaitu Fachrul Razi Senator Aceh, Wilson Lalengke Ketua Umum PPWI Pusat, Kapolda Aceh yang diwakili oleh Kasatreskrim Polres Lhokseumawe Indra T Herlambang.

Ketua Umum PPWI Pusat Wilson Lalengke dalam sambutannya menyampaikan, kehadiran PPWI di kota Lhokseumawe diharapkan dapat memberi warna baru dan dapat bersinergi dengan berbagai organisasi dan instansi.

"Kita berharap pengurus PPWI yang baru saja di lantik dapat bekerja sama dengan lintas organisasi dan instansi dalam memperjuangkan kemerdekaan pers seperti yang diamanahkan dalam undang-undang nomor 40 tahun 1999" Tutur Wilson. 

Wilson juga mengharap, pengurus PPWI Kota Lhokseumawe harus mampu menjadi pilar terdepan dalam melawan Hoax dan radikalisme.

Setiap pewarta yang bernaung dalam organisasi PPWI harus mampu menyajikan berita produk jurnalistik, akurat dan berimbang, ujar wilson

"setiap informasi yang di sampaikan melalui media harus sebuah realitas dan bukan hoax,
para pewarta di harapkan benar-benar menjadi salah satu fungsi kontrol sosial di tengah-tengah Masyarakat" Tutup Wilson.(Red/rls)

BENER MERIAH - Terkenal dengan dataran tinggi serta sebagai penghasil kopi, kali ini Kabupaten Bener Meriah menjadi tuan rumah dari rangkaian agenda Gayo Alas Mountain (GAMI) Festival 2019 dengan dihelatnya Festival Guel dan Fiesta Panen Kopi.

Festival yang berlangsung di Lapangan Umah Pitu Ruang, Bale Atu, Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah, Jumat (22/11/2019) malam tersebut dibuka langsung Bupati Bener Meriah Sarkawi.

"Tari Guel adalah salah satu khasanah budaya daerah dataran tinggi Gayo. Selain sebagai hiburan, tarian tradisi ini juga erat kaitannya dengan upacara adat. Istilah Guel memiliki arti membunyikan atau memukul suatu benda hingga menimbulkan suara," sebut Sarkawi dalam pidato pembukaannya.

Sarkawi berharap, adanya festival ini bisa mendorong ekonomi kreatif, menggerakkan sektor pariwisata di wilayah dataran tinggi Gayo yang diperkenalkan secara bersamaan sehingga tumbuh seperti seni, budaya dan pariwisata nasional lainnya.

Dalam sambutnyan tersebut, Sarkawi juga mengumumkan bahwa Kabupaten Bener Meriah berhasil meraih juara di Anugerah Pesona Indonesia (API) Award atas terpilihnya air terjun Tensaran Bidin untuk kategori Surga Tersembunyi 2019.

Pembukaan Festival Guel Berlangsung Meriah

Penampilan tari kolosal "Harmony" menjadi pembuka Festival Guel, tarian yang dibawakan oleh puluhan penari dari siswa-siswi SMAN 1 Bukit dan SMAN Unggulan Binaan dari Bener Meriah tersebut menarik antusias pengunjung yang hadir.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh yang diwakili oleh Kepala Bidang Bahasa dan Seni Suburhan menyebutkan, adanya festival ini menjadi sarana yang baik untuk menjaga kearifan budaya lokal agar tidak tergerus oleh zaman.

"Pemerintah Aceh melalui Disbudpar Aceh sangat serius dalam melindungi, membina, dan mengembangkan pelestarian seni budaya daerah. Terlebih lagi Aceh memiliki banyak kearifan lokal budaya yang patut untuk dijaga bersama agar tidak terbawa arus globalisasi budaya luar," sebut Suburhan dalam sambutannya.

Suburhan juga menyebutkan, dalam Festival Guel ini diikuti oleh 21 grup yang ikut serta dalam perlombaan.

"Ada 18 grup dari Aceh Tengah dan Bener Meriah, dan 3 grup peserta dari Banda Aceh, Aceh Besar dan Lhokseumawe. Perlombaan tari Guel dimulai pada Sabtu (23/11/2019) yang nantinya akan diumumkan pemenang pada malam penutupan," sebutnya.

Selain perlombaan, pada panggung utama Festival Guel juga akan diisi oleh sejumlah hiburan dan penampilan, seperti Rial Donni dan Fajar Maulidi, serta Ervan Ceh Kul pada malam penutupan, Minggu (24/11/2019).

Pada pembukaan Festival Guel sendiri turut hadir Wakil Bupati Gayo Lues, Forkopimda Bener Meriah, DPRK Bener Meriah, serta Pejabat Perangkat Daerah Kabupaten Bener Meriah.[] 

PIDIE – Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri bersama rombongan melakukan penjajagan awal di Desa Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Sabtu 23 November 2019. Penjajagan itu dilakukan atas perintah Plt Gubernur, Nova Iriansyah yang menginginkan agar Alhudri turun langsung untuk melihat dan mendata secara langsung permasalahan sosial, ekonomi, dan pembangunan yang dialami masyarakat setempat.

Untuk diketahui, Desa Blang Pandak adalah desa yang tingkat kesejahteraannya masih tertingggal dibandingkan dengan desa-desa lain yang ada di Kecamatan Tangse.

“Atas perintah Bapak Plt Gubernur inilah kami turun dan ingin melihat langsung permasalahan yang ada di Blang Pandak ini,” kata Alhudri didampingi Kepala Dinas Sosial Pidie, Muslim kepada Kepala Desa Blang Pandak, Banta Lidan

Untuk itu, Alhudri kepada Banta Lidan dan petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Tangse yang turut hadir pada kunjungan tersebut, meminta agar diberikan data yang akurat kepadanya  terkait permasalah yang dihadapi masayarakat setempat.

Data tersebut nantinya akan disampaikan ke Plt Gubernur Aceh, untuk kemudian disampaikan kepada para kepala satuan kerja perangkat Aceh (SKPA) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik itu dalam urusan permasalahan sosial, perekonomian, infrastruktur, dan administrasi kependudukan.

“Ini sebagai wujud nyata bahwa pemerintah hadir di tengah-tengah persoalan masyarakat,” kata Alhudri.

Alhudri mencontohkan, sebelumnya Dinas Sosial Aceh melakukan hal serupa di beberapa daerah terpencil di Aceh, diantaranya di Kemukiman Jamat, Kabupaten Aceh Tengah, Desa Sikundo, Kecamatan Pante Cereumen, Kabupaten Aceh Barat, dan Desa Bintah, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya. Dari hasil penjajagan awal tersebut, Nova Irinsyah memboyong serta belasan SKPA ke daerah-daerah tersebut dalam bentuk bakti sosial untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Misalnya kita punya masalah dengan jalan, pertanian, kesehatan, administrasi kependudukan,  dan sejumlah permasalahan lainnya, nanti melalui Pak Plt Gubernur Aceh kita bawa dinas-dinas terkait kemari,” kata Alhudri.

Sementara itu Banta Lidan mengaku memang sangat membutuhkan kehadiran Pemerintah Aceh dalam menyelesaikan permasalahan sosial dan pembangunan di daerahnya. “Misalnya jalan seperti yang bapak lihat, dan banyak juga masalah lainnya di sini,” katanya.

Korban Kebakaran Bireuen Sudah Terima Bantuan

Sepulang dari Blang Pandak, Alhudri menghubungi pihak Dinas Sosial Bireuen untuk menanyakan kondisi terakhir pascakebakaran yang menghanguskan 10 toko di Desa Sangso, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Bireuen, Ilyas Cut Ali kepada Alhudri mengatakan, pihaknya bersama Tagana setempat sudah membuka dapur umum dan menyerahkan bantuan logistik berupa sandang pangan untuk para korban yang diambil dari gudang milik Dinas Sosial Aceh yang ada di daerah tersebut.

“Hingga tadi malam Tagana kita masih di lapangan untuk bersih-bersih, sementara bantuan masa panik juga sudah kami salurkan,” katanya.

Sementara itu para korban sudah kembali ke rumah masing-masing, karena yang terbakar hanya toko tempat berjualan. “Mereka semua ada rumah masing-masing,” katanya.

Dinsos Pasok 1 Truck Logistik untuk Gudang Logistik di Pidie

Sepulang dari Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Alhudri membawa serta satu truck berisi logistik yang dibawa dari Banda Aceh untuk dipasok ke dalam gudang milik Dinas Sosial Aceh di kabupaten tersebut. Bantuan logistik tersebut diterima langsung oleh Kadinsos Pidie, Muslim

Kepada Alhudri, Muslim mengucapkan terima kasih atas bantuan logistik tersebut. Sementara Alhudri mengingatkan agar bantuan tersebut bole disalurkan kapan saja oleh pihak Pemerintah Kabupaten Pidie bersama Tagana setempat untuk para korban bencana, baik itu bencana alam maupun bencana sosial.

“Yang kita inginkan adalah masyarakat tidak kelaparan,” kata Alhudri.

Sebelum pulang, Alhudri menyempatkan untuk memeriksa gudang logistik dan mengingatkan agar dalam penataan gudang tersebut harus menganut semangat gerakan BEREH yang dicetuskan oleh Sekda Aceh Taqwallah, serta logistik tersebut dipisahkan berdasarkan sumber anggaran.

“Agar gudang ini tertata dengan rapi dan indah,” kata Alhudri. []
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.