2017-12-03

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

StatusAceh.Net - Banjir yang kian meninggi, masalah yang kian meningkat membuat kawasan Aceh Utara dan sekitarnya perlu perhatian dari ranah publik berupa bantuan kemanusiaan. Semakin hari kebutuhan sehari-hari masyarakat semakin minim dan berkurang.

Beberapa perwakilan anggota pemuda peduli pasee berinisiatif untuk melakukan aksi galang dana di beberapa daerah, guna meringankan sedikit beban korban banjir dari segi kekurangan kebutuhan penunjang hidup. Yang nantinya dana tersebut akan dialokasikan untuk membeli pakaian, makanan, selimut, dan juga berbagai kebutuhan lainnya.

Galang dana dilakukan di daerah keude geudong dan bayu pada hari selasa 4 Desember hingga hari ini, 09 Desember 2017, dan akan dilakukan lagi hari jumat dan sabtu agar terkumpul cukup untuk disalurkan ke lebih banyak yang membutuhkan. "Semoga pemuda bermental penggerak terus bersinergi bersama masyarakat kedepannya" kata salah satu anggota bernama Rizzki.

Pewarta : Muhammad Rizki

,
Aceh Utara - Dalam rangka mengantisipasi terjadinya Bencana Alam seperti Gempa Bumi, Tanah Longsor maupun Banjir, di Wilayah Korem 011/Lilawangsa, Provinsi Aceh, Sabtu (9/12/2017).

Maka, satuan Korem 011/Lilawangsa mengelar kegiatan latihan simulasi penanggulangan Bencana Alam. Namun pada pelaksanaan latihan  penangulangan Bencana Alam tersebut, Real (Nyata) terjadi.

Seperti saat ini, di Desa Simpang Rangkaya khususnya, Kebupaten Aceh Utara pada umumnya, ratusan rumah warga masyarakat terendam banjir saat di guyuran air hujan melanda. Sehingga bertepatan dilaksanakan latihan penanggulangan oleh satuan Korem 011/Lilawangsa, maka pelaksanaan di lapangan Nyata dilakukan.

Hal itu dikatakan Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono melalui  Kepada Staf Korem (Kasrem) 011/Lilawangsa Letkol Inf Shofanudin saat menutup latihan simulasi penanggulangan bencana alam.


“Kegiatan ini merupakan program tetap Korem 011/Lilawangsa dalam memelihara kemampuan dan ketrampilan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman prosedur hubungan Komandan dan Staf, pelaksanaan operasi bantuan penanggulangan bencana alam, penanganan pengungsi serta pemberian bantuan kemanusiaan.Sehingga  prajurit dan satuan senantiasa siap operasional kapan saja dan dimana saja terjadinya Bencana Alam” jelasnya.


Ditambahkan Kasrem, kita ketahui bersama, saat ini iklim cuaca di Wilayah Korem 011/Lilawangsa khususnya sangat Ekstrem. Oleh karena itu, tujuan dilaksanakan latihan tersebut. “Jangan sampai saat akan mengevakuasi korban, malah menjadi korban karena kita tidak terlatih, begitu juga dihadapkan Bencana Alam tersebut, malah kita tidak tau mau berbuat apa, hal itu hendaknya jangan sampai terjadi”, katanya.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur diantaranya,  Polres Aceh Utara, Dinas Kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI) dan Pemadam Kebakaran wilayah Aceh Utara. Dengan maksud apabila terjadi bencana alam penanganan akan semakin cepat dan saling memahami, pungkas Kasrem usai menutup latihan Real Bencana Alam.(Laung)

,
Lhokseumawe - Korem 011/Lilawangsa mengelar kegiatan Karya Bhakti Massal diikuti sebanyak 600 orang terdiri dari prajurit TNI/Polri, masyarakat dan para Santri Pesantren Modern Misbahul Ulum.

Gerakan Karya Bhakti Massal ratusan orang tersebut, diselenggarakan oleh satuan Korem 011/Lilawangsa dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika, Hari Infanteri, HUT Kodam IM dan Hari Kowad.

Kegiatan berupa gotong royong bersama diantaranya, seperti membersihkan tempat Saluran Irigasi, Jalan, tempat Ibadah umat muslim (Masjid), dan tempat lainnya di Desa Paloh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Wilayah Korem 011/LW, Jumat (08/12/2017).

Dihadapan ratusan orang peserta apel Karya Bhakti Massal, Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono melalui Kasi Teritorial Korem 011/LW Letkol Inf Yogi Bahtiar menyampaikan, terimakasih kepada seluruh intansi dan masyarakat atas keikut sertaan semangat dan dukungan kegiatan karya bakti gotong royong bersama hari ini.

“Dilaksanakan kegiatan karya bakti massal ini, dalam rangkaian memperingati Hari Juang Kartika, Hari Infanteri, HUT Kodam Iskandar Muda dan Hari Kowad,  khususnya di Wilayah Korem 011/Lilawangsa dan jajaran”, jelasnya.

Diharapkan, melalui karya bakti massal, dapat membawa kesadaran kita semua, khususnya Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe Wilayah Korem 011/Lilawangsa, atas pentingnya kesehatan dan kebersihan lingkungan sekitar masing-masing, termasuk tempat saluran irigasi, penampungan sampah, dan tempat-tempat peribadahan seperti Masjid maupun tempat peribadahan lainnya, harap Kasiter.

“Semangat dan kekompakan gotong royong bahu membahu bekerja sama yang selama ini sudah baik, agar terus ditingkatkan, sehingga dapat dicontoh bagi daerah-daerah lainnya”, pungkas Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Korem 011/LW Letkol Inf Yogi Bahtiar.

Kegiatan Karya Bhakti Massal dalam rangka Hari Juang Kartika, Hari Infanteri, HUT Kodam IM dan Hari Kowad, dipimpin oleh koordinator Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Korem 011/Lilawangsa Letkol Inf Yogi Bahtiar dan didampingi Pasi Puanter, Mayor Kav Yusri, di lain tempat terpisah.[Laung]

StatusAceh.Net - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh akan menyelenggarakan pameran kerajinan dan makanan unggulan dari 23 kabupaten/kota di Anjong mon mata banda Aceh, pada 11-13 Desember 2017.

Kegiatan itu digelar dalam rangka Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) Dekranasda se-Aceh.

“Setiap daerah di Aceh tentu memiliki keunggulannya masing-masing yang akan dipamerkan sekaligus sebagai ajang untuk melakukan promosi pada saat Rakerda nanti,” ujar Ketua Dekranasda Aceh Darwati A Gani, sebagaimana dikutip dari Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin, Lc, MH, Jumat (08/12/2017).

Ia menambahkan, produk-produk kerajinan yang akan di pamerkan dan di perjualbelikan adalah berbagai kerajinan unggulan dari masing-masing daerah, seperti aneka kerajinanan bordir kerawang, sulaman benang emas/ kasab, anyaman pandan seperti aneka produk dari tikar, tenun khas masing2 daerah, kerajinan batang kelapa, batik Aceh, rajutan dan berbagai jenis kerajinan kreatif lainnya.

“Pameran ini terbuka untuk umum, dan bagi masyarakat yang ingin berkunjung bisa datang mulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 21.00 wib. Kami sangat mengharapkan masyarakat dapat mengunjungi stand pameran tersebut.”lanjutnya lagi.

Selain itu menurut Darwati, kesempatan tersebut juga menjadi ajang yang sangat bagus bagi masyarakat yang ingin mengetahui maupun membeli aneka produk kerajinanan dari 23 kabupaten dan kota di Aceh.

Sementara itu terkait dengan kegiatan Rakerda Dekranasda se Aceh, Mulyadi menyebutkan hal itu dalam rangka membahas program-program kerja Dekranasda se Aceh dan isu-isu strategis lainnya dalam rangka mendukung program pemerintah di daerahnya masing-masing

“Kegiatan ini akan diikuti oleh para isteri bupati/walikota selaku ketua Dekranasda dari 23 Kabupaten kota di Aceh, serta para tamu undangan lainnya,” lanjutnya lagi.(Rill)

Lhokseumawe - Angka kecelakaan di Kecamatan Muara Dua tertinggi di wilayah hukum Polres Lhokseumawe, hal tersebut terungkap ketika Polres Lhokseumawe melakukan evaluasi kinerja khususnya satuan lalu lintas di Aula tribrata Polres Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S.Ik, MH melalui Kasat Lantas Iptu Mulyana mengatakan, kasus Laka lantas tertinggi dibulan ini ada di wilayah Muara dua Kota Lhokseumawe, dengan Kasus laka lantas sebanyak 7 kasus dengan korban meninggal dunia 4 orang.

"Laka lantas tersebut sering terjadi di kawasan panggoi dan blang panyang, hal ini akan dievaluasi, seperti didepan bengkel Blang panyang ada sedikit tikungan yang dilokasi tersebut ada lubang yang beberapa hari kemarin menyebabkan laka lantas."ujar Iptu Mulyana, sabtu pagi (8/12)

Sambungnya, untuk bulan oktober angka kecalakaan mencapai 22 kasus dan dibulan November sebanyak 20 kasus, meningkat 2 kasus. Sementara untuk meninggalndunia disebabkan laka lantas di bulan oktober ada 5 orang sedangkan di bulan november 10 orang, angka kematian akibat laka lantas meningkat 50 persen dibulan November.

Hindari meninggkatnya korban laka lantas, pihaknya menghimbau agar pengguan jalan waspada dan berhati-hati dalam berkendaraan serta mentaati peraturan berlalu lintas."imbau Kasat Lantas

Berikut kawasan rawan laka di wilayah hukum Polres Lhokseumawe diantaranya desa Pusung Kecamatan Samudera Aceh Utara Jalan Medan-Banda Aceh 284, Desa mancang Kecamatan Muara Samudra Jalan Medan-Banda Aceh 283, Desa Langi Kecamatan Syamtalira Bayu Aceh Utara Jalan Medan-Banda Aceh KM 279.

Desa Ulee Blang mane Kecamatan Blang Mangat Jalan Medan-Banda Aceh  km 276 Desa Blang panyang Kecamatan Muara dua Pemko Lhokseumawe Jalan Medan-Banda Aceh KM 280,  Desa panggoi Muara dua Kota Lhokseumawe jalan Medan-Banda Aceh  km 267, Desa Meunasah mesjid Kecamatan Muara Dua Lhokseumawe Jalan Medan-Banda Aceh km 269.

Desa Muria Paloh Muara Dua Lhokseumawe Jalan Medan Banda Aceh KM 264, Desa tambon baroh dewantara kecamatan Aceh utara jalan Medan-Banda aceh km 256, Desa Lancang barat Kecamatan Dewantara Aceh utara jalan Medan-Banda aceh km 250, Desa mane tunong Kecamatan Muara batu aceh utara jalan Medan-Banda aceh km 247.(RMD)

Tgk Ismuhadi
JAKARTA- Setelah sempat ditangkap sebuah hotel di Jakarta atas dugaan terlibat narkoba pada 4 Agustus 2016 lalu, akhirnya setelah melalui proses serta pemeriksaan yang intensif,akhirnya pihak Badan Nasional Narkotika (BNN) membebaskan Tgk Ismuhadi dari segala tuduhan keterlibatan dalam jaringan narkotika.

BNN pusat juga mengembalikan semua barang yang sempat di sita dari tgk ismuhadi saat dilakukan penangkapan bersama tersangka Sulaiman alias Riki di sebuah hotel kawasan jakarta.

Ini ditandai dengan ungkapan Penyidik Utama Kombes Pol Dr. Wagiman SH. M.Hum dan penyidik pratama  Marini Fransiska SH  yang tertuang dalam surat Berita Acara Serahterima Barang Bulkti yang tertanggal 30 November 2017 pukul 14:00 WIB.

Sesuai isi dari surat tersebut menyebutkan secara tegas jika Tgk Ismuhadi sama sekali tidak terlibat dalam tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan narkotika berdasarkan laporan nomor: LKN/77-TTPU/VIII/2016/BNN, tanggal 24 Agustus 2016 dengan tersangka atas nama Sulaiman alias Riki.

“ Dikantor BNN jalan MT. Haryono nomor 11 Cawang Jakarta Timur guna pengembalian barang bukti karena tidak terbukti dalam dugaan tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana asal Narkotika “, tulis penyidik dalam surat tersebut.

Sememtara itu Tgk Ismuhadi yang dihubungi Redaksi, menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas dibebaskan dirinya dari dugaan terlibat dalam kasus narkotika dan mengembalikan semua barang serta surat-surat penting lainnya oleh BNN kepada dirinya, Jumat, Senin (30/12/2017).

Surat pengembalian barang 
Tgk Ismuhadi yang sempat ditetapkan sebagai tersangka serta dijerat Pasal 131 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkoba dan sempat mendekam selama 7 bulan di Rutan Salemba Jakarta Pusat berharap dengan diterbitkan surat tanda pengembalian barang miliknya yang sempat disita darinya dapat membuktikan kepada masyarakat luas khususnya dikampung halamannya yakni Aceh jika dirinya “ Clear of The Drugs “ bersih dari narkoba.

“ Alhamdulillah, Saya yakin Allah itu maha tahu mana yang haq dan batil, hari ini barang-barang saya yang disita telah dikembalikan semua karena saya memang sejak awal tidak pernah terlibat dengan hal berbau narkoba, semoga masyarakat,teman,sahabat maupun saudara saya di Aceh tahu Tgk Ismuhadi tidak pernah terlibat narkoba dan saya orang yang paling benci dengan narkoba “,ungkap tgk ismuhadi yang juga sahabat dari pimred statusaceh.net, Kamis (7/12/2017).

Seperti dilaporkan sebelumnya, seorang warga Aceh yang berinisial Is, ditangkap di sebuah hotel di Jakarta karena diduga terlibat dalam jaringan narkoba dan dijerat dengan Pasal 131 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkoba. Kala itu, Is sempat mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat, selama tujuh bulan. (Redaksi)

Polres Sampang
SAMPANG- Sidang perdana pengiriman sabu-sabu ke Kabupaten Sampang dengan pelaku Faisol dan Misbah bin Rahman yang ditangkap oleh anggota Satreskoba Polres Sampang di Jalan Raya Desa Jatra Timur, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang,Madura telah bergulir pada hari Rabu (6/12/2017).

Pada saat penangkapan, anggota Satreskoba Polres Sampang dipimpin langsung oleh Wakapolres Sampang Kompol Gusti Bagus Sulana. Setelah sidang perdana selesai, salah satu anggota awak media Gerbangnews.com mendapat informasi dari salah satu anggota LSM berinisial “D” bahwa sebenarnya barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas sebesar 14 (empat belas) kilo gram, tetapi yang dilaporkan oleh anggota Satreskoba hanya 8,6 kilo gram. Berarti 5,4 kilo gram sabu-sabu raib entah kemana dan hingga saat ini menjadi misteri.

Menurut “D” mengatakan, saya sempat bertanya kepada anggota Satreskoba Polres Sampang, tetapi tidak mendapat jawaban dan pembicaraan dialihkan ke kasus atau masalah yang lain.” Pertama bilang 9 kilo gram, setelah itu berubah lagi jadi 8,6 kilo gram, seperti ada yang ditutup-tutupi mas, ujarnya saat ditemui awak media Gerbangnews dirumahnya.

Adapun saat awak media Gerbangnews.com hendak menghadap ke Kapolres Sampang AKBP Taufik, SIK, SH, MH guna melakukan klarifikasi tentang temuan atau informasi yang didapat oleh anggota awak media Gerbangnews.com, tetapi beliau tidak menjawab dan hanya membaca saja WA anggota Awak media tersebut.

Sesuai Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang RI No.14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik bahwa Badan Publik wajib menyediakan informasi yang akurat, benar dan tidak menyesatkan kepada peminta informasi.(Gerbangnews)

tersangka penipuan first travel.
Jakarta - Kasus penipuan jemaah umrah PT First Anugerah Karya Wisata alias First Travel memasuki babak baru. Berkas perkara bos perusahaan yang sudah menipu ribuan jemaah itu sudah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Depok.

Praktis, Andhika Surachman, Anniesa Desvitasari Hasibuan dan Kiki Hasibuan akan segera mengahadapi meja hijau. Ketiganya sudah dilimpahkan ke Kejari Depok. Berikut barang bukti hasil kejahatan mereka menipu ribuaan jemaah pastinya.

"Insya Allah hari ini," kata Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Kombes Dwi Irianto saat dihubungi, Jakarta, Kamis (7/12).

Ketiganya tiba di Kejari Depok seitar pukul 11.10 Wib dengan menumpangi Toyota Innova hitam B 910 JAY. Mereka kompak bungkam. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar saat diberondong pertanyaan oleh awak media.

Annisa datang menggunakan kerudung pink dan hitam. Dia langsung masuk ke ruangan dengan pengawalan petugas.

Pihak kejaksaan yang bisa dimintai keterangan terkait pelimpahan ketiga tersangka dan barang bukti. "Nanti kalau sudah (lengkap) baru saya beri statemen," kata Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok, Sufari.

Ditanya hal lain, dirinya belum mau berkomentar. "Nanti ya kalau sudah semua," ucapnya singkat.

Kasus penipuan jemaah umrah ini begitu menyedot perhatian masyarakat bahkan petinggi negara. Bagaimana tidak, trio Andhika, Anniesa dan Kiki sukses menipu mentah-mentah sekitar 58.682 calon jemaah umrah, periode Dessember 2016 hingga Mei 2017.

Dari puluhan ribu calon jemaah yang tidak jelas keberangkatannya itu, First Travel mengantongi Rp 848.700.100.000.

Menurut data yang disita polisi, jumlah calon jemaah dalam kurun waktu tersebut berjumlah 72.682, namun baru 14.000 orang yang diberangkatkan ke Tanah Suci.

Modusnya, ketiga bos First Travel membuat promo perjalanan umroh yang terbilang cukup miring. Harga murah meriah itulah yang menarik calon jemaah untuk mengikuti promo.

Calon jemaah pun sudah melunasi pembayaran. Nahas, mereka tak kunjung berangkat. Malah, calon jemaah yang rata-rata berusia lanjut itu kembali dimintai sejumlah uang oleh First Travel dengan alasan jika ingin cepat mendapatkan tanggal keberangkatan.

Janji hanya janji. Calon jemaah kembali menggigit jari usai menyetorkan uang tambahan itu.

Nama penyanyi Syahrini, Vicky Shu hingga pemain film Ade Irawan pun masuk dalam pusaran kasus penipuan itu.
Baca Selanjutnya

Sport - Ketua umum PSSI Edy Rahmayadi, angkat bicara terkait buruknya kualitas Stadion Harapan Bangsa, tempat digelar Aceh World Solidarity Cup (AWSC) 2017. Ia menyebutkan tempat tersebut merupakan yang paling bagus di Aceh.

Sepanjang ajang tersebut bergulir yang menjadi sorotan publik adalah lapangan. Hujan deras yang mengguyur membuat tempat itu dipenuhi lumpur sehingga pemain jadi sulit bergerak.

Akibatnya, semua konstestan yang ambil bagian dalam turnamen ini mengeluhkan kondisi stadion. Bahkan, penyerang timnas Indonesia Ilija Spasojevic, harus terlebih dahulu menyingkirkan lumpur ketika ingin menendang penalti di laga kontra Mongolia.

"Itu adalah lapangan terbaik di Aceh, kalau itu yang terbaik, terus yang terjelek kaya apa. Kita doakan supaya rumputnya tak gitu lagi, minus kita di lapangan," kata Edy.

"Jangankan Mongolia, tukang bajak sapi saja tahu lapangan di sana buruk. Tapi itu tetap lapangan yang terbaik yang ada di sana," ia menambahkan.

Kyrgyzstan keluar sebagai juara dari ajang tersebut. Mereka mampu mengalahkan tiga negara lainnya yang ambil bagian dalam perhelatan ini yakni Mongolia, Brunei Darussalam serta timnas Indonesia.| goal.com

Lhokseumawe- Kepolisian Resor Lhokseumawe lakukan pemasangan Police Line di jembatan Pulo Rungkom Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara yang rusak pasca bencana banjir di lokasi tersebut beberap hari yang lalu.

Pemasangan Police Line dilokasi jembatan yang menghubungkan Kecamatan Dewantara dan Kecamatan Banda Baro tersebut bertujuan untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas terhadap pengguna jalan yang melintas di lokasi tersebut.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S.Ik, MH melalui Kapolsek Dewantara AKP Erpansyah Putra, mengatakan Jembatan yang amblas tersebut berjarak LK 1 km dari jln. Medan - B aceh, saat ini jembatan tersebut hanya bisa di lewati kenderaan roda dua.


Akibat rusaknya jembatan pengguna jalan harus Menggunakan alternatif antara lain dari jalan Elak dari Blang Mangat menuju Nisam, jalan elak dari nisam menuju pabrik KKA dan KAB. Bener Meriah dan jalan Elak paya Dua Kecamatan Banda baro menju Krueng Mane Kecamatan Muara batu.

Sementara  Geuchik gampong Pulo Rungkom Adami mengatakan jembatan tersebut pernah mengalami kerusakan parah dan amblas di tahun 2012 dikarenakan curah Hujan yang tinggi sehingga  pembuangan air dibawah jembatan tersebut tidak mengalir.

Kini di tahun 2017 dengan curah Hujan yang lebih tinggi jembatan tersebut kini mengalami kerusakan dan diperkirakan akan amblas. (RMD)

BANDA ACEH - Penasihat Darma Wanita Persatuan Aceh, Darwati A. Gani, meminta para istri Aparatur Sipil Negara yang tergabung dalam organisasi DWP, untuk berkontribusi aktif dalam mendukung suksesnya pembangunan di Aceh.

"Apa yang selama ini dilakukan oleh anggota DWP tidak lepas dari misi mensejahterakan para perempuan lewat pembangunan ekonomi, pendidikan dan budaya," kata Darwati pada Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan ke 18, di Anjong Mon Mata Banda Aceh, Kamis 07/12/2017.

Ulang tahun DWP, kata Darwati, merupakan sebuah momentum yang baik untuk meningkatkan kualitas kerja dan pengabdian kita kepada bangsa.

"Mari kita tampil lebih baik dan lebih berkualitas lagi. Coba untuk terus melakukan terobosan menuju kemandirian," kata Darwati.

Merujuk pada kenyataan sejarah, bahwa perempuan Aceh merupakan pribadi mandiri dan melekat dengan jiwa perjuangan. Aceh pernah dipimpin oleh perempuan dan juga perempuan Aceh yang menjadi komandan perang. Darwati yakin, semangat pemimpin itu terus ada dalam sikap kerja pengurus dan anggota DWP Aceh.

"Bukan hanya berkontribusi dalam pembangunan, tapi kita juga harus berperanan untuk membawa perubahan," ujar Darwati.

Sementara Ketua Darma Wanita Persatuan Aceh, Syamsidarni Dermawan, mengatakan para anggota DWP dan kaum perempuan di Aceh untuk terus mengembangkan kualitas dan kritis dalam melihat isu yang berkembang.

Seluruh anggota DWP, kata Syamsidarni harus memberikan kontribusi menyeluruh kepada masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan bangsa, yang masuk dalam program prioritas DWP. Tiga program prioritas organisasi perempuan ini adalah pembinaan pendidikan keluarga dan masyarakat, pembinaan ekonomi produktif dan kreatif serta implementasi masyarakat hidup sehat.

"Kita harus bisa ikut aktif sebagai kreator di lapangan," kata Syamsidarni.

Selebihnya, Syamsidarni meminta agar seluruh anggota DWP sebagai mitra strategis pemerintah dalam hal ketananan keluarga, untuk terus meningkatkan kualitas diri. (Humas-Aceh)

Foto Serambinews
Banda Aceh - Harga elpiji/LPG subsidi tiga kilogram atau dikenal dengan sebutan gas melon menembus Rp 28.000 per tabung di Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara.

"Memang tidak langka di wilayah kota, tapi harga LPG tinggi. Kini masih Rp 28.000 per tabung," ucap Aridawati Pinim (41), ibu rumah tangga di Kutacane seperti ditulis Antara Kamis (7/12).

Tingginya harga LPG yang disubsidi oleh pemerintah telah berlangsung lama di daerah ini dan gas melon itu diperoleh dari tingkat pedagang pengecer, sebelumnya seharga Rp 25.000 per tabung.

Bila terjadi kelangkaan akibat terlambatnya pasokan tiba, lanjutnya, maka harga gas ini di pasaran bisa melambung di atas harga Rp 30.000 per tabung.

Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) selalu menambah pasokan stok LPG tiga kilogram seperti terakhir kali menyambut perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 Hijriah yang jatuh pada tanggal 1 Desember.

PT Pertamina telah menambahkan alokasi sebanyak 66.640 tabung mulai tanggal 26-30 November 2017 di Aceh, dalam rangka peringatan maulid nabi dengan alokasi normal adalah 90.223 tabung per hari.

"Kabarnya di tingkat pangkalan pun harga tinggi. Seperti saat ini Rp 25.000 per tabung. Yang jelas, hidup masyarakat sekarang makin susah," ucap Mamak Peni (53), ibu rumah tangga lainnya.

Mita Selian (31), pedagang pengecer setempat mengatakan, hingga saat ini dirinya tidak mengetahui harga eceran tertinggi di tingkat pangkalan LPG tiga kilogram.

"Tulisan pangkalannya ada, tapi harga eceran tertingi sama sekali tidak tertera. Mungkin di sini terjadi permainan harga elpiji subsidi antara agen dan pangkalan," terangnya.

Rudi Ariffianto, Pimpinan Unit Komunikasi Pertamina MOR I Wilayah Aceh menyebut, ketahanan suplai dan stok LPG di Aceh ditunjang dengan keberadaan 65 Agen dan 2.416 Pangkalan.

Pihaknya mengimbau bagi masyarakat yg berhak mendapatkan LPG bersubsidi untuk dapat membeli langsung di pangkalan, agar harga sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah. | Merdeka.com

Banda Aceh- Mantan ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Bireuen (PB-HIMABIR) Banda Aceh Zulkarnaini mendukung sepenuhnya sikap Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang merekomendasikan lokasi pembangunan kampus IPDN Regional Aceh yang berlokasi di Kabupaten Bireuen. Apalagi, kata dia saat ini posisi kabupaten Bireuen cukup strategis yang berada ditengah sebagai kota penghubung baik dari timur, tengah dan barat dengan akses yang lancar serta didukung dengan fasilitas yang memadai.

"Keputusan Irwandi merekomendasikan Bireuen sebagai lokasi pembangunan kampus IPDN regional Aceh adalah sebuah langkah yang tepat, tentu ini akan menjadi kabar yang baik bagi Bireuen dan Aceh secara umum," katanya.

Bicara faktor pendukung, di samping tersedianya gedung sementara seperti yang telah disampaikan Gubernur Aceh, juga transportasi darat sangat mudah, apalagi transportasi udara.

"Bireuen itu dekat dengan bandara Malikussaleh, saat ini ada dua maskapai penerbangan yang melayani penerbangan dari dan ke bandara Malikussaleh, apalagi terhitung Januari 2018 kalau tidak salah, sudah bertambah dua maskapai penerbangan yang mendarat di bandara itu, ini tentu sangat mempermudah akses ke kampus bergengsi tersebut," tambahnya.

Pria yang kerap disapa Syeh Joel tersebut, sangat mengharapkan kepada pemerintah pusat dan pihak terkait segera menyetujui Bireuen sebagai lokasi pembangunan kampus IPDN regional Aceh, pintanya.

"Secara dukungan Bireuen terhadap pembangunan kampus itu, tidak ada alasan bagi pihak terkait untuk tidak dibangun di Bireuen," katanya lagi.

Ia juga berharap kepada pemimpin kabupaten Bireuen, Bupati dan jajaran untuk terus berjuang merebut kesempatan ini, yakinlah Bupati Bireuen mampu memikirkan pembangunan ini di Bireuen.

"Setidaknya, tidak mampu kita bangun lapangan kerja dengan anggaran APBK, Kesempatan emas hadirnya kampus ini sedikit teratasi persoalan pengangguran para lulusan PT , baik di Bireuen maupun Aceh," ungkapnya.

Terakhir ia berharap kepada semua pihak agar legowo dengan keputusan Gubernur Aceh yang telah merekomendasikan Bireuen sebagai lokasi pembangunan kampus IPDN regional Aceh. "Dukungan dan doa semua pihak tentu sangat berarti untuk kesuksesan pembangunan kampus ini," tutupnya.(Rill)

Sport - Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Kirgistan dalam laga penentuan juara Aceh World Solidarity Cup 2017 di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Rabu (6/12/2017) sore WIB.

Dalam laga ini timnas kalah 0-1 dari Kirgistan melalui gol dari Saliev Askarbek di menit ke-20.

Hujan deras yang sempat mengguyur lapangan pada menit-menit awal membuat kedua tim kesulitan membangun serangan.

Gol Kirgistan lahir usai Askarbek sukses memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti Indonesia setelah rekannya mengirimkan umpan datar dari sisi kanan.

Gol tersebut sekaligus membuat Indonesia tertinggal untuk kali pertama dalam ajang ini.

Skuat asuhan Luis Milla ini sempat mendapatkan peluang bagus via akselerasi Febri Hariyadi yang kembali memanfaatkan serangan balik.

Namun, peluang gol pupus setelah Febri kehilangan momentum mengoper bola kepada Hargianto yang berdiri lebih bebas.

Beberapa perubahan pemain dilakukan Milla di babak kedua, dengan memasukan Ilija Spasojevic dan juga Saddil Ramdani.

Laga berjalan cukup keras, keunggulan postur tubuh pemain Kirgistan hanya bisa diimbangi dengan tekel keras dari para pemain timnas.

Indonesia sempat memiliki peluang melalui tendangan bebas di depan kotak usai pelanggaran terhadap Spaso. Sayang tendangan Evan Dimas masih membentur pagar hidup pemain lawan.

Milla kembali memasukan pemain bertipe menyerang dan memiliki kecepatan, Yabes Roni masuk untuk menggantikan Osvaldo Haay di penghujung laga.

Hingga wasit meniupkan peluit tanda usai laga tak ada lagi gol tercipta, Indonesia pun harus menerima kekalahan dari Kirgistan.

Kekalahan ini membuat posisi Indonesia tetap berada di posisi kedua dengan enam poin dibawah Kirgistan yang mengantungi 9 poin.

Kirgistan pun keluar sebagai juara Aceh World Solidarity Cup 2017.

Susunan pemain

Timnas Indonesia (4-5-1): 26-Andritany Ardhiyasa; 2-I Putu Gede Juni Antara, 16-Fachruddin Aryanto, 23-Hansamu Yama, 15-Ricky Fajrin; 8-M Hargianto, 7-M Arfan, 6-Evan Dimas, 25-Osvaldo Haay, 13-Febri Hariyadi; 20-Ilham Udin Armaiyn

Pelatih: Luis Milla

Timnas Kirgistan (4-5-1): 1-Mathias Pavel; 19-Manybeko Vamanbek, 4-Saliev Askarbek, 2-Iusupov Mustafa, 7-Baimatov Azamat; 18-Sardarbekov Eldiar, 20-Duishobekov Baktyiar, 6-Mamunov Sultanbek, 11-Sagynbaev Bekzhan, 22-Zemlianukhin Anton; 10-Saarbekov Kadyrbek.(*)

Sumber: bolalob.com

,
Lhokseumawe | Satuan Komando Resor Militer (Korem) 011/Lilawangsa mengelar kegiatan latihan penanggulangan bencana Alam, Rabu (6/12), di Lapangan Jenderal Sudirman Korem, Jln. Iskandar Muda, Kota Lhokseumawe.

Kegiatan Latihan penanggulangan bencana Alam, diikuti ratusan peserta, diantaranya personel satuan Korem 011/LW, Yon Raider Khusus 111/KB, Kompi 11 Serbu, Polres Lhokseumawe, Dinas Kesehatan, PMI dan Pemadam Kebakaran Aceh Utara, serta dari berbagai Intansi di Wilayah Korem 011/Lilawangsa.

Dalam sambutannya Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono, dibacakan Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 011/Lilawangsa Mayor Inf Abdul Rajab, selaku Inspektur Upacara (Irup) pembukaan latihan bencana Alam menyampaikan, kita ketahui bersama, bahwa saat ini kondisi cuaca begitu Ekstrem.

Sebagian besar terjadi di Provinsi Aceh, khususnya Wilayah Korem 011/Lilawangsa rentan terhadap bencana Alam, seperti banjir, tanah longsor maupun gempa bumi. Oleh karena itu diperlukan kesiapan operasional pasukan reaksi cepat dalam penanggulangan bencana alam baik personel maupun materil.

Selain itu, latihan diadakan bertujuan agar dapat memahami dan mampu melaksanakan prosedur kerja pengendalian operasi dalam pelaksanaan pengambilan keputusan antara hubungan Komandan dan staf dalam perencanaan operasi penanggulangan bencana alam dengan cepat dan tepat, sebutnya.

“Harapan, latihan penanggulangan Bencana Alam Tahun 2017 ini, sebagai wujud perhatian TNI-AD khususnya Korem  011/Lilawangsa terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam di wilayah agar dapat meminimalisir jatuhnya korban jiwa dan materil” kata Kapenrem saat membacakan sambutan Danrem Agus Firman Yusmono.(Laung)

Lhokseumawe- Untuk mengurangi resiko kecelakaan bagi pengguna kendaraan di jalan raya, Satuan Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polres Lhokseumawe kembali melakukan penambalan jalan berlubang serta memasang trafic cone di sejumlah titik jalan lintas nasional, Medan-Banda Aceh dalam kawasan desa panggoi Kecamatan Muara Dua kota Lhokseumawe.”  Selasa (05/12/2017).

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S.Ik, MH melalui Kasat Lantas Iptu Mulyana, S.Ik mengatakan, Penambalah jalan berlubang tersebut persisnya berada di depan kantor Samsat Kota Lhokseumawe yang sebelumnya jalan berlubang tersebut  pernah ditambal dengan menggunakan semen beberapa bulan yang lalu tepatnya jum’at  17 Maret 2017.

Namun, akibat hujan lebat dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan jalan yang sudah rusak tersebut semakin rusak dan berlubang hingga tergenang air, kondisi ini sangat berbahaya dan rentan kecelakaan dan sering memakan korban, sehingga kita memutuskan melakukan penambalan untuk menghindari resiko kecelakaan bagi pengguna kendaraan yang melintas di lokasi tersebut,” ujar Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S.Ik, MH melalui Kasat Lantas Iptu Mulyana, rabu pagi (06/12/2017)

“Kini jalan berlubang di lokasi tersebut kembali kita tambal dengan menggunakan batu campur tanah serta dipasang traffic cone untuk mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas.” Imbuh Iptu Mulyana

Iptu Mulyana menambahkan, selain itu penambalan jalan tersebut juga sebagai bentuk partisipasi kepada masyarakat Lhokseumawe agar terhindar dari resiko kecelakaan.

"Penambalan jalan berlubang ini sifatnya hanya sementara, Kami berharap kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dalam berkendaraan, mengingat jalan lintas nasional saat ini banyak sekali lubang, terutama pada malan hari. Baik itu pengendara sepeda motor, maupun pengendara roda empat," terang Iptu Mulyana.(RMD)

Banda Aceh - Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah melaunching Pusat Layanan Autis Aceh di Jalan Malikul Saleh, Lamlagang, Banda Aceh, Rabu 6 Desember 2017.

Dalam sambutannya, Wagub menjelaskan, autisme merupakan gangguan perkembangan yang
mengakibatkan seseorang mengalami hambatan dalam hal sosialisasi, komunikasi dan juga perilaku. Penderita autis kesulitan berhubungan dengan orang lain, suka mengisolasi diri, dan memiliki perilaku yang tidak biasa.

"Saat ini, kita memang belum memiliki data akurat jumlah anak yang menderita autis di Indonesia. Namun para ahli memastikan bahwa penderita autisme ini mengalami kenaikan pesat dari tahun ke tahun. Kondisi ini terjadi pula di Aceh, sehingga mendorong Pemerintah Aceh untuk menghadirkan pusat layanan khusus untuk anak penderita autis di daerah ini," ujar Wagub.

Dengan hadirnya pusat layanan ini,
diharapkan penanganan anak-anak dengan autisme dapat dilakukan sejak dini, lebih intensif dan terfokus sehingga tumbuh kembang anak menjadi lebih baik, dan saat dewasa nanti mereka dapat bersosialisasi dan berkomunikasi dengan baik.

"Perlu dipahami, autis ini bukanlah penyakit. Autis pada dasarnya merupakan semacam gangguan yang bukan tidak bisa disembuhkan. Dengan sistem terapi intensif dan terpadu,
anak-anak yang mengalami autisme bisa kembali menjalani kehidupan normal seperti yang lainnya," katanya.

Wagub menjelaskan, salah satu bentuk terapi yang ideal untuk penderita autis
ini adalah dengan menerapkan konsep Applied Behavior Analysis atau ABA yang sudah berhasil diterapkan di negara-negara maju.

Terapi ABA ini diberikan intensif selama 40 jam per minggu dalam dua tahun. Hasil penelitian menunjukkan, terapi ini mampu memberikan peningkatan yang besar pada penyandangnya. Terapi ini kemudian dilengkapi pula dengan diet makanan tertentu untuk menjaga kondisi kesehatan anak.

"Alhamdulillah, di Aceh kita telah memiliki beberapa ahli yang paham dalam menangani kasus autisme ini. Para ahli itulah yang nantinya bekerja di pusat layanan autis Aceh ini untuk memberikan terapi kepada anak-anak yang membutuhkan penanganan intensif."

Layanan terapi tersebut, lanjut Wagub, akan diberikan secara gratis untuk penderita sampai usia di bawah 18 tahun.

Untuk itu, kepada masyarakat yang memiliki anak yang mengalami autisme, dipersilakan membawahnya ke pusat layanan ini untuk mendapatkan terapi dari para terapis yang telah disediakan.

Wagub berharap, semua fasilitas ini dapat membantu anak-anak penderita autis di Aceh, sehingga anak-anak itu dapat tumbuh normal seperti anak-anak lain pada umumnya.

"Dengan demikian, kita berharap Generasi Aceh Carong sebagaimana visi
Pemerintah Aceh, semakin dapat kita wujudkan," ujar Wagub. (Rill)

Lhoksukon - Ratusan warga korban banjir di ibu kota Kabupaten Aceh Utara, Lhoksukon, mulai mengeluhkan sejumlah penyakit. Di antaranya inspeksi saluran pernapasan atas (ISPA), gatal-gatal, dan kutu air.

Pantauan di posko pengobatan massal di Simpang Dayah, Lhoksukon, Aceh Utara, Aceh, Selasa (5/12/2017), para korban banjir silih berganti menemui para petugas medis untuk diperiksa.

"Keseringan kena air akibat banjir. Gatal-gatal jadinya kemudian sakit di saluran kerongkongan. Pas ada posko pengobatan masal. Saya langsung sambangi aja minta diperiksa. Alhamdulillah, saya pun langsung diberikan obat," kata salah seorang korban banjir, Ummi Yati (54), setelah diperiksa petugas.

Posko kesehatan itu dibuka selama 24 jam untuk melayani warga korban banjir di Aceh Utara. Salah satu petugas, dr Farida, mengatakan, pada hari kedua posko dibuka, sudah ada ratusan warga yang berobat.

"Sudah dua hari kita buka posko kesehatan 24 jam. Hari kedua, sudah ada 500 orang lebih yang berobat. Mereka banyak terkena ISPA, gatal-gatal, dan kutu air. Kebanyakan dari mereka pun orang dewasa dan sejumlah anak-anak," kata Farida.

Untuk diketahui, BPBD Aceh Utara menyebutkan ada 23 kecamatan yang dilanda banjir. Dari jumlah tersebut, warga di delapan kecamatan terpaksa mengungsi ke sejumlah titik pengungsian.| Detik.com

LHOKSEUMAWE-Dua tersangka judi online Lintas negara yang ditangkap pada 20 November 2017 lalu, diserahkan ke Kejaksaan Negeri Lhokseumawe." Selasa pagi (5/12/2017) sekitar pukul 10.00 WIB

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu mengatakan, mereka adalah yakni HW (22), asal Kota Banda Aceh dan MAT (19), asal Meulaboh, Aceh Barat.

Lanjutnya, HW dan MAT diserahkan setelah semua proses penyidikan sudah lengkap atau P-21, dalam perkara judi/maisir sebagaimana dimaksud dalam pasal 18 jo pasal 19 jo pasal 20 jo pasal 21 Qanun nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat,” imbuh AKP Budi Nasuha.(RMD)

BIREUEN - Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat (DPC-PD) Kabupaten Bireuen menyerahkan bantuan untuk masyarakat yang mengungsi di Meunasah Gampong Lhok Mambang, Kecamatan Gandapura.

Penyerahan bantuan untuk pengungsi akibat banjir tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bireuen, Edi Saputra bersama sejumlah pengurus partai, Selasa (5/12/2017) sore di Meunasah Gampong Lhok Mambang.

Menurut Edi Obama, sapaan akrab Edi Saputra, bantuan yang diserahkan tersebut merupakan bentuk kepedulian partainya kepada masyarakat yang sedang ditimpa musibah tanpa membawa misi politik.

"Kehadiran kami hari ini di sini murni misi kemanusiaan, tidak ada kepentingan politik 2019," tegas Edi Obama yang didampingi dua anggota DPRK Bireuen dari Partai Demokrat, Zulfikar dan Jasman Rani.

Edi Obama saat menyerahkan bantuan melalui Keuchik Gampong Lhok Mambang mengatakan, meskipun bantuan yang diserahkan tersebut tidak besar, namun dapat mengurangi sedikit beban selama di pengungsian.

"Saat ini kita sedang diberi cobaan oleh Allah. Dan masyarakat yang sedang ditimpa musibah kiranya tetap sabar menghadapinya. Bapak-bapak dan ibu-ibu tidak sendiri, kami selalu ada untuk masyarakat," harap Edi Obama.(Rill)

Sabang - Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah secara resmi menutup event Sail Sabang 2017 di Pelabuhan BPKS Sabang, Selasa (6/12/2017). Penutupan event International tersebut ditandai dengan pemukulan rapai oleh Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Kepala Dinas Pariwisata Aceh,  Reza Fahlevi serta Forkopimda Kota Sabang. 

Nova dalam sambutannya mengatakan, sebagai sebuah  event  wisata  internasional,  pengunjung dan masyarakat menaruh  harapan  besar terhadap kesuksesan Sail Sabang.  Hal  itu dapat  dilihat  dari  jumlah  pengunjung  yang  hadir. 

"Meski  cuaca  kerap  tidak  mendukung,  namun  antusiasme masyarakat  tetap  tinggi, atas  nama  Pemerintah Aceh,  kami  mengucapkan  terimakasih  atas  semua  dukungan yang diberikan  untuk  kelangsungan acara  ini," kata Nova. 

Jika ada kekurangan dalam pelaksanan event Sail Sabang kata Nova, akan dijadikan sebagai bahan evaluasi dan menjadi acuan  untuk  mensukseskan kegiatan  event  wisata  bahari  lainnya  di  Pulau Sabang. 

Nova berharap Sabang menjadi  salah  satu  tujuan  wisata  yang  menghadirkan  daya tarik  bagi  para  wisatawan dari berbagai mancanegara sehingga  dapat  berkontribusi  mendukung meningkatnya wisatawan  yang  datang  ke  Indonesia.

"Semangat  menggelar  wisata  bahari  di  Sabang  ini akan  terus  berlanjut.  Setelah  Sail  Sabang  2017,  ke  depan akan  lebih  banyak  event  wisata  di  daerah  ini," ujar Nova.

Salah satunya sebut Nova, Sabang  Marine  Festival  tahun 2018,  yang  juga  akan mengundang  para  yachter  dari  berbagai  negara  untuk  unjuk kebolehan  di  Laut  Sabang.

"Para  yachter  yang  hadir  pada  Sail  Sabang  ini  kami  harapkan dapat kembali berpartisipasi  pada Sabang Marine Festival itu," Kata Nova. 

Sabang Marine Festiva kata Nova juga akan dimeriahkan dengan berbagai  kegiatan  yang lebih menarik.

Pada kesempatan tersebut, Nova juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian  Pariwisata,  Kemenko Kemaritiman,  Kementerian  Kelautan  dan  Perikanan  RI, Unsur TNI dan POLRI serta seluruh stakeholder lainnya yang  telah  memberi  dukungan  penuh  atas  terselenggaranya Sail  Sabang  2017.

"Kami  berharap  ke  depan  akan  lebih banyak  lagi  agenda  wisata  nasional  yang  diselenggarakan di  Aceh," ujar Nova. 

Ucapan  terimakasih  dan  apresiasi juga disampaikan Nova kepada   para yachter dan seluruh  masyarakat yang  telah  berpartisipasi  mendukung  penyelenggaraan  Sail Sabang  2017.

Pada acara penutupan tersebut, Wagub  juga menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba Foto Drone Contes dan Juara Stand Expo serta cinderamata kepada Yachter. Berbagai penampilan tarian daerah,Band, dan Cagok Aceh juga turut memeriahkan penutupan Sail Sabang.(Rill)

Ilustrasi
MEDAN- Sebanyak dua oknum polisi yang salah satunya disebut-sebut merupakan Kapolsek di jajaran Polres Nias selatan (Nisel), Minggu (3/12/2017) diamankan personel Dit Narkoba Polda Sumut. Keduanya diamankan bersama dua tersangka lain, satu di antaranya tewas ditembak atas kepemilikan 15 Kg narkoba jenis sabu.

Informasi dihimpun wartawan, Selasa (5/12/2017) menyebutkan, dua oknum polisi yang diduga terlibat kasus kepemilikan sabu itu, di antaranya berinisial AKP BS (Kapolsek Lolowau, Polres Nisel) dan Bripka YMS, anggota Polres Tanjungbalai.

Sedangkan dua tersangka lain yang turut diamankan adalah Riawan alias Atong dan M Dani Sitorus alias Dani alias Koro yang tewas ditembak petugas karena melawan saat ditangkap di Jalan Delitua, Medan.

Keempatnya diamankan persobel subdit II Dit Narkoba Polda Sumut yang dipimpin kanit II Kompol Adi Saputra Siagian dalam pengembangan atas penangkapan terhadap tersangka Conari Pernando Sitorus alias Aguan dengan barang bukti 15 Kg sabu.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting, menyebutkan, kasus tersebut masih didalami pihak kepolisian Polda Sumut hingga saat ini. Rina menambahkan, Poldasu berencana merilis kasus tersebut, Rabu (6/12/2017).

Sumber: Medanbisnisdaily

Suasana saat evakuasi mobil books milik indomaret
Lhokseumawe-  Sebuah Mobil Book milik Indomaret masuk ke sungai di ruas jalan Medan- Banda Aceh tepatnya di Desa Punteut Masjid jembatan Alue Raya  Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe.Senin (05/12/2017) sekitar pukul 04:30Wib dan tidak menelan korban jiwa.

Kecelakaan itu terjadi bermula saat mobil melaju dari arah Medan menuju Banda Aceh.saat itu hujan lembat masih mengguyur kota Lhokseumawe dan Rambu jalan tak terlihat.ungkap Arlianto (31) selaku Sopir II kepada reporter dilokasi kejadian. 

" Kami baru saja melewati banjir di daerah Lhoksukon dan sampai di sini hujan deras kali, rem mobil kami blong lalu oleng dan menabrak trotoar habis itu pengaman jembatan lalu terjun ke sungai ", ujar Arlianto.

Berdasarkan informasi yang di himpun di lapangan dan keterangan dari salah seorang anggota Koramil Blang Mangat, mobil dengan tujuan Banda aceh tersebut melaju dengam kecepatan 60Km/jam dan rambu jalan mungkin tak terlihat oleh sopir.makanya mobil nyemplung ke sungai ", ungkap Serka Fd yang tidak mau namanya di tulis.

Sementara itu dari pantauan statusaceh.net mobil milik indomaret tersebut di bantu sejumlah warga dan menggunakan satu alat berat jenis Escavator baru bisa di evakuasi kedarat setelah melewati penyelamatan ataupun evakuasi yang dilakukan sekitar 2 jam lebih.

Reporter: Junaidi SPdi

Banda Aceh– Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman dan Dinas Pengairan harus bersinergi untuk membangun dan meningkatkan daya saing Aceh.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Aceh, Drs Dermawan MM, kepada awak media, usai menjadi Inspektur Upacara dan membacakan amanat tertulis Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang RI, Basuki Hadimuljono, pada upacara peringatan Hari Bakti PUPR ke 72, yang dipusatkan dai Halaman Dinas PUPR Aceh, Senin (4/12/2017).

“Membangun Daya Saing yang dimaksud adalah dalam banyak hal, sumber daya manusia, infrastruktur dan sebagainya. Nah dalam konteks peringatan Hari Bakti PUPR ini kita fokuskan pada infrastruktur, yaitu jalan, jembatan, waduk dan perumahan rakyat. Oleh karena itu, ketiiga SKPA terkait harus bersinergi untuk membangun dan meningkatkan daya saing,” ujar Sekda.

Sekda juga menghimbau agar ketiga dinas tersebut harus mengevaluasi dan melihat perkembangan sejumlah program Pemerintah Aceh terkait pembangunan jalan lintas tengah, pembangunan waduk dan irigasi serta pembangunan perumahan rakyat.

Ketiga dinasini, sambung Sekda, harus menyelesaikan program-programprioritas yang diusung Pemerintah Aceh di masa kepemimpinan Bapak Irwandi Yusuf. Selain jalan lintas tengah, pembangunan waduk dan irigasi juga menjadi fokus karena berkaitan dengan penguatan bidang pangan.

“Dinas Pengairan harus fokus membangun waduk dan irigasi-irigasi yang menjadi tugas dan kewenangan Pemerintah Aceh. Selain itu, kita juga mendukung sepenuhnya pembangunan waduk-waduk besar yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat.Sedangkan Dinas Perkim harus fokus membangun perumahan rakyat sebanyak-banyaknya,” sambung Sekda.

Dermawan mengungkapkan, bahwa di tahun 2018 ini, Gubernurmenargetkan untuk membangun sebanyak 6 ribu rumah untuk masyarakat Aceh. Selain itu, pembangunan Sistem Pengembangan Air Minum (SPAM) yang ada juga menjadi hal yang penting untuk benahi dan diperbaiki.

Pengorbanan Pahlawan Sapta Taruna, Bukti Semangat Bakti PUPR
Sementara itu,dalam amanat tertulisnya, Menteri PUPR menceritakan secara singkat peristiwa gugurnya tujuh orang pegawai PU, yakni Didi Hardianto Kamarga, Muchtaruddin, Soehodo, Rio Soesilo, Soebengat, Ranu, dan Soerjono pada 72 tahun lalu, yang kemudian disebut sebagai Pahlawan Sapta Taruna.

Bersama 14 orang lainnya, ketujuh Pahlawan Sapta Taruna tersebut mendapat tugas untuk menjaga Gedung Sate yang saat itu merupakan Gedung Departemen Pekerjaan Umum. Hal ini menjadi tonggak sejarah, bukti dari semangat berbakti PUPR untuk bumi pertiwi.

“72 tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Kementerian PUPR memberikan darmabaktinya bagi bangsa yang besar ini. Kekompakan, kebersamaan dan keberanian dengan daya juang tinggi dapat mempertahankan setiap jengkal Gedung Sate dan membuat mereka bertempur hingga tetes darah penghabisan.”

Sekda menambahkan, bahwa militansi dan daya juang tinggi dari pahlawan Sapta Taruna harus menjadi nafas bagi setiap insan PUPR dalam bertugas, terlebih saat ini dimana pembangunan infrastruktur sedang digenjot untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain, termasuk dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

“Oleh karenanya, Kementerian PUPR mengangkat tema, ‘Bakti PUPR Bangun Daya Saing Bangsa.’ Tema ini mengajak kita semua untuk meningkatkan kerjasama dan kekompakan dalam menuntaskan misi pembangunan infrastruktur yang diamanahkan kepada Kementerian PUPR.”

Capaian PUPR Selama 3 Tahun Kabinet Kerja
Dalam amanatnya, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono juga menyampaikan berbagai capaian Kementerian PUPR, selama tiga tahun, di bawah kepemimpinan Presiden JokoWidodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Berbagai capaian yang telah dirasakan langsung oleh masyarakat, antara lain terkait dengan ketahanan air dan pangan. Saat ini telah diselesaikan 9 bendungan, yaitu Jatigede, Titab, Nipah, Bajulmati, Rajui, Paya Seunara, Teritip, Raknamo, dan Tanju.Saat ini sedang dikerjakan secara paralel sebanyak 30 bendungan lainnya di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara itu, dalam rangka peningkatan konektivitas, telah pula diselesaikan pembangunan 2.623 km jalan baru, termasuk Jalan Trans dan perbatasan Papua, Trans dan Perbatasan Kalimantan, serta perbatasan NTT.

Tak hanya jalan, jembatan baru bentang panjang juga telah dibangun, seperti Jembatan Tayan di Kalbar, Jembatan Merah Putih di Ambon, dan Jembatan Soekarno–Hatta di Manado. Tak hanya itu, saat ini beberapa jembatan baru berbentang panjang juga tengah dibangun, seperti Jembatan Teluk Kendari di Sultra dan Holtekamp di Jayapura.

Basuki juga mengungkapkan, bahwa sejak tahun 2015 hingga akhir tahun 2017 ini, PUPR juga telah mengoperasikan tambahan jalan tol baru sepanjang 568 km. Jalan tol ini  merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Jawa dan Trans Sumatera. Kementerian PUPR optimis, hingga akhir 2019, dapat menyelesaikan tol baru sepanjang 1.851 km.

Dalam rangka peningkatan kualitas lingkungan permukiman, telah pula dimulai pekerjaan Sistem Pengembangan Air Minum (SPAM) Umbulan di JawaTimur, yang telah direncanakan sejak 40 tahun yang lalu.

“Kini kita tengah berupaya keras untuk mengembangkan beberapa SPAM lainnya melalui skema KPBU, seperti SPAM Bandar Lampung, Semarang Barat, dan Jatiluhur,” ungkap Basuki.

Sementara itu, untuk mengembangkan kawasan perbatasan sebagai embrio pusat pertumbuhan wilayah, telah diresmikan pengoperasian 7 Pos Lintas Batas Negara (PLBN), yaitu Skouw di Papua, Entikong, Badau, dan Aruk di Kalbar, serta Mota’ain, Motamasin, dan Wini di NTT.

“Di tujuh kawasan perbatasan tersebut juga akan dilengkapi dengan prasarana dan sarana permukiman, terutama pasar, sehingga nanti akan dapat berperan sebagai sentra ekonomi baru di beranda depan Indonesia.”

Di bidang perumahan, telah pula dibangun sebanyak 2,2 juta unit rumah hingga akhir Oktober 2017, terutama untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam bentuk rusun, rusus, rumah swadaya, bantuan PSU, serta fasilitas FLPP, SSB, dan BLM.

Tak hanya itu, Kementerian PUPR juga mendapatkan tugas mulia untuk mendukung perhelatan Asian Games 2018, dengan membangun berbagai venue di kawasan Gelora Bung Karno, Kemayoran, dan Jakabaring. Pada akhir 2017, semua proyek pembangunan sarana dan prasarana tersebut diharapkan dapat diselesaikan dengan baik dan menjadi kebanggaan baru rakyat Indonesia.
“Saat ini Kementerian PUPR pun tengah fokus dalam mendukung 10 destinasi pariwisata sebagai Bali baru dengan 4 prioritas utama, yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.”

Basuki meyakini, berbagai capaian di atas telah menopang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing nasional yang positif dalam 3 tahun terakhir. Laporan World Economic Forum tahun 2017-2018 menyatakan, bahwa Indeks Daya Saing Global Indonesia naik dari peringkat 41 menjadi 36. Sementara Indeks Daya Saing Infrastruktur naik dari peringkat 60 menjadi 52.

Dalam amanatnya, Basuki juga mengungkapkan, bahwa peningkatan peringkat kemudahan berusaha, Indonesia menjadi 1 dari 10 negara dengan lompatan peringkat Ease of Doing Business (EODB) terbanyak. Untuk diketahui bersama, peringkat EODB Indonesia naik dari 106 pada 2016, menjadi 92 pada 2017 dan menjadi 72 pada 2018.

“Ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur PUPR telah memberikan dampak yang signifikan terhadap dunia usaha.Namun demikian, capaian diatas seyogiyanya tidak membuat kita cepat berpuas diri. Dunia berubah sangat cepat, persaingan bukan lagi antara yang kuat dengan yang lemah, tetapi antara yang lebih cepat, lebih efisien, dan lebih berkualitas yang akan unggul,” pesan Basuki.

Tahun 2018, Pemerintah Alokasikan Dana Sebesar Rp107,4 Triliun
Untuk diketahui bersama, tahun 2018 mendatang Kementerian PUPR mendapat alokasi anggaran sebesar Rp107,4 Triliun. Ini merupakan alokasi anggaran terbesar dibandingkan dengan seluruh Kementerian/Lembaga.

“Amanah ini harus kita pikul dengan penuh tanggung jawab, optimisme, komitmen, dan profesionalisme yang tinggi. Kita harus bekerja lebih keras, lebih baik, dan lebih cepat untuk menjaga kepercayaan dan kredibilitas Kementerian PUPR di mata publik. Terimakasih kepada segenap insan PUPR yang telah bekerja dengan penuh dedikasi selama ini,” pungkas Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono. (Ngah)

SABANG - Kehebohan perhelatan Sail Indonesia ke-9 yang berlangsung sejak 28 November hingga 5 Desember 2017 di CT-3 BPKS Sabang tidak hanya meriah di lapangan, jagad maya online pun dihebohkan oleh laskar digital Aceh bersama Generasi Pesona Indonesia (GenPI).

Sail Sabang 2017 yang dibuka oleh Wakil Presiden RI Yusuf Kalla, Sabtu (2/13/2017) sempat membuat heboh warga netizen di linimasa Twitter lewat tagar #WonderfulSailSabang2017 dan #PuncakSailSabang2017 mulai dari pagi hingga sore hari.

Tagar yang diinisiasi oleh Komunitas Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Aceh bersama ratusan anggotanya se-Indonesia juga mendapat apresiasi langsung dari Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Ketua Bidang Online GenPI Aceh, Reza Fardian menyebutkan, pihaknya mengajak pegiat media sosial untuk menyukseskan Sail Sabang 2017 dengan mempromosikan rangkaian acara itu.

"Kami komunitas GenPI memandang kehebohan Sail Sabang layak diketahui oleh warganet sedunia, makanya kita sangat antusias mempromosikan setiap momen dan agendaSail Sabang," ujar Reza.

Ia menambahkan, pada puncak acara pembukaan Sail Sabang 2017, dua tagar tersebut sudah dipersiapkan H-1 sebelum puncak acara.

"Dua tagar #WonderfulSailSabang2017 dan #PuncakSailSabang2017 jadi trending topic dimulai dari pagi hingga sore hari, teman-teman GenPI daerah lain juga sangat aktif mencuit Sail Sabang," sebut Reza lagi disela aktif mempromosikan Sabang sebagai kawasan wisata bahari dunia.

Menpar Arief Yahya juga tidak luput mengungkapkan kebanggaannya terhadap perhelatan Sail Sabang 2017. Menjadi Sail terbesar di Indonesia, Menpar berharap event tersebut bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat Sabang, Aceh.

Menpar menyebutkan, bahwa data yang sudah didapat jumlah pengunjung Sail Sabang sampai tanggal 30 November 2017 mencapai 20 ribu orang. Dan yang terakhir yang membuat Sail Sabang besar adalah memiliki event yang paling banyak dan terus diupdate di media sosial.(Rill)

SABANG - Terkenal dengan keindahan alam bawah laut, Pulau Weh memang telah menjadi incaran divers. Aksi underwater cleanup dan fun dive menjadi salah satu kegiatan seru yang berlangsung di Pantai Iboih, Sabang, Minggu (3/12/2017).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Reza Fahlevi mengatakan, kegiatan Underwater Cleanup dan Fun Dive merupakan bagian dari kegiatan yang telah dipersiapkan untuk mengisi gelaran Sail Sabang 2017.

"Di Aceh Fun Dive selain menyelam, kita juga menyelipkan agenda bersih-bersih bawah laut bersama sejumlah peserta sebagai bentuk kepedulian divers dalam menjaga kelestarian biota dan bawah laut," sebut Reza dalam sambutannya.

Kegiatan ini, kata Reza dilaksanakan untuk mengajak sekaligus memperkenalkan keindahan dan keunikan alam bawah laut Sabang kepada berbagai pihak, sehingga bisa mempromosikan Sabang ke seluruh dunia melalui momen Sail Sabang 2017.

"Dalam momen ini kita ingin memperkenalkan potensi keindahan dan keunikan alam bawah laut Sabang melalui kegiatan Aceh Fun Dive kepada wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara," ujar Reza yang juga Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Aceh.

Kehadiran wisatawan dalam even fun dive ini bisa menjadi daya tarik untuk mempromosikan Sabang. "Dengan demikian, kedepan kita harapkan akan semakin banyak orang yang tertarik berkunjung ke Sabang sehingga akan berpengaruh terhadap pertumbuhan pariwisata dan ekonomi masyarakat," imbuh Reza.

Divers Ditantang Pungut Sampah dalam Laut

Ketua Panitia Aceh Fun Dive, Arie Muhardy mengungkapkan bahwa, kegiatan yang diikuti oleh 68 divers ini berasal dari sejumlah negara, mulai dariInggris, Belanda, Kanada dan Jerman. Sementara dari Indonesia, ada dari Palembang, Jakarta dan Aceh sendiri.

"Selain menyelam, kita juga mengajak peserta untuk menikmati keindahan alam bawah laut Sabang melalui aktifitas penyelaman di dua titik lokasi (explore 2 dive spot). Kemudian mereka kita ajak untuk melakukan pembersihan sampah bawah laut (underwater cleanup) dan mengikuti permainan ketepatan waktu (scuba time rally)," urai Ary yang juga menjabat Kabid Konservasi dan Wisata Bahari POSSI Aceh.

Jumlah sampah, sebut Ary dihitung berdasarkan item sampah yang berhasil dipungut dari dalam laut. “Hitungannya bukan besarnya sampah yang dipungut, tetapi item sampahnya,” kata Ary.

Dari setiap tantangan, panitia juga menyediakan hadiah uang tunai bagi kelompok yang membawa item sampah terbanyak ke daratan sebesar Rp 4,5 juta. Begitu juga pada tantangan ketepatan waktu juga disediakan uang tunai Rp 4,5 juta.

Disamping itu, lanjut Ary, panitia bersama unsur masyarakat Gampong Iboih juga menyuguhkan masakan khas Aceh kuah beulangong dan live music selama acara berlangsung," ujarnya.

BANDA ACEH - Setelah lebih dari dua bulan sejak diumumkan ke publik, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh akhirnya  mengumumkan pemenang lomba video dan foto drone dalam rangka Sail Sabang 2017. Sail Sabang merupakan salah satu agenda wisata terbesar yang dilaksanakan di Indonesia.

Lomba drone pertama yang diadakan di Aceh ini mengangkat tema Alam, Pariwisata, Manusia, dan Budaya yang mewajibkan pengambilan gambar di Pulau Weh, Sabang. Lomba pengambilan video dan foto keindahan serta keunikan alam dan budaya Sabang menggunakan peralatan drone ini digelar sebagai bentuk untuk menarik minat wisatawan nusantara dan mancanegara dalam mengeksplor wisata bahari yang ada di Pulau Weh.

Lomba  terbagi dalam dua kategori yaitu lomba video drone dan lomba foto drone. Lomba video drone dengan durasi terpendek satu menit dan terpanjang tiga menit dipadukan dengan ground video sebanyak 20 persen dari total durasi yang dipilih.

Perpaduan gambar juga dapat menggunakan musik, narasi atau grafis yang tentunya bebas dari hak cipta. Semua perpaduan yang disajikan tetap dalam tema lomba dan diharapkan menampilkan karya asli videografer baik perseorangan maupun tim. Sementara lomba foto murni hasil pengambilan menggunakan drone.

Lomba telah berlangsung lebih kurang dua bulan tersebut diharapkan dapat menampilkan sisi lain Pulau Weh yang selama ini sangat terkenal dengan wisata baharinya.

Hasil karya para peserta yang menjadi juara  terlebih dahulu menjalani proses penjurian alot yang melibatkan tiga orang juri profesional dibidangnya, yaitu Davi Abdullah, Hotli Simanjuntak dan Step Vaessen.

Karya Felix Lewy asal Medan dengan judul “The Beautiful Sabang, Weh Island” keluar menjadi juara pertama dalam lomba video drone Sail Sabang kali ini. Di ikuti oleh Ricky Pratama dengan karya berjudul "The sound of nature” menjadi juara ke-dua. Disusul oleh Hendra Murdani dengan karya berjudul “Ceritaku Untukmu” menjadi juara ke-3.

Tiga juara harapan dimenangkan oleh Ferdi dengan judul “Sabang benar-benar Indonesia”, karya Suhiel, Ahmad Ariska, Syahrial dengan judul "Pesona Pulau Weh" serta karya Alsa Bario Rusman dengan judul “The Journey Starts From Here”.

Sementara untuk kategori foto drone yang menjadi juara pertama adalah Ahmad Ariska dengan judul “Pantai Iboih”, Juara 2 dengan judul “Transparent Beauty” karya Hermansyah, juara 3 dengan judul “Floating in the crystal water” karya Wahyu Hidayat.

Juara harapan dengan judul “Peraduan Mentari Nusantara di 0 Km Indonesia” karya Rizki Amharriansyah, “Sabang Touches The World” karya Irfandi serta karya Carey Nataliady peserta dari Jakarta.

Karya peserta yang dilombakan umumnya memiliki muatan yang sangat kuat akan potensi wisata yang ada di Pulau Weh dengan menampilkan gambar-gambar yang memukau sehingga para juri harus ekstra hati-hati untuk melakukan penilaian secara objektif.

Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa beberapa peserta yang ikut berkompetisi masih kurang memperhatikan persyaratan lomba yang telah ditetapkan sebelumnya. Misalnya mengirim hasil karya dengan kualitas dibawah full HD.

Bebrapa aspek yang dinilai dari lomba video drone adalah ide cerita dan kesesuaian pesan yang di sampaikan, lokasi serta kesulitan proses pengambilan gambar, kesesuian ide cerita yang diangkat dengan tema, visualisasi dan teknik pengambilan gambar, penggunaan ilustrasi musik, natural sound atau voice over, teknik editing dalam penyusunan gambar dan suara.

Untuk lomba dengan kategori foto drone, yang menjadi aspek penilaiannya adalah teknis fotografi (tajam, terang, jelas), komposisi, kesesuaian dengan tema, estetika dan keunikan.

DAFTAR JUARA VIDEO DRONE
Juara 1 dengan judul “The beautiful Sabang, weh island”    karya Felix Lewy
Juara 2 dengan judul “The sound of nature” karya Ricky Pratama
Juara 3 dengan judul “Ceritaku untukmu” karya Hendra Murdani
Tiga juara harapan dengan judul “Sabang benar-benar Indonesia” karya Ferdi, “Pesona pulau weh” karya Suhiel, Ahmad Ariska, Syahrial serta video dengan judul “The Journey Starts From Here” karya Alsa Bario Rusman.

DAFTAR JUARA FOTO DRONE
Juara 1 dengan judul “Pantai Iboih” karya Ahmad Ariska
Juara 2 dengan judul “Transparent beauty” karya Hermansyah
Juara 3 dengan judul “Floating in the crystal water” karya Wahyu Hidayat
Tiga juara harapan masing-masing dengan judul “Peraduan Mentari Nusantara di 0 Km Indonesia” karya Rizki Amharriansyah, “Sabang Touches The World” karya Irfandi serta karya Carey Nataliady.

Saat ini keberadaan pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle yang lazim dikenal dengan sebutan drone telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan untuk menikmati keindahan alam. Suguhan foto dan video dari udara telah menjadi sisi lain untuk menikmati sebuah destinasi.

Akhir kata, panitia dan para juri mengucapkan selamat kepada para juara. Semoga perlombaan ini menjadi semangat pemicu bagi para skygrapher untuk tetap berkarya dengan menghasilkan karya-karya yang dahsyat dalam mempromosikan pariwisata Aceh.(Rill)

Ilustrasi
SEMARANG-  Diduga menerima uang kemudian berupaya menyuap petugas BNN untuk mengamankan kasus pengendali 800 gram sabu oleh Christian Jaya Kusuma alias Sancai salah seorang napi di Lapas Pekalongan,KW anggota Ditres Narkotika dan Obat Berbahaya Polda Jawa Tengah diringkus Tim Pengamanan Internal Polda Jawa Tengah,Jum'at (1/12/2017).

Dari informasi yang dihimpun Tempo, polisi berpangkat ajun komisaris itu dicokok di salah satu rumah makan di kawasan Bangkong, Semarang. Penangkapan itu dilakukan karena polisi berusia 46 itu diduga berupaya menyuap anggota Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah dengan uang Rp 450 juta.

Uang itu diduga untuk mengamankan kasus narkoba Christian Jaya Kusuma alias Sancai. Sancai merupakan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Pekalongan yang mengendalikan sabu-sabu seberat 800 gram dari penjara.

Saat dikonfirmasi wartawan, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Ajun Komisaris Besar Agus Triatmaja membenarkan penangkapan tersebut. Namun, Agus mengatakan penangkapan terhadap KW dilakukan karena kedapatan membawa narkoba seberat 1 gram.

"Terkait informasi penangkapan anggota itu benar, ya. Yang bersangkutan ini sudah lama dicurigai sebagai pengguna narkoba. Saat itu sudah diikuti di TKP (tempat kejadian perkara) di salah satu restoran di Semarang, (ditangkap) dengan barang bukti sekitar 1 gram sabu," tutur Agus, Sabtu, 2 Desember 2017.

Agus menambahkan, kasus polisi KW ini ditangani oleh Direktorat Narkoba Polda Jawa Tengah. Saat ditanya mengenai dugaan adanya penyuapan Rp 450 juta, ia menjawab, masih mendalami informasi tersebut.

"Aspek penyuapan itu masih didalami, apakah benar ada kejadian seperti itu, apakah ada barang buktinya, masih didalami. Kami masih kroscek dengan para anggota yang menangani. Kalau, misalnya ada informasi dan koordinasi, kalau memang ada. Kami cek dulu," ujarnya.(tempo)

Petugas gabungan melakukan pencarian korban tenggelam di sungai di Lhokseumawe, Aceh (Foto: Dok. Polres Lhokseumawe)
StatusAceh.net - Muhammad Haikal (13) terseret arus sungai. Tiga jam hanyut terseret arus, pelajar asal Desa Paya Leupah, Simpang Keramat, Aceh Utara, Aceh, ini ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kejadian itu berawal saat Haikal bersama temannya mandi di kawasan sungai desa setempat sekitar pukul 14.30 WIB, Sabtu (2/12) siang. Saat itu, karena tidak bisa berenang, Haikal berpegangan pada sebatang bambu sebagai penopang.

Arus yang deras mengakibatkan korban terlepas dari pegangan bambu tersebut. Dia pun hilang terseret arus sungai.
Melihat Haikal hanyut, rekannya langsung memberitahukan warga sekitar dan melaporkan kepada orang tua korban. Pihak kepolisian, SAR Aceh Utara, RAPI, LANAL, beserta warga setempat pun melakukan pencarian korban. Setelah pencarian dilaksanakan selama 3 jam, korban ditemukan pada pukul 18.30 WIB tidak jauh dari lokasi tenggelam.

"Benar, tadi ada seorang pria hanyut terbawa arus sungai. Kita dapat laporan dan langsung melakukan pencarian bersama tim gabungan. Sekitar 3 jam lebih kita sisir lokasi tenggelamnya dan kita temukan namun sudah dalam kondisi meninggal dunia," kata Kapolsek Simpang Keramat, Polres Lhokseumawe, Ipda Abdul Azis kepada detikcom, Sabtu (2/12/2017).

Jasad korban dibawa ke Puskesmas Simpang Keuramat dan selanjutnya dibawa pulang oleh pihak keluarga ke rumah duka untuk dikebumikan. Azis mengimbau agar masyarakat tidak membiarkan anak-anak bermain di dekat sungai, apalagi cuaca saat ini sedang ekstrem.| Detik.com
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.