2023-09-10

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agam Inong Aceh Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Banjir Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bimtek Dana Desa Bireuen Bisnis Blue Beetle BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya BUMN Carona corona Covid-19 Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos dayah Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI DPRK Lhokseumawe Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Film Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gaya Hidup Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf Israel IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemanusiaan Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa Lapas Lapas Klas I Medan Lapas Tanjungbalai lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Modal Sosial Motivasi Motogp MPU Aceh Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narapidana Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patani Patroli Pekalongan Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Penelitian Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh Pilkades Pj Gubernur PKI PLN PNL Polisi Politik Pomda Aceh PON Aceh-Sumut XXI Poso PPWI Presiden Projo PT PIM Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebgram Selebriti Senator Sinovac SMMPTN sosial Sosok Sport Status-Papua Stunting Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tol Aceh Tsunami Aceh Turki Ulama Universitas Malikussaleh USA Vaksin MR Vaksinasi Vaksinasi Covid-19 vid Video vidio Viral Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA


Aceh Utara -
Sejumlah dosen Universitas Malikussaleh mengadakan pelatihan penyusunan dan advokasi Qanun yang berlangsung di Aula Kecamatan Nisam, Aceh Utara, Kamis (14/9/2023).

Kegiatan ini menghadirkan pemateri Kepala Inspektorat Aceh Utara, Andria Zulfa PhD CGCAE yang dihadiri oleh seluruh geuchik dan bendahara dari 29 gampong yang ada dalam kecamatan Nisam. Dosen yang terlibat dalam pengabdian tersebut diketuai oleh Ahmad Yani MSi CIIQA yang anggotanya Dr Maryam, Mauludi MSP, Asrul Fahmi MAP,. Ti Aisyah MSP, Syamsuddin MAP, Dr Muryali, dan Nazaruddin MAP.

Ketua Pengabdian, Ahmad Yani MSi mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Malikussaleh. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan advokasi pengawasan berjenjang pada tata kelola Pemerintahan Gampong.

“Pengawasan berjenjang dimaksudkan adalah sebagai negara yang berasaskan musyawarah dan mufakat, penyelesaian dan pengawasan kasus harus diselesaikan berjenjang mulai gampong dulu terus kecamatan baru dilaporkan melalui surat resmi ke inspektorat,” katanya.

Lanjutnya, dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan para geuchik (kepala desa) di Kecamatan Nisam akan lebih baik kedepan dalam mengelola dana desa yang dimulai dari perencanaan hingga realisasi anggaran.

“Yang terpenting dalam pengelolaan dana desa itu adalah koordinasi dengan berbagai pihak. Dengan adanya advokasi pengawasan ini diharapkan kedepan akan lebih baik dalam membuat laporan keuangan gampong,” ungkap Ahmad Yani

Sementara Kepala Inspektorat Aceh Utara, Andria Zulfa menyampaikan, dasar regulasi dalam pengawasan keuangan desa itu tercantum dalam Permendagri Nomor 73 Tahun 2020. Ruang lingkup pengawasan terutama melakukan evaluasi terhadap efektivitas Pengelolaan Keuangan Gampong, pemeriksaan kinerja pengelolaan keuangan dan aset gampong, pemeriksaan kinerja pengelolaan keuangan BUM Gampong, reviu atas proses evaluasi Rancangan APB Gampong mengenai APB Gampong, termasuk konsistensi dengan  RKP Gampong, reviu atas kualitas belanja gampong, reviu pengadaan barang dan jasa di gampong, pemantauan atas penyaluran dana transfer ke gampong dan capaian keluaran gampong, dan pemeriksaan Investigatif.

"Dalam hal ini, Camat melaksanakan Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4  ayat (2) dan Pasal 5 huruf b, terhadap  Pengelolaan Keuangan Desa dan  Pendayagunaan Aset Desa sesuai dengan  ketentuan peraturan perundang-  undangan yaitu evaluasi Rancangan Peraturan Gampong  terkait dengan APB Gampong, evaluasi Pengelolaan Keuangan Gampong dan aset Gampong, dan Evaluasi dokumen laporan  pertanggungjawaban APB Desa," terang Andria.

Lanjutnya, disisi lain, Badan Permusyawaratan Gampong juga harus melakukan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam  Pasal 5 huruf (c) terhadap kinerja kepala  Gampong dalam Pengelolaan Keuangan Gampong yaitu  melalui perencanaan Kegiatan dan Anggaran Pemerintahan Gampong, pelaksanaan Kegiatan, dan Laporan Pelaksanaan APB Gampong.

Jelasnya lagi, pengawasan itu juga bisa dilakukan oleh masyarakat gampong. Masyarakat  berhak meminta dan mendapatkan informasi dari Pemerintah Gampong terkait informasi seperti APB Gampong, pelaksanaan kegiatan anggaran, realisasi APB Gampong, realisasi Kegiatan, kegiatan yang belum selesai atau tidak terlaksana,  dan sisa Anggaran.

"Masyarakat juga berhak berpartisipasi dalam musyawarah gampong untuk menanggapi  laporan terkait Pengelolaan Keuangan Gampong, penyampaian aspirasi terkait pengelolaan Keuangan  Gampong, dan penyampaian pengaduan terkait dengan  Pengelolaan Keuangan Gampong," pungkas Andria Zulfa.[]


Lhokseumawe -
Sebanyak 156 peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) jilid tiga yang berasal dari 69 perguruan tinggi di Indonesia disambut oleh pimpinan Universitas Malikussaleh di GOR ACC Cunda, Kota Lhokseumawe, Kamis (14/9/2023).

Acara yang berlangsung setengah hari itu dimeriahkan dengan penampilan tarian Aceh yang dibawakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Meurah Silu Unimal dan berbagai lagu daerah yang dibawakan oleh kelompok paduan suara Gita Bahana Malikussaleh. Juga hadir Rektor Unimal, Prof Dr Herman Fithra Asean Eng, Kabiro, para Kepala UPT, dekan, Kajur, Kaprodi, dan dosen modul Nusantara.

Koordinator PMM 3, Prof M. Sayuti dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa yang mengikuti PPM ke Unimal kali ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 69 perguruan tinggi yang telah memilih Unimal tersebut sebagian besar berasal dari lintas pulau dan Provinsi, seperti Pulau Jawa, Nusa Tenggara, Bali, Irian Jaya, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan.

“Pada program PMM ketiga yang dilaksanakan Kementerian di tahun ini ada 57 ribu mahasiswa yang melamar, namun hanya 14 ribu sekian yang diterima. Maka mahasiswa yang lulus patut bersyukur karena mewakili perguruan tinggi asalnya untuk kuliah selama satu semester di Universitas Malikussaleh Aceh,” terangnya.

Sayuti menjelaskan, kegiatan PMM ini adalah salah satu tools yang dilaksanakan oleh Kementerian bagi mahasiswa Indonesia untuk turun ke daerah-daerah atau pulau sehingga mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan dapat mengetahui kondisi di Indonesia.

“Indonesia ini sangat luas, kita berbeda antara satu pulau dengan pulau lain, kita berbeda ras, suku, agama dan perilaku sehingga dengan program ini kita dapat melihat Indonesia walaupun berbeda namun tetap satu,” jelasnya.

Mahasiswa PMM nantinya akan membuat laporan kegiatan, baik laporan mingguan maupun bulanan. “Mohon jangan membuat laporan yang berisi curhatan, tetapi buat laporan yang berisikan kegiatan apa saja yang sudah dilakukan di setiap minggu atau bulannya,” tambahnya.

Sementara, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr Alfian mengatakan, inti dari PMM ini selain untuk belajar, juga untuk saling kenal mengenal. “Anda berasal dari berbagai daerah yang datang ke Universitas Malikussaleh tujuannya adalah untuk mengenal sisi budaya, agama, adat istiadat yang beriringan dengan belajar,” terangnya.

Lanjut Alfian, apabila mahasiswa PMM memiliki keluhan ketika berada di Unimal atau tempat tinggal selama di Aceh mohon untuk mengabari dosen atau pendamping modul.

“Karena anda pergi jauh meninggalkan orang tua, maka kami bertanggung jawab atas kehadirannya di Universitas Malikussaleh,” tambah Alfian.

Rektor: Anggaplah Unimal Rumah Sendiri


Rektor Universitas Malikussaleh, Prof Dr Herman Fithra Asean Eng mengucapkan selamat datang kepada seluruh anak-anak bangsa generasi emas Indonesia yang telah memilih Universitas Malikussaleh sebagai tempat untuk mendapatkan pengalaman selama satu semester dan mengambil mata kuliah di kampus kebanggaan masyarakat pasee ini.

“Mulai hari ini mahasiswa PMM yang datang ke Unimal akan jadi bagian dari keluarga besar Unimal. Jadikan Unimal itu sebagai rumah kita sendiri. Tentu setiap kekurangan yang ada di rumah kita itu bukan untuk disampaikan ke orang lain, kalau ada kekurangan-kekurangan tolong kita komunikasikan atau dilaporkan kepada dosen modul,” pesannya.

Lanjutnya, mahasiswa PMM nantinya melalui dosen modul akan diperkenalkan secara lebih luas kondisi Aceh, khususnya Samudera Pasai. “Samudera pasar itu adalah kerajaan pertama di nusantara yang membawa siat islam, semoga nanti dosen modulnya bisa membawa adek-adek melihat kisah-kisah peninggalan Kerajaan Samudera Pasai,” jelas Prof Herman.

Salah satu raja dari kerajaan tersebut adalah Sultan Malik al Shaleh, yang hari ini nama tersebut diangkat menjadi nama Universitas Malikussaleh. “Semoga adik-adik betah dan semangat belajar di kampus Universitas Malikussaleh ini,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Prof Herman memberikan lima tips untuk mengejar kesuksesan. “Pertama kita harus memiliki etika yang baik, kedua jangan ikut kawan pada hal negatif dan tidak bermanfaat, ketiga teruslah bersyukur, keempat kerjakan apa yang anda bisa dan jangan menyiakan waktu serta kelima jangan pernah berhenti berbuat kebaikan kepada orang lain,” pungkasnya.

PMM 3 ini bertema “Bertukar Sementara, Bermakna Selamanya” dan mahasiswa menghiasi dirinya dengan memakai pakaian khas dari daerah asal masing-masing.[]

Lhokseumawe - Praktisi PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Faria Insyira, ST, menjadi dosen tamu pada kuliah tami bertema proses desain pipa pada perancangan pabrik kimia di Kampus Bukit Indah, Sabtu (9/9/2023).

Dari rilis yang diberikan Koordinator Prodi Teknik Kimia, Dr Rozanna Dewi, mengatakan proses desain pipa dalam perancangan pabrik membutuhkan ketelitian dan ketepatan dalam memilih diameter pipa, jenis dan material pipa, untuk mengatasi pressure drop yang timbul karena banyaknya fitting (sambungan pipa) akibat topologi lahan pabrik.   

"Kegagalan mengatasi pressure drop akan menyebabkan tekanan luaran dari pipa tidak memenuhi syarat, bahkan fluida bisa tidak mengalir dalam sistem pemipaan. Salah satu solusi mengatasi kendala tersebut adalah dengan mengurangi flow rate atau memperbesar diameter pipa," ungkapnya.

Pada kegiatan tersebut mahasiswa Prodi Teknik Kimia memberikan respons positif kuliah yang melibatkan praktisi. "Program ini memberikan pengetahuan lebih bagi kontekstual kami, karena pembicara memang praktisi yang langsung menangani masalah desain perpipaan di PT PIM," ungkap Danusiri mahasiswa Prodi Teknik Kimia.

Menurut Ketua Laboratorium Teknik Kimia, Nasrul ZA, MT mengatakan bahwa kuliah tamu ini memberikan sinkronisasi pada program Merdeka Belajar  Kampus Merdeka (MBKM). "Dengan kuliah ini diharapkan mahasiswa mengetahui masalah riil di dunia industri dan mampu melakukan optimasi desain pemipaan dengan menggunakan aplikasi Hysis" (aplikasi untuk perancangan pabrik - ed).


Lhokseumawe -
Dalam upaya untuk mempercepat berbagai proyek pembangunan dan pengadaan di wilayah Kota Lhokseumawe, Penjabat (PJ) Walikota Lhokseumawe Dr Drs. Imran, M.Si, MA meminta percepatan proses lelang kepada Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setda Kota Lhokseumawe, Senin (11/09/2023).

Dalam amanatnya saat apel gabungan di Lapangan Hiraq, PJ Walikota Imran menekankan pentingnya penyelesaian proyek-proyek kunci yang akan memberikan manfaat nyata bagi warga kota. Untuk itu Imran minta untuk tidak mempermainkan proses lelang tersebut.

"Terkait lelang itu jangan dimain-mainkan, saya tidak cawe-cawe pada pelelangan, jangan karena dipermainkan, itu muncul isu seolah-olah Pj Walikota minta fee" ujar PJ Walikota.

ULP Setdako Lhokseumawe diinstruksikan untuk mengevaluasi dan mempercepat tahap-tahap lelang yang sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku. Mereka juga diberi mandat untuk memastikan bahwa proses lelang berlangsung adil dan transparan.

“Silahkan melakukan lelang secara terbuka” tambah Pj Imran.

Upaya percepatan proses lelang ini diharapkan akan menghasilkan pelaksanaan proyek yang lebih cepat, mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi warga kota.

Pemerintah Kota akan terus memantau perkembangan dari proses lelang ini dan berkomitmen untuk menjalankan proyek-proyek dengan penuh akuntabilitas dan kualitas tinggi demi kepentingan warga kota.


Lhokseumawe –
10 September 2023 - Hari ini, Kota Lhokseumawe dipenuhi kehangatan dan haru. Komunitas Wacana (Wadah Pembaca Bernalar), sebuah kelompok yang berkomitmen untuk memajukan pendidikan di daerah pesisir, menggelar acara wisuda yang tak terlupakan. Namun, yang membuat momen ini istimewa adalah dukungan penuh dari para stakeholder, termasuk Penjabat Wali Kota Lhokseumawe Dr. Drs. Imran, M.Si, MA.Cd, yang turun langsung ke akar rumput untuk melihat permasalahan pendidikan di Kota Lhokseumawe.

Sebanyak 20 anak sekolah pesisir yang telah menyelesaikan pendidikan selama 6 bulan adalah bintang dalam acara ini. Mereka berasal dari gampong pesisir di pinggiran Kota Lhokseumawe yang kadang terabaikan dalam isu pendidikan. Tapi hari ini, mereka adalah fokus utama, dan para tamu yang memenuhi gedung aula Kantor Wali Kota Lhokseumawe bisa merasakan semangat dan dedikasi mereka.

Penjabat Wali Kota Imran, adalah salah satu sosok yang berperan penting dalam memberikan harapan-harapan nyata bagi anak pesisir tersebut. Dia memiliki visi yang kuat untuk meningkatkan akses pendidikan di wilayah pesisir dan acap kali turun ke lapangan untuk memahami permasalahan yang dihadapi oleh anak-anak pesisir.

Yang semakin membuat wisuda ini istimewa adalah fakta bahwa Pj Wali Kota Imran telah kembali menyekolahkan 7 anak tersebut yang sebelumnya putus sekolah ke sekolah impian anak-anak tersebut, sebagai bagian dari visinya untuk mengubah masa depan pendidikan di Kota Lhokseumawe.

Dalam pidato pembukaannya, Pj Wali Kota Imran mengungkapkan, "kami, sebagai pemerintah, harus turun langsung ke akar rumput untuk melihat, merasakan, dan memahami permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh anak-anak pesisir. Hari ini adalah bukti bahwa kami berkomitmen untuk memberikan mereka peluang yang setara dengan anak-anak dari wilayah lain." Ujarnya

Selama acara, para wisudawan menerima ijazah mereka dengan bangga dari tangan Imran. Air mata haru mengalir di wajah para guru-guru dan relawan sekolah pesisir tersebut karena mereka merasa dihargai atas upaya mereka dalam memfasilitasi pendidikan di daerah pesisir. Tidak hanya itu, tetapi para stakeholder lainnya yang berpartisipasi dalam acara tersebut, memberikan dukungan moral yang sangat dibutuhkan.

Momen lainnya yang paling menyentuh hati adalah ketika Pj Wali Kota Imran, dengan suara lembutnya, mengajak semua anak sekolah pesisir untuk menyanyikan lagu "Laskar Pelangi" bersama-sama. Suara mereka yang penuh semangat mengisi seluruh ruangan, dan semua mata berbinar. Lagu tersebut menjadi simbol semangat, kegigihan, dan harapan yang membentuk perjalanan pendidikan anak-anak pesisir.

Acara wisuda ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen semua pihak terkait dalam meningkatkan pendidikan di Kota Lhokseumawe.

”ini adalah bukti bahwa dengan kerja sama dan semangat yang kuat, perubahan nyata dalam pendidikan bisa terjadi, terutama di wilayah yang pesisir yang seringkali diabaikan. Dalam momen ini, harapan untuk masa depan yang lebih terang terpancar di mata 20 anak sekolah pesisir Lhokseumawe ini” Tambahnya

Imran juga telah merencanakan langkah-langkah konkrit selanjutnya. Dia berkomitmen untuk mengedukasi orang tua anak-anak pesisir tentang pentingnya pendidikan. Melalui berbagai pendekatan, mereka akan diajak untuk mengerti bahwa pendidikan adalah investasi berharga bagi masa depan anak-anak mereka, dan mereka juga memiliki peran yang besar dalam mendukung perjalanan pendidikan tersebut.

Imran sadar bahwa harapan anak-anak tersebut harus terus menyala. Harapan adalah sumber energi yang tak tergantikan yang akan membantu anak-anak pesisir menghadapi tantangan di masa depan. Pemko Lhokseumawe, organisasi masyarakat, para pendidik, orang tua, dan masyarakat luas, adalah penjaga harapan anak-anak tersebut.

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.