2016-04-10

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Boy Amar Rafli  
Status Aceh. Net-Kepala Polri Jenderal Pol Badrodin Haiti melakukan mutasi terhadap 25 perwira polisi.
Mutasi tersebut berdasarkan surat telegram rahasia Nomor ST/936/V/2016 yang diteken hari ini, Kamis (14/4/2016).

"Hari ini Mabes Polri mengeluarkan TR mutasi lima Kapolda dan beberapa pejabat utama," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigjen Pol Agus Rianto saat dikonfirmasi, Kamis malam.

Salah satu yang dimutasi ialah Brigjen Pol Boy Rafli Amar yang sebelumnya merupakan Kapolda Banten. Kini, Boy Rafli menjadi Kepala Divisi Humas Mabes Polri.

Sebelum menjadi Kapolda Banten, Rafli sempat mencicipi jabatan di Divisi Humas Polri, yakni sebagai Kepala Biro Penerangan Masyarakat.

Berikut 24 nama lainnya yang dimutasi berdasarkan surat telegram rahasia Kapolri:
1. Kepala Bagian Intelkom Komjen Djoko Mukti Haryono dimutasikan sebagai Pati Baintelkam Polri (dalam rangka pensiun).

2. Kapolda Jawa Tengah Irjen Noer Ali diangkat sebagai Kabaintelkam Polri.
3. Kepala Korlantas Irjen Condro Kirono diangkat sebagai Kapolda Jawa Tengah.

4. Kapolda Kalimantan Selatan Brigjen Agung Budi Maryoto diangkat sebagai Kakorlantas Polri.
5. Kapolda DIY Brigjen Erwin Triwanto diangkat sebagai Kapolda Kalsel.

6. Karorenmin Baintelkam Polri Brigjen Pol Prasta Wahyu Hidayat diangkat sebagai Kapolda DIY.
7. Wakapolda Kaltim Brigjen Endaryoko diangkat sebagai Karorenmin Baintelkam Polri.

8. Kapusiknas Bareskrim Polri Brigjen Pol Hendrawan diangkat sebagai Wakapolda Kaltim.
9. Sespusiknas Bareskrim Polri Kombes Drs Mohamad Hasan Amrozi diangkat sebagai Kapus Iknas Bareskrim Polri.
10. Kapolda Sulsel Irjen Pudji Hartanto Iskandar dimutasikan sebagai Pati Yanma Polri (alih status menjadi PNS pada Kementerian Perhubungan).

11. Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan diangkat sebagai Kapolda Sulsel.
12. Karobinkar SSDM Polri Brigjen Pol Drs Ahmad Dofiri diangkat sebagai Kapolda Banten.
13. Wakapolda Kalsel Kombes Priyo Widyanto diangkat sebagai Karobinkar SSDM Polri.

14. Widyaiswara Utama Sespim Polri Irjen Sukrawardi Dahlan dimutasikan sebagai Pati Lemdikpol (dalam rangka pensiun).
15. Wakapolda Jabar Brigjen Pol Mochammad Taufik diangkat sebagai Widyaiswara Utama Sespim Polri Lemdikpol.
16. Wakapolda Jambi Kombes Drs Nana Sujana diangkat sebagai Wakapolda Jabar.

17. Widyaiswara Utama Sespim Polri Irjen Drs Daud Sihombing dimutasikan sebagai Pati Lemdikpol (dalam rangka pensiun).
18. Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Bambang Waskito diangkat sebagai Widyaiswara Utama Sespim Polri Lemdikpol.
19. Wadirtipideksus Bareskrim Polri Kombes Agung Setya Imam Effendi diangkat sebagai Dirtipideksus Bareskrim Polri.

20. Irwilivitwasum Polri Brigjen Andjaja dimutasikan sebagai Pati Puluh Itwasum Polri (dalam rangka pensiun).
21. Irbidjemen SDM II Itwil III Kombes Drs Jenmard Man Goloi Simatupang diangkat sebagai Irwil IV Itwasum Polri.
22. Kapusjarah Polri Brigjen Pol Drs Suprodjo Wirjo Sumardjo dimutasikan sebagai Pati Pusjarah Polri (dalam rangka pensiun).

23. Analis Kebijakan Utama Bidang Kam Sahli Kapolri Irjen Vincentius Sambudiyono dimutasikan sebagai Pati Sahli Kapolri (dalam rangka pensiun).
24. Pati Bareskrim Polri (penugasan pada BNN sebagai Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat Departemen Rehabilitasi) Brigjen Pol Syafrizal dimutasikan sebagai Pati Bareskrim Polri (dalam rangka pensiun).

Poso - Sebuah gambar yang menunjukkan sesosok mayat mirip Pimpinan Kelompok Teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Santoso beredar di sosial media.

Pada keterangan foto itu tertulis, Santoso tewas tertembak dalam kontak senjata di Desa Tirore, Lore Tengah, Poso, Sulawesi Tengah pada Sabtu (16/4/2016) pagi.

Dalam foto tersebut tampak mayat tersungkur, wajahnya menghadap kiri, dan mengenakan baju kemeja lengan panjang.

Polda Sulawesi Tengah yang dihubungi Tribunnews, masih belum dapat mengkonfirmasi kebenaran dari foto itu.

"Saya belum mendapat kabar soal itu (Santoso tewas)," kata Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, AKBP Hari Suprapto saat dihubungi.

Meski demikian, Hari membenarkan bahwa aparat gabungan dalam Operasi Tinombala tengah bergerak hari ini.

Belakangan ini foto Santoso beredar luas di media sosial.

Tidak hanya foto, rekaman suara berisi ancaman pihaknya akan meledakkan Polda ‎Metro Jaya juga beredar.

Menanggapi hal ini, Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti mengklaim tersebarnya foto Santoso tidak akan mengganggu jalannya operasi.

"Enggak apa-apa, tidak masalah soal foto itu. Itu kan foto lama, biasa saja," tegasnya saat dihubungi wartawan, Senin (11/4/2016).

Jenderal bintang empat ini juga meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi seolah-olah polisi tidak bekerja dan sengaja membiarkan Santoso bebas.

"Masa iya dengan foto bisa tertangkap, enggak kan. Makanya perburuan masih jalan terus dan saya akan evaluasi," katanya.(tribunnews.com)

Banda Aceh - Seorang pengusaha kopi arabika asal dataran tinggi Gayo yang tergabung dalam Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowagayo) diundang secara khusus ke Amerika Serikat. Undangan ini untuk mengikuti Specilati Coffee Association of America (SCAA) EXPO 2016 di Atlanta Amerika Serikat yang berlangsung dari 12-18 April 2016.

Ketua Kokowagayo, Riskani Melati  mengatakan, pada kegiatan ini pihaknya memparkan beragam permasalahan yang dihadapi pengusaha kopi Gayo di Aceh. Terutama persoalan harga, kualitas dan membangun kepercayaan yang disampaikan pada pembeli.

"Intinya SCAA adalah masalah pasar karena sebagian besar kopi Gayo pasarnya di Amerika Serikat," kata Riskani Melati, Sabtu (16/04/2016) melalui siaran pers diterima Habadaily.com.

lanjutnya, agenda lain adalah bagaimana menentukan banyak kerjasama selain dagang seperti project comunity development dan use premium diinvestasikan bagi produksi, pendidikan dan kesejahteraan ekonomi, sosial serta lingkungan.

Kata Riskani, sesi cupping dilaksanakan oleh importir atau roaster dari berbagai negara. "Intinya kita harus berjuang untuk keberlanjutan kopi Gayo dengan berbagai masalah," jelasnya.

Sementara itu Ketua Specilaty Coffee Association of Gayo, Khairi Tuah Miko mengatakan, perlunya program pemerintah yang nyata terhadap berbagai persoalan kopi Gayo selama ini, baik Pemerintah Pusat maupun pemerintah Aceh.

"Butuh perhatian nyata dari pemerintah, dimana  saat ini tidak ada peran untuk kopi Gayo, jangan hanya uangnya saja diambil dari perdagangan kopi dan ini kan tidak adil," tutupnya.[habadaily.coml

Mariati (45) dan cucunya Rizma (3) di rumah mereka di Desa Asan Krueng Kreh, Kec. Pirak Timu, Aceh Utara. Foto: Cut Islamanda
Sejak lahir sampai hari ini, penghuni rumah kayu ini cuma diterangi lampu teplok. Berharap datangnya rumah bantuan, justru diberikan ke orang mampu.
Oleh Cut Islamanda

Rizma (3) digendong pamannya Zulkifli (18) di rumah panggung berkonstruksi kayu yang mulai lapuk. Balita itu ditinggal ibunya saat melahirkannya. Ayahnya lantas menikahi perempuan lain dan mengabaikannya.

Di rumah orangtua Zulkifli, Abd Wahab (58) dan Mariati (45), itu Rizma memulai kehidupannya dalam kegelapan. Ia cukup beruntung memiliki nenek dan kakek yang tegar, seperti terlihat saat disambangi Pikiran Merdeka, Kamis, 17 Maret 2016.

Mereka tercatat sebagai warga Gampong Asan Krueng Kreh, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara. Hingga kini masih masih menempati rumah panggung hasil swadaya masyarakat yang dibangun enam tahun lalu, di tanah warisan orangtuanya.

Keluarga Mariati belum pernah merasakan terangnya sinar bola lampu, sejak masa ibunya dulu. Di malam hari, hanya mengandalkan penerangan cahaya temaram dari lampu teplok. Sebab tak punya uang untuk pasang arus listrik.

Karena tiada listrik, ia pakai batu giling untuk meracik bumbu masak. Sementara untuk perapian, ia gunakan kayu bakar dari ranting tua dan kayu lapuk yang dicari di belakang rumah.

“Sehari-hari saya ke sawah sendiri yang berukuran kecil dengan hasil panen sering tidak produktif. Suami saya hanya pergi ke ladang. Ia juga mulai sakit rematik dan sedikit susah mendengar,” ujar Mariati.

Anak lelakinya, Zulkifli, terkadang bekerja serabutan untuk membantu biaya makan sehari-hari. Andai masih bersekolah, saat ini putranya sudah mau tamat SMA. Sayangnya, ia putus sekolah saat kelas 2 SMP karena tidak punya biaya.

“Sekarang ini bisa makan saja sudah alhamdulillah. Apalagi ada cucu saya yang masih sangat kecil,” ucapnya.

Dia bersyukur meski harus tinggal di rumah yang kondisinya tak layak huni. Sebelumnya, rumah warisan orangtuanya lebih reot hingga roboh suatu kali, sampai kemudian dibangun rumah baru oleh masyarakat Asan Krueng Kreh.

Menurut Mariati, saat belum roboh, rumah lamanya sering difoto untuk memudahkan dapat bantuan, kata tukang foto itu. Demikian juga ketika sudah berganti rumah, beberapa kali difoto. Tapi bantuan tak kunjung tiba.

“Di sini cukup banyak warga yang dapat rumah bantuan. Meski kondisi rumah mereka tidak separah rumah saya. Tapi saya belum dapat juga. Mau bagaimana lagi, sudah begini adanya,” ujarnya.

Bantuan pemerintah yang diterima keluarga Mariati hanya beras miskin. Bantuan Langsung Tunai (BLT) pernah sekali seja diperolehnya. Setelah itu, ia hanya mendengar adanya pembagian BLT, tapi tak pernah datang ke rumah mereka.

Rumah Bantuan Tak Dihuni
Mariati (45) dan cucunya Rizma (3) di rumah mereka di Desa Asan Krueng Kreh, Kec. Pirak Timu, Aceh Utara. Foto: Cut Islamanda
Ironisnya, tepat di seberang jalan rumah Mariati, terlihat satu unit rumah bantuan yang tak berpenghuni. Menurut warga setempat, pemiliknya telah merantau ke Malaysia.

“Dari awal dibangun, rumah itu memang tidak ada yang tempati. Kosong begitu saja. Hanya sesekali ada keluarganya yang datang di malam hari. Sayang ya, di sini ada yang lebih butuh, kenapa ke sana yang diberikan bantuan,” ujar seorang warga Asan Krueng Kreh, yang enggan ditulis namanya.

Geuchik Gampong Asan Krueng Kreh, Abdul Aziz, mengatakan, ruman bantuan yang tak dihuni itu dibangun pada 2014, saat ia masih belum jadi kepala desa. Pemiliknya sudah merantau ke Malaysia.

“Itulah, siapa yang punya koneksi, dialah yang dapat,” ucapnya, Sabtu, 19 Maret 2016, secara terpisah via telepon seluler.

Padahal menurut Abdul Aziz, pasangan Abd Wahab dan Mariati merupakan keluarga paling miskin di Gampong Asan Krueng Kreh yang justru sangat layak mendapat bantuan rumah dari pemerintah.

“Di desa ini memang masih ada keluarga miskin lain, tapi tidak separah kondisi keluarga Mariati. Rumah mereka hasil swadaya yang dibangun secara gotong-royong. Sejak dulu hingga sekarang listrik saja tidak punya. Malam hari hanya gunakan lampu teplok,” ucapnya.

Sudah beberapa kali proposal permohonan rumah bantuan untuk keluarga Mariati diajukan pihak gampong, tapi tak kunjung ada tanggapan. Sebagai geuchik baru, ia berencana mengajukan kembali proposal tahun ini.

Terkait kondisi keluarga Mariati, pihak Koramil Pirak Timu juga telah mengajukan permohonan agar keluarga Mariati mendapatkan bantuan. “Semoga saja cepat ada tanggapan,” harap Abdul Aziz.

Camat Pirak Timu, H Tarmizi meyebutkan, kondisi rumah miskin bukan hanya terdapat di Gampong Asan Krueng Kreh, tapi juga di Gampong Ulee Blang dan desa lainnya di Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara.

Ia menerangkan, selama ini bantuan rumah kepada masyarakat tidak diajukan dan disalurkan melalui camat. Melainkan diberikan langsung kepada penerima karena bersumber dari dana aspirasi dewan.

“Tiba-tiba sudah keluar nama penerima. Jikapun ada rumah bantuan yang diberikan, itu sudah ada nama penerimanya tanpa mereka ketahui dasarnya dari mana,” ujarnya.

Terkait rumah bantuan yang tidak ditempati di Asan Krueng Kreh, ia akan turun ke lokasi pada Senin (21 Maret 2016) untuk mencari tahun pemiliknya, sekalian mengunjungi keluarga Mariati.

Menurut H Tarmizi, Pemkab Aceh Utara hanya mengalokasikan dua rumah bantuan untuk Kecamatan Pirak Timu pada 2016, satu untuk Gampong Paya Lueng Jaloe dan satu untuk desa lainnya.

“Saya sudah lihat daftar itu dari buku kegiatan 2016. Cuma ada dua rumah bantuan dari kabupaten, dari provinsi sepertinya belum ada,” tutup Camat Pirak Timu.[]

Diterbitkan Rubrik NANGGROE Tabloid Pikiran Merdeka edisi 116 (21 – 27 Maret 2016)


Aceh Besar - Tiga terhukum cambuk memprotes proses eksekusi cambuk yang mereka terima. Ketiga warga yang dicambuk atas kasus perjudian ini, melapor ke Polres Aceh Besar. Akibat kesalahan cambuk, leher dan telinga ketiga warga mengalami luka serius.

Protes warga ini, karena pelaksanaan eksekusi cambuk yang dilakukan pihak Kejaksaan Negeri Kota Jantho selaku eksekutor telah menyalahi aturan dan tidak sesuai dengan Qanun No 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Pada pelaksanaan eksekusi, terlihat beberapa kali algojo melakukan kesalahan saat mencambuk. Algojopun sempat diperingatkan berulang kali oleh jaksa karena rotan mengenai bagian leher dan telinga terhukum.

Dalam pelaksanaan hukuman cambuk, seharusnya algojo tidak diperbolehkan mengayun lengan melebih 45 derajat dengan posisi rotan lurus. Cambuk juga tidak boleh mengenai selain bagian punggung.

Kasat Intelkam Polres Aceh Besar, AKP Azhari menyebutkan, pihaknya akan menindaklanjuti kasus salah cambuk tersebut. Apalagi kasus kesalahan cambuk telah berulang kali terjadi di Aceh Besar.

Sebelumnya, 21 warga di Kabupaten Aceh Besar menjalani ukubat cambut dimuka umum. 17 diantaranya melanggar kasus maisir atau perjudian, sementara empat lainnya melanggar kasus khalwat.

Hukuman cambuk yang laksanakan di halaman Masjid Agung Kota Jantho disaksikan ratusan warga termasuk anak-anak dibawah umur. (*) Sumber: acehvideo.tv

Poso - Tim Satgas Tinombala berhasil menangkap dua orang yang diduga anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso alias Abu Wardah.

"Telah ditangkap dua DPO kelompok Santoso di sekitar Poso Pesisir, kemarin," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Pol Agus Rianto di Jakarta, Sabtu (16/04/2016).

Agus merinci identitas kedua orang tersebut, yakni IB alias AM alias ID (21), bergabung dengan jaringan MIT sejak 2013 dan SH alias Faqih (19) yang bergabung dengan jaringan MIT pada 2015.

Dalam penangkapan keduanya, Tim Satgas Tinombala mengamankan beberapa barang bukti, di antaranya bom lontong, satu botol spiritus, rantang yang berisi bubuk putih diduga bahan peledak. Selain itu, dua pisau kecil, satu parang, satu tas ransel, satu senter, dua "charger" telepon seluler, dan satu baterai merek ABC.(Rima)

Rahmad Maulizar (25), Duta Sumbing Aceh menjemput anak penderita bibir sumbing yang ditemukan di Kecamtan Woyla, Pedalaman Aceh Barat.
Meulaboh - Seorang mahasiswa mantan penderita bibir sumbing di Kabupaten Aceh Barat menghabiskan waktu sehari-harinya untuk menyisir keberadaan penderita bibir sumbing diseluruh plosok desa di Aceh.

Ia tak ingin generasi anak-anak Aceh khususnya penderita bibir sumbing tumbuh dengan keterbatasan mental dan kurang percaya diri untuk terampil dan berprestasi seperti anak-anak normal lainnya.

"Saya tergerak hati ingin memberikan senyuman untuk penderita bibir sumbing yang ada di Aceh karena saya sendiri pernah merasakan apa yang dirasakan oleh penderita bibir sumbing itu sangat sedih. Dengan kondisi cacat bibir sudah pasti bawaannya minder dan tidak berani terampil seperti orang normal," kata Rahmad Maulizar (25), mahasiswa Universitas Teuku Umar Negeri Meulaboh, kepada Kompas.com, Jumat (15/4/2016).

Rahmad mengaku menderita bibir sumbing bawaan lahir. Semenjak SD ia mengaku mulai kurang percaya diri dalam bergaul sesama teman sesusianya karena sering diejek bahkan dijauhi oleh teman, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya.

Sehingga ia banyak menghabiskan waktu masa kecil dengan mengurung diri di dalam rumah.

"Waktu SD saya tiap hari diejek-ejek oleh teman karena sumbing sehingga saya semakin tidak percaya diri dan sering menyendiri," katanya.

Walau dengan kondisi serba keterbatasan, anak kelima dari keluarga sederhana pasangan Ojer dan Nurhayati, warga Desa Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan Aceh Barat ini tak berputus asa dalam berusaha mencari informasi tempat operasi bibir sumbing di Aceh.

Saat beranjak usia 18 tahun, Rahmad baru mendapatkan operasi bibir secara gratis yang selenggarakan oleh Yayasan International Smile Train di Rumah Sakit Malahayati Banda Aceh.

"Kkelas 1 SMA saya baru mendapat operasi. Pertama diantar oleh orang tua, namun saat operasi selanjutnya saya pergi sendiri. Karena saya enam kali operasi ini, Alhamdulillah kondisi bibir saya sekarang sudah mendekati sempurna dan terima kasih Smile Train telah memberikan saya senyuman baru," kata Rahmad Sambil tersenyum.

Setelah menjalani operasi, Rahmad mengaku mulai lebih percaya diri dalam bergaul bahkan mulai berani trampil dan aktif di organisasi baik di sekolah maupun di lingkungan kampungnya.

"Setelah operasi saya terasa sudah lebih percaya diri. Sekarang saya senang untuk membantu orang lain terutama penderita bibir sumbing atau kegiatan sosial dan kemanusian," katanya.

Yayasan International Smile Train tak hanya memberikan senyuman baru untuknya. Tak disangka yayasan itu juga memberikannya penghargaan sebagai Duta Bibir Sumbing Aceh karena terpilih sebagai pasien terbaik hasil operasi bibir sumbing se-Indonesia.

"Tahun 2011 saya mendapat penghargaan sebagai Duta Bibir Sumbing Aceh sehingga saya mengabdikan diri untuk mencari penderita bibir sumbing untuk dioperasi," katanya.

Sejak tahun 2011 ia ditunjuk sebagai Duta Bibir Sumbing Aceh hingga tahun 2016, mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir di Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Teuku Umar Negeri Meulaboh ini telah berhasil menjaring 2.000 lebih penderita bibir sumbing dari seluruh pelosok Aceh untuk diporasi di Rumah Sakit Malahayati Banda Aceh secara rutin setiap minggunya.

"Alhamdulillah sekarang sudah 2.000 lebih penderita bibir sumbing telah selesai dioperasi oleh dr. Muhammad Jailani, spesialis Bedah Plastik Rekontruksi. Setiap minggu 15, paling sedikit 7 pasien yang dioperasi dokter, dan yang paling banyak pasien saya temukan adalah orang dewasa dan anak-anak," katanya.

Rahmad mengaku akan terus mengabdikan diri dengan hati yang tulus dan iklas untuk menolong para penderita bibir sumbing di Aceh karena umumnya penderita yang ditemukannya selama ini adalah terlahir dari keluarga tidak mampu.

Banyak orang tua penderita bibir sumbing di pelosok Aceh masih membiarkan kondisi anaknya tanpa ada penangan operasi.

"Kan sayang ada program operasi gratis dari Smile Train tidak kita manfaatkan. Kemudian di Aceh masih banyak yang beranggapan operasi bibir sumbing itu operasi besar sehingga mereka takut operasi sehingga perlu kita sosialisaikan dan langsung kita jemput mereka untuk dibawa operasi. Alhamdulillah pasien rata-rata yakin kalau saya yang sampaikan karena saya juga mantan pasein," ujarnya.(Kompas.com)

SAFRIZAL
Banda Aceh - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Syedara Apa Karya menganggap revisi Qanun Pilkada Nomor 5 tahun 2012 hanya asal-asalan untuk menampilkan kekuatan politik anggota DPRA di parlemen, tapi mereka tidak berpikir rasional dalam hal tersebut. Contohnya kasus bendera Aceh saja tidak mampu mereka perjuangkan untuk berkibar di Aceh dan itu sudah dimuat dalam Qanun beberapa tahun lalu, akan tetapi sampai sekarang Qanun itu belum berfungsi sama sekali.  

Jika Qanun Pilkada di revisi terkait syarat dukungan harus melalui per individu untuk calon perseorangan dan tidak secara kolektif, ini menunjukan bahwa DPRA masih berprinsip pada sistem orde baru dalam mempertahankan kekuasaan, dan hari ini telah lahir orde baru ala DPRA di Aceh dan siap-siap untuk menghadapi tantangan politik ke depan dengan propaganda politik murahan yang dilakukan selama ini untuk mencekal calon Gubernur dari jalur Independen.

Seharusnya calon yang diusung oleh Partai politik juga harus mendapatkan dukungan dari rakyat sebagaimana calon dari jalur independen. Itu yang seharusnya di revisi, dan mari kita sama-sama berjuang dan mencari dukungan dari Rakyat secara langsung tanpa harus melalui persentase jumlah anggota Dewan di parlemen, berani tidak mereka? Jika mereka berani dan siap, silahkan sahkan Qanun yang sedang di bahas saat ini dan kami mendukung.

Dengan demikian, calon yang di usung oleh partai politik tidak asal-asalan yang hanya mendukung demi mendapatkan jatah kepala dinas, bagi-bagi proyek dan kekuasaan semata jika kandidat mereka menang. Buktinya seperti yang kita rasakan saat ini, antara gubernur dan wakil gubernur tidak kompak dalam  membangun Aceh bahkan saling menyalahkan, dan kehancuran di antara mereka sudah terlihat di tahun pertama kepemimpinan Zikir (Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf).

Jika pun revisi Qanun itu tetap disahkan, maka akan mendapat gugatan dari rakyat, khususnya mereka yang mencalonkan diri melalui jalur perseorangan, dan ini akan berefek pada buruknya kondisi dan situasi politik Aceh menjelang Pilkada 2017, dan DPRA harus bertanggung  jawab penuh.

Jadi kenapa mereka tidak membuat peraturan bahwa siapa saja yang maju sebagai calon gubernur Aceh harus mendapatkan dukungan atau surat pernyataan bermaterai 6000 dari rakyat secara individu sebanyak-banyaknya, dan kemudian langsung ditetapkan sebagai gubernur Aceh terpilih bagi mereka yang mendapatkan dukungan terbanyak, dan ini tidak perlu lagi dilakukan pemilihan langsung, akan tetapi sudah cukup dengan surat pernyataan tadi dan juga bisa dipertanggungjawabkan di depan hukum serta tidak banyak menguras biaya pilkada.(Rill)

Foto: Agus Setyadi/detikcom
Banda Aceh - Pemerintah Kota Banda Aceh menghadirkan nuansa baru di beberapa tempat wisata. Pengunjung yang berkunjung ke sana, selain untuk sekadar refreshing juga dapat menikmati layanan internet gratis.

Salah satu titik yang menyediakan fasilitas WiFi gratis adalah Taman Sari yang terletak di depan balai kota. Di sana, sebuah tempat duduk lengkap dengan meja dan colokan untuk mengisi ulang baterai disediakan. Pengunjung yang ingin mengakses internet cukup membawa perangkat seperti laptop atau smartphone.

Tempat yang diberi nama Taman Digital Kota Banda Aceh itu diresmikan pada 29 Juli 2010 silam. Warna merah khas Telkom mendominasi lokasi tersebut. Setiap hari, beberapa pengunjung terlihat mengakses internet melalui WiFi yang disediakan di sana.

"Sekarang pengelolaannya oleh Telkom bekerjasama dengan Pemko Banda Aceh," kata Kabag Humas Pemko Wirzaini Usman, kepada detikcom, Selasa (12/4/2016).

Fasilitas WiFi yang disediakan yaitu gratis dan berbayar. Pelanggan yang ingin mengakses secara berbayar harus login terlebih dulu dengan menggunakan voucher yang disediakan Telkom.

Menurut Wirzaini, hingga kini sudah 12 titik ditempat wisata dan terminal yang terpasang fasilitas WiFi. Di antaranya yaitu dua titik di Taman Sari, empat titik di PLTD Apung, tiga titik di Pelabuhan Ulee Lheue, dan tiga titik di terminal Batoh.

"Rencananya selanjutnya (pemasangan WiFi) di Hutan Kota Tibang," jelasnya.

Meski di sana dapat mengakses seharian, tapi ada imbauan yang harus ditaati. Sebuah spanduk bertuliskan "Internetan Boleh Seharian, Shalat Tetap Number One!" terpasang di Taman Sari.

Beberapa waktu lalu, Camat Baiturrahman Banda Aceh bersama Forum Komunikasi Kepemudaan Baiturrahman (Fokbar) mengeluarkan imbauan di antaranya berisi larangan penggunaan WiFi mulai pukul 18.30 WIB atau masuk waktu salat Maghrib hingga usai salat Isya. 

Ketua Fokbar Bambang Supriadi mengatakan, larangan tersebut dikeluarkan karena banyak warga yang resah melihat banyak pengguna WiFi yang meninggalkan salat. Bahkan, saat masuk waktu salat Magrib, mereka masih berkumpul di taman yang terletak di depan Balai Kota.

"Ini menjadi sebuah pemandangan yang tidak mencerminkan sikap sesungguhnya umat Islam dan bertentangan dengan nilai-nilai syariat Islam. Untuk itu, kita meminta agar saat waktu salat tiba, fasilitas ini tidak digunakan," kata Bambang, dalam rilis yang dikirim ke media, Selasa (29/9/2015).

Sementara Camat Baiturrahman Rizal, mengatakan, fasilitas WiFi yang disediakan sebenarnya sangat bermanfaat bagi para pelajar dan mahasiswa karena membantu mereka dalam hal pengetahuan. Menurutnya, imbauan itu dikeluarkan berawal dari keresahan masyarakat terhadap penggunaan fasilitas WiFi gratis di Taman Sari.

"Namun waktu salat harus diutamakan. Ini sejalan dengan imbauan Wali Kota yang dikeluarkan beberapa waktu lalu yang isinya meminta semua aktifitas warga harus berhenti 10 menit jelang waktu salat tiba," kata Rizal.

Banda Aceh merupakan salah kota yang dilintasi Ekspedisi Langit Nusantara (Elang Nusa) Telkomsel, perjalanan dari Sabang dan Merauke sejauh 8.500 km. Dua buah drone berukuran besar dengan bentangan sayap hingga 2,4 m diterbangkan secara bersamaan, menempuh Jalur Barat (Elang Barat) dan Jalur Timur (Elang Timur) Indonesia. Elang Barat memulai perjalanan dari Sabang, Kamis (14/4) kemarin dan akan menempuh beberapa kota di antaranya Medan, Palembang, Tasikmalaya, Yogyakarta dan Malang. Sementara Elang Timur, akan berangkat dari Merauke dan bergerak melewati Sorong, Ambon, Manado, Banjarmasin, Makassar, dan Labuan Bajo.

Selama program, kedua drone akan merekam video yang kemudian diunggah melalui jaringan terbaik Telkomsel ke www.telkomsel.com/elangnusa, sehingga masyarakat dapat mengikuti perjalanan secara lengkap, baik melalui live streaming maupun recorded. 

Di akhir perjalanan, pada pertengahan Mei, kedua drone akan bertemu dan mendarat di Denpasar. Ayo ikut Ekspedisi Elang Nusantara dan jadilah saksi keindahan Bumi Indonesia.
(Sumber: detik.com)

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan
ISTANBUL - Negara-negara Islam yang tergabung dalam OKI membentuk "Interpol Islam" untuk melawan terorisme. Markas atau basis "Interpol Islam" ini berada di Istanbul, Turki.

Presiden Turki, Tayyip Erdogan, telah mengumumkan pembentukan Kepolisian Internasional (Interpol) Islam itu, pada Jumat (15/4/2016). Pengumuman Erdogan ini menjadi upaya Turki menyatukan dunia Islam dalam perang melawan terorisme.


Pada kesempatan yang sama, Ankara juga menyerukan "pembebasan” tanah Islam dari “pendudukan”. Seruan ini mengacu pada wilayah Palestina yang diduduki atau dijajah Israel.

Menurut Erdogan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) telah menerima proposal untuk menciptakan sebuah pusat polisi multinasional yang berbasis di Istanbul untuk pertempuran terorisme internasional. Struktur baru ini akan dinamakan Pusat Kerjasama dan Koordinasi Polisi OKI.

”Ini akan sangat membantu untuk membentuk struktur antara negara-negara anggota yang akan memperkuat dan melembagakan kerjasama dalam melawan teror dan kejahatan lainnya,” kata Erdogan  dalam pidato di KTT OKI selama dua hari. KTT ini dihadiri lebih dari 30 kepala negara dari negara-negara Islam.

Tujuannya, menurut Erdogan, adalah untuk melawan kelompok Islamic State (ISIS) di Irak, Suriah dan Libya, kemudian Boko Haram dan Al Shabaab di Afrika.”Sebagai organisasi teror yang menindas dan merugikan semua Muslim,” ujar Erdogan.

Interpol Islam Anti-Teror ini akan memainkan peran utama dalam menyatukan sekitar 1,7 miliar Muslim di bawah komando Ankara untuk melawan terorisme. Erdogan mendesak para delegasi OKI untuk mengatasi perbedaan internal dalam Islam.

”Saya percaya tantangan terbesar yang kita butuhkan untuk mengatasi ini adalah sektarianisme. Agama saya bukan Sunni, Syiah. Agama saya adalah Islam,” ucapnya, seperti dikutip Daily Sabah.

“Kita harus bersatu. Keluar dari konflik, tirani, (karena) hanya Muslim (yang akhirnya) menderita,” lanjut Erdogan.

Sebelum terbentuknya Interpol Islam, negara-negara Islam telah membentuk Koalisi Islam Anti-Teror dengan markas di Riyadh dan dipimpin Arab Saudi. Namun, Indonesia sebagai negara anggota OKI tidak ikut bergabung dalam koalisi itu.(sindonews.com)

Kelompok Abu Sayyaf
MANILA - Kelompok ISIS di Timur Tengah tiba-tiba mengklaim penyergapan yang menewaskan 18 tentara Filipina yang sejatinya dilakukan faksi kelompok Abu Sayyaf pimpinan Isnilon Hapilon, di Basilan Sabtu lalu.

Salah satu faksi Abu Sayyaf juga disebut-sebut sebagai penyandera 10 warga negara Indonesia (WNI), namun faksi pimpinan siapa masih misterius. Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Lestari Priansari Marsudi telah memastikan 10 WNI tidak berada di medan tempur Abu Sayyaf dan militer Filipina di Basilan. Dengan demikian, ada dugaan bukan faksi Abu Sayyaf pimpinan Hapilon yang menyandera 10 WNI.

Klaim kelompok Islamic State (ISIS) telah mengusik Pemerintah Filipina. Menteri Pertahanan Filipina, Voltaire Gazmin, mengatakan bahwa tidak ada organisasi ISIS di Filipina.

”Kelompok di Basilan sedang mencoba untuk mengatur dan berafiliasi dengan ISIS. Namun sejauh ini informasi kami mengatakan bahwa tidak ada organisasi ISIS formal di sini, di Filipina,” kata Gazmin dalam konferensi pers dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Ashton Carter, seperti dikutip Philstar, Jumat (15/4/2016).

Carter mendukung pernyataan rekannya itu dengan mengatakan bahwa apa yang terjadi di Filipina mungkin sejalan dengan "fenomena di seluruh dunia", di mana ada kelompok teror berafiliasi diri dengan ISIS.

”Itu salah satu alasan mengapa begitu penting bahwa ISIS dihancurkan di Suriah dan Irak, yang saya yakin kita akan lakukan dengan mitra koalisi kami,” katanya.

Klaim ISIS sendiri kemarin telah melebih-melebihkan jumlah korban tewas dari kubu tentara Filipina, yang disebut oleh kelompok itu mencapai 100 orang.

“ISIS selalu melebih-lebihkan klaim mereka karena ISIS ingin menggembleng potensi perekrutan untuk menunjukkan bahwa kelompok itu menang,” kata Dr. Rohan Gunaratna, Kepala Pusat Internasional untuk Kekerasan Politik dan Penelitian Terorisme.

Gunaratna lantas mengurai keterkaitan salah satu faksi Abu Sayyaf dengan ISIS. Menurutnya, faksi Abu Sayyaf di Basilan yang dipimpin oleh Isnilon Hapilon tidak lagi di bawah Radullan Sahiron, pemimpin paling senior kelompok Abu Sayyaf.

“Ia (Hapilon) telah bersumpah setia kepada (pemimpin ISIS) Abu Bakr Al-Baghdadi. Jadi faksi di Basilan dari Abu Sayyaf langsung melaporkan ke Suriah dan itulah sebabnya ISIS mengklaim serangan ini,” katanya.

“Jadi, sejauh ISIS berkaitan dengan para militan yang menyerang militer Filipina di Basilan, mereka tentara kekhalifahan,” lanjut Gunaratna.

Menurutnya, pemerintah Filipina harus prihatin dengan hal ini, terutama dengan penciptaan inti ISIS di Basilan.

”ISIS telah membentuk kehadiran di Filipina selatan oleh mengkooptasi kelompok Abu Sayyaf. Untuk mengatakan bahwa ISIS tidak di Filipina adalah salah. Namun yang pasti ISIS sekarang akan memperluas kegiatannya,” ujarnya.

Pakar terorisme ini tidak yakin apakah faksi Abu Sayyaf pimpinan Hapilon yang menyandera 10 WNI dn beberapa warga asing lainnya atau bukan. Meski demikian, dia memperingatkan bahwa kemungkinan adanya serangan teror di kawasan semakin dekat, terlebih ISIS juga pernah mengklaim serangan di Indonesia.(Sindo)

Banda Aceh - Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan MM mengajak semua pihak yang terlibat dalam Forum Kerjasama Usaha Jasa Konstruksi agar dapat berembuk dan saling berbagi pemikiran untuk memperkuat keberadaan lembaga-lembaga pengembangan jasa kontruksi di Aceh dan menuntaskan berbagai persoalan terkait usaha konstruksi.

“Salah satu hal penting yang perlu kita pikirkan adalah masalah sertifikasi para pekerja bidang kontruksi yang sampai saat ini belum berjalan dengan optimal,” kata Sekda Aceh dalam sambutan yang dibacakan Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan, Azhari, SE, M.Si, saat membuka Forum Mitra Kerjasama Usaha Jasa Konstruksi di Hotel Grand Nanggroe, Jumat (15/4).

Sekda mengatakan, masalah setifikasi dan kompetensi para pekerja bidang konstruksi penting menjadi perhatian, karena hal tersebut merupakan amanat yang tertuang dalam Undang-Undang jasa konstruksi sekaligus sebagai jawaban atas pertumbuhan usaha konstruksi yang terus meningkat hingga 6 % per tahun.

Di tengah pertumbuhan usaha tersebut, Dermawan berharap para pekerja lokal bisa mendapat kesempatan lebih terlibat di dalamnya, mengingat ketatnya persaingan tenaga kerja saat ini.

“Dari sekitar 7,3 juta tenaga kerja di bidang konstruksi di di tanah air, yang telah memiliki sertifikat kompetensi hanya di bawah 7 persen,” kata Dermawan.

Data itu, lanjut Dermawan, menjadi bukti bahwa pelaksanaan amanat Undang-Undang Jasa Konstruksi belum berjalan dengan baik. Padahal Undang-undang itu telah berlaku lebih dari 15 tahun.

Kondisi itu menurut Dermawan juga harus mendapat perhatian di Aceh, mengingat pertumbuhan usaha konstruksi di daerah ini juga cukup tinggi. Di samping itu, berlakunya masyarakat Ekonomi Asean juga menuntut adanya sertifikasi keahlian bagi pekerja bidang konstruksi jika ingin bersaing di kancah pasar bebas ASEAN ini.

Forum yang digagas Balai Pelatihan Konstruksi Wilayah I Banda Aceh itu diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas dan membenahi usaha konstruksi di Aceh sehingga SDM bidang konstruksi akan lebih baik dan kualitas produk yang dihasilkan semakin berkualitas. (RILL)

Foto: Nuri, wanita hamil 7 bulan yang diduga dibunuh dan dimutilasi suami sirinya di Cikupa, Tangerang. Foto: Humas Polda Metro Jaya
Banten - Identitas korban mutilasi di Desa Talagasari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang terkuak diketahui warga bernama Nuri. Wanita hamil tujuh bulan yang dipotong tangan dan kakinya itu memiliki paras cantik itu berasal dari Malingping, Pandeglang, Banten.

Berdasarkan penelusuran, Nuri dikenal sebagai perempuan muda berjilbab di daerah asalnya. Namun, warga penghuni di sekitar kontrakan milik H. Malik yang disewa korban dan suami sirinya Agus, menyatakan Nuri sehari-hari tidak memakai jilbab.

Dari foto korban saat masih hidup, Nuri terlihat memiliki wajah dan kulit putih, hidung mancung, serta senyum manis, dibalut jilbab warna pink bermotif bulat-bulat putih kecil. 

Sebelumnya sempat diberitakan pada Rabu 13 April 2016 kemarin, warga digemparkan dengan penemuan mayat mutilasi di dalam kamar kontrakan milik Haji Malik di kampung Telaga Sari, RT 12 RW 01, Desa Telaga Sari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten.

Diduga kuat, Nuri dibunuh oleh suami sirinya yang bernama Agus. Korban bersama Agus diketahui tinggal di kontrakan milik Haji Malik belum lebih satu bulan.

Aksi pelaku yang berprofesi sebagai pegawai rumah makan tergolong sangat sadis. Dia tega memutilasi istri sirinya hingga bayi dalam kandungan korban keluar dan tersangkut di kelamin Nuri. 

"Kami menemukan bayi yang sudah dalam keadaan meninggal menyangkut di kelaminnya," kata Kepala Kepolisian Sektor Cikupa Resor Tangerang Kabupaten, Komisaris Polisi Gunarko, seperti dilansir Jumat (15/04/2016).(*) Sumber: Rimanews.com

Jakarta - Komjen Buwas menyoroti lamanya proses eksekusi mati para mafia narkoba dari proses putusan pengadilan hingga dikirim ke regu tembak. Menurutnya, proses yang lama ini malah dimanfaatkan penjahat narkoba untuk bangun jaringan narkoba dalam Lapas.

"Ini, yang mereka ini beberapa justru dalam penundaan eksekusi, yang bersangkutan melakukan kegiatan operasi jaringannya dalam peredaran narkotika," jelas Komjen Pol Budi Waseso usai pemusnahan 107,5 KG sabu dan 59.470 butir ekstasi di garbage-plant Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat (15/4/2016).

Buwas mencontohkan, tersangka yang dihadirkan di pemusnahan ini ada yang dari lapas. Dia merupakan residivis dua kali yang melakukan dan sudah di hukum dengan hukuman 9 tahun.

"Bukti dia besar melebihi satu kilo. Ancaman pasti hukuman mati. Harapan saya ya harus dilaksanakan. Pasti dia akan melakukan kegiatan lagi nanti di lapas dengan hukuman ketiga ini. Karena dengan itu ia akan memperpanjang usia. Karena ia akan upaya banding, kasasi dan PK nanti," sambung Buwas.

Pengawasan di LP kata Buwas, sudah terus menerus dilakukan. Pengawasan sendiri sampai hari ini jaringan di lapas masih selalu bekerja. Maka dari itu, lanjut Buwas, diperlukan kerjasama dengan Menkumham Dirjen lapas serta TNI untuk pengawasannya.

"Karena lapas itu kan milik kita semua. Milik negara. Jadi penganannya tidak hanya diserahkan kepada Dirjen Lapas, atau Menkumham. Karena milik negara jadi harus sama-sama untuk pengawasan lapas itu sendiri. Seperti apa diperintahkan Bapak Presiden, bahwa lapas harus diawasi minimal 2 kali sebulan. Minimal," Buwas menjelaskan.

Buwas pun tak menampik keterlibatan dengan orang dalam lapas. Oleh karenanya perlu penanganan bersama untuk membasminya. "Kita bicara oknum ya. Smapai saat ini masih ada. Ini permaslahan bersama jadi kita bersama menanganinya. Supaya tidak terulang," pungkas Buwas.

Keluhan Buwas tentang lamanya proses eksekusi mati memang sudah terbukti salah satunya di kasus Kelompok Tangerang Nine. Kepala Kelompong Tangerang Nine, Beni Sudrajat, tidak kapok meski dihukum mati. Ia di LP Pasir Putih, Nusakambangan, kembali asyik mengendalikan pembangunan pabrik narkoba di Pamulang, Cianjur dan Tamansari. Ia memanfaatkan dua anaknya yang masih bebas. Benny lalu diadili lagi oleh pengadilan dan karena sudah dihukum mati maka ia divonis nihil.

Benny berbuat demikian karena dirinya sudah dihukum mati namun sudah bertahun-tahun dia tak dieksekusi. Dia pun membuat jaringan narkoba di sisa hidupnya di penjara.(detik.com)

Ilustrasi
Banda Aceh - Sepanjang 2015 hingga April 2016, sebanyak 40 napi di seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Provinsi Aceh kabur. Hal itu akibat tindakan pelanggaran dengan alasan human error atau kelalaian oknum petugas.

“Jumlah total kasus pelarian napi dalam genggaman petugas itu meningkat drastis setiap tahunnya, dan sebagian besar sama-sama menggunakan cara klasik, menjalin kerjasama dengan oknum petugas,” kata Koordinator Tim Pengamat Lembaga Pemasyarakatan (TPLP) Aceh, Sayed Azhar, baru-baru ini, dikutip dari Waspada Online.

Dia menyebutkan itu terkait kinerja buruk yang terjadi di lingkungan jajaran Depkumham RI dan Ditjend PAS. Selaku aktivis pemantau kinerja petugas Lembaga Pemasyarakatan, pihaknya mencatat semua kasus di lingkungan Lapas berbagai daerah di Sumatera, khususnya Provinsi Aceh, serta mencatat setiap kronologis napi yang berhasil kabur.

Bahkan,dari jumlah total napi yang telah kabur, hanya enam yang berhasil ditangkap kembali, sedangkan lainnya telah menghilangkan jejaknya. Ironisnya, Sayed menyebutkan hampir semua oknum petugas berpendapat kesalahan fatal itu dikarenakan human error.

Parahnya lagi, petugas bawahan tetap menjadi kambing hitam dan belum pernah ada atasan yang diberi sanksi berat. Apalagi petugas yang terbukti bersalah dan terlibat membantu napi kabur justru tidak diberikan sanksi berat yang bisa menimbulkan efek jera.

Padahal para petugas sudah mengetahui PP No. 21/2013 tentang tata cara pemberian remisi, asimilasi, cuti mengunjungi keluarga (CMK), cuti menjelang bebas (CMB), pembebasan bersyarat (PB) dan cuti bersyarat (CB). Bahkan bagi petugas yang sudah ketahuan bekerjasama dengan Napi justru tidak pernah mendapatkan sanksi hukuman disiplin.

“Maka secara otomatis hampir seluruh Lapas mengangkangi Permen Kum HAM nomor 6 tahun 2013 tentang tertib Lembaga Permasyarakatan dan rumah tahanan,” kata dia.(
Waspada Online/OKZ)

AS akan tempatkan 300 tentara beserta sejumlah peralatan militernya di Filipina | (Istimewa)
Filipina - Amerika Serikat (AS) akan menempatkan hampir 300 tentara di Filipina, termasuk pasukan komando Angkatan Udara yang dipersenjatai dengan pesawat tempur dan helikopter sampai akhir bulan. Penempatan ini adalah bagian dari pembangunan militer untuk meredakan ketegangan dengan Beijing di Laut China Selatan.

"Langkah militer AS tidak dimaksudkan untuk memprovokasi siapa pun, tetapi kami mencoba untuk meredakan ketegangan di sini," kata Menteri Pertahanan AS, Ashton Carter dalam konferensi pers di Manila, seperti dikutip dari USA Today, Kamis (14/4/2016).

Sementara menurut Pentagon, pasukan AS akan tetap di Filipina seusai berpartisipasi dalam Balikatan atau latihan tempur yang akan berakhir Jumat mendatang. Sekitar 200 penerbang, termasuk pasukan operasi khusus akan tetap berada di Pangkalan Udara Clark. AS juga menempatkan tiga helikopter serang Pave Hawk, pesawat misi khusus MC-130H Combat Talon II, lima pesawat tempur A-10.

Kontingen awal ini akan memberikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan militer kedua negara untuk bekerja bersama-sama, meletakkan dasar bagi pasukan untuk melakukan patroli udara bersama serta pergerakan kapal. Termasuk juga, 75 Marinir yang akan tinggal di Camp Aguinaldo untuk mendukung peningkatan operasi militer gabungan AS dan Filipina di wilayah tersebut.

Peningkatan dukungan militer terjadi hanya beberapa hari setelah seorang diplomat Filipina meminta agar AS membantu meyakinkan China untuk tidak melakukan pembangunan di dekatnya Scarborough Shoal, yang dipandang sangat penting untuk nelayan Filipina.(Sindo)

Banda Aceh - Gubernur Aceh yang didampingi Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al-Haytar dan pimpinan DPRA menyerahkan Anugerah Prof. A. Madjid Ibrahim, kepada Kabupaten Aceh Barat yang diterima langsung oleh Bupati Aceh Barat, H T Alaidinsyah.

Aceh Barat berhasil meraih predikat Terbaik I, dalam hal penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten tahun 2016. Bersamaan dengan Aceh Barat, Gubernur juga menyerahkan penghargaan kepada Kota Banda Aceh (Terbaik II) dan Kota Sabang (Terbaik III).

sedangkan, Kabupaten Aceh Barat Daya, berhasil menyabet predikat Harapan I, diikuti oleh Kabupaten Pidie Jaya (Harapan II) dan Kota Subulussalam (Harapan III).

“Selamat kepada Kabupaten/Kota yang tahun ini menerima Anugerah Prof. A. Madjid Ibrahim untuk RKPK terbaik. Mudah-mudahan penghargaan ini semakin memicu semangat kita untuk terus menyusun perencanaan pembangunan yang terbaik.”(Rill)

Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah berfoto bersama usai penyerahan Anugerah Prof. A. Majid Ibrahim pada Musrenbang Aceh tahun 2016 dalam rangka menyusun RKPA tahun 2017 di Gedung Utama DPR Aceh, Kamis 14 April 2016.
Banda Aceh - Dalam sambutannya, Gubernur juga berpesan agar dalam merancang, menyusun dan merumuskan RKPA tahun 2017, dapat memperhatikan  beberapa hal, yaitu Menjadikan RPJM Aceh 2012-2017 dan isu strategis sebagai acuan utama dalam penyusunan RKPA 2017. 

Gubernur menambahkan, sebagai masa terakhir pelaksanaan RPJM Aceh 2012-2017, maka kebijakan pembangunan harus lebih diarahkan pada upaya pencapaian sasaran RPJMA 2012-2017.

Hal lain yang disampaikan oleh Gubernur adalah menjadikan Qanun Aceh Nomor 2 Tahun 2013 serta Pergub Nomor 79 tahun 2015 sebagai pedoman dalam menyusun kegiatan yang bersumber dana otsus dan Tambahan Dana Bagi Hasil (TDBH) Migas.
“Seluruh kegiatan yang menggunakan dana ini harus pula sesuai dengan kriteria yang diatur dalam Surat Edaran Gubernur Aceh,” pesan Doto Zaini.

Sementara itu, dalam rangka meningkatkan kualitas kesejahteraan rakyat, menurunkan jumlah penduduk miskin dan menciptakan lapangan pekerjaan, Gubernur meminta agar seluruh program yang disusun harus dapat menggerakkan roda ekonomi rakyat di gampong, memenuhi hak-hak sosial dasar rakyat, khususnya kelompok masyarakat miskin dan kelompok ter-eksklusi.

Gubernur juga meminta agar semua mekanisme dan prosedur pelaksanaan program yang dirumuskan harus disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan berdasarkan hasil evaluasi pembangunan oleh BPK, BPKP, dan inspektorat. 

"Terakhir, kepada para Bupati/Walikota, saya berharap agar dapat mengelola dana Otsus yang telah dialokasikan untuk sebesar-besarnya bagi peningkatan kualitas kesejahteraan rakyat dan meningkatkan produktivitas rakyat," tambah Gubernur.(Rill)

Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah menyampaikan sambutan pada Musrenbang Aceh tahun 2016 dalam rangka menyusun RKPA tahun 2017 di Gedung Utama DPR Aceh, Kamis 14 April 2016.
Banda Aceh - Gubernur Aceh berjanji untuk terus berupaya meningkatkan kontribusi Aceh terhadap pembangunan nasional. Oleh karena itu, Gubernur berharap Pemerintah Pusat dapat memberikan perhatian serius terhadap beberapa kegiatan strategis dari dan sangat dibutuhkan Pemerintah Aceh dalam rangka mempercepat pembangunan di daerah berjuluk Serambi Mekah ini dalam rangka mengejar ketertinggalannya.

Beberapa kegiatan yang disampaikan oleh Gubernur dalam kegiatan tersebut adalah, Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Lhokseumawe dan kawasan industri strategis, selanjutnya adalah Revitalisasi Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) Banda Aceh Darussalam.

Kegiatan lainnya adalah Pengembangan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo, Pembangunan Terowongan Geurutee, Pembangunan Jalan Lintas Tengah, Barat dan Timur, dan terakhir adalah Perlindungan Kawasan Hutan Strategis. 

"Kami mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah atas dukungannya terhadap Pemerintah Aceh dalam melaksanakan perencanaan selama ini. Kami mengharapkan agar program dan kegiatan yang sudah kami usulkan lebih kurang Rp60 Triliun, melalui sistem e-Musrenbang berdasarkan usulan program prioritas nasional dan DAK khusus tahun 2017, dapat tertampung oleh Pemerintah pusat," tambah Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan enam bidang Program prioritas utama pembangunan Aceh tahun 2017, yaitu Peningkatan infrastruktur yang terintegrasi, Penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, Reformasi birokrasi, Dinul Islam, adat istiadat dan budaya serta keberlanjutan perdamaian.

Selanjutnya, peningkatan ketahanan pangan dan nilai tambah produksi,  peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat, dan yang terakhir adalah peningkatan investasi dan pemanfaatan potensi Sumber Daya Alam yang berwawasan lingkungan.

Seluruh prioritas ini harus menjadi acuan dasar seluruh perangkat Pemerintahan Aceh dan Pemerintahan Kabupaten/Kota. Sedangkan untuk alokasi anggaran program, tidak lagi berdasarkan money follow function, tetapi berubah menjadi money follow program.

Dengan demikian tidak ada lagi istilah pemerataan anggaran di jajaran SKPA, melainkan ditentukan  berdasarkan program prioritas dan target yang ingin dicapai.(Rill)

Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah menyerahkan Anugerah Prof. A. Majid Ibrahim Terbaik kepada Bupati Aceh Barat, T. Alaidinsyah dalam rangka penyusunan Rangka Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2016 Tingkat Provinsi pada Musrenbang Aceh tahun 2016 dalam rangka menyusun RKPA tahun 2017 di Gedung Utama DPR Aceh, Kamis 14 April 2016.
Banda Aceh - Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrembang Aceh Rencana Kerja Pemerintah Aceh tahun 2016 kembali mendapat apresiasi dengan kembali masuknya Aceh sebagai salah satu nominator penerima Pangripta Nusantara 2016 oleh Pemerintah Pusat.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, dalam sambutan singkatnya saat membuka secara resmi Musrembang RKPA Aceh 2017. Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Aceh itu di pusatkan di Ruang Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, (Kamis, 14/4/2016).

"Mengawali sambutan ini, saya ingin menyampaikan kabar gembira, bahwa pelaksanaan Musrenbang Aceh telah mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat, yaitu sebagai salah satu sistem perencanaan yang terbaik, sehingga Tahun ini Pemerintah Aceh kembali masuk dalam nominasi penerima Anugerah Pangripta Nusantara dari Pemerintah Pusat," ujar Gubernur.

Untuk diketahui bersama, pada tahun 2015 Pemerintah Aceh berhasil meraih peringkat lima nasional. Oleh karena itu, dengan berbagai perbaikan program yang telah dilakukan dalam Musrembang 2016, Gubernur berharap di tahun 2016 ini  prestasi Aceh bisa lebih meningkat.

Gubernur menekankan, bahwa salah satu poin penting yang ditekankan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang atau RPJP Nasional 2005-2025 adalah pembangunan yang diarahkan untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah.

"Upaya ini penting menjadi perhatian kita, sebab hingga saat ini lebih dari separuh kontribusi perekonomian nasional, atau sekitar 53,91 persen didominasi oleh  empat  provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DKI Jakarta. Sementara wilayah-wilayah di luar Pulau Jawa belum banyak berperan, termasuk Aceh," ungkap Gubernur.

Doto Zaini menambahkan, sesuai dengan arah kebijakan pembangunan nasional atau NAWACITA, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa. Untuk mendukung program tersebut, Gubernur menyarankan agar Pemerintah Pusat melakukan redistribusi fiskal nasional kepada daerah-daerah yang jumlah penduduk miskin dan angka penganggurannya masih di atas rata-rata nasional, seperti Aceh, NTT dan Papua.(Rill)

Zaini Abdullah
Banda Aceh - Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Reydonnyzar Moenek. Mengungkapkan, proporsionalitas Belanja Pegawai di Pemerintah Aceh sudah cukup efisien.

Hal tersebut disampaikan oleh Reydonnyzar, saat memberikan keterangan kepada awak media, usai melaksanakan Shalat Dzuhur berjama’ah, di Mushalla komplek Dewan Perwakilan Rakyat Aceh.

Reydonnyzar mengungkapkan Belanja Pegawai Pemerintah Aceh berada di angka 7,80 persen, sedangkan rata-rata nasional 14,94 persen. Ini dapat diasumsikan, belanja pegawai pada Pemerintah Aceh itu sudah cukup efisien.

“Belanja pegawai ini adalah gaji, upah pegawai dan seterusnya,” ujar pria yang akrab di sapa Pak Dony itu.

Sedangkan Belanja Modal, meskipun masih sedikit dibawah rata-rata nasional tetapi sudah ada peningkatan. Keberpihakan Belanja modal Pemerintah Aceh sudah diatas 20 persen, yaitu 20,06 persen atau sedikit di bawah angka rata-rata nasional yaitu 21,11 persen.

“Ada komitmen dan keinginan yang baik dari Kepala Daerah dan legislatif untuk belanja modal ini. Kalau saya tidak salah, tahun lalu masih di angka 16 persen tapi sekarang sudah meningkat menjadi 20,06 persen,” sambung Dony.

Reydonnyzar mengapresiasi langkah Pemerintah Aceh di bawah Pemerintahan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf yang telah berhasil menekan angka belanja pegawai, namun di sisi lain meningkatkan belanja modalnya.

Kenapa belanja modal perlu diitingkatkan, sambung Dony, karena ini semata-mata untuk mengejar pertumbuhan. Kita tentu saja berharap agar tahun depan dapat lebih meningkat lagi, bahkan hingga di atas rata-rata nasional.

“Sedangkan pada proporsi Belanjan Langsung atau Belanja Barang dan Jasa Pemerintah Aceh menempati proporsi yang besar, yaitu berjumlah Rp3,781 triliun. Kenapa barang dan jasa kita dorong, karena ini juga membantu menumbuhkan perekonomian daerah.”

Reydonnyzar merincikan, Belanja Pegawai Pemerintah Aceh berada di angka Rp466 miliar, Belanja Modal Rp2,582 triliun.

“Pelan tapi pasti, ada kenaikan proporsi belanjaa, antara Belanja Modal dan Belanja Barang dan Jasa. Sedangkan di sisi yang lain, Pemerintah Aceh mampu menekan Belanja Pegawai. Ini dahsyat ini, Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp3,781 triliun,” sambung Dony.

Gubernur akan Sampaikan Hasil Musrembang Aceh Kepada Presiden

Sementara itu, Sekretaris Daerah Aceh, Drs Dermawan MM, menjelaskan bahwa segala hal yang dihasilkan dalam Musrembang Aceh ini akan disampaikan kepada Pemerintah Pusat, pada Musrembang nasional yang akan dihadiri oleh Presiden RI, Joko Widodo.

“Semua hal yang dihasilkan dalam Musrembang RKPA 2017 ini akan disampaikan oleh Gubernur Aceh kepada Presiden Joko Widodo dalam Musrembang Nasional yangakan dihadiri oleh Seluruh Gubernur se-Indonesia,” terang Sekda.

Kegiatan yang mengangkat tema, ‘Peningkatan Pembangunan Infrastruktur dan Kualitas Sumber Daya Manusia untuk Memperkuat Daya Saing dan Kemandirian Ekonomi Aceh’ ini dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyatra,  Anggota DPR RI asal pemilihan Aceh, Pimpinan DPR Aceh, perwakilan unsur Forkorpimda plus Aceh.

Selain itu hadir pula Pimpinan dan Anggota DPRK se-Aceh, Para pejabat di lingkup Pemerintahan Aceh dan pimpinan lembaga vertikal, Para Kepala Bappeda dan Kepala SKPK dari Kabupaten/Kota se- Aceh, Para akademisi, perwakilan organisasi masyarakat sipil.

Sport - Pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, mengklaim Jorge Lorenzo sudah tidak nyaman berada di Movistar Yamaha. Namun, pebalap asal Italia itu mengaku akan terkejut jika Lorenzo memutuskan hengkang ke Ducati.

Rumor kepergian Lorenzo ke Ducati semakin memanas dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan direktur pelaksana Movistar Yamaha, Lin Jarvis, mengatakan pihaknya sudah pasrah jika Lorenzo memutuskan hengkang ke Ducati.

Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, Dovizioso mengaku terkejut jika Lorenzo pindah ke Ducati. Tapi mantan pebalap Repsol Honda itu bisa memahami keputusan Lorenzo jika pada akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Yamaha.

"Jika Lorenzo benar-benar datang, saya bisa katakan saya akan terkejut. Tapi, dari luar terlihat situasinya panas di Yamaha. Sulit bagi pebalap untuk menghadapinya, terutama jika Anda juara dunia," ujar Dovizioso.

Lorenzo sudah mendapatkan tawaran perpanjangan kontrak hingga 2018 dari Yamaha, namun hingga kini belum mengambil keputusan. Sementara rekan setim sekaligus rival Lorenzo, Valentino Rossi, langsung melakukan penandatanganan kontrak sebelum GP Qatar, 20 Maret lalu.

Dovizioso sendiri hampir meninggalkan Ducati akhir musim lalu setelah mendapat tawaran dari Suzuki. Namun, pebalap 30 tahun itu menolak tawaran Suzuki dan memilih menghabiskan kontraknya bersama Ducati.

Dovizioso yang baru mengoleksi satu kemenangan MotoGP sepanjang kariernya di GP Inggris 2009, bisa menerima jika Ducati memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya akhir musim ini.

"Apapun keputusan Ducati saya bisa menerimanya. Orang-orang di Ducati tahu apa yang terjadi dalam empat tahun terakhir. Jika mereka memilih saya bertahan, itu karena cara saya bekerja. Jika mereka tidak mempertahankan saya, itu tidak masalah," ujar Dovizioso.

Dovizioso terbilang tidak beruntung di awal musim 2016. Setelah finis di posisi kedua pada balapan GP Qatar, Dovizioso gagal finis di dua seri berikutnya. Pada GP Argentina Dovizioso ditabrak rekan setimnya di Ducati, Andrea Iannone, dan di GP Austin gagal finis setelah ditabrak Dani Pedrosa. (CNN Indonesia)

Banda Aceh - Tragedi Tsunami yang begitu dahsyat telah berlalu 11 tahun silam. Wisatawan kini dapat mengenang bencana tersebut di Museum Tsunami di Aceh.

Museum Tsunami bisa ditemukan di Jalan Iskandar Muda, Banda Aceh. Museum yang dibangun tahun 2009 ini merekam momen-momen menegangkan dan berbagai sisa tragedi tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004. Wisatawan bisa mengenang sekaligus mengenal lebih dalam tentang seluk beluk tsunami di sini.

detikTravel berkunjung ke Museum Tsunami beberapa waktu lalu. Bangunan yang dirancang oleh Ridwan Kamil itu terdiri dari 4 lantai dengan luas sekitar 2.500 m2. Desainnya yang minimalis futuristik begitu menarik perhatian wisatawan.

Saat masih berada di depan museum, mungkin suasana senang masih terasa dengan asyik berfoto ria. Namun ketika mulai masuk museum, rasa haru perlahan mulai terasa karena akan terkenang seperti apa dahsyatnya tsunami yang menewaskan hingga 170 ribu orang hanya dalam satu hari.


Awal memasuki museum, traveler akan melihat keindahan bangunan dengan kolam dan jembatan yang terlihat dekat pintu masuk, serta bendera beserta nama negara yang turut membantu Aceh saat bencana terjadi.

Tapi rasa kagum segera berubah menjadi sedih saat mulai masuk ke Lorong Tsunami. Lorong tersebut gelap, dalam dan tak nampak ujungnya. Suara kucuran air yang mengalir di berbagai sisi lorong juga seperti menimbulkan rasa takut tak berkesudahan.

Lorong ini bisa jadi menggambarkan perasaan masyarakat Aceh ketika mengalami bencana tsunami, yang menimbulkan ketakutan. Lantunan ayat-ayat Al Quran yang sayup-sayup terdengar juga akan terus menemani hingga tiba di pintu menuju ruangan berikutnya, yaitu Memorial Hall.

Dalam ruangan tersebut, wisatawan bisa melihat foto tragedi tsunami. Suasana mencekam dan memilukan ditampilkan dalam foto-foto di slide otomatis tersebut.

Lanjut ke ruangan berikutnya, ada Space of Sorrow yang berbentuk melingkar dengan cahaya temaran. Di sini tertulis nama-nama korban tewas kala bencana terjadi. Pada bagian langit-langit juga ada asma Allah yang seakan mengingatkan kalau nanti semua akan kembali ke pangkuan-Nya.

Setelah mengunjungi Space of Sorrow, kesedihan sepertinya belum akan hilang. Space of Confuse telah menanti untuk dikunjungi. Ini adalah lorong melingkar yang mencerminkan kebingungan korban yang mencari arah untuk menyelamatkan diri dari gelombang yang begitu dahsyat.

Ketika wisatawan sudah benar-benar larut dalam kesedihan, tibalah saatnya masuk ke Space of Hope. Dalam ruangan terakhir ini ada jembatan yang disinari cahaya seperti menggambarkan harapan baru yang bisa diwujudkan. Dijejerkan pula bendara negara yang membantu para korban tsunami.

Kalau masih ingin tahu lebih banyak tentang bencana itu, silahkan naik ke lantai dua. Di sana terdapat ruangan yang berisi fakta serta film dokumenter tentang tsunami. Lanjut di lantai 3, tersedia ruang multimedia

Berkunjung ke Museum Tsunami memang membuat sedih dan seperti membuka kembali luka lama bangsa ini. Namun, banyak hikmah yang bisa dipetik dan tentunya mengingatkan traveler untuk selalu berbuat baik dan bertakwa.

Jika ingin melihat museum tersebut, traveler dapat langsung ke sana atau melihatnya dari video perjalanan drone Elang Nusantara secara live dari layar monitor. Melalui program Ekspedisi Langit Nusantara, Telkomsel akan mengungkapkan pesona Indonesia melalui video yang diambil dari dua drone berjenis UAV (Unmanned Aerial Vehicle) yang melintasi lebih dari 50 kota di Indonesia selama sebulan penuh.

Untuk hari ini (14/4), drone yang diterbangkan dari bagian Barat Indonesia berangkat dari Sabang dengan tujuan Banda Aceh. Cukup dengan mengakses situs Elang Nusa traveler dapat mengikuti perjalanan secara lengkap, baik melalui live streaming maupun rekaman.(Sumber: detik.com)

Jakarta -  Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada hari Rabu waktu Washington merilis laporan tahunan pelanggaran HAM di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Sindonews pada Kamis (14/4/2016) mengakses laporan HAM yang dirilis AS di situs pemerintah AS (www.state.gov), di mana AS membeberkan banyak catatan pelanggaran HAM mulai dari masalah Papua hingga kematian aktivis Munir Said Thalib yang diduga melibatkan oknum Badan Intelijen Negara (BIN).

Dalam laporan panjang itu, AS memulai dengan kondisi politik Indonesia yang demokrasinya tumbuh subur dengan multipartai. AS mencatat hidupnya demokrasi Indonesia di mana pada tahun 2014 para pemilih Indonesia memilih Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden ketujuh Indonesia.

Setelah itu, AS mulai menyoroti sejumlah kasus tuduhan pembunuhan, penyiksaan, dan pelecehan oleh pasukan keamanan Indonesia.

Catatan AS di bagian pertama mengulas kekerasan di Timika, Papua. Pada tanggal 28 Agustus 2014, konfrontasi antara penduduk lokal dan prajurit TNI dari Batalyon 754, Komando Distrik XVII di Timika, mengakibatkan kematian, di mana ada penembakan dua pemuda Papua oleh tentara.

“(Okunum) TNI kemudian ditahan, dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengumumkan bahwa mereka akan menyelidiki insiden tersebut,” bunyi laporan yang dirilis Departemen Luar Negeri AS.

Pada tanggal 10 November, pengadilan Militer Mimika menyatakan kedua tentara bersalah atas penyiksaan dan pembunuhan. Pengadilan menghukum tentara senior untuk 11 tahun penjara dan tentara yunior lima tahun penjara. Keduanya juga secara resmi diberhentikan dari militer.

Pada tanggal 8 Desember 2014, kerumunan warga setempat berbaris di Kantor Polisi dan Komando Militer Pusat di Kabupaten Paniai, Papua, setelah konfrontasi pada malam sebelumnya, di mana personel militer diduga diserang beberapa remaja. Penduduk setempat membakar kendaraan sebagai pembalasan. “Pihak yang tidak dikenal menembaki kerumunan protes, menewaskan empat atau lebih warga sipil dan melukai 22 orang lainnya,” lanjut laporan itu.

Pemerintahan Jokowi, lanjut laporan itu, berjanji akan melakukan penyelidikan menyeluruh atas insiden itu, tetapi hingga November tidak ada investigasi publik yang kredibel yang telah terjadi.

Laporan Departemen Luar Negeri AS juga kembali menyoroti kasus kematian aktivis HAM, Munir Said Thalib tahun 2004 dengan mengutip data kelompok HAM yang menuding anggota senior BIN terlibat. Laporan itu menyebut, penyelidikan terhadap anggota BIN yang diduga terlibat itu tidak berjalan.(Sindonews.com)

Pidie - Anggota Satuan Narkoba Polres Pidie, Brigadir ‎Mukhlis, menjerit histeris saat jempol kanannya digigit Irwandi Rusli (22) tersangka pemilik sabu di Gampong Masjid Rumpong, Kecamatan Peukan Baro, Pidie, Rabu (13/4/2016) sekitar pukul 22.30 WIB.

Untuk melepaskan gigitan dari mulut Irwandi, polisi terpaksa memuntahkan timah panas yang mengenai kaki kanan Irwandi. Sehingga drama gigitan jempol Brigadir Mukhlis berakhir.

Brigadir Mukhlis harus mendapatkan penanganan secara medis terhadap jempol kanannya yang kulitnya terkelupas.

Kapolres Pidie, AKBP Muhajir SIK MH, Kamis (14/4/2016) mengatakan, penangkapan Irwandi Rusli merupakan target polisi. Karena aksi dilakukan Irwandi sebagai pengedar sabu sangat meresahkan warga.

Personel Satnarkoba Polres Pidie menyusun strategi penangkapan Irwandi. ‎Polisi dan Irwandi menyepakati lokasi membeli dengan cara menyamar (undercover-buy) di sebuah lorong di Gampong Mesjid Rumpong, Kecamatan Peukan Baro.

Perjanjian tersebut disepakati melalui ponsel. Brigadir Mukhlis bertugas melakukan undercover-buy dengan Irwandi.

Saat Irwandi menyerahkan satu paket sabu kepada polisi yang menyaru sebagai pembeli. Sang polisi langsung menangkap Irwandi.

Namun, Irwandi melakukan perlawanan dengan cara menggigit jempol Bri‎gadir Mukhlis. Sehingga Brigadir Mukhlis menjerit histeris.

Melihat Brigadir Muhlis digigit, rekannya membantu dengan memuntahkan tembakan peringatan ke udara.

Tapi, tembakan peringatan tidak dihiraukan Irwandi. Bahkan, tersangka berusaha melarikan diri. Hasilnya, polisi melumpuhkan Irwandi dengan menembak di bagian kaki kanan. Akhirnya Irwandi melepaskan gigitannya.

"Anggota kita langsung menangkap Irwandi. Saat dilakukan penggeledahan kita menemukan kita menemukan tiga paket sabu di saku celana kanan yang semuanya empat paket, yang beratnya 1,25 gram. Tersangka kita bawa ke rumah sakit untuk diobati," kata AKBP Muhajir.(*)Sumber: serambinews.com

Banda Aceh -- Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menyelenggarakan workshop pengenalan tools review izin perusahaan sektor perkebunan, sektor kehutanan dan juga sektor pertambangan. Kegiatan ini melibatkan peserta dari unsur LSM dan juga beberapa akademisi Fakultas Hukum Unsyiah dilaksanakan di Hotel Oasis Banda Aceh, Kamis (14/4). Dalam kegiatan ini, MaTA menghadirkan fasilitator dari Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), Ohiongyi Marino.

Penyelenggaraan workshop pengenalan tools review izin bertujuan untuk memberi pemahaman kepada peserta tentang tools review izin dan tata cara penggunaannya. Sehingga nantinya diharapkan akan lahir orang-orang yang mampu melakukan review terhadap perizinan perusahaan, baik perkebunan, kehutanan maupun pertambangan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah.

Review izin atau peninjauan kembali izin merupakan salah satu sarana untuk melihat ketaatan izin yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. Review izin pada prinsipnya adalah pemeriksaan penerbitan izin berdasarkan hukum yang berlaku atau dapat juga disebut pemeriksaan legalitas izin. Pelaksanaan review ini membutuhkan adanya pemahaman utuh terhadap hukum perizinan, yang mana hukum ini senantiasa berubah dan membutuhkan adanya keterampilan hukum untuk memahaminya.

Berdasarkan pemantauan MaTA khususnya di sektor perkebunan, selama ini pemerintah Aceh dan pemerintah 23 kabupaten/kota di Aceh terus saja menerbitkan izin-izin usaha perkebunan di Aceh, akan tetapi belum pernah melakukan review terhadap izin-izin tersebut. Padahal review izin ini penting dilakukan, baik untuk melihat ketaatan prosedural pemberian izin maupun kepatuhan di lapangan. Misal, apakah setelah mendapatkan izin perusahaan telah menjalankan kewajibannya? Atau apakah luas areal yang digarap sesuai dengan izin yang diberikan?

Dari hasil review izin nantinya akan terlihat, perusahaan mana yang taat dan tidak taat terhadap aturan-aturan yang berlaku, menjalankan atau tidak menjalankan kewajiban-kewajibannya. Kalau nantinya terbukti melanggar, pemerintah dapat mencabut izin usahanya sehingga ini bisa menjadi pembelajaran bagi perusahaan-perusahaan lain. Oleh karena itu, MaTA mendesak agar pemerintah segera melakukan review terhadap izin-izin usaha perkebunan yang selama ini telah diterbitkan.

Di sisi lain, MaTA juga berharap agar Gubernur Aceh segera menghentikan penerbitan izin usaha perkebunan pemegang HGU. Kasus yang terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang harusnya menjadi pembelajaran bagi pemerintah. Dari 1.957,02 km2 luas Aceh Tamiang, 80 persennya telah dikuasai oleh pemilik HGU. Sehingga hal ini menyulitkan pemerintah untuk membangun fasilitas pelayanan publik. Dan bukan tidak mungkin, kalau izin usaha perkebunan tidak segera dihentikan, dalam 10 tahun ke depan Aceh tidak lagi memiliki lahan.
 
Beberapa persoalan ini harus menjadi perhatian serius bagi Gubernur Aceh, apalagi periode pemerintahan gubernur saat ini hampir berakhir. Paling tidak, ada beberapa hal penting yang dihasilkan pada masa pemerintahan sekarang dalam menjaga keberlangsungan dan kelestarian lingkungan hidup di Aceh. Ini nantinya juga akan menjadi bukti komitmen Gubernur Aceh dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di Aceh.[Rill]

Brand bertajuk "Turn Back Crime" yang diperkenalkan Polda Metro Jaya resmi di-launching pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (29/11/2015).
StatusAceh.Net - Pelaku penipuan dengan korban sejumlah pekerja s3ks komersial (PSK) ditangkap polisi. Penangkapan itu dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Berlagak sebagai anggota polisi, Anton Chandra (27) memperdayai dan menipu 13 wanita di sekitaran Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan.

Bermodalkan polo shirt bertuliskan "Turn Back Crime", pria yang tinggal di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan, itu memperdayai PSK yang kerap mangkal di Apartemen Kalibata City.

Mengaku-ngaku mempunyai pangkat perwira menengah di Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Anton selalu bertualang di kawasan Kalibata City.

Padahal, pelaku sendiri tidak memiliki kartu tanda kepolisian.

Dia berkenalan dengan para wanita muda dengan menggunakan media sosial, seperti Facebook.

Setelah berkenalan, para wanita yang sebagian juga sudah disetubuhinya ditipu dan diambil harta bendanya.

Agar para korban percaya, Anton selalu memacari para PSK tersebut.

Salah satu korban, TW (22), mengaku kesal dengan perbuatan dari pelaku. Wanita berambut panjang itu tidak mengira kalau pelaku adalah polisi gadungan.

"Kesel banget ditipu sama polisi gadungan ini. Ngaku-ngaku pangkatnya ajun komisaris besar polisi (AKBP) lagi dari Unit Narkoba Polda Metro Jaya," kata wanita berambut panjang itu saat pemeriksaan di Polsek Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (14/4/2016).

Beberapa barang berharga miliknya sempat diambil oleh pelaku, seperti satu buah tas berisi dua buah pakaian, satu unit powerbank, dompet, serta buku tabungan milik korban.

Ponsel dan uang korban senilai Rp 2.150.000 telah habis digunakan oleh pelaku.

"Kenalannya lewat Facebook dan janjian di sekitaran Apartemen Kalibata City," tutur dia.

Kronologi penipuan

Barang berharga korban hilang berawal saat Anton menyuruh korban untuk membeli sesuatu di toko swalayan dengan memberi kartu ATM miliknya.

Sebelumnya, Anton membujuk korban untuk menitipkan tas dan ponsel korban kepadanya.

Namun, setelah korban hendak membayar, diketahui kartu ATM tersebut tidak dapat digunakan untuk transaksi dan pelaku sudah kabur entah ke mana.

"Kejadiannya sendiri terjadi pada Minggu (10/04) lalu di parkiran Indomaret Apartemen Kalibata City," kata Kapolsek Pancoran Kompol Aswin.

Terungkap bahwa pelaku melancarkan aksi penipuan dan penggelapannya itu sudah berjalan hampir tiga tahun. Namun, karena selama ini korban tidak ada yang melapor, Anton tetap bebas melakukan aksinya.

Baru kali ini dia terkena batunya setelah dua orang korban bekerja sama menjebak dirinya. Akhirnya, pelaku dapat diamankan ke Polsek Pancoran.

"Pelaku memanfaatkan media sosial, yaitu Facebook, untuk mengincar semua korbannya," ucapnya. (Baca: Sosok Kombes Krishna Murti, dari Reserse dan Cerita Kaos "Turn Back Crime")

Saat ini, pelaku harus merasakan dinginnya jeruji besi Mapolsek Pancoran.

Tersangka akan dikenakan Pasal 378 KUHP juncto 372 KUHP tentang Penipuan dan atau Penggelapan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (kompas.com)
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.