2017-10-22

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

,
Lhokseumawe | Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono saat membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia pada peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-89 Tahun 2017, di Lapangan Jenderal Sudirman Korem 011/Lilawangsa, Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Sabtu (28/10), menyebutkan bahwa para pemuda Indonesia berani bersatu.

Terbukti jelas fakta sejarah dari 71 pemuda peserta Kongres lainnya walaupun memiliki perbedaan latar belakang agama, suku, bahasa dan adat istiadat yang berbeda-beda. Namun sekat dan batasan-batasan tersebut tidak menjadi halangan demi cita-cita besar Indonesia. Inilah yang kita sebut dengan; “Berani Bersatu”.

Delapan puluh sembilan tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928, sebanyak 71 pemuda dari seluruh penjuru tanah air, berkumpul di sebuah gedung di Jalan Kramat Raya, daerah Kwitang Jakarta. Mereka mengikrarkan diri sebagai satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa yaitu, Indonesia. Sungguh, sebuah ikrar yang sangat monumental bagi perjalanan sejarah bangsa Indonesia

Namun, anehnya berbagai kemudahan yang kita miliki hari ini, justru lebih sering berselisih paham, memvonis, berpecah belah, saling mengutuk satu dengan yang lain, menebar fitnah dan kebencian. Seolah-olah kita dipisahkan oleh jarak tak terjangkau, berada diruang isolasi tidak terjamah, atau terhalang oleh tembok raksasa yang tinggi dan tebal hingga tidak dapat ditembus oleh siapapun.

Dalam sebuah kesempatan, Presiden Republik Indonesia yang pertama, Bung Karno pernah menyampaikan: “Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda. Kalau sekadar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir,” Pesan yang disampaikan oleh Bung Karno ini sangat mendalam khususnya bagi generasi pemuda Indonesia.

Mari kita cukupkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Stop segala bentuk perdebatan yang mengarah pada perpecahan bangsa. Kita seharusnya malu dengan para pemuda 1928 dan juga kepada Bung Karno, karena masih harus berkutat disoal-soal ini. Sudah saatnya kita melangkah ketujuan lain yang lebih besar, yaitu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda diikuti oleh para peserta diantaranya, Kasrem 011/LW Letkol Inf Shofanudin, para Kasi dan Pasi Rem 011/LW, para Komandan/Kepala Satdisjan jajaran Rem 011LW, para prajurit TNI-AD, TNI-AL, TNI-AU dan Aparatur Sipil Negara (ASN) jajaran Korem 011/LW, para Pelajar dan para peserta upacara lainnya.(Laung)

Lhokseumawe- Gelar operasi Zebra,  Polres Lhokseumae melalui Sat Lantas imbau masyarakat mematuhi peraturan Lalu lintas, Operasi Zebra Rencong – 2017 dilaksankan selama 14 hari, dimulai tanggal 01 s/d 14 November 2017 di wilayah Hukum Polres Lhokseumawe.

Imbauan tersebut disampaikan oleh petugas dilapangan dengan pengeras suara serta menempatkan spanduk imbauan di lokasi strategis diantaranya di depan mapolres Lhokseumawe, di taman riyadah, di depan pos lantas cunda, Simpang Jam serta di tempat lainnya.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S.Ik, MH melalui Kasat Lantas Iptu Mulyana, menyampaikan, imbauan tersebut merupakan tahapan sosialisasi sebelum dilaksanakan operasi Zebra tahun 2017. Sosialisasi dilakukaan dengan pengeras suara oleh petugas dilapangan serta spanduk imbauan." ujarnya Sabtu siang (28/10/2017)

Tujuan dari imbauan tersebut adalah agar masyarakat mengetahui dimulainya operasi zebra tahun 2017.

"Untuk itu kita imbau kepada masyarakat agar melengkapi kenderaan, SIM, STNK dan gunakan helm depan belakag serta patuhi peraturan berlalu lintas." jelasnya

Operasi mengedepankan kegiatan penegakan hukum disertai kegiatan preemtif dan preventif secara selektif prioritas untuk mewujudkan Kamseltibcarlantas yang mantap, tertib dan lancar." sambung Iptu Mulyana

Harapannya agar terciptanya situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar serta menurunnya kecelakaan fatalitas korban jiwa, luka berat dan kemacetan pada lokasi rawan kecelakaan dan pelanggaran.

Selain itu juga untuk meningkatkan, kepatuhan dan disiplin serta terciptanya keamanan, keselamatan, kelancaran dan ketertiban masyarakat dalam berlalu lintas.” Imbuh Kasat Lantas.(RMD)

StatusAceh.Net - Kasus tewasnya Muhammad Zubir (30) akibat ditembak dua orang tak dikenal, kini mulai terkuak siapa dalangnya. Pria asal Lamno, Aceh Jaya yang merantau ke Malaysia itu diduga ditembak oleh dua orang suruhan seorang perempuan bernama Asmiatun yang tak lain adalah istri M Zubir. Malah salah satu dari eksekutor itu disebut-sebut sebagai selingkuhan Asmiatun.

Karena dianggap mendalangi pembunuhansuaminya, Asmiatun (30) ditahan Polis Malaysia sejak 26 Oktober 2017 siang. Sebelum menikah dengan M Zubir, Asmiatun adalah janda empat anak. “Saat menikah, M Zubir masih berstatus lajang, sedangkan Asmiatun janda,” kata Presiden Komunitas Aceh di Malaysia, Datuk Mansyur bin Usman menjawab Serambi, Jumat (27/10) malam.

Dari Datuk Mansyur pula Serambi  mendapat informasi bahwa Asmiatun yang berstatus Tenaga Kerja Wanita (TKW) itu berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Perkenalannya dengan Zubir berujung ke pelaminan. Mereka menikah setahun lalu di Kuantan, Pahang, Malaysia. Namun, dalam pernikahan tersebut pasangan ini belum dikaruniai anak.

Sumber-sumber Serambi di Malaysiamaupun Aceh Jaya menyebutkan bahwa meski baru setahun berumah tangga, pasangan suami istri itu kerap bertengkar.  Pemicunya karena Asmiatun sering pulang lewat tengah malam ke rumah. Apabila ditegur dan dinasihati suaminya, Asmiatun malah marah dan mereka bertengkar lagi. Keretakan rumah tangga pasangan ini kian parah saat Zubir memergoki sang istri jalan berduaan dengan pria lain.

Pada malam sebelum Zubir ditembak pun, ia terlibat pertengkaran lagi dengan Asmiatun. Sempat terlontar ancaman akan saling bunuh. Selain itu, Zubir juga mengancam akan pulang ke Aceh dan sebelum pulang dia akan ceraikan Asmiatun. Setelah pertengkaran yang sengit itu, Zubir pun ke luar dari rumah dan memilih tidur di  doorsmeer, tempat ia bekerja. Doorsmeer (tempat cuci kendaraan) itu terletak di Felda, Desa Keratong 2, Bandar Tun Razak, Tamping, Negeri Pahang, Malaysia. Jaraknya tak jauh dari kediaman Zubir dan Asmiatun.

Saat tidur lelap di pondok doorsmeer  itulah Zubir ditembak dua kali, masing-masing di kepala dan mukanya. Eksekusi itu terjadi sekitar pukul 00.20 waktu Malaysia pada 26 Oktober 2017. Beberapa saksi yang mengetahui kejadian itu langsung melarikan Zubir ke Rumah Sakit (Hospital) Muadzam Shah. Tapi karena lukanya parah dan kondisinya kritis, Zubir dirujuk ke Hospital Tengku Amfuan Afzan (HTAA) Kuantan. Justru di rumah sakit inilah Zubir mengembuskan napas terakhir.

Setelah itu, polisi setempat menginterogasi adik kandung korban, Syahrul Ramadhan yang sama-sama merantau ke Malaysiadengan Zubir empat tahun silam. Dua bersaudara ini meninggalkan kampung halamannya, Desa Babah Ie, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya karena ingin mengubah peruntungan di Malaysia. Mereka tak ingin hidup miskin selamanya di Aceh, meski kerja Zubir di negeri jiran itu adalah tukang cuci mobil.

Kepada penyidik, Syahrul Ramadhan membeberkan bahwa sebelum abangnya tewas ditembak, ia mendengar antara Zubir dan Asmiatun bertengkar. Gara-gara itu pula Zubir ke luar dari rumah dan memilih tidur di pondok doorsmeer tempatnya bekerja. Tapi justru ditempat itulah ia dieksekusi.

Penyidik kemudian memanggil dan menginterogasi Asmiatun. Perempuan Lombok itu akhirnya mengaku bahwa dialah yang mendalangi pembunuhan Zubir, suaminya.

Dari Aidil Azhar (23), adik kandung korban di Lamno, Serambi  mendapat informasi penting kemarin sore bahwa dua lelaki yang diduga membunuh Zubir merupakan suruhan Asmiatun. Yang satu warga Jambi, teman satu kerja korban di doorsmer kawasan Felda Desa Keratong 2, Bandar Tun Razak, Pahang. Satu orang lagi adalah warrga Melayu. Dia inilah yang disebut-sebut sebagai selingkuhan Asmiatun.

Tersangka pelaku, menurut Aidil Azhar, selain membunuh korban, juga membawa kabur uang korban sebanyak 2.000 RM (sekitar Rp 10 juta lebih). “Pelaku juga melarikan paspor dan handphone Android milik korban,” kata Aidil Azhar didampingi abang sepupunya, Ismuhadi atau Ismu Malaka, salah satu penyanyi Aceh.

Ismu Malaka malah menyebutkan bahwa antara Zubir dan Asmiatun sebetulnya sudah bercerai sebulan lalu. Zubir memutuskan untuk meninggalkan wanita itu guna menghindari pertengkaran yang dipicu oleh perselingkuhan sang istri.

“Asmiatun pernah meminta abang (M Zubir) untuk kembali lagi. Namun, abang tak bersedia lagi berumah tangga dengannya dan memilih untuk kembali ke Aceh. Tapi sayang, sebelum pulang ke Aceh ia telah dibunuh di Malaysia dan kami tak tahu lebih rinci tentang identitas dan latar belakang Asmiatun. “Yang kami tahu dia itu warga Lombok,” ujar Aidil Azhar.

Ia mengaku, tahu banyak tentang tragedi kematian Zubir karena mendapat update informasi selalu dari warga Aceh kenalannya di Malaysia. Aidil Azhar merupakan adik kandung Zubir nomor tiga. Ia baru dua minggu pulang ke Aceh dari Malaysia. Sebelumnya, tiga bersaudara: M Zubir, Syahrul Ramadhan, dan Aidil Azhar sama-sama bekerja di negeri jiran itu.

Sementara itu, Polis Malaysia dikabarkan terus berupaya mengorek keterangan dari Asmiatun pascakejadian itu untuk memperjelas motif utama mengapa ia tega membunuh pria yang pernah ia cintai dan mencintainya.

Sementara itu, H Sudirman (Haji Uma), Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh kepada Serambi mengatakan, jenazah korban direncanakan akan dipulangkan ke Aceh pada Jumat kemarin, namun hal itu belum terwujud karena pihak kepolisian Malaysia masih melakukan penyelidikan kasus pembunuhan itu.

Aidil Azhar selaku adik kandung korban menambahkan, untuk biaya pemulangan jenacah akan ditanggung oleh Pemerintah Aceh, dalam hal itu Dinas Sosial Aceh. “Kita telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak menyangkut dana pemulangan jenazah korban dari Malaysia ke tempat asalnya di Lamno, Aceh Jaya,” kata Sudirman.

Ia tambahkan, sementara jenazah korban masih tertahan di rumah sakit Malaysia, karena pihak kepolisian Malaysia masih melakukan pemeriksaan dalam kasus penembakan tersebut. “Kita juga telah berkomunikasi dengan pihak Dinas Sosial Aceh dan telah direspons dengan baik soal pemulangan jenazah tersebut,” kata Haji Uma.

Pihaknya meminta Pemerintah Malaysiamengusut kasus tersebut hingga tuntas, karena pelaku telah menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja. “Kita tidak bisa terima aksi pembunuhan tersebut dan meminta Pemerintah Malaysia untuk mengusut masalah ini hingga tuntas,” harap Sudirman.  (*)

Sumber: Serambi Indonesia

LHOKSUKON - Penipuan dengan mencatut nama pejabat di institusi kepolisian kembali terjadi di Polres Aceh Utara. Kali ini nama Kasat Narkoba, AKP Ildani Ilyas dicatut oleh penjahat untuk meminta uang pelicin pada keluarga tersangka kasus narkoba.

Kasat Narkoba Polres Aceh Utara AKP Ildani Ilyas mengatakan, selama 1,5 bulan ia menjabat sebagai Kasat Reserse Narkoba Polres Aceh Utara, sudah lebih dari 10 kali keluarga tersangka narkoba dihubungi penelpon gelap yang mengatasnamakan dirinya.

"Sudah lebih 10 keluarga tersangka yang dihubungi oknum penipu tersebut. Sudah tujuh nomor telepon yang masuk, tapi hanya dua yang masih aktif. Mereka mengaku sebagai saya, tapi dengan nama Wildan Ilyas. Ada juga yang mengaku sebagai Arif, penyidik perkara. Sementara penyidik kita bukan Arif namanya," ujar Ildani. Jumat (27/10/2017) diruang kerjanya.

Ildani menyebutkan, setelah penangkapan tersangka narkoba, pihaknya selalu mengingatkan keluarga agar tidak menghiraukan jika ada yang menelepon dan meminta uang, apa pun alasannya, Apalagi tindakan oknum tersebut mengaku bisa membantu menyelesaikan permasalahan hukum dengan imbalan sejumlah uang.

"Beberapa waktu lalu keluarga Geuchik Dayah Baroe, Kecamatan Matangkuli, yang kita tangkap karena sabu dimintai uang Rp15 juta. Sekarang giliran keluarga tersangka US, yang kita tangkap di Matangkuli dengan barang bukti hampir 1 ons sabu, juga dimintai uang Rp20 juta. Sebelumnya, penelepon gelap itu juga menghubungi keluarga-keluarga tersangka lainnya," jelas Ildani.

Sementara itu Kapolres Aceh Utara AKBP Ir. Untung Sangaji M.Hum melalui Ksb Humas AKP M Jafaruddin menyebutkan, dalam bulan ini sudah dua nama pejabat Polres Aceh Utara yang dicatut namanya oleh penipu.

"Sudah kami tekankan beberapa kali, bahwa pejabat Polres Aceh Aceh Utara mulai dari Kapolsek, Kasat, Kabag, Wakapolres sampai dengan Kapolresnya tidak pernah meminta imbalan dalam bentuk apapun, baik berupa uang maupun barang dalam menangani suatu perkara," tegasnya.

Walaupun sejauh ini belum sempat adanya korban tertipu, ia meminta bila ada pihak-pihak yang mengatasnamakan Kapolres atau lainnya, agar masyarakat mengabaikannya. "Abaikan saja, itu penipuan, jika perlu catat nomor handphone-nya dan laporkan kepada kami kalau ada orang yang bertindak demikian," pintanya.(Noval)

,
Lhokseumawe | Antusias pelajar siswa Sekolah Dasar dan Menengah Atas (SD-SMA) sederajat Kecamatan Nisam Antara, antri menerima buka dari Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Pengurus Daerah IM Ny Santi Moch Fachrudin bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 011 Ny Marini Agus Firman Yusmono.

Pemberian buku pintar berlangsung di Lapangan bola kaki Alue Dua usai pelaksanaan penutupan Tentara Manungal Membangun Desa (TMMD) Ke-100 oleh Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Moch Fachrudin, di Desa Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Wilayah jajaran Korem 011/Lilawangsa, Provinsi Aceh, Kamis (26/10/2017).

Dengan adanya pembagian buku pintar tersebut. Anak-anak siswi tersebut kelihatan bahagia dan mau mengantre, walaupun  agak mendesak karena ingin mendapatkan buku pemberian dari Ny Santi Moch Fachrudin bersama Ny Marini Agus Firman Yusmono.

Ketua Persit KCK PD Iskandar Muda mengatakan, bahwa buku-buku tersebut sudah di persiapkan untuk dibagikan kepada pelajar, kerena dibalik buku terdapat ribuan juta ilmu pengetahuan, mencerdaskan anak bangsa bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan sekolah saja, lebih dari itu setiap orang memiliki peran dan tanggung jawab yang sama dalam mencerdaskan mereka, kata Ny Santi Moch Fachrudin.

“Semoga setelah menerima buku keinginan belajar para siswi semangkin semangat, rajin kita membaca buku, kita akan semakin cerdas dan semakin maju”, harapnya.(Laung)

Lhokseumawe - Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S.Ik, MH berhasil memenangkan loma masak Nasi Goreng yang di laksanakan dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) KE 65 di Mapolres Lhokseumawe.” Jum’at pagi (27/10/2017)

Lomba masak tersebut diikuti 8 peserta dari pejabat utama Polres Lhokseumawe, mereka diantaranya Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, Kabag ops Kompol Ahzan,  Kabag Ren Kompol  Budiman, Kasat Binmas Iptu Sarimin, Kasat Sabhara AKP Fazli, Kasat Narkoba AKP Mukhtar, Kbo Sat Reskrim Iptu J. Sutumorang serta Kbo Sat Lantas Ibnu Sachdan.

Penguman pemenang ini diketahui usai proses penilaian oleh dua dewan juri yang terdiri dari Mrs. Fahmi dan Mrs. Susan dari pemerhati kuliner Kota Lhokseumawe.

Juara 1 lomba masak tersebut dimenangkan oleh AKBP Hendri Budiman , nomor urut 1 dengan nilai 41 dan Juara dua dimenangkan oleh KBO Lantas Iptu Ibnu Sachdan nomor urut 8 dengan nilai 40, sedangkan Juara tiga Kompol Ahzan nomor urut 2 dengan nilai 39.

Sementara Juara Harapan satu Kompol Budiman, juara harapan dua Ipda Situmorang dan juara harapan tiga Iptu Sarimin.

Pihak panitia juga lansung menyerahkan hadiah yakni Juara pertama mendapat hadiah kipas angin, juara kedua mendapat dispenser dan juara ketiga mendapat botol air meneral, sementara untuk juara harapan satu sampai tiga masing diberikan bingkisan dari panitia.

“Penilaian lomba masak tersebut dilihat dari lima point yakni kerapian, kebersihan,  rasa,  penyajian dan cara memasak.” Ujar Ny Gamar Budiman selaku Ketua Bhayangkari Cabang Lhokseuamawe yang juga ketua panitia

Sebelumnya, total 8 peserta diberikan waktu selama 15 menit untuk memasak nasi goreng , tidak boleh ada yang membantu, jika ada yang membantu akan mengurangi nilai.” ujarnya.(RMD)

Lhokseumawe - Bahagia rasanya ikut tim ini membantu melepaskan sedikit beban hidup Fakir Miskin dan Duafa dengan memberi paket sembako yang sudah jadi program pimpinan." ujar Bripda Agung Saat Menjelajahi Sudut Desa

Walaupun hanya sekedar menjalankan program berbagi ini, setidaknya saya bisa melihat senyuman mereka ketika paket sembako berada ditangannya, diharapkan pikiran mereka setidaknya terbantu dalam satu hari dengan adanya beras tangan." ungkapnya kamis malam (26/10/2017)

Rezeki yang Allah titipkan, ada hak-hak orang lain yang harus di berikan."terangnya

Sebelumnya,  tim Sabhara Polres Lhokseumawe, kamis sore (26/10/2017) melakukan Patroli dialogis dan menyambangi kaum dhuafa dan fakir miskin untuk berbagi sembako di Desa Meunasah Blang , Uteunkot dan Blang Poroh Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe.

Hal itu merupakan program yang diinisiasi Kapolres Lhokseumawe saat ini AKBP Hendri Budiman, yang sudah mulai berjalan dari bulan puasa lalu sampai dengan saat ini. (RMD)

BANDA ACEH - Pesona Cahaya Aceh siap menggelar berbagai atraksi wisata menarik menjelang akhir tahun 2017, salah satunya penyelenggaraan atraksi wisata bahari "Aceh International Surfing Championship 2017" yang berlangsung 26-28 Oktober di Pantai Matanurung, Kabupaten Simeulue.

Sport tourism ini selain menampilkan aksi uji adrenalin surfer, juga akan menyuguhkan perpaduan penampilan tim seni masyarakat setempat yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Reza Fahlevi menyatakan bahwa penyelenggaraan Aceh International Surfing Championship 2017 diharapkan akan berlangsung sukses dalam rangka memperkenalkan dan mempromosikan pesona wisata Kabupaten Simeulue.

"Aceh International Surfing Championship 2017 adalah salah satu event wisata unggulan yang terangkum dalam Calendar of Events Aceh 2017 selain event berskala internasional lainnya yang akan segera digelar seperti Sail Sabang 2017 dalam waktu dekat di Kota Sabang," ujarnya.

Kegiatan yang mengusung tema" Nikmati Pesona Alam Simeulue, Negeri di Tengah Laut" selain sarana untuk memperkenalkan spot pariwisata dan alam juga sebagai bentuk promosi keunikan budaya yang ada  Kabupaten Simeulue yang sudah lama dikenal oleh masyarakat luar khusus surfer dunia.

"Kegiatan surfing internasional ini terselenggara berkat kerja sama yang baik antara Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh dan Pemerintah Kabupaten Simeulue melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga dengan melibatkan masyarakat serta komunitas surfing setempat dan Asian Surfing Championship (ASC)," tambahnya yang didampingi Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani.

Lebih lanjut, Reza juga berharap penyelenggaraan atraksi wisata ini tidak hanya memperkuat positioning Kabupaten Simeulue sebagai Destinasi Wisata Surfing Unggulan Aceh, tapi juga mengukuhkan Kabupaten Simeulue sebagai Destinasi Wisata Bahari Unggulan nasional.

Sementara itu, Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh Rahmadhani menyebutkan, kegiatan Aceh International Surfing Championship direncanakan akan dibuka oleh Ibu Wakil Bupati Simeulue.

"Atraksi wisata olahraga surfing ini kita harapkan bisa berlangsung sukses, tidak hanya menjadi media efektif mempromosikan pesona wisata Simeulue, tapi juga menggugah pemerintah setempat untuk terus berbenah dan menjadikan Kabupaten Simeulue sebagai Destinasi Wisata Surfing Unggulan khususnya ketersediaan tiga aspek utama dalam rangka mendukung kemajuan industri pariwisata di daerah, seperti Aksesibilitas, Amenitas dan Atraksi," jelas Rahmadhani.

Semua komponen tersebut, akui Rahmadhani harus dipersiapkan dengan baik yang melibatkan semua pihak tentunya sebagai tuan rumah yang siap memberikan pelayanan maksimal bagi siapapun yang akan berkunjung ke daerahnya.

"Hal ini harus sesuai dengan slogan masyarakat setempat" Simeuleu Ate Fulawan" yaitu masyarakat Simeulue yang berbudi, ramah, melayani dan jujur," pungkas Rahmadhani.

Dukungan Masyarakat Sangat Antusias

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Simeulue, Abdul Karim juga menyebutkan, kegiatan Aceh International Surfing Championship 2017 juga tidak lepas dari dukungan masyarakat dan komunitas setempat dalam rangka menjadikan tuan rumah yang baik dalam menyambut tamu, khususnya para peserta surfing.

"Asosiasi surfing kenamaan Asian Surfing Championship (ASC) dan Event Organizer (EO) Aceh International Surfing Championship 2017 turut ambil bagian dalam rangka mensukseskan agar terlaksana dengan baik dan lancar dengan selalu mengedepankan nilai-nilai sportifitas, objektifitas dan kreatifitas tinggi serta pelayanan maksimal," sebutnya.

Hingga saat ini, sekitar 40 peserta baik dalam dan luar negeri dinyatakan terlibat dari kegiatan Aceh International Surfing Championship 2017.

"Sejumlah hadiah menarik telah dipersiapkan, baik berupa uang tunai dan lainnya. Kita optimis event tahunan di Kabupaten Simeulue kedepan akan lebih besar dan meriah serta dengan jumlah peserta makin besar, "ungkap Abdul Karim.

Semua pihak, khususnya ASC, masyarakat dan komunitas wisata lainnya sebagai digital volunteer atau laskar digital diharapkan untuk terus mempromosikan pesona wisata Simeulue melalui sosial media.

Sehingga kedepan, penyelenggaraan Aceh International Surfing Championship 2017 diharapkan tidak hanya menjadi media promosi pariwisata daerah, tapi juga semangat untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan nusantara dan mancanegara ke Aceh umumnya dan Simeulue khususnya.(Rill)

Lokasi gudang petasan yang meledak di kosambi. ©2017 AFP PHOTO/DEMY SANJAYA
StatusAceh.Net - 47 pekerja hangus terpanggang usai api melumat gudang kembang api Kompleks Pergudangan 99, Desa Cengklong, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (27/10) pagi. Para korban tewas setelah tak bisa menyelamatkan diri usai terjebak di dalam saat api tengah melalap gudang.

Korban tewas diidentifikasi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Kondisi jenazah korban kebakaran lebih parah dibanding korban kapal motor Zahro Express di Muara Angke, awal Januari lalu.

"Ya ada beberapa yang memprihatinkan kondisinya, namun ada beberapa yang kita coba namun akan sangat sulit sekali kalau dibanding dengan KM Zahroh yang mau ke Pulau Tidung itu, ini lebih sulit. Kondisi semua hampir sama memprihatinkan," kata Kepala RS. Bhayangkara Polri Said Sukanto Brigjen Didi Agus Mintadi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (26/10) malam.

47 kantung jenazah tengah diidentifikasi pihak forensik. Sementara dari kegiatan antemortemnya, telah menerima 11 keluarga serta 7 di antaranya sudah di ambil sampel DNA.

"Ini kami jelaskan juga bahwa proses identifikasi ini memerlukan waktu agak lebih lama daripada biasanya karena kondisi jenazah yang agak lebih memprihatinkan daripada yang sebelum sebelumnya. Untuk sidik jari kemudian gigi dan DNA, kegiatan sidik jarinya sulit sekali, gigi ada beberapa, tapi itu cukup berat sehingga kami mengandalkan pemeriksaan DNA," jelas Didi.

Sementara 46 lainnya mengalami luka bakar. Korban luka sempat menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit seperti RSIA BUN. Sedangkan enam korban luka lainnya dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang.

Enam korban terpaksa menjalani perawatan intensif karena luka bakar cukup serius. Luka bakar dialami korban mulai dari 30 persen hingga 80 persen. Satu korban luka bakar lainnya dirujuk ke RSCM.

Hasil penyelidikan kepolisian diketahui jumlah pekerja di gudang kembang api itu sekira 103 orang. Pabrik itu dikontrak atas nama PT Panca Buana Cahaya Sukses. Pabrik ini bergerak di bidang pembuatan kembang api kawat dan sudah beroperasi sekira 2 bulan. Pemilik diketahui berinisil IL (40) yang beralamat di Kalideres, Jakarta Barat.

"Kami tanyakan jumlah pekerja setelah didata ada 103 orang yang bekerja," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta kepada wartawan di lokasi ledakan, Kosambi, Tangerang, Kamis (26/10).

Pihak kepolisian masih menyelidiki jumlah korban luka dan tewas. Sebab, dari data diketahui pekerja saat itu berjumlah 103, sedangkan korban tewas 47 dan luka 46 jika ditotal mencapai 93 orang.

Dari hasil keterangan saksi api pertama kali muncul sekira pukul 08.30 WIB. Hal itu diketahui ketika dua saksi tengah mengerjakan pemasangan atap bangunan Mes di dekat lokasi.

Keduanya mendengar ledakan di bagian atap pabrik petasan kembang api tersebut. Usai mendengar ledakan itu, saksi kemudian melihat percikan api yang menyebabkan pabrik tersebut terbakar.

Sejauh ini pemilik dan manajer perusahaan terlah diperiksa kepolisian. Pemeriksaan meliputi penyebab kebakaran termasuk izin perusahaan.

Kepolisian menepis kabar saat kejadian pintu di gudang terkunci mengakibatkan para karyawan yang berada di dalam tak bisa keluar. Berdasarkan kesaksian korban selamat, saat kejadian itu ia berhasil keluar dari pintu utama gudang dan tidak terkunci.

"Kebetulan tadi saya ketemu korban selamat dia bilang begitu kejadian dia keluar dari pintu utama, jadi enggak dikunci, tapi pas yang lain mau keluar mereka enggak bisa karena ada api. Jadi enggak benar karena dikunci, tidak benar," kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Purwadi di RS Polri, Jakarta Timur, Kamis (26/10).

Menurutnya, pintu utama di gudang tersebut cukup besar. Dia menerangkan anggota Brimob yang dekat dari lokasi kejadian sempat menjebol tembok buat menyelamatkan karyawan yang ada di dalam gudang.

"Kebetulan 30 meter dari situ ada BKO Brimob buat mengamankan unjuk rasa. Untung saja ada anggota Brimob jadi bisa membantu," katanya.

Sementara Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, perusahaan itu memiliki izin resmi sejak tahun 2016. Dia memastikan, dengan keluarnya izin dari Dinas terkait, maka semua struktur yang ada di pabrik itu telah sesuai standar prosedur yang ada.

"Perizinan sudah selesai dari 2016, menurut informasi pabrik itu baru 2 bulan terakhir mulai packing kembang api," kata Zaki usai menjenguk korban luka di RSUD Kabupaten Tangerang, Kamis (26/10) malam.

Namun dia tak menutup celah adanya kesalahan, sehingga menimbulkan banyaknya korban jiwa. Ditegaskan dirinya, pada tahun 2015 pabrik kembang api itu mengajukan permohonan perizinan untuk manufacture.

"Mungkin pada pelaksanaannya masih, tapi nanti kita tunggu pemeriksaan dari kepolisian," ucap dia.

Hal sama juga diutarakan oleh Kepala Desa, Belimbing, Maskota, yang memastikan gudang PT Panca Buana Cahaya Sukses itu memiliki izin usaha resmi dari kantor desa. "Izin semua lengkap, jadi bukan usaha ilegal, semua izinnya ada," kata Maskota. | Merdeka.com

Lhokseumawe- Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman SH, S.Ik, MH, menerima audensi Panwaslu Kota Lhokseumawe dan Panwaslu Kabupaten Aceh utara dalam rangka koordinasi tentang Pemilu di ruang kerja Kapolres Lhokseumawe.” Kamis siang (26/10/2017)

Hadir dalam Kunjungan tersebut Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S.Ik, MH didampingi Wakapolres Lhokseumawe Kompol Imam Asfali dan Kabag Ops Kompol Ahzan, SH, S.Ik, MSM.

Sementara dari Panwaslu Kota Lhokseumawe dihadiri T. Zulkarnaen, Ph.D selaku ketua serta didampingi  Muzakir, ST dan Sofhia Annisa, M.Pd selaku anggota, sedangkan dari Panwaslu Aceh Utara dihadiri Yusriadi, SE.,M.S.M selaku Ketua serta didampingi anggota Muhammad Nur Furqan, S.Sos dan T. Yuherli Basri, S.T.
 
AKBP Hendri Budiman dalam pertemuan silaturrahmi tersebut mengatakan pentingnya koordinasi dan komunikasi, kooridinasi pihak panwaslu bukan hanya pada pihak Polres Lhokseumawe saja, tetapi juga kepada pihak terkait lain seperti Satpol PP dalam penertiban alat peragaan nantinya. Panwaslu agar tidak ragu menertibkan alat peraga yang tidak sesuai ketentuan. Hindari hal-hal yang menjadi pemicu konflik sosial atau memacing emosi masyarakat dalam pemilu nantinya.

Hal ini juga saya sampaikan pada saat Pilkada yang lalu, saat melakukan silaturrahmi ke kantor KIP, Panwaslu, Pimpinan partai serta wartawan, alhamudulillah pemilu tahun lalu berjalan sukses,” terang Kapolres

Jika ada permasalah silahkan koordinasikan, semua permasalahan dapat diatasi dengan koordinasi dan komunikasi yang baik. Polres Lhokseumawe siap mendukung pelaksanaan Pemilu tahun 2019 agar tahapan pemilu berjalan dengan lancar, aman dan damai.

Sementara, Ketua Panwaslu Kota Lhokseumawe T. Zulkarnaen, Ph.D dan Ketua  Panwaslu Kab. Aceh Utara Yusriadi yang sebelumnya membahas tentang Gakumdu dan pengawasan pemilu nantinya, mengucapkan terimakasih atas  apresiasinya kepada Kapolres Lhokseumawe yang telah memberikan banyak waktu untuk membahas tentang pengawasan pemilu Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara.(RMD)

Pidie - Sungguh sangat miris melihat begitu berjamurnya kegiatan penambangan emas ilegal di Kecamatan geumpang  yang di lakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab hingga mengakibatkan Kerusakan lingkungan yang sangat parah, dan pada beberapa wilayah sudah membentuk kubangan besar dan dalam menyerupai danau.

Hasil investigasi awak media dari beberapa titik salah satunya yang berlokasi di jalan kilo 12 , sungguh jelas bahwasanya kegiatan pertambangan emas  ilegal yang mereka lakukan tidak takut terhadap hukum yang berlaku di negeri ini,sebab salah satu pekerjanya mengatakan “silahkan kalau kalian mau naikan beritaya atau mau kalian laporkan kami tidak takut” ujarnya.

Aturan tersebut juga mengacu kepada UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba dan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pelanggaran perizinan dan dampak lingkungan terhadap kedua UU terancam pidana sampai 10 tahun penjara dan denda milyaran rupiah.

Awak media mengkonfirmasi  Dinas Lingkungan Hidup kabupaten pidie yang tidak mau di tulis namanya berhubung kepala dinas tidak di tempat menjelaskan bahwa DLH tidak berwenang lagi menangani masalah pertambangan .
wewenang tersebut telah dialihkan ke Dinas Pertambangan dan Energi provinsi Aceh”jelasnya.

“Untuk penindakan dampak lingkungannya silahkan konfirmasi ke Polda Aceh saja”tegasnya.

Sampai berita ini diturunkan Dinas Lingkungan Hidup kabupaten pidie  dan Polda Aceh belum dapat dikonfirmasi.(Fauzal)

Kebakaran gudang mercon Tangerang
Jakarta - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengemukakan, korban meninggal akibat gudang kembang api di Kompleks Pergudangan 99 di Jalan Raya Salembarang, Cengklong, Kosambi, Kota Tangerang, Banten, hingga Kamis sore, 26 Oktober 2017, mencapai 47 orang.

"Jadi, total 47 (korban jiwa)," ujarnya, hari ini.

Sejumlah 47 orang tersebut, merupakan pegawai pabrik itu. Saat ini, 39 jenazah telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Sementara itu, delapan jenazah lainnya masih di lokasi. Adapun korban luka bertambah dari 43 orang menjadi 46 orang.

Sampai saat ini, masih ada 10 karyawan lainnya yang belum diketahui nasibnya.

Hingga saat ini, Kepolisian masih melakukan pendataan di lokasi. Hal itu untuk memastikan masih adakah korban jiwa dalam kebakaran tersebut.

Sementara itu, Kapolresta Tangerang Komisaris Besar Polisi Harry Kurniawan mengemukakan, sebagian besar korban merupakan wanita. Saat ini, tim Inafis masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.| Viva

Rokan Hulu - Istri seorang Mantan Security di kecamatan Kunto Darussalam‎, Rokan Hulu (Rohul) berinisial Am (28), ditemukan tewas gantung diri dalam rumahnya, Jalan Baru PT. Eluan Mahkota (EMA) RT 003/ RW 007 Desa Muara Dilam, Kecamatan Kunto Darussalam.

Informasi yang dapat dirangkum dari warga Muara Dilam mengatakan, kejadian tersebut sempat menggemparkan terjadi pada pada Rabu (25/10/2017) sekitar pukul 16.00 Wib.

Sebut warga, jenazah Am tewas tergantung dengan seutas tali nilon putih di lehernya. Pertama kali ditemukan suaminya EM, yang merupakan mantan security di PT Budi Murni , saat di temukan kondisi korban setengah telanjang, dan hanya mengenakan celana pendek shot hitam, kemidian di bagian tubuh atas kenakan kaos lengan pendek.

Peristiwa itu, dibenarkan oleh Kapolres‎ Rohul AKBP Yusup Rahmanto SIK, MH, melalui Kapolsek Kunto Darussalam AKP Artisal, Kamis (26/10/2017).

Dikatakan AKP Artisal, personel Polsek Kunto Darussalam sudah lakukan olah TKP di rumah korban, dan membawa jenazah Am‎ ke RSUD Rohul untuk menjalani visum.

Ditanya apakah korban Am meninggal karena murni bunuh diri atau karena hal lainnya, sejauh ini AKP Artisal belum berani memastikan. Diakuinya, hasil visum dilakukan pihak dokter RSUD Rohul masih samar-samar.‎

Walaupun demikian, AKP Artisal mengakui dirinya sudah memintai keterangan dari anggotanya berinisial EM selaku suami ‎dari korban, yang ada di TKP saat kejadian dan orang pertama yang menemukan mayat korban tergantung di seutas tali.     .*** (Risto Hrp)

Tapaktuan - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf memantau sejumlah pembangunan proyek yang menggunakan anggaran Otsus APBA 2017 di pedalaman Kabupaten Aceh Selatan, di kawasan Trumon, Kamis 26 Oktober 2017.

Di antaranya pembangunan jembatan Teupin Tinggi dengan nilai kontrak Rp. 2.307.538.000, sebagaimana tertera pada papan informasi yang terpajang di lokasi.

Pembangunan jembatan tersebut dimulai pada 20 April 2017 dan ditargetkan selesai pada pertengahan November 2017. Irwandi meminta pelaksana dan pengawas proyek tersebut dapat terus memacu pengerjaannya sehingga cepat bisa difungsikan secara maksimal. Saat ini, di lokasi tersebut dibangun jembatan darurat sebagai alternativ penyeberangan warga.

Gubernur juga meninjau pembangunan jalan Trumon - Buloh Sema - Kuala Baru - Singkil dengan nilai kontrak Rp. 18.761.142.000.

Setelah menyelesaikan peninjauan di Aceh Selatan, gubernur selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Singkil. Di sana gubernur meninjau pembangunan jembatan Kuala Baru Sungai, Kecamatan Kuala Baru, Kabupaten Aceh Singkil, dengan nilai kontrak Rp. 4.945.717.000. Pembangunan jembatan tersebut dimulai 1 Agustus 2017 dan dijadwalkan selesai pada 28 Desember mendatang.

Sebelumnya, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengingatkan para Kepala SKPA dan SKPK serta seluruh pihak terkait untuk memantau semua proyek yang sedang dikerjakan untuk memastikan kualitasnya sesuai harapan.

Hal itu dikatakan Gubernur saat menggelar rapat bersama sejumlah Kepala SKPA dan SKPK Aceh Selatan di ruang pertemuan di Bandara Cut Ali, Aceh Selatan, Kamis 26 Oktober 2017, sesaat setelah Gubernur mendarat di Bandara tersebut dalam perjalanannya dari Kabupaten Simeulue.

"Tolong pantau semua proyek, jangan sampai baru dibangun sudah rusak. Tolong dipantau," ujar Gubernur mengingatkan para peserta rapat.

Rapat tersebut membahas perkembangan sejumlah proyek yang dibiayai dana Otsus APBA 2017 di Aceh Selatan dan Singkil.

Rapat tersebut digelar sesaat sebelum gubernur meninjau sejumlah proyek di Kabupaten itu. (Rill)

Rokan Hulu - Pembicaraan ujaran kebencian dan Isue tak sedap menjadi perbincangan hangat di setiap warung kopi , Pasalnya setelah di temukan nya selebaran negatif tentang Bupati Rokan Hulu (Rohul) H. Suparman S.Sos, M.Si yang sepertinya sengaja disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dalam selebaran yang berisi tulisan kebencian yang diduga sengaja di sebarkan oleh Orang Tak Di kenal ( OTK)  pada malam hari oleh itu betuliskan "Selamatkan Rokan Hulu, Rokan Hulu Dalam Bahaya, Rokan Hulu Terjajah, Rokan Hulu Tergadai' dan ada beberapa item yang sengaja ditulis hanya untuk memojok kan  Bupati Rohul Suparman dan dalam selebaran tersebut tertulis Bahwa 'Bupati Bermuka Palsu' bahkan disertai foto, sementara si pengusaha disebut diselebaran itu sebagai 'Bupati Sesungguhnya'adalah (DH)

Dalam selebaran yang di prediksi di cetak hingga Ribuan lembar itu  juga tertulis si pengusaha disebut yang memegang kendali penuh terhadap keberlangsungan pemerintahan di Kabupaten Rohul, baik proyek dan yang menentukan pejabat yang bisa menduduki posisi jabatan penting di lingkungan Pemkab Rohul.

Dalam menyikapi  selebaran negatif yang sengaja di sebarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab itu, Bupati Rohul Suparman mengatakan kepada sejumlah wartawan dirinya Mengucapkan terima kasih kepada oknum pembuat ujaran kebencian yang telah sengaja menyebarkan selebaran negatif dan menyudutkan dirinya.

"Saya sangat beterima kasih kepada oknum yang menyebarkan selebaran itu. Dan ini juga merupakan suatu koreksi bagi diri saya, apakah saya sudah benar atau belum dalam menjalankan pemerintahan di Rohul ini,” kata Bupati Rohul Suparman, melalui selulernya, Kamis (26/10/2017).

Meskipun demikian, Bupati Suparman sangat berharap agar oknum tidak bertanggung jawab tersebut berani terang-terangan dalam mengoreksi kinerjanya, sehingga hasilnya akan lebih baik.

“Kita saat ini sudah terang benderang, Rohul dibangun bukan untuk kepentingan pribadi, suku atau golongan, tapi untuk seluruh masyarakat yang ada di negeri ini,” ungkap Bupati Suparman lagi.

Bupati yang juga Mantan Ketua DPRD Provinsi Riau ini yakin dan percaya bahwa yang menyebarkan selebaran adalah oknum yang ingin agar Kabupaten Rohul lebih hebat ke depannya "ungkapnya"

Namun alangkah lebih baik lagi jika koreksi tersebut disampaikan secara tansparan dan terang-terangan kepada dirinya, sehingga terarah dan bertanggung jawab.‎

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat, jika ada pemimpin yang tidak baik, mari kita hadang bersama, termasuk saya sendiri. Jika saya tidak baik dalam menjalankan amanah ini saya siap dihadang," ujarnya.

Ditanya isi selebaran yang menyebutkan penetapan jual beli pejabat aparatur pemerintah melalui gerbong terselubung,‎ Bupati Suparman mengimbau, agar si pembuat selebaran bisa membuktikannya.

“Kita tanya ke pejabat yang baru-baru ini kita lantik, apakah ada yang membayar. Dan Saya berterima kasihnya di situ, karena beberapa kali saya mengingatkan tidak ada memakai uang dalam penentuan jabatan."‎

“Jangankan untuk jabatan, bahkan baru-baru ini saya intruksikan ke seluruh perusahaan di Rokan hulu agar jangan melayani permintaan atau permohonan yang mengatas namakan Pemkab Rohul atau diri saya pribadi," sebut Bupati Suparman lagi.

Ketika Ditanya lagi apakah dirinya sudah melaporkan pembuat selebaran negatif, Bupati Rohul Suparman mengaku baru sebatas berkoordinasi saja.

Lebih lanjut Bupati Rohul juga menghimbau, agar si pembuat selebaran jangan menebar fitnah yang menyudutkan dirinya yang saat ini tengah serius membenahi Kabupaten Rohul agar lebih baik, maju, dan lebih hebat lagi.

"Namun intinya, secara pribadi saya tidak akan kasak-kusuk , soalnya saya sudah merasa sering difitnah seperti ini. Namun Allah SWT masih sayang kepada saya. Saya hanya ingin Rokan Hulu ini lebih baik dan hebat. Tentunya jika berbuat baik pasti ada ujiannya," ungkapnya".

Selebaran negatif dilayangkan kepada Bupati Rohul Suparman juga diterima oleh Sudirman, wartawan Rohul‎. Sekitar 1 rim selebaran ditemukan di teras rumahnya di Desa Sukamaju, Kecamatan Rambah.

Sudirman mengaku selebaran tersebut dikirimkan oleh orang tidak dikenal mengendarai sepeda motor di depan pada Kamis (26/10/2017) sekitar pukul 03.00 dinihari tadi.

Pagi harinya istri Sudirman kaget saat membuka pintu depan, karena ada paket di terasnya. Setelah dibuka, ternyata berisi selebaran negatif tentang Bupati Rohul sekira 1 rim kertas HVS.‎

"Saya juga heran mengapa selebaran ini diantarkan ke rumah saya, hubungannya apa. Kalau menurut saya ini fitnah, kasihan Pak Bupati Suparman," kata Sudirman dan mengaku sudah menyimpan selebaran tersebut agar tidak menyebar ke masyarakat.

Hal sama Juga dialami oleh bang Gondrong Saat membuka warungnya dirinya menemukan tumpukan kertas yang tersusun rapi  di meja kira kira berjumlah dua ratus lembar dan kertas tersebut akhirnya di bawa oleh petugas kebersihan untuk di buang ke TPS, *** ( Alfian)

StatusAceh.Net - Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah hadir untuk membahas pengembangan Sabang dalam rapat Koordinasi  Pelaksanaan Sail Sabang 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (25/10/2017).

Rakor tersebut turut dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, beberapa Kementerian yang terlibat dalam kegiatan Sail Sabang, seperti Kemenko Maritim, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementrian PU&PR, kementerian Perhubungan, kementerian Luar negeri, Kementrian Kesehatan, Kemenkumham, TNI/Polri, serta sejumlah lembaga lainnya.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh,  Mulyadi Nurdin mengatakan bahwa Rakor tersebut merupakan lanjutan persiapan pelaksanaan Sail Sabang, yang membahas berbagai persiapan pelaksanaan Sail Sabang yang akan berlangsung bulan depan di Aceh.

Dalam acara tersebut,  Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebutkan, Launching Sail Sabang 2017 rencananya akan dilaksanakan pada awal bulan November 2017, sebagai bentuk publikasi pra-event.

Pemerintah berharap melalui pelaksanaan Sail Sabang Tahun 2017, ke depan akan semakin ramai pelayaran yacht (Kapal layar) dan cruise (Kapal Pesiar) yang melintasi dan singgah di pulau Sabang.

Dengan demikian diharapkan akan semakin mengukuhkan Sabang sebagai international marine tourism, dimana pariwisata bahari Sabang akan semakin maju dan berkembang.

“Hasil nyata pasca kegiatan Sail Sabang 2017 adalah semakin aktif dan ramainya pelayaran yacht dan cruise pada segitiga Phuket, Langkawi dan Sabang,” ujar Menteri Pariwisata RI Arief Yahya saat memimpin rapat tersebut.

“Pada rakor itu juga dilakukan Identifikasi masalah dan solusinya, terutama pada 10 bidang yang terlibat pada kegiatan pelaksanaan Sail Sabang sehinggas jelas dan tuntas diselesaikan, yang kemudian akan dilaporkan kepada bapak Menko Maritim,” ujar Mulyadi Nurdin.

Selain itu kata Mulyadi, pada kesempatan itu Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah bersama sekretaris Menteri Pariwisata serta Kepala BPKS turut membahas potensi investasi di kawasan Sabang.

Wagub kata Mulyadi juga melakukan peninjauan serta mendengarkan penjelasan Sekretaris Menteri Pariwisata dan Staf khusus Menteri Pariwisata bidang Telekomunikasi Don Kardono terkait dengan aktifitas Tim IT Kementerian Pariwisata RI.
(Rill)

Tapaktuan - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengingatkan para Kepala SKPA dan SKPD serta seluruh pihak terkait untuk memantau semua proyek yang sedang dikerjakan untuk memastikan kualitasnya sesuai harapan.

Hal itu dikatakan Gubernur saat menggelar rapat bersama sejumlah Kepala SKPA dan SKPD Aceh Selatan di ruang pertemuan di Bandara Cut Ali, Aceh Selatan, Kamis 26 Oktober 2017, sesaat setelah Gubernur mendarat di Bandara tersebut dalam perjalanannya dari Kabupaten Simeulue.

"Tolong pantau semua proyek, jangan sampai baru dibangun sudah rusak. Tolong dipantau," ujar Gubernur mengingatkan para peserta rapat.

Rapat tersebut membahas perkembangan sejumlah proyek yang dibiayai APBA di Aceh Selatan dan proyek-proyek yang dibiayai dana otonomi khusus untuk kabupaten tersebut.

Rapat tersebut digelar sesaat sebelum gubernur meninjau sejumlah proyek di Kabupaten itu.

Gubernur meminta penjelasan terkait proyek-proyek yang sedang dikerjakan di kabupaten tersebut. Para pejabat terkait juga diminta menjelaskan secara detail perkembangan pembangunan dan kendala yang dihadapi.

Irwandi juga meminta penjelasan terkait adanya sejumlah pekerjaan yang belum dilakukan penandatanganan kontrak.

Sejumlah proyek yang pengerjaannya masih di bawah 30 persen juga menjadi fokus pertanyaan Gubernur.

Irwandi juga mewanti-wanti para kepala dinas untuk menyelesaikan berbagai pembangunan tersebut secepatnya agar segera bisa difungsikan.

Pada kesempatan itu Irwandi juga menyinggung sejumlah pembangunan terminal di Aceh yang kemudian tidak terpakai, atau pemakaiaannya tidak maksimal.

"Haram pengusulan (pembangunan terminal) baru. Ini berlaku seluruh Aceh. Karena yang sudah ada saja banyak tidak terpakai," ujar Gubernur.

Irwandi juga mengingatkan semua pihak agar tidak melakukan pemborosan dalam setiap pembangunan proyek. "Pastikan setiap pembangunan benar-benar jelas manfaatnya," katanya.

Selesai menggelar rapat, gubernur segera menuju Buloeh Seuma untuk meninjau proyek pembangunan jalan di sana. (Rill)

Banda Aceh - Ketersediaan bahan baku yang sangat banyak membuat Aceh menjadi daerah yang sangat potensial untuk memajukan industri mebel dan kerajinan. Bahkan, mebel berbahan kayu dan rotan, sampai sekarang masih tetap menjadi andalan bagi kerajinan rakyat karena bahan bakunya relatif mudah dicari.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Drs Kamaruddin Andalah, saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Aceh Drh Irwandi Yusuf M Sc, pada acara pelantikan Dewan Pengurus Daerah Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (DPD-HIMKI) Aceh, di Aula Serbaguna Setda Aceh, Kamis (26/10/2017).

“Bahkan, mebel yang terbuat dari rotan pun sangat berpeluang untuk dikembangkan, sebab produksi rotan Aceh masih cukup banyak. Setiap tahunnya Aceh mampu memproduksi hingga 250.000 ton rotan mentah. Sayangnya, 75 persen dari rotan itu diekspor ke daerah lain, khususnya ke Medan dan Cirebon,” ungkap Kamaruddin.

Kamaruddin meyakini, jika sebahagian besar bahan baku tersebut diolah di Aceh, tentu akan menjadikan daerah berjuluk Serambi Mekah ini sebagai salah satu pusat pengembangan mebel dan rotan terbesar di Indonesia.

“Jika Aceh menjadi salah satu daerah pengembangan mebel, tentu akan membuka lapangan kerja, yang secara bersamaan akan mengurangi angka pengangguran dan menurunkan kemiskinan,” sambung Kamaruddin.

Sebagaimana diketahui, angka pengangguran di Aceh cukup tinggi, lebih dari 7 persen atau tertinggi kedua di Sumatera. Bahkan kemiskinan Aceh adalah yang tertinggi di Sumatera. Oleh karena itu, pemerintah Aceh sangat mendukung kehadiran HIMKI karena semakin berkembang sektor ini, maka akan menggerus angka pengangguran dan menurunkan angka kemiskinan.

Berkaca dari potensi dan kondisi saat ini, Pemerintah Aceh periode 2017-2022 berencana mengembangkan misi untuk meningkatkan usaha kerajinan rakyat. Sebagaimana diketahui, Pemerintah Aceh Irwandi–Nova memiliki Program Aceh Kreatif.

“Program Aceh Kreatif fokus pada tiga sasaran pokok, yaitu penyediaan sentra produksi berbasis sumber daya lokal yang berorientasi pada pasar nasional, memberi Perlindungan bagi produk lokal agar dapat bersaing dengan produk dari luar Aceh, serta merangsang lahirnya industri-industri kreatif yang potensial di sektor jasa,” imbuh Kamaruddin.

Oleh karena itu, sebagai wadah berhimpunnya pengusaha mebel dan kerajinan rakyat, HIMKI Aceh diharapkan mendukung suksesnya program ini. untuk itu Pemerintah Aceh berharap agar organisasi ini dapat terus diperkuat dan siap menjalankan program-program yang sejalan dengan misi Pemerintah Aceh.

“Sebagaimana kita ketahui, usaha mebel dan kerajinan rakyat tidak bisa dipisahkan dari sektor lainnya, seperti perdagangan, pariwisata, UKM dan sebagainya. Oleh sebab itu, usaha ini perlu kita tingkatkan agar mampu memberikan multplier effect bagi pergerakan ekonomi rakyat,” tambah Kamaruddin.

SDM, Jangkauan Pasar dan Dukungan fasilitas
Dalam kesempatan tersebut, Kamaruddin juga memaparkan, bahwa untuk memajukan usaha mebel dan kerajinan rakyat, setidaknya ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian bersama, yaitu terkait Sumber Daya Manusia, khususnya yang berkaitan dengan kemampuan inovasi dalam menghasilkan karya-karya kreatif sesuai kebutuhan pasar.

“Kita melihat, SDM Aceh untuk mengembangkan karya-karya kerajinan mebel ini masih terbatas. Pengerjaannya juga masih menggunakan cara-cara yang tradisional. Oleh karena itu perlu upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar proses kreatif dapat lebih meningkat.”

Hal selanjutnya yang sangat penting untuk diperhatikan adalah belum luasnya jangkauan pasar. “Saat ini, sistem transportasi sudah jauh lebih baik dari masa lalu, bahkan sudah terhubung secara nasional dan internasional. Oleh sebab itu langkah-langkah promosi dan peningkatan kualitas produk perlu kita lakukan lebih optimal.”

“Terakhir, dukungan dan fasilitas bagi usaha ini masih sangat minim. Apalagi kita tahu, sektor usaha mebel dan kerajinan rakyat ini umumnya masuk kategori UKM yang kerap menghadapi kendala modal. Dalam hal ini, sangat dibutuhkan dukungan perbankan guna memperkuat usaha yang ada agar para pegiat usaha ini lebih leluasa bergerak,” ujar Kamaruddin.

Untuk itu, sambung Kamaruddin, Pemerintah Aceh terus berupaya untuk mendorong berbagai kebijakan di tingkat pusat untuk kerajinan rakyat agar masuk ke Aceh, agar langkah memajukan usaha ini berjalan masif.
“Pemerintah Aceh berharap usaha mebel dan kerajinan rakyat mampu berkembang dari sektor hulu hingga ke hilir, sehingga bahan baku dari Aceh langsung dapat diolah menjadi bahan jadi.”

MEA dan Peluang Pengembangan Usaha
 
Dalam kesempatan tersebut, Kamaruddin juga mengungkapkan bahwa kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN akan menjadi peluang yang harus dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha.

“Pemerintah Aceh akan menyiapkan sejumlah program dalam rangka memajukan usaha ekonomi kreatif. Namun dengan hanya mengharapkan usaha Pemerintah, tentu daya dorongnya tidak akan efektif. Peran dunia usaha, perbankan dan pihak swasta lainya juga sangat dibutuhkan,” kata Kamaruddin.

Saat ini, sambung Kamaruddin, Pemerintah Aceh menunggu rencana konkrit dari HIMKI Aceh untuk memperkuat pengembangan usaha mebel dan karya kreatif rakyat di daerah ini. “Oleh sebab itu, langkah HIMKI Aceh menyelenggarakan seminar dan menandatangani sejumlah kerjasama dengan para pihak, tentu merupakan terobosan yang pantas kita dukung  bersama.”

Pelaksanaan seminar dan MoU kerjasama ini diharapkan dapat menemukan solusi atas berbagai hambatan untuk memajukan usaha mebel dan kerajinan rakyat di Aceh agar proses alih teknologi dan tranformasi pengetahuan kepada pengrajin Aceh berjalan dengan baik.

“Tidak kalah pentingnya, kita juga berharap usaha ini berkembang hingga kawasan gampong, sehingga program pembangunan gampong yang sedang kita galakkan diperkuat lagi dengan usaha kreatif masyarakat, sehingga impian kita menciptakan gampong-gampong mandiri di Aceh dapat terwujud melalui One village One product,” pungkas Kamaruddin. (Rill)

,
Aceh Utara - Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayjen TNI Moch Fachrudin secara resmi menutup kegiatan Tentara Manungal Membangun Desa (TMMD) Ke-100 Tahun 2017, di Desa Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh, jajaran Korem 011/Lilawangsa, Provinsi Aceh, Kamis (26/10).

Dalam amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono yang dibacakan Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Moch Fachrudin mengatakan, beberapa waktu lalu, TNI baru saja memperingati Hari Ulang Tahunnya ke-72, momentum tersebut terlihat cukup jelas kedekatan antara TNI dengan rakyat Indonesia.

Sesuai hasil survey pada bulan Oktober 2017 ini, Litbang Kompas bahwa TNI menempati posisi tertinggi sebagai institusi yang dipercaya oleh rakyat. Pada hasil survei tersebut, tingkat kepercayaan publik kepada TNI mencapai 94%. Tingginya kepercayaan rakyat terhadap TNI mengindikasikan bahwa kedekatan dan kemanunggalan TNI dan rakyat semakin baik.

TNI AD terus berusaha mengambil bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan rakyat dan mewujudkan kemanunggalan TNI-Rakyat sebagai kekuatan pertahanan. Secara universal, tugas tentara memang untuk berperang, tetapi pada masa damai, tentara akan turun kelapangan untuk membantu kesulitan rakyatnya dan membantu program pembangunan pemerintahnya, karena pada masa damai sesungguhnya merupakan suatu masa dimana Negara sedang menyiapkan diri untuk berperang.

Melalui program TMMD, kita juga membangun dan membangkitkan kembali nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong guna membantu percepatan program pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama di pedesaan.

Hal ini sejalan dengan tema yang diangkat yaitu “Percepatan Pembangunan Meningkatkan Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat”.Tema ini sangat selaras dengan Nawa Cita Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, yang salah satunya adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kegiatan TMMD ke-100 pada tahun 2017 ini diselenggarakan selama satu bulan mulai tanggal 27 September s.d. 26 Oktober 2017, yang secara serentak di 52 titik di 52 Kabupaten/Kota. Tujuan kegiatan TMMD adalah membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka menyiapkan Ruang Juang, Alat Juangdan Kondisi Juang yang tangguh, dengan sasaran melaksanakan pembangunan fisik dan non fisik.

Secara fisik, pada TMMD ke-100 ini, TNI menyelesaikan berbagai sasaran infrastruktur seperti pembangunan, rehabilitasi, pengerasan, pengaspalan dan peningkatan badan jalan, pembuatan dan rehab jembatan, pembangunan dan renovasi rumah ibadah, pembangunan dan renovasi sekolah, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni sertapembangunan sarana sanitasi yang dibutuhkan masyarakat.

Selain itu, TNI juga bekerjasama dengan Kementan RI melaksanakan berbagai pembangunan dalam rangka meningkatkan Kemandirian Pangan Nasional di 52 titik pelaksanaan TMMD berupa pembangunan jaringan irigasi tersier dan pemberian bibit sesuai kebutuhan Satgas.

Secara non fisik, TMMD merupakan momentum yang sangat baik untuk menggelo rakan kembali semangat gotong royong yang sudah mulai pudar di dalam masyarakat kita karena tergerus dengan budaya hedonisme dan individualisme. TMMD juga memperkuat Kemanunggalan antara TNI dan Rakyat yang merupakan wujud dari salah satu jati diri TNI sebagai Tentara Rakyat. TNI meyakini bahwa kebersamaannya dengan rakyat adalah inti kekuatan TNI.

Hal tersebut membuktikan bahwa TNI dan Rakyat memang tidak terpisahkan. Roh TNI adalah rakyat, karena sejarah menunjukkan bahwa TNI lahir dari rakyat dan berjuang bersama rakyat dalam merebut kemerdekaan, sebut Mayjen TNI Moch Fachrudin saat membacakan amanat Kasad.

Seusai penutupan, berlangsung kegiatan hiburan diantaranya drum band, tarian tarik pukat, yang ditampilkan oleh polwan dan kowad  bimbingan Kapolres Aceh Utara, AKBP Untung Sangaji, serta penampilan tari Saman oleh 201 penari dibawah asuhan Dandim 0113/Gayo Lues Letkol Inf Muhammad Faizal Nasution.

Bagi TNI, khususnya TNI AD, hal ini adalah modal utama dalam pembangunan inti kekuatan pertahanan Negara yang bersifat semesta. Slogan Bersama Rakyat TNI Kuat, yang ditetapkan sebagai tema HUT TNI yang baru lalu, bukanlah semata-mata kalimat yang dibuat supaya manis didengar, tetapi karena TNI sangat menyadari dahsyatnya kekuatan kebersamaan dalam mempertahankan kedaulatan dan mengawal eksistensi NKRI.

Pada akhirnya, diharapkan bahwa seluruh kondisi tersebut semakin memantapkan Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional dalam rangka menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kita tentu telah sama-sama menyadari bahwa Bangsa Indonesia pada saat ini sedang menghadapi gelombang ancaman yang sangat deras terhadap berbagai sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berbagai persoalan yang sedang terjadi baik maraknya paham radikalisme, sikap intoleran, ancaman terorisme, penyalahgunaan Narkoba, berkembangnya sikap hedonisme dan konsumerisme, adu domba, memecah belah, memperuncing perbedaan dan upaya memunculkan ideologi selain Pancasila, seolah-olah merupakan virus penyakit yang sedang menggerogoti kekebalan tubuh atau imunitas Bangsa Indonesia yang tergambarkan dalam Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Nilai-nilai luhur Bangsa seperti menghargai perbedaan, persatuan dan kesatuan, rela berkorban dan pantang menyerah, kebersamaan dan gotong royong serta nasionalisme yang menjadi kekuatan perjuangan dalam merebut kemerdekaan, seolah-olah semakin ditinggalkan.

Hal tersebut bila tidak segera diatasi akan berpotensi melumpuhkan, bahkan menghancurkan Bangsa Indonesia sebagaimana yang terjadi pada kerajaan-kerajaan besar nusantara masa lalu, yang sekarang hanya tercatat dalam sejarah. Program TMMD yang saat ini telah berlangsung ke 100 kali, pada hakekatnya adalah sebagai implementasi upaya untuk menggali dan membangkitkan kembali sistem kekebalan tubuh atau Imunitas Bangsa tersebut, yang pada dasarnya telah melekat secara inherent pada diri Bangsa dan terwujud dalam nilai-nilai luhur serta terangkum dalam falsafah hidup Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Kebersamaan dan Kemanunggalan TNI dengan masyarakat selama pelaksanaan TMMD, baik dalam kegiatan fisik maupun non fisik, diharapkan dapat mengembalikan nilai-nilai luhur yang saat ini terasa semakin terkikis oleh arus globalisasi dan modernisasi, agar kekebalan tubuh atau Imunitas Bangsa Indonesia dapat bertahan dari derasnya ancaman yang semakin sulit untuk diidentifikasi.

Seusai penutupan, kegiatan hiburan berlangsung seperti drum band, tarian tarik pukat, yang ditampilkan oleh polwan dan kowad  bimbingan Kapolres Aceh Utara, AKBP Untung Sangaji, serta penampilan tari Saman oleh 201 penari yang khusus dibawa oleh Dandim Gayo Lues.(Laung)

StatusAceh.Net - Gara-gara salah sebut nama Presiden Jokowi menjadi Goku Widodo, Kedutaan Besar Qatar menjadi sorotan para netizen. Sedangkan Goku merupakan nama tokoh utama dalam film kartun berjudul Dragon Ball.

Kenapa ini bisa terjadi? Rupanya kehebohan itu bermula dari akun twitter bernama Prepaid Courtesan‏ @jauntyallegory yang menggunggah sebuah screenshoot sebuah agenda resmi dari Kedutaan Besar Qatar pada Selasa (24/10) dini hari.

Nah, di screenshoot tersebut tertulis bahwa nama Goku Widodo adalah Presiden Republik Indonesia. Padahal seharusnya tertulis Joko Widodo. Salah penyebutan ini terjadi saat agenda World Islamic Economic Forum di Jakarta pada tanggal 2-4 Agustus 2016.

"Dokumen rencana rahasia pelengseran Jokowi bocor, ini nama yang digadang-gadang jadi penggantinya," tulis akun bernama Prepaid Courtesan‏ @jauntyallegory pada Rabu (25/10) malam.

Bahkan di halaman resmi Kedutaan Besar Qatar juga tertulis Goku Widodo seperti yang dikutip dari laman mereka di bawah ini.

'His Excellency the Ambassador visited the headquarters of Kompas newspaper, the largest newspaper in Indonesia 01 August 2017

Within the framework of the communication with official, parliamentary, partisan, media and press organizations, His Excellency the Ambassador Ahmed bin Jassim Al-Hamar met with Mr. Bodiman Tanuridjo, editor-in-chief of the Kompas daily newspaper in Indonesia, and a number of his assistants.

His Excellency the Ambassador reviewed with them the importance of media and explained to them the Qatari viewpoint and position towards the crisis of the Qatar blockade and answered their questions. His Excellency the Ambassador praised the Indonesian media coverage of the crisis and their commitment to neutrality. Furthermore, His Excellency the Ambassador praised the Indonesian official position, represented by the President Goku Widodo, who made contacts with His Highness Sheikh Tamim Bin Hamad Al Thani and the Minister of Foreign Affairs, who held several contacts with Minister of Foreign Affairs Sheikh Mohammed Bin Abdul Rahman Al Thani.

His Excellency the Ambassador welcomed the cooperation with Indonesian press organizations and institutions in general and the Kompas newspaper in particular, and expressed his willingness to work together in providing them with any material necessary and to answer any queries about the State of Qatar. Mr. Bodiman appreciated the Ambassador's keenness to communicate with the Indonesian media and his keenness to provide a direct source for understanding the Qatari position.'

Meski demikian akun @Kazhim mencoba untuk mengecek penulisan Jokowi-sapaan Joko Widodo, ke dalam mesin pencari google yang menerjemahkan bahasa Arab tersebut.

"Kayanya tulisan Qatar kalo ditranslate emang jatohnya jdi Goku Widodo?," tulisnya menjelaskan hasil terjemahan tulisan arab Joko Widodo menggunakan mesin penerjemah google. | teropongsenayan.com

Banda Aceh - Empat hari pasca Unit PPA Sat Reskrim Polisi Resort Kota (Polresta) Banda Aceh, menciduk terduga mucikari dan PSK online di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Minggu, (22/10/17). Enam orang wanita yang diduga sebagai PSK online telah dikembalikan pada orang tua masing-masing. “Dengan catatan, mereka kita suruh buat surat pernyataan tidak mengulanginya lagi,” tegas Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP. M. Taufiq. S.I.K pada media ini di ruang kerjanya, Mapolresta Banda Aceh, Kamis, (26/10/17).

Kata M. Taufiq, pihaknya tidak bisa menjerat wanita terduga PSK online ini dengan Kitap Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), karena tidak mengandung unsur pidana. Begitu pun, juga tidak bisa diserahkan pada Satpol PP dan WH untuk dijerat dengan Qanun Jinayah Aceh, sebab, mereka ditangkap bukan saat melayani pria hidung belang. “Mereka (PSK Online) adalah korban, yang bisa kita jerat dengan KUHP adalah terduga mucikari AI (34), karena memperdagangkan manusia,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya, sedang memburu terduga mucikari lain berinisial N, yang hingga kini masih buron. Menurut, M. Taufiq terduga N bisa saja dikenakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), sebab N adalah orang yang mengelola akun Instagram dan WhatsApp untuk menawarkan PSK pada pria hidung belang. “Identitasnya sudah kita ketahui, termasuk rumah, makanya saya himbau dia (N) menyerah saja, kalau tidak, dia bisa dikenakan pasal berlapis nanti,” ungkapnya.

Sebelumnya, Unit PPA Sat Reskrim Polresta Banda Aceh berhasil meringkus seorang mucikari dan dua Pekerja Seks Komersial (PSK), yang menjajakan jasa prostitusi online via WhatsApp.  Mereka ditangkap di Hotel Grand Nanggroe, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, Minggu dini hari, (22/1017). Dari pengembangan mucikari yang berinisial AI (34), polisi akhirnya meringkus empat PSK lainya di berbagai tempat di Banda Aceh. Sementara seorang terduga lain N hingga kini masih buron.| Modusaceh.co

StatusAceh.Net - Seorang WNI asal Aceh ditembak orang tak dikenal di rumah kontrakannya di Felda Keratong Dua, di kawasan Bandar Tun Abdul Razak, Pahang, Malaysia, dini hari tadi. Pria itu bernama Zubir (32), warga Lamno, Aceh Jaya. 

Seorang warga Aceh di Malaysia, Abu Saba yang dihubungi BERITAKINI.CO, membenarkan peristiwa itu. Menurut dia, Zubir sehari-hari bekerja di sebuah doorsmeer dan sudah selama 4 tahun menetap di Malaysia.

Info yang diperoleh Abu Saba, Zubir ditembak sekira pukul 00.10 waktu Malaysia. Dia sempat mendapat perawatan selama 12 jam di Rumah Sakit Tengku Ampuan Afzan (HTAA) Kuantan, namun nyawanya tak tertolong.

“Lukanya cukup parah di bagian kepala,” kata Abu Saba pada BERITAKINI.CO, Kamis (26/10/2017).

Menurut Abu Saba, berdasarkan informasi yang berkembang, pelaku diduga dua orang menggunakan senjata laras pendek dan mereka sedang diburu oleh kepolisian setempat.

Sementara jenazah korban, kata Abu Saba, masih berada di Rumah Mayat HTAA.

Abang kandung korban, Imus mengatakan telah mendapat kabar duka tersebut. Imus berharap polisi setempat bisa secepatnya menangkap pelaku.

Imus mengaku mendapat informasi bahwa sebelum kejadian Zubir sempat cek-cok dengan istrinya. "Istrinya berasal dari Lombok, kabarnya sempat cek-cok juga," katanya.| Beritikini

StatusAceh.Net - MA (19) dan kekasihnya, Melati (bukan nama sebenarnya) ditangkap Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polres Nunukan dan Polsek Sebatik Timur, Selasa (24/10).

MA dan Melati merupakan pasangan kekasih yang melarikan diri dari Sebatik ke Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Penangkapan dilakukan hingga ke Kabupapten Pinrang dibantu dengan seorang personel Polsek Sebatik Timur,” kata Kasubbag Humas Polres Nunukan Iptu M. Karyadi kepada Radar Nunukan, Rabu (25/10).

Dia menjelaskan, MA membawa kabur kekasihnya karena cinta mereka tak disetujui orang tua Melati.

Polisi sendiri menangkap MA berdasarkan LP/17/X/2017/Kaltim/Res Nnk/Sek Sebatik Timur yang dikeluarkan 1 Oktober 2017 lalu.

Unit Jatanras Polres Nunukan dan Polsek Sebatik Timur menangkap MA setelah melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket).

Petugas mendapatkan informasi bahwa MA dan Melati sedang berada di Kabupaten Pinrang.

Pada 23 Oktober, Unit Jatanras Polres Nunukan dan Polsek Sebatik Timur berkoordinasi dengan Polres Pinrang.

Selanjutnya, mereka bersama-sama melakukan penyelidikan di wilayah Pinrang.

Pada Selasa (24/10), Unit Jatanras Polres Nunukan dan Reserse Mobil (Resmob) Polres Pinrang mendapatkan informasi bahwa terlapor dan korban berada di gubuk di tengah sawah.

MA dan Melati akhirnya berhasil diamankan sekitar pukul 14:00 Wita.

“Sekarang pelaku sudah kami amankan di Polres Pinrang. Selanjutnya akan bergeser ke Polres Nunukan untuk dilakukan  penyelidikan lebih lanjut,” tambahnya. (JPNN)

Jambret ditangkap TNI di Banda Aceh (Foto: dok Kodim 0101/BS)
Banda Aceh - Seorang jambret di Banda Aceh ditangkap oleh personel Komando Rayon Militer (Koramil) 14/Baiturrahman, Komando Distrik Militer (Kodim) 0101/BS. Pelaku saat itu hendak melarikan diri setelah merampas dompet seorang ibu-ibu.

Pelaku penjambretan itu dibekuk di kawasan Taman Sari, Banda Aceh, Rabu (25/10/2017). Ketika itu, pelaku beraksi di lokasi dan hendak merampas dompet milik seorang ibu yang sedang menjemput anaknya pulang sekolah.

Begitu melihat barang miliknya diambil oleh pelaku, korban kemudian berteriak minta tolong. Sejumlah warga yang kebetulan sedang berada di lokasi wisata tersebut berusaha membantu.

Namun pelaku memilih melarikan diri. Pelaku pun dikejar-kejar warga. Saat hendak lari ke arah persimpangan tak jauh dari lokasi, pelaku ditangkap oleh anggota Koramil yang sedang melaksanakan tugas di sekitar lokasi.

"Pada saat itu pelaku lari menuju dekat dengan personel Koramil 14/Baiturrahman yang sedang melaksanakan tugas pengamanan rute jalan umum di persimpangan jalan menuju ke Taman Sari. Pada saat itu juga personel Koramil 14/Baiturrahman dengan cepat membantu mengejar dan menangkap pelaku," kata Serka Suganda, anggota Koramil yang menangkap pelaku dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan.

Setelah dibekuk, pelaku sempat dihajar massa. Akibatnya, mata kiri pelaku bengkak. Pelaku kemudian dibawa ke pos polisi di kawasan Simpang Jam, Banda Aceh.

Suganda menuturkan pelaku dan barang bukti berhasil diamankan oleh personel Koramil 14/Baiturrahman. Tak lama berselang, pelaku diserahkan ke polisi.

"Pelaku kita serahkan kepada pihak Kepolisian Sektor Kecamatan Baiturrahman untuk diproses hukum lebih lanjut," ujarnya. | Detik.com

Meulaboh - Gerakan Rakyat Aceh Menggugat (GeRAM) melakukan demonstrasi di depan Pengadilan Negeri Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, pada Kamis, 26 Oktober 2017. GeRAM meminta Pengadilan Negeri Meulaboh untuk segera mengeksekusi putusan Mahkamah Agung terhadap PT Kallista Alam (PT KA). 

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, pada tahun 2014, PT Kallista Alam dinyatakan secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Lingkungan Hidup yang Dilakukan Secara Berlanjut di lahan rawa gambut Tripa, Kabupaten Nagan Raya. Dalam putusan tersebut, PN Meulaboh memutuskan bahwa PT Kallista Alam harus membayar Rp. 114.3 milliar ganti rugi materiil ke rekening kas negara dan Rp. 251.7 milliar untuk memulihkan sebesar 1.000 hektar lahan yang terbakar.

Fahmi Muhammad, juru bicara GeRAM, menjelaskan bahwa tujuan demonstrasi ini adalah untuk mendorong PN Meulaboh memastikan PT KA segera membayar denda dan memulihkan lahan Gambut Tripa yang terbakar lima tahun yang lalu. “Hasil putusan sudah ditetapkan oleh PN Meulaboh. Mahkamah Agung pun sudah menolak banding yang diajukan oleh PT KA pada 15 Agustus 2015.[1] Sudah dua tahun berjalan tetapi restorasi lahan dan denda ke kas negara sebesar Rp 366 milliar belum dibayarkan. Ini jelas-jelas telah merugikan negara”, jelas Fahmi.

Ini berarti kekuatan hukum putusan yang diajukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terhadap PT KA dinyatakan memiliki kekuatan hukum tetap (inkracth-van gewijsde). Namun demikian, setelah sekian lama memberikan kesempatan kepada PT KA untuk melaksanakan putusan secara sukarela, PT KA belum juga melaksanakannya.

“Anehnya, hasil penelusuran tim kami, walaupun KLHK telah mengajukan beberapa kali surat permohonan eksekusi kepada ketua PN Meulaboh, eksekusi ditangguhkan dengan alasan PT KA sedang mengajukan Peninjauan Kembali (PK) tertanggal 28 September 2016. Padahal sebagaimana pasal 66 ayat (2) UU No. 14 tahun 1985 menyatakan bahwa PK tidak menangguhkan atau menghentikan pelaksanaan putusan pengadilan”, lanjut Fahmi.

Pada tanggal 18 April 2017, MA menolak PK yang diajukan PT KA, sehingga PN Meulaboh sudah seharusnya tidak menunda pelaksanaan eksekusi PT KA. Akan tetapi, faktanya, 20 Juli 2017, ketua PN Meulaboh mengabulkan permohonan untuk memberikan perlindungan hukum yang diajukan oleh PT KA penetapan No. 1/Pen/Pdt/eks/2017/Pn.Mbo. Anehnya lagi, PT KA kemudian menggugat kembali KLHK, Ketua Koperasi Bina Usaha, BPN provinsi Aceh, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Aceh dengan Nomor perkara No. 14/Pdt.G/Pn.Mbo. Dengan adanya gugatan ini, PN Meulaboh berasalan bahwa eksekusi terhadap PT KA atas putusan tahun 2014 tidak bisa dilaksanakan karena menunggu hasil putusan gugatan terhadap beberapa instansi pemerintah ini.

“Seharusnya, apakah perkara gugatan terhadap pemerintah ini diajukan atau tidak, tidak ada hubungannya dengan alasan PN Meulaboh melakukan penundaan putusan tersebut diatas”, kata Fahmi. “PT KA sepertinya sedang mencoba mencari cara agar tidak membayar denda dan PN Meulaboh hanya mencari-cari alasan untuk melakukan penundaan putusan diatas”, lanjut dia lagi.

Lahan gambut Rawa Tripa adalah salah satu dari tiga lahan gambut terbesar di Aceh, yang mana kedalaman gambut mencapai 12 meter, sehingga membuat lahan tersebut sebagai penyimpan karbon terbaik. Penghancuran gambut melepaskan jumlah karbon dioksida dalam jumlah yang sangat besar, sehingga mempengaruhi perubahan iklim global. Perkiraan jumlah karbon yang diserap oleh lahan gambut Aceh adalah sebanyak 1.200 ton per hektar.[2] Selain sebagai penyimpan karbon, lahan rawa gambut berfungsi sebagai spons pengendali banjir, produksi perikanan, potensi pariwisata alam dan sebagai habitat keanekaragaman spesies yang sangat tinggi.

“Kehancuran Tripa merupakan salah satu tragedi lingkungan yang harus dicegah terjadi di tempat-tempat lain kedepannya. Apabila PT KA berhasil lolos dari eksekusi putusan, maka ini akan menjadi preseden buruk hukum lingkungan di Indonesia dan akan semakin banyak perusahaan yang berani mengabaikan lingkungan hidup karena hukum yang bisa dipermainkan”, Fahmi mengakhiri.

Salah satu pendemo, Chrisna, mengatakan, “Dua tahun lalu, kita telah memenangkan kasus bersejarah tersebut. Kami merasa frustasi karena sekarang harus berdemo lagi agar pengadilan peduli terhadap proses yang sudah berjalan. Kenapa putusan MA harus ditunda lebih lama. Masyarakat kehilangan hak mereka terhadap lingkungan yang baik dan semakin lama pihak perusahaan tidak melaksanakan restorasi di Tripa, dampaknya semakin besar. Kami hanya ingin keadilan di negeri ini ditegakkan”.

PT KA adalah perusahaan sawit pertama yang menerima denda yang sangat besar akibat pengrusakan lingkungan hidup. Sejak putusan tersebut, ada beberapa perusahaan lain yang juga telah didenda akibat pengrusakan lingkungan, seperti PT Merbau Pelalawan Lestari dan PT Selat Nasik Indokwarsa, namun belum membayarkan denda kepada negara. Hal ini menyebabkan kerugian milyaran rupiah bagi Indonesia.(Rill)

StatusAceh.Net - Pemerintah Aceh menyampaikan bahwa proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA), Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2018 Sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin, Lc, MH, Rabu (25/10/2017) menyebutkan, dokumen Rancangan KUA PPAS Tahun Anggaran 2018 yang disampaikan oleh Pemerintah Aceh kepada Pimpinan DPR Aceh sudah berpedoman pada dokumen RKPA Tahun 2018 yang telah  mempedomani RKP Nasional.

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Aceh Azhari, mengatakan bahwa penyusunan RKPA KUA-PPAS tahun 2018 sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2017 pada pasal 8 ayat (1), yang menyebutkan bahwa dalam hal daerah melaksanakan pemilihan Kepala daerah tahun 2017 atau dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) berakhir, maka proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2018 berpedoman pada  Arah kebijakan dan sasaran pokok Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan program prioritas nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP), Serta menyesuaikan dengan program strategis nasional yang ditetapkan oleh pemerintah dan memperhatikan visi, misi serta program kepala daerah terpilih.

“Ini juga sesuai dengan Ketentuan Peralihan Qanun Aceh Nomor 12 Tahun 2013 tentang RPJMA 2012-2017, yang menyebutkan bahwa Pada saat Qanun Aceh ini mulai berlaku, maka RPJM Aceh menjadi pedoman penyusunan Rencana Pembangunan sampai Tahun 2017 dan dapat dijadikan sebagai RPJ Aceh Transisi untuk dipedomani dalam penyusunan RKPA Tahun 2018 sebelum ditetapkannya RPJM Aceh Tahun 2018-2023 yang memuat visi dan misi Gubernur terpilih periode selanjutnya,” ujar Azhari sebagaimana dikutip oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin.

Selanjutnya kata Azhari, Pasal 147 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor  86 Tahun 2017, juga ditegaskan bahwa bagi daerah yang belum memiliki RPJMD, maka  penyusunan RKPD berpedoman pada arah kebijakan dan sasaran pokok RPJPD provinsi periode berkenaan serta arah kebijakan dan isu strategis RKP, serta mengacu pada RPJMN untuk keselarasan program dan kegiatan pembangunan Daerah provinsi dengan pembangunan nasional.

“Namun demikian dalam peraturan menteri tersebut di atas ditegaskan bahwa Daerah yang menyusun RKPD yang belum memiliki RPJMD, RKPD yang disusun tersebut menjadi bagian dari RPJMD yang akan ditetapkan dengan Peraturan Daerah,” lanjut dia.

Selain itu kata Azhari, pada Permendagri Nomor 33 Tahun 2017 juga disebutkan  bahwa bagi daerah yang melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2017 atau dokumen RPJMD berakhir, maka penyusunan prioritas daerah dalam rancangan KUA dan PPAS berpedoman pada RKPD Tahun 2018 yang memuat arah kebijakan dan sasaran pokok RPJPD, program prioritas nasional dalam RKP, program strategis nasional yang ditetapkan oleh pemerintah dan memperhatikan visi, misi, program Kepala Daerah terpilih, serta mempedomani Peraturan daerah mengenai Organisasi Perangkat Daerah.(Rill)

Ketua YARA Langsa M. Abubakar
KOTA LANGSA- Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) perwakilan Kota Langsa, Provinsi Aceh meminta pertamina jangan cuma pandai mengubar janji, masyarakat sudah sangat lelah dengan para cukong Penyalur yang bekerja sama dengan Stasiun Pengisian Bahan Elpiji (SPBE) PT. Hu Laju di Alue Pineung Kecamatan Langsa Timur.

Hal itu di sampaikan ketua YARA Langsa Muhammad Abubakar Rabu 25 Oktober 2017 menanggapi pernyataan Jr Sales Executive LPG I Pertamina Aceh Yogi Indraprastya pada haluanpos.com Rabu 25 Oktober 2017. Menurut YARA, itu pernyataan yang konyol karena masyarakat kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Timur, selain harga Gas 3 Kilogram melambung, warga juga tidak bisa mendapatkannya.

YARA sangat menyayangkan pernyataan Pertamina yang tidak sesuai fakta di lapang, "buktinya masyarakat Langsa terhitung Jum'at 20 Oktober 2017 sudah tidak bisa mendapatkan Gas Elpiji 3 Kilogram, bahkan sebagian pangkalan terang terangan membuat pengumuman Gas 3 Kilogram tidak tersedia, "tulis Abubakar dalam rilis yang di kirim ke media.

YARA meminta pihak Pertamina selaku pengawas, untuk mengevaluasi kontrak kerja dengan perusahaan penyaluran Gas Elpiji 3 Kilogram karena dianggap telah merugikan konsumen," sebut Abubakar.

Sebelumnya pihak Pertamina Aceh Yogi Indraprastya bagian Jr Sales Executive LPG I melp, menyatakan bahwa penyaluran elpiji khususnya 3 kilogram tidak mengalami kelangkaan, semua sudah tersalurkan sesuai perintah pemerintah.

“Untuk penyaluran distribusinya itu dikami sampai saat ini tidak ada kendala, Aceh khususnya ataupun di Aceh Timur dan Aceh Tamiang, sampai saat ini tidak ada kendala distribusi, alokasi yang kami berikan pun sama seperti bulan sebelumnya tidak ada pengurangan sama sekali, jika dilihat dari trek kayaknya stabil, karena jika dilihat tidak ada momen-momen hari besar yang kebutuhan elpijinya melonjak. Namun jika ada laporan dari masyarakat, maka akan segera kita tindak lanjuti.” Pernyataan yogi kepada redaksi.

Jadi untuk harga elpiji saat ini setara Rp 10.500 per kg atau seharga Rp 31.500 untuk tabung 3 kg. Namun pemerintah telah memberikan subsidi sebesar Rp 5.750 untuk setiap kg elpiji atau Rp 17.250 per 3 kg. Dengan begitu, masyarakat hanya membayar Rp 4.750 per kg atau Rp 14.250 per tabung.

“jadi tidak ada kenaikan harga sebesar Rp.30 ribu pertabungnya, harga masih dalam keadaan normal, Kemungkinan tiap bulan ada penyesuaian tergantung harga CP Aramco dan Kurs dolar.” Jelas Jr Sales Executive LPG I Pertamina Aceh," pungkas Abubakar.(Red)
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.