2016-11-06

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Dewantara - Terkait bocornya bahan kimia amonia di PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Direktur SDM dan Umum Ir. Usni Syafrizal, MM melalui Staf bina lingkungan Abdullah membenarkan hal tersebut,menurut Abdullah salah satu pompa terjadi kebocoran sehingga menyebabkan amonia keluar dan menyerang warga.

“Ini bukan kita sengaja,salah satu pompa kita bocor dan sedang di perbaiki,untuk sementara semua warga yang sakit telah kita tangani dirumah sakit PIM, sekarang yang masih dirawat dirumah sakit PIM 6 orang,20 orang dirumah sakit PT Arun, selebihnya telah diperbolehkan pulang “,Jelas Abdullah.


Sementara Camat Dewantara Amir Hamzah mengatakan  Jumlahnya masih di data, tapi korbannya lebih dari seratus orang yang sudah dirawat di Rumah Sakit PT PIM dan PT Arun. 

Dan kebanyakan sudah dipulangkan setelah mendapat penanganan medis, sisanya yakni 19 orang masih dirawat di RS Arun dan tujuh orang lagi masih diopname di Klinik PT PIM.
Amir Hamzah bersama tim Muspika Dewantara masih terus melakukan monitoring terhadap korban yang masih dirawat di rumah sakit.

"Kami juga sudah melakukan pertemuan dengan Humas PT PIM untuk meminta penanganan lanjutkan terhadap para korban," kata Amir Hamzah.






Jakarta – Bank Indonesia (BI) membantah menggunakan logo palu arit di uang kertas pecahan Rp100 ribu. Istilah palu arit menjadi sensitif karena erat kaitannya dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan, logo BI dalam uang kertas pecahan Rp100 ribu dicetak rectoverso.

"Menurut hemat saya, ini masalah persepsi, karena ada yang bilang bentuknya seperti cookie," katanya kepada Okezone, Sabtu (12/11/2016).

Rectoverso adalah suatu teknik cetak khusus pada uang kertas di mana pada posisi yang sama dan saling membelakangi di bagian depan dan bagian belakang uang kertas terdapat suatu ornamen khusus seperti gambar tidak beraturan.

Namun demikian, apabila rectoverso pada uang kertas diterawang ke arah cahaya maka akan terbentuk suatu gambar yang beraturan. Pada setiap pecahan uang kertas Rupiah, rectoverso-nya membentuk ornamen lambang "BI" (singkatan dari Bank Indonesia).

"Pemilihan warna juga tidak disengaja seperti itu. Ini adalah salah satu security feature dan desain tersebut telah dipakai sejak lama," ucapnya.

Ternyata, selain pecahan Rp100 ribu, teknik rectoverso juga digunakan pada uang Rp2.000 sejak 2009. Sementara untuk uang Rp5.000 sejak 2001. (Okezone)

StatusAceh.Net - Lahirnya si buah hati sering membuat perhatian seorang perempuan berbalik, yang sebelumnya untuk suami mendadak berpindah ke anak.

Ada pertarungan dalam diri sebagian perempuan, antara menjadi ibu atau istri terbaik. Semua orang pasti berharap keduanya, akan tetapi jika dihadapkan pada situasi memilih, perempuan kerap mengambil pilihan yang salah, yakni mendahulukan anak.

Banyak perempuan yakin jika dirinya menjadi ibu yang baik, suami otomatis mengerti dan justru semakin mencintainya. Padahal, yang terjadi justru potensi renggangnya hubungan suami-istri.

Dalam setiap hubungan ada sebentuk rivalitas, baik secara tersamar atau terang-terangan, tak terkecuali suami dan anak dalam merebut perhatian figur perempuan di rumah tangga. Rivalitas suami dan anak dalam memperebutkan cinta tentu sangat terselubung; orang lebih sering malu-malu mengakuinya.

Suami sebagai penyumbang modal (biasanya) terbesar dalam biduk rumah tangga tentu ingin memperoleh keuntungan yang lebih, termasuk perhatian. Tampak terlalu berorientasi bisnis, transaksional dan tak masuk akal, tapi fenomena ini adalah fakta.

Mengapa suami harus didahulukan?

Suami yang merasa tersisih dan dilupakan karena perhatian istri kepada anak yang berlebihan akan merasa hanya dieksploitasi secara finansial untuk menghidupi keluarga. Pertama, dia akan sering uring-uringan dengan istri. Dalam situasi seperti ini, dia menganggap istri tidak mampu menjalankan fungsi dengan baik.

Tahap berikutnya, suami akan kurang perhatian kepada anak karena dinilai sebagai saingan. Akibatnya, istri akan menilai suami tidak sayang anak yang merupakan kepanjangan dirinya (the extension of self).

Pada kondisi ini, baik suami dan istri memiliki argumentasi yang kuat untuk tidak lagi sejalan. Suami punya alasan tidak pulang ke rumah atau menjalin hubungan dengan perempuan lain karena merasa tidak pernah diperhatikan. Istri berani lantang bicara kepada keluarga maupun teman bahwa suaminya tidak sayang anak dan dirinya.

Jika skenario ini berlanjut, yang dihadapi adalah perang dingin alias pisah ranjang atau ketukan palu hakim untuk memutuskan pasangan telah resmi bercerai. Jika narasi terburuk ini terjadi, yang rugi adalah semuanya: suami, istri dan tentu saja anak.

Anak-anak yang lahir dan besar di keluarga pincang seperti ini selalu menyimpan trauma. Dari luar mereka bisa tampak normal, tapi jika sudah masuk ke dalam dan mendengarkan isi hati anak-anak kurang beruntung ini, rasa hati bakal seperti teriris.

Hubungan ibu dan anak tentu sangat penting, akan tetapi tidak semendasar hubungan suami-istri. Hubungan suami-istri adalah hubungan jiwa raga yang diikat dengan menyebut AsmaNya, sementara anak “hanyalah” kelanjutan dari hubungan tersebut. Tentu pabrik lebih butuh perhatian dan perawatan daripada produk. Tanpa pabrik, tidak akan ada produk; jika pabrik berkualitas prima, produk pun akan mengikutinya.

Relasi suami-istri yang harmonis secara nyata akan berimplikasi pada pola pendidikan anak yang prima. Bagaimana mungkin, sepasang kekasih abadi bakal menyia-nyiakan buah cinta mereka?

Sebetulnya, hal ini tidak melulu untuk seorang istri; suami pun harus demikian. Ingat sabda Nabi Muhammad saw, ”Mukmin terbaik adalah yang paling unggul akhlaknya, dan yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik memperlakukan istri,” (HR. Tirmidzi, Ahmad  dan Ibn Majah).

Hanya saja, pihak yang sering terjebak pada situasi di atas adalah istri, sebab naluri kecintaan kepada anak yang luar biasa. Bagaimanapun, mengandung, menyusui dan berjibaku merawat anak saat bayi pasti menimbulkan pengalaman yang terlampau dalam. Akan tetapi, kecintaan tersebut jangan sampai berubah menjadi jebakan yang justru akan menghancurkan masa depan keluarga dan anak sekaligus.(Rimanews)

StatusAceh.Net - Seorang pria yang diduga anggota Taliban meledakkan diri di pangkalan udara milik NATO di Bagram, sebelah utara dari ibu kota Afghanistan, Kabul, Sabtu (12/11/2016). Empat orang dilaporkan tewas sementara 18 lainnya terluka.

"Bom itu diledakkan di Pangkalan Udara Bagram dan menyebabkan sejumlah orang terluka," kata misi Resolute Support NATO dalam sebuah pernyataan.

"Tim tanggap darurat di Bagram terus berupaya memberikan pertolongan kepada korban luka dan menyelidiki insiden tersebut," tambah pernyataan tersebut.

Waheed Sediqqi, juru bicara pemerintah provinsi Parwan, mengatakan, pelaku berhasil memasuki pangkalan udara NATO yang dijaga sangat ketat dan meledakkan dirinya di tengah pekerja lokal. Pangkalan Bagram merupakan pangkalan terbesar di Afghanistan.

Dia menambahkan, empat orang tewas dalam ledakan tersebut dan 18 terluka. Belum ada keterangan resmi terkait identitas para korban.

Beberapa hari sebelumnya, konsulat Jerman di kota Mazar-i-Sharif, Afghanistan, juga mendapat serangan bom bunuh diri. Peristiwa pada Kamis malam itu menewaskan enam orang dan melukai lebih dari 100 lainnya.(Rimanews)

Jurnalis Aceh kembali berkabung, Fakhrurradzie Gade Meninggal Dunia
PUSARA itu tampak sepi. Sejumlah orang yang tadi ramai, memilih pulang kembali. Kini yang terlihat adalah gundukan tanah yang di atasnya diselimuti bongkahan batu.

Dalam suasana hening itu seorang lelaki tampak terpekur di sisi kiri pusara. Ali Raban, jurnalis Metro TV itu datang agak terlambat.

Dari raut wajahnya tampak ia tak kuasa menahan sedih yang membuncah dalam dadanya. Ia meratap lama dan hampa. Lalu bait-bait doa mengalir di keheningan.

Pikirannya seolah memutar kembali detik demi detik saat-saat kebersamaan itu terjalin. Ia terkenang akan sosok seorang sahabatnya, Fakhrurradzie Gade yang terbujur kaku dalam pusara di depannya.

Maarif Syahed, sahabat karib almarhum merekam momen itu dalam sebuah frame foto yang diunggah dalam akun facaebook miliknya. Berita meninggalnya Fakhrurradzie Gade atau biasa disapa Radzie tersebar cepat di jejaring sosial.

Sekretaris Jenderal Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh itu menghembuskan nafas terakhir Jumat malam (11/11/2016) pukul 23.00 WIB di Rumah Sakit Pertamedika, Banda Aceh.

Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raajiun. Maarif adalah sahabat almarhum semasa kuliah di Fakultas Dakwah UIN Ar Raniry. Keduanya sempat menjadi perintis berdirinya majalah kampus "Tabloid Tajam", media yang dikenal pada masanya bersuara kritis.

Tabloid ini diterbitkan Lembaga Pers Kampus Fakultas Dakwah sekitar tahun 2001, saat Aceh masih bergejolak konflik. Radzie memulai karier jurnalistiknya dengan menjadi aktivis pers kampus yang kemudian membawanya melanglang buana ke dunia jurnalistik yang sesungguhnya.

Sampai kemudian ia bergabung dengan situs portal berita Aceh pertamayang melegendadengan nama acehkita.com.

Portal berita acehkita.com didirikan pada 19 Juli 2003 oleh Stanley Adi Prasetyo (sekarang ketua Dewan Pers) dan Dandhy Dwi Laksono sebagai pemimpin redaksi.

"Situs ini muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang memberlakukan status Darurat Militer di Aceh," kata Dandhy yang merasa sangat kehilangan atas kepergian Radzie yang sudah dianggapnya sebagai sahabat.

Dandhy yang berpengalaman sebagai jurnalis dan praktisi media mengenal Radzie sejak bersama mengasuh acehkita.com yang berbasis di Jakarta waktu itu.

"Ia salah satu jurnalis yang tekun selama masa perang di Aceh, 2003-2005. Bahkan ketika media ini sekarat ditinggalkan para pendonor, ia nyaris sendirian berusaha mempertahankannya, hingga pelan-pelan mendapat dukungan dari kawan-kawan dan tetap hidup hingga kini," ujar Dandhy di laman facebooknya.

Sempat mengalami kisruh internal, akhirnya manajemen acehkita bubar. Tapi kemudian almarhumRadzie bersama Dandhy menyelamatkan situs acehkita agar tetap eksis. Kecintaannya pada acehkita menjadi bukti cinta sejatinya pada dunia jurnalis.

Hingga akhir hayatnya, Radzie masih tetap aktif menulis dan menerbitkan berita seorang diri di acehkita. Ia melanjutkan generasi acehkita dengan menjadi jurnalisnya dan terkadang ia pula yang menjadi pemimpin redaksinya. Beberapa kontributor juga kerap mengirimkan naskah berita untuk dimuat.

Berita terakhir ia tulis melaporkan tentang "Masyarakat Aceh Diajak Lawan Intimidasi" dimuat pada 8 November 2016, tiga hari sebelum kepergiannya menghadap Sang Khalik. Sebetulnya Dhandy akan menemui almarhum tiga hari lagi di Aceh.

"Dzie, kenapa ga nunggu barang 3 hari lagi? Kamu kan tahu aku mau datang," ucap penulis buku "Jurnalisme Investigasi" itu.

Jurnalis terbaik

Kepergian Radzie membawa duka mendalam bagi dunia jurnalis di Aceh. Para insan pers di Aceh telah kehilangan sosok jurnalis yang tekun, ramah, bersahaja, santun, pekerja keras dan konsisten menegakkan kode etik jurnalistik.

"Di tengah problemmu, kau terus menjaga roda organisasi AJI Banda Aceh terus berjalan. Beberapa pertemuan nasional justru kau yang kerap hadir. Idealismu tentang pers yang independen, yang tak mengalah kepada pasar atau pun kekuasaan, tak lekang, tidak seperti tubuhmu yang terlihat kepayahan," ujar Arfi Bambi, Sekjen Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia.

Peneliti Human Rights Watch Andrea Harsono menyebut sosok Radzie adalah wartawan yang berkualitas yang mengedepankan subtansi.

"Kepergian yang mengejutkan. Saya kira dia salah satu wartawan terbaik Aceh dalam 100 tahun terakhir," ujar mantan jurnalis The Jakarta Post itu di kolom komentar faceboknya.

Dalam dua tahun terakhir almarhum memang sering masuk keluar rumah sakit. Diagnosa medis menyebutkan almarhum menderita komplikasi penyakit.

Sejak saat itu Radzie kehilangan berat badan drastis. Namun semua cobaan itu ia jalani dengan sabar. Di saat-saat sulit seperti itu, Radzie juga masih sempat meliput berita dan bergaul dengan sesama jurnalis.

Ia kerap mendatangi Kantor AJI Banda Aceh di Batoh, Banda Aceh menemui rekan-rekannya, bahkan menulis berita bersama.

Hingga kini ia juga tercatat sebagai stringer Kantor Berita Associated Press (AP) Jakarta. Tapi takdir berkata lain. Allah menyayanginya. Radzie menghembuskan nafas terakhir Jumat malam (11/11) pukul 23.00 WIB di Rumah Sakit Pertamedika, Banda Aceh di usia 37 tahun.

Lebih dari seorang jurnalis, sosok Radzie adalah sahabat yang supel, menyenangkan dan murah senyum dan memiliki jaringan yang luas.

Bagi para mahasiswa dan jurnalis pemula, sosok Radzie dianggap sebagai seorang guru yang ramah, hangat  dan rendah hati. Ia kerap menjadi pemateri dalam berbagai forum pelatihan jurnalistik.

Hari-hari terakhir

Kepergian Radzie  bagai petir di siang hari. Banyak pihak seolah tak percaya. Sejak Jumat malam jejaring sosial, facebook, twitter dan instagram dan pesan singkat dibanjiri ucapan duka. Para netizen menyuarakan rasa kehilangannya dengan bermacam ekspresi.

"Saya mengenalnya sejak sebelum pulang ke Aceh. Tulisannya di Acehkita, bersama tulisan kawan-kawan lain di media itu, sejak dulu selalu menjadi referensi kami di luar negeri. Penuh data," kenang mantan Juru Runding GAM di Swedia Munawar Liza di laman facebooknya.

Jurnalis Harian Waspada Munawardi Ismail antara lain menulis, "Semua lembar memori terkuak pagi ini, saat kau sudah tak lagi bersama kami...Sekarang tugas berat kami dan Acehkita melanjutkan cita-cita muliamu. Mohon maaf, ada permintaan terakhirmu belum kupenuhi, aku merasa berdosa akan hal itu, sekali lagi maafkan, semoga engkau damai di alam baka, amiin."

Suparta, adalah satu di antara sahabat seperjuangan Radzie lainnya yang juga merasakan duka mendalam. Ia bercerita tentang hari-hari terakhirnya bersama almarhum. Pertemuan itu terjadi pada Selasa 8 November. Saat itu Radzie mendapat jadwal mengajar mahasiswa di kelas komunikasi Universitas Syiah Kuala.

Suparta yang dikenal dengan nama Ucok Parta sempat meminjamkan sepatunya karena sepatu almarhum belum kering setelah dicuci. Pada hari itu, Radzie tampak bersemangat di depan mahasiswa.

Sesi perkuliahan itu pun berakhir di meja makan ditemani seorang dosen kelas. "Dia (almarhum) makan dengan lahap," kata Ucok Parta, jurnalis yang ikut terlibat dalam tim Ekspedisi Indonesia Biru bersama Dandhy Dwi Laksono. Ucok juga sempat membuatkan Radzie mi dan menggoreng telur pada Rabu 9 November.

"Malam itu di luar kebiasaan makannya sampai dua piring," ujarnya.

Pada Kamis 10 November, Radzie datang ke Kantor AJI Banda Aceh dengan niat meliput acara Deklarasi Damai di Mapolda Aceh. Tapi ia mengeluh sakit di bahu kiri, katanya masuk angin. Seperti biasa Radzie minta diboncengi Ucok menuju ke Mapolda. Tapi sampai di Mapolda, sebelum acara dimulai, dia minta kunci kereta mau pulang.

"Katanya terlalu dingin di dalam ruangan," ujar Ucok. Itulah hari terakhir kebersamaan Ucok dan almarhum.

Menyelesaikan tugas

Kepergian Radzie juga dirasakan teman-teman keperjuangannya di AJI Banda Aceh. Bahkan teman-teman keluarga besar AJI Banda Aceh seperti Ketua Adi Warsidi, Mukhtaruddin Yakob, Reza Fahlevi, Windy Paghta, Yayan Zamzami dan Maisarah (Kak Mai) mengatakan setelah keluar dari rumah sakit rencananya akan mengajak Radzie cek up ke Penang Malaysia. Tapi semua itu kini hanya menjadi cita-cita yang tertunda.

Di tengah kondisi kesehatannya yang tak stabil, beberapa waktu terakhir Radzie juga terlibat dalam penulisan buku Rindu (Tanpa) Perang, Pengalaman Wartawan Meliput Konflik Aceh.

Buku ini ditulis keroyokan oleh para wartawan senior peliput konflik Aceh. Mereka adalah; Adi Warsidi, Ali Raban, Ayi Jufridar, Bustamam Ali, Daspriani Y Zamzami, Imran MA, Mukhtaruddin Yakop, Munawardi Ismail, Murizal Hamzah, Nani Afrida, Nasir Husein, Nur Raihan Lubis, Riznal Faisal dan Saiful Bahri.

Almarhum bertindak sebagai editor dalam penerbitan buku tersebut. Di tengah euforia buku tersebut akan diluncurkan, duka menyelimuti para penulisnya. Mereka kehilangan sang editor.

Almarhum Fakhrurradzie Gade telah menuntaskan tugasnya, namun belum sepenuhnya merasakan buah manis dari kehadiran buku itu.

Bak ungkapan sebuah puisi, sosok almarhum pergi bersama jiwa yang hilang. Seperti yang ditulis pemilik akun facebook Sri Wahyuni Bener Meriah, aktivis perempuan Aceh yang juga sahabat almarhum. Serambinews.com mengutip utuh puisi yang khusus ditulis untuk almarhum itu.

Sahabat jiwa

Jiwa...sahabat, adalah jiwa
Yang menyatukan kita
Bukan...bukan benda sahabat
Tapi cinta
Cinta yang menyatukan kita

Kemanusiaan...sahabat..ya kemanusiaan
Ia yang menggamit kita bersama
Kau menangis saat kemanusiaan diinjak-injak
Kita bergegas bangun, turun ke jalan
Hirau pada penyebab kekisruhan

Ia ...itu dia sahabat..karena kau sejiwa, karena aku sejiwa
Maka saat kau pergi..yang hilang juga jiwa

Ooo sahabat..terbanglah dengan rentang sayap doa
Doa dari kami para sobat
Rintih harap kami pada pemilik jiwa


Almarhum Fakhrurradzie Gade dimakamkan di desa kelahirannya Cot Nuran, Kecamatan Kemala, Kabupaten Pidie, Sabtu pagi 12 November 2016...Selamat jalan sahabat, selamat jalan sang editor....(Anshari Hasyim)

Sport - Valentino Rossi berhasil memperbaik posisi di latihan bebas keempat (FP4) MotoGP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo, Sabtu (12/11/2016). Dari semula bertengger di posisi ke-9, Rossi sukses rebut posisi keempat.

FP4 MotoGP Valencia sendiri masih dirajai oleh Marquez. Pembalap Repsol Honda ini mencatatkan waktu lap tercepat yaitu 1 menit 30,906 detik. Dia sukses asapi Jorge Lorenzo yang berada di posisi kedua. Sedangkan Maverick Vinales merebut hasil lebih buruk dibandingkan sebelumnya.(Lp6)

Berikut hasil lengkap FP4:

1.Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V)1m 30.906s [Lap 11/13]316km/h (Top Speed)

2.Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1)1m 30.961s +0.055s[6/17]315km/h
3.Maverick Viñales ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR)1m 30.996s +0.090s[14/17]316km/h
4.Andrea Iannone ITA Ducati Team (Desmosedici GP)1m 31.296s +0.390s[12/13]319km/h
5.Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1)1m 31.308s +0.402s[10/16]316km/h
6.Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V)1m 31.317s +0.411s[14/15]315km/h
7.Aleix Espargaro ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR)1m 31.451s +0.545s[11/17]315km/h
8.Pol Espargaro ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)1m 31.509s +0.603s[17/17]312km/h
9.Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP)1m 31.658s +0.752s[10/14]319km/h
10.Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V)1m 31.786s +0.880s[12/15]317km/h
11.Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)1m 31.889s +0.983s[8/12]314km/h
12.Alvaro Bautista ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP)1m 32.133s +1.227s[14/16]313km/h
13.Eugene Laverty IRL Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2)1m 32.190s +1.284s[11/13]317km/h
14.Scott Redding GBR Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15)1m 32.206s +1.300s[11/12]316km/h
15.Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15)1m 32.283s +1.377s[8/10]314km/h
16.Hector Barbera ESP Avintia Racing (Desmosedici GP14.2)1m 32.357s +1.451s[16/17]312km/h
17.Stefan Bradl GER Factory Aprilia Gresini (RS-GP)1m 32.395s +1.489s[12/17]312km/h
18.Tito Rabat ESP Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)*1m 32.835s +1.929s[11/17]316km/h
19.Loris Baz FRA Avintia Racing (Desmosedici GP14.2)1m 32.951s +2.045s[9/15]310km/h
20.Jack Miller AUS Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)1m 32.959s +2.053s[9/12]314km/h
21.Yonny Hernandez COL Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2)1m 33.154s +2.248s[8/10]311km/h
22.Mika Kallio FIN Red Bull KTM Factory Racing (RC16)1m 33.597s +2.691s[13/14]311km/h

Warga saat dilarikan kerumahsakit PIM

KRUENGGEUKUH- Ratusan warga yang tinggal di didesa Tambon Baroh, Tambon Tunong dan Desa Paloh Gadeng Kecamatan Dewantara, Aceh Utara tumbang setelah menghirup bau amonia milik PT PIM dan terpaksa dilarikan ke Rumah sakit PIM dan Arun untuk mendapat penanganan medis, Sabtu, 12 November 2016.

Dari informasi yang dihimpun oleh Redaksi StatusAceh.Net akibat aroma amonia yang menyerang warga di dua desa tersebut sebanyak hingga pukul 19:30 WIB mencapai 246 orang warga terpaksa dilarikan ke Rumah sakit PT PIM.

Kondisi warga yang menjadi korban amonia rata-rata mengeluh sakit pada bagian pernafasan,sesak dan muntah-muntah.
Sedangkan warga lainnya yang berada didua desa tersebut terpaksa mengungsi ke rumah keluarga dan desa tetangga untuk menghindari aroma bau amonia yang menyerang desa mereka.

“ Adik dan kakak sepupu saya sekarang dirumah sakit PIM tadi sore dibawa,saya dan warga lainnya terpaksa mengungsi ke rumah saudara atau rumah teman ke desa tetangga karena masih bau kali amonia didesa kami “,ungkap Rahmat salahsatu warga tambon tunong.
Ratusan warga dirawat dirumahsakit PIM setelah hirup bau amonia 

Sementara itu Humas PT PIM melalui Abdullah membenarkan hal tersebut,menurut Abdullah salahsatu pompa terjadi kebocoran sehingga menyebabkan amonia keluar dan menyerang warga.

“ Ini bukan kita sengaja,salahsatu pompa kita bocor dan sedang di perbaiki,untuk sementara semua warga yang sakit telah kita tangani dirumahsakit PIM,sekarang yang masih dirawat dirumahsakit PIM 6 orang,20 orang dirumahsakit arun,selebihnya telah diperbolehkan pulang “,Jelas Abdullah kepada Redaksi,Sabtu (12/11/2016).

Baca: Amonia PT PIM Kembali Memakan Korban Jiwa

Reporter: T. Sayed Azhar

Surya Paloh.  merdeka.com
Jakarta - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh menilai kontestasi Pilgub DKI 2017 mendatang bukanlah hal yang paling penting bagi partainya.

"Pilkada DKI itu kan tidak menentukan segala-galanya untuk NasDem," kata Surya Paloh usai menghadiri acara HUT Ke-5 Partai NasDem di DPP NasDem, Jakarta Pusat, Jumat (11/11) malam.

Meski demikian Surya mengatakan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tak serta merta membuat pihaknya menarik dukungan pada sang petahana. Sebab ada konstitusi yang mengatur soal aturan penarikan dukungan terhadap peserta pilkada.

"Undang-undang mengatur enggak boleh mundur tolong dihargai konstitusi. KPU juga mengatakan jangan mengundurkan diri. Ada hukum yang bisa melekat. Saya ingin mengajak bangsa menempatkan masalah ini proporsional mementingkan persatuan bangsa di atas kepentingan partai kelompok dan golongan," ungkap Surya.

"Kalau kita tidak bersatu. Ada masalah Ahok masak harus terpecah-pecah untuk itu," imbuhnya.

Surya menambahkan jika dirinya meminta Ahok mundur karena kasus yang menimpa saat ini, pasti ada hal yang melatarbelakangi itu.

"Kalau (Ahok) disuruh mundur itu berarti ada dasarnya. Kalau enggak ada dasarnya ngapain suruh mundur. Kalau Bapak (Surya) ini kan apa yang terbaik untuk bangsa ini saja. Ya kalau memang benar tidak baik untuk bangsa ya Bapak bilang jangan, kalau baik kan kita lanjutkan untuk kepentingan nasional," terang Surya.

Dari peristiwa ini Surya mengatakan perjuangan Ahok untuk mempertahankan posisinya sebagai orang nomor 1 di Jakarta akan semakin berat.

"Saya pikir perkembangan yang dirasakan competitiveness semakin keras. Semakin keras, perjuangan dia semakin berat," tutup Surya.(merdeka.com)

Pidie - Satu unit mobil jenis Opel Blazer BK 1411 BL milik Muhammad Daud (45), warga Gampong Bambi Peunayong, Kecamatan Peukan Baro, Pidie, dibakar orang tak dikenal (OTK), Jumat (11/11) sekira pukul 04.00 WIB.

Pantauan AJNN di lokasi, mobil yang terpakir di halaman depan rumah pemiliknya itu telah dipasang garis polisi. Bagian depan radiator, bamper,lampu sisi kiri dan penutup mesin mobil tersebut tampak terbakar.

Informasi yang diperoleh di lokasi, mobil ‎tersebut biasanya di parkir di pelataran bawah rumah motif Aceh. Namun, karena rumah itu sedang direhab, mobil terpaksa diparkir depan rumah.

Selain itu, depan mobil ditemukan satu kantong plastik berisikan minyak.

Kapolres Pidie, AKBP M Ali Kadhafi SIK saat dihubungi wartawan, Jumat (11/11) membenarkan insiden itu, kini pihaknya masih mendalami motif pembakaran mobil tersebut.

"Kalau dari keterangan pemilik mobil, bahwa mobil tersebut dibakar OTK, namun tim penyidik Polres masih melakukan penyidikan,"katanya.

Sambungnya, saat ini tim penyidik dari Polsek Peukan Baro telah memasng garis polisi agar kondisi mobil tersebut utuh.(Sumber: AJNN.Net)

Foto: (Randy/detikTravel)
Jakarta - Indonesia berhasil masuk final di World Halal Tourism Award 2016. Untuk kategori bandara, yang jadi finalis mewakili Indonesia adalah bandara di Aceh.

World Halal Tourism Award merupakan ajang penghargaan pariwisata internasional yang dinilai secara independen dan diakui dunia. Tahun ini, Indonesia berhasil melenggang sebagai finalis dari 12 kategori.

Tentunya Indonesia butuh vote untuk bisa memenangkan ajang ini. Cara voting pun tidak sulit. Kamu harus klik link bit.ly/VOTEIndonesia, isi data diri, kemudian pilih 12 finalis dari Indonesia didaftar yang telah disebut di atas. Jika sudah selesai, klik Submit di bagian bawah.

Salah satu finalis dari Indonesia adalah World's Best Airport for Halal Travellers yang diwakili oleh Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda. Bandara ini bersaing dengan 4 finalis lainnya yaitu Bandara Internasional Hamad di Doha, Bandara Dubai, Bandara Internasional King Abdul Aziz di Arab Saudi dan Bandara Internasional Kuala Lumpur di Malaysia.

Jika dibandingkan dengan empat bandara internasional yang masuk nominasi itu, secara fisik mungkin tertinggal. Tetapi kelemahan di fisik ini, bisa dikompensasi oleh kelebihan dari sisi yang lain.

"Yang pasti, bandara ini memenangkan Airport Ramah Wisatawan Muslim Terbaik di Kompetisi Pariwisata Halal Nasional Indonesia. Itulah mengapa kami endors untuk maju ke level dunia," kata Riyanto Sofyan, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kemenpar dalam rilis kepada detikTravel, Jumat (11/11/2016).

Menurut Riyanto, Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda sudah sangat layak berkibar di level wisata halal dunia. Di sana, ada suguhan pemandangan halal secara keseluruhan. Makanan halalnya pun bisa dengan mudah dicari. Semua ini pun ikut menjadi pertimbangan.

"Malahan makanan tidak halal tidak tersedia," ungkap Riyanto.

Untuk tempat ibadah, traveler Muslim bisa dengan mudah mendapatkan musala. Arsitekturnya pun dirancang sangat Islami. Bentuk kubahnya seperti masjid. Unsur estetika dalam arsitekturnya merupakan perpaduan antara arsitektur Islam, modern dan nilai lokal di bagian interior.

"Bandara ini terdiri dari tiga kubah yang sangat besar. Tiga kubah ini melambangkan tiga keistimewaan Aceh yaitu agama, budaya dan pendidikan," pungkas Sofyan.

Karena bentuknya yang memiliki kubah, banyak yang mengira Bandara Sultan Iskandar Muda adalah masjid. Ada juga yang mengatakan saat landing merasakan sensasi seperti di Timur Tengah.

Saat ini, Bandara Sultan Iskandar Muda melayani rute domestik dan internasional. Untuk rute domestik, penerbangan dilayani dua maskapai yaitu Garuda Indonesia dan Lion Air. Sementara untuk rute Internasional, maskapai yang tersedia di Bandara antara lain Air Asia, Firefly, Garuda Indonesia dan Mid East Jet. (Detik.com)

ATim Jibom dari Brimob Jeulikat Lhokseumawe mengamankan benda diduga bom di Kutamakmur, Aceh Utara, Jumat (11/11/2016). [Ist]
Lhoksukon -  Aparat keamanan kembali mengamakan benda diduga bom rakitan, di Gampong Keureusek, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (11/11/2016) sekira pukul 10.00 WIB. Benda diduga bom itu ditemukan seorang warga persis di belakang rumah Cut Nur Hasanah (32).

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, melalui Kapolsek Kuta Makmur, AKP Erpansyah Putra mengatakan, bom rakitan tersebut pertama kali ditemukan Rasyidin (28), warga ketika membersihkan kebunnya di belakang rumah Cut Nur Hasanah.

Tiba-tiba, Ia melihat sebuah benda yang mencurigakan berbentuk pipa dan tertutup kain kusam. Selanjutnya Ia pun bersama warga lainnya melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Kuta Makmur.

“Setelah mendapatkan info tersebut, aparat keamanan dar Polres Lhokseumawe langsung menuju ke lokasi dan memasang garis polisi. Pada pukul 11.10 WIB, tim Jibom yang dipimpin Aiptu Asep beserta anggota tiba di lokasi dan mengamankan bom rakitan sisa konflik itu ke Mako Brimob Jeulikat,” tutur Erpansyah.

Sambungnya, adapun sebuah benda yang diduga bom rakitan peninggalan masa konflik tersebut terbuat dari pipa tabung berukuran panjang 60 cm dan diameter 15 cm dengan berat 5 Kg. (*)

Sumber: goaceh.co

“Kalah atau menang, apa pun yang terjadi, kami tidak akan berhenti berjuang.”
Farwiza Farhan
Farwiza Farhan
Foto-foto: dok pribadi Farwiza Farhan
Jumat, 11 November 2016

Orang kadang tak sungkan menghalalkan segala cara demi mendapatkan gaji besar. Ya, siapa yang tak suka punya banyak duit? Tapi tidak bagi Farwiza Farhan.

Enam tahun lalu, Farwiza, kini 30 tahun, bekerja untuk Global Carbon Capture & Storage Institute di Australia. Lembaga yang berkantor di Melbourne, Australia, ini mengklaim punya cita-cita mengembangkan teknologi memerangkap dan menyimpan karbon untuk “menangani” perubahan iklim. Mengutip koran Sydney Morning Herald, pemerintah Australia menyuntikkan duit ratusan juta dolar Australia kepada Global Carbon.

Selama tiga bulan bekerja untuk lembaga ini, Farwiza, yang kala itu baru lulus master dari Universitas Queensland, mendapat gaji sangat besar dan fasilitas kelas satu. “Tapi aku enggak menikmati hari-hariku di sana,” Farwiza menuturkan beberapa hari lalu. Gaji yang besar tak bisa menutupi kegelisahan gadis itu. “Semula aku pikir mereka punya terobosan teknologi untuk mitigasi perubahan iklim…. Tapi, setelah bekerja di sana, aku baru mengetahui… what a lie.”

Dia tak ingin menjadi bagian dari proyek besar yang bertentangan dengan nuraninya. “Konflik batin itu makin kuat,” katanya. Setiap hari batinnya makin tertekan. Dia selalu tak sabar menunggu jam pulang kantor. Sampai akhirnya, walaupun sudah ditawari menjadi staf tetap, dia memilih meninggalkan gaji besar plus fasilitas menggiurkan di sana dan memutuskan pulang ke kampung kelahiran, Aceh. “Aku masih single…. Jadi, kalau aku keluar dan miskin, tak ada yang akan kelaparan.”

Selama setahun, Farwiza bekerja untuk Badan Pengelola Kawasan Ekosistem Leuser, hingga lembaga ini dibubarkan Gubernur Aceh. Sejak masih kecil, walaupun tinggal dan sekolah di kota, dia memang dekat dengan alam, terutama laut. Laut adalah “cinta pertama”-nya. Demi menyelam di laut, Farwiza rela menahan lapar supaya bisa menabung.

Bekerja untuk Leuser membuat gadis itu menemukan “cinta kedua”-nya. Hari pertama bekerja di Badan Ekosistem Leuser, dia diajak terbang melintasi hutan di kaki Gunung Leuser. Hari itu pula dia menyaksikan orangutan Sumatera di habitat aslinya. “Sebelumnya cuma lihat di kebun binatang,” ujarnya. “Aku juga diajak rafting…. Saat itu aku jatuh cinta dengan tempat itu, jatuh cinta pada pandangan pertama.”

Lantaran sudah menemukan “cinta”-nya, ketika Badan Ekosistem bubar, Farwiza bersama teman-temannya memutuskan bertahan di Leuser. Mereka mendirikan Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh. Bagi Farwiza dan teman-temannya, Leuser bukan sekadar gunung dan hutan. Bukan juga sekadar habitat bagi satwa langka, seperti orangutan Sumatera, gajah Sumatera, dan badak Sumatera.

Leuser adalah urusan nyawa bagi mereka. “Teman-teman di Aceh Tamiang pernah merasakan banjir bandang yang kayak tsunami kedua. Blok kayu ukuran 4 meter dari sungai menghantam rumah mereka,” Farwiza menuturkan. Aceh Tamiang, yang berada di sisi timur kawasan Gunung Leuser, makin sering digelontor banjir lantaran rusaknya hutan di hulu.

Makanya mereka mati-matian melawan “gerilya” para pengusaha perkebunan, mafia pencuri kayu, termasuk pemerintah Aceh, yang berniat menggunduli hutan atau mengubah sebagian hutan menjadi kebun sawit. Ketika Gubernur Aceh mengesahkan Qanun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Aceh tiga tahun lalu tanpa mengindahkan kawasan Leuser, Farwiza dan teman-temannya segera menggulung lengan baju dan melawan.

Padahal, lewat Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008, pemerintah menetapkan kawasan ekosistem Leuser sebagai Kawasan Strategis Nasional untuk kepentingan lingkungan hidup. “Pemerintah seperti mengutip ayat Al-Quran semau-maunya. Mereka baca ayat bahwa laki-laki boleh beristri empat dan adil, tapi mereka hanya baca bagian boleh beristri empat saja. Tidak baca secara lengkap,” Farwiza mengibaratkan.

Berbagai upaya ditempuh tapi pemerintah Aceh tetap jalan terus dengan Qanun RTRW. Pembabatan hutan pun jalan terus. Tahun ini saja, menurut dia, sudah ada 4.000 hektare hutan di Leuser yang beralih fungsi menjadi jalan, kebun, tambang, dan sebagainya. Mengutip data dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, ada 93 izin pemanfaatan hutan yang diberikan sejak Qanun RTRW Aceh disahkan.

Efek penambangan emas di kawasan Leuser, menurut warga Aceh Selatan, Sarbunis, 43 tahun, sudah mulai terasa. Selama bertahun-tahun, warga Desa Payateuk dan Lhok Sialang mencari ikan dan udang di Sungai Rasian. “Dalam semalam, mereka bisa membawa lima bambu ikan dan udang,” kata Sarbunis. Tapi sejak ada tambang emas, dan mereka membuang lumpurnya ke sungai itu, jangankan lima bambu, satu bambu ikan saja sulitnya minta ampun.

Farwiza bersama delapan warga Aceh lainnya terpaksa menempuh jalan lain, yakni menggugat pengesahan qanun itu ke pengadilan. Pengesahan Qanun RTRW, menurut dia, melanggar hukum lantaran dilakukan sebelum ada evaluasi dari Menteri Dalam Negeri.

“Kami tidak menuntut seluruh isi Qanun RTRW Aceh dibatalkan,” kata Farwiza. Mereka hanya minta sejumlah hal dalam RTRW Aceh direvisi, terutama soal pemanfaatan Kawasan Ekosistem Leuser, dengan melibatkan peran serta masyarakat. “Kami tidak minta semua menjadi wilayah konservasi. Yang penting adalah pemetaan kegiatan apa yang boleh dilakukan dan lokasinya di mana.”

Sudah setahun gugatan Farwiza dan teman-temannya itu nyangkut di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pada Selasa lalu, 8 November, mestinya majelis hakim membacakan putusan atas gugatan itu. Tapi putusan itu kembali ditunda. Padahal Farwiza dan teman-temannya sudah terbang dari Aceh ke Jakarta demi menyimak putusan hakim.

Memang belum tentu mereka ada di pihak pemenang. “Kalah atau menang, apa pun yang terjadi, kami tidak akan berhenti berjuang sampai apa yang menjadi tuntutan kami terlaksana,” kata Farwiza. Beberapa bulan lalu, Farwiza mendapat penghargaan Whitley Awards atas perjuangannya menyelamatkan hutan Leuser. Kalah atau menang di pengadilan, perjuangan mereka memang masih sangat panjang.
Sumber: detik.com

Banda Aceh - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Mayjen (Purn) TNI, Soedarmo, mengapresiasi para pemangku kebijakan serta seluruh elemen masyarakat yang berkomitmen tinggi untuk mengawal kesuksesan pelaksanaanPemilihan Kepala Daerah tahun 2017.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Soedarmo saat menghadiri Rapat Kerja Penerapan Regulasi dalam Pelaksanaan Pilkada dan Persiapan Pengamanan Pilkada diAceh, yang dipusatkan di Ruang Rapat Badan Anggaran, komplekSekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Kamis (10/11/2016).

"Kehadiran kita di Gedung DPRA hari ini telah menunjukkan komitmen kita dalam mengawal dan mensukseskanpelaksanaan Pilkada yang aman dan damai di Aceh. Saya optimis, dengan kerjasama dan koordinasi yang baik kita mampu mengawal pelaksanaan pilkada karena komitmen kita sama, yaitu mensukseskan pilkada," Kata Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, Soedarmo juga mengajak pihak legislatif untuk terus bekerjasama dan berkoordinasi,agar semua pembahasan yang terkait dengan Qanun Angaran Pendapatan dan Belanj Aceh dapat segera diselesaikan, agar program pembangunan bisa dipacu lebih cepat.

"Saya yakin dan percaya, dengan kerjasama yang baik dari seluruh stakeholder, sertasoliditas eksekutif dan legislatif, maka pembahasan Qanun APBA akan segera rampung, karena pengesahan APBA akan berimbas pada kelancaran perputaran roda ekonomi di Aceh," ujar Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga berjanji akan berusaha menghadiri seluruh undangan dari pihak legislatif, terkait dengan pembahasan qanun di DPRA.

"Insya Allah, jika tidak ada hal mendesak lainnya, saya akan menghadiri setiap undangan dari Dewan Perwakilan Rakyat Aceh.Hal ini penting, karena saya selaku Pelaksana Tugas Gubernur Aceh harus mengetahuisegala pembahasan regulasi yang berkaitan dengan Aceh, terutama mengenai pelaksanaan Pilkada dan pembahasan APBA," sambung Soedarmo.

Sementara itu, Abdullah Saleh selaku Ketua Komisi I DPRA menjelaskan bahwa besok, (Jum,at 11/11) DPRA akan membahas Sinkronisasi Qanun Pilkada.Sedangk pada hari Senin (14/11) akan dibahas Qanun Susunan Organisasi Tata Kerja.

Sedangkan Wakapolda Aceh, Bambang Soetjahyo, dalam pemaparannya menjelaskan tentang situasi keamanan Aceh serta mekanisme pengamanan Tempat Pemungutan Suara, pada Pilkada yang akan berlangsung pada bulan Februari 2017 mendatang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPRA, T Irwan Djohan, Wakapolda Aceh, Ketua KIP Aceh, Ketua Panwaslih Aceh, Ketua Komisi I DPRA, Ketua Badan Legislasi serta sejumlah anggota DPRA lainnya. (Rill)

Banda Aceh -- Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Periode 2017-2022, menandatangani deklarasi pilkada damai dan berintegritas, di Aula Mapolda Aceh, Kamis (09/11). 

Dalam deklarasi tersebut, seluruh calon berkomitmen untuk mensukseskan pilkada, dengan semangat persaudaraan dan persatuan sehingga Pilkada Aceh berlangsung sukses.

Selain menandatangani deklarasi, seluruh pasangan calon bersama unsur Forkopimda Aceh melakukan seremoni pelepasan burung merpati, sebagai pertanda kesepakatan bersama, untuk mendukung jalannya proses pilkada yang bermartabat.

Pelaksana Gubernur Aceh, Soedarmo, menyebutkan penandatangan deklarasi tersebut,
menandakan sudah adanya kesepahaman dan kesepakatan bersama untuk mensukseskan pilkada.

"Pilkada serentak nanti merupakan kesempatan seluruh rakyat untuk memilih pemimpin. Bagi seluruh pasangan, ciptakan situasi damai dengan tidak memberikan intimidasi bagi pemilih," ujarSoedarmo.

Soedarmo mengajak, seluruh pasangan bisa mewujudkan politik yang toleran, nyaman dan
mendidik. Pilkada, ujar Soedarmo, adalah pesta demokrasi dan ritual kegembiraan tanpa adanya tekanan dan ketakutan.

"Mari bahu-membahu agar rakyat bisa memilih pemimpin dengan aman. Bagi penyelenggara bersikaplah netral tanpa berpihak supaya pasangan bisa berkompetisi dengan adil," ujar Soedarmo.

Sementara itu, Kapolda Aceh, Rio Septianda Djambak, menyebutkan hingga sepekan lebih kran kampanye dibuka, kondisi keamanan di Aceh berlangsung kondusif. Meski beberapa kejadian yang mengakibatkan gangguan kamtibmas terjadi, namun polisi bersama Forkopimda daerah mampu mendinginkan suasana.

"Ciptakan suasana sejuk selama kampanye, dan selalu kedepankan tindakan santun dalam
demokrasi ini," ujar Rio Djambak. Kepada seluruh calon, Kapolda meminta untuk berpolitik
secara sopan, santun dan bermartabat serta penuh tanggungjawab. "Kedepankan etika dan
moralitas, jangan lakukan pelanggaran hukum, dan selalu jaga kondisi keamaan Aceh." (Rill)

Banda Aceh -- Pemerintah Aceh memberi apresiasi bagi para pahlawan bangsa yang telah
berjuang hingga Indonesia merdeka. Hal tersebut dikatakan Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Soedarmo saat temu ramah bersama keluarga pahlawan, perintis kemerdekaan, pejuang dan veteran dalam rangka Hari Pahlawan tahun 2016, di Anjong Mon Mata, Komplek Pendapa Gubernur Aceh, Kamis (09/11).

"Para pahlawan adalah panutan generasi muda dan perjuangan mereka harus kita lanjutkan dengan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat," ujar Soedarmo.

Para pahlawan, lanjut Soedarmo tentunya punya cita mulia, yaitu bangsa Indonesia bisa berdiri sejajar dengan bangsa lain. Mereka, para pahlawan, ingin bangsa Indonesia makmur dan sejahtera. 

"Mereka telah mewakafkan diri bagi bangsa dan negara. Sekarang tugas kita. Kita harus bisa menjadi pahlawan, baik sebagai pahlawan pemberantas korupsi, pahlawan lingkungandan yang pasti kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

"Provinsi Aceh, kata Soedarmo, mencatat banyak pahlawan nasional. Hal itu menandakan betapa tingginya harga diri masyarakat Aceh. Mereka adalah sosok yang tidak sudi bangsaya dijajah.

"Sejarah mencatat, tidak sejengkal tanah Aceh berhasil dikuasai Belanda. Tidak terhitung
pejuang Aceh yang syahid. Bagi mereka, kematian adalah konsekuensi dari perjuangan," kata Soedarmo. Bagi pejuang Aceh,  membela kebenaran, harkat dan martabat adalah bagian dari ibadah.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Aceh, Isnandar, menyebutkan Pemerintah Aceh memberi apresiasi yang luar biasa kepada para pahlawan bangsa yang telah memperjuangkan tegaknya negara Indonesia. "Atas jasa mereka, pada kesempatan ini kita memberikan bungong jaroe kepada 70 keluarga dan ahli waris para pahlawan," ujar Isnandar.

Kepada masing-masing keluarga, pemerintah melalui Dinas Sosial memberikan bantuan dengan jumlah tiga juta rupiah.

Teungku Amir Husin Ilyas, perwakilan keluarga pahlawan, cucu dari Cut Nyak Meutia pejuang perintis kemerdekaan, menyebutkan para orang tua mereka adalah orang yang senantiasa menentang penjajahan di Aceh dan Indonesia. Perjuangan yang dilakukan oleh pahlawan Aceh, kata Amir Husin, adalah perjuangan fisabilillah.

"Perang fisabilillah tidak mengharapkan bintang jasa. Mereka berjuang berdasarkan perintah  Allah," ujar Teungku Amir Husin.

Pahlawan Aceh, ujar Amir Husni dari dahulu mendukung Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan dikirimnya laskar Aceh saat agresi kedua sekutu ke Medan Area untuk membantu perang melawan penjajah di Medan. "Pahlawan di Aceh berperang hanya mengahrapkan ridha dari Allah," ujar Amir Husni. (Rill)

Ketua FPI Aceh Tgk. Muslim At-thahiri 

ACEH UTARA- Front Pembela Islam (FPI) Aceh bersama Organisasi Massa (Ormas ) Islam lainnya yang berada di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam berencana akan melakukan Aksi Demo Damai secara besar-besaran pada Jum’at 18 November 2016 mendatang.

Hal ini disampaikan oleh Ketua FPI Aceh Tgk Muslim At-Thahiri melalui Press Rilisnya yang dikirimkan ke Redaksi Statusaceh.net,Jum’at (11/11/2016).

Menurut  Teungku Muslim aksi demo besar-besaran yang akan dilaksanakan pada pekan depan masih menyangkut dan berkaitan erat dengan aksi demo pada 4 november lalu.

“ Kami FPI seluruh Aceh bersama Ormas Islam lainnya dan para Pecinta Al-qur’an akan turun ke Banda Aceh minggu depan untuk menyuarakan aspirasi kami kepada Pemerintah serta Presiden jokowi, aksi demo ini lanjutan aksi Demo Damai 4 November minggu lalu, insya Allah akan berjalan damai juga “, ungkap Tgk Muslim yang juga pimpinan dayah Mujahidin yang berada di jalan Line Pipa.

FPI  Aceh bersama ormas islam lainnya akan membawa sejumlah tuntutan yang akan di sampaikan dalam aksi demo damai pada pekan depan di Banda Aceh.

Berikut Tuntutan yang akan disuarakan oleh FPI Aceh bersama Ormas Islam lainnya; 

1. Meminta pertanggungjawaban Presiden RI Joko Widodo terkait insiden penembakan massal yang dilakukan oleh aparat kepolisian dengan gas beracun pada 4 November 2016  lalu di Jakarta,sehingga menimbulkan banyak jatuh korban dari para pendemo,tidak sedikit  yang menderita batuk berdarah,bahkan hingga saat ini masih banyak pendemo yang dirawat di Rumah Sakit dan ironisnya dalam aksi brutal tersebut 2 orang pendemo meninggal dunia.

2. mendesak Kapolri untuk segera membebaskan Aktivis Islam yang ditangkap dalam aksi demo damai pada 4 November dalam tuduhan penyebab kerusuhan,namun penyebab kerusuhan saat itu adalah Ahok dan Presiden Jokowi yang tidak bersedia menemui dan menerima kedatangan Ulama serta Ummat Islam di Istana Negara.


3. Mendesak pihak Komnas HAM serta Lembaga maupun Institusi yang berwenang dalam hal ini untuk turun tangan dan menyeret para pelaku pelanggar HAM pada kerusuhan 4 november,dimana secara membabi buta  mengusir Ulama dan Umat Islam dengan menggunakan gas beracun,menggilas dengan motor dan menembak dengan peluru karet.

4. Mendesak TNI/Polri untuk berjuang bersama Rakyat untuk mengusir segala bentuk Penjajahan baik Asing maupun Aseng. 

5. Mengajak seluruh Rakyar Aceh untuk  bersatu bahu-membahu membela Al-Qur’an dan menuntut Keadilan.

“ Saya berharap kepada seluruh rakyat Aceh untuk bangkit dan mari kita bahu-membahu membela Agama Allah,membela Al-Qur’an karena ketahuilah jika kita sekarang berada di persimpangan jalan antara Kalah dan Menang, bila kita diam kita akan kalah,satu persatu ulama kita ditangkap maka lenyaplah lampu Islam namun bila kita mau berjuang Insya Allah kita akan menang sehingga hidup kita akan mulia atau mati Syahid “, Himbau Tgk. Muslim kepada seluruh rakyat Aceh dimana pun berada.

Redaksi: T. Sayed Azhar

Pemandangan Masjidil Aqsa di Yerusalem dari udara. ©REUTERS/Ammar Awad
StatusAceh.Net - Pemerintah Israel dilaporkan melarang azan subuh dari tiga masjid di Yerusalem, yakni di Kota Abu Dis, awal pekan ini.

Pengacara bernama Bassam Bahr dari komunitas warga muslim Abu Dis mengatakan kepada Ma'an, aparat Israel menggerebek kota itu sebelum waktu subuh.

Menurut Bahr, aparat Israel menggerebek masjid Al-Rahman, Al-Taybeh, dan Al Jamia. Mereka mengatakan kepada para muazin, azan subuh dilarang.

Bahr mengatakan aparat tidak menjelaskan mengapa azan subuh itu dilarang dan mereka juga melarang warga di bagian sebelah timur kota menuju masjid Salah al-Din untuk salat subuh.

Bahr mengecam tindakan aparat Israel itu dengan mengatakan, Israel menyerang warga Palestina dari segala segi kehidupan, seperti dikutip Middle East Monitor, awal pekan ini.

Peristiwa di Abu Dis itu hanya berselang sehari setelah sejumlah warga Israel di pemukiman ilegal Pisgat Zeev berunjuk rasa di depan rumah Wali Kota Yerusalem Nir Barakat untuk menyampaikan keberatan mereka atas polusi suara dari azan di masjid.

Juru bicara kantor wali kota Yerusalem mengatakan Barakat, bersama kepala polisi di kota itu dan para tokoh muslim, telah membuat rencana untuk melindungi kebebasan beragama warga muslim seperti seruan azan, sekaligus memastikan wilayah perumahan warga cukup sunyi dari gangguan suara azan.

Pejabat Fatah di Yerusalem, Hatem Abd Al-Qader mengatakan kepada Ma'an, Israel ingin memprovokasi warga muslim dengan melarang azan.(merdeka.com)

Donal Trump 
StatusAceh.Net- Donald John Trump menjadi Presiden Amerika Serikat yang ke-45. Dalam perhitungan suara, Trump mengungguli pesaingnya, Hillary Diane Rodham Clinton, Kandidat dari Partai Demokrat, dalam pengumpulan electoral college, sebanyak 289 berbanding 218.

Dunia pun bereaksi atas pilihan mayoritas masyarakat AS tersebut. Meskipun pimpinan pemerintah beberapa negara mengeluarkan pernyataan publik yang bersifat netral, para pakar dan analis, serta suara masyarakat di media sosial cenderung khawatir atas terpilihnya Trump.

Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika ditanyai wartawan menyatakan bahwa banyak orang yang berharap Hillary Clinton yang menang. Kemenangan Clinton itu diperlukan untuk menjamin perdamaian dunia.

"Indonesia dan dunia tentu berharap perdamaian, ingin sesuatu yang damai, dan perekonomian tetap berjalan. Ya, kalau Trump (yang menang), wah kelihatannya susah itu, dunia nanti juga jadi susah," kata Kalla, Selasa, 8 November 2016, menjelang hari pemungutan suara di AS.(Tempo)

Kerusuhan di dailymail co.uk

AMERIKA- Kerusuhan merebak begitu Presiden terpilih Donald Trump dinyatakan sebagai pemenang dalam Pemilu Amerika Serikat (AS). Sejumlah warga AS turun ke jalan untuk menolak kepemimpinan taipan properti itu selama empat tahun ke depan.

Para demonstran menyebut Trump tak pantas memimpin AS. Suami Melania ini disebut sebagai sosok yang rasis dan fasis.

Para demonstran menyebut Trump tak pantas memimpin AS. Suami Melania ini disebut sebagai sosok yang rasis dan fasis.

Tak hanya sekedar memprotes, segelintir pendemo membakar sampah dan bendera AS, serta memecahkan kaca-kaca.

Di Oakland, lebih dari 100 pengunjuk rasa berjalan ke tengah kota. Berdasarkan laporan dari media lokal, mereka melakukan sejumlah pengerusakan, mulai dari melempari kantor Oakland Tribune, membakar ban dan melemparkan sampah ke tengah api.

LA Times melaporkan, aksi demonstrasi mendapatkan perlawanan dari sekitar 30 pendukung Trump. Di Oregon, lusinan orang memblokade jalan dan perjalanan kereta api di pusat kota Portland.


Selain di AS, aksi serupa juga dilakukan di beberapa negara, mulai dari Meksiko hingga London. Mereka menentang kepemimpinan Trump yang dianggap rasis, baik terhadap warga kulit berwarna maupun umat Muslim.

Seperti diketahui, Trump berhasil meraih suara sebanyak 276, sementara rivalnya Hillary Clinton mendapat 218 suara.

Dia berhasil menguasai hampir seluruh suara di negara kunci Amerika Serikat. Texas menjadi salah satu negara yang menyumbang suara terbanyak untuk taipan properti AS tersebut. (Merdeka)

Jakarta - Kemenangan Donald Trump jadi orang nomor satu di AS secara telak atas Hillary Clinton membuat dunia terkejut. Meski demikian, para pemimpin dunia mengucapkan selamat atas kemenangannya itu.

Petinggi negara yang pertama mengucap selamat adalah Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Tak lama setelah Trump mengumumkan kemenangannya di depan publik, sejumlah organisasi garis keras di Timur Tengah membanjiri media sosial dengan ucapan selamat.

Dalam ucapannya, ISIS dan Al-Qaeda menyebut Trump sebagai "si bodoh" dan "keledai". Mereka memperingatkan Trump bahwa kelompok itu makin kuat jika miliarder nyentrik itu mengancam akan menghancurkan mereka.

Bagi ISIS dan kelompok sejenisnya, kemenangan Donald Trump adalah dark times bagi AS yang menguntungkan posisi mereka.

"Bersyukur kepada Tuhan, atas berkatnya Amerika kini berada di tangan orang seperti Trump," kata media yang berafiliasi dengan ISIS, al-Minbar, seperti dikutip oleh Washington Post, Kamis (10/11/2016).

Sementara akun al-Maqalaat di Twitter yang pro dengan Al-Qaeda mengatakan, "Kemenangan Trump membuat AS menjadi musuh nomor satu lagi bagi kami di Timur Tengah."

"Trump akan menjadi pemimpin bak 'orang-orangan sawah' selama empat tahun ke depan, seperti Bush," ujar akun itu.

Sementara itu, salah satu anggota ISIS di media sosial mengatakan, "Ini adalah doa kami Trump menang, karena AS telah mengirim keledai seperti Trump yang akan menghancurkan AS," demikian seperti dikutip express.co.uk.

"Dunia akan mengalami perubahan itu benar, dan perubahan itu akan membuat kami menang."

Pernyataan ISIS itu datang setelah Al-Qaeda mengancam akan menyerang AS di hari pemilihan. Namun, Kepolisian AS berpatroli lebih ketat. Mereka memastikan ancaman itu sekadar bualan belaka.

"Pada 9/11 AS diserang oleh Al-Qaeda dan pada 11/9 AS menghadapi bencana yang disebabkan oleh pilihan mereka sendiri," kata akun anggota ISIS itu di Twitter.(Liputan6)

Antasari Azhar (grandy/detikcom)
Jakarta - Antasari Azhar menegaskan dirinya sudah ikhlas dan tidak akan mengungkap dalang pembunuhan Nasruddin. Namun pernyataan itu dianggap telah membuat kecewa keluarga korban. Lalu apa tanggapa mantan Ketua KPK itu ?

"Kan saya sudah bilang kalau saya sudah ikhlas. Kalau saya buka yang itu lagi, enggak ikhlas dong. Kenapa saya ikhlas, supaya saya ringan. Untuk apa, biar kumpul keluarga juga enak," ujar Antasari di kediamannya, Perumahan Les Belles, Kota Tangerang, Kamis (10/11/2016).

Antasari mengatakan kalau pun hal itu diungkap ke publik, maka dirinya sama saja dianggap masih menyimpan dendam.

"Ya, saya tidak ringan. Hidup saya penuh dendam, sakit saya nanti," ucap Antasari.

Terkait dorongan dari keluarga Nasruddin untuk mengungkap dalang pembunuhan, Antasari menuturkan akan bicara secara personal.

"Nanti saya bicara dengan yang bersangkutan (adik Nasruddin)," tutur Antasari.

Keluarga korban akan mengungkap sendiri jika Antasari bersikukuh untuk diam ?

"Bagus sekali, saya bantu," tutupnya. (detik.com)

Bupati nonaktif Bener Meriah Ruslan Abdul Gani berjalan keluar seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Rasuna Said, Jakarta, Selasa (12/7). KPK menyatakan berkas perkara Ruslan Abdul Gani sudah lengkap dan siap dilimpahkan ke persidangan, Ruslan sendiri berstatus tersangka dalam kasus dugaan suap pembangunan dermaga pada kawasan pelabuhan dan perdagangan bebas di Sabang, Aceh tahun 2011. ANTARA/Reno Esnir
Jakarta - Terdakwa kasus korupsi pembangunan dermaga milik Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Ir Ruslan Abdul Gani, membeberkan bahwa ia pernah menerima dana Rp 4,3 miliar. Uang tersebut kemudian dialokasikan sebagai setoran “pajak nanggroe” yang dia berikan kepada sejumlah orang yang mengatasnaman dirinya sebagai mantan kombatan GAM atau OTK (orang tak dikenal).

Dana “pajak nanggroe” atau illegal tax itu dipersiapkan oleh kontraktor PT Nidya Sejati Jo yang diambil dari keuntungan dan over head serta dana tak terduga lainnya.

“Sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya, dana pajak nanggroe yang telah dipersiapkan itu kemudian disalurkan kepada pengutip pajak oleh rekanan Nindya Sejati Jo bersama-sama dengan manajemen BPKS,” kata Ruslan dalam nota pembelaan atau pleidoi pribadinya yang dibacakan sendiri dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Rabu (9/11).

Manajemen BPKS yang menyalurkan dana pajak nanggroe tersebut meliputi Kepala BPKS, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan Kepala BPKS Cabang Banda Aceh yang menyalurkan sejumlah Rp 3 miliar.

Menurut Ruslan yang menjabat Kepala BPKS sejak 21 Juli 2010, ada “utang” BPKS kepada beberapa pengutip pajak nanggroe yang belum diselesaikan sejak 2006 sampai 2010.

Ruslan kemudian mendapat “pesan untuk melunasi utang pajak nanggroe” tersebut dari mantan Kepala BPKS terdahulu, Teuku Syaiful Achmad. Dana tersebut dialokasikan khusus oleh Sabir Said selaku Manajer Lapangan Nindya Sejati Jo.

Seyogiyanya, kata Ruslan, dana pajak nanggroe tersebut disalurkan langsung oleh Teuku Syaiful Achmad, namun karena Teuku Syaiful mulai bermasalah akibat temuan BPK, maka penyalurannya dialihkan kepada manajemen BPKS bersama rekanan PT Nindya Sejati Jo.

“Mulai saat itu saya menerima banyak tamu nonteknis hampir setiap hari dan mulai mendapat ancaman jika ‘utang BPKS’ atau janji pajak nanggroe tidak diselesaikan,” ujar Ruslan.

Soal adanya kutipan pajak nanggroe di Aceh, Ruslan secara khusus melampirkan kliping koran Serambi Indonesia yang memuat pernyataan Kapolda Aceh, Irjen Pol Herman Effendi, mengenai pajak nanggroe yang merajalela di Aceh ketika bertemu sejumlah pejabat militer asing di Banda Aceh.

“Aceh sebagai daerah bekas konflik berkepanjangan, berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia. Maka mau tidak mau terpaksa disediakan dana untuk itu. Kalau tidak disediakan, maka ancamannya adalah keselamatan diri, keluarga, dan perusahaan,” jelas Ruslan kepada majelis hakim.

Itulah sebabnya, Ruslan merasa sangat keberatan terhadap tuntutan jaksa KPK yang menginginkan dirinya dipidana penjara tujuh tahun penjara dan membayar ganti rugi Rp 4,3 miliar. “Ini sangat memberatkan kami, karena pengembalian uang tersebut pesimis bisa kami lakukan sekalipun seluruh kekuatan saya dan saudara saya disatukan,” sebut Ruslan.

Sebelumnya, jaksa KPK yang diketuai Kiki Ahmad Yani, menutut Ruslan pidana tujuh tahun penjara potong tahanan, denda Rp 300 juta subsider enam bulan kurungan, dan membayar uang pengganti Rp 4,3 miliar, karena melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang Undang Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Tim Kuasa Hukum Ruslan Abdul Gani berusaha keras mematahkan tuntutan jaksa berdasarkan fakta-fakta persidangan. Antara lain penggunaan metode penunjukan langsung (PL) dalam pengerjaan proyek tersebut, didahukui dengan tekaah staf dan sesuai dengan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa. “Terdakwa sama sekali tidak pernah melakukan intervenai terhadap metode penunjukan langsung,” kata tim kuasa hukum yang diketuai Bayu Nugraha.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sama sekali tidak pernah melaporkan pelaksana proyek kepada Ruslan karena semua itu tanggung jawab dan wewenang PPK.

Pengangkatan Rahmadhani Ismy sebagai PPK yang dipersoalkan jaksa, menurut Tim Kuasa Hukum, sudah sesuai dengan ketentuan. “Tidak ada yang dilanggar. Rahmadhani Ismy diangkat sebelum yang bersangkutan terkait temuan BPK,” kata Bayu.

Proses pengadaan barang dan jasa dengan metode penunjukan langsung juga merupakan wewenang dari PPK dan unit layanan pengadaan (ULP). Demikian juga halnya dengan pelaksanaan kontrak dengan Nindya Sejati Jo merupakan wewenang penuh dari PPK seperti diatur Pasal 11 ayat (1) d dan c Perpres Nomor 54/2010.

Dalam persidangan tersebut Ruslan Abdul Gani tampil dengan perpaduan kemeja ungu dan celana hitam. Sidang lanjutan kasus pembangunan dermaga BPKS ini dilanjutkan pada 23 November mendatang dengan agenda pembacaan vonis hakim. (aceh.tribunnews.com)

Gladir resik HUT TNI. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
StatusAceh.Net - Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan di hadapan 1.217 prajurit komando pasukan khusus (Kopassus) di lapangan Upacara Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur. Menurut Jokowi, pasukan ini bisa dikerahkan dalam keadaan darurat.

"Di sini ada satuan Sandi Yudha, satuan Komando, Parako, Gultor. Ini merupakan pasukan cadangan yang dalam keadaan emergency, dalam keadaan darurat, pasukan cadangan yang bisa saya gerakkan," ungkap Jokowi di Markas Kopassus, Kamis (10/11).

Sebagai panglima tertinggi di Tanah Air, lanjut Jokowi, dirinya bisa saja mengerahkan pasukan Kopassus melalui koordinasi dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

"Lewat Pangab, lewat panglima TNI untuk keperluan-keperluan khusus,"

Saat disinggung apakah maksud pengerahan pasukan terkait dengan kondisi negara yang darurat pasca aksi unjuk rasa 4 November 2016, Jokowi membantah.

"Nggak ada. Ini hari pahlawan. Kalau tadi kan ada 'kalau'nya," ujar Jokowi.

Jokowi menambahkan, di hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November, generasi muda bangsa termasuk prajurit Kopassus harus meneruskan cita-cita pejuang terdahulu untuk mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia. Jokowi juga minta prajurit Kopassus menjaga NKRI dan merekatkan suku, agama dan ras di Indonesia.

"Bangsa besar adalah bangsa yang menghargai, yang menghormati jasa-jasa para pahlawan. Dan kita sebagai generasi penerus mempunyai kewajiban untuk meneruskan apa yang diperjuangkan oleh para pahlawan yang lalu. Saya kira kewajiban kita itu, memperjuangkan terus apa yang menjadi cita-cita para pahlawan. Baik memakmurkan, baik dalam mensejahterakan, baik dalam memberikan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, saya kira kewajiban kita bersama," tuntasnya.(Merdeka.com)

Banda Aceh -- Menyongsong Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada pertengahan Februari mendatang, pihak TNI dan Polri menegaskan kenetralannya. Hal itu disebutkan oleh Kapolda Aceh dan Panglima Kodam Iskandar Muda, dalam rapat Koordinasi Persiapan dan Kesiapan Dukungan Pilkada Aceh Serentak tahun 2017, di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Rabu (09/11).

"Polri netral dan tetap konsisiten melakukan penegakan hukum terhadap para pelaku pelanggaran pilkada," ujar Kapolda Aceh, Rio Djambak. Ia menyebutkan, polisi akan mengawal seluruh proses pilkada dengan penuh kebersamaan, kekeluargaan guna mewujudkan hak pilih rakyat dalam memilih pemimpin Aceh yang lebih baik di masa mendatang. Kapolda Aceh, Rio Djambak, menyebutkan pihaknya sudah mulai mendeteksi berbagai ancamanyang mungkin terjadi dalam pilkada tahun 2017 nantinya. Di antara ancaman yang mungkin  terjadi adalah kontak fisik pendukung calon, saling hina, money politik hingga penculikan tim sukses.

Rio menyebutkan, dalam maping intilejen Polda Aceh, diketahui bahwa ada delapan daerah yang berada di zona merah, yang dalam maping disebut sebagai daerah rawan 2. Ke delapan daerah tersebut adalah Banda Aceh, Pidie, Aceh Besar, Bireun, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur  dan Aceh Singkil. Mengantisipasi hal itu, pihaknya berjanji untuk mengawal tuntas pilkada,  sehingga pilkada Aceh berlangsung sukses.

Hal yang sama ditegaskan oleh Panglima Kodam Iskandar Muda, Tatang Sulaiman. Dalam setiap gelaran pesta demokrasi paska 1998, TNI, sebut Tatang selalu netral tanpa memihak kepada  salah satu calon. "TNI berkomitmen menjaga nertalitas. Kita tidak akan terlibat dalam politik praktis," ujarnya.

Sebelumnya, dalam rapat yang diikuti oleh seluruh unsur Forkopimda Aceh dan Kabupaten/Kota se Aceh, para Bupati/Wali Kota se Aceh, Kepala SKPA/SKPK se Aceh, ketua KIP Provinsi dan  Kabupaten/Kota serta Ketua Panwaslih Aceh dan Kabupaten/Kota se Aceh, Plt. Gubernur Aceh, Soedarmo, meminta agar seluruh personil TNI, Polri dan seluruh PNS yang ada di lingkungan Pemerintah Aceh untuk berlaku netral.

"Semua yang hadir di sini, baik TNI, Polri dan seluruh PNS, serta seluruh penyelenggara pemilu untuk berlaku netral dalam pemilu nanti," ujar Soedarmo.

Khusus kepada penyelenggara pemilu, Soedarmo meminta untuk tegas dan harus berani dan tidak takut intimidasi. "Saya dukung sepenuhnya KIP dan Panwaslih sebagai penyelenggara pemilu. Saya dukung dan pertanggungjawabkan jika yang dilakukan benar," ujarnya. Hal itu untuk mewujudkan harapan semua, bahwa pilkada Aceh berlangsung tanpa intimidasi apapun. (Rill)

Banda Aceh - Pelaksana Gubernur Aceh, Soedarmo, menyebutkan para Kepala Daerah di setiap kabupaten dan kota se Aceh berkewajiban untuk memastikan ketenteraman dan ketertiban masyarakat serta memelihara kesatuan dan persatuan bangsa.

"Kami perlu ingatkan, itu adalah tugas pokok kepala daerah, bukan tugasnya TNI dan Polri,"
ujar Soedarmo saat membuka rapat Koordinasi Persiapan dan Kesiapan Dukungan Pilkada Aceh Serentak tahun 2017, di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Rabu (09/11).

Untuk itu, lanjut Soedarmo, para Kepala Daerah harus memberdayakan semua mitra yang menjadi perangkat kerja mereka untuk menyelesaikan segala persoalan yang terjadi di daerah. 

"Kepala daerah adalah mitra Polisi dan TNI. Saudara harus paham. Aman dan tidaknya stabitas keamanan di daerah, tergantung kepala daerah," ujar Soedarmo.

Selama ini, kata Soedarmo banyak daerah yang melepas tanggungjawab keamanan daerah kepada polisi. Padahal jelas disebutkan dalam Undang-undang terkait kepala daerah, bahwa segala permasalahan di daerah adalah tanggungjawab pimpinan daerah.

Soedarmo meminta, dalam pelaksanaan pilkada nantinya, para Kepala Daerah bersama penyelenggara pemilu bisa melakukan penanganan konflik sosial dengan mengedepankan  pencegahan. "Jangan tunggu terjadi konflik. Gunakan unsur yang ada untuk melakukan upaya deteksi dini supaya bisa dilakukan pencegahan.
 
"Sementara itu, Direktur Kewaspadaan Nasional Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Didi Sudiana, menyebutkan ada 101 daerah yang menyelenggarakan pilkada
serentak di 7 Provinsi di Indonesia.

Untuk Provinsi Aceh, diketahui seluruh kabupaten yang berjumlah 23, sebagai daerah yang
terbanyak di Indonesia yang mengikuti pemilu. Meski demikian, Aceh oleh Bawaslu dalam
surveynya disebutkan sebagai daerah yang rawan. Karena itu, Didi meminta, agar para kepala daerah bisa melakukan upaya pencegahan secara optimal.

"Sinergi tim terpadu untuk melakukan langkah pencegahan, penghentian dan pemulihan paskakonflik penting sehingga pilkada di Aceh berlangsung damai," ujarnya. (Rill)

Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Kondisi mengenaskan dialami Toirun, penderita gangguan jiwa asal Kabupaten Trenggalek. Selama hampir 15 tahun, ia harus menjalani pemasungan di bawah pohon, tanpa memakai busana sama sekali.

Pria yang kini berusia 43 tahun, warga Dusun Jati, Desa Sawahan, Kecamatan Panggul tersebut, dirantai pada pergelangan kaki dan ditambatkan pada pohon berukuran 20 Centimeter yang ada di depan rumah. Seluruh aktivitas dia, mulai makan, tidur, mandi hingga buang air besar dilakukan pada lokasi yang sama.

"Ya semuanya dilakukan disitu, siang malam. Ini tadi sudah saya kasih makan dua kali. Kalau bicaranya memang sudah ngelantur seperti itu," kata orant tua Toirun, Toinem dengan menggunakan Bahasa Jawa, Kamis (10/11/2016).

Menurut Toinem yang kini berusia 80 tahun, ia dan kelurganya terpaksa memasung Toirun karena sering kabur dari rumah tanpa tujuan yang jelas. Bahkan korban pasung tersebut beberapa kali merusak perabot rumah tangga.

"Kalau dilepas, justru saya yang susah, karena terkadang pergi dan tidak mau diajak pulang. Pernah suatu hari itu pergi dan tidur di kuburan," ujar nenek 80 tahun ini.

Sementara, Kepala Desa Sawahan, Lamidi mengatakan, lokasi pemasungan Toirun sudah berpindah sebanyak enam kali. Bahkan sebelum dipindah di dekat rumah, korban pasung tersebut sempat dirantai di lereng jurang.

"Toirun ini hanya tinggal bersama ibunya yang sudah tua. Sebetulnya kami juga tidak tega melihat itu, tapi kalau dilepas yang repot justru orang tuanya," ujarnya.

Menurutnya, warga setempat telah beberapa kali membuatkan tempat khusus yang lebih manusiawi, namun usaha itu sia-sia, karena selalu dirusak dan tidak bertahan lama.

"Sebetulnya dalam kesehariannya, Toirun cenderung diam dan tidak pernah mengganggu lingkungan maupun warga sekitar, tapi ya itu tadi kalau dibuatkan tempat justri dirusak," imbuh Lamidi.

Akibat pemasungan selama 15 tahun tersebut, kedua kaki Toirun mengalami luka akibat jeratan rantai. Tak hanya itu saja, kondisi kejiwaannya juga semakin parah.(Detik.com)
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.