2016-05-22

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agam Inong Aceh Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Banjir Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bimtek Dana Desa Bireuen Bisnis Blue Beetle BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya BUMN Carona corona Covid-19 Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos dayah Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI DPRK Lhokseumawe Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Film Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gaya Hidup Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf Israel IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemanusiaan Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa Lapas Lapas Klas I Medan Lapas Tanjungbalai lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Modal Sosial Motivasi Motogp MPU Aceh Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narapidana Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patani Patroli Pekalongan Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Penelitian Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh Pilkades Pj Gubernur PKI PLN PNL Polisi Politik Pomda Aceh PON Aceh-Sumut XXI Poso PPWI Presiden Projo PT PIM Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebgram Selebriti Senator Sinovac SMMPTN sosial Sosok Sport Status-Papua Stunting Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tol Aceh Tsunami Aceh Turki Ulama Universitas Malikussaleh USA Vaksin MR Vaksinasi Vaksinasi Covid-19 vid Video vidio Viral Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Mobil Patroli Jalan Raya (PJR) berhadapan dengan Truk
StatusAceh.Net - Sore ini, Sabtu (28/5/2016) sekitar pukul 17.33, netizen dihebohkan dengan oknum polisi yang marah-marah terhadap sopir truk.

Itu terjadi di sebuah jalan Magelang-Semarang yang masuk wilayah Dusun Krincing, Secang.

Salah satu netizen yang mengunggah kejadian ini ke media sosial adalah Jati Negara.

"Baru saja lur, lokasi Secang, Magelang arah Semarang. Kronologi polisi lagi ngawal bis. Padahal jalur kanan sedang ramai tapi polisi tetap ngotot lur. Terus polisinya turun marah-marah pada sopir truk. Pendapatmu bagaimana kalau gitu?" tulis Jati di grup Facebook Info Cegatan Jogja.

Saat dikonfirmasi melalui messenger Facebook, Jati membenarkan kejadian itu. Ia tengah menjaga warung seorang saudaranya ketika insiden tak mengenakkan terjadi.

Saat itu, mobil polisi tersebut tersebut berjalan menuju arah Semarang. Sementara truk berjalan dari arah sebaliknya.

Meskipun kondisi jalanan ramai, mobil polisi tetap nekat berusaha mendahului kendaraan lain dari arah kanan.

Alhasil, mobil tersebut tak dapat melanjutkan lajunya ketika ada truk di depannya.

Polisi yang ada di dalam mobil langsung ke luar dengan gagahnya sambil marah-marah pada sopir truk. Sedangkan sopir truk tak berani ke luar dari kendaraannya.

Hanya saja, Jati tak mendengar jelas, apa omelan yang dikeluarkan oleh polisi karena hanya samar-samar.

Setelah selesai marah-marah sekitar lima sampai 10 menit, polisi itu pergi begitu saja.

Akhirnya, polisi itu mengalah dengan sedikit memundurkan dan membelokkan mobilnya.

Meskipun banyak warga yang melihat, tak ada yang berani bertanya terhadap polisi.

Akibat kejadian ini, jalan di lokasi kejadian menjadi macet.

Belum ada konfirmasi kepada pihak kepolisian terkait insiden ini. (tribunjogja.com)

StatusAceh.Net - Media massa diharapkan memberitakan lebih banyak wajah positif Palestina yang selama ini tenggelam oleh pemberitaan mengenai perang dan penderitaan rakyat negeri tersebut, kata seorang ulama di Bogor, Jabar, Sabtu (28/5/2016).

"Perjuangan media massa dalam kemerdekaan Palestina dapat dilakukan dengan memberikan informasi yang benar mengenai Al-Aqsha," ujar Arifin Nugroho, yang baru-baru ini mengunjungi Palestina guna keperluan pembuatan program bertema Islam yang akan ditayangkan selama bulan Ramadhan di salah satu televisi swasta nasional.

Menurut dia, media massa seharusnya tidak melulu memberitakan Palestina dari sisi peperangan antara kaum Muslim dan penjajah Israel karena di satu sisi hal ini akan membuat sebagian besar umat Islam takut berkunjung ke sana.

Padahal, dalam syariat Islam, Al-Quds As-Syarif merupakan salah satu kota suci umat Islam, selain Mekkah di mana Masjidil Haram berada dan Madinah karena di sana terletak Masjid Nabawi.

Al-Quds As-Syarif adalah wilayah di mana Masjidil Aqsha berada. Masjid ini merupakan kiblat pertama kaum Muslim dan merupakan salah satu bagian dari perjalanan suci Isra Miraj dari Nabi Muhammad.

Selain itu berkunjung ke Masjidil Aqsha merupakan perintah Nabi Muhammad bahkan jika perjalanan tersebut harus ditempuh dengan bersusah payah.

"Media massa harus proporsional dalam memberitakan Palestina. Jangan hanya mengulik kesedihan rakyat Palestina yang hanya akan mengerdilkan semangat umat Islam untuk datang ke sana," ujar Arifin.

Dia tidak menampik adanya perlakuan diskriminasi oleh Israel terhadap rakyat Palestina dan upaya membebaskan negeri tersebut dari pendudukan Israel yang tidak pernah berhenti dilakukan oleh kaum Muslim.

Namun demikian, dia mengatakan bahwa tidak ada kesulitan untuk masuk ke Palestina dan berkunjung ke kota-kota di sana.

"Tidak ada kesulitan untuk datang ke Palestina. Saya datang dengan visa turis dan selama di sana perjalanan kami lancar," ujar Arifin yang mengunjungi sejumlah kota di Palestina seperti Gaza, Al-Quds As-Syarif dan Rafah. (ant/konfr)

Ilustrasi pembacokan
Matang Kuli - Seorang warga kritis dibacok orang sakit jiwa saat sedang membuat pagar di kebunnya, Desa Blang Seupeng, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara.

Korban Abdul Samad (50) warga Desa Blang Seupeng, sekarang dirawat di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Aceh Utara. Pria ini menderita luka bacok serius di bahu dan pantat.

Sementara pelaku M Adam (38), asal Desa Glumpang Pirak, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, kini dirawat di RS Jiwa Banda Aceh.

Kapolsek Matangkuli, AKP Samsul Bahri Sabtu (28/5/2016) mengatakan, insiden tersebut terjadi sekira pukul 10.00 WIB. Pagi itu korban sedang membuat pagar bambu di kebunnya.

Tiba-tiba datang pelaku dengan sebilah parang dan langsung menebasnya di bagian bahu. Abdul Samad tersungkur ke tanah dengan posisi telungkup, kemudian pelaku kembali membacok korban di bagian pantat.

Namun, tak lama kemudian korban sempat merampas parang di tangan pelaku, lalu pelaku melarikan diri ke arah hutan.

"Korban Abdul Samad pulang ke rumahnya, sekira 50 meter dari lokasi kejadian, dengan cara merangkak sambil berteriak minta tolong. Setelah itu, korban dibawa warga ke Puskesmas Matangkuli. Karena lukanya parah, sesaat kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia," kata AKP Samsul Bahri.

Tak lama setelah kejadian, sambung AKP Samsul, pelaku berhasil ditangkap dan sempat diamankan di Mapolsek Matangkuli.

"Berdasarkan keterangan dari masyarakat dan pihak keluarga, pelaku diduga mengidap gangguan jiwa," pungkasnya.
(*)

Sumber: kompas.com

Kapolresta Medan, Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto saat menginterogasi para tersangka perampokan mobil. Tersangka Ali Amran (polisi hutan) tengah memegang tongkat karena ditembak, dan disampingnya adalah polisi Aceh Timur Brigadir Jardo
Medan - Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, mengungkapkan selain melakukan perampokan ternyata Brigadir Jaro Rido Subriman alias Rido (30) warga Aspol Polsek Bandar Alam Aceh Timur, merupakan DPO kasus narkoba.

“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak Polres Aceh Timur, ternyata oknum polisi yang kita tangkap tersebut masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus narkoba,” ungkap Kapolresta, Sabtu (28/5/2016).

Dijelaskan Mardiaz, anggota polisi yang ditangkap bersama keempat rekan lainnya karena melakukan perampok kendaraan di dua lokasi di Kota Medan, yakni Jalan Brigjen Katamso dan Jalan Tritura.

Dalam menjalankan aksinya kelima tersangka dengan mengendarai mobil Toyota Avanza serta sepeda motor Honda Beat BK 2200 AFY warna putih biru. Di mana berhasil merampok pengendara mobil Honda HRV dengan cara menodongkan senjata jenis FM 1 Pindad di Jalan Brigjend Katamso pada (2/5) lalu.

“Saat mereka berhasil merampok mobil yang berisikan lima penumpang, 2 diantara ditinggal di lokasi kejadian. Kemudian 3 korban lainnya yang sebelumnya dibawa berkeliling ditinggalkan oleh para pelaku di Jalan Tol H.Anif,” jelasnya didampingi Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Fahrizal.

Mantan Kapolres Madina itu menuturkan, dari hasil penyelidikan mereka baru dua kali melakukan aksi perampokan di wilayah hukum Kota Medan. Saat dilakukan penangkapan petugas terpaksa melakukan melumpuhkan dua tersangka dengan timah panas berinisial JS dan AA.

“Kelima pelaku kepada para korbannya mengaku sebagai petugas kepolisian yang hendak menggelar razia narkoba,” tutur Mardiaz sembari menyebutkan senjata api yang digunakan untuk merampok diketahui milik PNS Kementerian Kehutanan, TNGL.

Kasus perampokan yang dilakukan petugas berhasil mendapatkan beberapa barang bukti 1 unit senjata api jenis senapan merek PMI-A1 Pindad, Toyota Avanza Warna Hitam BK 1052 VP, Honda HRV warna putih BK 1052 VP, 24 butir peluru, dan Honda Beat warna putih biru BK 2200 AFY.

Di mana aksinya mobil Avanza yang digunakan untuk merampok terlebih dahulu digunakan dengan nomor plat palsu. Sementara untuk mobil Honda HRV hasil curian telah diganti catnya dari warna hitam menjadi warna putih

“Kelima tersangka pelaku perampokan yang diamankan dikenakan pasal 365 KUHpidana dengan ancaman 11 tahun penjara,” pungkas Mardiaz.(waspada.co.id)

Serangan pasukan Irak terhadap ISIS (AFP PHOTO/AHMAD AL-RUBAYE)
Baghdad - Ratusan warga sipil kabur dari wilayah Fallujah seiring sengitnya pertempuran antara militer Irak dengan militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Sekitar 50 ribu warga sipil lainnya masih terjebak di dalam wilayah Fallujah.

Warga sipil yang terjebak di dalam wilayah Fallujah itu tidak bisa menyelamatkan diri karena pertempuran terus berlangsung sepekan ini. Koalisi anti-ISIS yang dipimpin Amerika Serikat (AS) mengklaim berhasil menewaskan komandan penting ISIS di Falujjah, meskipun tidak jelas kapan peristiwa itu terjadi.

Warren menyebut, komandan ISIS itu tewas sekitar dua hari lalu. Sedangkan seorang pejabat militer Irak melaporkan kematian komandan ISIS di Fallujah itu terjadi pekan lalu.

"Kami telah menewaskan lebih dari 70 petempur musuh, termasuk Maher Al-Bilawi, yang merupakan komandan ISIL (nama lain ISIS) di Fallujah," tutur juru bicara koalisi anti-ISIS, Steve Warren, seperti dilansir AFP, Sabtu (28/5/2016).

Puluhan ribu tentara Irak pada 22-23 Mei lalu, meluncurkan serangan terhadap ISIS untuk merebut kembali Fallujah. Bersama dengan Mosul, Fallujah merupakan kota besar di Irak yang masih dikuasai oleh ISIS. Diyakini jumlah militan ISIS di Fallujah mencapai 1.000 orang. Sejauh ini, pasukan militer Irak belum berhasil memasuki Fallujah, namun terus bergerak mendekat.

Fallujah merupakan salah satu basis ISIS paling penting, karena merupakan kota pertama di Irak yang berhasil direbut ISIS pada Januari 2014 lalu. Selama beberapa bulan terakhir, Fallujah dikepung oleh pasukan pro-pemerintah Irak. Di sisi lain, muncul kekhawatiran bagi warga sipil yang masih terjebak di dalam wilayah Fallujah, karena bantuan kemanusiaan tidak bisa dialirkan ke dalam.

"Situasi di dalam Fallujah semakin hari semakin genting," sebut Direktur Dewan Pengungsi Norwegia untuk Irak, Nasr Muflahi.

Baca juga: ISIS Dekati Perbatasan Turki, 100 Ribu Warga Suriah Terjebak

Di tengah realisasi rencana pembangunan koridor aman untuk penyaluran bantuan ke Fallujah dalam beberapa hari terakhir, sejumlah warga sipil berhasil meloloskan diri. Kelompok warga sipil terbesar kabur pada Jumat (27/5) waktu setempat.

"Pasukan kami mengevakuasi 460 orang... sebagian besar merupakan wanita dan anak-anak," terang Letnan Jenderal Raed Shakir Jawdat dari militer Irak.

"ISIS memberi kami makanan yang hanya bisa dimakan binatang," tutur Umm Omar, salah satu warga yang kabur bersama 10 anggota keluarganya.
Pasukan Irak yang melawan ISIS di Fallujah (AFP PHOTO/AHMAD AL-RUBAYE)
 
Detik.com

Ilustrasi (detikcom/Andhika Akbarayansyah)
Riyadh - Perundingan antara Iran dengan Arab Saudi soal haji berakhir tanpa kesepakatan akhir. Delegasi Iran pulang tanpa menandatangani kesepakatan soal pengaturan ibadah haji untuk warganya.

"Delegasi (Iran) meminta untuk pulang tanpa menandatangani kesepakatan soal pengaturan jemaah haji," terang Kementerian Urusan Haji Saudi, seperti dilansir AFP, Sabtu (28/5/2016).

Perundingan kedua pihak digelar selama dua hari secara ekstensif di Jeddah. Dalam pernyataannya, Kementerian Urusan Haji Saudi mengklaim pihaknya telah menawarkan banyak solusi demi memenuhi serangkaian permohonan yang diajukan delegasi Iran yang tiba di Saudi pada Selasa (24/5).

Menurut Kementerian Urusan Haji Saudi, kesepakatan telah tercapai untuk beberapa hal, termasuk penggunaan visa elektronik yang bisa dicetak sendiri oleh jemaah Iran, mengingat misi diplomatik Saudi di Iran masih ditutup. Pada Januari lalu, otoritas Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, setelah demonstran menyerbu kedutaan dan konsulat Saudi di Teheran untuk memprotes eksekusi mati ulama ternama Syiah di Saudi.

Awal bulan ini, Iran menuding otoritas Saudi melakukan sabotase ibadah haji untuk warganya setelah Saudi menyatakan pengaturan jemaah haji Iran belum ditentukan. Otoritas Iran juga mengungkapkan bahwa Saudi bersikeras agar visa jemaah Iran dikeluarkan dari negara ketiga dan tidak mengizinkan jemaah haji Iran terbang ke Saudi dengan pesawat Iran.

Pada Jumat (27/5), Kementerian Urusan Haji Saudi menyatakan otoritas Saudi sepakat mengizinkan jemaah Iran mendapatkan visa melalui Kedutaan Besar Swiss yang ada di Teheran, yang mengurusi persoalan diplomatik Saudi setelah hubungan diplomatik terputus.

Otoritas Saudi juga mengizinkan sejumlah maskapai Iran untuk menerbangkan para jemaah haji, meskipun Saudi masih memberlakukan larangan terbang bagi sejumlah maskapai Iran terkait pemutusan hubungan diplomatik.

"Organisasi Haji Iran akan bertanggung jawab di hadapan Tuhan dan rakyatnya atas kegagalan para jemaah (Iran) melakukan ibadah haji tahun ini. Saudi menolak seluruh (upaya) mempolitisasi haji... dan selalu siap bekerja sama melayani jemaah dan memfasilitasi kedatangan mereka," sebut Kementerian Urusan Haji Saudi.
(*) Sumber: detik.com

Polisi bekuk penjual sabu dalam bungkus cokelat. ©2016 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir
Jakarta - Jajaran Polsek Pancoran Jakarta Selatan kembali mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu yang disamarkan dalam bungkus permen dan coklat. Pelaku yang berinisial IC (49) diciduk polisi di parkiran sebuah hotel di Kebayoran Lama.

"Pengungkapan narkoba jenis sabu ini berkat laporan dari masyarakat. Tersangka kami amankan di parkiran Hotel di Kebayoran Lama," kata Kapolsek Pancoran, Kompol Aswin di kantornya, Sabtu (28/5).

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan total sabu seberat 38 gram yang disimpan dalam bungkus cokelat dan permen.

"Petugas berhasil menyita 15 paket sabu yang terdiri dari atas 2 paket besar yang dibungkus dalam kemasan cokelat dan 13 paket kecil di dalam bungkus permen," tutur Aswin.

Dari pengakuan tersangka, setiap sabu yang dibungkus dalam permen dijual seharga Rp 1,5 juta. Sementara yang dibungkus cokelat dijual seharga Rp 30 juta.

Atas perbuatannya, tersangka IC (49) diancam dengan UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika pasal 114 ayat 1 jo 112 ayat (1) dengan ancaman penjara paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama 20 tahun serta denda paling sedikit Rp 1 miliar.
(merdeka.com)

Sport - Silakan saja pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone berkoar bahwa Real Madrid bakal tampil defensif. Ia perlu membuktikan pernyataannya setelah menyaksikan laga final Liga Champions yang akan digelar di San Siro, pada Minggu (29/5).

Tidak cukup berkata-kata apalagi mengeluarkan aksi gertak, karena pertandingan memanggungkan siapa juru taktik yang lihai menerapkan strategi yang pas di lapangan, apalagi laga sekelas final Liga Champions.

Berikut data dan fakta yang dikutip dari laman UEFA:

Real Madrid:

* Madrid menang dalam 12 laga terakhir, pertandingan terbaik mereka sejak Desember 2014 di bawah arahan pelatih Carlo Ancelotti, meski kalah poin dan finis di bawah juara Barcelona.
 
* Ronaldo mengemas 16 gol dalam kompetisi musim ini. Salah satunya merupakan catatan rekor di ajang Piala Eropa, pada 2013/14.

* Dengan mengoleksi empat gol dalam dua laga terakhir, Ronaldo mencatat rekor tertinggi dalam ajang Liga Spanyol di bawah torehan Luis Suarez dari Barcelona (40 gol).

* Ronaldo juga menjadi pemain pertama yang mampu mencetak lebih dari 50 gol dalam enam musim berturut-turut.

* Gareth Bale (dengan mengoleksi 19 gol dalam 21 laga) dan Karim Benzema (24 gol dalam 26 laga) masing-masing mencatat rekor gol terbanyak sepanjang sejaran Liga sejak bergabung bersama dengan Madrid pada 2013 dan 2009.

* Raphael varane akan absen dalam dua laga final dan Piala Eropa 2016. Ia mengalami cedera paha, sementara Alvaro Arbeloa masih dibekap cedera lutut.

* Madrid merupakan tim yang mampu mencetak lebih dari 100 gol dalam tujuh laga berturut-turut di ajang Liga.  * Madrid melesakkan 13 gol dari luar kotak penalti dalam musim ini di ajang Liga.

* Zinédine Zidane mencatatkan poin terbaik selama mengemban tugas sebagai pelatih Madrid setelah melakoni 20 laga, dengan menorehkan 17 menang, dua imbang dan sekali kalah, dengan meraih 53 poin. Satu poin lebih dari Juande Ramos pada 2008/09.

Atlético Madrid:

* Atletico menjalani tujuh laga dengan kemenangan di seluruh kompetisi dan menorehkan enam clean sheet berturut-turut, yang membawa ke semi-final di leg kedua dengan mengalahan Bayern Muenchen. 

* Atletico kebobolan 18 gol di ajang liga selama musim ini. Rasio gol yang mereka capai per laga termasuk terbaik dalam lima besar laga Eropa.

* Jan Oblak mengemas 24 clean sheet dalam ajang Liga, lebih dari penjaga gawang lainnya dalam sejarah Atletico, melebihi capaian Thibaut Courtois (20 clelan sheets) dalam 2012/13 dam 2013/14. Oblak kemasukan 18 gol.   

* Griezmann mengoleksi 32 gol di seluruh kompetisi selama musim ini dan 22 gol di ajang Liga. Menyamai rekornya pada musim 2014/15.

* Tiago (yang absen karena cedera bahu sejak 28 November) kembali dengan memberi kemenangan 2-0 ketika melawan Celta pada 14 Mei.
* Torres mencetak tujuh gol dalam sepuluh laga final selama musim ini.

Sumber: rimanews.com

Bireuen - Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah membuka pameran pendidikan tingkat Provinsi Aceh dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2016 di komplek pendopo Bupati Bireuen, Jumat (27/5).

Pembukaan pameran tersebut diawali dengan parade marching band dan parade muge pustaka dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah bersama Bupati Bireuen, H. Ruslan H. M Daud  di halaman pendopo Bupati Biruen dan disaksikan ribuan pelajar dan masyarakat.

Seusai pemotongan pita, Zaini Abdullah kemudian meninjau beberapa stand pemeran yang diikuti dinas pendidikan seluruh kabupaten/kota dan provider dunia usaha.

Selain pameran, juga digelar seminar pendidikan, lomba stand pameran, lomba photografi, lomba tarian, lomba akustik, lomba musikalisasi puisi, lomba mengambar tingkat SD/MI, dan lomba vokal solo.

Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah direncanakan akan membuka seluruh rangkaian kegiatan Hari Pendidikan Nasional pada sore hari ini di komplek Pendopo Bupati Bireuen.  Pemeran pendidikan dan rangkaian kegiatan tersebut akan berlansung selama empat hari mulai tanggal 27 Mei sampai 30 Mei.
(Rill)

Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah di dampingi Bupati Bireuen, H. Ruslan dan  Kadis pendidikan Aceh membuka  Pameran Pendidikan Hardiknas 2016 di Komplek Meuligoe Bupati Bireuen, Jumat 27/5.Humas Setda Aceh/Mardha Kurnia
Bireuen - Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah secara resmi membuka seluruh rangkaian kegiatan resepsi hardiknas tingkat Provinsi Aceh dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional 2016 di komplek Pendopo Bupati Biruen, Jumat (27/5)

Rangkaian kegiatan resepsi hardiknas diawali dengan parade marching band dan parade muge pustaka dilanjutkan dengan pembukaan pameran pendidikan oleh Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah bersama Bupati Bireuen, H. Ruslan H. M Daud  di halaman pendopo Bupati Biruen dan disaksikan ribuan pelajar dan masyarakat.
Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah meninjau parade muge pustaka pada peringatan Hardiknas Tahun 2016 Provinsi Aceh di Komp Meuligo Bupati Bireuen, Jumat 27/5. Humas Setda Aceh/Mardha Kurnia


Gubernur Aceh dalam sambutannya mengatakan, tradisi resepsi Hardiknas tersebut akan terus dilakukan secara bergiliran di kabupaten/kota lainnya  agar semangat pendidikan menyebar secara merata di seluruh Aceh.

"Saya juga berharap kemeriahan acara resepsi ini memberi motivasi kepada kita agar lebih bekerja keras dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh," kata Zaini.

Zaini Abdullah menyampaikan bahwa pembangunan pendidikan merupakan salah satu program prioritas yang dilaksanakan Pemerintah Aceh sebagaimana tertuang di dalam RPJM Aceh 2012-2017.

Semua kabupaten/kota di Aceh kata Zaini juga menempatkan pendidikan sebagai salah satu program prioritas.  Karena itu itu lanjutnya, anggaran untuk sektor pendidikan cukup besar dibanding sektor lainnya.
Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah meninjau stand pameran pada peringatan Hardiknas Tahun 2016 Provinsi Aceh di Komp Meuligo Bupati Bireuen, Jumat 27/5. Humas Setda Aceh/Mardha Kurnia

"Semua ini kita lakukan karena kita yakin bahwa pendidikan sangat menentukan nasib bangsa ke depan," kata Zaini.

Zaini menjelaskan, berbagai perbaikan dalam dunia pendidikan Aceh mulai terlihat jelas. Salah satu contoh kata Zaini, penerapan ujian nasional berlandaskan integritas untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan.

Bahkan  pada tahun ini kata Zaini, Aceh memperoleh predikat terbaik dalam hal indeks integritas dalam pelaksanaan ujian nasional SMA /Madrasah Aliyah/SMK.  Zaini berharap integritas dalam melaksanakan Ujian nasional  itu akan disusul dengan peningkatan nilai yang baik dari para pelajar Aceh.

"Saya juga ingin mengingatkan kita semua bahwa resepsi ini sesungguhnya bermakna agar kita melakukan evaluasi terhadap efektivitas program-program  pendidikan yang telah kita lakukan," kata Zaini

"Introspeksi! Introspeksi! Introspeksi! Ini kalimat kunci yang ingin saya tekankan pada resepsi ini," tegas Zaini

Momen resepsi tersebut kata Zaini, merupakan waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap dunia pendidikan Aceh sehingga jika ada program yang masih belum sesuai dengan rencana strategis dapat segera diperbaiki agar memberi hasil yang lebih baik. .

Pada kesempatan tersebut, Zaini Abdullah juga menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh terus meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk bagi mereka yang berkebutuhan khusus. Pemerintah Aceh kata Zaini, akan membuka sebuah UPTD Pusat Layanan Bagi Siswa yang menderita Autisme, di bawah Dinas Pendidikan Aceh.

Selain itu, untuk  melancarkan pelaksanaan pendidikan di daerah Tertinggal, Terluar dan Terdepan (3T) dalam wilayah Aceh, Pemerintah telah mengalokasikan beasiswa terhadap siswa-siswi berprestasi untuk melanjutkan S1, di 10 perguruan tinggi terbaik se-Indonesia dan akan tetap melanjutkan pemberian tunjangan khusus kepada para tenaga pendidik di wilayah 3T ini.

Sementara itu, Bupati Bireuen, H. Ruslan, H. M Daud menyampakan apreasiasi dan terima kasih karena telah memilih kota Bireuen sebagai tempat pelaksanaan resepsi hardiknas dan Pemeran pendidikan.

Ruslan mengatakan, pendidikan sangat menentukan nasib bangsa ke depan. "kalau kita ingin sukses. tentunya harus melalui pendidikan,".

Ruslan menjelaskan, proses belajar mengajar di Kabupaten Bireuen selama ini berjalan sangat baik, meskipun ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian.

Bupati Ruslan juga meminta kepada Gubernur Aceh untuk terus memperhatikan pendidikan di kota Bireuen khususnya dan Aceh umumnya baik itu dari segi peningkatan kualitas pendidikan maupun kualitas guru.

Serahkan Bantuan dan Piala Bergilir

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Zaini turut menyerahkan bantuan peralatan sekolah kepada 400 anak yatim dan kurang mampu yang diserahkan secara simbolis. Selain itu, Gubernur juga menyerahlan piala bergilir Gubernur Aceh untuk pemenang Marching Band Championship kepada Sekolah yang memenangkan lomba marching band.

Pameran pendidikan tersebut ikuti dinas pendidikan seluruh kabupaten/kota dan provider dunia usaha.  Selain pameran juga digelar seminar pendidikan, lomba stand pameran, lomba photografi, lomba tarian, lomba akustik, lomba musikalisasi puisi, lomba mengambar tingkat SD/MI, dan lomba vokal solo. (Rill)

Freddy Budiman
Jakarta - Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengatakan eksekusi mati akan dilaksanakan usai lebaran atau setelah Juli nanti. Saat ini, kejaksaan terus melakukan persiapan.

"Kita masih persiapan dan koordinasi. Kalau pun dilaksanakan ya setelah lebaran. Masa puasa-puasa hukuman mati," ujar Prasetyo di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat, 27 Mei 2016.

Menurut Prasetyo, salah satu yang akan dieksekusi nantinya termasuk gembong narkoba Freddy Budiman. Freddy Budiman diketahui telah lama divonis hakim dengan hukuman mati. Namun, upaya hukum yang dilakukan Freddy menjadi kendala untuk segera mengeksekusinya.

"Kita akan sertakan sekalian (Freddy), sekarang dia masih mengajukan PK dan PK dilakukan di Pengadilan Negeri Cilacap. Ternyata pengadilan atas permintaan penasihat hukum minta ditunda 7 hari ke depan. Kita ikutilah itu kan bagian dari permintaan terakhir mereka," katanya.

Saat ini, lanjut dia, kejaksaan menunggu hasil keputusan dari Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Freddy. Dia pun berharap agar tidak ada pihak pihak yang bermain dalam putusan PK nantinya.

"Kita tunggu PK-nya saja. Mudah-mudahan tidak ada halangan dan hambatan, mudah-mudahan tidak ada pihak-pihak yang sekadar mengejar maju tak gentar mana yang bayar," ujarnya.

Freddy Budiman dikenal sebagai gembong narkoba kelas kakap di Indonesia. Sosoknya sangat fenomenal lantaran sempat tetap menjalankan bisnis narkobanya meski di balik jeruji besi. Bahkan setiap harinya kekayaan Freddy terus bertambah. Total, Freddy memiliki kekayaan lebih dari Rp70 miliar.

Freddy pertama kali ditangkap pada 2009 lalu karena kepemilikan 500 gram sabu. Freddy memang sempat menghirup udara bebas. Namun itu tidak berlangsung lama, karena pada 2011, Freddy kembali dijebloskan ke penjara karena memiliki ratusan gram sabu dan bahan-bahan pembuat inex. Dia akhirnya divonis mati atas catatan kriminalnya.(Viva)

Panglima TNI saat ceramah di hadapan 102 peserta Kepala Daerah pada Pembekalan Pemerintahan Dalam Negeri Angkatan II Hasil Pilkada tahun 2015, di Auditorium Gedung F Lt.4 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri, Jalan TMP Kalibata Nomor 8 Jakarta Selatan, Jumat (27/5). FOTO: Puspen TNI for JPNN.com
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan banyak negara luar memandang Indonesia sebagai sebuah harapan. Misalnya, wilayah Papua yang kaya “sebagai surga kecil yang jatuh ke bumi” itu menggambarkan betapa kayanya Indonesia dan sangat menjanjikan hidup.

Karena itu, menurut Gatot, tidak heran saat ini dan kedepan banyak negara berkepentingan untuk menguasainya. Hal tersebut sangat beralasan karena setiap negara berkepentingan dalam pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan hidup warga negaranya.

Apalagi, kata dia, penduduk dunia terus bertambah secara signifikan. Saat ini sudah tiga kali lipat populasi idealnya. Bahkan empat kali lipat saat menyongsong Indonesia Emas. Namun pada satu sisi persediaan energi, pangan dan air semakin berkurang.

“Inilah yang akan memicu konflik antar negara, rebutan pemenuhan kebutuhan yang sangat mendasar yaitu pangan, energi dan air serta Indonesia menjadi medan perang ekonomi,” ujar Panglima TNI saat memberikan ceramah di hadapan 102 peserta Kepala Daerah pada Pembekalan Pemerintahan Dalam Negeri Angkatan II Hasil Pilkada tahun 2015, di Auditorium Gedung F Lt.4 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri, Jalan TMP Kalibata Nomor 8 Jakarta Selatan, Jumat (27/5).

Menurutnya, TNI sangat menyadari tantangan yang akan dihadapi bangsa ini di masa mendatang. Untuk melaksanakan tugas sesuai UU Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI juga bukas tugas yang ringan tetapi tugas berat bila hanya dipikul oleh TNI semata.

“Ancaman itu sudah sangat nyata dan ada tetapi kurang dipahami kita di semua lini kehidupan bernegara, berbangsa bahkan di keluarga,” katanya seperti dilansir dakam siaran pers Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Czi Berlin G.

Ia mengingatkan upaya untuk melemahkan, menguasai sampai kepada penghancuran bangsa Indonesia melalui perang Proxy (Proxy War). Salah satunya melalui penyalahgunaan narkoba, demo buruh melakukan intimidasi, tawuran mahasiswa, adu domba TNI-Polri, memecah belah partai politik, regulasi tidak memihak rakyat dan rekayasa sosial melalui media.(jpnn)

Banda Aceh - Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah melantik kepala perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh, Ichsan Fuadi, menggantikan kepala BPKP Aceh yang lama, Afrizi Hadi di Anjong Mon Mata, Kamis, (26/5). Pelantikan tersebut turut disaksikan sejumlah SKPA da Pejabat dilingkungan BPKP Aceh.

Gubernur Aceh dalam sambutannya berharap, dibawah kepimpinan Ichsan Fuadi, BPKP Aceh dapat  terus  mendorong  perbaikan  dan  peningkatan kinerja  Pemerintahan  Aceh  dan  Pemerintah Kabupaten/Kota  dalam  pengelolaan  keuangan  dan pembangunan.

"Saya  mengucapkan selamat  kepada  Saudara Ichsan  Fuady  yang  dilantik sebagai  Kepala  Perwakilan  BPKP  Aceh," kata Zaini Abdullah

Pemerintah Aceh kata Zaini, siap  menjalin kerjasama dengan BPKP untuk mewujudkan  tata  kelola  pemerintahan  dan pelayanan  yang  berkualitas  di  daerah  Aceh.

Kepada Afrizi Hadi selaku kepala BPKP Aceh yang lama, Zaini Abdullah menyampaikan terimakasih atas kerjasama yang telah terjalin selama ini dengan Pemerintah Aceh

"Atas dedikasi yang  saudara berikan, sistem  pengelolaan keuangan di Pemerintah Aceh dan Pemerintah  Kabupaten/Kota  sudah  lebih  baik dari sebelumnya," ujar Zaini.

Kepada Kapala BPKP yang baru, Zaini berharap agar dapat terus meningkatkan kerjasama yang lebih baik sehingga  semakin  banyak  Pemerintah Kabupaten/Kota  yang  mendapat  opini  WTP  dalam pengelolaan  keuangan.
(Rill)

Jakarta -Pemerintah akhirnya merilis Peraturan Presiden (Perpres) No. 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi. Perpres ini adalah bagian dari Paket Kebijakan III pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang menjanjikan penurunan harga gas bumi bagi industri.

Semangat dari Perpres ini adalah untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing industri nasional, melalui pemanfaatan gas bumi serta untuk menjamin efisiensi dan efektivitas pengaliran gas bumi.

Ada dua pesan besar dari Perpres tersebut yaitu penurunan harga gas untuk industri tertentu dilakukan dalam dua tahap, yaitu penurunan harga gas bumi di hulu dalam jangka pendek, dan penyesuaian biaya penyaluran gas bumi dalam jangka panjang.

Untuk lebih jelasnya, detikFinance menyarikan isi Perpres tersebut sebagai berikut:

1. Apa Isi Perpres No. 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi:
Isinya mengatur tentang Penetapan Harga Gas Bumi di Hulu dan Harga Gas Bumi di industri tertentu.
Sebagaimana diketahui ada dua komponen besar penentu harga gas bumi bagi industri, yaitu harga gas bumi hulu dan biaya penyaluran gas bumi hingga sampai ke industri.

2. Apa yang disesuaikan dari harga gas bumi di hulu?
  • Pemerintah menyesuaikan harga gas bumi hulu dengan pertimbangan, keekonomian lapangan, harga gas bumi di dalam negeri dan internasional, kemampuan daya beli konsumen gas bumi dalam negeri, dan nilai tambah dari pemanfaatan gas bumi dalam negeri. Tata cara dan penetapan harga gas bumi di hulu ditetapkan oleh Menteri ESDM.
  • Pemerintah menyesuaikan harga gas bumi untuk industri tertentu yang tidak memenuhi keekonomian industri pengguna gas bumi dan yang harga gas bumi di hulu lebih tinggi dari US$ 6 per MMBTU. Penetapan harga gas bumi di industri tertentu mempertimbangkan ketersediaan gas bumi bagi industri dan pertumbuhan ekonomi nasional dalam rangka meningkatkan nilai tambah yang dapat diberikan oleh industri.

3. Terkait biaya penyaluran gas bumi?
Biaya penyaluran gas termasuk niaga akan dilakukan pengaturan oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri ESDM, tentang biaya penyaluran yang masih dalam tahap pembahasan.

4. Berapa besar penyesuaian harga gas bumi bagi industri tertentu?
Tergantung pada penetapan harga gas bumi oleh Menteri ESDM.

5. Apakah semua industri akan menikmati penyesuaian harga gas bumi?
Tidak. Industri yang berhak menikmati penyesuaian harga gas dibagi dalam 7 (tujuh) bidang, yaitu:
  • Industri pupuk
  • Industri petrokimia
  • Industri oleochemical
  • Industri baja
  • Industri keramik
  • Industri kaca, dan
  • Industri sarung tangan karet
Selain 7 bidang industri di atas, Menteri ESDM dapat melakukan perubahan terkait jenis bidang industri yang akan menerima penyesuaian harga gas bumi setelah berkoordinasi dengan Menteri Perindustrian.

6. Apakah otomatis perusahaan-perusahaan yang masuk dalam 7 bidang industri tersebut menerima penyesuaian harga gas bumi?
Tidak. Daftar perusahaan yang mendapatkan penyesuaian harga gas bumi ditetapkan oleh Menteri ESDM setelah mendapat rekomendasi dari Menteri Perindustrian.

7. Bagaimana mekanisme penyesuaian harga gas bumi ke industri?
Mekanisme akan diatur melalui Peraturan Menteri ESDM mengenai tata cara penetapan pengguna gas bumi tertentu.

8. Kapan industri tahu berapa besar penurunan harga gas untuk mereka?
Besaran penyesuaian harga gas bumi baru akan diketahui setelah melewati sejumlah proses, yakni, untuk tahap pertama atau jangka pendek, setelah adanya:
  • Penetapan Peraturan Menteri ESDM tentang tata cara penetapan harga gas bumi
  • Penetapan harga gas bumi di hulu oleh Menteri ESDM setelah mendapatkan rekomendasi dari SKK Migas.
  • Menteri ESDM menetapkan Peraturan Menteri tentang Tata Cara Penetapan Pengguna Gas Bumi Tertentu
  • Menteri ESDM menetapkan daftar pengguna gas bumi tertentu setelah mendapatkan rekomendasi dari Menteri Perindustrian.
  • Untuk tahap kedua atau jangka panjang:
  • Menteri ESDM Menetapkan tarif penyaluran gas bumi di sepanjang mata rantai.
9. Apakah perusahaan yang sudah ditetapkan menerima penyesuaian harga gas bumi akan selamanya menikmati penyesuaian harga gas bumi tersebut?
Menteri ESDM akan melakukan evaluasi penetapan harga gas bumi ke industri yang dimaksud setiap tahun, atau sewaktu-waktu dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian dalam negeri.

Menteri ESDM juga membentuk Tim Koordinasi untuk evaluasi harga gas bumi tersebut, yang beranggotakan wakil dari Kemenko Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian.(*) Detik.com

, ,
LP Kelas IIA Banda Aceh                                     M. Drais Siddiq
Banda Aceh- Walau telah dilantik kalapas  Banda Aceh yang baru namun kegiatan pengeluaran napi secara ilegal masih terus berlansung dan terkesan sangat berani.

Terbukti 2 napi koruptor dan bandar narkoba tidak berada didalam lapas saat berlansungnya serah terima jabatan dari Plt Kalapas Joko Budi Setianto kepada Kalapas yang baru M. Drais Siddiq Bc.IP,Senin (23/5/2016).

Informasi yang berhasil didapat dari kalangan napi penghuni lapas kelas IIA Banda Aceh menyebutkan kedua napi tersebut yakni Tajuddin terpidana 4 tahun kasus korupsi dan bawazir terpidana 15 tahun dalam kasus narkotika.

Kedua napi koruptor dan bandar sabu tersebut selama ini kerap berada diluar lapas dan di kediamannya,keduanya dapat keluar masuk lapas dengan bantuan oknum petugas lapas.

Oknum petugas lapas banda aceh yang terlibat dalam pengeluaran kedua napi tersebut disinyalir menerima sejumlah uang dari kedua napi tersebut sebagai kompensasi memberikan fasilitas bebas keluar masuk dan bisa pulang kerumah.

"Napi tajuddin dan bawazir memang jarang terlihat didalam LP, yang kasih keluar petugas jaga,kalau ada duit semua gampang disini (LP Banda Aceh.red),kalau macam kami tidak punya duit,minta izin jenguk orang tua sakit saja susahnya bukan main”,ungkap BN yang mengaku telah 2 tahun menghuni napi lapas banda.

Sementara itu Kalapas Kelas IIA Banda Aceh M. Drais Siddiq yang dihubungi oleh Redaksi statusaceh.net, membenarkan adanya 2 napi koruptor dan bandar narkoba tidak berada didalam lapas banda aceh saat dirinya.

“ Benar,ketika kita hitung ternyata ada 2 napi yang kurang,setelah dilakukan pemeriksaan kedua napi tersebut dikeluarkan secara diluar prosedural “,jelas M. Drais yang juga mantan kalapas lhokseumawe tahun 2013.

M. Drais Siddiq juga menuturkan keluarnya napi tersebut dibantu oleh oknum petugas lapas,bahkan dirinya telah memberi ultimatum jika 1X24 Jam kedua napi tersebut tidak dikembalikan kedalam lapas,oknum petugas lapas tersebut akan kita laporkan pada pihak kepolisian untuk diproses hukum.

“ Saya sudah memberi peringatan kepada petugas yang terlibat,jika kedua napi tersebut tidak dibawa kembali kedalam lapas,saya akan melaporkan hal ini pada polisi agar ditindak”, ungkapnya.



Redaksi: T. Sayed Azhar

Ilustrasi
Lhokseumawe - Harga daging sapi di Provinsi Aceh saat Meugang (tradisi mengkonsumsi daging sebelum memasuki bulan Ramadan dan hari raya di Aceh) diperkirakan mencapai di atas Rp150 ribu per Kilogram.

Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Inpres Lhokseumawe M.Yusuf, Jumat (27/5/2016), mengatakan harga daging sapi saat Meugang nanti diatas Rp150 ribu per kilogram karena tingginya permintaan masyarakat untuk merayakan masuknya bulan suci Ramadan.

"Hari ini saja, harga daging sapi, sudah Rp140 ribu sekilonya. Nanti pada saat meugang, dipastikan tidak akan kurang dari Rp150 ribu per kilogramnya, bahkan bisa mencapai Rp160 ribu per kilogram atau lebih lagi,ungkap pedagang.

Dia mengtakan untuk kebutuhan daging pada hari Meugang, jenis sapi yang disembelih umumnya sapi jantan lokal atau disebut sapi Aceh.

Sedangkan sapi jenis impor, harganya kurang lagi, akan tetapi untuk hari meugang, masyarakat lebih memilih sapi lokal untuk dikonsumsi, terang Yusuf.

Sementara itu, sapi lokal yang akan dikonsumsi pada hari meugang, umumnya pula berasal dari daerah Lhokseumawe dan sekitarnya.

Dimana nantinya, pada hari meugang, para peternak sapi atau penjual daging akan menjualnya secara massal di pinggir-pinggir jalan pada titik-titik yang telah ditentukan oleh pemerintah setempat.

Tradisi mengkonsumsi daging sapi pilihan di Aceh menjelang memasuki bulan Ramadan dan juga hari raya, dilaksanakan secara turun temurun.

Semua lapisan masyarakat Aceh, pada hari dimaksud mengkonsumsi daging sapi, termasuk daging kambing, bebek dan juga ayam.
(netralnews.com)

Sejumlah Aparat berjaga-jaga di masjid Baitul Izzah jelang shalat jumat, (27/05)
Aceh Utara - Terkait tersebar isu tentang pemicu kerusuhan di Masjid Baitul Izzah Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara  yang melibatkan puluhan anggota Front Pembela Islam (FPI) dan sejumlah santri dayah pada Jumat, yang lalu (20/5), dibantah keras oleh ketua FPI Aceh.

Rillis yang di terima redaksi StatusAceh.Net, Jum'at 27 Mei 2016 melalui Ketua FPI DPD Aceh Tgk Muslim at-Thahiry  sebagai berikut;

Aslamualaikum..wr wb. Perlu saya jelaskan kepada kawan dan ummat islam bahwa terkait kejadian di masjid baitul Izzah Krueng Mane Aceh Utara yang telah beredar isu lewat media sosial bahwa FPI telah membuat rusuh di masjid ini adalah pemberitaan bohong dan yang membawa berita dan menyebar adalah dosa besar, karena yang terjadi sebenarnya adalah Masalah mesjid Baitul Izzah sudah lama diperjuangkan oleh ulama dan tokoh masyarakat Muara Batu bahkan sudah beberapa kali hal tersebut sampai ke bupati Aceh Utara sehingga keluar SK Bupati telah diberhentikan imam masjid lama yang tidak sesuai dengan Ahlul Sunnah Wal Jama’ah (Aswaja) dan tata laksana shalat jumat di masjid baitul izzah adalah sebagai mana keputusan Muzakarah ulama Aceh,ww yaitu azan dua kali dan khatib pegang tongkat karena itu sunnah. 

Maka kita FPI di undang oleh para ulama aswaja kec muara batu untuk berkenan hadir dal rangka syukuran dan mempererat persatuan, karena perjuangan mereka telah berhasil, maka kita intruksi anggota FPI antuk ikut hadir dan memakai atribut FPI untuk menampakkan persatuan aswaja, tidak ada FPI hadir untuk membuat rusuh, kemudian semua anggota FPI memasuki masjid dengan tertib untuk mengikuti pelaksanaan shalat jumat, dan saya sebagai ketua DPD FPI Aceh juga ikut hadir, tapi rupanya pihak pengurus masjid yang lama telah diberhentikan oleh bupati namun tetap ngotot tidak mau berhenti dan tetap melaksanakan tata cara jumat seperti kebiasaan mereka yaitu azan sekali, dan pada waktu masjid sudah penuh dengan santri dayah dari berbagai dayah yang ada di muara batu dan masyarakat pendukung aswaja, maka saya pada waktu itu keluar dari masjid baitul izzah untuk shalat jumat ke masjid lain di kecamatan ganda pura kab biren bersama Abati Babah Buloh karena saya mau yang sempurna, dan saya pesan kepada kawan FPI agar FPI menjaga ke u amanan. 

Kemudian habis shalat jumat saya baru tahu informasi bahwa ada sedikit kericuhan di masjid baitul izzah, di karenakan ada salah satu dari warga pendukung aswaja yg ingin menyerahkan tongkat kepada khatib tapi ada pihak dari pemuda yang tidak mau tongkat itu diserahkan, yang menghalangi dan bahkan ada yang meneriakkan kami siap mati, maka terjadilah tolak menolak diantara pendukung aswaja dan pemuda tersebut bahkan sampai ada yang sudah mulai main tonjok, maka laskar FPI melerai dua pihak yang telah ribut agar masjid bisa tenang dan tidak mungkin FPI harus nonton keributan dalam mesjid, sehingga ada laskar FPI mengumandangkan azan untuk menenangkan keributan, tapi rupanya ada pihak yang sengaja mengambil foto FPI untuk memfitnah FPI seolah FPI yg buat rusuh.(Rill)

Ilustrasi
StatusAceh.Net - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten siap melaksanakan eksekusi kebiri jika ditunjuk oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia serta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Pada dasarnya kami siap melaksanakan eksekusi kebiri bagi pelaku kejahatan seksual setelah mereka menerima vonis pengadilan setempat," kata Kepala Bagian Humas RSUD Adjidarmo, Budi Kuswandi di Rangkasbitung, Jumat (27/05/2016).

Budi menegaskan apabila ada terpidana kasus kejahatan seksual divonis hukuman kebiri oleh Pengadilan Rangkasbitung maka RSUD Adjidarmo siap melaksanakannya. Secara teknis maupun peralatan serta kelengkapan rumah sakit sudah memadai melaksanakan suntik kebiri.

Bahkan, tenaga dokter di sini memiliki kompetensi juga memenuhi persyaratan. Karena itu, pihaknya menjamin pelaksanaan suntik kebiri tidak menimbulkan masalah.

"Kami menjamin tenaga dokter mampu menangani suntik kebiri karena sudah memiliki kompetensi itu," tegas Budi.

Menurut dia, kemungkinan hukuman kebiri bisa ditunjuk rumah sakit di masing-masing daerah bersangkutan sesuai dengan tempat kejadian perkara (TKP).

Kelebihan rumah sakit di daerah itu, selain memudahkan pelayanan medis juga menekan biaya. Saat ini, penanganan suntik kebiri yang dilakukan tenaga dokter ahli tidak menimbulkan pelanggar kode etik.

Apalagi, pelaksanaan suntik kebiri memiliki hukum yang kuat dengan penetapan yang ditandatangani Joko Widodo yakni Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
(rimanews.com)

Tersangka pencuri tabungan masjid dan uang sumbangan. Foto: Mahyuddin
Idi Rayeuk - Penampilan Jumri (22)--sebut saja begitu--tak berbeda dengan jamaah Salat Jumat lain di Masjid Agung Darussalihin, Idi Rayeuk. Warga Desa Tanah Anoe itu mengenakan peci putih, baju koko merah jambu dengan bordiran kuning dan bersarung coklat.

Namun penampilan bisa saja menipu. Saat jamaah lain melaksanakan salat, Jumri malah beraksi. Ketika para jamaah sedang bersujud, Jumri mencolong tabungan masjid yang diletakkan tak jauh dari tempatnya duduk.

“Saat pelaku sujud, tangan pelaku (merogoh) kotak amal. Kemudian uang yang diambil itu langsung di kantongi si pelaku, kemudian sujud lagi sambil tangannya menggerogoh ke dalam kotak amal,” kata seorang saksi mata yang duduk di belakang Jumri.

Usai imam mengucapkan salam, jamaah yang mengetahui kejadian itu langsung menangkap dan membawa Jumri ke ruang pengurus masjid. Saat digeledah, dari kantong Jumri, dikeluarkan sejumlah uang hasil curian. “Saya butuh uang,” kata Jumri saat diinterogasi oleh pengurus masjid.

Khaidir, seorang pengurus masjid, mengungkapkan Jumri bukan pelaku pertama yang kepergok mencuri tabungan masjid Darussalihin. Beberapa waktu lalu, pengurus masjid juga mendapati seorang jamaah yang nekat mencuri tabungan.

"Meskinya hal itu tidak boleh terjadi. Apalagi uang masjid. Bukannya menyumbang, dia malah mencuri,” kata Khaidir. Rencananya, pelaku akan dibawa ke petugas kepolisian setempat.
(*) Sumber: AJNN.Net

Krueng Mane - Pasca Peristiwa kerusuhan saat sedang Shalat Jumat terjadi di Mesjid Al-Azzah, Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara yang melibatkan puluhan anggota Front Pembela Islam (FPI) dan sejumlah santri dayah dengan imam masjid dan masyarakat setempat, pada Jumat, yang lalu (20/5).

Di kutip dari goaceh.co, Camat Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Andre  Jumat (27/5/2016) menyebutkan, pasca-kisruh perbedaan tata pelaksaan Jumat di Masjid Al Izzah Krueng Mane, Muspida dan dua kelompok berbeda itu telah duduk sama pada Rabu, 25 Mei 2016.

"Pihak Muspida dan kedua kelompok itu sudah melakukan rapat Rabu lalu. Kebetulan saya tidak hadir waktu. Intinya, sepakat menunggu siapa yang akan ditunjuk sementara oleh Pemkab Aceh Utara imam masjid yang baru dari Dinas Syariat Islam atau Majelis Persmusyawarat Ulama (MPU)," ujar Camat.

Sementara imam masjid yang lama SK-nya sudah diambil alih oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Untuk saat ini masjid kecamatan tersebut sedang kekosongan imam masjid.

Ketika ditanya dua kubu berbeda, Camat tidak dapat menyebutkan detail. Namun menurut Camat, dua kelompok tersebut tidak sepakat dalam beberapa hal tentang pelaksaanaan Jumat. Bahkan hal itu menurut Camat masih sebatas sunat.

"Memang ada perbedaan di Masjid Al Izzah. Namun hal itu menurut Abu Paloh Gadeng (Wakil Ketua MPU Aceh Utara) sendiri masih dapat ditolerir, dan masih dalam koridor agama Islam, dan tidak sesat," ujar Andre.(*)

-Editor: Redaksi

StatusAceh.Net - Hari ini arah mata angin membawa saya ke salah satu masjid bersejarah di Pidie, Aceh.  Masjid yang dibangun pada masa Sultan Iskandar Muda ini konon katanya sudah berumur ratusan tahun, tapi masih berdiri kokoh dan tegap  hingga sekarang. Letaknya tidak terlalu jauh dari pusat kota, lebih kurang 4 km sebelah Barat Kecamatan Kota Sigli. Masjid bersejarah ini sudah beberapa kali saya lewati, tapi baru hari ini honda terparkir dihalamannya dan telapak kaki menyentuh dinginnya keramik masjid.

Tanah seluas 7396.00 m2 ini dulunya berdiri satu masjid yang diberi nama Masjid Po Teu Meureuhom. Kala itu Po Teumeureuhom, Sultan Iskandar Muda bersama masyarakat membangun masjid ini secara bergotong royong, bahkan kabarnya masyarakat dulu bersedia berbaris memanjang sekitar 30 kilometer untuk mengangkat batu secara estafet dari kecamatan Muara Tiga ke Labui ini. Bangunan masjid masa itu berbeda dengan masjid yang kamu lihat di foto sekarang. Dulu atap masjid terbuat dari kayu rumbia dan dindingnya dari batu bercampur kapur.

Seiring jarum jam berputar, masjid ini pun mengalami perubahan pada nama dan bangunan masjid. Informasi yang saya dapat, saat Gubernur Aceh dijabat Prof Syamsuddin Mahmud tahun 1980, Pak Gubernur meminta supaya bangunan masjid dibangun baru, dengan syarat tidak membongkar bangunan lama masjid tersebut. Maka jadilah masjid lama digeser ke samping bangunan masjid baru sebagai alternatifnya.  Nurdin AR atau lebih dikenal “Bapak Jango” yang menjabat sebagai Bupati Pidie masa itu selain sebagai orang yang meletakkan batu pertama pembangunan masjid baru, beliau juga yang mengganti nama masjid dari Masjid Raya Po Teumeureuhom menjadi Masjid Raya Labui.

 Dalam masjid saya bertemu dengan Tengku Muhammad Yasin Yunus, beliau seorang imuem syiek sekaligus penjaga masjid Labui. Saya memanggilnya Abusyiek karena usianya sudah memasuki angka 77 tahun. Walau sudah paruh paya, beliau masih sangat kuat mengayuh sepeda ontelnya menuju masjid dan mengkumandangkan azan zuhur disana. Ingatan abusyiek pun tidak berkerut-kerut seperti keriput pada wajah dan tangannya. 

Pria kelahiran grong-grong tahun 1937 ini mengatakan bahwa dulunya tanah masjid ini lebih luas dari sekarang, warung depan masjid juga termasuk kawasan masjid. Pada masa Poteumeureuhom,  Sultan Iskandar Muda sering singgah ke masjid dan masjid Labui  pernah dijadikan sebagai masjid kerajaan Pedir atau masjid kabupaten. Tak hanya itu, Po Teumeureuhom juga membangun benteng pertahanan yang melingkari masjid. Orang zaman dulu menyebutnya diwai. Diwai adalah susunan batu karang yang direkat dengan campuran tanah liat, pasir dan kapur. Diduga dinding benteng ini cukup tinggi, ketebalan yang dapat diukur dari sisa yang ada adalah 2,4.

Sultan Iskandar Muda yang memerintah Kerajaan Aceh Darussalam 1607–1636 banyak membangun masjid sebagai wujud pembinaan persatuan umat. Kemanapun baginda pergi, tempat singgah yang baginda utamakan pastilah masjid.  Itulah sebabnya dalam masyarakat berkembang ungkapan: “Si ge geulangkah Po Teumeureuhom saboh meuseujid teudong”. Maksudnya, setiap kali Po Teumeureuhom melangkah satu masjid berdiri.

Menariknya lagi masjid ini menyimpan 2 benda bersejarah lainnya yakni tongkat pemberian sultan Iskandar muda dan mimbar masjid. Tongkat kuningan peninggalan  Po Teumeureuhom memiliki panjang 1,2 meter dan berat 5 kilogram serta bentuknya beruas-ruas seperti batang tebu dan tongkat bagian bawahnya seperti bentuk ujung linggis. Sayangnya saya tidak menanyakan mengenai maksud dari bentuk tongkat tersebut.

Semula tongkat Po Teumeureuhom  dimaksudkan untuk pegangan khatib saat berkhutbah di atas mimbar. Dalam perjalanan waktu, fungsi tongkat itu meluas, terkadang digunakan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit tertentu atau prasarana nazar karena mendapatkan kembali barang yang hilang. Bila sembuh, atau ditemukan kembali barang yang hilang, maka yang bersangkutan minum atau menyiramkan diri dengan air rendaman tongkat tersebut. Nah, apa yang dilakukan diatas bukan berarti masyarakat percaya bahwa tongkat ini memiliki khasiat atau keajaiban. Tetapi prilaku demikian didasarkan pada pandangan bahwa dalam menjalankan amar ma’ruf nahi munkar kita sepantasnya bertopang pada kekuasaan Allah swt.  Maksudnya apapun yang akan dikerjakan, mintalah bantuan pada Tuhan Yang Esa, sebelumnya bertongkatlah pada Tuhan agar tercapai apa yang diinginkan. “Kesembuhan datangnya dari Allah, tongkat hanya prasarananya saja, semua itu kembali kepada niat” jelas abusyiek. 

Kondisi tongkat saya liat ada retakkan dibagian atasnya, mungkin karena alasan itu pula tongkat disimpan dalam lemari dan sesekali saja digunakan. Tahukah umur tongkat sekarang berapa? Coba saja hitung sendiri ya.


Satu lagi peninggalan sejarahnya adalah mimbar dari kayu berukir hasil karya pengrajin asal Cina sekitar tahun 1612 M. Seiring berjalannya waktu, pengurus Masjid Raya Labui terus mempercantik mimbar tersebut dengan melapisi cat warna emas pada mimbar. Mimbar sekarang tampak lebih baru padahal usia mimbar telah mencapai ratusan tahun.

 Kini kegiatan kemasjidan dialihkan ke masjid baru. Dalam komplek Masjid Labui juga terdapat sebuah Diniyah Islamic Center. Tidak heran jika komplek masjid tersebut terdapat banyak bale di samping kanan dan kiri masjid. Letak masjid berbatasan dengan kawasan persawahan Blang Meuseujid, sehingga suasana nyaman sangat terasa saat berada di sana. Rindangnya pohon-pohon kayu besar pun tak henti-hentinya mengibas angin sejuk  dan memberi perlindungan dari sengatan terik matahari siang.

Jika sudah tiba di masjid ini jangan lewatkan kesempatan untuk nyicipin mie caluek khas Pidie di warung depan masjid. InsyaAllah sepiring mie akan menganjal perut kamu. Tidak hanya mie caluek, disini juga tersedia lontong, tape, mie urap, risol dan jajanan cemilan lainnya. Harganya pun sangat ekonomis, biasanya mulai buka jam 07.30 pagi sampai siang.

Ada satu hal yang sangat mengena ketika hendak keluar menuju pintu gerbang masjid. Satu nasehat yang sarat makna mengenai betapa utamanya ilmu. Dipamplet itu bertuliskan “Leubeeh  get tamano reuoh watee ta meureunou nibak reugoe sipanyang masa” (Lebih baik mandi keringat diwaktu menuntut ilmu ketimbang rugi sepanjang masa). Maksudnya kalaupun sekarang ini kita merasa lelah dan kesulitan ketika sedang belajar namun jangan pernah berpikir untuk berhenti tetapi teruslah berusaha, karena sesungguhnya dibalik usaha akan selalu ada hasil yang menyertainya. Inilah nasehat bagi kita semua untuk tetap belajar sekalipun itu sangat sulit, karena jika tidak belajar hari ini, besok mungkin kita akan menjadi orang yang merugi dan menyesal sepanjang masa. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang haus ilmu dan mengamalkannya. Amin.


Ilustrasi
Tamiang - Pagi ini, seratusan buruh PT Semadam menuntut kenaikkan upah sesuai anjuran Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh Nomor 60 Tahun 2015 tentang Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2016. Tuntutan kenaikan upah buruh tersebut diwarnai dengan aksi mogok kerja, Jumat (27/5/2016).

Amatan GoAceh, sejak pukul 7.30 WIB, tampak para buruh PT Semadam mulai berdatangan dan berkumpul di luar pagar kantor Managemen PT Semadam, di Desa Semadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, tepatnya di tepi jalan Medan-Banda Aceh.

"Pekerja hanya menuntut hak hak agar segera diberikan oleh perusahaan. Aksi ini baru pertama kali ini digelar oleh buruh perusahaan ini karena kami sudah tidak sanggup lagi hidup di bawah penindasan yang tak berkesudahan," ujar Ketua Pengurus Unit Kerja (PUK) PT Semadam, Asri menjawab GoAceh.

Hingga pukul 9.00 WIB, belum ada tanda-tanda dari Managemen PT Semadam yang mencoba menemui para pekerjanya yang menggelar aksi mogok kerja itu.(*) Sumber: goaceh.co

Ilustrasi
Langsa - Tim gabungan dari Direktorat Jenderal Polisi Air Mabes Polri, Polda Aceh dan Polres Langsa yang sedang melakukan patroli rutin menangkap dua unit kapal motor yang mengangkut sekitar 95 ton bawang merah ilegal di Selat Malaka.

Kapolres Langsa, AKBP Iskandar ZA, Jumat di Pelabuhan Kuala Langsa menyatakan, tim gabungan menahan puluhan ton bawang merah ilegal dari luar negeri bersama anak buah kapal.

Menurutnya, petugas kepolisian yang sedang berpatroli dengan Kapal Patroli (KP) Hayabusa 3008, Rabu (25/5) sekira pukul 23.00 WIB melakukan penangkapan terhadap satu unit Kapal Motor (KM) Sempurna yang membawa 75 ton bawang merah ilegal di perairan Muara Air Masin yang masuk wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.

Selain menangkap kapal, petugas juga mengamankan seorang nakhoda dan lima orang anak buah kapal (ABK), satu nahkoda, Abdul Kadir.

Kelima ABK tersebut, Slamet (45), Suhendri (30), Edwar Efendi (45), keempatnya warga Desa Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara, Muktar (45), warga Sungai Kuruk, Kecamatan Seuruway, dan Samsul Bahri (53), warga Desa Upah Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang.

"Dari keterangan ABK kapal tersebut merupakan milik Hambali, warga Sungai Yu, Kecamatan Bendahara. Sementara bawang ilegal tersebut berasal dari Thailand dan hendak dibawa ke Kabupaten Aceh Tamiang," jelas AKBP Iskandar.

Di tempat berbeda, kapal patroli KP Gelatik-5016 Dalpus Polda Aceh, Rabu (25/5), sekitar pukul 23.30 WIB, di perairan Aceh Tamiang, menangkap satu unit kapal lain bernama KM Sumber Rezeki, yang mengangkut bawang merah ilegal seberat 20 ton. petugas juga mengamankan nahkoda, Abdul Rahman, warga Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara beserta tiga ABK.

Ketiga ABK tersebut adalah, Syafii (56), Mahmudin (56), keduanya warga Kecamatan Seruway dan Muklis (45), warga Pangkalan Brandan Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Sedangkan kapal tersebut milik, Saiful, warga Kecamatan Seuruway Kabupaten Aceh Tamiang.

"Bawang itu berasal dari Pulau Penang, Malaysia, dan hendak dibawa ke Aceh Tamiang. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata kapal itu tanpa dilengkapi surat izin berlayar," kata Kapolres.

Ia berjanji akan terus mengintensifkan patroli guna mencegah masuknya barang-barang ilegal.
(*)

Sumber: Antaranews.com

Dok: Pemulangan TKIO dari Malaysia. Foto: Antara
StatusAceh.Net - Pemerintah Kerajaan Malaysia mengusir lagi 69 tenaga kerja Indonesia ilegal yang bekerja di Negeri Sabah melalui Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara.

TKI ilegal yang diusir kali ini telah menjalani hukuman sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan selama berada di negeri jiran tersebut.

Adapun pelanggaran yang dilakukan adalah kasus keimigrasian atau tidak memiliki dokumen yang sah untuk bekerja sebanyak 57 orang, kasus narkoba 11 orang, dan kasus kriminal umum satu orang.

Kepala Unit Tempat Pemeriksaan Imigrasi Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan Nasution membeberkan, TKI ilegal yang diusir tersebut menjalani hukuman di Pusat Tahanan Sementara (PTS) Air Panas Tawau Negeri Sabah, kemudian dikawal oleh staf Konsulat RI Tawau ke Kabupaten Nunukan.

Kedatangan puluhan TKI ilegal tersebut di Kabupaten Nunukan menggunakan kapal angkutan resmi KM Malindo Ekspres dari Pelabuhan Tawau dan tiba di Pelabuhan Internasional Tunon Taka sekitar pukul 17.30 WITA.

"Saat TKI ilegal yang diusir ini tiba di Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan dikawal staf Konsulat RI Tawau menggunakan kapal KM Malindo Ekspres)," kata Nasution, Jumat (27/05/2016).

Setelah dilakukan pendataan oleh kepolisian, BP3TKI dan instansi terkait lainnya mereka langsung digiring ke penampungan rumah susun yang terletak di Jalan Ujang Dewa Kelurahan Nunukan Selatan Kabupaten Nunukan untuk dilakukan pembinaan dan pembekalan wawasan kebangsaan.
(Rimanews)

Wajah Dara Portugis di Lamno, Aceh Jaya Foto : bang-bro.blogspot.com
StatusAceh.Net - Siapa yang tak mengenal ungkapan Si Mata Biru yang terkenal di Aceh? Ungkapan yang disematkan kepada keturunan Portugis-Aceh dengan bola mata berwarna kebiruan yang bermukim di Lamno, Aceh Jaya. Ketenaran keturunan Portugis ini sudah dikenal sejak lama, membuat banyak hati tertaut, hingga tak jarang mereka yang datang bertandang ke Lamno hanya untuk melihat bukti kebenaran cerita yang tersebar sangat masyhur tersebut. Bahkan ada yang sampai meminang karena sudah terlanjur terpaut akan kecantikan dan kebaikan budi si Gadis Bermata Biru.

Singkat cerita, setelah Tsunami meluluh lantakkan Aceh 2004 silam, populasi Si Mata Biru pun semakin langka. Banyak dari keturunan mereka yang menjadi korban Tsunami. Sebelum tahun 2004, ditemukan banyak lokasi di Lamno yang menjadi kawasan tempat tinggal keturunan Portugis, sebut saja di daerah Kuala Daya dan Lambeuso.

Rasa penasaran untuk menemukan kembali keturunan Portugis yang tertinggal di Lamno pasca Tsunami akhirnya membawaku dan ketiga temanku lainnya berpetualang ke Lamno untuk mencari jejak si Mata Biru yang tertinggal. Berada di bawah kaki Gunung Geurutee, membutuhkan waktu 1, 5 jam dengan jarak tempuh sekitar 81 kilometer dari Banda Aceh untuk sampai ke sana. Dengan bermodalkan kenekatan, bahasa Aceh pas-pasan yang hanya aku kuasai dan tidak oleh ketiga temanku, ditambah lagi dengan tidak adanya rekan yang kami kenal di Lamno, akhirnya kami menyusuri Lamno hanya untuk menemukan Si Mata Biru yang semakin langka keberadannya.


Menurut sejarah, ternyata Si Mata Biru adalah keturunan dari pelaut-pelaut Portugis di bawah Nahkoda Kapten Pinto yang saat itu berlayar ke Malaka (Malaysia) dan sempat berdagang di wilayah Lamno. Sejarah mencatat peristiwa ini terjadi antara tahun 1492-1511 . Kaum dari Portugis ini kemudian dikenal dengan kaum Porto yang akhirnya berbaur dengan orang Aceh, menikah, dan menetap di Lamno. Inilah yang menjadi cikal bakal sejarah adanya keturunan si Mata Biru di Lamno.

Setelah 1, 5 jam dilalui, kami sampai di Lamno dan mengisi bahan bakar di salah satu SPBU di sana. Sempat menanyakan keberadaan mereka kepada petugas SPBU, namun ia mengatakan bahwa turunan Portugis tersebut sudah semakin langka dan hanya bisa ditemukan di daerah Lamee dan salah satu pesantren dekat makam seorang pahlawan Aceh, Poteumeureuhom. Kemudian, kami melajutkan lagi perjalanan untuk mencari pesantren di dekat makam Poteumeurehom, namun hasilnya nihil. Karena keterbatasan pengetahuan kami terhadap wilayah setempat, akhirnya kami tidak menemukan pesantren yang dimaksud. Sebuah kesimpulan pun kami dapatkan ketika kami menanyakan keberadaan Si Mata Biru pada masyarakat setempat. Sebagian besar dari mereka akan menjawab tidak tahu, seperti menutupi lokasi tempat tinggal keturunan Portugis ini. Ya, kami tahu, mereka tidak akan sembarangan memberikan informasi kepada orang asing yang baru masuk ke Lamno, apalagi ketiga temanku lainnya sama sekali tidak memahami bahasa Aceh, jadi sudah sewajarnya mereka semakin tertutup kepada kami.

Kami pun mencari lokasi kedua, yaitu daerah Lamee yang disinyalir sebagai lokasi lainnya, tempat di mana si Mata Biru tinggal. Lelah mencari, akhirnya kami beristirahat sekaligus makan siang di sebuah warung di Lamee. Beruntunglah, ternyata si pemilik warung berasal dari Aceh Besar dan  memudahkan saya untuk mengobrol panjang lebar dengan beliau, sesama orang Aceh Besar. Setelah beberapa lama, akhirnya si pemilik warung memberi tahu kepada kami mengenai lokasi tempat salah seorang anak perempuan keturunan Portugis yang biasanya mengaji di balai desa. Balai desa tersebut terletak tepat berada di belakang warung tersebut. Saat itu, waktu menunjukkan pukul 15.00 WIB. Itu artinya kami masih diberikan kesempatan untuk pergi ke balai desa, menemui seseorang yang telah membawa kami berani pergi hingga sejauh ini.
Memasuki jalan kecil berkerikil, kami memilih menepikan mobil dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki saat memasuki perkampungan warga. Sekitar 100 meter setelahnya, sayup-sayup terdengar suara anak-anak mengaji yang berasal dari balai desa yang terletak di sebelah kiri jalan. Setibanya di sana, kami disambut dengan puluhan tatapan anak-anak yang melihat kami layaknya orang asing yang baru masuk kampung. Setelah berkenalan dan menyampaikan maksud kedatangan kami kepada guru mengaji di sana,  kami diperkenalkan dengan salah seorang anak perempuan keturunan Portugis yang duduk sambil tertunduk malu, seolah mengetahui bahwa tujuan kedatangan kami tak lain untuk bertemu dengannya. Menurut pengakuan sang guru, sudah banyak tamu yang datang dari luar Lamno yang bermaksud sama seperti kami, bahkan ada yang sampai sangat ingin melihat rambut anak ini yang berwarna keemasan seperti Bule. Namun ia begitu risih karena enggan melepas jilbabnya. Ia malu jika harus menampakkan rambutnya lagi, dan faktor inilah yang membuat dirinya semakin enggan untuk bertemu dengan orang asing. Namun kami memilih untuk menghormati apa yang dia inginkan. Sudah diberi kesempatan untuk dapat bertemu dengannya saja adalah sebuah hal yang sangat luar biasa yang harus kami syukuri.

Ya, keturunan Portugis ini memang umumnya sangat pemalu. Sifat pemalu mereka inilah yang membuat mereka lebih terlihat ekslusif. Jika sudah beranjak dewasa, mereka cenderung lebih suka jika menikah dengan sesama mereka daripada dengan seseorang yang berasal dari luar komunitas mereka. Tapi belakangan ini, sudah ada di antara mereka yang mau dipersunting oleh pria luar.

Sebut saja namanya Aida (nama sebenarnya harus disamarkan), gadis kecil berusia 9 tahun dengan perawakan kecil, putih dan memiliki warna mata coklat ke abu-abuan. Selain dirinya, kakaknya yang berumur sekitar 14 tahun juga memiliki kesamaan rupa seperti dirinya. Namun saat ini, kakaknya sedang mondok di Pesantren yang letaknya berdekatan dengan makam Poteumeureuhom. Sejenak terlintas di pikiranku, bisa jadi yang seharusnya kami temui (jika kami tidak tersesat tadi) adalah kakak dari Aida. Anehnya, kedua orang tua mereka tidak sedikitpun berwajah sama seperti mereka, dan  terlihat seperti keturunan Aceh lainnya yang berkulit sawo matang. Namun akhirnya diketahui bahwa nenek mereka mempunyai rupa yang sama seperti mereka dan mirip dengan wajah bangsa Eropa.

Setelah mengikuti kegiatan anak-anak mengaji dan bertemu dengan Aida di balai desa, kami pun meminta izin untuk berfoto bersama, dan pamit untuk pulang. Sebuah perjalanan yang tidak sia-sia untuk mencari jejak si Mata Biru yang tertinggal. Aceh dengan beragam etnis yang tinggal di dalamnya, sejenak membuatku terpaku betapa bangganya aku bisa menjadi bagian dari negeri ini. Ah, si Mata Biru, betapa eklusifnya dirimu. Sanger terakhir di warung kecil Gunung Geurutee, menjadi saksi terakhir saat kami meninggalkan Lamno.(*)


4 Terdakwa Narkoba di Medan Dituntut Mati/ Foto: Jefris/detikcom
Medan - Empat terdakwa dengan kepemilikan sabu seberat 270 Kilogram (Kg) dituntut mati oleh jaksa di Medan, Sumut. Keempat terdakwa itu yakni Ayau, Daud, Lukmansyah dan Jimmi.

Sidang tuntutan itu berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (26/5/2016). Sidang dipimpin majelis hakim Asmar. Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sindu Hutomo.

Menurut jaksa, para terdakwa telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 114 jo Pasal 112 jo Pasal 132 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

"Masing-masing, JPU menuntut mati keseluruhannya," kata Sindu kepada wartawan usai persidangan.

Menyikapi tuntukan tersebut, keempat terdakwa langsung mengajukan pledoi yang disampaikan melalui kuasa hukum mereka. Setelah itu, majelis hakim menunda persidangan dan dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda putusan.

Seperti diberitakan, BNN mengungkap penyelundupan 270 Kg sabu pada Sabtu (17/10/2015) silam di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Medan Deli, Medan, Sumut.

Dari pengungkapan, petugas berhasil menangkap keempat terdakwa itu. Barang haram tersebut dimasukkan ke tabung filter air dengan tujuan untuk mengelabui petugas. Namun, modusnya dapat terungkap.(detik.com)
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.