2022-03-13

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Banjir Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Covid-19 Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos dayah Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Film Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemanusiaan Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp MPU Aceh Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Projo PT PIM Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebgram Selebriti Senator Sinovac SMMPTN sosial Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tol Aceh Tsunami Aceh Turki Ulama USA Vaksin MR Vaksinasi Vaksinasi Covid-19 vid Video vidio Viral Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA


Lhokseumawe  –
Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Iskandar Muda,Saifuddin Noerdin yang mewakili alumni Universitas Malikussaleh dalam prosesi upacara wisuda Angkatan ke-28 program magister, profesi, sarjana, dan diploma tiga di Aula Gedung ACC Kampus Uteunkot,Cunda Lhokseumawe, Sabtu (19/3/2022).

Dalam penyampaiannya, Saifuddin menyebutkan, Universitas Malikussaleh adalah salah satu kampus terbaik di Provinsi Aceh yang telah banyak mencetak lulusan dan alumni yang tersebar secara nasional dan internasional, baik dalam pemerintahan, perusahaan BUMN, maupun perusahaan swasta lainnya.

"Para mahasiswa sekalian, kalian telah resmi menjadi alumni, jadi harus merasa bangga dan menanamkan optimisme bahwa kita akan mampu untuk bersaing dan berkompetisi dengan lulusan perguruan tinggi lainnya," sebut alumni Unimal tersebut.

Saifuddin memaparkan, sumber daya manusia dalam pandangan global saat ini merupakan suatu aset yang sangat diperhitungkan. Manusia dengan keilmuannya bisa membangun peradaban, manusia dengan keilmuannya juga bisa meningkatkan kelayakan bagi kehidupannya.

"Begitu juga dengan adik-adik kami hari ini yang merupakan insan yang berilmu, manfaatkan seluruh pengetahuan yang dimiliki dan terus belajar meningkatkan pengetahuan serta terus membangun relasi dan keterikatan baik dengan para senior," ungkap Saifuddin.

Tambahnya, saat ini di PT PIM telah banyak lulusan terbaik Unimal yang bekerja disana. Secara berkelanjutan PT PIM terus membangun dan memberikan tempat bagi mahasiswa Unimal untuk pelaksanaan PKM, program pemagangan mahasiswa, maupun kerja sama dalam berbagai hal untuk mendukung kemajuan pendidikan.

"Untuk itu kami mengucapkan selamat kepada Unimal yang telah banyak mencapai prestasi selama ini," tutupnya.

Kedatangan Sekretaris PT PIM, Saifuddin Noerdin yang juga alumni Unimal turut didampingi oleh AVP Humas PT PIM, Dedi Ikhsan.

Untuk diketahui, jumlah wisudawan terbanyak pada penyelenggaraan ini berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan jumlah 219 orang dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sebanyak 123 orang, Fakultas Pertanian 90 orang, Fakultas teknik 78 orang, Fakultas Hukum 35 orang, FKIP 31 orang dan Kedokteran 11 orang. Dari jumlah tersebut, mahasiswa yang mendapat nilai dengan pujian (cumlaude) ada sebanyak 57 orang.[]

Lhokseumawe  – Universitas Malikussaleh melaksanakan prosesi upacara wisuda Angkatan ke-28 sebanyak 587 lulusan program magister, profesi, sarjana, dan diploma tiga di Aula Gedung ACC Kampus Uteunkot,Cunda Lhokseumawe, Sabtu dan
Minggu (19-20/3/2022).   


Adapun jumlah wisudawan terbanyak pada penyelenggaraan ini berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan jumlah 219 orang dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sebanyak 123 orang, Fakultas Pertanian 90 orang, Fakultas teknik 78 orang, Fakultas Hukum 35 orang, FKIP 31 orang dan Kedokteran 11 orang. Dari jumlah tersebut, mahasiswa yang mendapat nilai dengan pujian (cumlaude) ada sebanyak 57 orang.


Rektor Universitas Malikussaleh, Prof Dr Herman Fithra Asean Eng, dalam sambutannya mengingatkan pengangguran tertinggi di Aceh berasal dari kalangan sarjana. Menurutnya kondisi tersebut sangat ironis karena golongan yang memiliki kemampuan akademis, tidak mampu mendapatkan tempat di dunia kerja.


“Kenyataan ini menunjukkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tidak menjamin bisa mendapatkan pekerjaan. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi semua, bukan hanya tugas pemerintah,” ujar Herman yang mengharapkan para alumni mampu menjadi entrepreneur agar bisa membuka lapangan kerja.


Pada bagian lain, Rektor Unimal mengingatkan pentingnya aspek komunikasi dan etika yang harus menjadi perhatian para lulusan. “Sekarang banyak yang lulus cum laude, tapi tidak jadi apa-apa. Sementara ada lulusan yang menempuh pendidikan tujuh tahun, yang diluluskan dosen karena kasihan, daripada DO, justru kemudian menjadi pemimpin dan mampu meraih prestasi,” tambah Herman.


Ia juga mengatakan komunikasi dan etika tidak semuanya diajarkan di kampus. Di era digital, cara berkomunikasi ada rekam jejaknya karena melalui media sosial. Lowongan kerja kadang dipelajari melalui rekam jejak media sosial. “Jadi, berhati-hatilah dengan komentar dan pernyataan di media sosial karena itu akan terus tercatat,” pungkasnya.


LHOKSEUMAWE - Polres Lhokseumawe bersama tim gabungan menjaring sepuluh pelanggar protokol kesehatan (prokes) pada Operasi Yustisi di depan terminal tipe A, Mon Geudong, Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Jumat (18/3/2022) sore. 

Dalam Operasi Yustisi ini, pelanggar yang terjaring diberi teguran lisan dan dihimbau untuk nemakai masker.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto SIK MH melalui Kasi Humas, Salman Alfarisi SH MM mengatakan, ke sepuluh pelanggar ini merupakan masyarakat pengguna jalan yang tidak menggunakan masker. 

Lanjutnya, warga tersebut dihentikan oleh petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, Satpol PP-WH dan petugas Dinas Perhubungan Lhokseumawe. Kemudian, dihimbau untuk mematuhi prokes. Seperti, memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

"Secara persuasif dan humanis, tim gabungan memberikan sosialisasi kepada pelanggar terkait pentingnya mematuhi protokol kesehatan. Selanjutnya, petugas membagikan masker kepada pelanggar tersebut dan mengajak pelanggar untuk ikut program vaksinasi Nasional," ujarnya.

Operasi Yustisi ini, kata Kasi Humas, akan terus dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar mematuhi prokes di saat masa pandemi Covid-19. Selain itu, tim gabungan juga mensosialisasikan program vaksinasi Nasional dan titik - titik Gerai Vaksin.

"Polres Lhokseumawe sangat konsisten dalam penegakan prokes yang bertujuan untuk mencegah dan menekan angka penyebaran Covid-19, salah satunya yaitu dengan menggelar Operasi Yustisi tiga kali sehari," jelasnya.


Lhokseumawe -
  Sebanyak 587 mahasiswa Universitas Malikussaleh akan mengikuti wisuda Angkatan XXVIII  yang akan digelar pada Sabtu dan Minggu (19-20/3/2022) secara luring di Gor  ACC Cunda Lhokseumawe.

Adapun jumlah wisudawan terbanyak pada penyelenggaraan ini berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan jumlah 219 orang dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sebanyak 123 orang, Fakultas Pertanian 90 orang, Fakultas teknik 78 orang, Fakultas Hukum 35 orang, FKIP 31 orang dan Kedokteran 11 orang. Dari jumlah tersebut, mahasiswa yang mendapat nilai dengan pujian (cumlaude) ada sebanyak 57 orang.

 “Ada tiga sesi pelaksanaan yang dilangsungkan selama dua hari itu. Dua Sesi pada hari Sabtu, dan satu sesi pada hari Minggu,” kata Kepala UPT Bahasa, Kehumasan, dan Penerbitan, Teuku Kemal Fasya MHum, Jumat (18/3/2022).

Kemal menjelaskan, pada sesi pertama itu diikuti oleh 205 orang, di sesi kedua 212 orang, dan di sesi ketiga sebanyak 170 orang. Pelaksanaan wisuda kali ini sebut Kemal, tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Kami harap semua mahasiswa bisa hadir tepat waktu. Karena nanti ada arahan dari panitia dan juga cek kesehatan,” ungkapnya.


Banda Aceh - Ketua DPR Kota Banda Aceh Farid Nyak Umar meminta Pemerintah Aceh mempertahankan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Dia mempersilakan pemerintah mengevaluasi program itu, tapi tidak menghapusnya.

"Kebermanfaatan program JKA hari ini sangat dirasakan oleh masyarakat Banda Aceh dan Aceh secara luas. Selama program JKA berjalan, masyarakat mendapatkan kesempatan yang sama untuk berobat," kata Farid kepada wartawan, Jumat (18/3/2022).

Farid mengaku banyak mendapat masukan dari masyarakat yang meminta program JKA dipertahankan. Menurutnya, JKA merupakan program unggulan Aceh dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kesehatan yang baik masyarakat.

Selama ini pasien yang ditanggung JKA, katanya, dapat dirujuk ke rumah sakit ternama di kota lain, seperti Medan dan Jakarta. Meski demikian, Farid mengaku sepakat program itu dilakukan evaluasi.

Menurut politikus Partai PKS ini, evaluasi dilakukan karena masih ditemukan kekurangan pada program JKA, antara lain masalah data peserta, serta pelayanan BPJS yang jauh dari harapan. Evaluasi itu menjadi tanggung jawab Pemerintah Aceh untuk mengingatkan pihak BPJS agar memberikan pelayanan terbaik.

"Ibarat rumah, kalau bocor atap, itu yang harus diperbaiki, jangan dihancurkan rumahnya," ujar Farid.

Farid menyebut, bila Pemerintah Aceh menghentikan program JKA, dipastikan bakal berdampak buruk bagi masyarakat Tanah Rencong. Masyarakat yang hidup pas-pasan bakal menjadi miskin bila sakit karena harus membayar premi atau biaya pengobatan mandiri.

"Untuk penyakit tertentu dengan penanganan operasi malah memakan biaya puluhan juta rupiah," ujar Ketua DPD PKS Kota Banda Aceh ini.

"Saya berharap Gubernur Aceh dan DPRA untuk meninjau ulang terkait penghapusan program JKA. JKA adalah warisan yang harus dirawat, disempurnakan, dan diteruskan oleh siapa pun yang menjadi pemimpin di Provinsi Aceh ini," lanjutnya.

Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh, Firdaus Noezula, mengatakan Fraksi Demokrat di DPR Aceh bakal mempertahankan program JKA dan mempersilakan Pemerintah Aceh melakukan evaluasi. Dia meminta program itu tidak dihapus.

"Jika ada kendala dengan sistem atau ada tumpang tindih data, silakan dievaluasi menyeluruh secara bersama-sama, tapi jangan dihapus," ujar Firdaus dalam keterangan tertulis kepada wartawan.

Menurutnya, penghapusan anggaran JKA akan berdampak kepada masyarakat karena harus membayar premi secara mandiri. Pembayaran itu disebut bakal membebani masyarakat.

"Biaya premi anggota JKN akan menambah beban masyarakat dan berdampak pada meningkatnya kemiskinan di Aceh," jelas Firdaus.

"Dalam hal perbaikan layanan, penting juga dibuat aplikasi sistem lapor yang terintegrasi antara pemerintah, DPRA, BPJS, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan lainnya yang bisa diakses oleh pasien. Sehingga jika ada kendala dalam pelayanan, langsung tersampaikan ke pihak BPJS," terangnya.

Hentikan Pembayaran Premi

Sebelumnya, Pemerintah Aceh bakal menghentikan pembayaran premi kesehatan 2,2 juta masyarakat mulai bulan depan. Premi warga tersebut selama ini ditanggung dalam program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).

"Anggaran JKA yang menanggung masyarakat mampu dihentikan per 1 April. Kita harapkan masyarakat yang mampu bisa langsung melanjutkan pembayaran premi BPJS secara mandiri," kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA kepada detikcom, Kamis (10/3).

Muhammad menjelaskan, selama ini ada empat kategori premi kesehatan di Aceh antara lain ditanggung JKA 2,2 juta jiwa, peserta mandiri 123 ribu orang, dan 801 ribu merupakan PNS/TNI. Untuk masyarakat yang ditanggung Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berjumlah 2,1 juta jiwa.

JKN-KIS sebenarnya diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Menurut Muhammad, jumlah masyarakat miskin di Aceh berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) berjumlah 819 ribu orang.

"Kalau kita merujuk pada angka data resmi yang dikeluarkan oleh BPS bahwa masyarakat miskin Aceh 15 persen. Namun pemerintah pusat ploting 2,1 juta tanggungan JKN-KIS buat Aceh. Artinya selain masyarakat miskin, juga sebagian besar dibantu masyarakat menengah ke atas," jelas Muhammad. [detik.com]

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.