2020-05-10

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos dayah Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator sosial Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama USA Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

LHOKSUKON - Kepolisian Resor Aceh Utara melakukan bakti Sosial bertajuk "Bakti Sosial Polri Peduli Covid-19" Polres Aceh Utara, Jumat (15/5/2020). Diketahui kegiatan serupa juga dilakukan serentak diseluruh polres jajaran Polda Aceh.

Bakti sosial kali ini dilakukan dengan menyalurkan bantuan beras dan 150 paket sembako lainnya yang diperuntukkan bagi 150 kaum dhuafa di 15 kecamatan dalam wilayah hukum Polres Aceh Utara.

Bantuan ini pula diserahkan secara simbolis oleh Kapolres Aceh Utara kepada para Kapolsek dan Bhabinkamtibmas untuk didistribusikan segera.

Penyerahan yang dilakukan di halaman tengah Mapolres Aceh Utara tersebut turut dilakukan oleh ketua BPBD Aceh Utara Drs. Amir Hamzah dan Kadis Sosial Aceh Utara Zulkarnaini.

Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto mengatakan bakti sosial ini dilakukan untuk membantu masyarakat kurang mampu yang terdampak dari pandemi Covid-19.

"Mudah-mudahan apa yang kami laksanakan ini, paling tidak meringankan beban bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh pandemi covid-19, mudah-mudahan bermanfaat," ujar Kapolres AKBP Tri Hadiyanto.

Sementara itu, para Bhabinkamtibmas yang ditugaskan menyalurkan sembako ini melakukannya dengan cara mendatangi langsung rumah warga secara door to door.

Tiap warga yang didatangi mendapat satu paket sembako berupa 5 kg beras, 1 liter minyak goreng, 2 kg gula pasir dan 20 bungkus Mie Instan.

ACEH TENGGARA- Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh, menyalurkan 1.883 paket sembako untuk masyarakat miskin yang mata pencahariannya terdampak akibat pandemi Virus Corona atau Covid-19. Paket bantuan jaring pengaman sosial (JPS) tersebut ikut diantarkan oleh sejumlah Truck Reo Kodam Iskandar Muda dari Banda Aceh.
Bertindak mewakili Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri. Kepala UPTD Rumoh Seujahtra Aneuk Nanggroe (RSAN), Abdul Jabar, menyerahkan paket sembako tersebut kepada Sekretaris Daerah Aceh Tenggara, Modh. Ridwan, di halaman kantor Bupati Aceh Tenggara, Jumat 15/5/2020. Hadir Kepala Dinas Sosial Aceh Tenggara, sejumlah pejabat setempat, unsur forkopimda, dan pilar-pilar kesejahteraan sosial.
Abdul Jabbar mengatakan, Pemerintah Aceh menyalurkan 1.883 paket bantuan JPS untuk 1.883 kepala keluarga (KK) berdasarkan data dan nama-nama yang ditetapkan dalam SK Bupati Aceh Tenggara yang diterima pihaknya sejak beberapa hari lalu. Adapun nama-nama para calon penerima tersebut, adalah mereka yang bukan penerima bantuan sosial Pangan Non Tunai (BPNT), dan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH).
Karena itu dia berharap, agar paket sembako ini nantinya, benar-benar tepat sasaran dan dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan bantuan selama masa pandemi Covid-19 di Aceh. Adapun paket bantuan tersebut berisi, beras 10 kilogram, minyak goreng 2 liter, sarden 4 kaleng, gula 2 kilogram, dan mie instan 1 kotak .
“Namun apabila ada masyarakat miskin baru di Aceh Aceh Tenggara yang layak menerima bantuan, namun belum mendapatkan bantuan, kami mohon ini menjadi tanggungjawab Pemerintah Aceh Teggara untuk membantunya, baik melalui anggaran APBK maupun dana Desa,” kata Abdul Jabar.
Hal itu, kata Jabar, agar tidak muncul kesenjangan dan kecemburuan sosial dalam mendapatkan bantuan pemerintah. “Kita berharap semua dapat menerima bantuan,” katanya.
Kepada para relawan yang nantinya akan terlibat pendistribusian, Jabar meminta agar mengantarkan paket bantuan ini langsung ke rumah-rumah warga, sehingga tidak terjadi kerumunan massa di masyarakat.
“Begitupun kami mengajak kepada semua pihak untuk mengawal ketat pendistribusian sembako ini, sehingga tidak terjadi penyelewenangn,” tagas Jabar.
Sementara Sekda Aceh Tenggara, Mohd. Ridwan, mengucapkan terimakasih atas paket bantuan yang dikirimkan Dinas Sosial Aceh tersebut. Menurut Ridwan, masyarakatnya memang sangat mengharapkan bantuan dari Pemerintah Aceh, untuk itu bantuan berupa paket sembako ini akan segera disalurkan melalui Dinas Sosial Aceh Tengagara.
“Sekali lagi kami ucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan. Semoga bantuan-bantuan ke depan akan menyusul untuk kabupaten Aceh Tenggara,” katanya. []

GAYO LUES- Pemerintah Kabupaten Aceh Gayo Lues, menerima 856 paket sembako dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh. Paket sembako yang berupa bantuan pengaman jaringan sosial (JPS) tersebut ikut diantarkan oleh sejumlah Truck Reo Kodam Iskandar Muda, untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat setempat, yang mata pencahariannya terdampak akibat pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, diwakili Kepala UPTD Rumoh Seujahtra Aneuk Nanggroe (RSAN), Abdul Jabar, menyerahkan paket sembako tersebut yang diterima Sekretaris Daerah Gayo Lues, Thalib M.AP, dan Kepala Dinas Sosial setempat, Sukri, di halaman Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus (Covid-19) Gayo Lues, Jumat 15/5/2020. Hadir sejumlah pejabat Eselon IV Dinsos Aceh, unsur Forkomkab, dan para pilar-pilar kesejahteraan sosial.

Abdul Jabar dalam sambutannya mengatakan, Bantuan sejumlah 856 paket tersebut diperuntukkan kepada 856  kepala keluarga (KK), yang nama-nama para calon penerima telah ditetapkan berdasarkan SK Bupati Gayo Lues tentang Penetapan Data Penerima Bantuan Dampak Corona Virus Diasese, yang telah diterima pihaknya sejak beberapa hari lalu.

Untuk itu, dia berharap agar paket sembako ini nantinya, benar-benar tepat sasaran dan dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan bantuan selama masa pandemi Covid-19 di Aceh.

“Atas dasar nama-nama yang telah diusulkan inilah kami Pemerintah Aceh menyalurkan bantuan ini, semoga dapat berguna dan diterima oleh masyarakat yang layak menerima,” katanya.

Sementara itu, apabila terdapat masyarakat miskin baru di Aceh Gayo Lues yang layak menerima namun belum mendapatkan bantuan, dia meminta kepada Bupati Amru, agar masyarakat tersebut dapat dibantu dengan skema anggaran APBK Gayo Lues.

“Sehingga tidak muncul kecemburuan sosial dan semua masayarakat terdampak mendapatkan bantuan pemerintah ini,” katanya.

Karena itu, dia mengimbau agar paket sembako Covid-19 ini tidak lagi diberikan kepada penerima manfaat bantuan pangan non tunai (BPNT) atau program keluarga harapan (PKH), tujuannya agar adanya pemerataan penerima bantuan.

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik Aceh (BPS) Tahun 2019, Abdul Jabar menuturkan, dari total 94.100 jiwa penduduk Gayo Lues, terdapat sebanyak 18.625 jiwa yang masuk kategori miskin.

 Kepada masyarakat miskin ini, sebanyak 8.070 KK atau keluarga penerima manfaat (KPM) untuk mendapatkan bantuan sosial berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

 Sementara itu, selama masa pandemi Covid-19, Pemerintah Aceh melalui skema bantuan APBA membantu 856  KK sesuai SK Bupati GayO Lues.

 “Jika dijumlahkan semua bantuan yang diberikan pmerintah, sudah ada sebanyak 8.926 KK masyarakat Gayo Lues yang dibantua. Dan jika diasumsikam setiap KK atau KPM menanggung 4 orang jiwa, maka sudah sebanyak 35.704 jiwa penduduk Aceh Gayo Lues telah mendapat bingtuan dari pemerintah untuk menekan angka kemiskinan,” katanya.

Hal ini menurut Jabar belum lagi bantuan sosial dari Pemkab Gayo Lues, dari dana desa, dan bantuan sosial tunai dari pemerintah pusat.

Abdul Jabar menjelaskan, untuk diketahui bahwa paket bantuan yang dikirimkan di tiap-tiap daerah tidaklah sama, melainkan dengan jumlah yang berbeda-beda, hal ini sesuai dengan data yang diusulkan dan diterima oleh pihaknya di Dinas Sosial Aceh.

“Ada beberapa kabupaten/kota di Aceh yang belum menerima peket bantuan ini, hal ini disebabkan oleh banyak sebab, baik itu belum adanya SK bupati/walikota atau permasalahan lainnya,” kata Jabar.

Kepada para relawan yang nantinya akan terlibat pendistribusian, Jabar meminta agar mengantarkan paket bantuan ini langsung ke rumah-rumah warga, sehingga tidak terjadi kerumunan massa di masyarakat.

“Begitupun kami mengajak kepada semua pihak untuk mengawal ketat pendistribusian sembako ini, sehingga tidak terjadi penyelewenangn,” tagas Jabar.

Sementara itu Kadinsos Gayo Lues, Syukri, mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh. Dia berharap dengan bantuan ini dapat meringankan beban masyarakatnya yang terdampak akibat pandemic Covid-19 di Aceh. Syukri mengaku pihaknya akan segera menyalurkan bantuan tersebut melalui para relawan dan pilar-pilar kesejahteraan sosial setempat.

“Kami atas nama Pemerintah Aceh Gayo Lues mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan kepada kami. Ini adalah bantuan yang kita tunggu-tunggu dan tentunya akan segera kita bagikan ke masyarakat” katanya.[]

ACEH TENGAH- Sebanyak 1098 paket sembako untuk masyarakat kurang mampu yang berdampak akibat Covid-19 jatah Kabupaten Aceh Tengah tiba di halaman kantor bupati kabupaten setempat.

Selain paket sembako untuk korban berdampak Covid, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah juga menerima bantuan dari pemerintah Aceh untuk buffer stok gudang  berupa kebutuhan bayi, dan beberapa jenis bantuan lainnya yang bisa disimpan dan digunakan saat musibah bencana terjadi.

Ke-semua bantuan tersebut diserahkan oleh Sekretaris Dinas Sosial Aceh Devi Riansyah AKS,MS.i yang diterima langsung oleh Drs Shabela Abubakar selaku Bupati Aceh Tengah, yang turut disaksikan oleh anggota DPR Aceh dari Fraksi PKS Bardan Sahidi serta Forkopimda Plus Aceh Tengah, Jumat 15 Mei 2020.

Sekretaris Dinas Sosila Aceh dalam arahan nya mengatakan, pemerintah baik melalui skema APBN, maupun APBA telah membantu Aceh Tengah dengan jumlah penerima manfaat melebihi angka kemiskinan yang ada di Kabupaten Aceh Tengah.

"Ini salah satu bukti keseriusan pemerintah dalam memperhatikan nasib masyarakat yang ada di dataran tinggi gayo," demikian disampaikan Devi Riansyah dalam sambutannya mewakili Kepala Dinas Sosial Aceh Drs.Alhudri,MM.

Disamping itu, Devi juga berharap agar masyarakat yang ada di Aceh Tengah tetap semangat, dan memiliki semangat yang tinggi untuk terus membangun Aceh Tengah, disamping itu, Aceh Tengah juga baru saja diterjang banjir bandang, yang merusak banyak fasilitas milik masyarakat, namun masyarakat agar tetap sabar dan tabah menerima cobaan ini.

"Musibah yang melanda Aceh Tengah, adalah musibah bagi kita semua seluruh Aceh, karena Aceh Tengah juga bagian dalam Provinsi Aceh, tidak ada perbedaan perlakuan apapun dari pemerintah Aceh. Maka, kepada masyarakat agar harus bersabar. Yakinlah dibalik musibah ini (Banjir dan Covid-19) ada rencana yang paling indah yang sedang Allah siapkan untuk saudara saya di Aceh Tengah ini, Amin," ujar Devi.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah Shabela Abu Bakar berterimakasih kepada Plt Gubernur Aceh dan pemerintah Aceh beserta jajarannya yang telah membantu meringankan beban pemerintah daerah dalam hal bantuan, baik untuk korban berdampak Covid-19 maupun korban banjir bandang yang belum lama ini menerjang daerah tersebut.

"Bantuan inilah sudah cukup lama kami tunggu-tunggu, selain bantuan provinsi, bantuan yang bersumber dari APBK Aceh Tengah juga ada kita siapkan untuk masyarakat agar merata," ujar Shabela.

Kemudian, Shabela juga menyampaikan bahwa semua bantuan yang sudah diantar oleh pihak provinsi Aceh untuk korban berdampak Covid-19 di kabupaten tersebut akan segera disalurkan kepada masyarakat penerima sesuai yang telah tertuang dalam surat keputusan Bupati Aceh Tengah.

"Tidak kita tahan tahan,  segera kita salurkan bantuan ini. Kecuali bantuan untuk untuk Buffer Stok, itu akan kita simpan digudang, mana kala musibah kembali terjadi, kita sudah mempersiapkan bahan kebutuhan masyarakat," kata Shabela.

DPR Aceh Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Aceh

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Bardan Sahidi dari Fraksi PKS yang juga wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Aceh Tengah-Bener Meriah mengapresiasi atas kerja keras Dinas Sosial Aceh selama ini dalam membantu masyarakat.

Terlebih di Aceh saat ini, bukan hanya persoalan Pandemi Covid-19 yang perlu perhatian pemerintah, akan tetapi, persoalan bencana alam baik banjir maupun kebakaran juga harus mendapat perhatian khusus bagi masyarakat.

"Nah, selama ini Dinsos Aceh saya melihat sudah menampakkan keseriusan dan keihklasan dalam bekerja, soal ada kekurang sana-sini, itu hal biasa. Tidak ada kesempurnaan yang dimiliki manusia," Ujar Bardan.

Politisi PKS dari dataran Tinggi Gayo berharap, Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh terus berbenah, setiap kegiatan yang dilakukan harus ada evaluasi agar meraih kesempurnaan lewat kekurang yang terdapat dalam kegiatan sebelumnya.

Polairud Polda Aceh sedang melakukan patroli udara memantau keberadaan kapal pengungsi Rohingya (Istimewa)
Banda Aceh - Kepolisian Perairan dan Udara Kepolisian Daerah Aceh memonitor dua kapal motor di kawasan perairan Selat Malaka. Kapal yang diduga  mengangkat ratusan orang Etnis Rohingya dari Myanmar itu dikabarkan bergerak ke Malaysia.

Direktur Korps Kepolisian Perairan dan Udara Kepolisian Daerah Aceh, Komisaris Besar Polisi, Jemmy Rosdiantoro mengatakan, tak menutup kemungkinan akan masuk ke Aceh.

“Benar ada sekitan 500 orang dari Myanmar (Rohingya) bergerak menuju Malaysia dengan menggunakan dua kapal motor,” kata Jemmy, Kamis (14/5).

1. Kemungkinan bisa masuk dan merapat ke daratan Indonesia

Jemmy menyampaikan, meski kapal tersebut terlihat bergerak menuju Malaysia, bisa kemungkinan akan singgah ke daratan Indonesia.

“Tidak menutup kemungkinan karena satu dan lain hal akan singgah di Indonesia,” ungkapnya.

2. Ditakutkan akan kapal yang diduga membawa Etnis Rohingya akan membuat masalah baru untuk saat ini
Direktur Korps Kepolisian Perairan dan Udara Kepolisian Daerah Aceh menyebutkan, Pemerintah Indonesia tidak ada melakukan kerja sama dalam penanganan dan menampung pengungsi dari negara lain. Apalagi mengingat saat ini situasi sedang dalam pandemik Virus Corona atau COVID-19, hal ini dianggap akan menjadi permasalahan baru lagi.

“Negara kita tidak meratifikasi masalah pengungsi, sehingga apabila pengungsi tersebut sampai ke Indonesia akan membuat masalah baru, apalagi dalam situasi wabah COVID-19 ini,” ujarnya.

Meskipun demikian, jika kapal tersebut membutuhkan bantuan, maka akan diupayakan untuk dipenuhi akan tetapi tidak dibenarkan untuk berlabuh ke daratan Indonesia.

“Kita upayakan tidak diarahkan ke darat, bila perlu bantuan segera kita penuhi dan kemudian dipersilahkan melanjutkan perjalanan ke tempat tujuannya,” imbuh Jemmy.

3. Meningkatkan giat patroli laut dan udara untuk mengantisipasi para pengungsi

Sejak mendapatkan kabar adanya dua kapal motor yang berlayar di Selat Malaka membawa penumpang diduga Etnis Rohingya, pihak Korps Kepolisian Perairan dan Udara Kepolisian Daerah Aceh terus meningkatkan patroli. Tujuannya untuk mengantisipasi kepal tesebut masuk dan merapat ke daratan Indonesia, khususnya Aceh.

“Kita sudah mengitruksikan kepada seluruh jajaran Polairud Polda Aceh supaya meningkatkan  giat patroli laut untuk mengantisipasi. Kita juga mengajak masyarakat untuk ikut membantu memantau tentang pengunsi dari Myanmar.”

Patroli laut dikatakan sampai sekarang masih terus dilakukan oleh kapal-kapal dari Korps Kepolisian Perairan dan Udara Kepolisian Daerah Aceh maupun kapal yang ada di kesatuan polres jajaran.

Sementara patroli udara juga dilaksanakan dengan menggunakan satu unit helikopter pada hari ini dengan memantau wilayah perairan Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar dan Pidie.

“Sampai saat ini belum ada ditemukannya pengungsi Rohingya. Insyaallah besok kita juga akan melakukan patroli laut dari udara di wilayah Bireun, Lhokseumawe, Aceh Timur. Kegiatan patroli ini akan terus kita lakukan sekaligus untuk memantau perkembangan situasi saat ini,” jelas Jemmy. | idntimes.com

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan makin banyak diprotes. Kebijakan yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo itu memancing badai kritikan dari berbagai pihak, termasuk dari DPR. Foto: Dok SINDOnews
JAKARTA - Kenaikan iuran BPJS Kesehatan makin banyak diprotes. Kebijakan yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo itu memancing badai kritikan dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan wakil rakyat di DPR.

Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning menyayangkan kebijakan penaikan tarif peserta BPJS Kesehatan. Dia menolak aturan itu, apalagi pembahasan iuran tersebut sudah berkali-kali dilakukan di parlemen.

“Jelas tidak setuju ya baik sebagai pribadi, fraksi PDIP, maupun komisi IX. Itu kan sudah melalui tahapan rapat berkali-kali yang melibatkan rapat gabungan. Bahkan, pernah dipimpin Ketua DPR Puan Maharani. Semua menolak kenaikan BPJS dan diserahkan ke pemerintah,” ujar Ribka, Kamis (14/5/2020).

Dia mengaku senang ketika Mahkamah Agung (MA) memutuskan membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan pada Februari 2020. Karena itu, dia mengingatkan pemerintah untuk menghentikan polemik tersebut.

Bukan tanpa sebab, dia menilai dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini rakyat sangat terjepit karena dampak wabah sangat luas hingga berujung pada masalah ekonomi. Meski sudah diberi bantuan sosial seperti paket sembako, cara itu membuat rakyat hanya senang sesaat.

“Rakyat justru bingung dan terhimpit. Apalagi yang di-PHK tidak bisa bayar kontrakan rumah, anak mau masuk sekolah, pekerjaan ke depan bagaimana? Masa malah BPJS naik,” kata Ribka.

Di sisi lain, kebijakan tersebut hanya bisa diakomodir karena tinggal mengeksekusi hasil keputusan MA saja. Makanya, keputusan penaikan iuran BPJS Kesehatan harus dipertanyakan.

“Kalau perlu tidak dinaikkan, bahkan dibebaskan. Seperti pajak dibebaskan, bensin untuk ojol (ojek online) saja bisa 30 persen sampai 50 persen. Ini kenapa BPJS malah naik? Lama-lama orang bisa tidak bayar BPJS,” ungkap Ribka. | Sindonews

Banda Aceh - Sebagai uang elektronik berbasis syariah pertama dan satu-satunya di Indonesia, Layanan Syariah LinkAja berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah guna mewujudkan ekosistem syariah yang semakin maju. Sebagai langkah strategis dalam mengamalkan misi besar tersebut, Layanan Syariah LinkAja bekerja sama dengan sejumlah institusi keagamaan di Aceh untuk menghadirkan berbagai kemudahan pembayaran yang sesuai dengan kaidah syariah.

Haryati Lawidjaja, Direktur Utama LinkAja mengatakan, “Sejak pertama kali diluncurkan, Layanan Syariah LinkAja berkomitmen menjadi solusi yang dapat dipercaya umat untuk melakukan berbagai hal bermakna, termasuk bagi seluruh warga Aceh yang meyakini syariat Islam. Dengan ekosistem layanan holistik yang sesuai dengan kaidah syariah, Layanan Syariah LinkAja berupaya memaksimalkan beragam kemudahan pembayaran dan sederet program kemanusiaan secara digital.”

“Selama menjalani bulan Ramadan di rumah, masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan produk halal dengan mudah dan aman melalui sederet layanan penuh berkah yang tersedia di Layanan Syariah LinkAja, seperti tagihan telepon, pajak, listrik, serta layanan transportasi. Berbelanja beragam kebutuhan harian serta donasi dan zakat di beberapa mitra marketplace, seperti Tokopedia, Bukalapak ataupun Blibli.com juga dapat dipenuhi dengan pembayaran yang sesuai dengan kaidah syariah melalui Layanan Syariah LinkAja,” tambah Haryati.

Bekerja sama dengan berbagai merchant lokal, modern retail, transportasi publik hingga berbagai institusi keagamaan di Aceh, Layanan Syariah LinkAja dapat dimaksimalkan untuk memenuhi beragam pembayaran dan kegiatan bermanfaat. Kini, warga Aceh dan sekitarnya dapat menggunakan Layanan Syariah LinkAja untuk melakukan Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) di Baitul Mal Aceh, berbelanja di Riyadh Store dan berbagai macam merchant lokal dan modern retail (Permata Bunda Mart, Pocut Baren Swalayan, Kajhu Swalayan), menggunakan sarana transportasi Buraq Ojek Online, serta menikmati kuliner ternama (Dhapu Kupi, Taufik Kupi, Banda Seafood, dan Break Time Coffee).

Warga Aceh juga dapat dengan mudah untuk mengisi saldo atau tarik tunai di berbagai modern retail seperti Indomaret, Alfamart, dan Circle K, Grapari Telkomsel, ATM Link Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), jaringan ATM Bersama, ATM BCA, Kantor Pos, dan Pegadaian yang tersebar di Kota Aceh. Dalam waktu dekat ini masyarakat juga dapat menggunakan Layanan Syariah LinkAja di lingkungan pesantren (Pesantren Muq, Pesantren Oemardiyan, Pesantren Tahfizul Qur’an), serta berbelanja di Saudi Store dengan menggunakan Layanan Syariah LinkAja sebagai metode pembayarannya.

Ke depannya, Layanan Syariah LinkAja berkomitmen untuk terus memperluas inovasi dan kemitraan dengan berbagai pihak guna mewujudkan ekosistem ekonomi syariah Indonesia yang inklusif. Untuk mendukung kemudahan pengguna dalam menyalurkan sebagian hartanya, hingga saat ini Layanan Syariah LinkAja juga telah menggandeng lebih dari 240 lembaga ZISWAF dan 1000 kencleng digital masjid di lebih dari 270 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

“Kami harap Layanan Syariah LinkAja dapat memberikan kemudahan bagi warga Aceh dan sekitarnya dalam memenuhi kebutuhan harian, transaksi produk halal, serta menyisihkan sebagian hartanya melalui berbagai lembaga ZISWAF yang dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menunaikan ibadah sesuai kaidah syariah,” tutup Haryati Lawidjaja.

Layanan Syariah LinkAja merupakan uang elektronik syariah pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mendapatkan sertifikat DSN MUI setelah terbitnya Fatwa DSN MUI No.116/DSN-MUI/IX/2017 tentang uang elektronik syariah, serta izin pengembangan produk uang elektronik berbasis server dari Bank Indonesia.

Dalam implementasinya, Layanan Syariah LinkAja mengedepankan beberapa prinsip dasar, yaitu penempatan dana bekerja sama dengan sejumlah bank syariah, mengaplikasikan tata cara transaksi yang sesuai dengan kaidah syariah, serta dapat diterima di seluruh merchant LinkAja. Di samping itu, Layanan Syariah LinkAja juga menghadirkan beragam produk yang sesuai dengan akad syariah dengan tidak ada unsur maisyir (judi), gharar (ketidakjelasan), riba (tambahan), zalim, dan barang tidak halal.

Seluruh pengguna LinkAja dapat mengubah akun ke Layanan Syariah LinkAja dengan klik banner Layanan Syariah LinkAja yang terdapat di halaman utama aplikasi, melakukan aktivasi akun dan memasukkan PIN, setelah itu pengguna sudah dapat langsung memanfaatkan beragam produk Layanan Syariah LinkAja melalui aplikasi.

Persawahan di Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues yang berbatasan langsung dengan hutan Leuser. Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia
STATUSACEH - Kebijakan moratorium logging atau jeda tebang di Aceh telah 13 tahun diberlakukan. Namun, pembalakan liar dan perambahan untuk perkebunan masih terjadi. Luas hutan Aceh berkurang akibat kegiatan ilegal tersebut.

Data Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh [HAkA] menunjukkan, berdasarkan SK/MenLHK No. 103/Men-LHK-II/2015, luas kawasan hutan dan konservasi perairan Provinsi Aceh mencapai 3.557.928 hektar. Namun, hingga Desember 2019, luas tutupan hutan yang terpantau hanya 2.989.212 hektar.

“Jika dihitung, Aceh kehilangan tutupan hutan mencapai 568.716 ribu hektar,” terang Manager Geographic Information System [GIS] HAkA, Agung Dwinurcahya, baru-baru ini.

Bahkan, pada 2019, Aceh kehilangan tutupan hutan mencapai 15.140 hektar. “Secara umum, 60% hilangnya tutupan hutan terjadi di dalam kawasan dan 40% di areal penggunaan lain [APL],” terangnya.

VIVA Militer: Anggota TNI AL Koarmada I menangkap Pekerja Migran Ilegal (PMI)
Sumut - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) baru-baru ini berhasil menangkap 63 Pekerja Migran Ilegal (PMI) yang masuk lewat jalur laut di sekitar pantai Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.

Panglima Koarmada I Laksamana Muda (Laksda) TNI Muhammad Ali menyatakan, patroli Gugus Tempur Laut Koarmada I, KRI Siwar-646 telah berhasil mengamankan kapal kayu ukuran 20 GT yang membawa 63 Pekerja Migran Ilegal (PMI) di Perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara, pada tanggal 11 Mei lalu.

Laksda Ali mengungkapkan, penangkapan kapal kayu yang membawa 63 WNI yang bekerja di luar negeri itu bukanlah kasus yang pertama. Menurutnya, sejak mulai mewabahnya COVID-19 akhir tahun 2019 lalu, setidaknya sembilan kapal dengan seribu lebih anak buah kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di kapal pesiar telah kembali ke tanah air.

Kembalinya para karena perusahannya berhenti beroperasi karena dampak wabah. Dampak hilangnya pekerjaan di negara tujuan bekerja, mendorong gelombang PMI pulang secara legal maupun illegal.

"PMI illegal kembali tanah air memanfaatkan kelengahan petugas penegak hukum dengan masuk melalui pelabuhan tikus untuk mengelabuhi petugas," kata Laksda TNI Muhammad Ali melalui keterangan resmi yang diterima VIVA Militer, Rabu, 13 Mei 2020.

Ali menambahkan, salah satu jalur tikus yang jadi favorit bagi para PMI untuk masuk ke wilayah Indonesia secara ilegal adalah sepanjang pantai Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.

"Daerah ini dipilih salah satunya karena karakteristik pantai yang banyak terdapat muara sungai sehingga menyulitkan pengawasan," ujarnya.

Lebih jauh ia katakan, modus yang digunakan PMI untuk kembali masuk ke Indonesia cukup beragam. Diantaranya adalah menggunakan kapal ikan atau kapal barang, kemudian mereka dijemput menggunakan kapal-kapal kecil ukuran 3 GT yang sudah dipersiapkan oleh agen dan kapal kecil tersebut kemudian berpencar di perairan Indonesia.

Dari beberapa kasus, tidak sedikit diantara mereka yang diterlantarkan oleh kapal pengangkutnya. Para PMI itu ditinggal di mana saja, seperti di muara sungai atau di hutan-hutan bakau.

"Pada dua bulan terakhir ini, Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Asahan saja telah mencatat 14 kasus dengan jumlah lebih dari 590 PMI masuk secara illegal," katanya.

Menyikapi situasi serba sulit itu, Ali menegaskan pihaknya bersama dengan Polri dan stakeholder kemaritiman yang lain terus berupaya melakukan peningkatan patroli di perairan Indonesia, khususnya di sekitar wilayah pantai Tanjung Balai Asahan.

Karena masukknya PMI secara illegal itu dapat meningkatkan kerawanan terhadap pengendalian penyebaran COVID-19. PMI berpotensi sebagai carrier (pembawa) COVID-19, karena dipastikan menghindari pemeriksaan maupun proses sesuai protokol kesehatan. | Vivanews


Takengon - Banjir bandang melanda empat kampung di Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah. Banjir disebabkan intensitas curah hujan yang tinggi danmenyebabkan 11 unit rumah terendam material longsor dan tiga unit mobil hanyut.

"Laporan sementara ada tiga titik yang paling parah terdampak banjir bandang yang melanda kawasan Kebayakan, namun tidak ada korban jiwa dalam musibah ini," kata Kabag Humas Setdakab Aceh Tengah Salman Nuri saat dihubungi dari Banda Aceh, Rabu, 13 Mei 2020.

Hujan dengan intensitas tinggi masih berlangsung di Aceh Tengah. Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar telah tiba di lokasi memantau langsung wilayah terdampak banjir.

"Pak Bupati saat ini sudah di lokasi untuk memantau langsung dan melakukan penanganan terhadap musibah ini dengan instansi terkait," kata Salman.

Hujan deras mengakibatkan longsoran tanah diruas jalan Takengon-Bireuen yang mengakibatkan akses transportasi lumpuh. Alat berat telah dikerahkan untuk menyingkirkan material longsor di ruas jalan tersebut.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah juga sudah mendirikan dapur umum di Paya Tumpi. Tim mempersiapkan makanan berbuka puasa untuk warga terdampak banjir bandang.

"Kita berharap intensitas hujan dapat berkurang sehingga banjir yang melanda sejumlah kampong cepat surut dan kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk waspada karena intensitas hujan diperkirakan masih tinggi," katanya. | Medcom

Banda Aceh - Aliansi Buruh Aceh menyebutkan sebanyak 506 pekerja dari 54 perusahaan di Kota Banda Aceh dirumahkan sebagai dampak pandemi virus korona atau covid-19.

"Data Dinas Tenaga Kerja Kota Banda Aceh yang kami terima, ada 506 pekerja yang dirumahkan karena pandemi covid-19," kata Sekretaris Aliansi Buruh Aceh Habibi Inseun di Banda Aceh, dikutip dari Antara, Selasa, 12 Mei 2020.

Habibi Inseun mengatakan ratusan pekerja yang dirumahkan tersebut merupakan tenaga kerja di 54 perusahaan di Kota Banda Aceh yang bergerak di berbagai bidang.

Dari 506 pekerja dirumahkan tersebut, kata Habibi Inseun, 38 di antaranya mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Pekerja yang terkena PHK tersebut saat ini sedang dalam penyelesaian hubungan industrial.

"Kami berharap Pemerintah Kota Banda Aceh bisa membantu menyelesaikan persoalannya tenaga kerja yang terkena dampak covid-19 tersebut," kata Habibi Inseun.

Habibi Inseun yang juga Direktur Eksekutif Trade Union Care Center mengatakan banyak perusahaan sekarang kesulitan secara finansial akibat pandemi covid-19 yang berlangsung sejak dua bulan terakhir.

Namun begitu, kata Habibi, perusahaan juga harus memenuhi hak-hak normatif pekerjanya yang diatur dalam peraturan perundangan-undangan, qanun atau peraturan daerah, maupun keputusan lainnya seperti upah dan tunjangan hari raya.

"Kami bersama Dinas Tenaga Kerja Kota Banda Aceh membentuk posko pengaduan bagi pekerja yang tidak mendapatkan haknya ketika dirumahkan maupun tidak menerima THR. Pengaduan tersebut akan ditindaklanjuti," kata Habibi Inseun. | Medcom.id

Ilustrasi
Lhokseumawe - Seorang wanita dari Aceh Utara berinisial F (34) menderita kerugian satu gelang dan satu unit motor jenis Honda Scoopy akibat dilarikan oleh seorang pria yang dikenal lewat aplikasi facebook.

Bahkan, F nyaris berhasil dirudapaksa setelah pelaku berhasil meraba-raba korban di atas sepeda motor.

MR, merupakan pelaku yang lebih muda dari korban dengan suia 22 tahun.

Tim Satuan Reskrim Polres Lhokseumawe, Senin (11/5/2020) dini hari, berhasil menangkap MR di rumahnya di Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara.

MR ditangkap atas dugaan melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan pelecehan seksual.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Pjs Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholidinsyah, menjelaskan, penangkapan ini berawal adanya laporan dari seorang wanita berinisial F (34) yang juga asal Aceh Utara.

F melaporkan terkait dugaan perampasan hingga dugaan pelecehan seksual terhadapnya oleh MR.

Kronologis kejadian itu sekitar satu bulan lalu, tersangka dan korban berkenalan via facebook.

Kemudian pada Jumat (8/5/2020) sore, mereka sepakat bertemu di Simpang Muling, Aceh Utara.

Selanjutnya, tersangka langsung mengajak korban jalan-jalan menggunakan sepeda motor korban.Mereka jalan sampai ke Kota Lhokseumawe.

Sampai di Kota Lhokseumawe, tersangka dan korban duduk dan minum bandrek di terminal lama.

Sekitar pukul 21.00 WIB, atau saat menuju pulang, tersangka tiba-tiba memutarkan sepeda motor masuk ke Jalan Elak Bukit Rata Lhokseumawe.

“Saat turun bukit jalan tersebut, tersangka meraba-raba korban pakai tangan kirinya,” kata Iptu Rezky.

Saat itu korban sempat melawan dengan menepis tangan pelaku. Selanjutnya korban meminta agar tersangka putar balik dan pulang,. Pelaku menuruti permintaan korban.

“Tetapi pada saat menaiki tanjakan, MR kembali meraba-raba tubuh korban dan diduga hendak memperkosa korban, sehingga korban pun loncat dari sepeda motor.

Pada saat meloncat, tersangka memegang tangan kiri korban, sehingga tertarik gelang emas korban dan dikuasai oleh tersangka.

Selanjutnya tersangka kabur membawa sepeda motor dan gelang korban.

Akibat perbuatan tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 23.000.000,” papar Iptu Rezky.

Setelah kejadian itu, korban pun membuat laporan resmi ke Polres Lhokseumawe.

Tidak lama setelah korban membuat laporan, tersangka pun berhasil ditangkap.

Bersama tersangka, polisi juga menyita barang bukti satu unit sepmor Honda Scoopy warna hitam les merah. | acehsatu.com

BIREUEN – Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh, menyalurkan bantuan masa panik untuk masyarakat korban banjir di Kabupaten Bireuen, Senin (11/5/2020).

Bantuan berupa sandang sebanyak sebanyak 1 truck tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati di halaman Meunasah Gampong Blang Keude Kecamatan Gandapura yang diterima langsung oleh Plt. Bupati Bireuen, Muzakkar A Gani.

Adapun bantuan pangan tersebut berupa mie instan (200 dus), minyak goreng (20 dus), biskuit (20 dus), air mineral (70 dus), gula pasir (120 kilogram), kecap (20 dus), sarden (10 dus), dan saos sambal (10 dus).

Akibat banjir tersebut, sebanyak 32 Kepala Keluarga atau 103 warga Blang Keudee terpaksa mengungsi di pekarangan Meunasah Gampong Blang Keude. Dari total 103 jiwa tersebut, sebanyak 14 di antaranya adalah balita dan 2 orang wanita hamil.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Isnandar, yang hadir mewakili Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, saat menyerahkan bantuan mengatakan, Pemerintah Aceh menyalurkan bantuan ini untuk meringankan beban masyarakat yang terkena dampak banjir akibat tingginya curah hujan sejak beberapa hari kemarin.

"Ini merupakan salah satu bentuk perhatian Pemerintah Aceh, semoga dapat meringankan beban yang dirasakan oleh bapak-ibuk semua,” kata Isnandar yang turut didampingi oleh Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Dinsos Aceh, Yanyan Rahmat.

Usai menyerahkan bantuan, Dyah Erty mengimbau agar masyarakat tetap tabah dan selalu membiasakan pola hidup bersih dan sehat dalam menghadapi musibah banjir di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Tetap semangat, jaga kesehatan dan tetap tabah ya bu. Insya Allah, dengan ketabahan kita menghadapi musibah ini, Allah akan mengganjarnya dengan pahala. Mudah-mudahan hujannya tidak lebat lagi, agar banjir segera surut sehingga ibu dan bapak bisa segera pulang ke rumah,” kata Dyah Erti.

Sementara itu, Ketua Tagana Bireuen Zulfikar GA mengatakan, banjir yang melanda Kabupaten Bireuen diakibat oleh hujan deras dengan intensitas tinggi, sehingga mengakibatkan meluapnya beberapa sungai, dan jebolnya tanggul sehingga mengakibatkan banjir di sejumlah gampong di Bireuen.

“Seperti banjir yang merendam Gampong Blang Keude, Gampong Lhok Mambang, dan Gampong Cot Puuk di Kecamatan Gandapura, serta di Kecamatan Makmur di Gampong Leubu Me, dan Gampong Paya Baro, diakibatkan karena jebolnya tanggul Krueng Leubu,” kata Zulfikar.

Usai menyerahkan bantuan, Dyah Erti bersama rombongan turut meninjau beberapa rumah warga yang ikut direndam oleh banjir, serta aliran sungai di gampong tersebut yang dinilai mulai dangkal sehingga mudah meluap saat musim penghujan tiba.

Turut hadir dalam penyerahan bantuan tersebut Kepala Dinas Sosial Bireuen, unsur Muspida Bireuen, dan aparat desa setempat. []

Ilustrasi
Jakarta - Dampak pandemi dirasakan semua orang di dunia tanpa kecuali, termasuk juga para WNI yang tinggal di luar negeri. Untuk meringankan beban mereka, per 10 Mei 2020, pemerintah Indonesia telah menyalurkan 375.162 paket sembako dan barang penunjang kesehatan lainnya kepada WNI yang rentan dan sangat membutuhkan.

"Di Malaysia, 334.369 sembako telah didistribusikan. Kami mengucapkan terima kasih kepada organisasi masyarakat Indonesia di Malaysia yang telah bahu membahu dengan perwakilan RI di Malaysia dalam penyediaan dan distribusi sembako," jelas Menteri Luar Negri (Menlu), Retno LP Marsudi dalam konferensi pers virtula bersama BNPB, Senin (11/5) sore.

Sementara itu di wilayah Timur Tengah telah didistribusikan 19.083 paket. Wilayah Eropa sebanyak 3.350 paket.

Wilayah Asia dan Pasifik, selain Malaysia disalurkan bantuan sebanyak 5.240 paket. Di wilayah Amerika sebanyak 13.015, dan wilayah Afrika sebanyak 105 paket.

"Magnitude kasus-kasus perlindungan WNI di luar negeri selama Covid-19 ini memang luar biasa, unprecedented," kata Retno.

Paket bantuan berisi sembako dan perlengkapan penunjang kesehatan seperti masker, cairan pembersih tangan, dan disinfektan.

"Semua bantuan ini dilakukan sesuai situasi negara setempat dan dengan menghormati peraturan yang berlaku di negara tersebut," jelasnya.

Mantan Dubes RI untuk Belanda ini mengatakan, pemerintah RI dan seluruh perwakilan RI di luar negeri telah dan akan terus meningkatkan upaya perlindungan WNI semaksimal mungkin. Pihaknya juga mengapresiasi inisiatif berbagai komunitas masyarakat Indonesia di luar negeri untuk bahu membahu bersama perwakilan RI di luar negeri dalam memberikan bantuan kepada WNI yang paling rentan dan terdampak Covid-19.

"Semangat kebersamaan dan gotong royong inilah yang perlu terus kita dorong," kata dia.

734 Kasus WNI Terpapar Covid-19

Dalam konferensi pers tersebut, Menlu Retno juga memaparkan data WNI yang terpapar Covid-19 di luar negeri.

"Hingga kemarin 10 Mei 2020, terdapat 734 kasus yang terpapar Covid-19," sebutnya.

Dari jumlah tersebut, 321 orang masih dalam perawatan dan 372 orang telah sembuh, sementara 41 orang telah meninggal dunia.

"Mereka berasal atau tinggal di 33 negara dan teritori dan juga berasal dari 20 kapal pesiar," kata dia.

"Seluruh perwakilan RI di luar negeri terus melakukan koordinasi dengan otoritas negara atau teritori setempat guna memastikan semua WNI yang terpapar mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak sesuai situasi dan peraturan setempat," tutupnya. | Merdeka.com

Maiyah dan putri sulungnya yang lumpuh sejak usia 4 bulan. Foto Merdeka.com
STATUSACEH - Masyarakat lapisan bawah adalah mereka yang paling terdampak pandemi Covid-19. Beban hidup seakan bertambah, apalagi saat ini sedang diterapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) untuk mencegah Covid-19 semakin meluas.

Seperti yang dirasakan Maiyah (30) dan suaminya, Herman Felani (35). Mereka hanya bisa gigit jari saat mendengar pemerintah telah menganggarkan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak wabah Corona.

Bagaimana tidak? Selama wabah Corona berlangsung, keluarga tersebut belum mendapat bantuan dari pemerintah.

Padahal, untuk memenuhi hidup sehari-hari saja susah. Terlebih, putrinya bernama Noviyanti (11), lumpuh sejak berusia 4 bulan.

"Enggak ada bantuan (dari pemerintah), ada ge (juga) tahun 2012, dapat bantuan Rp 2 juta, katanya setahun satu kali, cuma sekali itu dapat bantuannya. Belum ada yang ngasih bantuan, PKH, Jamsosratu, enggak ada bantuan," kata Maiyah ketika ditemui di rumahnya, Sabtu (9/5).

Putri pertamanya itu mengalami lumpuh sejak kejang-kejang dan sempat dirawat selama empat hari di RSUD Serang.

"Ya orang lagi pas umuran jalan 4 bulan langsung dibawa ke rumah sakit Serang, terus dirontgen, tapi hasilnya bagus. Diperiksa sama dokter, katanya enggak ada penyakitnya. Empat hari di RS. Keluhannya setip (kejang), tapi setip dingin. Kaku badannya panas, enggak setip. Kalau habis bangun tidur itu setip terus," tutur Maiyah.

Herman sendiri bekerja sebagai petugas keamanan di daerah Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten. Maiyah masih bersyukur suaminya tidak mengalami PHK di tengah pandemi Corona ini.

Makan Sehari-hari dari Berutang

Gajinya Rp 3 juta per bulan yang diperoleh Herman tak cukup untuk menopang kehidupan Maiyah dan ketiga anaknya.

Gaji itu juga terpotong untuk ongkos kerja Herman yang letaknya jauh dari rumahnya. Terlebih mereka memiliki anak berkebutuhan khusus.

Sedangkan untuk makan sehari-hari, Maiyah terpaksa berutang ke warung. Saat suaminya gajian, utang itu dibayar.

"Untuk makan ngambil dan kebutuhan sehari-hari ngambil dulu di warung, nanti gajian baru bayar," kata Maiyah.

Rumah di Tanah Negara

Rumah Herman dan Maiyah berada di RT 04, RW 01, Kampung Kramat Tegal, Desa Kramatwatu, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten. Rumah itu didirikan dengan menumpang di tanah milik negara.

Bangunannya terbuat dari tripleks dan beratap asbes. Lantainya hanya disemen.

"Tanahnya punya negara. Cuma ngebangun materialnya saja. Kalau digusur, enggak tahu tinggal di mana lagi, kalau dulu ngontrak," tutur Maiyah.

Sumber: Liputan6.com

Pidie – Pelaksanaan KKN mahasiswa tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dikarenakan wabah virus Corona  (Covid-19). Kegiatan KKN yang dilaksanakan saat ini terdiri dari 10 jenis, salah satunya yaitu Kuliah Kerja Nyata Balik ke Kampung (KKN-BK). Seperti yang dilakukan oleh Nurul salah satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Malikussaleh. Program utama yang dilaksanakan yaitu mengajarkan soft skill menggunakan microsoft word.

Kegiatan mengajarkan soft skill kepada siswa dilakukan selama masa pandemi, program ini bertujuan untuk mengasah kemampuan dalam menggunakan microsoft word, mengetik rumus fisika atau matematika yang jarang diketahui cara penggunaannya.

Selain itu Nurul juga mengajar anak-anak tingkat Sekolah Dasar (SD) mengaji dengan  meningkatkan hafalan doa-doa dan ayat-ayat pendek di Gampong Jojo Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie yang dimulai pada Senin, 20 April 2020 lalu.

Dalam hal ini Nurul berkunjung ke setiap rumah siswa untuk mengajar,  dalam sehari  diperkirakan pembelajaran berlangsung selama lebih kurang dua jam.

"Setiap rumah yang saya dikunjungi terdapat satu hingga tiga anak dari tinggkat SD, SMP dan SMA. Kegiatan yang saya lakukakan juga mendapat dukungan dari  Geuchik Gampong Jojo bapak Bismi Husen," kata Nurul, Senin (11/5/2020).

Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Ratri Candrasari menyebutkan dengan terlaksananya kegiatan tersebut, semoga dapat membantu siswa dan pengajar dalam mempraktikkan ilmu yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari selama di kampus.

"Kita sangat mendukung, dan semoga siswa dapat terbantu dengan adanya kegiatan anak KKN ini selama masa pandemi Covid-19 ini," sebutnya. | Unimalnews

Tidak ada satupun yang bisa menandingi kenikmatan air kelapa yang diminum saat berbuka puasa. Hmmm, memang suguhan ini menjadi primadona tersendiri saat bulan Ramadhan. Mungkin karena rasanya yang enak.

Menikmati air kelapa ketika seharian berpuasa juga tidak terlepas dari khasiat buah berjuta umat ini, apalagi sejumlah ahli bahkan menyarankan agar memilih menu ini saat berbuka puasa.

Lalu apa saja khasiat ajaib air kelapa untuk orang yang berbuka puasa? dilansir dari berbagai sumber.

PIDIE JAYA - Pemerintah Aceh menyalurkan bantuan masa panik untuk warga yang terdampak banjir di sejumlah desa di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Minggu (10/5).

Bantuan yang terdiri dari kebutuhan dapur, pakaian dan perlengkapan shalat itu diserahkan melalui Dinas Sosial Aceh.

Kepala Dinas Sosial Aceh, Al Hudri, yang hadir di lokasi mengatakan bantuan disalurkan untuk meringankan beban masyarakat yang saat ini tengah bekerja membersihkan kediaman mereka dari sisa genangan lumpur.

"Kami hadir di sini untuk menyerahkan bantuan masa panik Pemerintah Aceh untuk disalurkan kepada warga terdampak banjir," ujar Al Hudri saat menyerahkan bantuan yang diterima Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi, di Gampong Pante Beureune, Kecamatan Meureudu.

Penyerahan bantuan secara langsung dilakukan untuk Gampong Pante Beureune. Sedangkan untuk sejumlah desa lainnya yang juga terdampak banjir akan disalurkan melalui Dinas Sosial Kabupaten Pidie Jaya.

Geuchik Gampong Pante Beureune, Helmi, mengatakan sejumlah desa di kawasan itu sempat tergenang banjir akibat tingginya curah hujan yang turun sepanjang Sabtu (9/5). Ketinggian air di beberapa sudut desa mencapai 1.5 hingga 2 meter. Namun kini kondisinya kini telah surut dan hanya menyisakan sisa lumpur.

Selain unsur Dinas Sosial Aceh, penyerahan bantuan juga dihadiri Wakil Ketua I DPRA, Dalimi, Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi, Wakil Ketua PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, serta sejumlah pihak lainnya.

Pada kesempatan itu rombongan juga meninjau Krueng Meureudu di sisi Gampong Pante Beureune. Keberadaan sungai ang kerap meluap di saat curah hujan tinggi itu disebut semakin memperparah kondisi desa tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, juga menyerahkan bantuan sembako untuk warga korban banjir di Gampong Pante Geulima, Kecamatan Meureudu. Bantuan diterima Geuchik Pante Geulima, Rahmadi. Bantuan tersebut bersumber dari donasi unsur PKK seluruh Aceh.

Serahkan APD ke RSUD Pidie Jaya

Pemerintah Aceh juga menyerahkan alat pelindung diri untuk Rumah Sakit Umum Daerah Pidie Jaya. APD berupa perlengkapan baju dan field face atau pelindung wajah itu diserahkan oleh Dyah Erti Idawati yang juga Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Aceh kepada pihak rumah sakit.

Penyerahan bantuan APD turut disaksikan Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi. []

Lhoksukon - Tiga anak dari keluarga Bahktiar Beni warga, warga Desa Ulee Reuleung, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara mendapat sunatan gratis dari Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Cut Meutia, Sabtu (9/5/2020)

Ketiga anak itu diantaranya Andrio 10 tahun, Fandi 11 tahun, dan Saifuddin 12 tahun. Biaya sunat mereka merupakan sumabangan dari anggota DPRK Aceh Utara Saifuddin dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

Ketua PUSPA Suryani SE, MSM kepada, Minggu (10/5/2020) mengatakan sebelum mereka di sunat, pihaknya buka puasa persama dengan donatur, kemudian di lanjutkan untuk proses khitan di rumah tenaga kesehatan yang telah di rujuk oleh Intan, istrinya Saifuddin.

"Kami menjemput anak itu jam 4 sore ,kmudian buka puasa di M2 kupi Lhokseumawe dan dilanjutkan dengan sunat di rumah tenaga kesehatan," katanya.

Usai di Sunat, Saifuddin memeberikan kain sarung beserta paket sembako kepada tiga anak tersebut. Atas pertisipasinya, tim PUSPA mengucapkan terima kasih karena telah memenuhi hak anak dalam kondisi dampak Covid-19.

"Setelah itu kami mengantar mereka ke rumah yang baru disewakan itu," tuturnya.

Lanjutnya, jika nanti mereka sudah sembuh, maka tim PUSPA akan membimbing anak-anak tersebut terutama mengajarkan baca Al'Qur'an yang dibantu oleh tenaga pengajar dari Forum Anak Pasee.

"Anak-anak kak Lhee Blah itu nantinya akan di ajarkan membaca dan belajar mengaji yang di jadwalkan Senin sampai Sabtu higga mereka benar benar bisa membaca ,menulis dan mengaji," tutur Suryani.

Kemudian, Sekretaris PUSPA Nurliani menyebutkan donatur untuk khitan dan buka puasa ini sepenuhnya di tanggung oleh Saifuddin. 

"Saifuddin mengatakan acara seperti ini  rutin di laksanakan untuk mmbantu masyarakat miskin dan anak yatim yang perlu di khitan. dan juga sedikit berbagi untuk meringankan beban masyarakat yang terimbas covid 19," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Bakhtiar Beni tinggal bersama istrinya Anisah dan 11 anaknya di sebuah gubuk yang berukuran 3×4 meter itu dindingnya terpasang dari anyaman bambu, beratap daun rumbia, dan berlantai tanah terlihat sudah miring dan hampir roboh. Isi dalamnya tidak ada kamar pembatas antara dapur dengan tempat tidur.

Anisah yang pernah melahirkan 13 anak dikenal dengan sebutan “Kak Lhee Blah” oleh masyarakat di desa setempat. Anak perempuannya ada empat orang dan laki-laki tujuh orang, semuanya tinggal dalam satu rumah. Sementara dua putrinya yang lain telah meninggal dunia.

Tiga anak perempuannya terpaksa berhenti sekolah dan hanya tamatan sekolah dasar karena faktor ekonomi keluarga, kemudian tujuh anak laki-laki lainnya saat ini sedang menempuh pendidikan di tingkat MIN dan SMP. Sedangkan satu anak perempuan yang bungsu saat ini menjalani pendidikan di sekolah taman kanak-kanak.

Dari riwayat kehidupannya, Bakhtiar adalah perantau dari Simpang Ulim, Aceh Timur. Lima tahun lalu ia merantau ke desa tersebut dan tinggal di tanah milik orang lain dengan kepemilikan tanah dan rumah adalah hak pakai tanpa surat perjanjian.

Untuk menghidupi keluarganya sehari-hari, Baktiar bekerja sebagai kuli bangunan dan istrinya bekerja sebagai buruh cetak batu bata yang berada di samping rumah yang dia tinggali.

“Saya hanya berusaha semampu saya, pendapatan per hari dibilang cukup emang tidak pernah cukup, karena harus memenuhi kebutuhan pokok dan anak-anak sehari-hari,” kata Bakhtiar.

Namun, dia tetap bersyukur dengan apa yang dimilikinya, tidak pernah mengeluh dan menjalani kehidupan dengan terus berusaha dan berdoa. “Saya hanya bisa bersyukur aja apa yang saya dapatkan hari ini, jika saya terlalu melihat ke atas maka saya akan melakukan tindakan yang dilarang dalam agama,” imbuh Bakhtiar.[]

Ilustrasi
Jakarta - Kepala  Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani memprediksi akan ada gelombang kenaikan jumlah para pekerja migran Indonesia yang pulang ke Tanah Air pada bulan Mei hingga Juni 2020.

Benny menyebut pihaknya meprediksi akan ada sebanyak 34.300 pekerja migran atau tenaga kerja Indonesia (TKI) akan kembali karena berakhir masa kontrak kerja di 54 negara penempatan.

Sejumlah 34.300 PMI yang akan pulang ke tanah air itu di antaranya 13.074 PMI dari Malaysia, 11.359 PMI dari Hong Kong.

Sebanyak 3.688 PMI dari Taiwan, 2.611 PMI dari Singapura, 800 PMI dari Arab, 770 PMI dari Brunei Darussalam, 325 PMI dari Korea Selatan. Ada sebanyak 304 PMI dari Kuwait yang akan pulang ke tanah air, 219 PMI dari Italia, 173 PMI dari Oman dan negara lain.

"Mei-Juni BP2MI memprediksi gelombang pemulangan akan mengalami peningkatan dan bergerak secara dinamis dan 34.300 PMI tersebut berasal 32 daerah asal PMI," kata Benny dalam konferensi pers yang ditayangkan secara streaming pada Sabtu 9 Mei 2020.

Di sisi lain, Benny menyebut BP2MI telah memfasilitasi kepulangan 126.742 pekerja migran Indonesia kembali ke tanah air dari titik kepulangan baik menggunakan transportasi darat, laut dan udara.

Dari 126.742 PMI yang kepulangannya difasilitasi oleh BP2MI sebanyak 33.434 PMI memilih kepulangan secara mandiri, 17.884 PMI kepulangan difasilitasi BP2MI, 75.424 PMI kepulangannya penanganan Gugus Tugas Nasional.

Jumlah PMI kru kapal pesiar berdasarkan informasi pemeritah Indonesia di luar negeri yang dilayani petugas BP2MI sebanyak 9.553 PMI yang pulang melalui Tanjung Pinang Pelabuhan Batam dan Tanjung Balai Karimun sebanyak 30.649. PMI yang pulang melalui Entikong ada sebanyak 22.774. PMI yang pulang melalui Nunukan sebanyak  296 PMI.

"PMI yang pulang berasal dari 83 negara penempatan yaitu Malaysia, Singapur, Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, Arab Saudi, Brunei Darussalam, Yordania, Kuwait, Italia, Inggris, Spanyol, Prancis, Jepang, Polandia dan Amerika Serikat telah pulang dan kembali ke tanah air," kata dia.

Sementara alur pemulangan yang dipersiapkan oleh BP2MI adalah pekerja harus melakukan pengecekan kesehatan untuk pekerja yang dinyatakan negatif akan melanjutkan perjalanan ke daerah asal. Sedangkan yang positif akan dilakukan karantina dan perawat sesuai dengan standar Kemenkes.

Untuk pekerja yang negatif kemudian mempersiapkan data diri seperti KTP, SIM, atau tanda pengenal lain yang sah. Kemudian pekerja migran juga harus mempersiapkan data lain untuk bisa kembali ke daerah asal.

"Para PMI yang menggunakan moda transportasi udara harus dibekali dengan surat ket dari BP2MI dan surat keterangan rapid test dari kantor kesehatan pelabuhan, sedangkan bila menggunakan transportasi darat ditambahkan surat jalan dari kepolisian atau polres yang akan dibantu pengurusan oleh BP2MI demikian juga jika menggunakan moda transportasi laut," katanya.

Setelah memilih transportasi yang akan digunakan dan telah kembali ke daerah asal, pekerja migran diharapkan dapat melaporkan ke pemerintah setempat dan melakukan isolasi mandiri untuk menjaga keluarga dan dirinya tetap sehat. | vivanews

Banda Aceh - Ketua Fraksi Partai Aceh (PA) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Tarmizi Panyang mengecam keras aksi pengeroyakan yang dialami Muhammad Basri (36), salah satu warga Aceh di Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Jumat (8/52020).

Akibat pengeroyokan tersebut, Muhammad Basri yang merupakan warga Leuge, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, meninggal dunia. Almarhum dikeroyok karena diduga sebagai pelaku pencurian sepeda motor.

“Sebagai rakyat Aceh, kita mengecam keras aksi pengeroyokan dan main hakim sendiri hingga saudara kita Muhammad Basri meninggal dunia. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja,” tegas Tarmzi Panyang, Sabtu (9/5/2020).

Untuk itu, politisi Partai Aceh tersebut mendesak pihak kepolisian dari Polres Tangerang untuk mengusut tuntas aksi main hakim sendiri itu. Ia mendesak agar pelaku aksi pengeroyokan harus ditangkap dan dijerat sesuai hukum yang berlaku.

“Kasus ini harus diusut tuntas dan pelakunya wajib ditangkap. Bila kasus ini dibiarkan begitu saja maka dikhawartikan bisa memicu masalah sosial lebih lanjut, dan tentu hal ini tidak kita inginkan. Karena itu, pihak kepolisian harus benar-benar mengusut kasus ini secara tuntas. Jebloskan pelakunya ke penjara,” ujarnya.

Disamping itu, Tarmizi Panyang juga menghimbau kepada masyarakat Aceh di Tangerang dan sekitarnya untuk menahan diri dan tidak memancing suasana yang dapat memperparah keadaan.

“Biarkan kasus ini ditangani sampai tuntus oleh pihak kepolisian. Percayakan kasus ini kepada penegak hukum untuk menangkap para pelaku yang melakukan provoksi hingga terjadinya aksi pengeroyokan,” pintanya.

Polres Tangerang Selatan saat ini masih menyelidiki kasus aksi main hakim sendiri yang mengakibatkan Muhammad Basri meninggal dilokasi pengeroyokan.

“Iya untuk pelaku pengeroyokan sedang kita dalami kasusnya,” kata Kapolsek Serpong AKP Supriyanto, Sabtu (9/5). | sinarpost.com
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.