2016-08-07

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Ilustrasi
Riyadh, - Para penembak jitu (sniper) militer Yaman telah menembak mati tiga tentara Arab Saudi di wilayah perbatasan kedua negara. Penembakan ini diyakini sebagai bagian dari operasi pembalasan atas operasi militer Saudi di Yaman.

Menurut stasiun televisi Yaman, al-Masirah seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (13/8/2016), ketiga tentara Saudi itu tewas ditembak hari Sabtu ini di wilayah Jizan, barat daya Saudi yang berbatasan dengan Yaman. Tidak disebutkan identitas ketiga tentara Saudi itu.

Televisi tersebut juga menayangkan rekaman yang memperlihatkan dua kendaraan militer Saudi dipenuhi asap setelah ditembaki di pangkalan militer al-Makhrouq di Najran, barat daya Saudi.

Belakangan ini, militer Saudi telah meningkatkan serangan-serangannya di berbagai wilayah Yaman. Operasi militer yang dimaksudkan untuk mengusir para pemberontak Houthi dari Yaman itu, dimulai Saudi pada Maret 2015 itu.

Sebelumnya pada Selasa, 9 Agustus lalu, badan dana anak PBB, UNICEF menyatakan, operasi militer Saudi di Yaman telah menewaskan setidaknya 1.121 anak dan melukai 1.650 orang lainnya. Beberapa hari lalu, organisasi-organisasi hukum independen menyatakan, kampanye militer Saudi di Yaman telah merenggut 9.722 nyawa, termasuk 2.260 anak dan 1.677 wanita.(detik.com)

StatusAceh.Net - Bus jenis Cenderawasih yang mengangkut rombongan massa deklarasi akbar calon kepala daerah Partai Aceh mengalami kecelakaan di jalan Banda Aceh-Medan di kawasan Lembah Seulawah Aceh Besar sekira pukul 16.00 WIB.

Kasat Lantas Polres Aceh Besar Iptu Sandi Titah menyebutkan kecelakaan yang terjadi saat mobil rombongan yang dikemudikan Anwar warga Pidie dari arah Banda Aceh ke Medan melaju kencang, tiba- tiba datang mobil Toyota dari arah berlawanan. Sehingga, kejadian tersebut tidak bisa dihindari.

"Saat di tempat kejadian itu, mobil rombongan melaju ke lajur kanan dan langsung bertabrakan dengan mobil Toyota yang dikemudikan oleh Helmi warga Muara Dua Lhokseumawe," katanya, Sabtu (13/8).

Akibat kejadian tersebut satu orang bernama Ernawati (44) warga Paloh Raya, Bireun meninggal dunia dan dua orang bernama Helmi (33) warga Uteunkot Muara Dua Lhokseumawe dan Cut Nadya (26) mengalami luka berat.

"Korban meninggal penumpang bus cenderawasih dan dua orang yang mengalami luka berat penumpang dari mobil toyota Trush," jelasnya.

Saat ini petugas masih melakukan evakuasi kedua mobil tersebut, korban luka dirujuk ke rumah sakit di Banda Aceh, sedangkan korban meninggal dunia telah di bawa pulang ke rumah duka.

"Kita sedang lakukan evakuasi kedua mobil itu. Sementara kedua sopir masih dimintai keterangan di Mapolres setempat," katanya.

Akibat kecelakaan tersebut terjadi kemacetan panjang, sehingga petugas kesulitan ke lokasi karena jarak tempuh yang cukup jauh.

"Karena macet petugas kita terpaksa harus jalan kaki menuju lokasi dan tidak bisa dilalui kenderaan," ungkapnya.***

Sumber: AJNN.Net


Sport - Marc Marquez harus mengakhiri lebih cepat sesi FP3 MotoGP Austria di sirkuit Red Bull, Sabtu (13/8/2016) akibat terjaruh cukup keras.

Insiden itu terjadi di turn 3 dimana rekan setimnya Dani Pedrossa sebelumnya juga sempat terjatuh di tikungan yang sama. Tapi kali ini, kecelakaan yang dialami Marquez itu jauh lebih parah dari Pedrossa.

Di dalam tayangan videonya, saat itu terlihat tengah Marquez berada di belakang Pedrossa. Memasuki tikungan itu, motor yang ditunggangi Marquez masih melaju sangat kencang. Sedangkan di depannya, Pedrossa sudah menikung.

Marquez pun tak dapat lagi mengendalikan kuda besinya. Tak pelak, ia pun terlempar dan terjatuh cukup parah setelah sebelumnya nyaris menabrak Pedrossa.

Marquez pun terlihat cukup kesakitan dan tak mampu berdiri sendiri sampai petugas medis datang memapahnya.


Ia pun langsung di bawa ke garasi untuk diperiksa. Selanjutnya, sebuah heli pun langsung menerbangkannya ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Terakhir diketahui, Marquez mengalami cedera cukup parah yakni dislokasi tulang selangka bahu kiri.

Dengan kondisi ini, ia diperkirakan harus melewati sesi FP4 dan sesi kualifikasi. Sayangnya, belum ada keterangan lebih lanjut soal kondisi terakhir juara dunia itu.(pojoksatu)

Foto kiri, Fathoni P Nanda, wartawan Jawa Pos yang melakukan peliputan Haji 2016. Foto Kanan, Bungkusan kertas berisi tulisan-tulisan Arab, uang lama pecahan Rp 100, dan kain yang dibawa Ahmad, CJH asal Madura. Foto via Jawa Pos
Madinah– Calon jamaah haji (CJH) asal Madur, Ahmad Malik Tarsawi, ditangkap lantaran membawa jimat dan jamu tradisional. Kini, nasib Malik bergantung di tangan Badan Narkotika Nasional (BNN) Arab Saudi di Madinah.

Pria 46 tahun itu menjalani serangkaian uji laboratorium dan tes urine. Namun, karena kemarin adalah Jumat, instansi pemerintahan di Saudi libur. Proses pembebasan Ahmad tidak bisa dilakukan dengan cepat.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Airport PPIH Arab Saudi Nurul Badruttamam mengungkapkan, kasus Ahmad ditangani Idaroh Hai’ah Mukafahah Lil Mukhadiroot.

“Kalau di negara kita, lembaga itu sama dengan Badan Narkotika Nasional,” ujarnya.

Koper milik Ahmad sudah dikeluarkan dari kantor BNN di Madinah. Hasil tes lab dan urine yang dijalani Ahmad Negatif.

“Janji mereka, CJH tersebut akan dibebaskan hari ini (kemarin, Red). Itu sudah menjadi kesepakatan dengan kami,” kata Nurul, Jumat (12/8).

Ahmad harus menjalani pemeriksaan panjang beberapa instansi di Madinah sejak Rabu malam (10/8). Kamis sore (11/8) pemeriksaan yang sebelumnya dilakukan di Bandara Pangeran Muhammad bin Abdul Aziz dipindahkan ke kantor BNN Madinah.

Ahmad diperiksa tiga instansi secara berurutan. Yang pertama oleh pihak sekuriti bandara. Isi koper warga Pamekasan itu dinilai mencurigakan.

Di dalamnya terdapat banyak sekali obat-obatan tradisional dan jimat. Pemicu lain kecurigaan petugas keamanan bandara adalah bau menyengat dari dalam koper Ahmad. Saat dibuka, bau menyengat itu berasal dari petis.

Keberadaan jimat dalam koper Ahmad ternyata membuat petugas PPIH yang mendampingi dalam pemeriksaan tersebut waswas. Sebab, hal semacam itu sangat terlarang di Saudi. Pihak pengamanan bandara menyerahkan persoalan tersebut kepada Badan Intelijen Saudi.

Ahmad lolos dari pemeriksaan badan intelijen setelah tim pendamping menjelaskan bahwa jimat itu barang titipan. Juga dijelaskan, jimat seperti yang dibawa Ahmad adalah bagian dari tradisi di kampung halaman CJH tersebut.

Lolos dari pemeriksaan intelijen, Ahmad tinggal menyelesaikan urusan dengan BNN Madinah. Sebab, jamu tradisional yang dia bawa dicurigai sebagai narkoba.

“Tapi, mereka sudah bisa menerima penjelasan kami bahwa itu adalah obat tradisional. Intinya, hari ini (kemarin, Red) harus dibebaskan,” ujar Nurul.

PPIH Arab Saudi meminta petugas embarkasi lebih teliti memeriksa barang bawaan CJH. Terutama yang sensitif dengan aturan dan tradisi di Saudi. Salah satunya tentang obat-obatan tradisional.

“Bisa dicek kasus tahun-tahun sebelumnya, terutama obat-obat yang gambar kemasannya menjurus porno. Itu pasti memancing perhatian petugas di bandara Arab Saudi,” katanya.(pojoksatu)

Wanita berparas cantik di Jambi ini jadi pengedar sabu.(Nanang Fahrurozi/iNews TV)
StatusAceh.Net - Sepintas anda mungkin tidak akan menyangka jika wanita cantik benama Winda Angraini (24) ini adalah pengedar narkoba jenis sabu.

Warga Desa Nilo Dingin, Kecamatan Lembah Masurai Kabupaten Merangin, Jambi itu dibekuk polisi dalam penggerebekan di sebuah cafe remang-remang.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, saat penggerebekan judi tim opsnal Satreskrim Polres Merangin di cafe Can mendapati perempuan cantik ini sedang ada di lantai atas.

Dan saat pemeriksaan ditemukanlah plastik bening di dalam tas miliknya, saat dicek ternyata paket sabu.

Polisi juga menemukan peralatan untuk menggunakan sabu, beberapa barang bukti yang ditemukan petugas antara lain satu bungkus plastic ukuran sedang, satu bungkus plastik kecil.

Kemudian satu perangkat hisap, sebelas buah plastik kecil, tiga pak plastik kecil kosong, empat korek api gas, dua sendok bakar, satu buah jarum dan satu buah gulungan timah rokok.

Tak hanya Winda, wanita lainnya yang diduga PSK (pekerja s3ks komersial) juga ikut diamankan dan saat ini sedang proses Tipiring (Tindak Pidana Ringan) di Polres Merangin.

Kapolres Merangin AKBP Munggaran mengatakan jika wanita cantik diduga seorang pengedar narkoba.

"Ya, pelaku kita amankan usai kita menggerebek pelaku judi. Saat itu kita temukan delapan wanita diduga PSK. Dan saat kita periksa satu persatu, petugas kami menemukan paket sabu dengan jumlah besar didalam tas milik pelaku," jelas Munggaran.

Lebih lanjut Munggaran mengatakan, bila pelaku saat ini sedang disidik di Satnarkoba Polres Merangin.

"Untuk pelaku Winda kita sidik di Satnarkoba, sementara untuk tujuh lainnya yang diduga wanita penghibur kita kenakan Tipiring (Tindak Pidana ringan)," pungkasnya.(sindonews)

Marc Marquez menyatakan dirinya baik-baik saja usai mengalami kecelakaan dan mendapatkan perawatan di rumah sakit. (Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Sport - Marc Marquez menegaskan bahwa dirinya baik-baik saja meskipun mengalami kecelakaan hebat di sesi latihan bebas ketiga GP Austria.

Marquez mengalami kecelakaan hebat saat melaju di tikungan ketiga Sirkuit Red Bull Racing. Kecelakaan yang juga melibatkan Dani Pedrosa itu membuat bahu kiri Marquez mengalami dislokasi.

Setelah dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan, Marquez pun menyatakan bahwa dirinya dalam kondisi baik.

"Hanya sedikit terkejut. Semua baik-baik saja. Saya bersemangat untuk kembali menunggangi motor," kata Marquez lewat akun twitter miliknya.

Marquez saat ini memimpin klasemen dengan selisih 48 poin dari Jorge Lorenzo yang ada di tempat kedua. Marquez berusaha untuk tetap tampil di Austria karena absen akan jadi kerugian besar bagi dirinya.

Usai paruh pertama MotoGP rampung, Marquez sempat menegaskan bahwa selisih 48 poin bukanlah selisih yang besar baginya dan ia tak akan menganggap dirinya sudah unggul jauh atas Lorenzo dan juga Valentino Rossi. (CNN)

Banda Aceh Gubernur Aceh , dr. H. Zaini Abdullah menggadakan rapat membahas percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe (KEKAL) di Pondopo Gubenur Aceh, Jumat (12/8). Pertemuan tersebut dihadiri Direktur Pengembangan Wilayah Industri II Kementrian Perindustrian, Busharmaidi, Direktur Infrastruktur Deputi III Kemenko Maritim, M. Firdausi Manti, Perwakilan Dewan KEK Nasional, Mardi Santoso serta sejumlah SKPA terkait lainya.
 
Dalam pertemuan tersebut, Zaini Abdullah menjelaskan bahwa rencana awal pengusulan KEKAL akan dilakukan oleh Kementerian Perindustrian. Setelah diadakan rapat yang dipimpin oleh Kemenko perokonomian beberapa waktu lalu, muncul wacana dari pemerintah pusat agar pengusulan KEKAL dilakukan oleh konsortium pengelola KEKAL yang terdiri dari BUMD dan BUMN yang saat ini beroperasi di kawasan tersebut.
 
“Pemerintah Aceh memiliki pandangan berbeda setelah menimbang berbagai faktor termasuk nilai historis kawasan KEKAL dan berbagai faktor strategis lainya,” kata Zaini. 
 
Untuk itu lanjut Zaini, Pemerintah Aceh menilai bahwa pengusulan KEKAL akan lebih baik jika dilakukan oleh Pemerintah Aceh sendiri. Pemerintah Aceh meminta dukungan penuh dari Kemenko Maritim, Kementrian Perindustrian dan Sekretaris Dewan KEK Nasional agar keinginan Pemerintah Aceh mendapat persetujuan dari Dewan KEK Nasional. 
 
“TIM Percepatan Pengembangan KEKAL Aceh telah menyiapkan konsep pengembangan KEKAL sesuai dengan visi dan Misi Pemerintah Aceh,” ujar Zaini Abdullah Pada kesempatan tersebut, Gubernur Aceh juga meminta kejelasan dan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh Pemerintah Aceh menyangkut mekanisme hak kelola aset ex-kilang LNG Arun yang saat ini kepemilikannya telah dialihkan ke Pemerintah Pusat dan tercatat di Direktorat Jenderal Kakayaan Negara (DJKN). 
 
Direktur Pengembangan Wilayah Industri II Kementrian Perindustrian, Busharmaidi, dan Direktur Infrastruktur Deputi III Kemenko Maritim, M. Firdausi Manti menyambut baik langkah yang diambil Pemerintah Aceh dan mendukung sepenuhnya terkait pengusulan KEK yang akan dilakukan oleh Pemerintah Aceh sendiri. 
 
Busharmaidi menyampaikan, terkait hak kelola ex-kilang Arun, Ia mengusulkan Pemerintah Aceh untuk menyurati Kementerian Keuangan untuk mengajukan izin pengelolaan ex-Kilang Arun. Kementerian Perindustrian juga akan menyurati Kementrian Keuangan.
 
Zaini Abdullah berharap proses pengusulan pengelolaan KEKAL dapat segera dilakukan agar Perpres dapat segera turun dan dapat dilanjutkan untuk melaksanakan tahapan selanjutnya dalam mengembangkan KEKAL.
 
Untuk itu, ia meminta dukungan dari Kemenko Maritim, Kemenperin dan Dewan KEK Nasional dan pihak terkait lainya untuk mempercepat proses pengusulan tersebut.(Rill)

Irjen Pol Husein Hamidi.
Banda Aceh - Kapolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi memerintahkan Kapolres dan tim Propam Polda Aceh untuk mengusut insiden penembakan saat razia di halaman Mapolres Lhokseumawe, Jumat (12/8/2016) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

"Saya sudah perintahkan Kapolres untuk memeriksa anggota yang melakukan penembakan. Jika terbukti tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), anggota tersebut harus ditindak," tegas Kapolda kepada Serambinews.com, di Banda Aceh, Sabtu (13/8/2016).

Kapolda juga menyatakan polisi akan menanggung seluruh biaya perawatan dan kerusakan yang timbul akibat peristiwa tersebut.

"Saya selaku Kapolda Aceh sangat menyesalkan kejadian tersebut. Saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya pendukung Partai Aceh, atas terjadinya insiden ini," ungkap Kapolda.

Kapolda mengatakan, jauh-jauh hari ia sudah mengintruksikan jajarannya untuk memberikan pengawalan kepada rombongan yang akan menghadiri deklarasi akbar para kandidat kepala daerah dari PA dan parpol koalisi.

"Saya perintahkan para kapolres untuk mengawal rombongan pendukung cagub/cawagub dan cabup/cawabup, sehingga konvoi berjalan tertib dan lancar. Di sini (Banda Aceh-red) juga sudah ditentukan titik masuk dan keluar serta titik kumpulnya oleh Karo Ops Polda Aceh," ungkap Kapolda Aceh. 

Dalam arahannya, Kapolda meminta para kapolres di daerah masing-masing untuk mengarahkan para peserta yang akan ke Banda Aceh agar tidak membawa barang-barang terlarang.

Terkait insiden di Lhokseumawe, Irjen Pol Husein Hamidi mengatakan, ada dua peristiwa berbeda yang terjadi ketika jajaran Polres Lhokseumawe menggelar razia rutin di halaman Mapolres setempat.

Pertama, dalam razia tersebut, polisi menemukan satu paket sabu-sabu dan sebuah alat hisap (bong) dalam sebuah mobil minibus bernomor polisi B 1795 VFL yang membawa enam orang penumpang, masing-masing berinisial an. MF, MK, MH, MA, L, AJ, semuanya warga Idi Rayek, Aceh Timur.

Sedangkan peristiwa kedua adalah insiden penembakan terhadap mobil yang belakangan diketahui membawa pendukung Partai Aceh yang akan menghadiri acara deklarasi akbar di Banda Aceh.

Terkait peristiwa ini, Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Goenawan, SH MH dalam rilisnya kepada wartawan mengatakan, ketika razia berlangsung di depan Mako Polres Lhokseumawe, datang mobil Xenia warna hitam BL 573 AF kemudian diketahui supirnya bernama Muhammad (37), asal Idi Rayek, Aceh Timur.

"Yang bersangkutan tidak mau mengikuti petunjuk isyarat petugas polisi bahkan menabrak blokade razia polisi, sehingga polisi melepaskan tembakan peringatan ke udara. Namun supir kendaraan tersebut tetap melaju kencang ke arah Banda Aceh," kata Kabid Humas.

Setelah kejadian itu, lanjut Kombes Goenawan, diketahui salah satu penumpang, kena serpihan peluru pantulan yangg diarahkan ke ban mobil sehingga mengenai pinggul sebelah kanan.

Kemudian Kapolsek Dewantara AKP Fitriadi bersama anggota Koramil 03 Dewantara mengantar korban, atas nama Melawati (22), ke rumah sakit PT Arun LNG, Desa Batuphat, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.

"Menurut keterangan supir, ia menerobos blokade karena takut diperiksa dan tidak membawa STNK mobil, saat ini korban sudah mendapatkan perawatan. Kondisinya tidak mengkhawatirkan, menurut keterangan dokter yang memeriksa," demikian rilis Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan. (aceh.tribunnews.com)

Banda Aceh – Bendera Aceh Bintang Bulan sempat dikibarkan oleh massa yang menghadiri acara deklarasi cabup/cawagub PA, Sabtu,(13/8/2016) yang berlangsung di arena PKA.

Informasi yang didapat acehtrend bendera ini dikibarkan oleh rombongan yang berasal dari kota Langsa. Pengibaran bendera ini tidak berlangsung lama setelah pihak Satgas PA dan panitia mengatasinya.

Bertempat di Taman Ratu Safiatuddin, Lampriek, Banda Aceh, pasangan calon gubernur-wakil gubernur Aceh, Muzakir Manaf-TA Khalid dideklarasikan. Selain calon gubernur dan wakil gubernur juga dideklarasi calocalonla daerah-wakil dari kabupaten-Kota.

Diperkirakan, acara tersebut akan dihadiri puluhan ribu massa dari seluruh Aceh. Dalam undangan disebutkan 50 ribu orang.

Acara silahturahmi akbar dan deklarasi ini dimulai dari pukul 09.00 wib hingga selesai.***

Sumber: acehtrend.co

Ilustrasi
Lhokseumawe - Seorang perempuan asal Idi Rayeuk, Aceh Timur, Aceh tertembak polisi setelah mobil yang ditumpanginya menerobos razia. Saat itu aparat keamanan sedang memeriksa seluruh kendaraan untuk mengantisipasi peredaran narkoba.

Korban Malawati (30) tertembak dipinggul sebelah kanan. Saat itu mobil yang ditumpanginya meluncur dari arah Aceh Timur menuju Banda Aceh untuk mengikuti deklarasi salah satu calon gubernur. Ketika tiba di depan Polres Lhokseumawe, petugas berusaha memberhentikan mobil tersebut untuk diperiksa.

Tapi bukan berhenti, pengemudi mobil Ahmad (37) malah tancap gas. Polisi kemudian melepas beberapa tembakan peringatan ke udara dan ban mobil. Setelah beberapa saat kemudian, baru diketahui dua peluru terkena pinggul Malawati.

"Yang bersangkutan tidak mau mengikuti isyarat petugas polisi bahkan menabrak blokade razia, sehingga polisi melepas tembakan peringatan namun kendaraan tetap melaju kencang," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Goenawan dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (13/8/2016).

Kejadian itu terjadi pada Jumat (12/8) malam tadi sekitar pukul 21.30 WIB. Korban berangkat menggunakan mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi BL 537 AF. Polisi mengetahui adanya korban setelah mobil tersebut berhenti disebuah Puskesmas di Kabupaten Aceh Utara.

"Korban kemudian dibawa ke rumah sakit PT Arun. Menurut keterangan dokter, kondisinya sudah baik," jelas Goenawan.

"Sopir mengaku menerobos blokade polisi karena takut tidak membawa STNK," ungkapnya.

Dalam razia di depan Polres tersebut, polisi berhasil mengamankan enam orang penumpang mobil minibus dengan nomor polisi B 1795 VFL karena kedapatan membawa sabu. Keenamnya adalah MF, MK, MH, MA, L, AJ. Mereka semua asal Aceh Timur.

Sejak tadi malam, massa dari berbagai daerah di Aceh memang berangkat ke Banda Aceh untuk mengikuti kegiatan deklarasi salah satu calon gubernur. Untuk mengantisipasi ada massa yang membawa narkoba, senjata tajam dan lainnya, polisi menggelar razia.

"Mereka dalam perjalanan juga dikawal oleh polisi sejak berangkat sampai pulang," jelas Goenawan. (Detik.com)

,
Ilustrasi   
Tapaktuan - Menjelang Hari Kemerdekaan RI sebanyak 7 (tujuh) narapidana kabur dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB yang baru beberapa pekan dijabat oleh Karutan Baru yakni Irman Jaya Amd.IP mantan Kepala Pengamanan Lapas Lhokseumawe.

Ke-7 napi ini kabur pada Sabtu (13/8/2016) sekitar pukul 04:00 WIB dengan cara merusak plafon kamar mandi yang berada di blok hunian nomor 2 (dua).

Kakanwil Kumham Aceh Gunarso Bc. IP melalui Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv PAS) Aceh Muji Raharjo Bc.IP mengatakan sesuai laporan kepala rutan tapaktuan irman jaya kepada dirinya, ke-7 napi tersebut kabur dengan cara merusak plafon kamar mandi kemudian melompat keluar kamar dan memanjat tembok keliling rutan.

Dari pejelasannya Mujiraharjo kepada BPN, Menurut Karutan tapaktuan kepada saya tadi malam saat terjadi pelarian 7 napi aliran listrik sedang padam dan kondisi hujan lebat ", ungkap Muji Raharjo yang juga mantan Kalapas saat terjadi kerusuhan besar di Kelas I Medan beberapa tahun silam.

Berikut 7 napi yang kabur dari rutan tapaktuan, De Hukuman 9 Tahun kasus pencabulan, Kh hukuman 10 tahun, At hukuman 3 tahun kasus pencurian, De hukuman2,6 tahun kasus penggelapan, Ha hukuman 2,10 tahun kasus pencurian, Da hukuman 5,2 tahun, kasus narkotika dan terakhir Ag hukuman 5,3 tahun kasus narkotika.

Masih menurut Kadiv PAS Aceh, terhadap kaburnya 7 napi dirutan tapaktuan dirinya sudah memerintahkan agar pihak rutan segera melakukan pencarian dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat.

"Saya sudah perintahkan agar segera dilakukan pencarian dan melaporkan kepada pihak berwajib untuk dapat bersama menangkap kembali para napi yang kabur", tegas Muji.

Saat ini rutan tapaktuan dihuni oleh 147 0rang Tahanan dan narapidana dimana petugas perawatan yang tersedia setiap regunya sebesar 3 oranga petugas.


Redaksi: T. Sayed Azhar

Banda Aceh - Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke Masjid Raya Baiturrahman, Jumat (12/08). Pembangunan Masjid Baiturrahman, kata gubernur seusai sidak, sampai sejauh ini berlangsung berlangsung lancar.

"Saat ini sedang finishing basement dan pemasangan marmer di lantai," ujar gubernur.

Untuk diketahui, marmer yang dipasang di lantai Masjid Baiturrahman didatangkan dari Italia. Gubernur berharap, pengiriman marmer ke Aceh bisa dilakukan via pelabuhan Malahayati, Krueng Raya Aceh Besar.

Pembangunan infrastruktur pendukung masjid raya ditargetkan rampung pada akhir tahun ini. Namun demikian, gubernur berharap agar segala bentuk pengerjaan dilakukan sesuai spesifikasi sehingga hasilnya bisa sesuai harapan.

Sementara itu, Zulkifli, Kepala Dinas Cipta Karya, menyebutkan pembangunan Masjid Baiturrahman saat ini dalam tahap finising lantai dasar atau basemen, pemasangan marmer dan pembuatan payung hidrolik.

"Payungnya sedang dicoba di Jakarta. Nantinya begitu semua usai diuji coba akan langsung dibawa untuk dipasang di sini (Masjid Baiturrahman)," ujar Zulkifli. Payung yang menyerupai masjid Nabawi di Madinah tersebut didatangkan dari Jerman.

Zulkifli berharap pemasangan payung selesai dikerjakan September nanti. Pasalnya, saat pemasangan marmer nantinya tidak ada lagi.gangguan apa-apa. (Rill)

Banda Aceh -- Pendidikan Anak Usia Dini atau Paud merupakan jenjang awal dari pembinaan anak. Karena itu, sekolah pra dasar ini dipandang penting untuk diadakan di semua gampong di Aceh.

"Paud merupakan bentuk pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik, kecerdasan dan emosional anak," ujar Hj. Niazah A. Hamid, Bunda Paud Aceh saat membuka acara Apresiasi Bunda Paud Aceh, Jumat (12/08). 

Hal tersebut, lanjut istri Gubernur Zaini Abdullah ini, agar anak tumbuh secara berkualitas sehingga lebih siap saat memasuki pendidikan dasar.Pola pengajaran Paud tidak sama dengan sekolah formal. Tingkat kesulitan dalam mengajari paraanak usia di bawah enam tahun lebih tinggi dibanding sekolah formal. Secara alamiah, perkembangan setiap anak berbeda, baik inteligensia, bakat, kreativitas, jasmani dan sosialnya. 

Jika kerja otaknya dirangsang sejak dini, akan ditemukan potensi unggul di dalam diri mereka. Itu sebabnya dibutuhkan program yang mampu membuka kapasitas tersembunyi dari anak melalui pembelajaran yang bermakna. "Paud adalah jawaban  terbaik untuk menangani masalah itu," ujar Niazah.

Niazah menambahkan Paud penting dan harus dikembangkan di seluruh Aceh agar semua anak punya kesempatan mendapatkan pembelajaran untuk mengasah dirinya sejak dini.

Pencanangan satu desa satu Paud sebenarnya telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Namun baru di dua kabupaten dan kota yaitu Sabang dan Aceh Jaya yang saat ini telah punya sekolah Paud di tiap desa. Karena itu, Niazah meminta, agar seusai apresiasi Bunda Paud nantinya, para Bunda Paud dari 23 kabupaten bisa lebih giat lagi mengkampanyekan pentingnya Paud ke semuagampong di masing-masing kabupaten.

Melalui apresiasi Bunda Paud, Niazah berharap, para guru bisa lebih peduli dan semangat dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak di Aceh. "Guru adalah amanah dari orang tua untuk mendidik anak mereka. Karena itu bekerjalah dengan sepenuh hati, penuh keikhlasan serta memiliki kasih sayang kepada anak-anak.

"Senada dengan Niazah, Hasanuddin Darjo, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, menyebutkan
pendidikan Paud harus ada di tiap gampong di Aceh. "Ada 1,1 juta anak yang saat ini menunggu para guru," ujar Darjo. Karena itu, peran guru khususnya guru Paud penting untuk mendampingi tumbuh kembang anak.

"Gubernur ingin pendidikan di Aceh punya integritas dan berdaya saing. Semua diawali dari
pendidikan pra dasar yaitu Paud," ujar Darjo.

Saat ini, kata Darjo, ada sekitar 250 ribu guru yang tersebar di seluruh Aceh. Sebagian di
antaranya adalah Guru Paud. Darjo meminta agar semua guru mendukung program Gubernur Zaini, yaitu memajukan pendidikan di Aceh sehingga berdaya saing dan punya integritas.(Rill)

Lhoksukon - Anggota DPRA Fraksi Partai Nasional Aceh (PNA) Dedi Safrizal  memberi bantuan paket seragam olah raga bola kaki untuk 15 Gampong di Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

Bantuan tersebut berupa sepatu, baju seragam bola, Stoking, dan juga bola kaki yang di serahkan lansung kepada ketua karang taruna Kecamatan Dewantara di Gampong Ulee Pulo, Jumat, 12 Agustus 2016.

Alhamdulillah, bantuan ini dapat tersalur ke 15 Gampong di Kecamatan Dewantara,”ujar Dedi.

Dengan bantuan tersebut, Dedi mengharapkan kepada para pemuda di 15 Gampong tetap semangat berolah raga, dan bantuan tersebut diberikan atas inisiatifnya sendiri.

Selain itu, tujuan Dedi juga ingin mengembangkan kreatif pemuda di bidang olah raga, terutama di bidang bola kaki, Karena dengan semangat olah raga, pemuda Gampong dengan sendirinya akan terhindar dari pengaruh Narkoba yang sekarang lagi marak di Aceh.

“Kita mengharapakan dengan bantuan ini, pemuda Kecamatan Dewantara dapat terhindar dari pengaruh Narkoba,” jelasnya lagi.
 
Sementara ketua Karang Taruna Dewantara Riki Maulana sangat berterima kasih atas bantuan tersebut, di karenakan semangat pemuda semakin tinggi untuk berolah raga di segi bola kaki.
 
"Atas bantuan yang di berikan Pak Dedi, kami sangat berterima kasih,"tuturnya.

Gampong yang tersalurkan bantuan tersebut di antaranya, Bangka Jaya, Bluka Teubai, Geulumpang Sulu Barat, Geulumpang Sulu Timur, Keude Krueng Geukeuh, Lancang Barat,  Paloh Gadeng, Paloh Igeuh, Paloh Lada, Pulo Rungkom, Tambon Baroh,Tambon Tunong,  Ulee Pulo,  Ulee Reuleung, Uteun Geulinggang. (SA/TM).

M. Tanwir, politisi Partai Demokrat Aceh
“Saya ingin luruskan pernyataan Mualem soal Pilkada 2012.”
Banda Aceh - Permintaan itu disampaikan M. Tanwir, politisi Partai Demokrat (PD) Aceh, Rabu (10/8/2016) siang. Namun, baru malamnya bisa bertemu disebuah warung kopi di Banda Aceh.

“Nyo soal pernyataan Mualem tentang Pilkada 2012. Bek peuseusat rakyatlah, hanjeut meunan (Ini soal pernyataan Mualem tentang Pilkada 2012, jangan sesatkan rakyat, tidak boleh begitu),” kata M. Tanwier dengan mimik kesal. Secangkir kopi kemudian diteguknya.

“Kalau dilakukan poling hari ini siapa yang paling dicintai rakyat, jelas rakyat masih mencintai SBY ketimbang Mualem,” tambah mantan aktivis kampus kelahiran Abdya, 1969 itu, serius.

Menurut M. Tanwier, semua orang tahu Sby memiliki peran kunci dalam Pilkada 2012. Saat itu, M. Tanwier adalah Wakil Ketua I DPD PD Aceh dan Ketua Fraksi PD di DPRA. “Saya tahu persis prosesnya,” tambahnya.

“Tapi, karena Sby tipikal pemimpin yang taat hukum dan peraturan, maka proses mengelola Pilkada 2012 tidak dilakukan dengan cara menabrak hukum,” tekan Tanwier menjelaskan sosok Sby.

Sebelumnya, Muzakir Manaf menuding Partai Demokrat (PD) pernah berkhianat terkait Pilkada 2012. Menurut Mualem kepada Serambi Indonesia (8/8), Sby sudah berjanji akan menunda Pilkada dan memperbaiki kembali tahapannya. Ternyata pada menit-menit terakhir PD malah mendaftarkan pasangan Nazar-Nova.

“Itu informasi sesat dan hanya tafsir Mualem sepihak,” sebut Tanwier. Pilkada 2012, menurutnya tidak bisa dilihat secara sepotong. Ada kerangka besar yang mesti dipahami, yaitu soal penyelamatan perdamaian Aceh, ketidakstabilan politik, dan hak-hak partai politik.

“Ketiga ini tidak bisa dipisahkan, plus niat baik pemerintah, khususnya presiden kala itu, yang memang bersungguh-sungguh memikirkan jalan keluar terbaik bagi Pilkada Aceh tanpa menabrak hukum dan peraturan,” jelas mantan Ketua Badko HMI Aceh ini.

Menurut mantan Wakil Ketua DPRA pada 2013 ini, bahwa Partai Demokrat harus mendaftar pasangan Nazar – Nova di ujung batas pada Oktober 2011, itu juga bagian dari ketaatan aturan yang dipegang oleh DPP Partai Demokrat. “Soal calon gubernur dan wakil, itu wewenang penuh pusat, kita di daerah tidak bisa main tabrak saja,” jelas Tanwier lagi.

“DPP PD melakukan perintah pendaftaran bagian dari ketaatan hukum yang selalu beliau ajarkan dan praktekkan kepada kami,” tegas Tanwier lagi menerangkan profil seorang Sby

Bagi Tanwier, DPP PD melakukan pendaftaran bagian dari ketaatan hukum dari Sby. “Tentu saja Sby terus berkerja untuk menemukan pintu hukum guna memperbaiki tahapan Pilkada 2012. Apa tanpa “turun tangan” Sby, semua proses yang dilakukan oleh pemerintah khususnya oleh Mendagri yang melakukan gugatan ke MK akan terjadi perbaikan tahapan Pilkada 2012 saat itu?” tanya Tanwier.

Menurut Tanwier, itulah kehebatan Sby, sehingga apa yang terjadi sebelumnya tidak menjadi preseden hukum di kemudian hari. “Jika Sby tidak sayang kepada Aceh, bisa jadi cerita Pilkada 2012 akan berbeda. Apa ini tidak disadari oleh Partai Aceh khususnya Mualem?” tanya Tanwier lagi.

Malam sudah larut. “Loen sebenar jih ngantuk tat, tapi perle loen jelaskan, mangat bek dipeuseusat rakyat dengan sewenang-wenang,” tutup Tanwier yang baru-baru ini melakukan tugas Pansus ke wilayah pemilihannya. ***

Sumber: acehtrend.co

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin, memperlihatkan barang bukti dari tersangka pengedar sabu. [POLRESTA] -
Banda Aceh -  Kepolisian Sektor (Polsek) Kuta Alam menangkap dua pengedar sabu berinisial Sa dan Su, Kamis (11/8/2016).

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin melalui Kapolsek Kuta Alam, AKP‎ Syukrif Panigoro mengatakan, kedua tersangka ditangkap saat melakukan pencarian terhadap pencuri di Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

"Kedua tersangka kita tangkap saat melakukan ‎pencarian tersangka pencuri di sebuah warnet di Jalan Sisingamangaraja, Lampulo. Saat sebuah bilik warnet digeledah, kita temukan kedua pelaku dengan barang bukti sabu-sabu," ujar Kapolsek Kuta Alam, AKP Syukrif Panigoro.

Ia menjelaskan, penangkapan tersebut terjadi saat kepolisian tengah mengembangkan kasus pencurian. ‎"Dari tersangka Sa, kita temukan 3 paket kecil sabu siap edar dijual dengan harga Rp 100ribu, 1 paket sedang sabu siap edar dijual dgn harga Rp 250ribu dan  2 paket besar sabu siap edar dijual dengan harga Rp 500ribu," jelasnya.

Sementara dari tersangka ‎Su, polisi mengamankan 7 paket sabu kecil siap edar, bersama uang tunai senilai Rp 700ribu dan satu unit telepon genggam.

‎"Menurut kedua tersangka, barang tersebut diperoleh dari Jb, yang kini masih buron. Seluruh barang bukti masih kita amankan di Mapolsek Kuta Alam untuk pengembangan kasus," tutup AKP Syukrif Panigoro.(goaceh.co)

Foto: Ilustrasi oleh Zaki Alfarabi/detikcom
StatusAceh.Net - Ludovico di Barthema, penjelajah dari Roma pertama yang mengunjungi Makkah pada tahun 1503, melihat jamaah haji dari kepulauan Nusantara yang dia sebut "India Timur Kecil". Dari manakah asal mereka? Sumatera, Jawa atau wilayah lainnya?

Jamaah haji yang dijumpai Ludovico itu, menurut M. Shaleh Putuhena dalam Historiografi Haji Indonesia disebutkan sebagai orang-orang Nusantara yang pertama menunaikan ibadah haji. Namun Shaleh tak bisa merinci bukti lebih detail darimana asal orang Nusantara tersebut.

Makkah adalah sumbu bumi. Seluruh muslim dari segala penjuru dunia berkumpul di sana menghadap Tuhannya. Martin van Bruinessen dalam bukunya "Mencari Ilmu dan Pahala di Tanah Suci: Orang Nusantara Naik Haji," Ulumul Qur'an Volume II No 5, 1990, menyebut Makkah sebagai pusat kosmis titik temu antara dunia yang tidak kekal ini dan alam lain di luar dunia.

Di Jawa, tepatnya masa sebelum Islam datang, pusat-pusat kosmis memainkan peranan sentral. Saat itu mereka menganggap kuburan para leluhur, gunung, gua dan hutan tertentu, serta tempat "angker" lainnya untuk mencari sesuatu seperti ilmu atau kekuasaan.

"Setelah orang Jawa mulai masuk Islam, Makkahlah yang, tentu saja, dianggap sebagai pusat kosmis utama." sebut Martin van Bruinessen dalam bukunya. Namun sayangnya Ia pun tak dapat memastikan apakah orang pertama yang menginjakkan kakinya di Tanah Haram untuk berhaji adalah orang Jawa.

Baru pada tahun 1556 muncul titik terang terkait siapa orang Nusantara yang pertama kali berhaji. Ada catatan berbahasa Portugis yang menyebutkan telah ada lima kapal besar Aceh yang berlabuh di Jeddah.

Aceh melalui kerajaan Samudera Pasainya memang menjadi kota di Nusantara yang terkenal dengan ketaatan penduduknya dalam menjalankan syariat. Banyak ulama besar lahir di sana, mereka mengajarkan ilmu agama secara turun temurun.

Kembali mengacu buku Historiografi Haji Indonesia karya Shaleh Putuhena, Ia mengatakan rombongan ulama-ulama Aceh yang berkunjung ke Makkah awalnya bukan untuk berhaji. Niat awal mereka adalah untuk berdagang dan menimba ilmu agama dengan para syekh di Makkah.

"Tetapi, mereka bukan jemaah haji yang sengaja berangkat dari Nusantara untuk melaksanakan ibadah haji. Mereka adalah pedagang, utusan sultan, dan pelayar yang berlabuh di Jeddah dan berkesempatan untuk berkunjung ke Makkah," tulis Shaleh.

Umat Islam Nusantara yang pertama datang ke Makkah itu bertujuan mencari legitimasi politik, berniaga, menimba ilmu. Namun mereka memanfaatkan keberadaannya di Makkah juga untuk menunaikan ibadah haji.(detik.com)

Banda Aceh – Pemerintah Aceh menerima kunjungan Ahli Jemaah Ulama Majelis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Kelantan di ruang rapat Sekretaris Daerah Aceh, Kantor Gubernur Aceh, Kamis, (11/8). Kedatangan ahli Jemaah Ulama dan Adat Istidat tersebut untuk melakukan study banding dengan pemerintah Aceh terkait kebijakan Pemerintah Aceh dalam berbagai hal Keagamaan dan Adat Istiadat. 

Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Syahrul, SE, M.Si yang memimpin pertemuan tersebut mengatakan,  kedatangan tamu dari Kelantan tersebut selain mempererat hubungan silaturrahmi anatra   Kelantan dan Aceh juga akan menjadi ajang untuk saling berbagi pengetahuan tentang penerapan dinus islam dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Aceh dan Kelantan. 

Syahrul juga menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh saat ini terus melakukan berbagai langkah untuk   menerapkan   syairah   islam   di   Aceh   secara   kaffah.   Sebagai   contoh   dalam   bidang perekonomian, Pemerintah Aceh telah merubah sistem Bank Aceh dari Konvensioanl menjadi sistem Syariah untuk menghilangkan praktek ribawi.

Syahrul menjelaskan, sebagai Daerah khusus Aceh memiliki beberapa lembaga yang berbeda dari daerah lain di Indonesia.  

“Aceh memiliki lembaga adat istiadat yang disebut dengan Majelis Adat Aceh, selain itu, ada lembaga Baitul Mal, Badan Dayah, dan lembaga Wali Nanggroe,” kata Syahrul.

Dalam menjalankan sistem Pemerintahan kata Syahrul, selain mengacu pada Undang-Undang Pemerintah Indonesia,   juga mengacu pada Undang-Undang Pemerintah Aceh yang merupakan turunan dari MoU Helsinki dan dijabarkan dalam qanun-qanun Aceh. 

Sementara   itu,   ,   Dato   H.   Mohd   Nasruddin   yang   memimpin   rombongan   dari   Kelantan menyampaikan bahwa Kerjaan   Kelantan memilki  kesamaan  dengan Aceh, salah satunya   ada julukan Kelantan sebagai serambi mekah “Aceh disebut sebagai serambi mekah, begitu juga dengan Kelantan. Di Kelantan juga banyak orang Aceh yang merantau kesana” kata Dato Nasruddin.

Dato   Nasruddin   menjelaskan,   dalam   hal   penerapan   Syariat   Islam,   Negeri   Kelantan   juga menghadapi   berbagai   tantangan   baik   dari   dalam   maupun   luar   negeri.   Namun   demikian, penerapan syariat islam tetap berjalan dengan baik. 

Syariat Islam kata Dato Nasruddin bukan untuk  mengukum tapi untuk menghalang berbagai perbuatan keji yang tidak sesuai dengan aturan yang di ajarkan islam.   “tapi kalau dilanggar , maka akan di hukum,”. Dato Nasruddin berharap, hubungan Aceh dan Kelantan dapat terus di pererat agar Aceh dan Kelantan dapat saling belajar dalam menerapkan Syariat Islam secara kaffah dan juga dalam berbagai bidang lainnya. 

Pertemuan tersebut, turut dihadiri oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Zulkifli dan beberapa dinas dan lembaga di Aceh antara lain, Dinas Syariat Islam, Baitul Mal Aceh, Badan Dayah, Majelis Adat Aceh, Biro Isra, Satpol PP dan WH. 

Sedangkan dari Kelantan dihadiri oleh, Mui dari Kelantan, Ketua Hakim Syariah, Exco Kerajaan Negeri Kelantan, Imam Besar Kelantan, dan beberapa tamu lainnya. (Rill)

Banda Aceh - Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan, MM mengingatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bersikap netral dalam menghadapi proses Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) 2017.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Aceh, Syahrul Badruddin, M.Si saat membacakan sambutan Sekda Aceh pada acara pembukaan Sosialisasi Netralitas PNS dalam Pilkada di Aula Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Aceh, Banda Aceh, Kamis (11/8).

Sikap netral yang dimaksud oleh Sekda adalah pelarangan para aparatur sipil negara, termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Non-PNS untuk tidak terlibat dalam  segala kegiatan yang bersifat mendukung salah satu kandidat dalam proses pelaksanaan pilkada.

Ketentuan mengenai larangan PNS untuk terlibat dalam pilkada ini menurut Sekda sangat jelas seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara yang mempertegas jarak antara birokrasi dan politik.

“Ketentuan mengenai larangan ini tidak lain ditujukan untuk mendorong aparatur sipil negara agar lebih berkonsentrasi pada kualitas kerja dan menjalankan peran ASN dengan bersikap jujur, bertanggung jawab, dan tidak terlibat dalam aktivitas politik,” katanya.

Sekda menegaskan bahwa tahapan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh serta pemilihan kepala daerah di 20 Kabupaten/Kota di Aceh telah dimulai sejak pekan lalu. “Oleh sebab itu seluruh aparatur sipil negara di Aceh perlu kita ingatkan kembali mengenai etika yang harus ditaati dalam menyikapi Pilkada akan berlangsung secara serentak pada 15 Februari mendatang,” ujar Sekda seperti yang dibacakan oleh Asisten Syahrul Badruddin.

Mengenai perkara yang dilarang oleh undang-undang kepada aparatur sipil negara terkait pelaksanaa pilkada jelas Sekda antara lain mencakup keikutsertaan sebagai pelaksana kampanye, menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS, menjadi peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain, dan/atau sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas neggara, membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon serta terlibat mengarah keberpihakan terhadap pasangan calon.

“Dari daftar larangan yang saya sebutkan di atas, jelas sekali bahwa aparatur sipil negara dituntut untuk bersikap netral dalam Pilkada ini. Jika ketentuan itu dilanggar, sanksi berat akan diberikan, termasuk pemecatan dari statusnya sebagai aparatur sipil negara,” pungkasnya.

Acara Sosialisasi Netralitas PNS dalam Pilkada yang dilaksanakan oleh BKPP Aceh itu diikuti oleh sekitar 200 peserta yang terdiri dari pejabat dinas di lingkungan Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) dan pejabat dari pemerintah kabupaten dan kota se-Aceh.

Kegiatan tersebut menghadirkan pamateri dari anggota Komisioner Aparatur Sipil Negara (KASN), Dr. Nuraida Mokhsen yang membahas tentang sikap aparatur sipil negara memposisikan diri dalam Pilkada. (Rill)  

Banda Aceh – Dalam rangka menyambut dan menyemarakkan peringatan hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-71, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pemuda dan Olahraga dan Dinas Pendidikan menggelarTri Lomba Juang, yang diperuntukkan bagi Pelajar, SKPA, BUMN, TNI dan Polri.

Usai melakukan pelepasan peserta Tri Juang Lomba, yang dipusatkan di Lapangan Blang Padang itu, Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, yang diwakili oleh Zulkifli HS, selaku Asisten II Sekda Aceh berharap, kegiatan ini bukan sekedar mencari juara tetapi sebagai sarana bagi para peserta untuk memupuk semangat nasionalisme serta merenungi dan berterima kasih atas perjuangan para pahlawan kemerdekaan, Kamis (11/8/2016).

“Tujuan Tri Lomba Juang ini adalah untuk menumbuhkan semangat perjuangan dari para pahlawan kita. Kita berharap anak-anak kita dapat mentauladani semanagat perjuangan para pahlawan. Anak-anak kita harus menyadari bahwa kemerdekaan ini bukan merupakan sebuah hadiah tetapi melalui perjuangan dan pengorbanan,” ujar Zulkifli.

Zulkifli berharap, penyelenggaraan Tri Lomba Juang ini akan semakin memperkokoh semangat nasionalisme para peserta demi memperkuat solidaritas dan semangat bela negara bagi kejayaan ibu pertiwi.

Untuk diketahui bersama, Tri Lomba Juang adalah istilah yang diberikan kepada salah satu cabang atletik, berupa perlombaan jalan untuk jarak 8 Km, 17 Km dan 45 Km. Ketentuan jarak ini diambil dari tiga angka utama dalam 17 Agustus 1945 yang merupakan Hari Kemerdekaan RI. Hal inilah yang menyebabkan Tri Lomba Juang selalu identik dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI.

Selain bertujuan untuk mendorong semangat berolahraga, Tri Lomba Juang juga bertujuan agar masyarakat selalu mengenang semangat yang digelorakan oleh para pahlawan bangsa serta mengenang jasa dan perjuangan mereka dalam menjaga dan mengibarkan Sang Merah Putih di seluruh nusantara.

"Anak-anak kita adalah calon pemimpin masa depan negeri ini, perjuangan mereka tidak lagi mengangkat senjata, tetapi bagaimana mengisi kemerdekaan ini dengan gigih belajar dan memupuk rasa kebersamaan dan persaudaraan. Tri Lomba Juang ini adalah salah satu sarana untuk sarana untuk mendidik hal tersebut,” kata Zulkifli.

Sementara itu, untuk mengantisipasi kondisi cuaca di Kota Banda Aceh yang dalam beberapa hari ini tidak menentu, panitia penyelenggara telah menyediakan sarana kesehatan lengkap guna  memantau setiap peserta yang berlomba.

Sejumlah relawan dari Palang Merah Indonesia atau PMI dan relawan dari Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), terlihat bertebaran disepanjang jalur yang digunakan oleh para peserta Tri Juang Lomba.

“Selamat berlomba kepada seluruh tim yang berpartisipasi pada kegiatan ini. Semoga  Ananda semua mampu menaklukkan tantangan yang diberikan, serta dapat menjiwai lomba ini sebagai wahana untuk memperkuat semangat cinta tanah air," kata Zulkifli HS.

Senada dengan Asisten II Sekda Aceh, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Asnawi, menyatakan, bahwa penyelenggaraan olahraga massal seperti Tri Juang Lomba ini bukan sekedar kegiatan untuk menyehatkan badan semata tetapi merupakan sarana untuk memupuk nilai kebersamaan, kebangsaan dan kegotong-royongan para pelajar.

Proses pelepasan peserta dilakukan oleh Asisten II Setda Aceh, Kadispora, dan sejumlah perwakilan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Aceh. (Rill)

Banda Aceh -- Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah, menyebutkan Tax Amnesty atau pengampunan pajak tak hanya meningkatkan penerimaan pajak bagi negara, lebih jauh lagi, kebijakan tax amnesty diharapkan akan  mendorong bangkitnya aktivitas investasi dan ekonomi di masyarakat. Tax Amnesty, kata gubernur, sangat bermanfaat bagi kalangan pengusaha, mengingat pada era keterbukaan informasi perpajakan atau Automatic Exchange of Information yang berlaku mulai tahun 2018 membuat semua orang semakin sulit untuk menghindar dari pajak.

"Kebijakan tax amnesty harusnya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jika tidak, risikonya akan sangat berat, sebab akan dikenakan denda 200 persen sebagaimana tercantum dalam Undang-undang No.11 Tahun 2011 Tentang Tax Amnesty," ujar Gubernur Zaini saat membuka Sosialisasi Kebijakan Tax Amnesty oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Aceh, di Anjong Monmata Komplek Pendapa Gubernur Aceh, Kamis, 11 Agustus 2016.

Gubernur meminta agar pelaku usaha dan masyarakat Aceh yang merupakan wajib pajak agar dapat memanfaatkan tax amnesty ini. Perlu dipahami, masa pemberian tax amnesty ini ada batas waktunya. Karena itu, gubernur mengajak agar pelaku usaha melaporkan hartanya lebih cepat.

Diketahui bahwa cukup banyak harta warga negara Indonesia yang ditempatkan di luar negeri, baik dalam bentuk likuid multifamilyaupun nonlikuid. Sebagian dari harta tersebut ada yang belum dicantumkan oleh pemiliknya dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan, sehingga terdapat konsekuensi perpajakan yang harus dibayarkan saat dilakukan pembandingan dengan harta yang telah dilaporkan. Hal ini menjadi salah satu faktor orang enggan membawa pulang hartanya untuk diinvestasikan di dalam negeri. Padahal jika saja aset itu dimanfaatkan untuk menambah likuiditas dalam negeri, tentu akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk memberi ruang kepada pengusaha membawa hartanya kembali ke tanah air atau mengungkap kembali hartanya yang selama ini belum dilaporkan, pemerintah merumuskan
undang-undang  tax amnesty agar para pengusaha kembali melaporkan hartanya untuk pembangunan di Indonesia.

Gubernur berharap para peserta dapat menyimak dan secara tuntas sosialisasi ini. Dengan
demikian segala informasi mengenai pengampunan pajak ini dapat lebih dipahami oleh para
peserta, dan fasilitas Tax Amnesty ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya guna mendorong
penerimaan pajak di Aceh.

Semoga sosialisasi ini memberi ruang lebih besar bagi masuknya investasi di Aceh sehingga aktivitas ekonomi di daerah ini semakin berkembang.

Aim Nursalim Saleh, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Aceh, menyebutkan penerimaan pajak Indonesia dan Aceh hingga Juli 2016 belum lagi sesuai dengan harapan. Di tingkat nasional, pajak yang terkumpul baru berkisar 40 persen atau sekitar 500 triliun. Untuk Aceh, baru terkumpul 1,93 triliun dari target 6,02 triliun.

"Pembangunan infrastruktur di Indonesia membutuhkan dana yang sangat besar.

Pemasukan kita salah satunya sari sektor perpajakan," ujar Nursalim. Karena itu ia mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk sama-sama membantu pembangunan di Indonesia dan Aceh melalui dukungan dan partisipasi dalam membayar pajak.

Undang-undang No.11 Tahun 2011 Tentang Pengampunan Pajak memang menjadi trandtropic pada tahun ini. Sosialisasinya yang hingar-bingar membuat presiden turun langsung untuk mensosialisasikan undang-undang ini.

Presiden Joko Widodo dalam pidatonya beberapa hari setelah UU Pengampunan Pajak ini disahkan di DPR, menyebutkan bahwa amnesty pajak ini adalah terobosan besar untuk menyelesaikan masalah pajak di Indonesia. Tujuannya, kata Jokowi -- sapaan presiden -- adalah untuk kepentingan pembangunan di Indonesia dan bagi masyarakat, bukan bagi perseorangan maupun kelompok.

"Tak amnesty bukan upaya pengampunan bagi koruptor dan pemutihan atas aksi pencucian uang,tapi yang kita sasar adalah pengusaha yang menempatkan hartanya di luar negeri," ujar Jokowi. 

Dengan adanya payung hukum melalui Undang-undang tax amnesty ini, presiden mengajak para pengusaha untuk membawa kembali hartanya ke Indonesia untuk pembangunan bangsa. (Rill)

Ilustrasi
PEMOTONGAN gaji di lingkungan Satpol PP & WH Aceh sudah semakin tidak manusiawi lagi. Di mana pemotongan per sekali ketidakhadiran adalah 5% dari gaji tenaga kontrak yang hanya Rp 2.200.000. Jadi, hitungannya sekali tidak hadir, maka dipotong sebesar Rp 110.000.

Pemotongan gaji atas ketidakhadiran itu hanya berlaku bagi tenaga kontrak yang bertugas di dalam kantor Satpol PP & WH Aceh saja. Sedangkan ratusan tenaga kontrak yang bertugas di luar kantor Satpol PP & WH Aceh tidak berlaku.

Mengingat tenaga kontrak yang bertugas di dalam Kantor Satpol PP & WH Aceh diharuskan untuk absen elektronik, sedangkan yang bertugas di luar kantor masih dengan absen manual. Jelas sekali bahwa kebijakan ini tidak ada keadilan sama sekali. Dan yang terlebih parah lagi adalah ketika Tenaga Kontrak wanita yang cuti melahirkan, maka selama ketidakhadiran mereka gaji mereka dipotong. Bayangkan saja cuti melahirkan selama 2 (dua) bulan lebih tanpa menerima sepeser pun gaji di saat mereka sangat membutuhkannya. Yang jadi pertanyaan adalah apakah pemotongan tersebut sudah sesuai dengan Pergub yang berlaku, ataukah hanya kebijakan dari jajaran pimpinan Satpol PP & WH Aceh saja?

Serambinews.com

Kapal kargo terdampar di perairan Pantai Balai Gunung Banda Aceh/MTVN
Sabang - Sebuah kapal kargo terhempas di kawasan di kawasan Pantai Balai Gunung, Kota Sabang, Jumat 12 Agustus. Kapal ini terbawa ombak setelah sempat bersandar di kawasan Pantai Ulele Banda Aceh.

"Karena cuaca buruk kemudian angin kencang dan gelombang tinggi kapal ini berusaha untuk mengamankan diri di darah perairan  Ulele, Banda Aceh. Informasi yang kami terima tadi, kapal sudah terendam air 1,5 meter (di perairan Pantai Balai Gunung)," kata Danlanal KOta Sabang  Letkol Kicky Salvachdie kepada Metro TV di Aceh, Jumat (12/8/2016).

Kapal kargo MV Pataya III yang akan menuju Padang ini sempat bersandar di Pantai Ulele karena ketinggian ombak mencapai 3 meter dianggap membahayakan untuk meneruskan perjalanan. Sayangnya, kapal terseret ombak.

Tak hanya itu, angin kencang 3o kilometer per jam juga menjadi salah satu faktor kapal terhempas. Beruntung, semua ABK selamat.

Dalam tiga bulan terakhir, sudah terjadi dua kejadian serupa. Sebuah kapal batu bara terdampar akibat tingginya ombak perairan Aceh, Juni lalu. Batu bara yang dibawa pun tumpah dan mengotori kawasan Pantai Longa.

BMKG mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas melalut sampai  cuaca dinyatakan normal.(metrotvnews.com)
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.