2021

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Banjir Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Covid-19 Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos dayah Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Film Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebgram Selebriti Senator SMMPTN sosial Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tol Aceh Tsunami Aceh Turki Ulama USA Vaksin MR Vaksinasi Vaksinasi Covid-19 vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

,


Kutacane – Kebakaran lahan tanah gambut kembali terjadi pada hari Selasa 21/09/2021 pkl .18.00 WIB di Desa Naga Timbul, Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara.

Babinsa TNI dari personel Posramil Leuser bersama warga setempat berjibaku padamkan api. Pemadaman titik api sisa kebakaran sejak beberapa jam yang lalu sendiri menggunakan ranting kayu.

Danposramil Lauser Pelda Samsul Bahri Sinurat mengatakan, pemadaman karhutla saat ini berlokasi di desa Naga Timbul, kecamatan Leuser. Kebakaran bermula diketahui dari alat satelit Lapan Hotspot.

Menurut Danposramil, kebakaran lahan terjadi disebabkan kesengajaan dibakar oleh pemilik lahan untuk membuka kebun yang akan ditanami jagung seluas 1 hektar lebih.

“Kondisi seperti ini sangat membahayakan, karena membakar tumpukan sampah rumput yang sudah kering sehingga mudahnya api cepat membesar dan merembet luas ke lahan  lainnya,” terangnya.

Sebagaimana diketahui bersama, di tahun 2021 Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah kabupaten Aceh Tenggara sudah acapkali terjadi dan sedikitnya sudah  puluhan hektar lahan yang terbakar.

Himbauan untuk menjaga dari kebakaran hutan, baik itu selebaran yang ditempel di fasilitas umum dan warung maupun sosialisasi dan patroli oleh Babinsa TNI bersama perangkat desa  juga telah sering dilakukan.

Atas kejadian Karhutla tersebut, akan dilakukan pemanggilan kepada pemilik lahan. Selain untuk dimintai keterangan juga akan membuat surat perjanjian dengan tujuan agar tidak mengulanginya kembali. Hal ini dilakukan agar menjadi contoh bagi masyarakat yang lain.[Laung]


Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur menjadi tersangka. KPK menyangka Merya menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk relokasi dan rekonstruksi.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke tahap penyidikan,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di kantornya, Jakarta, Rabu, 22 September 2021. Selain Merya, KPK juga menetapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kolaka Timur Anzarullah menjadi tersangka.

Nurul mengatakan pada Maret hingga Agustus 2021 Merya dan Anzarullah menyusun proposal dana hibah BNPB berupa dana rehabilitasi dan rekonstruksi, serta dana siap pakai. Proposal itu diajukan ke BNPB Pusat. Kabupaten Kolaka Timur memperoleh dana hibah Rp 26,9 miliar dan dana siap pakai sebanyak Rp 12,1 miliar.

Anzarullah diduga meminta Merya memberikan sejumlah proyek yang bersumber dari dana hibah itu kepada orang-orang kepercayaannya. Beberapa proyek di antaranya pekerjaan jembatan di Kecamatan Ueesi senilai Rp 714 juta dan belanja jasa konsultasi perencanaan pembangunan 100 unit rumah di Kecamatan Uluiwol senilai Rp 175 juta. Merya setuju dan meminta fee Rp 30 persen.

“Sebagai realisasi kesepakatan, AMN (Merya) diduga meminta uang sebesar Rp 250 juta. Anzarullah telah menyerahkan uang Rp 25 juta lebih dahulu sebagai uang muka, sisanya diserahkan di rumah pribadi Merya di Kendari. Tim KPK menangkap keduanya saat penyerahan uang sisa tersebut.

Dengan pengumuman tersangka ini, KPK langsung menahan Bupati Kolaka Timur Merya dan Anzarullah. Merya ditahan di Rumah Tahanan Gedung Merah Putih, sedangkan Anzarullah ditahan di Rutan KPK Kavling C1. | Tempo

 


LANGSA- Mobil Harrier Nopol BK 88 WZ, milik Ketua YARA Kota Langsa dibakar OTK, Senin 20 September 2021 dini hari sekira pukul 04.20 WIB.

Mobil Harrier tersebut berada di garasi, diperkirakan dibakar dua orang tak dikenal. Habis membakar keduanya melarikan diri."Insya Allah dalam CCTV pembakar itu terlihat. Sekarang polisi sedang menanganinya," ungkap Ketua Yara Kota Langsa, H Abdul Muthaleb Ibrahim kepada media ini.

Menurut Abdul Muthaleb, pembakaran tersebut diketahuinya ketika dirinya bangun shalat malam, dirinya mencium bau seperti ada karet yang terbakar.

Menurut Abdul Muthaleb, ia keluar membuka pintu rumahnya, kaget ketika melihat mobil kesayangannya dalam kondisi terbakar. "Saya langsung minta tolong, sehingga hanya bagian belakang yang terbakar parah," jelas Thaleb yang juga Pimpinan Redaksi Media Realitas.

Ketika ditanya kira-kira motifnya apa terhadap yang telah dilakukan OTK tersebut, Thaleb mengaku tidak ada masalah dengan siapapun. Namun ia menambahkan selama memang banyak kasus yang ditanganinya selaku Ketua YARA. "Kasusnya kini sudah ditangani polisi," katanya.(RLS)


Banda Aceh -
Dosen Universitas Syiah Kuala (USK) Dr Saiful Mahdi saat ini dibui karena kasus Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Namun, dia akan tetap melaksanakan aktivitas mengajar selama dalam penjara. Sesuai dengan hasil Kasasi Mahkamah (MA) yang menguatkan putusan PN Banda Aceh sebelumnya, Saiful Mahdi harus menjalani hukuman penjara selama tiga bulan dan denda Rp10 juta. Hukuman itu atas kritikannya di grup WhatsApp internal USK tentang hasil tes CPNS dosen Fakultas Teknik kampus tersebut.

Kejaksaan Negeri Banda Aceh menentukan Saiful Mahdi menjalani pidana penjara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banda Aceh di Lambaro, Aceh Besar.

"Kami memastikan aktivitas mengajarnya selaku dosen yang mengambil beberapa mata kuliah di Fakultas MIPA USK bisa tetap berlangsung selama di penjara," kata Direktur LBH Banda Aceh Syahrul sekaligus kuasa hukum Saiful Mahdi, di Banda Aceh, Jumat (3/9/2021).

Syahrul mengatakan, saat mengantarkan Saiful Mahdi Lapas, pihaknya meminta kepada Kepala Lapas Kelas IIA Banda Aceh S Mahdar untuk memberikan ruang mengajar bagi dosen tersebut. Wisata KL Bird Park, Bermain dengan Aneka Jenis Burung Nan-Indah Permintaan ini disambut baik Kalapas. Bahkan, nantinya juga bakal dipersiapkan fasilitas lengkap untuk memenuhi keperluan belajar mengajar.

"Kalapas menjamin proses mengajar Saiful Mahdi. Apalagi disampaikan di sana juga tersedia fasilitas internet. Begitu juga alat-alat mengajar secara online lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, S Mahdar menjamin bahwa proses belajar mengajar Saiful Mahdi nantinya tidak akan mengalami hambatan. Sebab, fasilitas yang dibutuhkan memang telah tersedia.

“Kami akan memfasilitasinya, tinggal jadwal dan teknisnya saja bisa dibicarakan lagi nanti bersama petugas,” kata S Mahdar.

Diketahui, PN Banda Aceh menjatuhkan hukuman tiga bulan penjara terhadap akademisi USK Saiful Mahdi. Dia dinilai melanggar UU ITE. Dosen Fakultas MIPA USK itu dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mentransfer muatan pencemaran nama baik tentang hasil tes CPNS dosen Fakultas Teknik kampus tersebut.

Seusai putusan PN Banda Aceh, Saiful Mahdi mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Banda Aceh hingga Kasasi ke MA, namun semua putusan menguatkan hasil keputusan PN Banda Aceh. Sumber: www.inews.id

Nama Teuku Ryan kini kerap jadi omongan setelah diketahui dekat dengan YouTuber Ria Ricis. Keduanya dikabarkan menjalin hubungan spesial dan bakal naik ke jenjang lebih serius dalam waktu dekat. Seperti apa sosoknya? Berikut profil Teuku Ryan.

Kedekatan Ria Ricis dan Teuku Ryan terungkap setelah adik Oky Setiana Dewi itu mengunggah video liburannya di Aceh. Tak sendiri, rupanya ia ditemani oleh Teuku Ryan. Keduanya juga sempat membuat konten TikTok bareng dan mengunggahnya di akun mereka masing-masing.

Bahkan, kakak ipar Ricis, Ory Vitrio, angkat bicara dan menyebut bahwa keduanya akan mengadakan acara lamaran pada akhir bulan September nanti. Biar tak makin penasaran, simak profil Teuku Ryan yang memikat hari Ria Ricis.

Profil Teuku Ryan

Pemilik nama asli Teuku Rushariandi ini merupakan pria asal Aceh. Diketahui pria kelahiran 1998 ini berasal dari Kota Langsa, Aceh, yang belum lama ini dikunjungi oleh Ria Ricis.

Teuku Ryan juga sangat peduli dengan pendidikan, lho. Ia berhasil menamatkan pendidikan S1 di Universitas Syiah Kuala, yang merupakan perguruan tinggi negeri tertua di Aceh.

Saat ini, Teuku Ryan sedang melanjutkan pendidikannya ke jenjang magister di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Bahkan, Oki Setiana Dewi, kakak sulung Ria Ricis belum lama ini ikut mendampingi adiknya berkunjung ke kampus Teuku Ryan tersebut.

Teuku Ryan diketahui pernah bekerja sebagai seorang pegawai bank BUMN. Teuku Ryan juga seorang pengusaha muda yang saat ini sedang menjalankan bisnis properti.

Di tengah-tengah kesibukannya untuk bekerja dan kuliah, ia juga seorang seleb TikTok dengan jumlah followers yang tidak sedikit, lho.

SELANJUTNYA>>>


Banda Aceh -
Sebanyak tujuh wanita muda digerebek petugas saat sedang pesta miras di cafe "GK" yang terletak di Kawasan Ulee Lheu, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Minggu (29/8/2021) dini hari.
.
Ketujuh wanita muda tersebut berinisial NM (22) warga Panton Labu, HS (19) warga Bireuen, EMD (26) dan CA (22) warga Banda Aceh, FD (26) dan MA (22) warga Aceh Besar dan NA (19) warga Aceh Timur.
.
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto melalui Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha mengatakan dalam penggerebekan tersebut, Tim Rimueng Satreskrim Polresta dipimpin oleh Ipda Pulung Nur Hidayatullah dan berhasil mengamankan tujuh wanita bersama sejumlah minuman keras di room karaoke yang disediakan oleh pengelola cafe tersebut.
.
"Warga setempat merasa terganggu dengan adanya suara bising hampir tiap malam. Mereka melaporkan kepada pihak Kepolisian untuk ikut membantu peneguran," ungkap AKP Ryan dalam keterangannya, Senin (30/8/2021).
.
Berawal dari laporan warga pihaknya saat melakukan patroli rutin dan melintasi lokasi cafe tersebut melakukan pemeriksaan terhadap laporan tersebut.
.
"Ternyata di dalam room karaoke ditemukan tujuh wanita muda sedang berpesta miras dengan berbagai merk," ucap Kasat Reskrim.
.
Setelah dilakukan pemeriksaan dan penyitaan barang bukti, Polisi menghubungi Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh untuk dilakukan penyerahan terhadap tujuh wanita yang terlibat berikut barang bukti miras.
.
"Sampai saat ini, ketujuh wanita muda tersebut masih dalam pemeriksaan oleh petugas Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh," pungkas Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, AKP M Ryan Citra Yudha.


 Tapaktuan - Bupati Aceh Selatan Tgk Amran menyesalkan dan prihatin tiga harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) mati terkena jerat di kawasan hutan di Kecamatan Meukek.

"Kami sesalkan dan prihatin tiga harimau ditemukan mati. Kami minta penegak hukum mengusut tuntas matinya tiga harimau Sumatera tersebut," kata Tgk Amran seperti dilansir Antara, Senin (30/8/2021).

Bupati mengatakan informasi yang diterimanya, jerat tersebut merupakan perangkat babi. Biasanya, yang memasang jerat babi adalah orang luar Aceh Selatan.

Sebab, kata Tgk Amran, masyarakat Aceh Selatan yang mencari nafkah di hutan tidak memasang jerat yang menyebabkan kematian satwa dilindungi seperti harimau.

Bupati menegaskan harimau Sumatera dan satwa dilindungi lainnya merupakan kekayaan alam yang harus dilindungi. Sehingga bisa diwariskan kepada generasi mendatang.

"Masyarakat Aceh Selatan selama ini hidup berdampingan dengan harimau. Pada saat konflik, saat saya di gunung, harimau menjadi petunjuk ketika tersesat," kata Tgk Amran.

Sebelumnya, tiga harimau Sumatera ditemukan mati terkena jerat di tua titik terpisah di kawasan hutan di Gampong (desa) Ie Buboh, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan.

Tiga harimau tersebut, satu induk betina diperkirakan berusia 10 tahun dan dua anakan, jantan dan betina dengan usia diperkirakan 10 bulan. Anakan jantan ditemukan mati terjerat di lokasi terpisah.

Lokasi satwa dilindungi itu mati berada di kawasan hutan lindung yang berbatasan dengan areal penggunaan lain (APL). Indukan dan anak harimau betina ditemukan mati lima hari setelah ditemukan. Sedangkan anakan jantan mati tiga hari saat ditemukan.

SELANJUTNYA>>>


Meulaboh -
Pasangan bukan suami istri berinisial WR dan FW, digerebek petugas Satpol PP bersama warga, saat sedang berduaan di sebuah kamar hotel di Desa Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.

Saat digerebek, keduanya mengaku tidak melakukan perbuatan asusila, namun keduanya tak dapat berkutik setelah petugas mendapati alat kontrasepsi bekas pakai di dalam kamar yang mereka tempati menginap.

Diduga pasangan tanpa ikatan pernikahan ini, telah melakukan perbuatan layaknya suami istri. Saat diselidiki petugas, wanita tersebut ternyata terlibat dalam jaringan prostitusi online yang disediaakan oleh pihak hotel.

Hal itu dibuktikan dengan percakapan melalui aplikasi pesan singkat seorang penjaga hotel, yang melakukan transaksi dan penentuan jadwal via online kepada pria hidung belang untuk mendapatkan layanan seks dengan tarif Rp2 juta.

Untuk menghindari amukan massa, kedua pelaku langsung digelandang ke kantor Satpol PP Kabupaten Aceh Barat. Kepala Desa Kuta Padang, Safrizal menyebutkan, dari laporan warga, tempat penginapan tersebut memang kerap dijadikan tempat mesum bagi para pria hidung belang.

"Warga sangat kesal dengan pengelola wisma penginapan tersebut, karena masih saja menyediakan tempat untuk berbuat mesum. Kami meminta pemerintah daerah untuk mencabut izin usahanya," tegasnya.

pasangan mesum tanpa ikatan suami istri tersebut, Kepala Satpol PP Kabupaten Aceh Barat, Dodi Bima Saputra mengatakan, juga mengamankan dua orang pengelola hotel yang diduga sebagai mucikari. "Kami juga menyita alat kontrasepsi bekas pakai sebagai barang bukti," tegasnya.

Kini pasangan mesum dan pekerja hotel tersebut tengah menjalani penyelidikan intensif. Akibat perbuatannya, mereka yang terlibat dalam kasus prostitusi online, serta penyediaan tempat untuk pasangan mesum ini terancam hukuman cambuk. | Sindo


BANGKA BELITUNG- Via Tiara Ningrum, Paskibraka Nasional Utusan Provinsi Kepulaun Bangka Belitung kembali ke kampung halamannya di Tanjungpandan setelah melaksanakan tugas pada peringatan Detik Detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke 76 di Istana Negara. Kedatangan Via di Bandara H.AS Hanandjoedin disambut dengan pengalungan Selendang Songket dan Plakat Cindera mata oleh Kepala Dinas Pemuda & Olahraga Kabupaten Belitung didampingi oleh Kabid Layanan Kepemudaan dan Ketua Pengurus Kabupaten PPI Belitung.

Kegiatan dilanjutkan dengan makan siang bersama di RM Panglima bersama Kepala Sekolah SMK Yaperbel II Tanjungpandan dan Orang tua. Kegiatan makan siang diisi dengan silaturahmi dan cerita pengalaman Via selama menjalani Pemusatan Latihan di Cibubur sebagai Calon Paskibraka Nasional. 

Via juga menceritakan dirinya bersama rekan Paskibraka Nasional mendapatkan banyak Cindera Mata diantaranya dari Ibu Megawati Soekarnoputri, Panglima TNI, dan dari Kaskogartap Garnisun. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Kantor Bupati Belitung. Dalam kunjungan tersebut Gubernur Babel didampingi Kapolda Babel, Danrem 045 Gaya, Danlanud H.AS Hanandjoedin, Bupati Belitung dan Bupati Belitung Timur berfoto bersama Via dan Kedua Orang Tuanya.

Kepada Media Kepala Dinas Pemuda & Olahraga Kabuaten Belitung Drs. Soebagio merasa sangat bangga, atas prestasi yang dicapai oleh Via. Dalam kondisi pandemi seperti saat ini, bisa sampai bertugas sebagai Paskibraka Nasional itu sangat tidak mudah. Selain melalui tahapan seleksi, peserta juga harus dinyatakan Negatif Covid – 19 melalui Test PCR. Alhamdulillah, atas izin Allah Adinda kita Via bisa melaksanakan Pemusatan latihan di Cibubur dan akhirnya bertugas sebagai Tim Penurunan Duplikat Bendera Pusaka di Istana Negara, Ujar Kadispora

Sementara itu, Ketua Pengurus Kabupaten PPI Belitung Yovie Agustian Putra menjelaskan Via dapat dijadikan Role Model kedepannya untuk generasi muda khususnya di Belitung. Sebelum diberangkatkan ke Provinsi, mereka telah menjalani pemusatan latihan di Tingkat Kabupaten, bahkan setelah dinyatakan lolos pun mereka tetap berlatih memperbaiki kekurangan agar lebih matang ketika bergabung dalam pemusatan Latihan di Tingkat Provinsi maupun Nasional. Latihan kita laksanakan di GOR Tanjungpandan pada pagi hari dan Stadion Pangkallang pada sore hari untuk latihan fisik. Meskipun ditengah pandemi, tidak ada alasan bagi mereka untuk menunda prestasi, ujar Yovie

Seraya menambahkakan saat ini 38 Paskibraka Kabupaten Belitung telah kembali dari tugasnya, 32 Orang Paskibraka di Tingkat Kabupaten Belitung, 5 Orang sebagai Paskibraka di tingkat Provinsi Babel dan 1 Orang Paskibraka di Tingkat Nasional. Selanjutnya mereka akan menjalankan tugas sebagai Duta Pancasila sebagaimana yang diarahkan oleh BPIP. Kami (PPI Belitung) bersama Dispora terus terus melakukan Pembinaan dan memantau kegiatan mereka dalam satu tahun ini. “Sebagai Duta Pancasila Ini gak main – main tugasnya, jadi saya harap mereka bisa menjaga diri, menjaga pergaulan dan menjadi contoh yang baik khususnya bagi rekan – rekan mereka”. Harap yovie.(Red/rls)

 


LHOKSEUMAWE - Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH memimpin apel bakti sosial dan melepas anggota Bhabinkamtibmas menyalurkan  sembako dalam rangka menyambut HUT RI ke 76 di gedung serbaguna Wira Satya Mapolres Lhokseumawe, Senin (16/8/2021).

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh anggota Bhabinkamtibmas jajaran Polres Lhokseumawe dan dihadiri Wakapolres Lhokseumawe Kompol Raja Gunawan, para Kabag, Kasat serta pejabat Utama Polres Lhokseumawe lainnya.

Dalam arahannya, AKBP Eko Hartanto menyampaikan, dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia ini kegiatan positif kepada masyarakat harus sama - sama dilaksanakan, di samping kegiatan lainnya yang sudah menjadi rutinitas, seperti upacara secara virtual.

"Bagi saya itu tidak cukup tanpa ada kegiatan - kegiatan positif, kegiatan terbaik lainnya bagi masyarakat, apalagi kegiatan yang kita lakukan untuk menyambut HUT NKRI Ke 76," ujarnya.

Meskipun sederhana, kata Kapolres, yang terpenting nilai positifnya dari kegiatan bakti sosial (baksos) penyaluran bantuan sembilan bahan pokok (sembako) dimaksud.  Karenanya, Bhabinkamtibmas diharapkan dapat mendistribusikan sembako itu kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Saya minta tolong kepada teman - teman Bhabinkamtibmas, distribusikan bantuan ini kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti Abang becak, warga miskin, tukang parkir dan pedagang kaki lima," pinta AKBP Eko Hartanto.

Usai memberi arahan, sekitar pukul 18.00 WIB, Kapolres Lhokseumawe bersama Wakapolres serta pejabat utama jajaran Polres Lhokseumawe lainnya langsung melakukan pelepasan keberangkatan anggota Bhabinkamtibmas untuk membagikan bantuan sembako tersebut.(Red/ rls)


StatusAceh.Net -
Kawan Puan, Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) membuka lowongan kerja 2021 untuk lulusan D3 hingga S1.

Pasalnya, pada Agustus 2021 ini, tersedia setidaknya 5 lowongan kerja untuk lulusan D3-S1 di LPPI dengan penempatan di Aceh dan Sumatera Utara.

Kawan Puan, mau tahu lowongan kerja untuk lulusan D3-S1 yang ada di LIPI bisa untuk posisi apa saja? Berikut ini detail posisi dan kualifikasi yang dibutuhkan!

1. Legal Officer

- Kualifikasi:

    Laki-laki/perempuan
    Pendidikan minimal D3/S1
    IPK minimal 3.00
    Usia maksimal 22 tahun (D3) dan 26 tahun (S1)

- Jurusan:

    Ekonomi (Akuntansi, Managemen, Perbankan, Perbankan Syariah, Ekonomi Pembangunan, Ekonomi Syariah, Perpajakan, Sekretaris)
    Hukum (Pidana/Perdata), Hukum Ekonomi Syariah/Ekonomi Islam
    Teknik (Sipil, Sistem Informasi, Teknik Arsitektur, Teknik Animasi, dan Design Grafis)
    Ilmu Komunikasi (Bisnis Komunikasi/Public Komunikasi)
    Pertanian (Teknik Pertanian, Agribisnis)/Perikanan/Perkebunan)

- Proposional dan berpenampilan menarik

- Bahasa Indonesia (aktif), menguasai Bahasa Daerah setempat (aktif), dan Bahasa Inggris (pasif)

SELANJUTNYA


Banda Aceh -
Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh mengembalikan berkas perkara terkait kasus dugaan mesum pejabat Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh kepada penyidik Satpol PP dan WH Banda Aceh.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Banda Aceh, Yudha Pratama Putra mengatakan pengembalian berkas perkara itu dilakukan karena masih adanya alat bukti yang kurang lengkap.

"Kasusnya masih proses penyidikan dan berkas belum lengkap, makanya dikembalikan ke penyidik sebab masih ada alat bukti yang kurang," katanya, Senin (16/8).

Dia menyebut, pihak kejaksaan meminta penyidik untuk melengkapi alat bukti dalam kasus yang menjerat pejabat Kemenag Aceh inisial TJ yang diduga berbuat mesum dengan pegawainya RH tersebut.

Sebelumnya, berkas perkara TJ yang ditangkap warga karena diduga mesum di kawasan di Lueng Bata, Banda Aceh telah dilimpahkan ke kejaksaan pada Juli lalu.

Plt Kasatpol PP-WH Kota Banda Aceh, Heru Triwijanarko yang masih menjabat saat itu (sebelum digantikan Ardiansyah pada 5 Agustus 2021) mengatakan, pejabat Kemenag Aceh TJ tersebut juga mendapat penangguhan penahanan.

Penangguhan penahanan diajukan keluarga melalui kuasa hukum ke penyidik.

Alasan keluarga, karena TJ yang menjabat Kasubbag Umum Kanwil Kemenag Aceh itu disebut adalah tulang punggung keluarga.

"Serta alasan lainnya, terganggunya psikologi anak yang belajar di salah satu pesantren," kata Heru Heru Triwijanarko, Jumat (23/7) lalu. [merdeka.com]


Lhokseumawe - Selebgram Aceh berinisial HK dan pemilik tempat usaha Wulan Kokula KS yang sebabkan kerumunan di Pasar Inpres, Kota Lhokseumawe resmi dijadikan tersangka atas kasus tindak pidana tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan, Jumat (23/7/2021).

"Penetapan itu dilakukan setelah penyidik memeriksa ke dua terduga pelaku dan delapan orang saksi, termasuk satu saksi ahli terkait kerumunan yang terjadi di Pasar Inpres, Lhokseumawe," sebut Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, M. Si yang dampingi Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, M. H dalam siaran persnya, Jumat malam (23/7).

Lebih lanjut Winardy menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, secara umum disimpulkan bahwa kerumunan masyarakat di toko grosir Wulan Kokula melanggar Kekarantinaan Kesehatan dengan mengabaikan protokol kesehatan (Prokes), sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 93 undang-undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 Jo pasal 55 KUHP.

"Sudah ditetapkan tersangkanya. Itu berdasarkan pemeriksaan baik terduga pelaku maupun saksi-saksi, termasuk satu ahli hukum pidana," sebut Winardy.

Selain itu, jelas Winardy lagi, toko grosir Wulan Kokula saat ini telah disegel dan dipasang police line oleh Personil Sat Pol PP dan WH Kota Lhokseumawe, serta Personil Polres Lhokseumawe. 

Penyegelan tersebut dilakukan berdasarkan Peraturan Walikota Lhokseumawe Nomor 44 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 dan Surat Edaran Walikota Lhokseumawe Nomor :100/266/2020, perihal Menutup/Pembatasan Sementara Tempat Keramaian.

"Kalau dilihat dari dua dasar hukum tersebut, secara jelas toko grosir Wulan Kokula telah melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang telah ditetapkan pemerintah setempat," terang Winardy.

"Penyegelan tersebut terhitung mulai tanggal 23 Juli 2021 sampai dengan batas waktu yang belum ditetapkan," imbuh Pamen tiga melati tersebut sembari mengakhiri keterangannya.

Uang Rp. 70 juta yang diduga sebagai hasil pemerasan oleh oknum aparat Krimsus Polda Sultra dan Syahbandar Konawe Utara

Kendari – Perilaku tidak terpuji seakan tidak lepas dari keseharian para oknum di tubuh institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kali ini, kasus pemalakan alias pemerasan atau dengan istilah lain yang lebih bersahabat ‘pungutan liar’ terjadi di lingkungan Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra). Tidak tanggung-tanggung, aksi pemerasan yang diduga dilakukan oleh oknum aparat Krimsus Polda Sultra berinisial RHM berhasil meraup uang tunai Rp. 70 juta.

Hal itu terungkap dari penuturan korban, yang tidak ingin namanya dimediakan, terkait pengalaman pahitnya mengurus Surat Ijin Berlayar (SIB) di Kantor Kesyahbandaran Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, ke Sekretariat Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Kamis, 15 Juli 2021. 

“Kami menjual cargo nikel di IUP salah satu perusahaan di Konawe Utara dengan dokumen yang sudah sesuai dengan aturan Pemerintah, lengkap. Setelah pengapalan tongkang, full pemuatan, kami minta dibuatkan Surat Ijin Berlayar ke pihak Syabandar. Kemudian, informasi dari pihak Syabandar bahwa harus koordinasi dengan pihak Polda Sultra di Kendari. Oleh pihak Syahbandar juga disampaikan bahwa kita harus menyetor 50 juta untuk oknum Polda, 20 juta untuk oknum Syabandar,” tutur narasumber melalui jaringan WhatsApp-nya yang diterima langsung oleh Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke.

Narasumber tersebut, kita samarkan saja namanya Budi, menambahkan bahwa keesokan harinya, yakni pada Kamis, 8 Juli 2021, pihaknya mendatangi Polda Sultra dan bertemu oknum Krimsus berinisial RHM sesuai arahan oknum Syahbandar berinisial SRD. “Kami ke kantor Polda di Kendari dan menanyakan hal ini, dan dibenarkan. Untuk menjaga agar kami tidak terkena pinalti demorid (demurrage atau biaya overstay – red) tongkang, kami harus memberikan sejumlah uang yang diminta agar Surat Ijin Berlayar bisa diterbitkan oleh pihak Syabandar setempat,” tambah Budi menjelaskan modus pemerasan oleh oknum Krimsus RHM bekerjasama dengan oknum Syahbandar SRD tersebut.

Sebagai barang bukti atas informasi yang disampaikannya, Budi menyertakan foto sejumlah uang, nominal 100 ribuan, yang sudah tersusun dalam tujuh ikatan masing-masing 10 juta rupiah per ikat. Uang 70 juta tersebut dibungkus plastik hitam, difoto sebelum diserahkan kepada oknum pemeras, RHM yang berdinas di unit Kriminal Khusus Polda Sultra.

Secara singkat, kronologi kejadian kasus pemerasan itu diawali dengan kegiatan loading (pemuatan barang) nikel ke atas kapal tongkang di sebuah pelabuhan bongkar-muat barang di Konawe Utara, pada Selasa, 6 Juli 2021. Loading selesai sekira pukul 22.00 wita.

Esoknya, Rabu, 7 Juli 2021, Budi menghubungi Kesyahbandaran Konawe Utara untuk meminta dibuatkan Surat Ijin Berlayar atau SIB. Pada posisi ini, modus pemerasan mulai dijalankan oleh oknum SRD dan RHM. Pihak Syahbandar menginformasikan kepada Budi sebagai pemohon SIB bahwa untuk mendapatkan dokumen SIB itu, pihak perusahaan harus menyetorkan sejumlah Rp. 50 juta untuk oknum Krimsus Polda Sultra dan Rp. 20 juta untuk oknum Syahbandar.

Akhirnya, pada Kamis, 8 Juli 2021, pihak Budi mendatangi Polda Sultra untuk menanyakan kebenaran informasi tersebut, dan ternyata dijawab benar demikian. Untuk menghindari kerugian yang lebih besar lagi akibat denda keterlambatan pemberangkatan pelayaran (demurrage) yang nilainya cukup besar, maka Budi terpaksa membayar sebesar yang diminta, yakni Rp. 70 juta.

Di bagian akhir pesan WA-nya, Budi menanyakan apakah dirinya tidak terancam karena telah menyampaikan informasi pemerasan oleh oknum-oknum tersebut? “Pak ijin, apakah ini aman buat saya? Kami takut bersuara karena rakyat biasa. Ketika dipojokkan, kami tidak bisa berbuat apa2 pak,” tulis Budi menyampaikan rasa khawatirnya karena sudah memberikan informasi ini ke PPWI Nasional.

Sementara itu oknum aparat krimsus Polda Sultra RHM dan oknum Syahbandar SRD yang dihubungi Via handphone seluler membantah tudingan adanya pemerasan yang dilakukannya dan mengatakan jika dirinya tidak mengenal korban yang disebutkan dalam pemberitaan disejumlah media online.

" Terimah kasih pak terkait dengan pemberitaan tidak benar dan sya tidak pernah ketemu dan sya tidak kenal sama seseorang sebagaimana di maksud dalam berita tersebut ", tulis oknum RHM dalam pesan singkat WhatAps.

Demikian juga jawaban dari oknum SRD yang tidak berbeda jauh dalam pesan WhatApsnya kepada redaksi, " Waalaikumsalam terkait pemberitaan yg dimaksud pak kami TDK tahu, Dan pemberitaan yg dimaksud itu TDK benar, Sedangkan orang yg dimaksud kami tidak kenal ",tulis SRD singkat. (Red/Rls)

Kasat Binmas Polres Lhokseumawe AKP Fadli menegur pedagang agar patuhi prokes dengan sopan seraya memberikan bantuan sembako dikawasan menjamurnya pedagang kaki lima Jalan Merdeka Kec. Banda Sakti, Kamis (15/7) malam. 
 ZN

Lhokseumawe : Untuk mendongkrak kesadaran masyarakat tanpa paksaan patuhi protokol kesehatan, petugas gabungan yang diKoordinir Polres Lhokseumawe menegur para pedagang di Kec. Banda Sakti seraya membagi bantuan sembako hingga menuai simpatik publik. 


Awalnya, pada Kamis (15/7),  sekira pukul. 22.30 Wib malam, kehadiran petugas gabungan yang terdiri Polres Lhokseumawe, Kodim 0103/Aceh Utara dan Satpol-PP Kota Lhokseumawe sempat membuat panik para pedagang yang menjamur di Lapangan Hirak Jalan Merdeka. 

Meski sebagian pedagang  tampak cuek dan apatis ketika melihat kedatangan petugas gabungan, mereka juga tetap  santai melayani pembeli seperti biasa. 

 Namun sebagian pedagang musiman lainnya yang menyajikan makanan dan minuman setempat justru  kalang kabut mematikan lampu dan segera berkemas barang untuk menutup tempat usahanya. 

Kenyataannya, para pedagang malah jadi salah tingkah ketika Kasat Binmas AKP Fadli menghampiri sambil mengucapkan salam dengan nada bicara yang sopan. 

Rasa panik dan ketakutan para pedagang pun seketika hilang karena tidak menyangka petugas yang datang tidak memasang wajah garang dan tanpa arogansi. 

Karena suasana sudah mencair, Fadli pun dengan leluasa mendekati dan berdialog dengan puluhan pedagang setempat hanya untuk menyampaikan tentang betapa pentingnya mematuhi protokol kesehatan. 
Karena bertujuan untuk mengakhiri masa pandemi Covid -19 yang telah menelan banyak korban dan perlu mencegahnya dengan mengikuti vaksinasi. 

Fadli juga mengaku ikut merasa prihatin dan sedih dengan nasib pedagang yang banyak kehilangan omset selama pandemi. 

Kemudian Fadli menyerahkan bantuan sembako untuk puluhan pedagang seraya meminta kesadaran dan kerjasamanya agar ikut bantu pemerintah mengakhiri pandemi. 

“Kami ikut sedih dengan pedagang yang pendapatannya menurun selama pandemi. Tolong diterima, ini ada titipan sembako dari Pak Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto dan Pak Dandim. Kami mohon pak dan ibu bersedia bantu pemerintah mengakhiri pandemi,” ujarnya 
Sambil menyerahkan bantuan sembako. 

Aksi pendekatan yang dilakukan Fadli secara persuasif membuat kawasan pedagang kaki lima setempat diwarnai nuansa humanis dan harmonis. 

Bahkan aksi yang menuai simpatik ini membuat para pedagang luluh dan antrian menunggu giliran mendengar nasehat prokes  plus terima bantuan sembako. 
Petugas gabungan membagikan puluhan sembako kepada para pedagang di Jalan Merdeka Kec. Banda Sakti dan meminta pedagang ikut bantu pemerintah Kota Lhokseumawe mengakhiri pandemi. ZN


Salah seorang pedagang Ira Rustina mengatakan pihaknya tidak menyangka kalau kali ini petugas gabungan tampil beda dari biasanya yang sering garang dan galak. 

Tapi sebaliknya, petugas menegur pedagang dengan cara sopan dan tidak melakukan pemaksaan atau tindakan arogansi. 

“Kali ini kok beda, cara petugas sangat menyentuh hati dan tidak membuat pedagang ketakutan. Kita sudah dewasa, rasanya malu sekali kalau setiap hari ditegur dengan cara baik,” tuturnya. 

Agustina mengaku selama penerapan PPKM pendapatannya menurun drastis hingga 50 persen. 

Meski omset usahanya menurun, namun tetap saja harus mematuhi penerapan PPKM demi mengakhiri masa pandemi. (ZN)


STATUSACEH -  Presiden Joko Widodo menerjunkan aparat Badan Intelijen Negara (BIN) untuk melakukan vaksinasi covid-19 dari rumah ke rumah (door to door). Program itu dilakukan di 14 provinsi episentrum covid-19. 

Vaksinasi door to door dilakukan terhadap 19 ribu orang yang tersebar di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua. 

 Di Jakarta, vaksinasi ini dipimpin oleh Deputi I BIN Mayjen TNI Agus Yusni. Ia melaporkan kondisi penyelenggaraan vaksinasi langsung kepada Jokowi. 

"Saya bersama Ketua RT 06 RW 07 Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo saat ini sedang mengikuti tenaga kesehatan Medical Inteligence BIN mendatangi perumahan masyarakat satu per satu untuk mendeteksi masyarakat yang punya keinginan vaksinasi," kata Agus saat melapor ke Jokowi via telekonferensi video, disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (14/7). 

Agus menyampaikan sudah ada 40 orang warga yang disuntik vaksin Covid-19 pagi ini. Dia menyebut peminat vaksinasi di daerah itu tinggi, tapi banyak yang tak lolos pemeriksaan kesehatan karena memiliki komorbid. 

Kata dia, BIN tak hanya menyuntik vaksin dalam kegiatan tersebut. BIN juga memeriksa kesehatan masyarakat dan menyalurkan bantuan beras bagi warga yang membutuhkan. Jokowi mengapresiasi langkah BIN melakukan Vaksinasi door to door. 

Ia menilai kebijakan itu dapat mempercepat vaksinasi massal. "Door to door bagus, kita mendatangi yang mau vaksin segera disuntik, program dari rumah ke rumah bagus sekali. Terima kasih," ujar Jokowi. 

Selain vaksinasi dari rumah ke rumah, BIN juga menangani vaksinasi untuk siswa. Vaksinasi itu diperuntukkan bagi 15 ribu orang pelajar SMP dan 15 ribu orang pelajar SMA. Pemerintah awalnya menargetkan 181,5 juta orang sebagai sasaran vaksinasi covid-19. Belakangan, target itu diperluas menjadi 208,2 juta orang karena Pemerintah berencana menuntaskan vaksinasi covid-19 akhir tahun ini. Hingga saat ini, 37 juta orang telah menerima vaksin dosis pertama. Sebanyak 15,3 juta di antaranya telah menerima dua dosis vaksin covid-19.| CNN Indonesia

Foto: Ilustrasi

Pidie -  Empat pendulang emas tradisional di Geumpang, Pidie, Aceh tewas tertimbun longsor. Jenazah keempat korban dibawa turun ke desa dengan digotong ramai-ramai.

"Keempat korban saat kejadian sedang mengindang emas di pinggir sungai. Di sana ada tebing sungai tinggi, jadi mereka mengeruk tebing," kata Camat Mane, Bukhari, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (12/7/2021).

Korban tewas adalah Fauzi Puteh (40), Martunis (28), Alfian (20) dan Hasbi (40). Keempatnya merupakan warga Kecamatan Mane.

Bukhari mengatakan, keempat korban turun ke lokasi setelah mendapat informasi dari seorang warga bahwa di bawah tebing terdapat banyak emas. Ketika mereka turun, hujan deras sedang mengguyur.

"Sehingga tebing setinggi 5 meter yang dikeruk itu longsor. Mereka tertimbun," jelas Bukhari.
 
Insiden itu terjadi pada Sabtu (10/7). Lokasi keempatnya mendulang emas tersebut terletak di tengah hutan yang berjarak sekitar 25 kilometer dari perkampungan Desa Bangkeh, Kecamatan Geumpang.

Usai kejadian, warga lain yang ikut mendulang emas turun ke perkampungan untuk mengabari masyarakat. Evakuasi keempat korban berhasil dilakukan pada Minggu (11/7) kemarin.

"Kemudian masyarakat ramai-ramai pergi ke lokasi untuk menjemput jenazah korban. Proses ini semua berlangsung di tengah hujan yang tidak berhenti," ujar Bukhari.

"Proses pemulangan jenazah korban berlangsung lama karena harus digotong ramai-ramai," lanjutnya. | Detik.com


LHOKSEUMAWE -
Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH bersama Dandim 0103/Aut, Letkol Arm Oke Kistiyanto SAP meninjau lokasi pelaksanaan vaksinasi di PT PIM, Krueng Geukueh, Dewantara, Aceh Utara, Jumat (9/7/2021) pagi.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH melalui Kasubag Humas Salman Alfarisi SH MH mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka memonitoring lokasi vaksinasi yang ada di wilayah hukum Polres Lhokseumawe.

"Vaksinasi ini dilaksakan di gedung pertemuan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Desa Tambon Tunong, Dewantara, Aceh Utara yang merupakan wilayah hukum Polres Lhokseumawe, monitoring tersebut dalam rangka melihat langsung perkembangan vaksin di daerah itu," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, kata Salman, Kapolres Lhokseumawe dan juga Dandim 0103/Aut menyampaikan apresiasi kepada vaksinator yang sedang bertugas. Selain itu, pria nomor satu di jajaran Polres Lhokseumawe dimaksud juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah bersedia ikut program vaksin gratis.

Turut hadir pada monitoring ini, yaitu Danden Kesyah IM 04.01 Ckm Iwan Gunawan, SH, Kapolsek Dewantara AKP Nurmansyah, SAP, Danramil Dewantara Kapten Chb Edi Wijaya dan Kabag humas PT. PIM, Anidar.

,

Lhokseumawe – Kreativitas Prajurit TNI Korem 011/Lilawangsa di tengah pandemi covid-19 yang belum usai, patut diacungi jempol karena terus tetap produktif, kreatif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Setelah sukses menyulap rawa yang terbengkalai menjadi areal pemancingan dengan visi ecowisata, Korem 011/lilawangsa mengadakan lomba memancing Lilawangsa Produktif, di Kolam Pancing Asrama Korem 011/Lilawangsa, Jln. Tgk Wahab Dahlawi, Asrama Cunda Lhokseumawe, Sabtu (03/07/2021).

Namun demikian, pada kegiatan lomba memancing para peserta yang hadir tetap diwajibkan menjaga jarak, mengenakan masker dan mengikuti sejumlah protokol kesehatan.

Sebelum acara dibuka, Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Sumirating Baskoro melakukan peresmian Kolam Pancing Ecowisata sekaligus tanda dimulainya lomba memancing.

Danrem menyebutkan, memancing adalah salah satu kegiatan yang bisa melepaskan stres di tengah pandemi dan juga relatif aman dari pandemi Covid-19 dimana para pemancing satu sama lain pasti berjarak dan dilakukan di area terbuka, terkena sinar mata hari serta tetap mengikuti protokol kesehatan, yakni mencuci tangan yang telah disediakan serta wajib bermasker.

Selain itu Danrem menyebutkan, kedepan kolam memancing ini menjadi lokasi ecowisata, dikelilingi pepohonan buah,  budidaya peternakan kambing, serta black soldiers Fly atau lalat hitam penghasil larva (maggot) sebagai pakan alternatif untuk ikan.

Pada lomba memancing Lilawangsa Produktif menghasilkan 6 orang pemenang dengan katagori ikan terbesar (Berat Kg) ini dimulai dari pukul 14.30 WIB dan berakhir pada pukul 18.00 WIB.

Adapun juara I diraih Sdr. Jol PM TOH (2.25 kg) dari Takengon dengan Hadiah 1 Honda vario 125, kemudian juara Kedua oleh Ny Yovanda Baskoro (1.67kg) dari Korem 011/LW dengan hadiah 1 Honda Beat 110 dan juara Ketiga oleh Apeng Bandung (1.35 Kg) dari Bener Meriah dengan hadiah Uang Rp. 3 jt.

Sedangkan juara Keempat diraih oleh Nasrul Rozi (1.25 kg) dari Kota Lhokseumawe dengan hadiah Uang Rp. 2 jt, sedangkan juara Kelima oleh Firdaus (0.97 Kg) dari Bener Meriah dengan hadiah uang Rp. 1.25 jt dan juara Keenam oleh Anton (0.8 Ons) dari PAG dengan hadiah Rp 750 Ribu.

Lomba memancing selain diikuti perwakilan berbagai wilayah turut dimeriahkan sebagai peserta antara lain, Kasrem 011/LW Letkol Czi M. Ridha Has, Kapolresta Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH, Kodim 0103/Aceh Utara Letkol Arm Oke Kistiyanro S.A.P, Kajari Lhokseumawe, Dr Mukhlis SH MH, Sekda Kota Lhokseumawe T. Adnan, SE.


Berikut adalah Formasi CPNS Aceh 2021 Tenaga Teknis bagi lulusan D3 atau Diploma-III.

Beberapa daerah di Aceh berikut ini yang sudah jauh-jauh hari mengeluarkan bocoran terkait formasi CPNS dan PPPK 2021 di lingkungannya.

Bocoran itu disampaikan lewat surat Keputusan Menteri PANRB Republik Indonesia tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara Tahun Anggaran 2021.

Beberapa daerah itu yakni Pemko Banda Aceh, Pemko Langsa, Pemkab Aceh Tamiang, Pemkab Aceh Jaya, Pemkab Aceh Selatan, Pemkab Aceh Singkil, Pemkab Gayo Lues, Pemkab Aceh Tenggara, dan Pemkab Pidie Jaya.

Dari ratusan formasi yang dibuka di masing-masing daerah Aceh tersebut, ada beberapa posisi atau jabatan Tenaga Teknis yang dibuka bagi lulusan D3 dari berbagai bidang.

Berikut adalah rincian lengkapnya sebagaimana telah dirangkum Serambinews.com.

SELANJUTNYA>>>


Bener Meriah -
Seorang pria di Bener Meriah, Aceh, SM (28) ditangkap polisi setelah memamerkan burung rangkong di media sosial. SM diduga memburu satwa dilindungi itu dengan senapan angin.

"Pelaku mengunggah foto dirinya bersama burung rangkong hasil buruannya yang telah mati ke akun media sosial miliknya," kata Kasat Reskrim Polres Bener Meriah Iptu Bustani, kepada wartawan, Kamis (1/7/2021).

Usai foto itu tersebar, polisi melakukan penyelidikan dan menciduk SM di Bener Meriah, Selasa (29/6). Dalam pemeriksaan, SM mengaku memburu satwa dilindungi tersebut bersama dua rekannya.

Perburuan dilakukan di kawasan Kala Bugak, Kecamatan Mesidah, Bener Meriah. Ketiga orang tersebut diduga menembak rangkong hingga mati dengan senapan angin.

"Dia mengaku memburu rangkong itu selama tiga hari," jelas Bustani.

Dalam penangkapan, kata Bustani, polisi menyita barang bukti berupa senapan angin, parah dan paruh rangkong yang telah diawetkan.

SM dijerat Pasal 40 ayat 2 Juncto Pasal 21 ayat 2 huruf a, b dan c UU RI No 5 tahun 1990 tentang KSDAE (Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem). Dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. | Detik.com

 


Lhokseumawe -
Sebanyak 694 calon mahasiswa mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk jalur Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (SMMPTN-Barat) di Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, Senin (28/6/2021).

Pelaksanaan ujian jalur mandiri ini dipantau langsung oleh Rektor Universitas Malikussaleh Dr Herman Fithra Asen Eng didampingi Pembantu Rektor Bidang Akademik sekaligus Ketua Pelaksana SMMPTN Wilayah Barat 2021 Unimal, Jullimursyida PhD, Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Sistem Informasi, Dr Teuku Nazaruddin, dan Kepala UPT Kehumasan dan Hubungan Eksternal, Teuku Kemal Fasya.

Ketua Pelaksana SMMPTN Wilayah Barat 2021 Unimal, Jullimursyida  mengatakan, ujian SMM PTN-barat di Unimal dilaksanakan selama tiga hari yang dimulai hari ini 28 Juni hingga 30 Juni 2021. Peserta yang mengikuti ujian tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19 dengan menyiagakan tim gugus tugas Covid-19 Unimal di lokasi ujian.

" Unimal pada tahun ini menerima 640 calon mahasiswa melalui jalur SMMPTN, dan yang mendaftar ada 1.394," katanya.

Juli menyebutkan, untuk pelaksanaan ujian di Unimal sendiri disediakan tujuh ruang laboratorium komputer yaitu di Fakultas Teknik ada enam dan satu lagi di Pusat Komputer. Semua dilaksanakan di Kampus Kompleks Bukit Indah, Blang Pulo, Lhokseumawe.

Jumlah calon mahasiswa yang memilih Unimal tahun ini melalui jalur SMMPTN ada 1394, yakni yang memilih Unimal pilihan satu ada 635, dan pilihan dua ada 759.

“Dalam satu hari ada 2 sesi ujian yang dilaksanakan dengan jumlah ada sekitar 694 peserta yang mengikuti ujian di Unimal tahun ini , dan diharapkan kepada calon mahasiswa bisa hadir satu jam sebelum ujian dilaksanakan,”imbuhnya.

Sementara Kepala UPT Kehumasan dan Hubungan Eksternal, Teuku Kemal Fasya menyebutkan, Seleksi Mandiri ini sendiri baru pertama memakai sistem Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) atau Computer Assisted Test (CAT), setelah sebelumnya selalu dilaksanakan dengan model paper-based.

“Tentu ada tantangannya juga, karena sistem ini mengadopsi sistem UTBK-SBMPTN yang telah dilakukan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Semoga bisa berhasil dan menjadi role model,” tutupnya..


 JAKARTA - Ekonom senior Rizal Ramli menyentil rektor Universitas Indonesia yang belum ini memanggil BEM UI gara-gara mengkritik Presiden Jokowi. Menurut Rizal tindakan rektor itu mencerminkan tidak sterilnya kampus atau dunia akademika dari intervensi kekuasaan yang baginya sudah dimulai sejak pemilihan rektor.

"Iniliah salah satu biang masalah intervensi kekuasaan ke dunia akademik dan kampus. Dulu dan negara2 demokratis, Rektor dipilih Senat Guru Besar. Presiden bobot akademik pas2an eh pilih," cuit Rizal Ramli melalui akun Twitter @RamliRizal, Senin (28/6/2021).

Rizal pun mengunggah sebuah artikel perihal pernyataan mendagri bahwa tidak lagi dipilih dikti melainkan oleh presiden. Setelah mendapat cukup banyak komentar, Rizal mencuit soal rangkap jabatan rektor UI.

"Baru tahu ada aturan Rektor tidak boleh menjadi pejabat di BUMN atau lembaga lain/swasta. Hei Rektor UI mundur dari Rektor atau Komisaris BRI. Itu ada Kepres yang melarang," cuit Rizal Ramli lagi.

Sebagaimana diketahui sebelumnya sejumlah mahasiswa di BEM UI dan sejumlah universitas lainnya mengkritisi kebijakan pemerintah mengenai berbagai hal, diantaranya yakni: pelemahan KPK, Omnibuslaw, Revisi UU ITE, dan kekerasan aparat terhadap aksi unjuk rasa mahasiswa, bagi-bagi jabatan di perusahaan BUMN.


STATUSACEH - 
Aksi penipuan melalui aplikasi ilegal yang di klaim dapat menghasilkan uang kembali terjadi di Indonesia.

Melalui aplikasi yang dikenal dengan nama WPP Berbagi, komplotan penipu baru-baru ini telah menggelapkan uang belasan ribu membernya yang ditaksir bernilai milyaran rupiah.

Modus penipuan yang dilakukan oleh WPP Berbagi kepada membernya yakni dengan menawarkan paket investasi bodong yang berlaku selama satu tahun, yakni terdiri dari VIP 1 Karyawan Penuh senilai Rp600 ribu, VIP 2 Pengawas Rp1,2 Juta, VIP 3 Pengelola Rp3 juta, VIP 4 Direktur Rp9 juta, VIP 5 Bos Rp18 juta, VIP 6 CEO Rp50 juta dan VIP 7 Ketua Dewan Rp120 juta.

Atas investasi tersebut, setiap member WPP Berbagi yang berinvestasi dijanjikan sejumlah uang setiap harinya dengan nominal sesuai paket yang diikutinya.

Untuk mendapatkan keuntungan investasi perhari, setiap member diwajibkan mengerjakan tugas dengan cara mengklik like dan subscribe di YouTube serta media sosial Instagram, Facebook dan TikTok yang diakses melalui aplikasi WPP Berbagi.

Namun, secara tiba-tiba WPP Berbagi tidak bisa diakses oleh membernya pada Kamis, 24 Juni 2021 malam.

Salah seorang korban, Yudi menyebut, bahwa ia mengalami kerugian sebesar Rp9 juta melalui investasi bodong di WPP Berbagi.

"Saya mengikuti paket VIP 4 Direktur di WPP Berbagi, dan saat ini uang saya tidak kembali," ujarnya di Pontianak, Jumat 25 Juni 2021.

Menurutnya, paket investasi tersebut diikuti sekitar dua minggu lalu. WPP Berbagi menjanjikan uang hasil investasi itu dapat ditarik pada Kamis 17 Juni 2021 lalu dan ternyata tak bisa ditarik.

"Kemudian WPP Berbagi mengundur waktu penarikan dan menjanjikan bisa ditarik pada Kamis 24 Juni 2021. Ternyata uang saya juga gak bisa ditarik, dan saat ini aplikasinya sudah tidak bisa dibuka lagi," ujar pria yang akrab disapa Adi ini.

Sementara, korban lainnya Hamdani mengalami kerugian Rp36 juta karena menjadi member di aplikasi WPP Berbagi.

"Saya main dua akun, yakni paket VIP 5 Bos dengan nilai paket Rp18 juta setiap akun, " ujarnya.

Hamdani menyebut, bahwa untuk menjadi member di WPP Berbagi, ia rela menggadaikan barang berharga miliknya.

"Sampai gadai emas, karena tergiur dengan besarnya keuntungan yang dijanjikan. Tapi nyatanya malah ketipu," ujarnya.

Ia pun berencana bersama para korban investasi di WPP Berbagi akan melaporkan komplotan penipu yang menggelapkan dananya tersebut.

Berdasarkan pantauan, hingga saat ini para member korban aplikasi WPP Berbagi sudah membuat grup di Telegram dan WhatsApp untuk mengumpulkan bukti-bukti dan menghitung total kerugian yang dialami mereka, guna dilaporkan kepihak kepolisian.[https://wartapontianak.pikiran-rakyat.com]


BIREUEN -  SMPIT Azkiya Bireuen menggelar Tasyakur Bintang Al Qur’an angkatan ke XII. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Setdakab Bireuen, Sabtu 26 Juni 2021 yang turut dihadiri oleh Pengurus Yayasan Ar Risalah Aceh, Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Bireuen, dan orang tua siswa.

Kepala Sekolah SMPIT Azkiya Bireuen, Ratna Chairani Ulfa, dalam kata sambutannya menyebutkan jumlah siswa-siswi yang mengikuti Tasyakur Bintang Al Qur’an dengan tema “Menggapai Masa Depan Gemilang” sebanyak 92 siswa terdiri dari 51 siswa perempuan dan 41 siswa laki-laki.

“Alhamdulillah, ditengah pandemi yang membatasi ruang gerak, kita mampu melaksanakan tasyakur Al qur’an angkatan yang ke XII. Dan hari ini jumlah anak yang akan diwisuda melebihi dari jumlah tahun-tahun sebelumnya yakni sebanyak 92 siswa-siswi,” sebutnya.

Lebih lanjut, salah satu Kepala Sekolah SMP yang lulus dalam Program Sekolah Penggerak yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan RI ini merincikan, sebanyak 32 siswa yang mampu menghafal 1 juz dalam tempo 6 bulan, 33 siswa 2 juz, 18 siswa 3 juz, 4 siswa 4 juz.

“Sebanyak 2 siswa mampu menghafal 5 juz, 1 siswa 6 juz, 1 siswa 7 juz, dan 1 orang siswa 10 juz. Dan alhamdulillah prestasi anak-anak kita calon pejuang bangsa yang islami ini tak lepas dari kerjasama para guru di sekolah dengan para orang tua semua,” sambungnya.

Sementara ini, Pembina Yayasan Ar Risalah Aceh, Ustad Syafie M Isa, dalam kata sambutannya mengatakan sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh para siswa-siswi di SMPIT Azkiya Bireuen dan mengucapkan terimakasih kepada para guru.

“Yayasan Ar Risalah Aceh sebagai yayasan yang menaungi SMPIT Azkiya Bireuen berharap pada wisuda tahun depan akan ada siswa yang mampu menghafal 30 juz. Insya Allah, nantinya yayasan akan memberikan satu tiket umroh bagi yang mampu menghafal 30 juz,” sambungnya.

Menurut Ustad Syafie M Isa, SMPIT Azkiya Bireuen para siswanya tidak hanya didampingi untuk hafalan Al qur’an, tapi juga diajarkan kemampuan leadership, manajerial dan mampu beradaptasi dengan kondisi yang kekinian yang semakin maju.

“Tahun depan, Insya Allah kita di Yayasan Ar Risalah Aceh akan mengupayakan menerima siswa untuk tingkat SMA meskipun kita masih sangat terbatas dari sisi fasilitas, namun dengan keterbatasan ini kita tetap berupaya melahirkan generasi-generasi yang qur’ani,” pungkasnya.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Bireuen, Zamzami dalam pembukaannya mengucapkan selamat dan sukses kepada siswa-siswa yang mengikuti tasyakur bintang Al qur’an angkatan ke XII tahun 2020 – 2021 di SMPIT Azkiya Bireuen.

Menurutnya, apa yang telah diraih oleh siswa-siswa ini tak lepas dari kerjasama semua pihak, guru dan para orang tua  siswa terutama. “Di sekolah siswa-siswa setor hafalannya kepada guru, sementara di rumah orang tua-lah yang mendengar ulangan hafalan siswa,” katanya.

Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa di Bireuen sudah mulai diterapkan kebijakan agar ada upaya-upaya untuk melahirkan para hafizh, paling minimal satu semester para siswa mampu menghafal 1 juz Al qur’an.

“Saat ini kita telah berupaya mendorong pemerintah agar memperhatikan honor guru hafizh, dan ini menjadi hal yang penting karena melalui guru-guru hafizh inilah akan lahir generasi-generasi yang mampu menghafal Al qur’an,” pungkasnya.

Sebagai informasi, tasyakur bintang Al qur’an ini diiringi dengan paduan suara dari Gema Azkiya Voice, pembaca surah dan doa oleh siswa. Disamping itu, penyelenggaraan kegiatan ini tetap mematuhi protokol kesehatan dimana setiap peserta dan para undangan diwajibkan menggunakan masker.


Banda Aceh -
Gubernur Aceh Nova Iriansyah masih dinyatakan positif Corona meski sudah menjalani isolasi mandiri selama 21 hari. Kondisi Gubernur Aceh Positif Corona diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan swab keempat.

"Tanggal 21 Juni, tim medis kembali melakukan uji swab (terhadap pak gubernur) dan hasilnya masih tetap positif COVID-19," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani kepada wartawan, Kamis (24/6/2021).

Dia menjelaskan, Nova diketahui terpapar Corona setelah melakukan pemeriksaan swab, Senin (31/5) lalu. Tim dokter meminta politikus Partai Demokrat itu melakukan isolasi mandiri untuk mencegah penularan.

Empat hari berselang, Nova menjalani tes swab kedua. Hasilnya, dia masih dinyatakan positif COVID sehingga melanjutkan isolasi mandiri. Tes swab ketiga dilakukan, Senin (14/6) dengan hasil yang sama.

"Kondisi positif berlanjut bagi pasien Covid-19 bukanlah fenomena baru. Ada banyak evidence-nya di dalam dan luar negeri," ujar Saifullah.

Sementara itu, dokter yang menangani Nova, dr. T. Zulfikar mengatakan, kondisi Nova ketika pertama kali diketahui positif Covid-19 tidak menunjukkan gejala. Dua hari berselang, Nova disebut memiliki gejala ringan seperti batuk, pegal-pegal dan hilang penciuman.

"Jadi kriteria pertama yang kita anggap sebagai tanpa gejala, kemudian dari tim medis kita menyampaikan bahwa ini dengan gejala ringan," jelas Zulfikar

Setelah beberapa menjalani isolasi mandiri, kata Zulfikar, gejala yang dialami Nova mulai hilang. Kondisi Nova disebut sudah membaik meski masih positif COVID.

"Sekarang Alhamdulillah gejala batuk ringan sudah tidak ada lagi dan penciuman juga sudah normal," sebutnya.

Tim dokter disebut meminta Nova kembali melanjutkan Isolasi mandiri hingga negatif COVID. Hal itu dilakukan sesuai protokol kesehatan COVID-19 yang berlaku, baik secara global maupun di Indonesia. | Detik.com


LHOKSUKON
- Polres Aceh Utara menyerahkan ratusan paket bantuan sosial (bansos) ke kesejumlah warga kurang mampu yang tersebar di 15 Kecamatan dalam wilayah hukum Polres setempat. Kamis (26/6/2021).

Penyaluran bantuan itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-75 yang jatuh pada 1 Juli mendatang.

Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto, S.I.K melalui Kasubbag Humas Iptu Sudiya Karya menyampaikan ada sebanyak 200 paket bansos berisi sembako yang disalurkan.

"Ini merupakan bentuk kepudilian institusi Polri khususnya Polres Aceh Utara kepada masyarakat kurang mampu yang terdampak Covid-19," ujar Iptu Sudiya.

Sudiya berharap semangat Hari Bhayangkara juga dapat dirasakan warga yang sedang berupaya melawan Covid-19.

"Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan tetap semangat menjaga protokol kesehatan," kata Iptu Sudiya.[Rill]


BANDA ACEH
- Terkait proses penyelidikan yang tengah dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Aceh, Dewan Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Adil Makmur (DPW-PRIMA) Aceh dalam hal ini menilai belum ada keterbukaan tentang penyelidikan tersebut.
 
DPW-PRIMA Aceh memandang persoalan ini sangat penting untuk publik, khususnya masyarakat Aceh yang sedang menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan KPK. Masyarakat menanamkan harapan besar terhadap lembaga anti korupsi tersebut.
 
"Kami meminta KPK tutup ruang negosiasi dengan sejumlah pejabat Aceh tersebut, selama ini penyelidikan KPK di Aceh tidak terbuka, terkesan tersembunyi. Padahal penyelidikan yang sedang dilakukan terbuka di ruang publik," kata Sekretaris DPW- PRIMA Aceh, Fakhrurrazi dalam keterangannya, Rabu (23/6).
 
Kata Fakhrurrazi, DPW-PRIMA Aceh memandang Gubernur Aceh perlu melakukan jumpa pers untuk memberikan keterangan terkait dengan sejumlah pemeriksaan yang sedang dilakukan KPK terhadap bawahannya.
 
"Karena diamnya Gubernur Aceh, maka semakin liarnya pemberitaan pada tingkat media sosial tentang kesehatan Gubernur Aceh juga penyelidikan yang sedang dilakukan KPK kepada sejumlah bawahannya," tandasnya.
 
Menurutnya, Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA telah mengabarkan kondisi Gubernur Aceh terkena Covid-19. Namun, dengan tidak adanya Dokter yang mendampingi saat mempublikasi masyarakat telah menafsirkan dengan cara masing-masing dan ini tidak dapat dihindari.
 
"Untuk itu DPW-PRIMA Aceh meminta kepada Humas Pemerintah Aceh melakukan langkah yang sesuai dengan aturan protokol kesehatan ketika atau dalam melakukan penjelasan jumpa pers dalam memberikan informasi kepada masyarakat," terangnya.
 
Sambungnya, DPW-PRIMA Aceh melihat jika Gubernur Aceh membutuhkan Isolasi yang panjang. Maka, sangatlah penting Pemerintah Aceh menunjuk Plh agar fungsi Pemerintahan berjalan secara lebih baik. Mengingat sampai saat ini Aceh belum memiliki Wakil Gubernur Aceh.
 
Selain itu, terkait dengan pengunduran diri Bustami Hamzah dari Kepala BPKA. Hal ini perlu penjelasan yang lebih detail dari pemerintah aceh, karena ia juga menjabat komisaris Utama Bank Aceh Syariah. Mengingat ini sangat sensitif terhadap kepercayaan publik kepada lembaga perbankan yang dimiliki Pemerintah Aceh. Sebagai badan usaha milik daerah (BUMD).
 
"Berhentikan Bustami Hamzah, dari Komisaris Utama Bank Aceh Syariah. Karena mengingat Ia sedang dalam pemeriksaan KPK. Maka, dikhawatirkan ini akan berimbas pada Bank Aceh Syariah. Oleh karena itu kepercayaan dari Rakyat Aceh sangatlah penting. Kami rasa Bustami Hamzah, layak diganti," tandasnya.
 
Fakhrurrazi menambahkan, KPK harus menghargai Rakyat Aceh, jangan sampai Rakyat Aceh kecewa terhadap lembaga Negara tersebut. Kasus tindakan korupsi yang sedang marak di aceh menjadi peluang bagi lembaga KPK memperbaiki diri, di tengah diterpa isu-isu negatif terhadap lembaga negara tersebut. Maka harus ada penjelasan yang jelas serta tutup ruang negosiasi.
 
"DPW-PRIMA ACEH juga dalam hal ini, siap memboyong sejumlah penyidik KPK ke lapangan demi meninjau proyek yang dibangun melalui dana Otsus, seperti Proyek mangkrak, penyediaan alat kesehatan yang tidak bermutu, pelayanan kesehatan kurang baik, anggaran pendidikan yang ugal-ugalan, pemotongan sejumlah uang anak yatim-piatu, fakir, bantuan sosial yang tidak tepat sasaran," cetusnya.
 
Fakhrurrazi menerangkan, APBA Sejak 2008 sudah hampir Rp. 200 Triliun masuk ke Aceh pasca damai dari konflik GAM dan RI. Lalu kenapa Provinsi Aceh masih menjadi peringkat termiskin di Sumatera.
 
"Bahwa benar KPK sedang bekerja di Aceh, melakukan penyelidikan terhadap Sejumlah pejabat dilingkungan Pemerintah Aceh. Apa yang bisa kita harapkan dari KPK, kalau tidak bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik di Aceh. Saya pikir seluruh masyarakat akan hilang kepercayaan," tegasnya.
 
"Aceh kembali pada keadaan yang sangat memprihatinkan. Diskon 30% saya harap tidak berlaku untuk KPK kali ini. Walau pun ada beberapa kontraproduktif yang sedang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu," sambungnya.
 
DPW-PRIMA Aceh percaya bahwa KPK tetap komitmen dalam memberantas Korupsi serta bekerja secara profesional. Untuk itu dalam proses penyelidikan di Aceh, maka akan dapat menyelamat Aceh dari kasus-kasus selama ini yang belum terbongkar, termasuk skandal Rp.500 miliar untuk pemilu 2024 harus ditelusuri oleh KPK.
 
"Kami rasa KPK harus serius dalam melakukan penyelidikan terhadap sejumlah skandal kasus besar di Aceh, bukan hanya seremonial belaka. Atau hanya untuk mengembalikan nama baik Gubernur Aceh saja,”. pungkas Sekretaris DPW-PRIMA Aceh, Fakhrurrazi. [Rill]


SIMALUNGUN -
Pelaku penembakan terhadap wartawan media online, Mara Salem Harahap alias Marsal di Simalungun, Sumatera Utara akhirnya tertangkap. Tiga orang dibekuk polisi dan digelandang ke Mapolres Pematangsiantar.

Kapolda Sumatera Utara , Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak didampingi Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hassanudin memaparkan pengungkapan kasus penembakan ini di Mapolres Simalungun, Kamis (24/6/2021).

Panca menjelaskan, pada kasus penembakan Marsal penyidik mengungkap 3 orang diduga pelaku yang terdiri YFP (31) warga Pematangsiantar, A oknum TNI selaku eksekutor penembakan dan pengusaha berinisial S (57) warga Pematangsiantar.

"Motif penembakan korban, karena tersangka S sakit hati lantaran korban memberitakan peredaran narkoba di tempat hiburan malam miliknya. Sehingga tersangka menyuruh orang untuk memberikan pelajaran kepada korban," ujar Panca.

Namun ternyata tembakan di tubuh korban mengenai paha kiri bagian atas dan mengenai pembuluh arteri. Akibatnya menimbulkan pendarahan hebat dan menyebabkan korban kehabisan darah hingga meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Panca menambahkan korban diduga memberitakan tempat usaha tersangka S karena tidak dipenuhi permintaannya berupa jatah sebesar Rp12 juta per bulan atau 2 butir pil ekstasi per hari. Ekstasi tersebut harganya diperkirakan Rp200 ribu per butir. Sehingga jika dikali 30 bernilai Rp12 juta. | Sindonews


Banda Aceh -
Polisi wanita (Polwan) asal Banda Aceh Briptu Selly Gabriella yang fasih berbahasa Inggris dan Prancis mendapatkan penugasan sebagai pasukan perdamaian PBB di Afrika Tengah.

“Polwan ini bertugas di fungsi Satuan Lalu Lintas sejak pangkat Bripda. Kini Briptu Selly akan menjalani penugasan sebagai pasukan perdamaian PBB di Afrika Tengah jelang hari Bhayangkara ke-75. Ia bergabung dalam Satgas FPU MINUSCA Polri,” kata Kapolresta Banda Aceh Komisaris Besar Polisi Joko Krisdiyanto, di Banda Aceh, Rabu, 23 Juni 2021.

Briptu Selly merupakan Polwan Polresta Banda Aceh, Polda Aceh. Ia lahir di Banda Aceh pada 1 Juni 1993, anak dari pasangan Zulfikar Nahdy dan Radhiah.

Sebelum menjalani tugas sebagai Polwan, Selly pernah menjadi korban pada saat gempa bumi dan gelombang tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 silam.

Briptu Selly Gabriella merupakan lulusan Pusat Pendidikan Lido, SPN Polda Metro Jaya angkatan 43 tahun 2014 silam dan bertugas di Polresta Banda Aceh sejak tahun 2015.

Kombes Pol Joko menyampaikan, Briptu Selly akan bergabung bersama rekan dari Polda lainnya dalam mengamankan fasilitas vital milik PBB yang dipergunakan, melindungi para pengungsi di IDPs' camp atau kamp-kamp pengungsi, serta mengamankan proses distribusi bantuan kemanusiaan.

Menurut Kapolresta, selama menjadi polisi wanita, Briptu Selly memiliki predikat yang baik, pernah mengikuti diving di Manado dalam kegiatan penyelaman massal sebanyak dua kali, dan meraih rekor Muri 2018 serta rekor dunia pada 2019 lalu.

"Briptu Selly Gabriella juga pernah menjadi atlet olahraga kempo di Banda Aceh serta ia juga lancar berbahasa Inggris dan Prancis," ujarnya.

Sebelum menjalani karantina, Joko menitipkan pesan bahwa tetap mengutamakan karir dalam berdinas dan selalu menjaga kesehatan, kuasai medan dan cepat beradaptasi di tempat penugasan di Minusca, Afrika Tengah.

Dalam kesempatan ini, Briptu Selly menuturkan bahwa pada April hingga Mei 2021 lalu dirinya telah melakukan pra ops keberangkatan ke Minusca, Afrika Tengah.

"Saya juga sudah melakukan registrasi kembali pada 27 Juni 2021 sebagai syarat keberangkatan pada bulan September 2021 mendatang," kata Selly. (Antara)


Banda Aceh - Target penyelesaian tol Trans Sumatera berubah. Dalam RPJMN hingga 2024 seharusnya sudah bisa tersambung dari Lampung hingga Aceh, tapi rencana itu tertunda karena adanya kendala pembebasan lahan.

"Dengan adanya keterbatasan lahan rencana awal target RPJMN bisa menyambung dari Aceh sampai Lampung hingga akhir 2024, tapi untuk saat ini kita akan bangun secara bertahap, artinya sampai 2024 kita upayakan menyambung dari Betung sampai Pekanbaru," kata Direktur Jalan Bebas Hambatan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Budi Harimawan, kepada CNBC Indonesia dalam Closing Bell, Selasa (22/6/2021).

"Jadi nantinya menerus dari Lampung, Palembang, Sumatera Selatan, Jambi hingga Pekanbaru," katanya

Sementara untuk pembangunan jalan tol di bagian utara dari Binjai - Aceh dan Dumai - Kisaran akan diusulkan pada fase kedua. Artinya, menurut Budi karena keterbatasan lahan baru akan dikerjakan setelah tahun 2024.

Budi menjelaskan total panjang trans Sumatera itu mencapai 2.800 km. Dimana 1.200 km merupakan tulang punggung atau jalan utama dari Aceh hingga Lampung.

Proses pembangunan dibagi menjadi empat tahap. Dimana tahap satu sudah beroperasi sepanjang sekitar 500 km, sementara 550 km lagi dalam posisi konstruksi. Tahap kedua yang diusulkan menyambung Betung - Pekanbaru ada 574 km.

"Untuk menyambung Betung - Pekanbaru, saat ini baru ada dukungan loan untuk konstruksi 9 dari 15 seksi atau 350 km yang akan tersambung Betung - Jambi - Pekanbaru," katanya.

Lalu tahap tiga penyelesaian ruas Dumai - Kisaran dan Binjai - Aceh sepanjang 658 km dilakukan setelah 2024. Sementara tahap keempat adalah pembangunan feeder atau jalan tol penopang jalan Trans Sumatera sepanjang 542 km.

Sebelumnya PT Hutama Karya (Persero) menargetkan 1.100 kilometer jalan Tol Trans Sumatera beroperasi pada awal tahun 2023 mendatang. | cnbcindonesia.com


Jakarta -
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mulai memulangkan 7.200 Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah yang terdata di Malaysia.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK, Femmy Eka Kartika Putri menjelaskan pemulangan akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama akan dilakukan Kamis (24/6), dengan total PMI yang dipulangkan sebanyak 145 orang.

"Jadi untuk tahap pertama ini total yang akan dipulangkan 293 orang, dibagi dua kloter. Untuk kloter pertama itu besok dipulangkan 145 orang," kata Femmy kepada CNNIndonesia.com melalui telepon, Rabu (23/6).

Selanjutkan, tiga hari berselang Femmy menuturkan sebanyak 148 PMI akan langsung dipulangkan dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Kuala Lumpur menuju Bandara Soekarno Hatta.

"Nah nanti kloter kedua itu sisanya dari 293, berarti 148 orang itu berselang tiga hari dari yang pertama," kata Femmy.

Femmy memastikan, pemulangan di tahap pertama sebanyak 293 orang ini telah melalui proses protokol kesehatan di Malaysia. Para PMI ini juga tergolong kelompok rentan yang memang mesti menjalani perawatan khusus.

Misalnya kata Femmy, ada yang memang sedang hamil, mengalami penyakit kulit, usia rentan hingga membawa bayi. Meski begitu Femmy memastikan mereka yang bisa pulang ini terbebas dari virus covid-19 lantaran telah menjalani proses karantina di Malaysia dan sebelum kepulangannya dilakukan SWAB PCR Test dengan hasil negatif.

"Kami sudah pastikan kesehatannya dan tidak terpapar covid-19, karena kita juga tidak mau, jangan sampai mereka membawa virus ke Indonesia," kata dia.

Setelah pemulangan tahap pertama ini, Femmy menyebut pihaknya akan melakukan rapat koordinasi dan rapat evaluasi terkait pemulangan tahap selanjutnya dari 7.200 PMI yang tersisa.

"Nanti untuk sisa dari 7.200 ini kita akan evaluasi dan tentu harus tunggu dari Pemerintah Malaysia, karena mereka kan yang memberi izin untuk deportasi," kata dia. | CNN

 


Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa beberapa pejabat di lingkungan pemerintah Aceh, Senin (21/6/2021). Salah satunya yang diperiksa adalah mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh Azhari.

Hal itu dibenarkan Azhari saat dikonfirmasi, Selasa (22/6). Dia mengaku diperiksa lembaga antirasuah tersebut terkait pengadaan kapal Aceh Hebat. "Iya itu (pemeriksaan tentang kapal Aceh Hebat), itu ditanya dari aspek perencanaan," kata Azhari usai menjalani pemeriksaan di Banda Aceh, Selasa (22/6).

Sebelumnya, Juru Bicara KPK RI Ali Fikri menyatakan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat di Aceh. Pemeriksaan yang dilakukan tersebut yakni permintaan keterangan dan klarifikasi terhadap beberapa pihak terkait.

Namun, KPK belum bisa menjelaskan lebih detail perkara yang sedang ditangani karena masih proses penyelidikan.

Azhari mengatakan, pemeriksaan dirinya oleh KPK tersebut dalam rangka mencari informasi yang sebenarnya terkait bagaimana proses perencanaan di Bappeda yang saat itu ia pimpin.
"Dari aspek perencanaan ada dokumen, bagaimana kaitan dengan dokumen. Mereka (KPK) ingin tahu dahulu proses, ini namanya klarifikasi," ujarnya.

Azhari menyampaikan, pemeriksaan dirinya itu tidak mengenai teknis dari pengadaan kapal Aceh Hebat tersebut, karena hal itu ranahnya dinas terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan Aceh.

Kata Azhari, hari ini dirinya diperiksa berbarengan dengan mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA) Bustami, hanya saja berbeda ruang pemeriksaan.

"Saya dipanggil dengan Pak Bustami, diperiksa satu-satu," kata Azhari menambahkan.

Untuk diketahui, Pemerintah Aceh membeli tiga kapal penumpang jenis roll on roll (ro-ro) dengan anggaran sebesar Rp178 miliar. Kapal yang diberi nama Aceh Hebat tersebut sebagai transportasi antarpulau di Aceh.

Kapal Aceh Hebat 1 beroperasi dari Kabupaten Aceh Barat menuju Sinabang Kabupaten Simeulue.

Kemudian, Aceh Hebat 2 berlayar dari Banda Aceh ke Kota Sabang, dan Aceh Hebat 3 melewati Aceh Singkil menuju Kepulauan Banyak kabupaten setempat.(antara/jpnn)


Banda Aceh -
Mahkamah Agung (MA) memvonis ayah pemerkosa anak di Aceh Besar, M, dengan hukuman 200 bulan atau sekitar 16 tahun 6 bulan penjara. Putusan kasasi itu membatalkan vonis Mahkamah Syar'iyah Jantho yang membebaskan M.

"Putusan terdakwa yang dibebaskan oleh MS Jantho dibatalkan oleh Mahkamah Agung, dan permohonan kasasi dari penuntut umum dikabulkan dengan pidana penjara 200 bulan," kata JPU Muhadir saat dimintai konfirmasi, Rabu (23/6/2021).

Muhadir termasuk salah satu JPU yang menangani kasus itu hingga pengajuan kasasi. Namun saat ini dia sudah bertugas di Kejari Bireuen.

Menurut Muhadir, jaksa menerima pemberitahuan putusan kasasi pada Selasa (22/6). Namun jaksa belum menerima putusan lengkap.

"Dua hari ke depan sudah diterima oleh JPU Jantho," jelas Muhadir.

Sementara itu, Kasipidum Kejari Aceh Besar Wahyu Ibrahim, membenarkan adanya putusan kasasi tersebut. Dia menyebut bakal segera menindaklanjutinya.

"Segera kita eksekusi Insyaallah," ujar Wahyu saat dikonfirmasi terpisah.

Sebelumnya, kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur itu diduga dilakukan ayah kandung korban berinisial MA dan paman korban, DP. Kedua terdakwa diadili dalam berkas terpisah.

Dalam persidangan, jaksa menuntut MA dan DP dengan hukuman 200 bulan penjara. Namun hakim menjatuhkan vonis berbeda untuk keduanya.

Majelis hakim MS Jantho memvonis bebas MA dan memerintahkan dia dikeluarkan dari penjara. Hakim berpendapat, MA tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan jarimah 'Pemerkosaan terhadap orang yang memiliki hubungan mahram' atau 'pelecehan seksual terhadap anak' sebagaimana dalam dakwaan pertama ataupun kedua.

"Membebaskan terdakwa dari dakwaan penuntut umum; Memulihkan hak terdakwa (rehabilitasi) dalam kemampuan, kedudukan dan martabatnya," ketuk hakim, Selasa (30/3) lalu. | Detik.com

Teks dan foto
Kandidat dalam pemilihan Geusyik Alue Jamok Kec. Baktiya Kab. Aceh Utara menduga ada kecurangan dalam pengglembungan jumlah surat suara,Kamis (17/6)



LHOKSUKON, :Karena diduga ada kecurangan penggemblungan jumlah suara, Masyarakat dan  empat calon Geuchik Gampong Alue Jamok, Kecamatan Baktia, Kab. Aceh Utara protes hasil pemilihan geuchik dan diminta ulang.


Pasalnya, diduga dalam perhitungan  jumlah surat suara yang  masuk ke dalam kotak suara terjadi pengglembungan atau melebihi dari jumlah pemilih yang hadir di TPS. 

Salah satu calon geuchik Gampong nomor urut 3 mengatakan informasi yang diperoleh, Pemilihan Geuchik Gampong Alue Jamok yang digelar Selasa 25 Mei lalu 2021 lalu nyaris ricuh. 

Karena saat proses penghitungan surat suara  ditemukan kelebihan 5 surat suara. Pihak Kecamatan juga dituding merestui hasil pemilihan yang dinilai tidak demokratis tersebut.

“Jumlah pemilih dalam daftar hadir di TPS sebanyak 471 orang, namun saat dihitung surat suara yang masuk ke kotak suara totalnya 476 suara. Jadi ada 5  surat suara ‘Hantu’. ini lah masalahnya dan kami sudah sampaikan sanggahan ke Bupati Aceh Utara pada Senin lalu,” ungkapnya. 


Dijelaskannya, hasil penghitungan suara tersebut dimenangkan oleh Saidi calon geuchik nomor urut 2 memperoleh 137 suara. Sedangkan Ahmadi memperoleh 136 suara, hanya selisih 1 suara. Sedangkan Iskandar Wadi calon nomor urut 4 mendapat 107 suara, calon nomor 1 Muzakir meraih 73 suara, kemudian calon nomor urut 5 Asnawi hanya 20 suara. 
Berikutnya  3 suara dinyatakan tidak sah.

Ahmadi mengaku pasca kecurangan itu, telah membuat sanggahan yang ditanda tangan oleh dua calon lainnya, yakni Iskandar Wadi dan Asnawi. Tembusan Muspika Baktia, Panitia Pemilihan Geuchik Gampong Aleu Jamok, Tuha Peut, Panwas Pemilihan Geuchik Alue Jamok tingkat Kemukiman Panteu Brueh dan Panwas tingkat kecamatan.

Ia menerangkan pada Senin 7 Juni lalu, ia bersama panitia dipanggil oleh pihak kecamatan Baktia.

 Saat itu panitia pemilihan bersikukuh tidak ada kecurangan, karena perolehan suara masih sesuai dengan jumlah undangan yang disebarkan ke masyaraka. 

Sementara Ahmadi tetap dengan pendiriannya, karena berdasarkan aturan jumlah suara yang diperoleh harus sesuai dengan jumlah pemilih dalam daftar hadir. Ahmadi mengaku, pertemuan itu digelar, setelah ia berkali-kali mengajukan protes ke kantor kecamatan. 
“Kami juga sudah menemui pak Mansur Kepala Bagian Pemkim di Kantor Bupati pada Senin lalu, tapi ia mengabaikan sanggahan kecurangan ini dan sepakat dengan hasil yang sudah diverifikasi di kantor Camat. Masalah nya lagi penghitungan suara ulang di kantor camat dilakukan secara diam-diam dan tidak kami ketahui,” keluhnya lagi.

Ahmadi juga menegaskan,  mayoritas masyarakat Gampong Alue Jamok juga menolak hasil penghitungan suara tersebut. Sudah ada pernyataan tertulis dan ditanda tangan hampir 250 warga.

“Ini kecurangan yang sangat terang benderang yang dilakukan oleh para pihak untuk merusak demokrasi di gampong kami, saya pribadi sangat dirugikan dengan lima suara siluman itu, karena saya kalah selisih satu suara,” ujarnya.

Hal senada juga diungkap kandidat  Iskandar Wadi yang menduga ada kongkalikong antara oknum di gampong dengan pihak kecamatan, hal itu terbukti dari surat  berita acara hasil pertemuan di kantor Kecamatan bersama kandidat Ahmadi, dirinya disebut tidak hadir pada pertemuan itu. 

“Saya ditulis tidak hadir dalam berita acara itu, padahal saya tidak tahu apa-apa, saksi-saksi saya juga mengaku tidak menerima panggilan apapun dari kantor kecamatan. Ini jelas pembohongan publik dan  semakin jelas ada yang ingin merusak demokrasi di desa kami,” tegasnya.
Hal senada juga dikatakan Abdullah mantan Geuchik Gampong Alue Jamok. Ia menilai harus segera dilakukan pemilihan ulang demi terciptanyan keadilan bagi masyarakat dan calon  lain.

“kami sudah melihat aturan tentang aturan pemilihan, jelas disebutkan jumlah suara harus sesuai dengan daftar pemilih yang hadir di TPS. Bila ada kelebihan suara, ini jelas ada kecurangan dan harus disikapi bijak di tingkat kecamatan, agar tidak terjadi keributan di desa. Harus segera dibuat pemilihan ulang yang adil dan jujur,” pungkasnya. (Zn)
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.