2022-10-09

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agam Inong Aceh Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Banjir Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Covid-19 Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos dayah Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Film Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemanusiaan Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa Lapas Lapas Tanjungbalai lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp MPU Aceh Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narapidana Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patani Patroli Pekalongan Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Projo PT PIM Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebgram Selebriti Senator Sinovac SMMPTN sosial Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tol Aceh Tsunami Aceh Turki Ulama Universitas Malikussaleh USA Vaksin MR Vaksinasi Vaksinasi Covid-19 vid Video vidio Viral Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

 


Aceh Utara- Akibat pasang air laut setiap bulannya menyebabkan daerah pesisir mulai kecamatan muara batu hingga bungkaih aceh utara mengalami abrasi yang sangat memprihatinkan.

M. Nazir Ibrahim (76) warga meunasah drang kecamatan muara batu mengatakan akibat gelombang air laut yang sangat besar dan tinggi beberapa minggu lalu terjadi abrasi besar-besaran.

Dimana daerah daratan yang sebelumnya dijadikan tempat membudidayakan ikan dan udang saat ini telah menjadi laut.

“ 2 minggu lalu disana tempat saya membudidaya ikan dan udang sekarang sudah menjadi laut,ini akibat air laut pasang setiap bulan 30 dilangit “,ujar nazir kepada wartawan sambil menunjuk lahan miliknya yang telah menjadi laut.

Nazir mengharapkan perhatian pemerintah daerah aceh utara untuk membangun tanggul penahan ombak dari pesisir pantai muara batu hingga bungkaih.

Kondisi pantai laut muara batu yang terus mendekati rumah warga akibat abrasi saat air laut pasang.

Dengan dibangunnya tanggul penahan ombak nantinya diharapkan akan meminimalisir abrasi terhadap pesisir daratan.

“ Kami masyarakat yang tinggal disepanjang pesisir laut muara batu hingga bungkaih mengharapkan pemerintah aceh utara yakni bapak bupati dapat membangunkan tanggul penahan ombak agar tanah kami tidak terus digerus oleh laut setiap bulannya saat air laut pasang “, harap nazir mewakili suara warga yang tinggal di pesisir laut muara batu-bungkaih.(Red)


 Pada 1907, ombak besar menghantam pesisir-pesisir di Pulau Simeulue, terutama di Kecamatan Teupah Barat. Tsunami dengan magnitude 7,6 tersebut menjadi tragedi sekaligus pelajaran bagi masyarakat Simeulue.

Pada tragedi tersebut, ribuan nyawa melayang serta bangunan dan harta benda lenyap. Jejak bencana tersebut masih terlihat di sebuah kuburan yang terletak di pelatatan Masjid Desa Salur, Kecamatan Teupah Barat.

Namun, seperti yang dikatakan sebelumnya, bencana tersebut juga memberikan pelajaran berharga untuk masyarakat Simeulue. Dari sana muncul istilah 'smong' yang dijadikan sebagai pemberian tanda atau mitigasi bencana.

Dikutip dari dishub.acehprov.go.id, smong diartikan sebagai hempasan gelombang air laut yang berasal dari bahasa asli Simeulue, yakni bahasa Devayan. Secara historis, smong merupakan kearifan lokal dari rangkaian pengalaman masyarakat Simeulue pada masa lalu terhadap bencana gempa bumi dan tsunami.

Kisah smong diceritakan secara turun-temurun dari generasi ke generasi melalui nafi-nafi. Nafi merupakan budaya lokal masyarakat Simeulue berupa adat tutur atau cerita yang berisi nasihat serta petuah kehidupan, salah satunya terkait smong.

Kearifan lokal ini disampaikan kepada generasi muda, termasuk anak-anak, dalam berbagai kesempatan, seperti saat memanen cengkeh, disampaikan di surau-surau saat mengaji setelah salat magrib, hingga menjadi cerita pengantar tidur anak-anak di malam hari. Cerita turun-temurun yang hingga kini masih dipercayai ini membawa smong lahir menjadi kearifan lokal.

Para tetua meyakini suatu saat smong akan datang lagi, meskipun mereka berharap kejadian serupa tak akan pernah terulang. Namun, pada 2004, bencana tsunami menerpa Aceh.

Kebenaran Smong

Tragedi pada 2004 tersebut, menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Simeulue untuk membuktikan kebenaran smong. Benar saja, tsunami yang diawali dengan gempa hebat dan diikuti air laut yang surut dan tiba-tiba meluap itu mampu dihindari oleh masyarakat Simeulue.

Warga Pulau Simeulue yang tinggal di Banda Aceh berteriak 'smong' dan berlari ke bukit menjauhi pantai. Nyatanya, teriakan smong yang sudah dipelajari secara turun-temurun selama bertahun-tahun tersebut mampu menyelamatkan masyarakat Simeulue dari bencana tsunami.

Sedikitnya, terdapat sekitar 3 sampai 6 orang meninggal dunia. Dari sinilah, smong yang sebelumnya hanya dikenal oleh masyarakat Simeulue sebagai kearifan lokal mulai dibicarakan di berbagai wilayah.

Smong mulai didiskusikan, diseminarkan, dan dipelajari oleh dunia, terutama Indonesia. Smong dipelajari sebagai mitigasi bencana tsunami.

Tak hanya itu, smong pun disenandungkan melalui lagu dan puisi. Muhammad Riswan, atau yang lebih tenar disapa Moris, menciptakan sebuah lagu tentang smong.

Ia merupakan salah satu tokoh adat dan pemerhati budaya Simeulue. Berikut lirik lagu karya Moris tentang smong:

Enggel mon sao surito…Inang maso semonan…Manoknop sao fano…Uwi lah da sesewan…(Dengarlah sebuah cerita)(Pada zaman dahulu)(Tenggelam satu desa)(Begitulah mereka ceritakan) Unen ne alek linon…Fesang bakat ne mali…Manoknop sao hampong…Tibo-tibo mawi…(Diawali oleh gempa)(Disusul ombak yang besar sekali)(Tenggelam seluruh negeri)(Tiba-tiba saja)

Penulis: Resla Aknaita Chak [Liputan6]


Lhoksukon -
Pasca banjir, personel polres aceh utara gotong royong bersihkan sejumlah tempat diantaranya rumah dinas dan taman kanak-kanak (TK bhayangkara). Jum'at (14/10/2022)

Dalam rangka menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, personel polres aceh utara laksanakan gotong royong pasca banjir termasuk rumah dinas dan taman kanak-kanak (TK bhayangkara).

Pada jumat 14 oktober 2022 tepat pada pukul 08.30 wib, seluruh personel polres aceh utara bergeser menuju titik lokasi yang akan dilaksanakan gotong royong.

Kegiatan gotong royong ini juga dihadiri oleh Wakapolres aceh utara beserta para pejabat utama polres.

"Kapolres aceh utara AKBP Riza Faisal, S.I.K., K.M. melalui kasi humas polres aceh utara Akp sudiya karya menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong kali ini dimulai dari membersihakan rumah dinas anggota maupun pimpinan yang terdampak banjir, taman kanak-kanak (TK) bhayangkara, serta membersihkan parit dan selokan." tuturnya

"diharapkan kepada setiap personel yang melaksanakan gotong royong agar memperhatikan  baik keselamatan diri maupun keselamatan lingkungan selama pelaksanaan berlangsung, teliti dalam pemakaian peralatan yang digunakan serta sedapat mungkin tidak melakukan pembakaran sampah, jika harus melakukan pembakaran sampah agar selalu dijaga agar api tidak meluas." imbuhnya


Lhokseumawe -
Ribuan mahasiswa Universitas Malikussaleh menjalani pengabdian Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) selama empat bulan di enam kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Pelepasan mahasiswa KKN tersebut berlangsung di Lapangan Sepak Bola kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, Kamis (13/10/2022).

Ketua Panitia KKN, Zulkifli MH mengatakan, jumlah mahasiswa MBKM KKN Tematik 2022 semester ganjil untuk skema magang berjumlah 106 orang, untuk proyek kemanusian berjumlah 23 orang, untuk peserta KKN Tematik yang mendaftar berjumlah 1.518 orang. Mereka semua akan ditempatkan di kabupaten Aceh Utara yaitu Kecamatan Sawang, Muara Batu, dan Dewantara. Untuk Kota Lhokseumawe ditempatkan di Kecamatan Muara Satu, Muara Dua, dan Banda Sakti.

"Mereka akan ditempatkan di 38 Desa di dua Aceh Utara dan Lhokseumawe. Pelaksanaan KKN Tematik dimulai 13 Oktober 2022 sampai dengan 13 Februari 2023. Mereka akan mengikuti program tersebut selama empat bulan," katanya.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Dr Muhammad Daud menyebutkan, program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka sudah berjalan selama tiga tahun. Program tersebut memberi kebebasan kepada kampus dan mahasiswa untuk memilih pengalaman belajar itu diluar kampus yang bertujuan membangun kompetensi pada diri mahasiswa tersebut.

"Dalam program MBKM ini ada 8 indikator yang bisa dilaksanakan,yaitu seperti magang, penelitian, dan salah satunya adalah KKN. Saya berharap setiap mahasiswa punya perencanaan masing-masing saat berada di desa dan nantinya bisa dikompromi dengan DPL," tuturnya.

M.Daud menyebutkan, program KKN Tematik tersebut sebelumnya ada sekitar 1.700 orang yang mendaftar, karena ada kendala dari mahasiswa tersebut, maka yang tercatat ada 1.484 lebih mahasiswa MBKM yang ikut dan telah dibagi menjadi 37 kelompok yang tersebar di enam kecamatan tersebut.

"Sebelum pelepasan, mahasiswa ini sudah diberi pembekalan tentang program MBKM ini," ungkapnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Jullimursyida PhD saat pelepasan mahasiswa tersebut menyampaikan, agar mahasiswa yang ditempatkan di sejumlah desa yang ada di Aceh Utara dan lhokseumawe nantinya bisa memberikan solusi setiap permasalahan yang terjadi dalam masyarakat.

"mahasiswa nantinya juga bisa memberikan kontribusi kepada desa, tunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pengetahuan, adab, dan moral. Selain itu, saya berharap mahasiswa bisa menjaga nama baik kampus, karena dengan memakai almamater di lapangan, disitu masyarakat melihat Unimal hadir bersama masyarakat," pungkasnya.

Pelaksanaan MBKM Unimal semester ganjil 2022/2023 ini mengusung tema "Mahasiswa Universitas malikussaleh dengan Semangat Pengabdian Mewujudkan Ketahanan Ekonomi dan Potensi Diri masyarakat". Pelepasan mahasiswa KKN itu juga dihadiri oleh semua Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk 37 kelompok tersebut.


Jakarta -
Direktorat Tindak Pidana (Dittipidnarkoba) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 179 kilogram jaringan Malaysia-Indonesia.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krinso Halomoan Siregar menyampaikan, pengungkapan itu berawal dari informasi terkait pengangkutan sabu dalam jumlah besar dari Malaysia menuju Indonesia, melalui perairan Aceh.

"Pada 5 oktober 2022 diketahui target boat sudah masuk ke Kuala Leuge Peurlak Aceh Timur dan keesokan harinya diketahui bahwa pelaku sudah berhasil memindahkan narkotika ke dalam mobil dan sebagian diangkut dengan sepeda motor," kata Krisno dalam keterangannya, Selasa (11/10/2022).

Kegiatan pengungkapan peredaran narkoba itu dilakukan bersama Ditresnarkoba Polda Aceh dan Bea Cukai dengan melakukan patroli laut dan observasi terhadap tempat-tempat yang dicurigai sebagai lokasi pendaratan boat penjemput sabu tersebut.

Krisno menjelaskan, pihaknya kemudian melakukan pencarian di Beusa Seberang, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Di situ, polisi menghentikan mobil Toyota Avanza warna hitam berisi 179 sabu yang dikendarai pria berinisial F.

"Setelah dilakukan penggeledahan ditemukan di bagasi mobil tersebut empat karung goni warna putih dan tiga tas biru berisi total 179 kilogram narkotika jenis sabu, dikemas dalam 179 bungkus teh China berwarna hijau dan ada e-tiket atau stiker good dan nice," imbuh dia.

Polisi lalu melakukan pendalaman dan mengetahui bahwa tersangka F diperintahkan oleh A untuk menjemput sabu di Kuala Leuge Aceh Timur dari seseorang berinisial Z. Adapun Z sendiri merupakan orang yang menjemput sabu dari Malaysia ke Aceh Timur. Sedangkan tersangka F berperan adalah mahasiswa yang berperan sebagai kurir penjemput sabu dari Kuala Leuge Aceh Timur.

"Modus operandi menerima dan membawa narkotika jenis sabu dari jaringan pemasok di Malaysia yang diselundupkan melalui jalur laut menggunakan boat," kata Krisno.

Tersangka dalam kasus ini dijerat Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun penjara, serta pidana denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar ditambah sepertiga. Subsider, Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun penjara, serta pidana denda minimal Rp 800 juta dan maksimal Rp 8 miliar ditambah sepertiga.

Krisno menambahkan, saat ini A atau orang berperan memerintahkan tersangka F menjadi penjemput sabu jalur darat telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron. Selain itu, polisi juga menjadikan Z dan K yang berperan menjadi kurir jalur laut sebagai buron.

"Rencana tindak lanjut yaitu mengembangkan penyidikan, mencari DPO untuk ditangkap, dan menuntaskan penyidikan," ujar Krisno.[Kompas.com]

Krueng Geukueh – Memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dan syukuran atas kelancaran operasional perusahaan, PT Pupuk Iskandar Muda menggelar acara Santunan Anak Yatim Desa Lingkungan Perusahaan yang bertempat di Pendopo PT PIM pada Jumat (7/10/2022).

Direktur Utama Budi Santoso Syarif, didampingi Direktur Operasi & Produksi Jaka Kirwanto dan Direktur Keuangan & Umum Rochan Syamsul Hadi menyerahkan langsung santunan tersebut secara simbolis kepada perwakilan anak yatim yang berasal dari 18 Desa Lingkungan Binaan Perusahaan.

Sebanyak 600 orang anak yatim diberikan santunan berupa uang tunai dan peralatan sekolah dengan total senilai Rp 270 juta.

Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda, Budi Santoso Syarif mengatakan, santunan yang diberikan ini merupakan ungkapan rasa syukur atas dukungan serta sinergi dari stakeholders dan masyarakat sehingga PT Pupuk Iskandar Muda dapat beroperasional dengan lancar dan melayani dengan optimal.

“Eksistensi PT PIM sampai hari ini, tidak hanya berkat kerja keras karyawannya saja, tapi dibalik itu juga terdapat dukungan dan doa dari masyarakat, khususnya keluarga besar Kecamatan Dewantara, yang berdampingan langsung dengan perusahaan,” terangnya.

 “Kami berharap santunan yang diberikan oleh PT Pupuk Iskandar Muda dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya. Kami terus berkomitmen untuk hadir dan berkontribusi kepada masyarakat dan tumbuh bersama. Mohon doa dan dukungan untuk perusahaan yang kita cintai ini,” tutup Budi.

Dalam kegiatan tersebut turut mengundang Muspika Dewantara, 18 Kepala Desa Binaan PT PIM, Jajaran Senior Vice President dan Vice President PT PIM, serta Ketua PIKA PIM dan pengurus.

Selain kegiatan Santunan Anak Yatim yang diselenggarakan di area perkantoran, PT Pupuk Iskandar Muda melalui Badan Dakwah Islamiyah (BDI) Al Muntaha PT PIM juga menyelenggarakan perlombaan azan untuk anak-anak desa lingkungan perusahaan tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai dengan SMA (Sekolah Menengah Atas) yang akan dilaksanakan pada hari Minggu (9/10/2022).

Seperti yang diketahui, saat ini PT Pupuk Iskandar Muda tengah menyelesaikan pabrik NPK. Dengan adanya pabrik NPK dan Kembali beroperasinya pabrik PIM-1 akan menyumbang pendapatan Aceh dari sektor industri pengolahan dan bisa meningkatkan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Aceh sebanyak 1,86 - 2%.

Selain itu, eksistensi PIM terus didukung dengan rencana pengembangan PIM lainnya yaitu implementasi Green dan Blue Ammonia di lahan Iskandar Muda Industrial Area (IMIA) yang telah memiliki Nota Kesepahaman dengan dua perusahaan Jepang yaitu Mitsui & Co serta Toyo Engineering Corp. Kedua perusahaan ini telah melakukan kunjungan ke PT PIM pada September lalu untuk meninjau lokasi pabrik ammonia existing guna melihat area yang akan dijadikan sebagai pilot project Green dan Blue Ammonia.[Tami]


ACEH UTARA - Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., melalui Kipan B Yonko 469 Kopasgat mendistribusikan bantuan 1.000 paket  sembako kepada korban banjir yang masih terisolir di Lima Gampong, Aceh Utara, Minggu (9/10/2022).

Bantuan logistik untuk korban berdampak Banjir tersebut diantar langsung oleh Letkol Pas Agung Kadisops Lanud SIM didampingi Mayor Lek Agung Nugroho Dansatrad 231 Lhokseumawe dan Kapten Pas Agil G. Gumilar, S.S.T.Han., M.S.M. termasuk Ny. Nadya Agil Gumilar sebagai Ketua PIA Ardhya Garini anak ranting 001-03-4/D.IV Kipan B 469 Lhokseumawe.

Seperti diketahui banjir redamkan 15 dari 27 kecamatan dalam kabupaten Aceh Utara, akibat hujan deras dari daerah pegunungan Kabupaten Bener Meriah, sehingga meluap air sungai, akibat 1000 lebih KK atau  39.957 ribu jiwa terpaksa mengungsi .

Dankipan B Yonko 469 Kopasgat Kapten Pas Agil G Gumilar, S.S.T.Han. menyebutkan saat mendistribusikan logistik berupa beras, telur, mie instan, dan telur, ke daerah terisolir terpaksa mengunakan dua perahu karet.

"Ada 1.000 paket bantuan logistik distribusi ke korban dampak banjir, sebelum menyalurkan ke  titik pengungsian terlebih dahulu telah menyerahkan 100 paket di posko bencana banjir di kantor BPBD Aceh Utara yang diterima langsung oleh pejabat Bupati Aceh Utara Azwardi, sedangkan sisanya 900 paket, kita didistribusikan langsung ke titik pengungsian," kata Kapten Pas Agil G Gumilar, Minggu (9/10).

Sementara Letkol Pas Agung Kadisops Lanud SIM menyebutkan bantuan yang disalurkan tersebut merupakan bantuan dari Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. Sebagai bentuk kepedulian kepada saudara-saudara  yang terkena dampak banjir di Aceh Utara khususnya ke desa-desa terisolir.

"Ada beberapa titik kita salurkan, diantara Gampong Alue Thoe kecamatan Matangkuli, Gampong Mancang, Gampong Ara dan Gampong Abeuk Leupon kecamatan Lhoksukon, Khusus Gampong Abeuk Leupon kita terpaksa antar logistik mengurangi banjir dengan mengunakan perahu karet, karena ketinggian air di desa terisolir itu mencapai 2 meter," kata Letkol Pas Agung.

Letkol Pas Agung mengharapkan bantuan logistik ini dapat meringankan beban saudara yang sedang ditimpa musibah banjir ini. Selain mengantar batuan logistik, kita juga memberikan pelayanan kesehatan  langsung kepada warga berdampak banjir, mereka rata-rata mengeluhkan diare, demam dan gatal-gatal, ujarnya.

Geuchik Abeuk Leupon Sulaiman, mengucapkan ribuan terima kasih kepada bapak Kasau yang membantu kami baik material dan support semangat, sehingga warga kami tidak ada merasa kesedihan, mengurangi beban yang dirasakan dan juga sangat terhibur dengan kedatangan TNI AU yang telah membawa logistik, memberikan pelayanan kesehatan. []

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.