2020-10-11

Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Covid-19 Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos dayah Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator sosial Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Turki Ulama USA Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

M. Nazir Ibrahim saat berada di lokasi usaha rongsokannya

Aceh Utara- Pandemi virus Corona atau Covid-19 bukan hanya sekedar menjadi bencana kesehatan,namun mengacaukan pertumbuhan ekonomi di berbagai negara di dunia,termasuk Indonesia.

Bukan hanya perusahan industri besar saja yang terkena dampaknya,namun pandemi corona telah merubah persentase pendapatan bagi para pelaku usaha di sektor Usaha Kecil Menengah (UKM).

Seperti dialami oleh Muhammad Nazir Ismail (45) yang memiliki usaha jual beli barang rongsokan yang berlokasi desa Meunasah Drang Kecamatan Muara Batu Aceh Utara. 

Nazir menuturkan usahanya mengalami penurunan omzet pendapatan sejak masa pandemi,meski demikian untuk bertahan hidup dirinya tetap bertahan menjalankan usaha jual beli barang rongsokan.

“ Sejak covid usaha saya kesulitan,seperti susahnya mendapatkan barang-barang bekas dan tidak ada orang yang mencari barang bekas “,tutur nazir saat diwawancara reporter di lokasi usahanya.

Menurutnya usaha yang dirintisnya sejak tahun 2003 hingga saat ini sempat terhenti oleh musibah banjir tsunami aceh yang menyapu sebagian besar barang-barang rongsokan yang dikumpulkannya.

Tak kenal rasa menyerah dan putus asa pria yang kerap menggunakan baju koko dan kopiah ini berupaya bangkit kembali dengan bermodalkan menjual barng-barang berharga untuk menjalankan bisnisnya yang hanyut dibawa banjir tsunami.

“ Usaha saya ini sempat bangkrut karena banjir tsunami, siap tsunami saya jual barang yang bisa saya jual untuk modal usaha “,ungkapnya.


Namun dimasa pademi ini nazir merasa kesulitan sangat terasa,dengan memperkerjakan 30 orang setempat dirinya terpaksa berupaya tegar melaluinya meski sampai saat ini bisnis kecilnya ini tidak pernah tersentuh perhatian pemerintah.

Dirinya berharap pemerintah mendengarkan keluh kesahnya untuk memberi perhatian kepada bisnis yang digelutinya saat ini.

“ Sejak saya mulai hingga sekarang tidak pernah seribu pun ada bantuan,kalau usaha saya tutup maka banyak penggangguran,paling mereka akan pergi melaut, Harapan saya pemerintah mau memberi bantuan kepada usaha saya karena dana sudah tidak lagi untuk membangun fasilitas kerja yang tidak layak pakai lagi dan alat-alat kerja “,harap nazir yang lokasi usahanya berada tidak jauh dari pesisir pantai laut.

Dari amatan reporter yang berada di lokasi usaha rongsokan terlihat banyak fasilitas kerja yang tidak layak pakai lagi seperti bangunan tempat pengumpulan barang yang terbuat dari kayu terlihat banyak yang sudah tua dan rapuh.

Tidak sedikit atap bangunan yang masih beratap daun tersebut sudah rusak akibat sudah tua lama terpakai sehingga saat terik mentari dan hujan lansung terkena barang-barang yang berada dibawah bangunan tersebut.(Sayed)



Lhokseumawe - Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto melakukan panen perdana komoditi buah Terong dan Padi di Gampong Alue Bili Kecamatan Nisam, Aceh Utara, Rabu (14/10/2020).

Panen perdana tersebut juga hadir Ketua Bhayangkari Polres Lhokseumawe Ny.Lily Eko Hartanto serta jajarannya.

Dalam kegiatan panen perdana yang berlangsung sekira pukul 14.30 Wib itu Kapolsek Nisam  Iptu Safruddin, perwakilan babinsa TNI setempat dan tokoh masyarakat ikut serta memetik buah terong dan memotong padi ditengah sawah Gampong Alue Bili.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto mengatakan ketahanan pangan merupakan program pemerintah yang perlu diimplementasikan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Terlebih  lagi ditengah kondisi pandemik Covid-19 tentu masyarakat menghadapi berbagai  problema kehidupan terutama sulitnya mendapatkan pekerjaan dan berdampak buruk pada perekonomian yang ikut terpuruk.

Untuk menghadapi situasi genting itu makanya setiap polsek yang ada dijajaran Polres Lhokseumawe sudah mengimplementasikan program ketahanan pangan yang mengajak masyarakat petani menanam padi’ sayur-sayuran dan berbagai jenis komoditi lainnya.

Sehingga setiap daerah akan menanam sesuai kebutuhan yang diperlukan masyarakat setempat seperti cabe, terong, bayam, tomat, dan sebagainya menjadi komoditi andalan.

“Untuk kali ini, bisa kita saksikan hasil ketahanan pangan Polsek Nisam bersama warga Desa Alue Bili telah tiba masa panen perdana dari terong dan padi. Tentu hasilnya dapat dinikmati secara bersama untuk memenuhi kebutuhan pokok dapur rumah tangga. Setidaknya sudah menghemat belanja dan memiliki  persedian lebih , “ ujarnya.

Kapolres menjelaskan program ketahanan pangan juga berkesinambungan dengan program Kapolda Aceh Irjen. Pol. Wahyu Widada.

Diantaranya seperti program Kue surga yang diluncurkan untuk kegiatan amal dan sosial dengan membantu warga yang tidak mendapat sentuhan perhatian pemerintah, khusus bagi orang yang tertimpa musibah bencana alam, kebakaran, alami cacat fisik, menderita sakit berat, janda miskin dan anak yatim serta lainnya.

 Sehingga bila ada warga yang layak, memenuhi kriteria, dan  membutuhkan  bantuan sosial  dapat segera menghubungi dan berkoordinasi dengan setiap Mapolsek terdekat.

Karena pihaknya akan segera mengulurkan bantuan kue surga yang akan diantarkan langsung ditempat orang yang membutuhkannya.

Kemudian program Jumat Barokah juga membantu membagikan makanan gratis disetiap kecamatan yang dikunjungi di Kota Lhokseumawe dan sebagian wilayah Kab. Aceh Utara yang berada diwilayah teritorial Polres Lhokseumawe.

Ditegaskannya, melalui program Jumat Barokah tersebut, selain dapat memberi banyak manfaat, juga dapat membantu makanan gratis serta dapat mempererat hubungan silahturahmi dengan masyarakat.

Kapolres juga mengingatkan kepada masyarakat, mengingat Kota Lhokseumawe sudah masuk katagori Zona Merah, maka  jangan ada lagi masyarakat yang  menganggap remeh Covid-19. 

Karena di Aceh paparan Covid-19 semakin meningkat dari hari ke hari dan terhitung sudah 200 orang korban yang meninggal dunia.

“Selama belum ditemukan vaksinnya Covid-19, maka gunakanlah cara mudah dan sederhana untuk mencegah penularan  Covid-19 yaitu dengan memakai masker,” imbaunya.

Sementara itu’ Geusyik Gampong Alue Bili Muhammad mengatakan pihaknya merasa bersyukur telah mendapat pemahaman dan pembinaan ketahanan pangan dari Polsek Nisam menanam terong dan padi hingga berhasil panen.

Geusyik mengaku Alue Bili merupakan daerah penghasil sayur mayur’ berbagai jenis komoditi, pinang, cabe dan berbagai jenis hasil pertanian lainnya. Namun sayangnya’ Gampong Alue Bili tidak memiliki jalan transfortasi yang layak, dan tidak ada saluran irigasi.

"Saya berharap pemerintah dapat merespon keluhan ini’ karena selama ini tidak pernah tersentuh pembangunan dan perhatian pemerintah daerah untuk gampong kami," pungkasnya.[ZN]

Foto: Dongkrak program ketahanan pangan, Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto bersama  Ketua Bhayangkari Ny.Lily sedang panen perdana terong dan padi di Gampong Alue Bili Kec. Nisam,  Rabu (14/10).

loading...

Contact form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.