Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Wali Nanggroe, Malik Mahmud Al-Haytar, saat memotong pita pada peresmian Meuligoe Wali.
Banda Aceh - Meuligoe Wali Nanggroe, Malik Mahmud Al-Haytar, Rabu (13/4), di pesijuek. Gedung yang menghabiskan milliar rupiah itu beralamat di Jalan Sukarno Hatta, Lampeunereut, Kabupaten Aceh Besar.

Pantauan AJNN, Peusijuk (Peresmian) wali nanggroe dan Meuligoenya itu dilakukan oleh Ayahanda Rahaman Kaoy, yang merupakan Majelis Adat Aceh. Sementara, Wakil Gubernur Aceh dan Ketua PA/KPA, Muzakir Manaf tak hadir dalam acara tersebut.

Kemudian, pemotongan pita dihadapan pintu Meuligoe Wali Nanggroe dilakukan oleh Gubernur Pemerintah Aceh, Zaini Abdullah dan Wali Nanggroe Aceh, Tengku Malik Mahmud Al-Haytar.

Dalam sambutannya, Tgk Malik Mahmud Al-Haytar mengucapkan terimakasih atasa semua pihak yang sudah membantu pembangunan meuligoe seperti ini. "Terimakasih atas semua pihak yang sudah membantu pembangunan gedung Meuligoe ini," ujar Malik Mahmud di hadapan undangan.

Sementara itu, Gubernur Aceh, Zaini Abdullah mengatakan pembangunan Meuligoe ini dilakukan sudah mulai sejak 2010 hingga 2015. "Alhamdulillah kita bisa hadir di acara Pesijuek pendopo, Meuligoe wali nanggroe yang sudah sejak lama kita tunggu-tunggu ini," sebut Zaini Abdullah.

Lanjutnya Gubernur Aceh, sesuai dengan kesepakatan Memorendum of Understanding (MoU) Helsinki, lembaga wali nanggroe adalah lembaga khusus yang harus ada di Aceh. "Dengan adanya gedung wali nanggroe ini semua elemen masyarakat harus menerima keberadaan gedung ini. Kita harapkan bisa jadi pemersatu rakyat Aceh," kata Zaini. (*) Sumber:
AJNN.net
loading...
Label: , ,

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.