Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Covid-19 Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos dayah Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator sosial Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Turki Ulama USA Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Bangkai Rusa ditemukan di Gunung Lawu (Dok Relawan Ceto)
Banda Aceh - Di Gunung Lawu, 8 rusa mati dibantai. Daging diduga dimakan. Pelaku belum ditemukan. Di beberapa daerah di Aceh, rusa biasa diburu. Salah satunya di pegunungan Tanah Rencong. Bahkan, dagingnya bebas dijual di pasar-pasar atau rumah makan.

Perburuan rusa di Aceh sudah dilakukan sejak dulu. Para pemburu menangkapnya dengan berbagai cara. Ada yang menggunakan jerat, ditembak dengan senapan angin dan memburu dengan bantuan anjing. Setelah berhasil ditangkap, biasanya langsung disembelih di lokasi dan dagingnya dibawa turun ke desa.

Di pedalaman Kabupaten Pidie, misalnya, ada dua kecamatan yang terkenal sering menjual daging rusa. Memang tidak setiap hari ada, tapi lokasi tersebut sudah diketahui banyak orang. Jika ada rezeki--istilah para pemburu jika menemukan rusa, mereka akan menggantung di sana untuk dijual.

Para pembeli dapat membelinya sesuai kebutuhan. Di salah satu kecamatan di Pidie, daging rusa sudah dijadikan kuliner khas daerah tersebut. Bahkan pada hari-hari tertentu seperti meugang, warga beramai-ramai menyantap daging rusa. Mereka menganggap makan daging sapi atau kerbau sudah terbiasa.

Apis, seorang warga Kabupaten Pidie, mengaku pernah ikut berburu rusa di pegunungan Aceh. Ia bersama beberapa temannya dan seorang pawang berangkat dari desa pagi hari dan pulang pada sorenya. Mereka menangkap rusa dengan cara dijerat.

Biasanya, hari pertama perburuan dilakukan untuk memasang jerat di lokasi yang sering dilalui rusa. Setelah beberapa hari kemudian, mereka kembali ke lokasi tersebut untuk melihat ada tidaknya rusa yang masuk perangkap.

"Kami biasanya pergi satu hari, pagi berangkat sore pulang," kata Apis kepada detikcom, Jumat (9/6/2017).

Memburu rusa memang tidak selalu membuahkan hasil. Ada juga para pemburu yang harus pulang dengan tangan kosong karena tidak ada rusa yang masuk perangkap. Menurut Apis, jika rusa sudah terkena jerat, biasanya pawang akan bermimpi pada malam hari.

Paginya, mereka akan langsung naik ke gunung untuk memastikan. "Kami menangkap pakai jerat," jelasnya.

Perburuan rusa memang tidak selalu menggunakan jerat. Ada juga pemburu yang menggunakan senapan angin. Setelah menembak, mereka kemudian melepas anjing untuk mengejar rusa yang mulai sempoyongan. Jika berhasil ditemukan, bekas gigitan anjing pada tubuh rusa akan dipotong dan dijadikan makanannya.

Lalu, apakah rusa di Aceh termasuk hewan dilindungi?

"Termasuk (hewan dilindungi). Kami sekarang sudah giatkan sosialiasi untuk menjelaskan kepada masyarakat (rusa hewan dilindungi). Karena ada kultur berburu rusa di Aceh," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Sapto Aji Prabowo saat dikonfirmasi detikcom.[Red]
loading...
Label: ,

Post a comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.