Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama USA Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Ilustrasi
StatusAceh.Net - Pabrik kembang api di Negara Bagian Madhya Pradesh, India, meledak lalu terbakar, menewaskan 25 orang dan melukai 10 lainnya. Menurut pejabat setempat, lima korban luka berada dalam kondisi kritis.

Kebakaran di pabrik yang terletak di desa Khairi, distrik Balaghat, sekitar 437 kilometer dari ibu kota Madhya Pradesh, Bhopal, Rabu (07/06/2017), dipicu serangkaian ledakan kembang api. Sekitar 40 pekerja, mayoritas perempuan, tengah berada di dalam pabrik, yang diketahui tidak berizin itu, ketika kebakaran terjadi.

"Dari 10 orang yang cedera dalam peristiwa itu, lima orang menyerah di rumah sakit," kata Bharat Yadav, kolektor di Balaghat, kepada Xinhua. "Saat ini, jumlah korban jiwa dalam kebakaran itu telah naik jadi 25."

Para pejabat mengatakan, petugas penyelamat telah menemukan jasad para korban tertimbun reruntuhan bangunan pabrik. Penyebab pasti ledakan dan kebakaran di pabrik tersebut belum diketahui.

"Tinggal masalah penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran itu," kata seorang pejabat senior polisi.

"Otopsi jasad korban telah dilakukan dan kemudian sampel dari tempat kejadian juga dikumpulkan. Kita akan segera mengetahui penyebab kebakaran tersebut."

Beberapa laporan mengatakan, ada kecurigaan bahwa seseorang mungkin telah melempar "beedi (puntung rokok)" yang menyala ke dalam pabrik ketika produksi sedang berlangsung.

Beedi adalah jenis rokok murah yang dibuat dari tembakau tanpa proses yang dibungkus daun.

Pengelola rumah sakit menyatakan, sebagian besar jasad korban hangus terbakar sehingga sulit untuk dikenali.

Sementara itu, Kepala Menteri Madhya Pradesh Shivraj Singh Chouhan mengumumkan ganti rugi sebesar 3.100 dolar AS untuk masing-masing keluarga yang kehilangan kerabat mereka dalam tragedi tersebut, selain pengobatan medis gratis buat orang yang cedera.

Petugas pemadam sepenuhnya memadamkan api pada Rabu malam.

"Diperlukan waktu beberapa jam buat petugas pemadam untuk menjinakkan si jago merah dan menemukan jenazah dari bawah puing," kata Anil Patley, seorang pejabat lokal.

"Karena pabrik itu berada jauh dari permukiman warga, itu sebabnya mengapa api tidak menyebar dan tetap berada di pabrik."

Ledakan tak sengaja sering terjadi di toko dan pabrik kembang api dan petasan di India.

Kemungkinan kebakaran di gedung dan pabrik di India seringkali tinggi sebab pemilik umumnya mengabaikan standar keselamatan kebakaran.

Di India, kembang api dan petasan dinyalakan selama festival, pesta perkawinan dan upacara bahagia lain. (RM)
loading...
Label:

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.