Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama USA Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Ilustrasi Sampah
Lhokseumawe - Masyarakat Kota Lhokseumawe yang setiap hari berbelanja kebutuhan pokok rumah tangga, Senin 23 Mei 2016,  merasa kesal dengan mengeluhkan kondisi seluruh pasar Inpres dan traditional di Kota Lhokseumawe semakin jorok dan berlumpur.

Masing-masingnya Pasar Inpres dan Sayur di Jalan Listrik, Pasar Traditional dan Sayur Desa Pusong serta Pasar Inpres Kecamatan Banda Sakti dan Traditional Cunda Kecamatan Muara Satu.

Salah seorang ibu rumah tangga asal Desa Teumpok Teungoh Linda, 33 mengatakan kondisi yang paling memprihatinkan terjadi di pasar Inpres dan Sayur Jalan Listrik, mengingat banyak sampah yang menumpuk di seluruh permukaan saluran dan tercecer hingga ke badan jalan.

Ditambah lagi dengan kondisi jalan yang sudah hancur menimbulkan menjadi lumpur hitam mengganggu masyarakat yang berbelanja dan terpaksa harus berjalan diatas lumpur yang pekat.

Linda mengaku karena berjalan diatas lumpur dirinya bukan hanya menjadi kotor tapi setiap saat merasa khawatir bisa terpeleset lantaran jalannya menjadi licin.

“ Kondisinya benar-benar sangat jorok dan berlumpur. Kalau pedagang terlihat sudah biasa, tapi masyarakat yang berbelanja merasa kesal kalau pakaiannya kotor terkena cipratan lumpur,”  ujarnya.

Ironisnya, kondisi buruk ini terkesan dibiarkan tanpa ada upaya penanganan dari pihak terkait baik dari Petugas Pasar dibawah kendali Disperindagkop Lhokseumawe dan petugas kebersihan dibawah kendali Bandan Lingkungan Hidup dan Kebersihan ( BLHK) Kota Lhokseumawe.

Sementara itu Kepala Badan Lingkungan Hidup Dan Kebersihan ( BLHK) Kota Lhokseumawe Zulkifli membenarkan kondisi pasar kini semakin jorok dan berlumpur telah merusak pemandangan.

Zulkifli mengatakan terkait kondisi pasar yang jorok dan berlumpur merupakan tanggung jawab bersama dengan pihak petugas pasar Disperindagkop setempat.

Sehingga masing-masing memiliki tugas sendiri dalam pembagian tugas, yaitu, untuk urusan angkut dan pembuangan sampah merupakan tanggung jawab petugas kebersihan BLHK. 

Sedangkan bagian mengutip dan mengumpulkan sampah yang tercecer adalah urusan petugas pasar Disprindagkop Lhokseumawe.

“ Kondisi kebersihan dan kenyamanan tempat pasar merupakan tanggung jawab bersama antara petugas kebersihan BLHK dan petugas pasar Disperindagkop. Masing-masing punya tugas sendiri,” tuturnya.

Akan tetapi, bila dicermati dilapangan, sambung Zulkifli, sebenarnya sampah tercecer sampai menutupi permukaan saluran merupakan ulah para pedagang setempat yang membuang sembarangan tempat. Kurangnya kesadaran pedagang membuat petugas menjadi kewalahan dalam bekerja mengangkut tumpukan sampah yang sudah mengeras dalam selokan.

Sedangkan kondisi jalan yang berlumpur terjadi setiap kali hujan turun lantaran jalan yang sudah rusak menjadi kubangan air dan butuh pembangunan jalan baru agar tidak mengganggu aktifitas masyarakat di pasar.

Zulkifli menyebutkan setiap harinya produksi sampah dari setiap pasar yang ada di Kota Lhokseumawe mencapai 20 meter kubik atau sebanyak lima bin kontainer.[ZN/TM]
loading...

Post a comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.