Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

truk muatan mercon. ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya
Banda Aceh - Menjelang pergantian tahun baru masehi 2017, ribuan mercon dan petasan disita polisi syariat di sejumlah toko di Kota Banda Aceh. Penyitaan ini berdasarkan himbauan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banda Aceh melarang perayaan tahun baru masehi dan himbauan yang dikeluarkan oleh pelaksana tugas Wali Kota Banda Aceh.

Dalam himbauan itu, pedagang agar tidak menjual mercon, petasan, kembang api dan sejenisnya. Kepala Seksi Penegakan Peraturan Undang-Undang, Polisi Syariat Kota Banda Aceh, Evendi A Latif mengatakan, sejak dua hari terakhir ini telah menyita 12 kotak besar berisi mercon atau petasan di Banda Aceh.

"Ada tiga toko kami sita di Banda Aceh, jumlahnya kita perkirakan ada ribuan mercon kecil dan besar," kata Evendi A Latif di Banda Aceh, Jumat (30/12).

Dia mengatakan, penyitaan mercon ini saat petugas melakukan patroli sambil mensosialisasi larangan perayaan tahun baru dan larangan menjual petasan. Saat itu, petugas menerima informasi ada yang menjual petasan di salah satu toko.

Saat diperiksa, di lantai pertama memang tidak ditemukan petasan atau mercon. Lantas petugas langsung memeriksa di lantai dua toko tersebut, dan menemukan mercon masih dalam kotak.

"Kita sita mercon, kita bawa ke kantor kita simpan sementara," ujar dia.

Menurut dia, kebanyakan mercon atau petasan itu barang lama yang masih tersisa di toko tersebut. Akan tetapi, petugas mengambil dan menyimpan di kantor Polisi Syariat Banda Aceh untuk mengantisipasi agar tidak dipergunakan saat pergantian tahun baru 2017.

"Setelah pergantian tahun, kita kembalikan pada pemiliknya semua mercon itu," imbuhnya.

Untuk pemilik barang, sebut Evendi, hanya diberikan peringatan dan pembinaan di lapangan. Petugas meminta kepada pemilik toko untuk membuat surat perjanjian agar tidak lagi menjual mercon, petasan atau barang sejenisnya di Banda Aceh jelang pergantian tahun baru masehi.(Merdeka.com)
loading...
Label: ,

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.