Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Banjir Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Covid-19 Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos dayah Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Film Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemanusiaan Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp MPU Aceh Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Projo PT PIM Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebgram Selebriti Senator Sinovac SMMPTN sosial Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tol Aceh Tsunami Aceh Turki Ulama USA Vaksin MR Vaksinasi Vaksinasi Covid-19 vid Video vidio Viral Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Ilustrasi Yerusalem. tirto/Sabit
StatusAceh.Net - Tatkala Umar bin Khathab melihat Yerusalem dari bukit Scopus, ia memerintahkan muazinnya untuk mengumandangkan azan. Setelah sembahyang, Umar mengenakan jubah putih, menunggang seekor kuda, dan tiba di Yerusalem.

Jajaran petinggi Bizantium menunggu sang penakluk. Jubah mereka yang penuh perhiasan kontras dengan kesederhanaan Umar. Umar, sang khalifah, adalah seorang asketis yang berwatak keras.

Menurut Tamim Anshary dalam Destiny Disrupted: A History of the World through Islamic Eyes (2009), Umar melakukan perjalanan ke Yerusalem untuk menerima penyerahan kota kuno itu secara pribadi. Dia bepergian bersama seorang budak, dan karena mereka hanya memiliki satu kuda untuk berdua, mereka bergantian menunggang dan berjalan. Ketika mereka sampai di Yerusalem, kebetulan sang budak yang sedang menunggang kuda itu. Orang-orang Yerusalem pun mengira dialah khalifah dan bergegas menyambutnya. Mereka diberitahu, “Bukan, bukan, itu bukan siapa-siapa; orang yang satunyalah yang harus Anda beri hormat” (hlm. 95).

Umat Kristen menyangka khalifah Islam itu ingin melakukan sembahyang di dalam gereja mereka yang paling suci sebagai tanda kemenangannya. Tapi Umar menolak untuk menginjakkan kaki di sana.

“Jika aku melakukannya, kaum Muslim mendatang akan menggunakannya sebagai alasan untuk merebut bangunan itu dan mengubahnya menjadi masjid, dan bukan itu tujuan kami datang ke sini. Teruslah hidup dan beribadah sesuka kalian; namun ketahuilah bahwa mulai sekarang kami akan hidup di antara kalian, beribadah dengan cara kami, dan menetapkan contoh yang lebih baik. Jika kalian menyukai apa yang kalian lihat, bergabunglah dengan kami. Jika tidak, biarkan saja. Allah SWT telah mengatakan kepada kami: tidak ada paksaan dalam beragama” (hlm. 95-96).

Dalam bukunya, Jerusalem: The Biography (2011), Simon Sebag Montefiore menelatah bahwa Umar minta ditunjukkan Holy of Holies. Kaab al-Ahbar, seorang rabi, menjawab jika sang khalifah menjaga “dinding itu” (mungkin merujuk ke sisa-sisa terakhir warisan Herod, termasuk Tembok Barat), dirinya akan menunjukkan kepada Umar batu fondasi kuil, yang oleh orang-orang Arab disebut Sakhra.

Dibantu tentara-tentaranya, Umar mulai membersihkan debu-debu untuk membuat tempat sembahyang. Kaab menyarankannya memilih tempat di sebelah utara batu fondasi sehingga Umar akan memiliki dua kiblat, yakni kiblat Musa dan Muhammad. “Kau masih condong kepada Yahudi,” ujar Umar kepada Kaab, sambil menempatkan masjid pertamanya di sebelah selatan batu, kira-kira tepat di tempat Masjid al-Aqsa kini berada, sehingga lokasi itu menghadap ke Mekkah (hlm. 224).

Hubungan Harmonis Muslim, Yahudi, Kristen

Pada awalnya, kaum Muslim senang berbagi tempat suci dengan umat Kristen. Di Damaskus, mereka berbagi Gereja St. John selama bertahun-tahun dan Masjid Umayyah di sana masih berisi makam St. Yohanes Sang Pembaptis. Di Yerusalem, ada juga catatan perihal mereka berbagi tempat ibadah. Gereja Cathisma di luar kota itu dilengkapi dengan mihrab untuk sembahyang Muslim. Berlawanan dengan legenda Umar, tampaknya umat Muslim awal berdoa di dalam atau di samping Gereja Makam Suci.

Orang-orang Yahudi juga menyambut orang-orang Arab setelah berabad-abad represi Bizantium. Dikisahkan bahwa orang Yahudi, di samping orang Kristen, menunggang kuda dalam angkatan perang Islam. Bisa kita pahami, kepentingan Umar pada Holy of Holies menyenangkan harapan umat Yahudi, karena sang Amir al-Mukminin tidak hanya mengundang umat Yahudi untuk memelihara kuil, tetapi juga membolehkan mereka berdoa di sana bersama umat Muslim (hlm. 225).

Perlakuan Umar terhadap Yerusalem menetapkan pola hubungan damai antara Muslim dan orang-orang taklukkan mereka. Umat Kristen mendapati bahwa di bawah kekuasaan Islam, mereka dikenakan pajak khusus yang disebut jizyah. Pajak tersebut umumnya lebih kecil ketimbang pajak yang telah mereka bayarkan kepada Bizantium.

Ide tentang pajak yang lebih rendah dan kebebasan beragama yang lebih besar dipandang umat Kristen sebagai kesepakatan yang cukup baik. Karena itu, kaum Muslim hanya menghadapi sedikit perlawanan di bekas teritori Bizantium. Bahkan, terkadang orang Yahudi dan Kristen bergabung dengan Muslim dalam melawan Bizantium.(*)

Tulisan ini dikutip dari Tirto.id
loading...

Umar bin Khathab menaklukkan Yerusalem secara damai dan disambut baik oleh orang Yahudi dan Kristen.

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.