Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Banda Aceh – 22 orang nelayan asal Aceh Timur yang tergabung dalam ABK KM Troya tadi pagi, Senin (15/4/2019) tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM). Kepulangan para ABK ini diantar langsung oleh pihak Kementrian Luar Negeri untuk Myanmar yang disambut oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah bersama Dinas Sosial Aceh, Dinas Kelautan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta Panglima Laot Aceh.

Nova Iriansyah dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Myanmar sebagai negara sahabat, dan kerja keras Kementrian Luar Negeri melalui Duta Besar di Myanmar yang telah membantu pemulangan nelayan Aceh sehingga mereka bisa kembali ke kampung halaman. Tidak lupa juga Nova juga mengucapkan terimakasih kepada dinas terkait yang terlibat dalam pemulangan para nelayan tersebut.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Myanmar, Duta Besar Indonesia untuk Myanmar yang telah membantu memulangkan nelayan Aceh. Kita upayakan ke depan kejadian ini tidak terulang lagi dengan melakukan berbagai upaya diantaranya memberikan workshop dan pengadaan alat sedarahana yang bisa dibagikan ke nelayan sehingga kejadian seperti ini tidak lagi terulang,” kata Nova.

Kasubdit II Perlindungan dan BHI Kementrian Luar Negeri, Neni Kurniati, yang ikut dalam rombongan mengatakan, keberhasilan  pemulangan 22 dari 23 nelayan Aceh tersebut berkat kombinasi upaya diplomasi yang baik kedua negara. Namun untuk kapten kapal harus menjalani persidangan di Myanmar sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di sana.

“Kepada para nelayan kami sangat berharap agar mematuhi ketentuan-ketentuan perbatasan yang tidak boleh dilanggar, sehingga kejadian ini tidak lagi terulang,” katanya.

Dinsos Intens Berkomunikasi dengan Dubes Myanmar

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, yang diwakili  Sekretaris Dinas Sosial Aceh Devi Riansyah menuturkan, bahwa para nelayan Aceh tersebut ditangkap karena sudah memasuki batas wilayah perairan Myanmar.

“Namun dengan koordinasi yang baik antara Pemerintah Myanmar dengan Kementrian Luar Negeri RI yang berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh dalam hal ini Dinas Sosial sehingga pemulangan nelayan bisa dilakukan hari ini,” ujarnya.

Devi  mengungkapkan, proses pemulangan ini dilakukan tidak serta-merta tapi melalui komunikasi yang sangat intens antara Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, dengan Duta Besar RI untuk Myanmar Irjen Iza Fadri. Untuk itu dia berharap kepada masyarakat Aceh yang berprofesi sebagai nelayan terutama nelayan-nelayan yang erat kaitannya dengan perbatasan wilayah haruslah betul-betul memperhatikan batas wilayah.

Beruntung, katanya, Pemerintah Myanmar dengan Pemerintah RI memiliki hubungan yang bagus, sehingga mereka bisa dipulangkan kembali.

“Ke depan kita berharap tidak ada lagi kejadian-kejadian seperti ini. Profesi nelayan memang tidak bia kita pungkiri, tapi kita harus membekali dengan sistem yang lebih baik, pengetahuan yang lebih baik sehingga kita tidak melanggar batas wilayah negara orang.”

“Dinas Sosial Aceh berharap kepada para nelayan untuk dapat menyampaikan kepada rekan-rekan lainnya untuk tidak melewati batas negara orang saat menangkap ikan,” pesan Devi Riansyah.

Seusai melakukan penyambutan di ruang VIP Bandara SIM, para nelayan kemudian dibawa ke Dinas Sosial Aceh untuk selanjutnya diantar ke kampung halaman mereka di Aceh Timur. [Rill]
loading...
Label: ,

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.