Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Ketum PPWI Wilson Lalengke bersam Pimred statusaceh di gedung nusantara
StatusAceh- Diberitakan sebelumnya, Dua Jurnalis yakni Jon Roi Tua Purba dijemput paksa di kediamannya untuk diperiksa atas berita terkait dugaan penerimaan gratifikasi oleh Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw dari seorang pengusaha di Medan. 

Termasuk rekannya Lindung Silaban yang juga dijemput petugas Polda Sumut pada Selasa 6 Maret 2018 pukul 21.00 wib, dan diperiksa sebagai Pemimpin Redaksi media online sorotdaerah.com.

Baca Juga: Dua Jurnalis Dijemput Paksa, Kapolda Sumut Tidak Hormati MoU Kapolri dengan Dewan Pers

Penangkapan yang dilakukan oleh personil polda ini menuai protes dari berbagai kalangan masyarakat termasuk para tokoh pers serta kaum jurnalis dari berbagai penjuru tanah air.

Insiden kriminalisasi yang dilakukan oleh polda sumut ini menjadi perhatian serius dari Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, M.A.

 Kepada media ini pria jebolan Lemhanas ini mengatakan, Polri tidak boleh resisten terhadap kritik jika ingin tetap dihormati dan disegani rakyat. Pejabat tidak semestinya berlindung di balik argumentasi "pencemaran nama baik" terhadap pemberitaan tentang sikap dan perilaku mereka walaupun hanya dalam bentuk dugaan - dugaan publik.

" Ingat, Kalian dibayar mahal oleh  rakyat, Sehingga segala gerak - gerik Anda sudah seharusnya terbuka untuk menjadi obyek perhatian rakyat setiap saat, Tanpa jeda sedetikpun. Kalau tidak mau jadi perhatian publik, Ya jangan berada di posisi yang dibayar rakyat itu dong. Pulang kampung saja jadi petani, Menyatu bersama kita rakyat biasa dan balik memperhatikan dan mengkritisi para pejabat yang kita bayar hidupnya itu, " Tutur Wilson.

Arogansi Oknum Kapolda Sumut, Lanjut Wilson, Yang menjemput paksa warga akibat pemberitaan di Medan itu, Akan menjadi catatan buruk para pekerja media massa terhadap Polri secara keseluruhan.

" Bintang dua masih alergi kritik?? Tanggalkan saja bintang duanya itu boss. Tidak berbanding lurus dengan kondisi kedewasaan seorang pejabat pengayom masyarakat, " Ujarnya.(Red/Rls)
loading...

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.