Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Ketua DPP Lsm  Lemperari Aceh T. Muslem . TA  mantan kombatan yang sering disapa si Buya Hitam bersama ulama, tokoh dan masyarakat 12 desa Kecamatan Tanah Luas tetap sepakat akan berdemo dan memblokir kawasan Cluster III Kabupaten Aceh Utara, Senin (13/3) kemarin.

LHOKSEUMAWE- Selain tidak menggubris adanya ancaman 12 desa akan memblokir kawasan Cluster III di Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara PT. PDSI juga menilai jika warga terlalu banyak tuntutan maka perusahaan dan investor enggan melakukan kegiatan di daerah tersebut.

Hal itu diungkapkan Humas PT PDSI di Jakarta Budi Kristianto, Senin (13/3) kemarin, kepada statusaceh.net menggunakan hak jawabnya dan menanggapi adanya ancaman demo 12 desa yang akan memblokir areal Cluster III Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara lantaran dinilai ingkar janji dan belum memenuhi tuntutan kesejahteraan masyarakat lingkungan obvitnas PHE.

Dikatakannya, pihak PT. PDSI juga memiliki perwakilan humas di areal Cluster III Kecamatan Tanah Luas  untuk menjaring berbagai informasi perkembangan seputaran lingkungan obvitnas setempat. Akan tetapi sampai hari ini, pihaknya belum pernah sama sekali menerima informasi sinyalemen seperti adanya ancaman masyarakat dari 12 desa akan berdemo dan memblokir areal Cluster III Kecamatan Tanah Luas.

“Sebagai BUMN kehadiran kami adalah melaksanakan kegiatan operasional sebagai tugas negara untuk kepentingan bangsa. Tentu kita tahu bahwa jika terlalu banyak tuntutan  maka perusahaan ataupun investor enggan melakukan kegiatan di daerah tersebut.  Sebaiknya kita mengedukasi dan mensosialisasikan agar suasana kondusif bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan tentu akan berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Budi mengaku pihaknya juga mengerti apa yang menjadi tuntutan dari masyarakat. Namun bila semua pihak mengkuti proses sejak awal PT. PDSI masuk ke lokasi, jelas bahwa kepentingan masyarakat sekitar tetap menjadi perhatian.

Dimulai sejak courtessy call pihaknya dengan Wakil Bupati Kabupaten Aceh Utara, Kadinda, Muspika dan tokoh masyarakat setempat.

Budi menjelaskan bahwa kehadiran PDSI juga bermaksud mengajak pemuda dan masyarakat ikut terlibat dalam project yang berlangsung di Kecamatan Lhoksukon.

Kesempatan bagi tenaga kerja skill dan non skill juga dibuka luas dan merata berbasis keadilan. Karena tentu harus memenuhi kualifikasi standard yang ada, sebab ini adalah pekerjaan kategori high risk juga turut menyertakan perusahaan lokal dalam project tersebut.

“ Tentu tidak semua bisa kami gandeng karena keterbatasan bidang garapan juga kualifikasi yg sudah terstandard dan menjadi pedoman regulasi kami. Dalam project ini kami juga tidak mengeksplorasi kekayaan alam di wilayah tersebut. Sejak awal sudah kami jelaskan, ini adalah pekerjaan Plug & Abandont, yaitu menutup sumur di lokasi PHE NSB,” tegasnya.

Sementara  itu, Ketua DPP Lsm  Lemperari Aceh T. Muslem . TA  mantan kombatan yang sering disapa si Buya Hitam kepada statusaceh.net membantah semua keterangan pihak PT PDSI  dinilai telah membohongi public dan terkesan rekayasa yang dibuat agar terkesan mereka telah melakukan hal benar.

Buktinya pasca menjalin kesepakatan damai antara SM Lemperari dan pihak PT. PDSI yang ditengah Kodim 0103/ Aceh Utara, sampai hari ini tuntutan kesejahteraan masyarakat saja belum mampu dipenuhi dan nasib warga lingkungan tetap miskin tak menikmati pembagian CSR atau kesempatan kerja.

Muslem juga menegaskan masyarakat Aceh tidak butuh PT. PDSI atau investor yang datang hanya untuk memperkaya diri dan mengabaikan hak kesejahteraan bagi warga ingkungannya.

“ Untuk apa perusahaan atau investor luar datang ke Aceh, karena mereka ingin mencari keuntungan yang bisa menambah kekayaannya. Tapi tetap saja kalau kesejahteraan masyarakat lingkungan diabaikan maka dimata kami mereka sama saja seperti penjajah Belanda dan tetap akan kami tolak,”  cetusnya.

Muslem menambahkan dalam waktu dekat ini pihaknya bersama warga dari 12 desa akan berdemo dan memblokir kawasan Cluster III Kecamatan Tanah Luas. (jhai)



Teks dan foto



Sepakat Demo Blokir Culster III
loading...

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.