Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Rohim, kakek dua cucu ini diamankan polisi karena mencabuli anak tetangga. Koran SINDO/Adi
StatusAceh.Net - Diusianya yang sudah mulai senja, Rohim (54), warga Jalan KH Azhari Lorong Rawo-Rawo, Kelurahan 14 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang, justru harus berurusan dengan polisi.

Kakek dua cucu itu ditangkap setelah melakukan aksi tak senonohnya dengan mencabuli PP, gadis remaja berusia 13 tahun, yang merupakan anak tetangganya.

Keluarga korban yang tak terima, langsung menangkap dan menggelandang tersangka ke Polresta Palembang. Bahkan, keluarga korban pun sempat menghakimi tersangka lantaran geram.

Menurut Fatona (36), ibunda korban, kejadian itu baru diketahui setelah mendengar informasi dari tetangganya. Saat itu, kata Fatona, tetangganya mengatakan jika anaknya sudah menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh tersangka.

"Tahu kejadian itu setelah mendengar cerita dari tetangga. Saat itu saya baru pulang kerja. Katanya anak saya bilang sudah dicabuli oleh tersangka," kata Fatona ditemui di Polresta Palembang, Kamis (20/4/2017).

Informasi itu, rupanya tak serta merta langsung dipercaya oleh Fatona. Untuk memastikannya, Fatona pun akhirnya meminta keterangan anaknya.

"Awalnya belum percaya. Namun setelah ditanya, anak saya pun mengaku sudah dicabuli tersangka. Kata anak saya tersangka sudah memegang payudaranya," terangnya.

Tidak hanya itu, dia pun menjelaskan, jika tersangka juga nekat memegang dan menusuk kemaluan korban dengan menggunakan jari tangannya. Bahkan diketahui, tersangka juga nekat mengeluarkan kemaluannya dan memaksa korban untuk memegangnya.

"Anak saya ini dipaksa untuk memegang kemaluan tersangka. Selain itu tersangka juga menusuk kemaluan anak saya sampai anak saya merasa sakit," tuturnya.

Dikatakan Fatona, saat kejadian dirinya memang sedang tak berada di rumah lantaran sedang pergi bekerja.

"Sebelumnya memang tinggal bertetangga. Tapi saat ini kami sudah pindah. Karena saya ini bekerja, makanya setiap hari anak saya dititipkan di rumah neneknya yang tak jauh dari rumah tersangka. Memang saya sudah curiga, sebab tersangka selalu memberi anak saya uang. Tapi saya tidak berfikir dia nekat mencabuli anak saya," ujarnya.

Sementara itu, tersangka Rohim tak menyangkal aksi pencabulan yang dilakukannya tersebut. Hanya saja, tersangka membantah jika dirinya sudah menusuk kemaluan korban dengan jari tangannya.

"Itu bohong. Saya cuma memegang payudaranya saja, tidak lebih," tutur pria yang kesehariannya berdagang ikan hias ini.

Diakuinya, perbuatan itu juga baru sekali dilakukan lantaran saat ini istrinya tak mampu lagi melayani nafsu birahinya.

"Perbuatan itu spontan saja. Saya hanya khilaf. Lagi pula saat saya pegang, korban juga tidak marah atau pun kesakitan," akunya.

Kendati begitu, tersangka mengaku menyesal dengan perbuatannya. "Menyesal, tapi saya akan bertanggung jawab karena saya memang salah," timpalnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara mengatakan, proses hukum tersangka akan ditangani oleh aparat Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Palembang.

"Korban juga sudah melapor dan sudah diambil keterangan. Untuk tersangka masih dilakukan pemeriksaan intensif," pungkasnya. (Sindonews)
loading...

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.