Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Banda Aceh - Arus globalisasi yang tidak terkendali membuat kehidupan dewasa ini seakan tanpa batas. Oleh karena itu, semua pihak harus waspada. Bukan hanya pengaruh baik, globalisasi juga menghadirkan pengaruh buruknya ditengah-tegah masyarakat. Kami minta Para Mubaliq dapat mengingatkan masyarakat untuk  mewaspadai dampak  negatif globalisasi tersebut. 

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, dalam sambutan singkatnya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Aceh, Drs Dermawan MM, pada acara Pelantikan Pengurus Wilayah Badan Koordinasi Mubaligh se-Indonesia (Bakomubin) Aceh, Periode 2015-2018, yang dipusatkan di Anjong Mon Mata, (Selasa, 15/12/2015).

“Lihat saja bagaimana narkoba semakin merajalela, pergaulan bebas menjadi tren di kalangan anak muda, kapitalisme ada dimana-mana, solidaritas semakin rendah, dan jiwa sosial semakin memudar di kalangan masyarakat kita.”

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara itu menjelaskan, bahwa dampak buruk dari globalisasi sudah jelas terasa saat ini, diantaranya ada sebagian orang atau kelompok yang mulai menjauhi agama karena dianggap mengekang kebebasan.


“Begitu cintanya kepada kebebasan, sampai-sampai ada yang menuding kalau Syariat Islam melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Di tengah kegalauan itu, muncul pula paham ekstrim yang berusaha menyelewengkan Islam atas nama jihad. Mereka melakukan aksi kejahatan, menyebarkan kebencian sehingga memperburuk citra Islam itu sendiri,” ujar Gubernur.

Selain itu, lanjut Gubernur, ada juga beberapa kasus penyebaran kebencian di antara sesama umat Islam yang ditandai dengan munculnya kelompok yang mengklaim lebih Islam dibanding kelompok lainnya.

“Di sisi lain, ada kelompok yang justru ingin membuat Islam semakin lemah. Mereka merusak generasi muda kita dengan paham liberal dan ajaran sesat. Mereka bahkan berani menentang hukum atas nama hak kaumnya sendiri.”

Oleh karena keadaan yang seperti inilah, maka peran mubaligh menjadi sangat penting dalam ranga memberikan pencerahan iman dan Islam kepada masyarakat.

Mengingat pentingnya langkah penguatan iman yang harus dilakukan secara terus menerus, Gubernur menyatakan, bahwa peran para mubaligh yang memiliki tugas untuk menyebarkan dan mendakwahkan Islam di masyarakat sangatlah dibutuhkan.

“Semakin banyak yang tergerak dalam penguatan Islam, tentu semakin baik. Yang penting lagi, mubaligh harus cerdas, punya wawasan luas dan mampu berkomunikasi dengan baik. Ucapannya pun harus sejalan dengan perilakunya,” pesan Gubernur.
Untuk itu, keberadaan Bakomubin sebagai wadah yang mampu memperkuat aktivitas mubaligh menjadi sangat penting. Dalam bakomubin para muballigh dapat saling berkomunikasi, berbagi pengalaman dan berbagi informasi.

“Wadah itu juga diharapkan bisa memfasilitasi penguatan kapasitas anggotanya. Dengan demikian kegiatan para muballigh lebih tertata dan terkoordinasi dengan lebih baik.”

Tugas Mulia Bakomubin

Pelantikan Pengurus Wilayah Bakomubin Aceh telah mentasbihkan keberadaan lembaga yang diisi oleh para mubaligh itu di Aceh, Gubernur berharap Bakomubin menangkal semua hal buruk yang akan terjadi di masa yag akan datang.

Saat ini ada beberapa hal yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Aceh, berkaitan dengan pelaksanaan Syari’at Islam. Gubernur berharap Pengurus dan anggota Bakomubin dapat membantu pemerintah Aceh dalam menjalankan tugas mulia tersebut, diantaranya menyebarkan ajaran Islam dan menunjukkan bahwa Islam adalah agama Rahmatan Lil Alamin, atau rahmat bagi seluruh alam.

Pria yang akrab disapa Doto Zaini itu juga meminta agar Bakomubin mendukung program-program Pemerintah untuk penegakan Syariat Islam di Aceh, menyebarkan ajaran Islam yang toleran, tapi tetap tegas dalam hal aqidah, serta mempersatukan ummat melalui cara-cara dakwah yang santun dengan mengutamakan kepentingan ukhuwah Islamiyah.

Selanjutnya, Doto juga meminta agar Bakomubin erlibat dalam kegiatan sosialisasi Qanun Jinayat yang telah berlaku di Aceh, agar masyarakat paham tentang sanksi hukum bagi tindakan pidana yang berkaitan dengan pelanggaran Syariat.

Terakhir, Gubernur mengharapkan agar Bakomubin turut serta memperkuat program Pemerintah Aceh, dalam hal penguatan fondasi Islam melalui program penyebaran mubaligh ke wilayah perbatasan dan pedalaman Aceh.

Gubernur meyakini, dengan terlaksananya beberapa tugas tersebut, maka upaya untuk memperkuat benteng Islam di Aceh akan lebih kokoh. Dengan demikian, masyarakat akan mampu menghadang pengaruh buruk globalisasi yang tidak sejalan dengan Syariat Islam.

“Dengan semakin bersatu, maka misi pihak luar yang ingin mencabik-cabik Islam di daerah ini dapat kita hadang. Dengan demikian identitas masyarakat Aceh yang kental dengan ke-Islamannya dapat terus kita pertahankan,” ujar Gubernur.
Doto Zaini juga berharap agar keberadaan Bakomubin dapat dikembangkan hingga di tingkat kabupaten/kota, sehingga gerakan penguatan iman dan taqwa dapat kita lakukan secara masif menyentuh semua masyarakat.

“Selamat bekerja kepada seluruh pengurus Bakomubin yang baru saja dilantik. Laksanakan visi misi organisasi ini dengan ikhlas dan penuh tanggungjawab sehingga cita-cita kita menegakkan Syariat Islam  yang kaffah di Aceh dapat tercapai,” pungkas Gubernur Aceh.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pengurus Pusat Bakomubin, Ali Mochtar Ngabalin, didampingi Bustami Usman selaku Ketua Pengurus Wilayah Bakomubin Aceh dan para pengurus yang baru saja dilantik, serta Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda dan sejumlah awak media.(Red)
loading...
Label: ,

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.