Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Blang Pidie - Seorang kepala desa di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh hilang misterius. Pencarian terhadap korban sempat diwarnai aroma mistis.

Muhammad Aris (48), Kepala Desa Blang Makmur, Kecamatan Kuala Batee, dilaporkan hilang pada Senin, 31 Desember 2018. Dia hilang ketika memancing ikan di tanggul batu gajah kolam labuh Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Serangga, Kecamatan Susoh.

Di lokasi, petugas Pol Air setempat hanya menemukan sepeda motor, SIM C, ATM, serta uang puluhan ribu milik korban. Sementara itu, Aris lenyap bak ditelan bumi.

Pencarian terhadap korban dilakukan sejak Rabu, 2 Januari lalu. BPBK setempat sempat mendirikan posko di hamparan pantai dimana korban diduga menghilang.

Boat fiber milik petugas hilir mudik di kawasan pantai Ujung Serangga tempat korban dilaporkan hilang hingga ke perairan Lama Tuha. Tidak hanya itu, pencarian di darat melibatkan 20 orang kepala desa turut dilakukan.

Namun, pencarian oleh petugas gabungan Tagana, Satgas SAR, TNI/Polri termasuk Polisi Air dan TNI AL, Anggota RAPI, nelayan, anggota keluarga dan warga dari Gampong Blang Makmur itu, tidak membuahkan hasil. Petugas kewalahan.

Pencarian kepala desa dihentikan Jumat, 4 Desember kemarin. Upaya pencarian kembali dilakukan jika pihak keluarga mendesak pemerintah setempat agar ayah empat anak itu kembali dicari.

Sepuluh Dukun

Menurut Staf BPBK Abdya, Yusmaidi yang turut melakukan penyisiran, mengaku mengikuti saran hingga sepuluh orang dukun untuk mencari korban. Berbagai ritual pun sempat dilakukan.

"Apa yang dibilang dukun kami ikuti. Sampai ke pulau kosong. Sampai ada delapan buah lubang (gua) sampai kami foto. Namun, juga tidak membuahkan hasil," ungkap Yusmaidi kepada Liputan6.com, Sabtu, 5 Januari 2019, malam.

Pencarian dari darat hingga laut mencapai radius enam kilometer. Enam anggota Satgas SAR turut melakukan penyelaman di delapan titik gua tidak jauh dari lokasi Aris menghilang.

Bagi Anggota DPRK Abdya, Iskandar, petugas sudah all out dan bekerja sesuai prosedur, kendati upaya mencari korban tidak membuahkan hasil alias nihil. Iskandar dan sejumlah pejabat teras di kabupaten itu sempat turun ke posko pencarian.

"Kami ikut sedih atas apa yang menimpa keluarga besar Desa Blang Makmur," ujarnya.

Kasus Hilang Misterius Kedua di Abdya

Catatan Liputan6.com, kasus orang hilang secara misterius bukan kali pertama di Kabupaten Abdya. Rabu, 12 Desember tahun lalu, seorang kakek hilang misterius di sebuah pesantren di Dusun Aceh Kongsi, Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot.

Ramli bin Makam (70) hilang setelah mengambil air wudu menjelang salat magrib di sebuah surau di pesantren itu. Yang bersangkutan diketahui sedang menjalani pengobatan di pesantren yang dikenal warga dengan sebutan pesantren Aceh Kongsi.

"Hingga saat ini, kabarnya kakek tersebut belum ditemukan. Namun, keluarga masih berupaya untuk terus mencari," Pembina UKM Penanggulangan Kebencanaan Universitas Teuku Umar (UTU), Irsadi Aristora, yang saat itu turut melakukan penyisiran bersama sejumlah mahasiswa.

Sebelumnya seorang pria juga sempat dilaporkan hilang. Namun, yang bersangkutan telah ditemukan. | Liputan6.com
loading...
Label: ,

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.