-->

Iklan

Raskin Tidak Layak Konsumsi, Kami ini Bukan Binatang Unggas Bulog ???

Friday, 16 June 2017, 00:50:00 WIB Last Updated 2017-06-15T18:26:00Z
'/>
Nasir warga desa kubu saat memperlihatkan raskin yang tidak layak konsumsi
ACEH UTARA-- Dalam dua hari ini kondisi di sejumlah Kabupaten di Aceh memanas, bukan karena adanya insiden kejahatan bersenjata api ataupun aksi-aksi teror namun memanasnya kondisi disebabkan ulah perusahaan umum Bulog (Perum Bulog) yang membagikan beras miskin atau Raskin kepada warga masyarakat kurang mampu tidak layak konsumsi.

Kekesalan masyarakat terhadap perum bulog selaku pihak yang membagikan raskin semakin bertambah setelah beras yang dibagikan dalam kondisi bau busuk,berkutu dan berdedak.

Sejumlah masyarakat di Aceh mulai kabupaten Bireuen,aceh utara hingga Aceh timur mengeluhkan beras yang telah di subsidi oleh pemerintah tersebut  dalam kondisi tidak layak konsumsi.

Masyarakat menilai beras miskin yang didistribusikan oleh Bulog kali ini benar-benar memprihatinkan serta terkesan makanan yang layak diberikan kepada ternak.

“ Raskin kali ini layaknya diberikan kepada unggas ataupun hewan lainnya,bukannya kepada manusia, lebih baik jangan diberikan kalau seperti ini, jangan kalian orang bulog pikirkami orang-orang aceh adalah orang kelaparan, Woi... kami ini bukan binatang unggas bulog ??? “ ungkap Azhar (37) salahsatu warga desa Kubu Kec. Sawang Kab. Aceh Utara,Kamis (15/6/2017) saat ditemui redaksi mengambil raskin didesanya.

Beras miskin yang disalurkan bulog berdedak dan berkutu
Hal yang sama di sampaikan Nasir warga kubu, dirinya mengaku raskin yang diterimanya telah dijualnya kembali dengan harga Rp 4000/Kg karena beras raskin tersebut mirip makanan ayam dan tidak layak untuk konsumsi.

“ Sudah saya ambil tadi tapi saya jual kembali Rp 4000/Kg, tidak bisa kita makan berasnya hancur dan berdedak “,tutur nasir seraya memperlihatkan contoh beras yang diterimanya kepada redaksi.

Demikian juga salahsatu warga desa sawang Efendi Nur yang juga ketua KNPI Kecamatan Sawang, Aceh Utara pada dinding media sosialnya yakni pada status facebooknya menuliskan dengan bunyi curhatnya:

" Kepala bulok gak malu dan gak punya hati mereka di gaji dengan uang rakyat tapi mengirim beras busuk tuk rakyat..pemerintah pun buta dan tuli..menyo nyo yg gepajoh le masyarak tente nyo yg geboh ke fitrah, maka bak uro raya nyo pih yg gepajoh..kbn na layak.....? " (kalau ini (raskin,red) yang dimakan masyarakat tentu ini jua yang diberikan untuk zakat fitrah, maka hari raya ini juga yang dimakan ).

Kemudian dilanjutkan dengan status berikutnya dalam bahasa aceh, " Ka bak jalan ta pajoh abe.. dirumoh pih ta pajoh umpeun ase..so na meu phom ci jaweb sige? " (Sudah di jalan kita makan abu,dirumah pun kita makan makanan anjing)“, itulah ungkapan kekesalannya saat mendapatkan raskin yang dibagi layaknya makanan hewan.

Dinding akun Facebook efendi nur
Sementara itu di Kecamatan Gandapura kabupaten Bireuen lebih parah lagi,hampir rata warga kurang mampu yang menerima raskin tidak layak konsumsi ini berduyun-duyun mendatangi kantor kecamatan untuk mengembalikan dan memperlihatkan kondisi beras tersebut.

Tanpa menunggu lebih lama orang nomor satu dilingkungan kabupaten bireuen lansung melakukan cek n ricek kondisi beras yang dikembalikan warga kurang mampu.

Melihat  sendiri wujud beras yang disalurkan oleh bulog dengan serta merta Bupati Ruslan emosi dan mengatakan jika pihak perum bulog tidak profesional.

Bukan itu saja seraya memegang beras raskin yang tidak layak kosumsi bupati ruslan mengatakan jika dirinya merasa kecewa terhadap bulog yang dinilainya tidak bermoral disebabkan beras berkutu dan berbau busuk yang dibagikan oleh bulog sepantasnya diberikan untuk makanan hewan.
Bupati Bireuen Ruslan saat marah melihat kondisi raskin yang tidak layak konsumsi (foto: beritasatu)
“  Ini perbuatan tidak bermoral, saya kecewa dan marah kalau beras busuk seperti ini dibagikan ke masyarakat  saya dibireuen karena beras seperti ini hanya cocok diberikan kepada Unggas, apa orang bulog kira warga saya unggas ya “, ungkap ruslan dengan nada tinggi usai menghadiri menyantuni anak yatim dikantor camat gandapura rabu, (14/6/2017). 

Sementara Kepala Perum Bulog Lhokseumawe Mulyadi saat dihubungi baik melalui pesan singkat maupun pesan WhatApsnya untuk konfirmasi terkait keluhan warga tentang kondisi raskin yang tidak layak konsumsi ini belum memberi jawaban serta tanggapan atas konfirmasi redaksi,Kamis (15/6).


Redaksi: T. Sayed Azhar
Komentar

Tampilkan

  • Raskin Tidak Layak Konsumsi, Kami ini Bukan Binatang Unggas Bulog ???
  • 0

Terkini

Iklan

Close x />