Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama USA Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Jakarta - Manager Geographic Information System (GIS) Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) Agung Dwinurcahya mengatakan, 4.097 hektare (ha) hutan di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) di Provinsi Aceh hilang akibat berubah fungsi sepanjang tahun 2016.

Agung dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis (29/9), mengatakan, pada Januari 2016, luas hutan KEL mencapai 1.820.726 ha dan berkurang menjadi 1.816.629 ha pada Juni 2016.

Kawasan Ekosistem Leuser yang mencakup 13 dari 23 kabupaten/kota di Aceh, menurut dia, telah kehilangan kawasan hutan terbanyak di Aceh Timur yang mencapai 1.870 ha, dari 236.874 ha menjadi 235.004 ha.

Kemudian, di Gayo Lues dari 402.684 hektare menjadi 402.279 hektare atau 405 hektare. Aceh Selatan kehilangan 378 hektare. Serta lainnya berkisar antara 12 hingga 286 hektare.

Selain kehilangan kawasan hutan, pada periode Januari hingga Juni 2016 terpantau 187 titik api dan yang terbanyak terdapat di Aceh Timur mencapai 56 titik. Sedangkan Gayo Leus terpantau 31 titik api, di Aceh Selatan 30 titik api, serta titik api di tujuh kabupaten/kota lainnya berkisar antara satu hingga 21 titik.

Kawasan yang, menurut dia, tidak terpantau titik api ada di Aceh Utara, Aceh Barat, dan Aceh Singkil.

"Titik api ini berbanding lurus dengan kehilangan tutupan hutan di Aceh. Misalnya, tingginya titik api di Aceh Timur menjadi kontributor utama deforestasi di Aceh Timur," ujar Agung.

Sedangkan hutan produksi dengan kehilangan kawasan hutan atau "forest loss" terbanyak terjadi di Aceh Timur mencapai 927 ha, dan hutan lindung dengan "forest loss" terbesar di Gayo Lues sebanyak 184 ha.

Agung mengatakan, hutan produksi terbatas dengan "forest loss" terbesar terjadi di Aceh Barat Daya mencapai 46 ha. Suaka Margasatwa dengan forest loss terbesar di Aceh Selatan mencapai 70 ha, sedangkan taman nasional dengan "forest loss" terbesar terjadi Aceh Tenggara mencapai 123 ha. (Antara)
loading...
Label: ,

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.