Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Banda Aceh – Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah, menyebutkan Pemerintah Aceh telah melakukan berbagai upaya untuk melobi pemerintah Arab Saudi agar kuota haji untuk masyarakat Aceh bisa ditambah. Namun demikian, hal tersebut belum tercapai dikarenakan kebijakan pemerintah Arab Saudi  yang sedang membangun infrastruktur. Tak hanya untuk Aceh kuota haji untuk semua negara pun terpotong. Untuk Aceh, tercatat hanya 3.140 jamaah reguler yang diberangkatkan, 29 di antaranya adalah tim petugas haji daerah.

“Untuk itu semua pihak dimohon bersabar, seraya berdoa agar pembangunan sarana haji di Arab Saudi cepat selesai sehingga kuota jamaah haji kita dapat ditingkatkan,” ujar gubernur dalam sambutan yang dibacakan Asisten III Setda Aceh, Syahrul SE, M.Si, seusai melantik Panitia Penyelenggara Haji Emberkasi Aceh, di Asrama Haji Banda Aceh, Rabu (20/07).

Upaya yang dilakukan Pemerintah Aceh, ujar Gubernur Zaini, untuk menjawab keinginan masyarakat dalam beribadah haji ke Mekkah. Tingginya minat masyarakat untuk menyempurnakan rukun Islam ini bisa dilihat dengan waiting list jamaah yang terus bertambah. Hingga juni 2016, jamaah haji asal Aceh yang telah mendaftar mencapai 78.115 orang. Jika kuota tersebut menjadi rujukan, maka calon jamaah yang mendaftar saat ini baru akan bisa berangkat dalam 25 tahun ke depan.

Salah satu upaya pemerintah adalah melakukan lobi dengan bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi, Mustafa Ibrahim Al Mubarak di Kedubes Arab Saudi Jakarta pada akhir Maret silam. Dalam pertemuan itu, Dubes Mustafa menyambut positif permintaan gubernur. Penambahan kuota akan diupayakan begitu pembangunan infrastruktur usai dibangun di Arab Saudi.

Gubernur meminta, agar para petugas yang baru dilantik bisa membantu sepenuhnya para jamaah melalui pembinaan, penanganan dan pelayanan yang baik. “Bantu juga kelancaran administrasi Baitul ‘asyi agar penyaluran dana baitul ‘asyi kepada jamaah calon haji Aceh berjalan lancar,” pinta gubernur.
Direktur Pembinaan Haji dan Umrah, Muhajirin Hanif, menyebutkan jamaah haji untuk tahun ini akan diberangkatkan pada 9 Agustus mendatang dengan jadwal pemulangan pada 17 September 2016. Untuk keseluruhan, ada 157.115 jamaah Indonesia yang tergabung dalam 387 kloter yang akan berangkat dengan 384 penerbangan.

Tugas operasional penyelenggara haji, kata Hanif, menjadi wewenang nasional. Pemerintah, katanya, berkewajiban untuk memberikan bimbingan, pelayanan dan perlindungan dengan menyediakan layanan administrasi, bimbingan ibadah haji, akomodasi, transportasi, pelayanan kesehatan dan keamanan serta segala pelayanan lain yang dibutuhkan jamaah.

“Bangun kesan positif dengan bekerja secara optimal. Berikan layanan prima sehingga kualitas layanan haji di tanah air menjadi semakin baik,” ujar Hanif. Hal tersebut, kata Hanif merupakan bagian dari upaya pemerintah agar pelayanan ibadah haji lebih transparan, mudah, nyaman dan profosional. (Rill)
loading...
Label: ,

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.