Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Soleman B Ponto
Banda Aceh - Mantan Kepala Badan Intelejen Strategis (BAIS), Soleman B Ponto menyakinkan bahwa kelompok bersenjata Din Minimi adalah binaan Badan Intelejen Negara (BIN).

“Ini bukan aku bilang, tapi ini Ka BIN, Sutiyoso sendiri yang bilang dalam berita kompas, 6 Januari 2016 bahwa BIN yang dipimpin Sutiyoso tidak menyangkal penanganan kelompok bersenjata tidak lepas dari pembinaan wilayah teritori. Itu bagian pembinaan BIN di wilayah,” tegas Soleman kepada wartawan usai diskusi “Menakar Teka Teki Din Minimi” di UIN Ar-Raniry, Kamis (7/1/2016).

Menurut Soleman, kalau BIN melakukan pembinaan boleh-boleh saja, sepanjang tidak merusak sistem yang sudah ada. “Artinya BIN setelah menerima Din Minimi lalu serahkan ke Polisi atau Pangdam Iskandar Muda,” ujar Soleman.

Senjata yang digunakan Din Minimi kata mantan Kepala BAIS ini juga bukan senjata sisa konflik. “Itu senjata baru, bisa disuplai baru atau disimpan, yang sisa konflik sudah tidak ada lagi, artinya semua senjata setelah tanggal 31 Desember 2005 itu adalah kriminal,” tegas dia menyakinkan.

Soleman juga menuding BIN telah merusak prinsip intelejen negara. “BAIS tidak kecolongan, kami juga bisa menurunkan Din Minimi, tapi tetap dalam SOP yang berlaku, kemudian BIN sudah melanggar prinsip-prinsip intelejen, seharusnya BIN menyerahkan Din Minimi ke Polisi dan tidak melakukan publikasi,” kata Soleman.

Permainan intelejen tidak kelihatan tapi bisa dirasakan. Intelejen bermain di bawah tanah, apapun dilakukan boleh-boleh saja, ketika intelejen melakukan maka harus diserahkan ke Polisi atau TNI, kalau SOP ini hancur, berapa banyak sistem yang akan rusak.

Seharusnya KA BIN memberikan contoh baik kepada adik-adiknya. “Kenapa saya ribut, karena saya tidak ingin ini terjangkit dengan adik-adik saya,” demikian Kepala BAIS TNI  2011-2013, Soleman B Ponto. 

Sumber: ACEHTERKINI
loading...
Label: ,

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.