Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA


SAWANG- Ab alias Teuntra Raman (37) warga gampong Punteut Kecamatan Sawang Kab. Aceh Utara tewas diterjang peluru personil Polres Lhokseumawe, Minggu (01/12/2019) pukul 22:00 WIB malam.

Menurut informasi beredar di masyarakat, polisi menembak teuntra raman saat mantan combatan ini akan mengambil uang 10 juta pada geuchik gampong setempat.

Dari salah satu sumber menyebutkan selama ini teuntra raman kerap meresahkan warga setempat dengan berbagai aksi kriminal seperti pemerasan pada kepala desa,menaikkan bendera seperatis dan membakar bendera merah putih yang menyebabkan terbakarnya sekolah di desa Punteut Kecamatan Sawang, Aceh Utara beberapa waktu lalu.

Tidak sampai disana saja,teuntra raman juga memiliki sepucuk senjata api rakitan yang kerap dibawanya dalam menjalankan aksi kriminalnya.

“Kemarin itu dia naikkan bendera separatis terus dikasih turun sama orang koramil,besoknya dia naikkan lagi bènderanya yang dikasih bom terus diturunkan sama polisi dan jihandak, terus dia bakar bendera umbul-umbul yang disekolah sampai sekolah terbakar “,ungkap salahsatu warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya disini.

Syahdan teuntra raman sehari sebelumnya sempat meminta uang puluhan juta dari geuchik setempat,belakangan saat teuntra raman mendatangi rumah geuchik tersebut .

Diluar perkiraan teuntra raman polisi telah berada diseputaran rumah geuchik dan bersiap-siap meringkusnya namun mengetahui keberadaan polisi,teuntra raman kabur keareal persawahan dengan senjata api rakitannya,namun polisi berhasil menembak pelaku hingga tewas.

Sementara Wakil Kepala Polda Aceh Brigjen Supriyanto Tarah membenarkan informasi mengenai kejadian itu.

Menurut dia, AD awalnya mendatangi salah satu rumah warga desa itu untuk meminta uang sebesar Rp 10 juta. Namun, AD mengancam jika tidak diberikan uang, warga tersebut akan dibunuh. Warga yang menjadi korban kemudian melapor ke polisi.

Menurut Supriyanto, polisi langsung mengintai di lokasi kejadian. "Begitu AD tiba di lokasi, polisi berusaha menangkap. Namun, pelaku ternyata membawa senjata api dan menembak ke arah polisi, sehingga petugas memberikan perlawanan lewat tembakan juga,” kata Supriyanto.

Supriyanto menyebutkan, pelaku diketahui mengenakan rompi anti peluru. Bahkan, di dalam rompi itu diduga ada bom.

Bom itu telah dievakuasi oleh tim penjinak bom dari Brimob Kompi B Jeulikat, Lhokseumawe. Barang bukti yang diamankan dua pucuk senjata api rakitan milik pelaku dibawa ke Polres Lhokseumawe. Sedangkan, bom dibawa ke Markas Brimob.

“Proses visum di Rumah Sakit Umum Cut Meutia sedang berlangsung,” kata Supriyanto.

Dia menyebutkan, polisi telah mengantongi identitas kelompok pria yang bersenjata tersebut.

“Banyak atau sedikit jumlah senjata yang ada di kelompok itu relatif ya, yang jelas kita sudah ketahui identitasnya dan kami pastikan akan melakukan penangkapan terhadap anggota kelompok itu,” kata Supriyanto.(Tim)

loading...

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.