Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Lhokseukon - Asmuji warga Gampong Ampeh Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara menghuni gubuk reot yang usang dan terlihat sudah mau roboh. Gubuk reot itu merupakan rumah peninggalan mertuannya yang sudah dihuni bersama isterinya Syakdiah Arsyad (35) dan anaknya selama 20 tahun.

Haikal yang merupakan tokoh pemuda di gampong Ampeh kepada media ini Kamis (05/09/2019) mengatakan karena tidak punya kemampuan ekonomi untuk membangun rumah,  terpaksa Asmuji dan isteri serata anaknya menghuni gubuk reot yang ditinggalkan mertuanya itu.

"Kini kondisi gubuk reotnya benar-benar tidak lagi layak dihuni,  lantaran atap rumahnya dan bagian dinding sudah bobol.  Sehingga selama ini mereka tidur digubuk yang beratap langit,"katanya.

Menurutnya, Asmuji sehari-hari bekerja sebagai pencari sayur mayur yang timbuh di rawa-rawa atau sawah seperti sayur kangkung dan Genjer.  Pendapatannya sehari belum tentu cukup untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.  

Sementara saat ini Pemerintah Aceh Utara saat ini ada mengeluarkan perbup tentang alokasi anggaran bantuan rumah kaum dhuafa untuk setiap Gampong dari Dana Desa,  namun sayangnya,  Asmuji justru terabaikan dan tidak tersentuh bantuan apapun.  

Lanjutnya, untuk membantu Asmuji, salah satu tokoh masyarakat gampong Ampeh Moerhady bersama Ketua Pemuda Bulqaini tampil menggalang sumbangan bantuan dari masyarakat,  tokoh,  pejabat dilingkungan Desa Ampeh dan sejumlah desa tetangga juga ikut turun tangan. 

"Tidak mungkin kami menunggu bantuan desa yang belum tentu dialokasikan.  Sehingga kami semua berinisiatif untuk menggalang sumbangan dana untuk memperbaiki gubuk Asmuji yang sudah rusak berat," tegasnya. 

Tambahnya, pihaknya akan menggalang sumbangan untuk membantu memperbaiki gubuk reot Asmuji yang kondisi kerusakannya sudah darurat.  Bahkan untuk mendukung kegiatan sosial itu, Camat Tanah Luas Usman merupakan orang pertama yang menyumbang sejumlah uang untuk memperbaiki gubuk reot Asmuji.  

"Bagi masyarakat dan dermawan lain yang ingin mengulurkan bantuan dapat menghubungi Moerhady  dengan nomor kontak 085296804445,"tambahnya.(ZA)
loading...
Label: ,

Post a Comment

loading...
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.