Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Korban alami luka pada beberapa bagian tubuh setelah dikeroyok orang tak dikena,
Photo : VIVA.co.id/Muhammad AR
Bogor - Rombongan keluarga yang sedang berwisata tiba-tiba dikeroyok orang tak dikenal di jalan Desa Cibeureum, Cisarua, Puncak Bogor, Sabtu 8 Juni 2019.  Korban meminta tolong ke petugas polisi yang sedang berjaga di jalan namun tak digubris.

Salah seorang dari rombongan, Raden Nurhadi mengatakan, kejadian itu terjadi pukul 16.00  WIB. Keluarganya lewat jalur alternatif Taman Safari, Cisarua. Di jalan ada satu mobil nyalip sambil memberi klason berkali-kali. Pengendara mobil toyota Avanza itu pun mengacungkan tangan.

Sesampainya di lokasi Kampung Baru, dihampiri orang-orang yang menaiki Avanza tersebut, tanpa basa-basi mereka langsung menganiaya keluargannya.

"Saya pikir biasa saja, enggak tahu kenapa, ditungguin sama mereka dan menghadang tiba-tiba di kampung baru Cibereum. Orang satu mobil turun menghampiri mobil dan menghadang mobil kami lalu membuka paksa pintu mobil," kata Raden kepada VIVA, Sabtu 8 Juni 2019 malam.

Aden mengatakan, saat itu di dalam mobil, ada orangtuanya Nuni mulyati(55) dan Hadiawan(60) yang sedang stroke, juga tiga saudaranya Hadisofyan (19), Agus (28) dan Rizki (26).

Orang-orang dari mobil Avanza itu langsung mengeroyok semua orang yang ada di dalam mobil. Tanpa pandang bulu. Mereka juga menginjak-ijak orangtuanya yang sedang stroke.

"Kita turun (dari mobil) tiba-tiba langsung terjadi pengeroyokan dan orangtua saya yang stroke dan ibu saya yang wanita diinjek-injek juga tanpa pandang bulu. Ada delapan orang mereka ajak berantem, langsung pukul, ada warga di sana bukannya memisahkan malah ngeroyok kami, mereka ikut pukulin kami. Saya (minta tolong) laporin ke polisi yang jaga tapi mereka tidak mau merespons," katanya.

Pada saat pengeroyokan, ada beberapa warga yang meminta keluargannya masuk mobil untuk menyelamatkan diri. Namun pelaku pengeroyokan terus melemparin mobil dengan batu, dan menendangi mobil hingga bagian spion parah.

"Saat ini saya sudah ambil langkah mau visum, tapi karena orangtua belum bisa ditinggal masih trauma, kami belum lapor polisi," katanya.

Saat ini, kata Raden, ia dan keluarga sudah beristirahat di villa, sambil merawat luka bekas penganiayaan. "Orangtua memar di tangan, di kaki, yang dipukul ada tujuh orang, lima bersaudara, orang tua dan adik saya," tutur Aden.

Dikonfirmasi Kepolisian setempat belum memberikan keterangan lebih jelas terkait penganiayaan tersebut, Kepala Unit Reskrim Polsek Cisarua, Iptu Irwan Alexsander, mengatakan kejadian itu akibat salah paham.

"Yaa ini lagi cek TKP, hanya salah faham," ujarnya. | Vivanews
loading...

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.