-->

Iklan

Pembantaian Rohingya Terburuk Setelah Perang Dunia II

Saturday, 16 September 2017, 12:33:00 WIB Last Updated 2017-09-16T05:33:43Z
'/>
Masyarakat menyampaikan protes atas kejahatan kemanusiaan di Rohingya, Myanmar. Foto/Dok/SINDOnews/Ilustrasi.
JAKARTA - Pembantaian warga Rohingya di Myanmar dinilai sebagai tragedi kemanusiaan paling buruk setelah Perang Dunia II.  Tragedi yang terjadi di Rakhine State, Myanmar bukan sekadar diskriminasi, melainkan genosida atau pembunuhan massal.

Direktur Crisis Center for Rohingya (CC4R) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sukamta mengatakan, tekanan keras harus segera diberikan kepada Myanmar untuk menghentikan tragedi Rohingya itu. Menurutnya tragedi kemanusiaan itu masuk kategori luar biasa.

"Jadi orang diusir dengan cara rumahnya dibakar, ditembaki begitu pergi ditanami ranjau sehingga tidak bisa kembali," ujar Sukamta dalam aksi bela Rohingya di Monumen Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (16/9/2017).

Dia menuturkan, CC4R PKS di seluruh Indonesia sudah mengumpulkan dana kemanusiaan untuk warga Rohingya. Dia mengungkapkan, hingga saat ini dana kemanusiaan itu sudah mencapai Rp3,8 miliar.

"Semua dana kemanusiaan CC4R akan disumbangkan melalui lembaga sosial yang tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) yang sudah lama bekerja membantu Rohingya," ungkapnya.| Sindonews
Komentar

Tampilkan

  • Pembantaian Rohingya Terburuk Setelah Perang Dunia II
  • 0

Terkini

Iklan

Close x />