Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

StatusAaceh.Net - Situasi di Israel dan Jalur Gaza menjadi kian rumit akibat permusuhan antara para pemukim Yahudi garis keras dengan pemerintah Israel. Hamas pun bersumpah meningkatkan perlawanan untuk mengusir Israel.

Tidak ada perdamaian yang tampak di depan mata antara Israel dan Palestina, sementara kekerasan di wilayah tersebut terus meningkat. Pemimpin Hamas di Gaza pada Kamis 7 Januari bersumpah bahwa Palestina akan terus melakukan pemberontakan sampai tujuan mereka bisa tercapai.

Berbicara kepada pendukungnya di Gaza, pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh mengatakan bahwa rakyat Palestina akan berjuang "sampai tanah (yang diduduki Israel) tersebut dibebaskan."

"Kami melanjutkan dengan pemberontakan dan terus membangun kekuatan dengan cara yang akan mengejutkan dunia. Kami tidak melakukan ini untuk membela Gaza; kami melakukannya untuk membebaskan Yerusalem dan seluruh Palestina," kata Haniyeh, seperti dikutip VOA Indonesia, Sabtu (9/1/2016).

Pada 1 Januari, militan Palestina diduga menembakkan beberapa roket ke Israel selatan, dan militer Israel segera merespons dengan serangan udara. Israel mengatakan menangkap enam anggota Hamas atas dugaan bahwa mereka berencana untuk menculik dan membunuh seorang warga Israel. Pasukan keamanan menewaskan tiga warga Palestina di dekat permukiman Betlehem di Israel selatan Kamis 7 Januari, bertepatan dengan hari di mana warga Kristen Ortodoks hari merayakan Natal di kota diyakini sebagai tempat kelahiran Yesus.

Seorang warga Palestina lainnya tewas di dekat kota Hebron ketika ia mencoba untuk menusuk seorang tentara Israel. Seringnya terjadi serangan pisau telah mendorong Israel untuk berusaha membuat rompi pelindung khusus.

"Saya tegaskan, pemberontakan akan berlanjut sampai tanah tersebut dikembalikan kepada kami. Kami akan terus memompa darah dan jiwa kita ke dalam Intifada (perlawanan Palestina)," tegas Haniyeh.

Situasi di Timur Tengah kini menjadi lebih rumit akibat munculnya permusuhan antara para pemukim Yahudi garis keras dengan pemerintah Israel. Selain memerangi pemberontakan warga Palestina, Israel juga harus berurusan dengan para pemukim Yahudi ultra-ortodoks.

Pada Minggu 3 Januari, seorang pemuda Israel berusia 21 tahun telah didakwa melakukan serangan pada Juli 2015 terhadap sebuah rumah di Duma, Tepi Barat yang menewaskan satu keluarga Palestina dan seorang bayi mereka. Diduga penyerang tersebut adalah anggota dari kelompok yang disebut "Pemuda Hilltop", generasi baru pemukim Yahudi garis keras.

"Jika kita tidak berada di sini, orang-orang Arab akan berada di sini dan apa pun yang berhasil dimiliki oleh orang-orang Arab sekarang akan sangat sulit (bagi kami) untuk mengambilnya kembali nanti. Dan itu bahkan bukan sebuah peperangan, (tapi) itu adalah peperangan diam-diam," kata Refael Morris, seorang anggota dari kelompok "Pemuda Hilltop".

Namun, pasukan keamanan Israel mengatakan bahwa kelompok radikal itu kecil dan tidak memiliki dukungan dari pemerintah atau masyarakat luas.

Senada dengan Israel, otoritas Palestina juga mengatakan bahwa mereka mengalami kesulitan untuk mencegah para pemuda Palestina yang tidak melihat adanya harapan masa depan, kecuali dengan melakukan peperangan.(konfrontasi.com)
loading...
Label:

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.