Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Arsyad
Banda Aceh - Proyek pengadaan perangkat tekhnologi videotron senilai 8,5 miliar milik Dinas Pendidikan Aceh yang tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2016 mendapat penolakan dari berbagai kalangan, salah satunya Forum Gerakan Pemuda Peduli Aceh (FORGEPPA).

Ketua Umum FORGEPPA Arsyad Lawet berpendapat, proyek videotron dengan harga yang sangat fantastis tersebut kurang tepat untuk kondisi Aceh saat ini,  mengingat permasalahan pendidikan di Aceh yang masih sangat komplit, mulai dari peringkat Ujian Nasional Aceh yang jauh dari sasaran sampai infrastruktur sekolah di pedalaman Aceh masih belum memadai.

Hal itu disampaikan Arsyad dalam diskusi dengan sejumlah mahasiswa dan pemuda Aceh di  kafe Sahabat Kopi, Jakarta Selatan pada Rabu, (20/7/2016)

Menurut Arsyad, pemerintah Aceh dalam hal ini Dinas Pendidikan Aceh harus jeli dalam melihat kondisi pendidikan Aceh saat ini, dan melakukan upaya-uapaya real dalam meningkatkan mutu pendidikan itu sendiri.

“videotron bukanlah solusi kongkrit dalam upaya memperbaiki kondisi pendidikan Aceh yang kian terpuruk, masih banyak hal yang mendesak yang mesti dilakukan pemerintah untuk memajukan pendidikan di Aceh” ungkap Arsyad

Dikatakan Arsyad, Kualitas pendidikan Aceh saat ini masih rendah dan bisa dibilang memprihatinkan. Masih sering dijumpai bangunan sekolah yang buruk kondisinya, kualitas guru yang masih rendah, siswa tidak mendapatkan pasokan buku yang memadai, serta masih banyak sekolah yang belum memiliki laboratorium  perpusatakan yang kurang, Sarana dan prasarana pembelajaran juga turut menjadi faktor semakin terpuruknya pendidikan di Aceh, terutama bagi penduduk di daerah terbelakang.

“selain memperbaiki sarana dan prasaran sekolah, pemerintah juga harus melalukan kegiatan-kegiatan seperti pelatihan, pembekalan, dan pemberdayaan guru, hal ini tentu sangat penting untuk meningkatkan kualitas mereka. Dengan meningkatkan standar kualitas guru di Aceh, kualitas pendidikan pun akan meningkat secara signifikan” katanya.(Rill)
loading...
Label: , ,

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.