Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Banda Aceh - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar 3,7 miliar sepanjang tahun 2015 dari para koruptor di Aceh. Uang tersebut dikembalikan para tersangka setelah kasus mereka tercium penyidik Korp Adhyaksa itu.

Menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Aceh, Amir Hamzah uang 3,7 miliar tersebut merupakan pengembalian kerugian negara dari para tersangka baik yang kasusnya masih tahap penyelidikan, penyidikan maupun penuntutan.

“Ada 20 kasus yang proses penyelidikannya sudah selesai,  7 di tingkat penyidikan dan 5 kasus sudah masuk tahap penuntutan. Jadi totalnya 32 kasus,”kata Amir Hamzah di Banda Aceh, Selasa (15/12).

Amir mengatakan dalam priode yang sama, yaitu Januari hingga Desember, Kejaksaan Negeri (Kejari) se-Aceh juga menyelesaikan penyelidikan 47 kasus. Jumlah tersebut, 34 diantarannya telah masuk tahap Penyidikan sedang 58 kasus telah masuk penuntutan.

“Ada 27 kasus berasal dari Polri dan 31 dari kejaksaan. Untuk perkara yang telah masuk tahap penuntutan, sidang sedang berlangsung di pengadilan Tipikor,”ungkapnya.

Dijelaskan, untuk mempercepat penanganan kasus, kejati telah membentuk satuan khusus penanganan tindak pidana korupsi sesuai keputusan Jaksa Agung. Langkah ini juga bertujuan mengoptimalkan supervisi penyelesaian tunggakan penyelidikan dan penyidikan di 22 Kejari.

Berikut rekapitulasi penyelamatan keuangan negara sepanjang tahun 2015 baik oleh Kejati maupun Kejari.  Kejati Aceh 1.2 Miliar, Kejari Sigli 110 juta, Kejari Takengon 50 juta. Kejari Lhoksukon 80 juta dan Kejari Kuala Simpang 1.9 miliar.

Berikutnya Kejari Calang 25 juta, Meulaboh 171.juta, Kutacane 75 juta dan  Kejari Simpang Tiga Redelong 261 juta, Kejari Meureudu 284 juta serta Cabang Kejaksaan Negeri Kota Bakti 340 juta.(habadaily)
loading...
Label: ,

Post a Comment

loading...
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.