Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama USA Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Ilustrasi
StatusAceh.Net - Modus berkenalan melalui media sosial (medsos) berujung di kantor polisi. Bagaimana tidak, MD (21) mengajak seorang siswi SMA, sebut saja namanya Melati (16), untuk bertemu dan menginap di sebuah hotel di Kabupaten Pandeglang, Banten, kemudian menyetubuhinya.

Peristiwa itu terjadi 2019 lalu, tepatnya pada 15 Desember, berlokasi di wilayah Pantai Carita.

"Awalnya pelaku komunikasi dengan korban melalui media sosial, kemudian saling tukar nomor telepon. Tersangka kemudian mengajak korban bertemu dan menginap di hotel. Di hotel tersebutlah pelaku mengajak korban melakukan hubungan badan dengan janji akan menjadikan korban sebagai kekasihnya," kata Kasatreskrim Polres Pandeglang, AKP Ambarita, Jumat, 24 Januari 2020.

Namun nahas buat Melati. Usai disetubuhi bak suami-istri, MD melarikan diri. Tidak lagi terlihat batang hidungnya. Bahkan untuk komunikasi pun tak bisa. MD pun melaporkan peristiwa yang dialaminya itu ke orangtua.

Karena tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu, orang tua Melati kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polres Pandeglang, agar segera ditindaklanjuti. Setelah melakukan pencarian, pelaku MD pun ditangkap saat berjualan pakaian di kiosnya yang masih berada di Kabupaten Pandeglang, Kamis, 23 Januari 2020.

"Tidak (dipacari). Yang melaporkannya keluarga. Kami tangkap saat berjualan pakaian di kiosnya," kata Ambarita.

Hasil visum telah di tangan pihak kepolisian. Kemudian, polisi pun menyita barang bukti lainnya, seperti pakaian dalam dan pakaian luar korban. Akibat perbuatannya, MD terancam mendekam di balik jeruji besi selama 15 tahun.

MD terancam hukuman minimal 15 tahun penjara karena melanggar Pasal 76 D juncto Pasal 81 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak.

"Saat ini tersangka sudah diamankan dan dilakukan penahanan di Polres Pandeglang," ujar Ambarita.| Vivanews
loading...

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.