Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama USA Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Guru honorer di Pandeglang Banten, Dedi Mulyadi, hanya menerima upah Rp12.000 per hari. (Foto: iNews/Iskandar Nasution).
STATUSACEH - Seorang guru honorer di Kabupaten Pandeglang, Banten, hanya menerima upah Rp12.000 per hari. Bayaran tersebut tidak diterima bila yang bersangkutan izin atau sedang tidak ada aktivitas belajar mengajar.

Guru honorer di SDN Pasirlancar 2, Dedi Mulyadi mengatakan, dia sudah 12 tahun mengajar di sekolah tersebut. Baginya tidak masalah mendapat bayaran receh harian, asalkan bisa mendidik generasi penerus bangsa.

"Iya, hanya Rp12.000 per hari. Kalau saya izin atau sedang libur, tidak ada bayarannya," kata Dedi kepada iNews di SDN Pasirlancar 2, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat (6/12/2019).

Dia mengaku, ingin menjadi pegawai negeri sipil (PNS), namun dari sisi usia sudah dianggap melewati batas, karena usianya sudah 37 tahun. Meski hanya sebagai guru honorer dia mengaku akan selalu menikmatinya dan bersyukur.

Menurut dia, uang Rp12.000 per hari yang didapat dari mengajar siswa SD tidak mencukupi kebutuhan harian, karena itu dia mencari uang tambahan dengan menjadi ojek yang mengantar orang-orang kampung pergi ke pasar.

"Kadang saya diminta orang antar ke pasar beli sayur, nanti ada tambahan dari sana," ujarnya.

Dedi mengaku, sangat suka mengajar dan mencintai dunia pendidikan. Awal mulanya masuk ke sekolah tersebut ketika SDN Pasirlancar 2 kekurangan pengajar pada 2007 lalu. Almarhum ayahnya yang mengajak dia sebagai guru.

"Dulu hanya almarhum ayah saya yang mengajar di sana. Saya pun diajak, dan mengajar sampai sekarang," ujar Dedi.

Kepala SDN Pasirlancar 2, Medikin mengatakan, ada lima orang guru honorer di sekolah tersebut. Mereka sudah mengabdi bertahun-tahun, rata-rata sudah di atas lima tahun. Meski begitu, jumlah guru di sana tetap dianggap kurang.

"Idealnya ada enam orang guru, di luar kepsek, guru olahraga dan guru IPA. Ini jumlahnya masih sangat minim," ujar dia.

Terkait upah para pengajar, dia mengagakan, pihak sekolah tidak bisa berbuat banyak membantu mereka, karena dana yang ada hanya berasal dari dana BOS saja. Sedangkan, sekolah sama sekali tidak memungut biaya dari para siswa. | INews
loading...

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.