Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama USA Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Peserta mengikuti pawai menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriah, mengelilingi Kota Lhokseumawe, Aceh, Senin (10/9).
StatusAceh.Net - Tahun baru hijriah sudah didepan mata. Satu tahun berlalu tidak terasa. Ada banyak catatan peristiwa menimpa umat manusia. Wa bil khusus umat Islam. Dan terkusus lagi pribadi kita. Menutup agenda mengawali tahun dengan keistimewaan bulan muharam. Muharam satu bulan haram. Di bulan ini, amal shalih akan dilipatkan pahalanya sebagaimana dosa yang digandakan balasannya. Bukan tanpa maksud Allah SWT memberikan keistimewaan yang demikian. Pilih awal dengan menabung pahala atau dompet dosa. Itu untuk direnungkan manusia.

Hijriah tidak akan lepas dari peristiwa hijrah baginda Nabi SAW. perjalanan yang cukup jauh antara Makkah dan Madinah. Sekitar 500 km harus beliau tempuh dengan unta dan didampingi sahabatnya Abu Bakar Ash Shidiq. Melelahkan, dan kita tidak dapat membayangkan. Bagaimana peluh, terik, dahaga menyamai beliau pada waktu itu. Menatap jarak yang masih jauh untuk menyambut kemenangan yang Allah SWT janjikan di kota Madinah al Munawarah. Kota yang diberkahi menjadi tonggak turunnya ayat-ayat syariat. 

Masa itu dan di tempat itu dentang waktu bagi kaum Muhajirin dan Anshor untuk membuktikan keimanan, ketaatan, keberanian, keikhlasan dan pengorbanan. Pembuktian iman hingga bertaruh nyawa. Melindungi Rasul Allah SWT, menjaga agama dan mendakwahkan Islam seantero jazirah arabiyah. Terbitlah kesadaran pada diri manusia. Akan kaafahnya ajaran agama yang dibawa baginda SAW. Tak hanya Islam spiritual tapi Islam politik dalam artian Islam mengurus seluruh aspek kehiduapan manusia.

Dan tahun ini, 1441 Hijriah. Artinya, 14 abad lebih masa itu berlalu. Lantas, bagaimana kita menerjemahkan pergantian tahun hijriah? Tanpa makna atau ber-arti itu kembali kepada jiwa manusia. Melanjutkan jiwa heroik para pendahulu dienul Islam ataukah cukup jadi bancaan negara Barat.

Diujung sana ada Palestina yang masih terjajah Zionis Israel. Tetangganya yakni Suriah, ada konflik penguasa dengan rakyat hingga menghilangkan ribuan nyawa. Dinegeri tirai bambu, ada suku Uighur yang dicuci otaknya agar melupakan Allah SWT. Di Indonesia, konflik pemikiran intern umat Islam. Dan ditepian, ada banyak Islam KTP yang sembahyang tidak, berhijab tidak, kenal syariat juga tidak, bisa membaca al Quran juga tidak, tapi mengaku muslim.

Mengembalikan Marwah Umat Islam

Sungguh rumit persoalan umat Islam kini. Mungkinkah terurai selesai dan cahaya Islam bisa menyinari setiap pintu rumah manusia? Sangat bisa. Yakni dengan semangat hijriah, menghidupkan kembali tupoksi elemen umat Islam.

Pertama, para ulama kembali menjalankan totalitas peran sebagai da’i, teladan bagi umat. Mendakwahkan agama ini, kepada kalangan bawah hingga Presiden. Mensyiarkan seluruh ajaran Islam. Menjalankan peran amar ma’ruf nahi munkar. Fillah demi izzul Islam, kaum muslimin dan kesejahteraan bagi semesta manusia.

Kedua, kaum intelektual tidak terkooptasi dan tidak teracuni pemikirannya dengan fikrah ajnabi. Karena mereka adalah fiqur umat. Yang diotak dan ditangan mereka dipikulkan amanah sebagai problem solver atas persoalan kehidupan manusia. Sebagaimana ilmuwan muslim dimasa keemasan Islam. Temuan mereka dalam berbagai bidang ilmu memecahkan persoalan, mengangkat peradaban Islam.

Ketiga, menghidupkan kontrol sosial. Menumbuhkan jiwa untuk selalu menuntut ilmu agama, mengamalkannya dan membagikan ilmunya. Menyuburkan semangat ukhuwah. Menghapus sikap saling menjatuhkan dan mendzalimi. Berbaik sangka dan menghentikan konflik internal umat Islam. Kontrol sosial yang baik berbuah pada terselamatkannya pelangaran syariah dan perpecahan umat Islam.

Penulis: Puji Astutik, Pelaku Literasi Islami, Trenggalek Jawa Timur
Sumber: Republika.co.id
loading...

Tahun Baru Hijriah bisa menjadi momentum mengembalikan marwah umat Islam

Label: ,

Post a comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.