Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Singkil - Komunitas Pemuda Anti Korupsi (Kompak) meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun menangani dugaan penyelewengan pada proyek pembangunan jalan Singkil - Teluk Rumbia.

Hal ini disampaikan oleh koordinator Kompak, Zulkarnain Pohan kepada media, Jum'at (14/06/2019).

Menurut Zulkarnain, pembangunan jalan tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) penugasan (gabungan APBK dan APBN) tahun anggaran 2018 dengan alokasi sebesar 21 Milyar Rupiah. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Peduli Bangsa.

Pihaknya menilai, pengerjaan jalan tersebut tidak sesuai spesifikasi. "Karena pengerjaan jalan itu tidak sesuai spek dan terkesan abal-abal maka berpotensi merugikan negara,"ujarnya.

Menurut pihaknya, jalan tersebut tidak selesai dikerjakan dan juga mengalami kerusakan. Dimana, dinding penahan tanah (talud) baru  selesai tahun 2018 lalu sudah ambruk dan retak dibeberapa bagian. "Mirisnya lagi, usai diperbaiki pun talud tersebut kembali patah dibeberapa bagian," bebernya.

Zulkarnain menjelaskan, pihak Kejari sudah pernah melakukan penyelidikan namun hingga saat ini belum ada penjelasan tidak menunjukkan hasil yang memuaskan. "Untuk itu, berdasarkan nomor 30 tahun 2002 tentang Pembentukan Komisi Pemberantasan Tindak Pidan Korupsi, kita meminta KPK untuk turun tangan menangani kasus ini, dan membongkar semua pihak yang terlibat" imbuhnya.

Dia juga menyebutkan, tidak menutup disinyalir kemungkinan adanya oknum pejabat di DPRK Aceh Singkil yang juga terlibat terkait proyek tersebut. "Kami yakin kalau KPK yang turun tangan tidak ada pandang bulu dan semua akan diproses sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku," tandasnya.(Rill)
loading...
Label: ,

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.