Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Banda Aceh- Kepala Dinas Sosial AcehDrs Alhudri MM, membuka secara resmi pelatihan keterampilan menjahit dan membordir untuk 30 orang siswi binaan angkatan ke 75 Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD)Rumoh Seujahtra Jroh Naguna (RSJN), Lampineng, Banda Aceh, Senin (11/3/2019).

Kegiatan bertemakan “Pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Jurusan Menjahit dan Bordir Aplikasi Bagi Siswi Binaan Angkatan 75 Tahun Anggaran 2019" tersebut berlangsung di aula UPTD tersebut siang tadi.

UPTD RSJN adalah salah satu panti milik Dinas Sosial Aceh yang membidangi pembinaan remaja putus sekolah. Setiap tahun, panti ini merekrut siswa-siswi putus sekolah di seluruh kebupaten/kota di Aceh untuk dididik berbagai keterampilan, seperti keterampilan menjahit, membordir, pengelasan, dan perbengkelan sepeda motor.

“Harapannya, agar anak-anak kita ini selepas dari pembinaan bisa mandiri di masyarakat sehingga mereka tidak menjadi pengangguran. Sementara itu kita juga membekali mereka peralatan kerja sesuai dengan bidang dan jurusan yang dipelajari di sini,” kata Alhudri.

Alhudri dalam sambutannya menuturkan, pelatihan ini dilakukan guna membina generasi muda yang mampu menjawab tantangan dan peluang kerja guna menciptakan generasi muda yang mandiri sehingga bisa menekan angka pengangguran dan prilaku kriminal.

Menurut Al-Hudri, anak-anak di usia 16-18 tahun (remaja) adalah fase mencari jati diri, sehingga apabila mereka mendapat bimbingan yang salah maka akan  berdampak buruk bagi diri dan keluarga mereka, bahkan serta lingkungan. 

Oleh sebab itu, katanya, Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh mengambil langkah konkrit dengan membina generasi muda Aceh agar lebih mandiri dengan cara memberikan pelatihan, diantaranya adalah keterampillan untuk menjahit dan border.

“Mereka ini adalah anak-anak yang kurang mampu, kita rekrut dan kita bina agar nanti bisa hidup layak dalam memenuhi kebutuhan taraf hidup sehari-hari," kata Alhudri.

Kepada ke 30 siswi yang mengikuti pelatihan Alhudri berpesan, supaya memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, sebab untuk setiap siswa dan siswi binaan RSJN tidak saja mendapatkan ketrampilan tapi juga diberikan bimbingan mental, motivasi sosial, dan agama sebagai pondasi kehidupan.

"Tujuannya agar mereka tidak hanya memiliki skil tapi juga kesiapan mental dan pribadi yang baik sesuai dengan harapan bangsa kita," tukasnya.

Sementara itu Kepala UPTD RSJN Drs Saifullah menambahkan, untuk tahun anggaran 2019 pihaknya menampung sebanyak 90 orang siswa dan siswi yang dibagi empat kelas, kelas menjahit, bordir, pengelasan, dan perbengkelan sepeda motor. 

Para siswa dan siswi direkrut secara merata di setiap kabupaten/kota dengan kouta dan ketentuan yang telah ditentukan. 

“Selama masa pendidikan, para siswa-siswi kita asramakan di sini. Setalah masa pendidikan habis baru kita kembalikan ke keluarga masing-masing. Tentunya mereka juga kita berikan peralatan kerja,” pungkasnya. [Rill]
loading...
Label: ,

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.