Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Fito Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

20 pria etnis Rohingya tiba di Aceh Timur setelah melalui perjalanan laut menggunakan perahu kayu (Foto: AFP)
Aceh Timur - Kapal mengangkut 20 pria etnis Rohingya menepi di Kabupaten Aceh Timur, Selasa (4/12/2018). Perahu yang mereka gunakan sudah rapuh dan terbuat dari kayu.

Petugas di Aceh kesulitan berkomunikasi dengan mereka karena kendala bahasa. Sehingga belum diketahui mengapa mereka bisa sampai ke Indonesia.

"Kami tak bisa berkomunikasi karena mereka tidak bisa bahasa Indonesia, Aceh, atau Inggris. Jadi kami belum tahu banyak tentang mereka," kata Camat Idi Rayeuk, Iswandi, dikutip dari AFP.

Iswandi juga belum mengetahui dari mana pria berusia antara 20 sampai 40 tahun itu berangkat, apakah langsung dari Myanmar, Bangladesh, atau negara Asia Tenggara.

Namun beberapa pekan terakhir, pihak berwenang Myanmar dan Bangladesh menggagalkan upaya para pengungsi Rohingya yang hendak kabur menggunakan kapal menuju Malaysia.

Upaya para muslim Rohingya untuk kabur dari Myanmar dan pengungsian di Bangladesh melalui laut selatan jarang terjadi setelah otoritas Thailand memutus jalur perdagangan manusia pada 2015. Hal ini memicu krisis di karena sejumlah besar muslim Rohingya hidup terkatung-katung di laut.

Pada 2017, ratusan Rohingya tiba di Aceh dan disambut oleh otoritas setempat.

Pada April lalu, sekitar 80 etnis Rohingya mendarat di Aceh, beberapa pekan setelah puluhan lainnya tiba di Malaysia. | Inews.id
loading...
Label: ,

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.