Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama USA Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

StatusAceh.Net - Entah apa yang terjadi pada para politisi di tanah air. Ada kesan kuat, banyak politisi dewasa ini yang jauh dari sosok negarawan. Alih-alih memikirkan program pembangunan yang kontekstual dan berbuat nyata untuk rakyat, para politisi tampaknya lebih senang beradu sindiran, bahkan makian.

Kau jual, aku beli. Sikap inilah yang kini banyak diperlihatkan para politisi. Begitu ada politisi melontarkan terminologi yang dirasa menyindir dirinya, maka reaksi serangan balik pun spontan dilontarkan. Ketika ada pihak yang melontarkan terminologi politisi sontoloyo, dan yang yang terbaru politisi genderuwo, maka spontan para politisi dari kubu pesaing pun segera merespons.

Yang terjadi kini adalah saling tuding. Ada pihak yang dengan berpuisi menuding bahwa genderuwo ada di istana. Sementara pihak lawan politik membalas dengan menyebutkan genderuwo ada di Senayan, di Hambalang, dan lain sebagainya. Ada yang bilang politisi cenderung hanya menakut-nakuti rakyat dan sekadar melontarkan kritik yang serem-serem tanpa dasar, pihak lawan dengan cepat merespons dengan kritik yang tak kalah menohok.

Kesabaran Makin Tipis

Bersikap kritis dan melontarkan kritik demi kebaikan sebetulnya adalah hal yang biasa dalam kehidupan berpolitik. Dalam kehidupan berdemokrasi, menyampaikan pendapat--meski berbeda dengan status quo--adalah hal yang biasa. Tetapi yang menjadi masalah ketika yang terlontar bukan kritik yang membangun, melainkan caci-maki yang sama sekali tidak berbasis data yang akurat.

Dua kubu yang tahun 2019 bersaing dalam Pilpres, kini ada indikasi sama-sama suka berkeluh-kesah. Saling sindir, saling tuduh dan saling kecam adalah hal yang makin lama makin biasa dilakukan kedua belah pihak. Tidak ada diskusi yang produktif dan terhormat yang dilakukan dalam forum yang menjunjung tinggi keadaban.
 
Baca Selanjunya
loading...
Label: ,

Post a comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.