Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Covid-19 Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos dayah Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Migas Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator sosial Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Turki Ulama USA Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Banda Aceh - ‌Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Aceh bersama pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo beserta Polsek Ulee Lheue menyita 471 lobster bertelur dari lima lokasi penampungan di wilayah banda Aceh.

"Operasi bersama terkait penegakan terhadap Permen KP No 56 tahun 2016 terkait pelarangan penangkapan lobster. ‌Sosialisasi telah dilaksanakan mulai awal tahun 2015," kata Kasie Pengawasan, Pengendalian dan Informasi BKIPM Aceh Hudaibiya Al Faruqie yang memimpin operasi, Jumat (13/1).

Meski sudah dilarang pemerintah, namun praktik ilegal ini masih banyak ditemukan di sejumlah daerah, termasuk wilayah aceh.

Hasil pemeriksaan, kelima penampung mendapat lobster dari nelayan. Dalam prosesnya, lobster yang tiba terlebih dahulu dibersihkan kemudian dikirim ke tempat lain.

"Setelah dilakukan pengembangan, lobster yang tidak sesuai ditampung di keramba. ‌Petugas gabungan melakukan penyitaan terhadap 471 ekor lobster bertelur," lanjutnya.

Setelah disita dari para penampung, petugas akhirnya melepasliarkan ratusan lobster tersebut di perairan Ulee Lheue.

BKIPM Aceh mengimbau masyarakat maupun nelayan untuk tidak melakukan penangkapan lobster bertelur, lantaran kegiatan tersebut ilegal.

"Diimbau untuk tidak menangkap komoditas yang tidak sesuai aturan. Karena dalam aturan menyatakan pelarangan tangkap," ujar Hudaibiya. | Merdeka.com
loading...
Label: ,

Post a comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.