Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama USA Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Kereta Api Trans Sulawesi. Foto/Ilustrasi/Istimewa
MAKASSAR - Berbagai cara dilakukan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, agar bisa melakukan soft launching kereta api Trans Sulawesi pada HUT ke 348 Oktober nanti, termasuk mendatangkan gerbong dari Lhokseumawe Aceh. Hal itu dilakukan, lantaran tidak ada gerbong yang cocok untuk bantalan rel kereta api yang dibangun di daerah ini. Pasalnya, kereta api di Sulsel lebih lebar ketimbang yang ada di Jawa. Sehingga, tidak ada yang cocok kecuali gerbong yang ada di Provinsi Aceh.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kereta Api Trans Sulawesi Hendry Hidayat mengatakan gerbong yang akan diambil yakni dari Aceh, karena lebarnya hampir sama dengan yang dibuat. "Pak Gubernur sudah minta soft launching. Jadi kemungkinan, yang bisa diambil kereta api yang lebarnya hampir sama ada di Aceh. Pinjam dulu dari sana," kata dia saat ditemui di kantor Gubernur Sulsel, Rabu (27/9/2017).

Dia menjelaskan, bisa saja gerbongnya nanti bentuknya semacam kereta inspeksi, semacam kereta wisata mirip di Jawa, karena kata dia perintah Gubernur Sulsel haru ada. "19 Oktober harus jadi posisi kereta itu ada di Lhokseumawe bukan di Banda Aceh. Kita harap sebelum 12 Oktober itu bisa sampai di pelabuhan Garongkong Barru," katanya.

Proyek kereta api di Sulsel ini memang menjadi andalan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Hal itu dikarenakan, hingga saat ini belum ada transportasi massal seperti ini di Sulsel. Bahkan, kereta ini nanti diharap bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah ini. Selain itu, saat ini kereta api mendapat bantuan dari pusat untuk melanjutkan pembangunannya sekitar Rp1,7 triliun yang digunakan untuk membebaskan lahan dan mengadakan materi pembangunan rel kereta api. Terlebih masih ada sejumlah bidang lahan yang belum dibebaskan untuk membangun proyek yang dimulai tahun 2015 ini.

Untuk relnya kata Hendry, kalau untuk pekerjaan baru dari kilometer 92 sampai 119 itu sudah sekitar 37 kilometer atau 26%, rencananya bisa dioperasikan 2018 Oktober. "Jadi kalau tambah 16 kilometer tahun 2015 lalu, jadi sudah sekitar 53 kilometer. Saat soft launching nanti itu hanya 16 kilometer saja," ungkapnya.

Untuk pembebasan lahan lanjutnya, di kabupaten Barru sudah 96%, hanya saya di tiga daerah yakni Pangkep, Maros dan Parepare dananya baru keluar. "Dana yang kita usul itu awalnya Rp1,1 triliun dan diterima itu Rp1,7 jadi ini untuk daerah Pangkep, Maros dan Parepare ini hanya untuk lahannya," katanya.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihak pemerintah memang hendak melakukan soft launching utuk kereta api tersebut. "Persoalannya itu sampai detik ini dia tidak dapat gerbongnya. Kita sudah gembar-gembor ini launching. Orang Bugis Makassar itu orang tidak sabar, mau lihat cepat hasilnya," katanya.

Sehingga, Gubernur dua periode ini sudah meminta ke PPK untuk mencari gerbong yang cocok. "Saya sudah minta, dan sekarang sementara dicari. Sudah dapat, dan bisa digunakan nanti saat launching," katanya. | Sindonews
loading...
Label: ,

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.