Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) menggelar Pekan Nasional (Penas) Ke-15 di Aceh, Jumat (5/5). Gilang/JPNN.com
Banda Aceh - Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) menggelar Pekan Nasional (Penas) Ke-15 di Aceh, Jumat (5/5). Agenda rutin tiga tahunan ini, merupakan wadah pertemuan mencari solusi antara petani dan pemerintah.

Ketua KTNA Winarno Tohir mengatakan, rencananya pihaknya akan temu wicara dengan Presiden Joko Widodo beserta delapan menteri pada kabinet kerja, selama Penas. KTNA, kata dia, dihadiri 35 ribu petani dan peneliti.

"Jadi petani, petani hutan, dan nelayan berprestasi bertemu selama kembali dalam tiga sampai empat tahun dalam rangka Penas. Ada pembicaraan tujuh bidang dan 35 kegiatan. Di antara lain di sini ada temu teknologi, temu wicara dengan dengan delapan menteri dan satu DPR Komisi IV," kata Winarno di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Aceh, Jumat (5/5).

Dalam Penas ini, kata dia, petani dan nelayan diharapkan bisa menemukan solusi dari pemerintah agar mandiri. “Harapannya kami para petani ke arah kemandirian dengan teknologi," kata dia.

Dia menambahkan, pihaknya juga akan membicarakan pasar lelang kepada pemerintah. Menurutnya, selama ini petani menjadi pihak yang rugi karena tidak bisa menentukan harga dari hasil produksinya. Sementara, petani sebagai produsen paling atas, harus menerima semua risiko atas produksinya.

Pasar lelang ini juga sangat penting karena selama ini petani selalu bermasalah dalam hasil. Seharusnya kami yang produksi kami yang menentukan harga. Tapi ini malah pembeli yang tentukan harga," kata dia.

Mengenai kegiatan Penas ini, Winarno menilai cukup memberikan manfaat kepada petani dan pemerintah. Sebab, dengan adanya kegiatan ini, petani bisa menyampaikan permasalahannya secara kumulatif, sedangkan pemerintah akan mencari solusinya.

"Pertama kami sudah meningkatkan produktivitas per hektare. Baik itu komuditas padi, jagung dan juga kita meningkatkan produksi daging. Kalaupun kurang tapi kekurangannya tidak bertambah banyak," tandas dia.(jpnn)
loading...
Label: ,

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.