Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Pasukan anti-teror saat berlatih penanggulangan terorisme di SMA Elizabeth, Peshawar, Pakistan, 2 Februari 2016. Terdapat informasi intelijen 13 militan Taliban dari Afghanistan merencanakan serangan bunuh diri di sekolah-sekolah Pakistan. REUTERS/Fayaz Aziz
Karachi - Pakistan melakukan hukuman gantung terhadap empat milisi Taliban setelah pengadilan militer menyatakan keempatnya bersalah.

Menurut pernyataan militer yang beredar di media massa, keempat orang tersebut adalah  Barkat Ali, Muhammad Adil, Ishaq Hai dan Latif-ur-Rehman.

"Mereka dieksekusi pada Rabu, 3 Mei 2017," tulis Al Jazeera mengutip keterangan militer Pakistan.

Pakistan menunjuk pengadilan militer untuk mengadili warga sipil yang diduga sebagai pelaku terorisme tak lama setelah peristiwa pembunuhan 152 orang pada 2014.


Hampir seluruh korban pembantaian massal itu anak-anak yang menempuh pendidikan di Sekolah Militer di sebelah barat laut Peshawar.

Semula, pengadilan militer untuk sipil ini berlaku hanya dua tahun, namun selanjutnya diperbaruhi oleh parlemen pada Maret 2016. Pengadilan ini akan berakhir hingga 2019.

Sejauh ini, militer Pakistan menuding sedikitnya 304 warga sipil terlibat dalam aksi terorisme. Dari jumlah tersebut, sebanyak 191 telah dijatuhi hukuman mati sedangkan 113 lainnya diganjar hukuman berlainan.

"Tidak ada pembebasan terhadap mereka," kata militer Pakistan.

Dari 140 kasus, militer Pakistan belum pernah menyampaikan informasi mengenai pengadilan terhadap mereka, termasuk nama para tersangka, kejahatan yang mereka lakukan, mengapa mereka dipenjara dan berapa lama masa hukumannya.

Informasi yang pernah dikeluarkan militer menyebutkan, 94,5 persen hukuman yang dijatuhkan kepada tersangka berdasarkan pengakuan dosa mereka.

"Keempat milisi Taliban yang dihukum gantung pada Rabu itu mengaku terlibat dalam penyerangan terhadap aparat penegak hukum dan personil militer," kata militer Pakistan.

AL JAZEERA/TEMPO
loading...
Label:

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.